Setelah beberapa hari Kida meliburkan diri mengetik fic, Kida kembali lagi! Kida mau curhat nih, di Citra Land di Jakarta lagi ada bazzar komik 5000! Padahal Kida mau kesana, tapi kantong Kida lagi kosong dan juga gak ada yang mau nganterin. Kida kan tinggal di Bogor, apalagi Kida itu buta arah kalau gak pernah lewat situ.

Yang kasih tau ini tou-san Kida, dia yang bilang tapi ndak mau bayarin sama anterin. Jadi kaa-san Kida bilang tou-san Kida Cuma 'omong doang' dasar Otou-san MENYEBALKAN! #treak pake toa

Maaf karena Kida celoteh hal yang aneh, Kida seneng deh udah cap 3jari #pamerin jari *plak xD Udah ah~ sekarang saatnya readers membaca ch. 4 ini. Maaf karena sebelumnya terjadi kesalahan penulisan chapter... Sekarang bales riview dulu ah~

Renna Diamond: Ah~ Rossy-san! Makasih sudah riview^^ Kida tunggu karya Rossy-san ya! Tapi jangan bahasa Inggris, Kida tak bisa Inggris ^^V

Near1001, bjtatihowo, NaLuVers: Kyaa! #teriak histeris Kida melupakan hal penting! Silahkan pukuli Kida #plak Kida bener-bener lupa kalau Natsu mabuk kendaraan T_T

Hikaru Dragneel: Thx udah riview sama fav fic abal ini!^^ Ini sudah n_n

Bjtatihowo: Tak apa, riview log in atau tidak log in Kida terima^^ Iya nih, pikiran Kida melayang ntah kemana #plak Tanya mengenai apa ya?

-Ok!

-Ok!

Sekian dari Kida, riviewnya berkurang ya! Tapi tak apa yang penting Kida menyelesaikan fic satu ini^^ Sesuai saran Neng Bj Kida akan menggunakan bahasa yang benar dan mengurangi keberadaan Kida dalam cerita. Kalau begitu selamat menyaksikan!

-Don't Like? Don't Read-

-cerita sebelumnya-

Lucy dan kawan-kawan pergi ke pantai untuk merayakan ulang tahun Charla, guru mereka. Lucy akan berencana membalas dendam tetapi coklatnya ketinggalan! Jadi dia memutuskan untuk merelaksasikan pikirannya dari Gray. Tapi saat ia sedang kesal-kesalnya karena Gray telah merusak istana pasir yang ia buat bersama dengan Levy dan ia juga tak ingin bertemu Gray ia pun memutuskan untuk pergi sejauhnya dari tempat itu.

Tapi saat ia sedang berjalan sambil menunduk tiba-tiba ia menabrak seseorang dan yang dilihatnya adalah...

"NATSU! MAU APA KAU DISINI?"

Disclaimer: Fairy Tail milik Hiro Mashima-sensei

Genre: Romance, Friendship dan ½ Angst di tengah cerita

Pairing: NaLu

*_* Revenge! *_*

Ch. 4

"MAU APA KAU DISINI!" Lucy berteriak, gagal sudah rencana Natsu untuk tak bertemu dengan Lucy selama di pantai. Kalau begitu kenapa tak pulang dari tadi?

'Sayang kalau pulang~ Sudah jauh-jauh pergi kesini' Sebelum kejadian itu, Natsu sudah berpikir seperti itu.

"ehehe~ Tadinya aku mau memperthatikanmu!" Wajah Lucy ntah mengapa langsung memerah tapi hal itu tak terlihat dan tak diperhatikan oleh Natsu.

"A.. apa maksudmu?" Tanya Lucy gelagapan.

"Ya~ Aku mau melihatmu apa yang akan kau lakukan di pantai dan rencana balas dendamu pada Gray. Taunya kau tak bawa coklatnya, jadinya tak jadi deh aku melakukan rencanaku. Kan sayang kalau aku pulang, udah jauh-jauh dateng ke sini" Ucap Natsu panjang lebar.

"Begitu... lalu...

DARI MANA KAU TAU AKU TAK BAWA COKLAT!" Lucy kembali berteriak, para pengunjung pantai itu langsung melihat ke arah mereka berdua. Natsu pun memegang pergelangan tangan Lucy dan menariknya pergi dari tempat itu.

Natsu berlari membawa Lucy ke belakang batu karang yang lumayan sepi, sehingga kalau Lucy berteriak lagi ia tak akan malu karena banyak orang yang akan melihat ke arah mereka berdua. Lucy memberontak dan akhirnya Natsu melepaskan gengamannya.

"Dasar bodoh! Sakit tau!" Ucap Lucy sambil memegang tangannya yang digenggam dan ditarik lari oleh Natsu. Natsu menarik Lucy sampai di belakang batu karang, di tempat itu adalah tempat yang nyaman untuk mendengar celotehan Lucy yang sangat ribut.

"Maaf, aku terlalu kuat ya!" Ucap Natsu dan duduk di atas batu karang dibelakangnya, bisa dibilang batu karang itu lumayan tinggi. Tapi dengan mudahnya Natsu melompat dan duduk di atasnya. Terjadi keheningan sementara di antara mereka berdua.

"Hoi, pemandangan laut dari sini terlihat indah loh!" Ucap Natsu membuat tangannya seperti tangan hormat dan melihat sekelilingnya. Lucy jadi ikut tertarik dan mencoba menaiki karang tersebut, tapi apa daya tenaga Lucy tak mampu untuk naik ke atas karang tersebut.

Natsu yang melihat Lucy tak bisa menaikinya menawarkan bantuan "Apa kau memerlukan bantuanku, Luce?" Ucapnya dan mengulurkan tangannya.

Lucy pun menggenggam tangan Natsu yang terlihat besar, lalu menarik Lucy sehingga ia bisa menduduki batu tersebut. "Makasih Natsu!, dan...

Maaf!" Ucap Lucy tersenyum lembut.

Entah apa yang merasuki Natsu, wajahnya jadi merona karena baru kali ini dia melihat Lucy tersenyum dengan lembut. 'manis' Batinnya dalam dirinya sehingga ia tak sadar kalau dari tadi ia tengah bengong.

"Ada apa Natsu?" Lucy mendekatkan dirinya pada Natsu, Natsu jadi gelagapan dan jatuh dari karang tersebut.

"Aduh~" Rintih Natsu di sela kesakitannya sambil memegang bokongnya yang sakit karena jatuh duluan.

"Kamu tak apa-apa Natsu?" Lucy menengok ke bawah dan memastikan apakah Natsu baik-baik saja. Tapi karena ada lumut di karang tersebut, Lucy pun ikut jatuh dan menimpa Natsu.

Bagaimana ya? Apa kalian bisa bayangkan kalau orang jatuh dan saling menimpa seperti apa? Ini yang dialami mereka, posisi jatuh seperti di komik-komik perempuan. Mata mereka saling bertatapan, wajah mereka pun jaraknya dekat dan Natsu dan Lucy kaku di tempat.

Bingung.

Bingung apa yang harus mereka lakukan.

'Dia menyukaimu!'

Happy mengejutkan mereka berdua, walaupun tak dapat dilihat oleh Lucy. Lucy langsung bangkit dari posisinya yang err.. cukup buat deg-deg-an dan melihat ke sana-sini.

"Suara siapa itu tadi?" Ucapnya dan mengelilingi batu karang besar itu.

"Kau bodoh, Happy!" Terlihat wajah Natsu yang benar-benar seperti kepiting rebus, Natsu menutupi wajahnya dengan tangannya.

"Lebih baik aku pergi dari sini dulu" Ucap Natsu dan menghilang secara tiba-tiba.

Lucy sudah mengelilingi batu itu dan sampai ke titik awal "Loh? Natsu pergi kemana?" Ucapnya dan berlalu pergi dari tempat tersebut.

"Ya sudahlah!"

Lucy P.O.V

"Lucy, kau habis dari mana saja?" Terlihat wajah Levy yang menghawatirkanku, aku baru kembali ke kamarku setelah secara tiba-tiba Natsu menghilang tanpa jejak. Aku pun masuk ke kamar mandi untuk membasuh diri.

"Aku habis melihat pemandangan laut! Terima kasih sudah mengkhawatirkanku" Ucapku seraya tersenyum padanya, ia pun membalas senyumanku. Lalu aku menutup pintu kamar mandi dan menyalakan shower, kubiarkan air yang mengalir jatuh ke atas kepalaku.

Tanganku masih bergetar, efek tadi masih terasa pada tubuhku. Posisi apa tadi itu? Aku malu! Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku dan bergeleng-geleng malu. Aku merasa malu sekali, kalau bersama Natsu kenapa aku jadi lemah. Seperti dulu, aku tak bisa berkata apapun saat dia menanyakan apa yang akan kudapatkan setelah balas dendam.

Kok aku jadi deg-deg-an begini? Ah~ sudahlah, toh dia tak mau membantuku membalas dendam! Jadi lupakan perasaan dan kejadian tadi! Aku terus membasuh badanku dan tak lama kemudian aku keluar dari kamar mandi, tak ada seorang pun di dalam kamar. Aku melihat sepucuk surat dari Levy dan aku membacanya.

Luc~, Bu Charla menyuruh kita berkumpul di pantai. Sepertinya mau ada games kecil ()/ Aku duluan ke pantai ya~ Jangan lama-lama, takutnya bu Charla marah! Aku tunggu di bawah^^

Jaa~

Ttd,

Levy

Oh~ jadi begitu ya! Baiklah aku ke bawah sekarang. Aku pun membuka pintu dan berjalan menuju pantai, terlihat semua murid di kelasku sudah berkumpul. Sepertinya aku benar-benar telat -_-

"Lucy, sini!" Terlihat Levy sedang menunjukkan dimana keberadaannya, aku pun menuju ke tempat Levy berada.

"Jadi anak-anak, gamesnya adalah...

Laki-laki harus menggendong perempuan dan berlari dari garis start sampai finish. Ibu akan menyebutkan kelompoknya!" Bu Charla berkata seperti itu, aku jadi berharap semoga saja Gray bukan pasanganku DX Aku bisa ngamuk kalau sampai dia yang menjadi kelompokku nanti!

Kulihat, Natsu sedang jalan-jalan disekitar pantai! Bu Charla melihat hal itu dan memanggil Natsu, Natsu yang sedari tadi berwajah datar kini menghampiri teman-teman lamanya. Banyak yang bertanya kenapa berhenti sekolah tiba-tibalah? Kenapa kamu disini lah? Dan yang lainnya juga. Tapi dia hanya tertawa cengengesan seperti sifatnya yang biasanya, dasar Natsu.

End of Lucy P.O.V

'Guru yang cantik!' Happy berbatin saat melihat Charla yang memanggil Natsu. Memang, sesama kucing pasti akan saling tertarik #geleng-geleng kepala.

Happy n Charla: Jangan panggil kami kucing!

"Natsu, apakah kau ingin ikut bermain? Ibu memiliki mini games untuk kalian" Bu Charla menawarkan permainan pada Natsu. Natsu hanya menjawab dengan sebuah anggukkan kecil dan Natsu pun berkumpul dalam kelompok tersebut.

"Baiklah, sekarang saya akan sebutkan kelompoknya! Pertama-tama..." Ucap Charla dan mengambil sebuah lembaran kertas yang sepertinya sudah di tulis olehnya kemarin malam.

"Alzack, Bisca"

"Ok!" Ucap mereka berdua dengan kompaknya sambil memainkan pistol mainan mereka.

"Elfman, Evergreen"

"Kenapa aku harus berdua denganmu?" Ucap Evergreen menyilangkan tangannya di depan dadanya.

"Aku akan menjadi laki-laki!" Ucapnya dengan semangatnya tanpa menghiraukan ucapan Evergreen.

"Gajeel, Levy"

"Hm.. Merepotkan!" Tau kan siapa yang mengucapkan ini?

"Ayo kita berjuang!"

"Gray, Juvia"

"Juvia.. Senang!" Ucap Juvia dengan mata berbinar-binar.

"Aku akan berjuang!" Ucap Gray mengepalkan tangannya.

"Laxus, Lisanna"

"Ayo kita berjuang!" Ucap Laxus sambil memukul kepala Lisanna berulang-ulang.

"Jangan perlakukan aku seperti anak kecil!"

"Lalu yang terakhir...

Natsu dan Lucy" Ucap Charla melipat kertasnya dan memasukkan ke dalam saku bajunya.

"Yo Luce, aku sekelompok denganmu!" Ucap Natsu tersenyum dengan cengiran lebarnya.

"Namaku Lucy, dan hentikan cengiranmu itu!"

"Baiklah anak-anak sekalian.. Siap pada posisi!" Ucap Bu Charla dan menyiapkan pistol yang dipinjam pada dua koboy itu.

Semua sudah pada posisinya dan DOR! Suara pistol mainan tersebut sudah dibunyikan dan para peserta sudah memulai berlari. Jaraknya adalah 500m, jauh tak ya? Semua peserta sudah berlari dengan semangatnya, karena kata bu Charla yang menang akan mendapatkan hadiah makan sepuanya di restoran dekat pantai. Tapi pasti hanya laki-laki saja yang tertarik dengan hadiah tersebut.

"Juvia senang digendong Gray-sama"

"Hiyyaa~!"

"Inilah laki-laki!"

"MAKAN GRATISS!"

Natsu terlihat berbinar-binar saat mendengar hadiah bagi pemenang permainan ini, Natsu memang suka makan. Lucy yang digendong oleh Natsu serasa berdebar-debar, karena baru kali ini dia digendong oleh laki-laki.

"MAKANAN!"

Natsu terus berlari sambil mengucapkan 1 hal, dan itu membuat Lucy tertawa. Baru kali ini Lucy tertawa, dan Natsu menyadari hal itu. "Luce, baru kulihat kau tertawa" Ucap Natsu masih sambil terus berlari dengan cepatnya.

"Tidak!" Ucap Lucy tersipu malu" "Aku tidak tertawa, oh ya~ Apa aku berat?" Tanya Lucy pada Natsu.

"Iya!" Ucap Natsu singkat.

"Eh?"

"Tidak, aku hanya bercanda! Kau ringan kok!" Ucap Natsu, wajah Natsu membuat cengiran seperti biasanya walaupun ekspresi itu tak dapat terlihat oleh Lucy.

'Kenapa baru kusadari sekarang? Ternyata aku...

Menyukai Natsu' Batin Lucy menutup matanya dan merasakaan detak jantungnya.

Sepertinya jarak 500m itu lumayan jauh, buktinyan sekarang tersisa kelompok Natsu dan Gray saja yang masih bertahan. Sisanya semua sudah terkapar di pantai dan ngos-ngos-an, kelompok yang tersisa terus berlari.

"Hei, Flame Head aku akan menang!" Teriak Gray dan suara Gray itu membuat Lucy kesal dan mencengkram pundak Natsu dengan kencang.

"Aduh, sakit Luce!" Ucap Natsu, Natsu mengetahui kenapa dia melakukan hal itu karena dia tak mau melihat atau berhubungan dengan Gray, orang yang dia benci.

"Baik Lucy, aku akan memenangkan ini untukmu!" Ucap Natsu dan menambah kecepatan berlarinya.

DEG

Lucy merasakan perasaan ini lagi, perasaan yang pernah dulu ia rasakan waktu bersama dengan Gray. Tapi itu dulu, sekarang perasaan itu telah berubah menjadi perasaan benci. Sepertinya Lucy mulai merasakan hal ini untuk yang kedua kalinya, tapi ntah kenapa rasa dendam harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum ia memulai kehidupan yang baru.

"Yei!" Natsu teriak kegirangan, karena akhirnya kelompok Natsu dan Lucylah yang memenangkan perlombaan ini.

"Selamat Natsu dan Lucy, ini kupon makan sepuasnya di restoran dekat pantai!" Ucap Charla menyerahkan kupon tersebut dan Natsu melompat kegirangan.

"Baik anak-anak, sekarang jam bebas! Sampai bertemu besok pagi!" Ucap Bu Charla dan meninggalkan mereka. Para anak-anak langsung bergerumul membuat pesta kejutan untuk bu Charla, karena besok adalah hari terakhir mereka. Karena hari liburan bersama teman sekelas berubah menjadi 2hari, waktunya dukurangkan karena kalau 3hari menurup mereka kelamaan.

"Jadi.. apa rencana kita?"

"Begini..."

"Eh, jangan!"

"Lalu.. Bagaimana?"

"Emmm"

Tapi saat mereka sedang merencanakan sesuatu, Natsu malah membuat ribut karena ia menarik Lucy dan kerumunan itu untuk membawanya ke restoran tersebut. Hal seperti itu sangat membosankan bagi Natsu tentu untuk Lucy juga. Mereka disoraki karena tak ikut membantu, mereka pun hanya bisa kabur dari situ.

"Hei Natsu, kenapa sekarang?" Tanya Lucy saat ia sedang susah-susahnya berjalan karena di tarik oleh Natsu.

"Aku lapar!" Serunya dengan singkat.

Sesampainya disana, Natsu langsung memesan makanan yang amat sangat banyak. Lucy terheran-heran seberapa banyak makanan yang dapat dicerna oleh perutnya itu. Sedangkan Lucy hanya memesan 1 piring makanan dan minuman, tak sebanyak yang dipesan oleh Natsu.

'Aku juga lapar~' Happy hanya bisa melihat masternya makan dengan puasnya.

'Tenang saja Happy, aku akan membawa seekor ikan untukmu nanti!' Batin Natsu dan itu tentu saja dapat didengar oleh Happy.

'Aye, Sir!' Ucap Happy dan kembali tenang.

"Tak kusangka paranormal seperti kamu makannya banyak juga!" Seru Lucy sembari meminum minuman yang di pesannya tadi. Natsu hanya memjawab dengan cengirannya, apa tak ada jawaban lain apa selain cengiran?

Beberapa saat setelah itu, Lucy mengucapkan kata-kata yang tak dapat dicerna oleh Natsu dan itu juga membuatnya kaget.

"Lalu... soal coklat itu.. Kupikir aku tak membutuhkannya lagi" What the? Belum lama ini Lucy kan berpikir ingin balas dendam? Kenapa sekarang ia malah bilang tak memerlukan alat pamungkas untuk melaksanakan balas dendamnya itu?

Natsu langsung berhenti melahap makanannya tersebut, Natsu langsung menatap Lucy dengan terheran-heran.

"Hah?" Natsu hanya merespon dengan sebuah kata, dan meminum minuman yang di pesannya.

"Iya, kurasa begitu" Ucap Lucy dan menatap Laut. "Kurasa kalau aku tetap melaksanakan hal itu aku akan merugikan diriku." Ucap Lucy menahan rambutnya yang terbang akibat angin.

"Lalu, apa alasan kau ingin berhenti membalas dendam?" Natsu bertanya pada Lucy, tak biasanya Lucy seperti itu.

"Karena kamu Natsu! Aku...

menyuikaimu!" Ucap Lucy dengan senyuman yang tulus. Natsu sempat tersipu tetapi, ia tak bisa, ia tak bisa membalas perasaan Lucy. Karena dia bukan manusia biasa, dia sejenis penyihir yang datang dari dunia bintang yang tak boleh jatuh cinta dan berhubungan dengan manusia bumi. Ia hanya ditugaskan untuk membantu manusia yang kesusahan dan setelah tugasnya telah selesai, ia harus kembali ke dunianya. Kalau di bumi, orang sejenis Natsu itu disebut alien.

"Maaf Luce, aku tak bisa membalas perasaanmu" Ucap Natsu dan ia langsung meninggalkan tempat tersebut. Lucy terdiam sesaat, ia menundukkan kepalanya.

Tes. Tes.

Lagi-lagi, aku merasakan air mata jatuh dari kelopak mataku. Setelah Gray mencampakkanku, sekarang setelah aku berpikir untuk melupakannya dan muncul cinta baru di hatiku, aku pun merasakan sakit yang sama. Perasaan ditolak oleh orang yang aku sukai, kenapa rasanya sesakit ini? Cinta itu...

Apakah memang sesakit ini?

Keinginan balas dendamku...

Hilang bersamaan dengan rasa cintaku yang sudah sirna..

( Ch. 4 End, To be Countinue )

Seperti yang Kida katakan, mungkin tak terasa angst-nya. Karena Kida tak terlalu bisa membuat fic yang dapat menyentuh perasaan. Jadi gomen Neng bj kalau cerita ini kurang memuaskan m(_ _)m

Mungkin chapter ini pendek menurut Kida. Tapi inilah pikiran Kida untuk pengakhiran chapter ini.

Yah, sekian dari Kida!

Mind to RnR?

.

.

.

V