Kida disini! (0)/ Setelah sekian lama #Baru kemaren juga _ _" Kida tak mengeluarkan inspirasi Kida, akhirnya ch. 4 telah update! Sekarang waktunya bales-bales riview^^
.
.
.
Trevo: Uwaaa~ Makasih^^ Haha, Kida juga berpikir begitu ..
Ini udah n,n
Hikaaxrii: Sankyu~ Kalau mau tau, baca terus ya^^ #geplaked
Salam kenal juga untukmu!.^-^.
Anon: Ini udah^^ Sankyuu~
Hikaru Dragneel: Arigatou~ Iya, bener!
Ini udah, silahkan baca^^
Sadsa: Makasih loh! Iya nih, Lucynya emang OOC.
Haha! Iya, chap. 2 alurnya cepet banget!
Tau deh nasib Lucy sama Gray gimana #plak
Bjtatihowo: Yo! Udah dong!
Ok, Wah~ Kida ikut saran Neng bj ah ntar buat di pertengahan cerita^^
Jadi gomen ya Neng bj,
Kida buat fic ini happy end.
Tapi ntar ada yang sad-nya juga kok!
NaLuVers: Kida juga berpikir happy end!
Iya, Natsu dengan Lucy!,
Near1001: Ahaha~ Kida salah tulis... Harusnya yang jadi guru Happy.
Eh, tapi kepikiran Happy jadi roh kucing aja^^
Makasih udah riview n.n
Sekian balesan riview dari Kida~ Makasih untuk yang sudah me-riview fic Kida yang aneh dan gak jelas ini. Jadi... fic ini akan berakhir happy end dengan pairing NaLu.
Yey! Tau gak readers sekalian, Kida hari ini bangun jam 07.30 loh! Kida kesiangan Dx
Tapi hal itu tak terlalu penting, sekarang selamat membaca ch. 3 ya~
Don't Like? Don't Read –
-Cerita sebelumnya-
Lucy tetap saja tak peduli dengan efek samping dari coklat tersebut, ia tak peduli kalau tubuhnya semakin melemah. Tapi ia tak peduli, jadi sebelum coklat kesepuluhnya habis ia harus sudah bisa membuat Gray bunuh diri. Lalu..
Ia tak ingin kembali ke masa lalu!
"Merepotkan!"
Disclaimer: Fairy Tail © Hiro Mashima
Genre: Sekarang genre-nya udah ketahuan!^^ Jadi genrenya adalah...
Friendhip dan Romance!
Pairing: Pairing-nya pun sudah ditentukan! NaLu
*_* Revenge! *_*
ch. 3
Saat ini ntah apa permohonan Lucy pada 2 coklat sebelumnya, Gray berada di rumah sakit. Ternyata perbuatan Lucy sudah lebih dari batas kelewatan, dan tentu badan Lucy pasti sudah semakin melemah. Nah~ Apa sih permohonan Lucy pada 2 coklat sebelumnya?
FLASHBACK
Seperti biasa Lucy membuat permohonan aneh lagi.
'Permohonanku...
Gray sakit!' Karena kalau tidak bisa membuat Gray mati, cara yang lebih ampuhnya adalah membuatnya sakit.
Lalu, kalau Gray dirawat di rumah sakit, Lucy akan meminta permohonan untuk membuat selang oksigen Gray rusak, sehingga Gray tak mendapatkan oksigen dan ia akan mati dengan sendirinya.
Lucy berjalan menuju lorong sekolahnya,
Sepi.
Tidak seperti biasa, biasanya Natsu akan membuatnya kesal karena tak bisa menyebutkan namanya dengan benar. Setelah mengetahui Natsu adalah Mr.N, Natsu keluar dari sekolah tersebut dan membuat Lucy merasa..
Kesepian.
"Sepi~
Eh! Kenapa aku memikirkan Natsu? Dia kan tak mau membantuku balas dendam ke Gray! Jadi buat apa aku memikirkannya? Huh!" Lucy pun berjalan dengan langkah cepat menuju kelasnya.
Skip time
Gray terbaring lemah di rumah sakit karena permintaan Lucy pada coklatnya yang ke-4 membuat Gray sakit. Dan efek sampingnya adalah Lucy juga ikut-ikutan sakit.
"Uhuk.. Uhuk" Lucy terbatuk-batuk dengan keras dan membuat dadanya terasa sakit. Lucy seperti orang yang terkena flek.
"Lucy, apa kau baik-baik saja?" Levy yang mendengar suara batuk Lucy merasa khawatir, belum pernah ia dengar Lucy bisa sakit.
Akhirnya Levy pun membawa Lucy ke ruang UKS dan memberikan obat batuk yang dimintanya dari dokter yang ada disana. Lucy mengalami hal yang pernah author alami saat kelas 1-2 sd. Saat batuk Lucy sudah mulai mereda, Lucy berbaring di ranjang dan Levy berpamitan pada Lucy untuk kembali ke kelas.
'Ini...
Sebenarnya apa yang terjadi padaku?' Lucy berbatin pada dirinya sendiri, ia tertidur dan akhirnya dia sadar. Ada yang harus ia bicarakan pada Mr. N.
-Keesokan harinya-
Lucy berniat untuk membuat permohonannya yang ke-5, yaitu membuat tabung oksigen Gray rusak. Terlebih dahulu Lucy datang sekolah dan saat pulang baru ia akan melakukan permohonannya itu.
Tapi...
Saat Lucy membuka pinta kelas, ia terkaget-kaget.
"AHHH! KENAPA DIA ADA DISINI!" Lucy berteriak dan langsung lari keluar dari kelas tersebut dan meninggalkan seseorang yang sangat ia benci. Ternyata Gray sudah keluar dari rumah sakit dan sekarang ia sudah ada di kelas untuk pembelajaran hari ini.
"Sial! Kenapa dia sudah sembuh sih!" Lucy merutuki dirinya, tanpa ia sadari ternyata di sudah berada di danau. Tempat kenangan buruk dengan Gray,,
Itu baginya.
Saat bel berbunyi, Lucy langsung kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran. Menyebalkan, Lucy kesal karena pelajaran yang diajarkan oleh guru kucing itu terasa sangat tak berguna. Tanpa ada yang mengetahui, Lucy memakan coklat itu dan membuat permintaan yang membuat dia tidak terlihat jadi dia bisa bebas keluar dari kelas tanpa ada yang bisa melihatnya.
'Dasar anak aneh dan merepotkan!'
Kalian tentu tahu siapa yang mengucapkan itu bukan? Lucy pun bangkit dari tempat duduknya dan menggeser pintu kelas. Langsung saja semua warga di kelas itu mengucapkan 'hhiii' dengan nada shock dan langsung pingsan ditempat.
"hihi" Lucy tertawa kecil melihat semua teman di kelasnya, minus Gray yang pingsan di tempat. Ia pun keluar dan menuju atap sekolah, menghirup dalam angin sepoi-sepoi yang membuat rambutnya terombang-ambing dengan indahnya mengikuti arah angin. Rambut pirangnya bercahaya karena tertimpa cahaya matahari yang saat itu bisa dibilang tak terlalu terik tetapi tetap menyilaukan mata.
"Kau aneh!" Terdengar suara dari arah belakang Lucy, Lucy menengok ke belakangnya dan melihat Natsu sudah berada disana. Kenapa dia ada disini? Lucy berpikir, dan yang membuatnya bingung kenapa Natsu dapat melihatnya? Padahal ia sedang dalam keadaan tak terlihat.
Kembali lagi Lucy marah "HEI! KAU YANG ANEH! NGAPAIN KAU DISINI DAN KENAPA KAU DAPAT MELIHATKU HAHHH?" Lagi-lagi Lucy berteriak dan kembali merusakkan capslock author yang baru di servis jadi rusak lagi. (Kida: Ganti rugi woy!
Lucy: ogah, mati saja author aneh!)
Natsu menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum kecil "Tentu saja, aku yang membuat coklat itu! Pasti aku dapat melihatmu, kamu memang aneh! Coklat yang harusnya untuk balas dendam malah digunakan untuk kesenangan sendiri" Awalnya senyum Natsu yang biasa-biasa saja kini menjadi senyum yang mengerikan.
'Efeknya akan terjadi padamu' Natsu berpikir dalam hatinya karena Lucy belum mengetahui efek samping dari coklat tersebut. Natsu lalu pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun untuk berpamitan pada Lucy.
"Hei, tunggu.. Ada yang mau...
Kubiarakan padamu..." Lucy jatuh pingsan karena efeknya sudah bereaksi padanya. Author tak dapat ceritakan efek dari coklat tersebut, karena itu sensor.
FLASHBACK End
Lucy merapihkan bajunya lalu memasukkan ke dalam tasnya. Karena hari ini sampai 3 hari kedepan Lucy beserta kelasnya akan berekreasi ke pantai dalam rangka ulang tahun wali kelas mereka. Karena hari itu bertepatan saat hari libur ulang tahun sekolah mereka, maka hari itu pun diliburkan.
Baju, celana, semua pakaian serta peralatan yang diperlukan dimasukkan ke dalam tas. Terdengar suara Levy dan Erza yang tengah memanggil dari bawah tanda mereka sudah datang untuk berangkat bareng ke sekolah.
"Iya, tunggu!" Lucy mengambil tasnya dan langsung berlari ke bawah menemui teman-temannya yang sudah menunggu. Setelah itu, mereka pun langsung berangkat.
Di perjalanan menuju pantai tersebut, tak ada hal yang menarik bagi Lucy. Ia hanya sesekali memandang keluar jendela bisa dan mengobrol bersama dengan kedua temannya itu. Tertawa, Tersenyu, tapi senyumnya langsung memudar saat Gray lewat bangku Lucy untuk menuju bangku di tempat duduk bisnya.
"Eto, Lucy.. Kenapa?" Tanya Levy pada Lucy yang tiba-tiba Lucy terlihat seperti orang yang merasa kesal.
"Eh? Tak apa Levy..
Jadi,, Lihat, aku suka baju yang ini!" Ucap Lucy menunjukkan sebuah pakaian yang ada di majalah yang sedari tadi ia bolak-balik untuk menghilangkan rasa curiga temannya padanya.
-skip time-
"Akhirnya... Sampai juga!" Lucy merenggangkan badannya setelah sampai dan turun dari bis tersebut. Badannya pegel-pegel karena tak leluasa bergerak di dalam bis itu. Lalu, Guru Charla, wali kelas mereka yang berulang tahun itu membagikan kamar mereka masing-masing. Di sebuah mansion milik keluarga Marveel, keluarga Charla. Wendy sudah seperti adik Charla karena Charla yang selalu mengurus Wendy sejak kecil.
'Natsu, kenapa sekarang kita disini?' Happy bertanya karena ia tak tahu apa-apa.
"Sudah, kau diam saja!" Natsu bersembunyi di balik pohon kelapa sambil memperhatikan sekelompok anak-anak tersebut. Rupanya ia akan memperhatikan gerak-gerik Lucy!
.
.
.
Lucy, Erza dan Levy mendapatkan kamar bersama, mereka pun merapihkan barang-barang mereka.
"EHHH?" Tiba-tiba Lucy berteriak. Levy dan Erza langsung segera menghampiri Lucy, "Ada apa Lucy?" Yanya Erza pada Lucy.
"Eh,, Tak apa kok!" Jawab Lucy dan Levy serta Erza pun kembali melakukan pekerjaan mereka masing-masing.
Lucy P.O.V
Aku... Kelupaan bawa coklat itu!
Padahal aku sudah merencanakan sesuatu, tapi kenapa malah ketinggalan?
Menyebalkan!
Aku pun selesai merapihkan barang-barangku, katanya hari ini bebas dulu. Jadi tak ada acara apapun untuk hari ini, bisa bebas deh!~ Lalu kami bertiga keluar dan sudah menemui semua teman-teman kami, minus Gray sedang bermain di pantai. Ada yang bermain pecah semangka, berjemur di pantai, volly pantai, dan berenang.
Oh.
Ada juga yang bikin istana pasir.
Tapi menurutku semua itu tak penting, yang paling penting adalah...
AKU HARUS BALAS DENDAM!
Tapi tak mungkin tanpa coklat itu, mana mungkin aku pulang lagi trus balik kesini. Perjalanannya kan lumayan jauh~ Ogah deh ngerepotin diri sendiri. Ya sudah deh, hari ini aku bersantai-santai dulu.
"Lu-chan!~" Levy memanggilkan membuat lamunan tak pentingku terbuyar.
"Ada apa Levy?" Tanyaku padanya.
"Kita bikin istana pasir yuukk!" Serunya dengan bersemangat, memang tingkah Levy masih seperti anak kecil. Aku pun mengikuti pendapatnya, sedangkan Erza, dia sibuk berjemur sambil memakan strawberry cakenya yang baru dikeluarkan dari freezer.
End of Lucy P.O.V
"Yuhhuuu~" Ucap Natsu kegirangan saat ia sibuk mengayuh perahunya mengelilingi pantai , ntah kenapa Natsu malah sibuk dengan kerjaannya sendiri. Sepertinya Natsu tak perlu repot-repot mengawasi Lucy karena ia sudah tahu kalau Lucy lupa membawa coklat itu.
"3 hari bersenang-senang, Asek~" Serunya dan memutar-mutarkan perahunya tak jelas.
Kembali lagi dengan Lucy bersama Levy, mereka sedang asik-asiknya bermain membuat istana pasir. Tiba- tiba istana yang mereka buat dengan susah payah hancur sekertika oleh karena bola volly yang menimpanya. Lalu datanglah 2 orang berwajah keren menurut penggemarnya, kalau Kida sih lebih duka Natsu dan orang yang berwajah seram suka membuat sesuatu pokoknya yang berhubungan dengan besi.
"Eh.. gomen" Ucap Gray.
Lucy langsung terbelalak dan pergi meninggalkan tempat tersebut. "Dasar Gajeel bodoh!" Levy kesal dan memukul-mukul badan Gajeel, orang yang membuat istana pasir mereka hancur bersama dengan orang di sebelahnya.
Kesal.
Lagi-lagi Lucy merasakan kekesalan, lama-lama kalau Lucy marah-marah seperti itu terus ia akan cepet jadi tua #plak
Lucy terus saja berjalan setengah berlari menuju tempat yang jauh darinya, pokonya tak ada Gray di tempat terebut.
'Gara-gara ketinggalan, jadi tak bisa balas dendam! Coklat Kuso!' Lucy berbatin dan terus berjalan sambil menundukkan kepalanya tanpa melihat ke depan.
Kembali lagi pada Natsu~
(Happy: Aku selalu tak terhitung T_T)
Natsu yang sudah selesai melakuan hal konyolnya yang belum pernah ia lakukan langsung memaekirkan(?) perahunya ke tepi pantai dan berjalan dengan biasa.
Saat sedang santai-santainya Natsu berjalan sambil meminum airnya, ia ditabrak oleh suatu benda.
"Aw..."
"Kyaa!"
Mereka sama-sama menegok ke arah orang yang menabrak dan ditabraknya.
"Lucy!" Rencana Natsu gagal, seharusnya ia tak boleh ketahuan oleh Lucy. Tapi sekarang yang dilihatnya adalah..
Lucy dihadapannya!
"Natsu?" Lucy berteriak sekencang yang ia bisa. Natsu hanya bisa tertawa garing "hehe"
"MAU APA KAU DISINI?" Lagi-lagi Lucy menjebolkan capslock author.
( Ch. 4 End, To be Continue )
Yap, selesai juga.
Apa kalian puas dengan chap ini? Saya rasa chap ini tak terlalu bagus.
Kalian kecewa ya? Saya juga...
Apa masih ada yang tertarik dengan cerita ini?
Kalau iya, silahkan menunggu chap. 5 ya..
Akhir kata...
Jaa~ Minna!~~
R
I
V
I
E
W
v
