GaemGyu: Kalau hari ini kalian pergi ke Café Beans dekat Seoul Hospital, kalian akan menemukan sesosok pelayan tampan yang akan melayani kalian!
.
Sunny mengerjapkan matanya berkali-kali, berusaha mempercayai apa yang ia lihat lewat ponselnya pagi ini. Dia masih duduk di salah satu kursi dalam bus menuju tempat kerjanya di Café Beans. Dan kali ini, idolanya berkata bahwa dia akan berada di Café Beans yang berarti dia akan melihat Cho Kyuhyun secara live.
Gadis berambut coklat yang dikuncir dua itu segera turun begitu bus berhenti di halte dekat tempat kerjanya. Di luar tempat kerjanya yang masih belum buka, terdapat antrian di sepanjang trotoar jalan. Yeoja-yeoja itu membawa poster dan kamera di tangan mereka. Mau tidak mau, Sunny harus masuk melalui pintu samping tempat kerjanya.
Dia langsung menarik Yoona yang kebetulan sedang lewat di depannya dengan raut wajah terburu-buru dan bahagia.
"Kyuhyun Super Junior itu beneran bekerja di sini?" tanya Sunny to the point. Yoona menangguk. "KYAA!"
.
.
Cara Ketiga : Buat dia sadar dengan kehadiranmu.
.
.
.
.
.
.
.
Paparazzi © Kazuma B'tomat
Warning : KyuMin / YeWook / SiBum / HeBum (GS)
Kazuma House Production present…
.
.
"Bagaimana kalau kita buat sebuah kontrak?" tanya Kyuhyun pada Heechul yang langsung menegakkan tubuhnya.
Ajumma berwajah awet muda itu menopang kepalanya dengan tangan kiri. "Memangnya kau mau membuat kontrak seperti apa, Bocah Cho?" tanya Heechul.
Sungmin menggigit bibir bawahnya. Membuat perjanjian dengan seorang Kim Heechul sama saja dengan membuat kontrak dengan seorang lintah darat. Heechul Ajumma akan mencari sesuatu yang timbal baliknya akan dua kali–atau bahkan lebih–dari yang dia korbankan.
Tangan Sungmin memegangi pergelangan lengan Kyuhyun di sampingnya. Tapi sepertinya namja bertubuh tegap itu sama sekali tidak menghiraukannya. Mata namja berambut karamel itu tetap memandang lurus pada Heechul.
"Kalau kau mengijinkan, satu hari saja Sungmin libur," Kyuhyun menarik napas sebelum melanjutkan. "Aku akan bekerja satu hari untukmu."
Bagai petir di siang bolong, hal itu menyambar otak Heechul, begitupula Sungmin. Yeoja manis itu semakin mengeratkan cengkramannya pada tangan Kyuhyun.
"Kyu…" bisiknya yang tidak terdengar Kyuhyun.
Heechul tersenyum penuh kemenangnan. Mengingat banyaknya fans Kyuhyun di luar sana, pasti café-nya akan mendapat untung berlipat kali ganda dari biasanya. Itung-itung juga promosi gratis bermodal tampang dan akun twitter Cho Kyuhyun.
"Baik, aku ijinkan Sungmin libur sehari." Senyum kemenangan masih tersuling di bibir Heechul. "Jangan lupa tuliskan juga di akun twitter-mu kalau kau bekerja di sini seharian."
.
.
.
.
.
Sungmin terbangun di dalam sebuah kamar. Matanya mengerjap, sementara dia duduk sambil mengumpulkan nyawa. Kamar bercat biru muda itu jelas ini bukan kamarnya. Kamar ini agak berantakkan meskipun kemarin member Super Junior gotong royong membereskan tempat ini.
Dia masih diam, mengingat semuanya. Terakhir kali… sepertinya aku ketiduran di depan TV setelah meminum… bir dari Kyuhyun? Sungmin mengingat-ingat sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.
Pintu kamarnya terbuka. Di sana, Leeteuk dan Hangeng berdiri berdampingan. "Kau sudah bangung, Sungmin?" tanya Leeteuk.
"Ini… di mana?" tanya Sungmin.
"Kamar Kyuhyun," kata Hangeng. Sungmin melongo kaget. Seperti mengerti, Hangeng melanjutkan. "Tenang saja, kemarin malam Kyuhyun tepar di ruang TV bersama Kangin dan Yesung."
Sungmin mengangguk. "Sekarang jam berapa?"
"Sepuluh," jawab Leeteuk. "Kenapa?"
"AKU TELAT!" Sungmin bangkit, membereskan ranjang yang semalam ia tiduri. Lalu bergegas mencuci muka di kamar mandi.
Ryeowook yang baru selesai mencuci alat-alat makan yang digunakan member Super Junior, memandangi kakaknya yang sibuk mengikat tali sepatunya. Dia melepas celemek yang masih menggantung di lehernya, mendekati Sungmin dengan rambutnya yang hanya disisir dengan jari.
"Eonni, mau kemana?" tanyanya.
Sungmin memakai jaketnya dan meraih tasnya. "Aku harus kerja hari ini. Aku pergi!"
.
.
.
.
.
Seperti yang dilakukan Sunny tadi pagi, Sungmin harus masuk ke dalam tempat kerjanya melalui pintu samping. Seorang Cho Kyuhyun benar-benar membawa dampak yang begitu dahsyat bagi café ini. Kebanyakan yeoja-yeoja yang sengaja datang itu meminta foto bersama Kyuhyun dulu, baru setelahnya memesan.
"Sungmin! Aku dapat foto dengan Kyuhyun!" pekik Sunny saat Sungmin baru keluar dari ruang staff. Sunny adalah seorang Sparkyu dan ELF. Hampir di setiap keadaan, yeoja yang punya tingkat ke-imut-an akut seperti Sungmin itu menyanyikan lagu Super Junior. "Sebelum café di buka, aku memintanya berfoto bersama. Dan lihat! Lima album Super Junior milikku dia tanda tangani semua! Untungnya aku selalu menyimpan album-album ini di loker."
Sungmin hanya tersenyum menanggapi cerita Sunny yang penuh semangat. Dia bingung sendiri ingin menanggapi Sunny seperti apa.
"Itu… itu! Kyuhyun masuk!" kata Sunny saat Kyuhyun masuk ke dalam dapur.
Namja tinggi dengan rambut ikal sewarna karamel itu berjalan lurus, lalu melemparkan senyum pada Sungmin dan Sunny. Dia bertingkah seolah tidak mengenal Sungmin, padahal dalam hati, dia ingin sekali menyuruh Sungmin pulang lagi ke rumahnya karena kemarin teler, tidak kuat minum.
Ya… mungkin lebih baik kami berpura-pura tidak saling kenal dan akhirnya malah membuat masalah baru, batin Sungmin. "Sunny, biar aku mencuci gelas-gelas itu," kata Sungmin pada Sunny yang dari tadi memegangi gelas-gelas kotor.
"Tidak usah! Biar aku yang bekerja di belakang. Kau dan Kyuhyun bekerja di counter," Sunny menolak. "Aku bisa gila berada di dekat- KYA!"
Sunny nyaris saja melempar gelas-gelas kaca itu saat mendapati Kyuhyun berdiri di sampingnya. "Wae?" tanya Kyuhyun yang baru datang dengan wajah sepolos anak kecil. Dia memandang dua yeoja imut itu bergantian. "Ada yang salah?"
"A-ani!" Sunny segera melesat ke belakang, meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin berduaan. Wajahnya merah padam.
"Ayo bekerja," kata Kyuhyun sambil menggandeng pergelangan tangan Sungmin.
"Kau datang seperti hantu. Tiba-tiba saja berdiri di sebelah Sunny," kata Sungmin. "Pantas saja hyungdeul-mu mengejekmu Setan."
Kyuhyun nyengir mendengar penuturan Sungmin. Tentu saja, alasan sebenarnya bukan itu. Tapi ia biarkan saja Sungmin menganggapnya seperti itu.
.
.
.
.
.
"Chagiya, ayo kencan," ajak Yesung pada kekasihnya yang baru saja ia antar pulang.
Sama halnya dengan Sungmin, Ryeowook juga bermalam di dorm SuJu. Hanya saja, dia bermalam bukan karena mabuk. Hampir semua personil SuJu mabuk malam itu, kecuali Donghae. Tidak mungkin juga dia pulang ke rumahnya tengah malam, karena tidak ada bus yang masih beroperasi. Minta diantar oleh Donghae? Sama saja mengantar nyawa pada dewa kematian. Donghae payah dalam urusan menyetir. Tiga kali dia membawa mobil, tiga kali juga mobil itu kembali dalam keadaan babak belur.
"Aku masih mau hidup, Chagi…" jawab Ryeoowook yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap dan rambut basah. Dia duduk di hadapan Yesung.
Rumah sepi. Sungmin pergi bekerja, sementara Kibum menjemput appa-nya di bandara. Katanya, untuk sementara waktu, dia akan tinggal di rumah appa-nya yang jauh dari sini, juga jauh dari kampus. Mungkin seminggu, karena tahun-tahun sebelumnya juga begitu.
"Kencan denganku tidak akan membuatmu mati. Please…" kata Yesung sambil memeluk Ryeowook. "Lagi pula aku bisa memakai ini." Yesung menunjukkan sebuah topi berkaca mata. "Ada kacamatanya juga."
"Memangnya kamu mau ke mana?" tanya Ryeowook sambil melepaskan lengan Yesung yang melingkari dirinya.
"COEX Aquarium!" kata Yesung semangat. "Ayolah, Chagi… Terakhir kali kita kencan juga sebelum Super Show. Itu sudah lama sekali!"
Iya juga. Terakhir kali mereka kencan sudah lama sekali. Sekitar satu setengah tahun silam. Tidak percaya? Tapi itulah kenyataannya. Yesung terlalu sibuk dengan jadwal latihan yang padat dan show di mana-mana. Belum lagi dengan acara gila yang Super Junior ikuti, Exploration of Human Body. Ryeowook selalu tertawa setiap kali melihat Yesung bertingkah bodoh dalam acara itu.
"Jadi? Kencan, ya?" tanya Yesung penuh harap.
Melihat Yesung sebegitu antusiasnya membuat Ryeowook tidak tega. Ryeowook menarik napas, dan mengangguk. Yesung langsung berteriak "YES!" tanpa memperdulikan Ryeowook yang menggelengkan kepala melihat tingkah kekasihnya yang kadang seperti anak kecil.
Ryeowook mengganti bajunya dengan kaos lengan panjang warna merah muda dan celana jeans. Lalu dibalut mantel merah kesukaannya, hadiah dari Yesung saat ulang tahunnya.
"Kajja!"
Yesung menggandengan tangan Ryeowook lembut. Mereka berjalan menuju halte bus dekat rumah Ryeowook. Mereka sengaja menggunakan bus umum supaya para Clouds tidak menyadari Yesung yang tengah berkencan.
Hei! Clouds bisa ngamuk kalau tahu idola mereka berkencan!
.
.
.
.
.
COEX Aquarium, sebuah tempat wisata yang dibuka pada tahun 2000, berdiri di Distrik Gangnam, Seoul. Tempat yang mengusung teman Wonderland ini memiliki lebih dari 40.000 hewan dari 650 spesies yang ditampilkan. Hanya perlu membayar 17.500 won untuk orang dewasa, sudah dapat menikmati tempat yang memiliki enam area dengan berbagai tema. Dan di akhir minggu seperti ini, tempat ini sangat ramai.
"Oppa! Ayo ke Amazonian World!" kata Ryeowook yang kini menjadi lebih antusias dibandingkan Yesung tadi. Dia menarik tangan Yesung menuju tempat yang penuh dengan aquarium berisi ikan-ikan bergigi tajam.
Ryeowook mendekatkan dirinya ke salah satu dinding kaca aquarium yang tingginya dua kali tinggi dirinya. Dia menatap seekor ikan yang sedang berenang. Dia mengetuk-ngetukkan tangannya di kaca, membuat ikan itu berenang mendekat.
"Oppa, bagaimana kalau tiba-tiba kau masuk ke dalam aquarium ini?" tanya Ryeowook polos sambil menempelkan telunjuknya pada dinding kaca aquarium.
Dengan gemas, Yesung mengacak-acak rambut kecoklatan kekasihnya. "Kau mau membunuhku, Chagi?" tanyanya.
Ryeowook memeluk Yesung. "Tentu saja tidak. Aku hanya bercanda." Ryeowook melepaskan pelukannya dan kembali menarik tangan Yesung. "Ayo ke bagian Undersea Tunnel!"
Mereka memasuki bagian dari tempat wisata itu. Di mana, para pengunjung memasuki lorong yang atap dan dindingnya adalah kaca. Serasa berjalan di dasar laut. Ryeowook tidak henti-hentinya tertawa saat melihat ikan dengan bentuk aneh. Salah satunya ikan yang seperti memiliki hidung.
Hampir di setiap tempat, Ryeowook berhenti dan meminta Yesung untuk memfoto dirinya. Kebetulan, dia membawa kamera digital yang terselip dalam tasnya. Yesung hanya mengangguk dan memfoto Ryeowook.
Andaikan dia memiliki banyak waktu luang di setiap akhir minggu, dia ingin sekali untuk selalu pergi berkencan dengan kekasihnya ini seperti pasangan-pasangan lain. Tapi melihat Ryeowook tertawa seperti ini saja, sudah membuat hatinya bahagia.
"Oppa, kapan Ddangkoma akan tumbuh sebesar ini?" tanya Ryeowook saat melihat kura-kura yang sejenis dengan Ddangkoma dalam ukuran yang jauh lebih besar.
Yesung mendekat ke samping Ryeowook. "Umur kura-kura itu sudah lima puluh tahun lebih!" kata Yesung sambil menunjuk papan informasi yang ada di dekat mereka. "Sementara Ddangkoma baru berumur dua tahun sejak kubeli. Jelas beda, Wookie!"
"Aku mau melihat Ddangkoma sampai sebesar itu," kata Ryeowook sambil nyengir.
"Dan kita sudah menjadi kakek-nenek saat itu tiba," jawab Yesung. Tiba-tiba, Yesung meraih kedua tangan Ryeowook. "Ingat tidak, ini seribu hari kita jadian?" Ryeowook hanya mengangguk saat Yesung membawanya dalam dekapan hangat. "Kita akan tetap seperti ini, kan? Selamanya?"
Ryeowook kembali mengangguk.
.
.
.
.
.
Yesung kembali ke tempat di mana Ryeowook duduk dengan topi berbentuk mulut ikan di kepalanya, hasil membeli souvenir tadi. Dia memberikan Ryeowook gula-gula kapas berwarna merah muda yang tadi dipesan kekasihnya itu.
"Mau?" tanya Ryeowook sambil menyodorkan gula-gula kapas itu ke wajah Yesung. Laki-laki berkepala besar itu langsung menggigit gula-gula kapas tersebut.
Setelah kurang lebih enam jam berputar-putar dalam COEX Aquarium, Ryeowook dan Yesung duduk di salah satu kursi panjang taman kota. Pergi ke tempat itu benar-benar menguras energinya karena terlalu banyak tertawa dan berjalan.
"Oppa," panggil Ryeowook sambil menyandarkan kepalanya pada pundak Yesung. "Lain kali kita ke Lotte World, ya?"
Yesung mengelus pundak kekasihnya sambil bergumam, "Hmm… Lain kali, aku akan membawamu ke semua tempat yang kau mau," janjinya. Dia tersenyum sendiri membayangkan hari ini. Kemudian dia berdiri dengan jari-jari mereka yang saling bertautan. "Ayo pulang. Hampir jam tujuh. Aku juga sudah lapar ingin makan masakanmu!"
Ryeowook memukul lengan Yesung main-main sambil berjalan beriringan menuju halte terdekat.
BLITZ.
To Be Continue…
1.827 words
Chapter ini lebih menyorot YeWook daripada KyuMin. Dan kenapa tipsnya tetap sama dari chapter 6? Karena Kyuhyun sama sekali belum mendapat perhatian dari Sungmin.
Makasih untuk yang udah ingetin saya tentang typo, review, fave, dan alert. Juga pada: iruma-chan, nahanakyu, KyuLoveMin, Lee EunGun, Syubidubidu, Cho Kyuri Mappanyukki, Han Sung Young, Hyugi Lee, KyuMin aegyoEvil.
Sign,
Uchiha Kazuma Big Tomat
Finished at:
Sunday, 24 June 2012
11.34 P.M.
Published at:
Monday, 25 June 2012
00.05 A.M.
Paparazzi © Kazuma House Production ® 2012
