Untuk semua yang masih mau membaca dan meriview fic ini sampai sekarang, Kida ucapkan sankyuu yang sebesar-besarnya. Karena Kida tak menyangka kalau Kida bisa mendapatkan review sejumlah ini. Maklum, Kida memang miskin review T_T

Sekarang waktunya Kida bales riview dari readers-readers di chap. 4! 0

bjtatihowo: Haha, Iya xD Natsu alien sih! #plak

Near1001: Near-san tetep setia aja :D

Natsu: Karena aku bukan manusia bumi Dx

Hikaaxrii: Tak apa, malahan Kida seneng karena masih ada yang mau me-riview fic Kida x3

Renna Diamond: Natsu jahat ya!#ditabok Benar! Benar! Makasih :D Iya nih, tiba-tiba kepikiran ide itu xD Hidup Kida memang menyibukkan DX Ok! Thx

Guest: Tetep baca aja kalau mau tau xD Itu pun kalau Guest-san masih tertarik xD

Oke! Selamat membaca chapter ke-5 ini^^ Mungkin ini akan menjadi chapter terakhir.

.

.

.

-Cerita sebelumnya-

"Soal coklat itu.. Kupikir aku tak membutuhkannya lagi"

"Apa alasan kau ingin berhenti membalas dendam?"

"Karena kamu Natsu! Aku menyuikaimu!"

"Maaf Luce, aku tak bisa membalas perasaanmu"

Keinginan balas dendamku...

Hilang bersamaan dengan rasa cintaku yang sudah sirna..

*_* Revenge! *_*

Ch. 5

Lucy masih tertunduk dan terus meneteskan air matanya, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Natsu telah pergi meninggalkannya, cintanya apakah hanya sampai disini saja?

Lucy P.O.V

Tidak!

Aku tidak akan menyerah!

Aku tidak mau hanya sampai disini saja, aku tak mau kejadian seperti dulu aku dengan Gray terulang lagi. Bagaimana pun aku harus membuat Natsu jatuh cinta padaku!

Aku sudah bertekad, maka dari itu aku tidak akan menyerah!

Aku bangkit dan menghapus air mataku, aku menatap ke arah laut. Sudah senja rupanya, pantulan cahaya matahari jingga membuat laut terlihat sangat indah. Akan kuingat ini, cintaku ditolak saat senja hari.

Aku keluar dari restoran itu dan melangkah menuju kamarku bersama dengan Levy dan Erza, saat kumasuk kusapa mereka berdua yang sepertinya sibuk dengan pekerjaan mereka sendiri. Levy membaca buku dan Erza memakan cake strawberrynya. Ntah berapa cake yang di bawa oleh Erza, sampai dari tadi kerjaannya hanya makan cake terus.

Aku masuk dan mereka berdua menghampiriku, semoga saja mereka berdua tidak tahu kalau aku habis menagis.

"Lucy, kau kenapa?" Tanya Erza padaku, tak mungkin kan dia tahu? Aku sudah bersikap seperti biasa.

"Kamu habis menangis Lu-chan?" Levy mengkagetkanku! Bagaimana dia tahu aku habis menangis? Aku berusaha menjawab dengan menggeleng-geleng, tapi sepertinya mereka berdua tak percaya padaku. Terlihat dari tatapan mereka berdua yang diarahkan padaku dengan curiga.

"Ceritakan saja, Lucy" Erza memulai pembicaraan, aku menggeleng. Lalu Levy memegang pundakku.

"Tak apa Lucy, ceritakan saja. Kami pasti akan mendengarkan keluh kesahmu, kami kan sahabatmu!" Ucap Levy dengan senyumnya. Air mataku mengalir, aku bersyukur mempunyai sahabat yang baik seperti mereka berdua.

Aku menceritakan semuanya, dari Gray mencampakkanku lalu aku berniat balas dendam. Lalu setelah Natsu muncul dan membuatku untuk menghilangkan rasa dendamku dan akhirnya aku tahu bahwa aku mencintainya dan menyatakan perasaanku tapi dia menolakku. Perasaanku yang sakit di saat senja hari dan aku pergi meninggalkan tempat tersebut dan bertekad membuat Natsu menyukaiku. Aku menceritakan semuanya, kecuali coklat pengabul permohonan yang di berikan Natsu kepadaku.

"Jadi.. seringaianmu di kelas karena kau puas Gray dihukum itu toh~" Ucap Erza mengingat kejadian yang lalu. Ingatan Erza bagus juga ya, pikirku.

"Lucy, aku akan menyemangatimu!" Ucap Levy mengepalkan kedua tangannya dan memberikan aku semangat. Tapi tiba-tiba senyumannya berubah menjadi wajah murung. Aku bertanya ada apa dengan Levy, dia menjawab...

"Tapi... Natsu kan sudah tak bersekolah di sekolah kita! Jadi bagaimana kau mendekatinya Lucy?" Levy terlihat seperti ingin menangis, memang Levy sangat baik sehingga mengerti akan perasaanku.

Aku tersenyum...

"Tak apa Levy, aku tahu dimana tempat dia melakukan aktivitasnya setiap harinya" Ucapku seraya tersenyum, aku pun berkata kepada mereka kalau aku ingin mandi lagi. Rasanya sehabis menangis tadi badanku jadi gerah dan berkeringat. Tentu, pasti semua perempuan ingin tercium wangi.

Lagi-lagi aku kembali ke dalam kamar mandi dan menyiram wajahku dengan shower, aku menenangkan pikiranku menutup mataku dan merasakan tetesan air yang menjatuhi wajahku. Aku menghela nafas, rasanya aku ingin segera kembali kekotaku dan bertemu dengan Natsu. Karena mungkin kalau disini dia pasti tak akan muncul lagi karena aku sudah mengatakan hal yang membuatnya kaget.

Aku menggeleng...

Paling tidak kau harus mencarinya, aku memutuskan besok pagi akan bangun sebelum semua anak-anak kelasku bangun dan pergi mencari Natsu. Supaya aku tidak ikut merayakan ulang tahun bu Charla, maafkan aku ya bu Charla.

Setelah selesai, aku memutuskan untuk tidur. Terlihat Erza dan Levy yang sudah tertidur, kulihat jam dan ternyata aku mandi sampai malam! Ya sudahlah, aku pun tidur secepatnya kerena besok aku harus bangun pagi-pagi sekali.

End of Lucy P.O.V

Keesokan harinya 03.00

Lucy sudah bangun dan dengan pelan-pelan dia berjalan menuju pintu keluar tanpa terdengar oleh siapapun. Tapi saat mau membukanya, tiba-tiba Erza berkata.

"Em~ Mau kemana kau!" Lucy terkaget-kaget dan menegok ke arah Erza, Lucy menghela nafas. Ternyata Erza hanya mengigau, mungkin itu efek dari menonton film anime kesukaannya Fairy Tail. Itu loh, film penyihir yang melawan kekuatan jahat sihir hitam zeref. Mungkin intinya sepeti itu.

Lucy P.O.V lagi

Aku langsung keluar dan menuju pantai, pagi ini rasanya dingin sekali~ Apa lagi angin sepoi-sepoi malah menusuk tulangku. Rasanya memakai jaket tebal seperti ini masih kurang, aku berjalan. Mungkin saja saat ini Natsu sudah pulang, tapi masih ada harapan dia belum pulang tetapi dia tak ingin bertemu denganku.

Hah~

Tak ada kerjaan yang bisa kulakukan, lebih baik aku ke tempat yang sepi saja supaya aku bisa tidur lagi. Aku menuju tebing yang berhubungan dengan pantai, aku itdur di ujung sana. Kalau dilihat dari bawah, mungkin ketinggiannya mencapai 10 meter dan hanya ada pasir disana. Tak ada batu karang maupun sesuatu yang membuat terluka kalau kita berjalan-jalan di sana tanpa menggunakan alas kaki.

Aku berbaring dan dengan cepatnya kau tertidur disana, 1 jam berlalu aku masih saja terus tertidur. Ini pasti hanya perasaanku, dalam mimpi aku merasa jatuh dari tebing ini. Lalu tubuhku melayang, aku merasa mendengar suara Natsu.

'Hah~ Untung saja kau selamat Luce' Aku mendengar hal itu, rasanya kangen sekali mendengar suara Natsu.

Aku tak tahu, aku mengucapkan nama Natsu dan air mataku mengalir keluar. "Natsu~" Aku mengucapkannya dengan nada bergetar.

'Kau membuatnya menangis Natsu' Terdengar satu suara lagi, ini hanya perasaanku saja atau memang Natsu berada disini. Tapi rasanya aku tak bisa membuka mataku, mataku berat sekali.

Aku terbangun, sepertinya sudah 3 jam berlalu aku melihat aku sudah berada di bawah tebing itu. Aku merasakan air mata yang masih tersisa di mataku. Apa Natsu tadi benar-benar datang? Tapi kenapa dia tak membangunkanku? Kau sungguh jahat.. Natsu.

Kukira aku dapat bertemu denganmu, tapi tidak untuk pagi ini. Masih ada siang hari dan malam hari, pasti di antara kesempatan itu ada waktu dimana aku dapat bertemu dengannya.

End of Lucy P.O.V

Lucy bangkit dari posisinya dan kembali memutar-mutari sekitar pantai tersebut, mana mungkin sudah jam segini Natsu belum bangun dari tidurnya. Dia kan paranormal! Itulah yang dipikirkan oleh Lucy.

Lucy mengelilingi pinggir pantai sambil menendang-nendang minuman kaleng pelan.. pelan.. pelan..

"DASAR NATSU MENYEBALKAN!" Lucy menendang kaleng tersebut hingga melayang jauh ntah kemana. Tiba-tiba terdengar suara..

"Aw~" Sepertinya ada orang yang menjadi korban kaleng yang di tendang oleh Lucy, Lucy pun mendekati asal suara itu dan berniat untuk meminta maaf. Lucy pun menghampirinya, dan saat ia berhasil mencapai... Lucy terkejut.

"Ti.. Tidak mungkin!" Lucy terbata-bata, sedangkan orang yang di lihatnya mulai bingung apa yang harus dilakukannya sekarang.

Orang tesebut berusaha lari dari tempat tersebut, mungkin karena ia tidak ingin melihat wajah Lucy. Tapi Lucy sudah menahan tangannya supaya ia tak kabur, karena Lucy masih ingin bertemu dengannya.

"Natsu.. Kumohon jangan kabur dariku.." Lucy menahan Natsu dengan wajah memelas, tak ingin rasanya Lucy melepaskan genggaman itu. Seakan jika Lucy melepaskannya, ia tak akan dapat melihatnya lagi.

Akhirnya Natsu memutuskan untuk tetap disana dan menceritakan semuanya. Lucy ikut duduk di samping Natsu, membenarkan posisi yang nyaman untuk mendengarkan cerita Natsu.

"Sebenarnya, kamu tahu kan aku ini seorang paranormal! Lalu apa kamu tidak berpikir, mana mungkin ada di dunia nyata ini ada seseorang yang bisa mengabulkan semua permintaan hanya dengan sebutir coklat." Lucy mengangguk-angguk, tertera jelas wajah bingug Lucy.

"Ya... intinya...

Aku bukanmanusia bumi" Dengan sekejab terlihat wajah Lucy yang terkejut, Natsu hanya bisa menghela nafas.

"Iya, kalau di dunia kalian, orang sepertiku bisa dibilang alien. Aku ini berasal dari dunia bintang, dan disana terdapat peraturan yang mengatakan bahwa aku tidak boleh berhubungan apalagi jatuh cinta pada manusia bumi. Karena mungkin aku akan diusir dari duniaku jika aku memilih perasaan itu. Tentu saja aku juga akan kehilangan kekuatanku" Natsu menceritakan dengan panjang lebar dan Lucy hanya menunjukkan ekspresi seperti yang sebelumnya.

"Jadi... apa kamu mau mengerti keadaanku?" Natsu tersenyumkecil sambil menatap Lucy.

"Jadi.. begitu ya!" Lucy berucap pelan, hatinya kembali sakit. "Jadi.. walaupun kau jatuh cinta padaku, tapi itu tak mungkin. Kau tetap tidak bisa membalas perasaanku? Aku mengerti... Jadi...

Selamat tinggal Natsu!" Lucy meninggalkan tempat tersebut dengan tangisan yang terukir di wajahnya.

'Kau membuatnya menangis lagi Natsu!' Happy kembali memulai membicarakan kesalahan Natsu.

"Aku..

Aku tak tahu apa yang harus kuperbuat."

Lucy berlari, meninggalkan Natsu yang masih terdiam di sana. Tangisan Lucy tak henti-hentinya juga, Lucy berlari entah menuju kemana hingga ia sampai di sebuah tempat yang sama sekali ia tak ketahui. Ia melihat semua tenda dan ia berpikir mungkin itu tempat seorang peramal?

"Mungkin aku bisa menanyakan tentang cintaku?"

Lucy pun memasuki tenda tersebut, suasananya gelap dan terasa aura yang sangat tidak biasa. Terdapat seorang di dalam tenda itu dan menanyakan ada urusan apa Lucy memasuki tendanya.

"Sebenarnya..."

"Baik, kisah cinta anda mungkin akan menjadi sulit. Cinta anda bermula dari pertemuan yang tak terduga, dan akhirnya anda menyadari perasaan anda. Tapi kisah anda ini adalah kisah yang tidak biasanya.

Karena anda menyukai seseorang yang tak terduga. Tapi..."

Sebelum peramal itu menyelesaikan ramalannya Lucy sudah pergi menjauh dari tempat tersebut. "Aku sudah tahu kalau akan seperti ini" Ucap Lucy.

Peramal yang belum selesai mengucapkan kalimatnya kembali melanjutkannya "Tapi.. kidah anda akan menjadi akhir yang bahagia" Tempat meramal itu pun menghilang dengan sendirinya.

Lucy tak tahu ia harus pergi kemana, tak tahu apa yang harus ia lakukan setelah ini. Karena ia berpikir bahwa ia pasti akan selamanya menyimpan rasa ini tanpa ada yang membalaskan perasaan yang mendalam ini.

Tak terasa hari berlalu tanpa terjadi apapun, walaupun teman-teman kelasnya merayakan ulang tahun Charla dengan senang. Tapi hari itu Lucy hanya merasakan satu hal kesedihan.

Sekarang pun, hari dimana Lucy telah kembali menuju rumahnya, Lucy memutuskan untuk menghilangkan sesuatu yang mengingatkannya dengan Natsu. Sejak saat itu, Lucy tak pernah bertemu dengan Natsu.

"Sudah 3 bulan ya" Lucy menyiapkan perapian di saat senja hari, sama seperti saat Lucy mengatakan perasaannya.

"Sekarang, lebih baik aku membakar coklat ini saja. Karena ini akan selalu mengingatkanku dengannya, biarlah perasaanku meleleh seperti coklat ini yang sebentar lagi akan mencair" Ucap Lucy dan siap membuang coklat tersebut di perapian.

Tapi tiba-tiba Natsu datang dan menghentikan aksi Lucy "Bodoh! Kau mau mati apa? Coklat itu sama seperti nyawamu setelah kau memakan coklat itu. Jadi jangan sia-siakan nyawamu!" Natsu menerangkan hal terakhir tentang coklat itu yang sama sekali belum ia beri tahukan pada Lucy.

"Buat apa aku hidup? Hanya membuatku sakit, lebih baik aku mati!"

"Tidak, jangan!" Ucap Natsu memeluk Lucy dari belakang.

"Aku tak tahu apa yang harus kulakukan jika tanpa dirimu. Ternyata aku memang menyukaimu, Lucy. Jadi kuputuskan aku akan meninggalkan duniaku dan akan menjadi pasanganmu di dunia kita" Ucap Natsu menceritakan semuanya pada Lucy.

Lucy menagis...

Rasanya hati Lucy menjadi sangat bahagia, karena akhirnya ini menjadi akhir yang bahagia. Lucy membalikkan tubuhnya dan menatap wajah Natsu, Lucy pun memeluk Natsu.

"Dan... seperti yang kukatakan..

Ini akan menjadi akhir yang bahagia" Seru peramal yang di temukan Lucy saat di pantai.

Happy: Sepertinya aku sama sekali tak dianggap - -

~Owari~

Sekian dari Kida! Kida ucapkan sankyuu pada kalian semua yang terus sampai akhir kisah ini.

Untuk cerita selanjutnya, mungkin Kida akan membuat fic dengan pair GrUvia. Judulnya 'Yankee in Love'

Jadijika berminat silahkan nantikan cerita ini.

Kida ucapkan makasih untuk semuanya!

Jaa~~~

Oh ya, hampir Lupa. Kida minta review juga^^

.

.

.

V