Kibum duduk di depan meja rias di kamar pribadinya. Luas kamar yang ada di rumah appa-nya ini bahkan setengah dari rumah yang disewa Kibum bersama Ryeowook dan Sungmin. Warna hijau lembut dan cream lebih mendominasi ruangan yang bergaya minimalis ini.

Ia menghela napas. Sudah lima hari dia tinggal di rumah besar ini. Selama lima hari juga dia memikirkan hubungannya yang kacau dengan Siwon. Apa pilihanku menjauhinya benar? Untuk apa aku menjauh darinya? Apa aku masih mengharapkannya? Pertanyaan sejenis itu terus menghantuinya.

"Kibum, kau sudah selesai?" suara berat Zhou Min, Appa Kibum, terdengar dari luar.

Kibum sadar dari lamunannya. "Ah, iya, Appa. Sebentar lagi."

Dia meraih compact powder, dan membedaki seluruh wajahnya. Lalu dia memakai lip gloss berwarna peach di bibirnya. Ada untungnya juga dia belajar makeup dari Ryeowook. Dia memakai gaun selutut, dan high heels setinggi tujuh senti untuk mengimbangi tinggi appa-nya. Rambutnya ia biarkan tergerai. Dia hanya membawa ponselnya saja.

Zhou Mi tertegun sesaat ketika melihat penampilan Kibum malam ini. Cantik. "Kau… seperti eomma-mu."

Hening melingkupi mereka. Eomma Kibum sudah meninggal saat gadis itu berusia sepuluh tahun. Gadis itu sama sekali tidak menitikkan air mata ketika melihat jasad ibunya yang terbujur kaku. Wajahnya datar saja. Tidak ada yang tahu apa yang ada di pikiran dan hati gadis itu, bahkan sampai hari ini, Zhou Mi seakan tidak mengenal putrinya sendiri sejak hari itu.

"Ayo. Keluarga Choi sudah menunggu kita," ajak Zhou Mi. Kibum hanya mengangguk saja mengikuti appa-nya menuju mobil sedan hitam mengkilat yang sudah siap di depan rumah.

.

.

Cara Ketiga : Buat dia sadar dengan kehadiranmu.

.

.

.

.

.

.

.

Paparazzi © Kazuma B'tomat

Warning : KyuMin / YeWook / SiBum / HeBum (GS)

Kazuma House Production present…

.

.

Ryeowook benar-benar tidak menyukai hari-harinya kini. Entah sejak kapan, banyak orang yang ia temui–entah kenal atau tidak–memandanginya sinis dan tidak suka. Bahkan di dalam bus, dengan sengaja, seorang gadis SMA menyerobot satu-satunya kursi kosong dalam bus pagi itu. Ryeowook hanya mampu menghela napas dan berdiri sampai bus ini berhenti di depan kampusnya.

Sungmin tidak pergi bersamanya. Ya, tentu saja, Sungmin dijemput Kyuhyun setiap pagi! Dan itu yang membuat Ryeowook iri setengah mati. Bahkan Kyuhyun dan Sungmin yang belum menjadi sepasang kekasih pun terlihat manis seperti itu.

"Ouch!" seru Ryeowook saat merasakan sesuatu mengenai kepalanya. Dia berbalik, mendapati seorang gadis culun dengan sweater memandangnya marah. Tangan gadis itu memegang bola kertas di tangan kanannya. "Ya! Apa masalahmu sampai melempariku?"

"Jangan rebut Yesung Oppa dariku!" seru perempuan itu.

"Mwo?" Ryeowook kaget. Di belakang gadis itu, berdiri juga sederetan gadis-gadis yang memandangnya kurang lebih sama dengan cara pandang gadis yang melemparinya kertas. "Apa maksudmu? Merebut Yesung?"

"YA! KAU GADIS MENYEBALKAN YANG MENDEKATI YESUNG OPPA KAMI!" teriak gadis-gadis itu langsung mengejar Ryeowook. Mereka semakin gencar melempari Ryeowook dengan gumpalan kertas. Meskipun sudah ada lima security kampus yang mencoba mencegat kerumunan gadis-gadis kelebihan energi itu, gadis-gadis itu terus menerobos. Bahkan mereka rela naik dengan tangga darurat demi mengejar Ryeowook yang naik dengan lift.

Ryeowook berlarian masuk menuju kampusnya. Dia tidak langsung masuk ke kelasnya, dan malah pergi ke bagian kelas design visual, tempat Sungmin belajar. Sungmin kaget saat kembarannya memeluknya tiba-tiba dengan napas tidak beraturan.

"Kau kenapa, Wookie?" tanya Sungmin.

Ryeowook akhirnya melepaskan pelukannya dan jatuh terduduk di kursi samping Sungmin. "Aku dilempari kertas oleh perempuan-perempuan gila yang bilang kalau aku merebut Yesung Oppa dari mereka." Ryeowook menenggelamkan kepalanya dalam tas. "… Kenapa bisa begini?"

Sungmin menyodorkan ponsel merah mudanya pada Ryeowook. Gadis berambut coklat itu meraih ponsel Sungmin, dan matanya terbelalak saat membaca berita yang tertera, begitu juga saat melihat fotonya bersama Yesung di kursi taman.

Buru-buru dia mengirim Yesung sebuah sms. Oppa, jangan sampai kau mengakuinya.

.

.

KIM JONG WOON, ALIAS YESUNG SUPER JUNIOR TERTANGKAP BASAH SEDANG BERSAMA SEORANG PEREMPUAN?

Salah satu vokalis utama Super Junior, Yesung, tertangkap sedang bersama gadis yang tidak dikenal siapa namanya berduaan di taman hari Minggu lalu.

Keduanya tampak begitu dekat selayaknya sepasang kekasih.

Apa ini kekasih Yesung setelah sekian lama mengaku kalau tidak memiliki pasangan?

Sejauh ini, belum ada konfirmasi dari pihak yang bersangkutan.

Jadi, siapakah perempuan beruntung itu?

*picture*

.

.

"Yeah… Super Junior!" seru IU yang menjadi salah satu pembawa acara musik pagi ini. Super Junior baru saja tampil, membawakan lagu Mr. Simple yang menduduki chart nomor 1 selama seminggu ini. "Annyeong haseyo…"

Kedelapan personil Super Junior itu berdiri berjajar menyamping. Acara yang diadakan outdoor itu memiliki banyak penonton yang semakin ramai ketika Super Junior tampil. Mereka meneriakkan nama-nama personil idola mereka. Dan suara paling kencang ada pada nama Leeteuk, Siwon, dan Kyuhyun.

Yesung merasa tidak tenang sejak pagi tadi. Tentu saja karena berita tentang dirinya dan Ryeowook yang tersebar di dunia maya. Saat dia sampai di tempat ini, banyak kamera wartawan yang mengikuti mereka dan bertanya. Namun, tak satupun pertanyaan dari mereka yang dijawab Yesung.

"Ne, sudah lama kalian tidak tampil di sini," kata WooYoung sebagai salah satu presenter bersama IU. "Saya mau bertanya tentang hal yang paling ditunggu pemirsa sekalian."

"Ou…" Member Super Junior saling pandang.

"Yesung! Apa kau benar-benar sudah memiliki kekasih?" Pertanyaan WooYoung berhasil membuat keadaan semakin menjadi riuh.

Yesung melemparkan senyum yang entah apa maknanya. "Kenapa acara ini berubah jadi acara gosip? Bukannya ini acara musik?"

Gelak tawa terdengar. "Sudah jawab saja, Yesung. Apa berita yang beredar di internet itu benar?"

Yesung tetap tersenyum. "Tidak, itu tidak benar." Dia memandang WooYoung dan IU. "Katanya itu hari Minggu, kan? Seingatku hari Minggu kemarin aku mencoba adu panco dengan Kangin," jawab Yesung sambil menunjuk Kang In yang cengar-cengir mengikuti alur Yesung.

"Siapa yang menang?" tanya IU ingin tahu.

"Kangin!" Yesung tertawa. "Dia punya tenaga monster yang sesuai dengan ukuran tubuhnya." Bukan hanya personil SuJu dan kedua presenter itu yang tertawa, para penonton juga ikut tertawa. "Sekalipun aku belum pernah menang darinya."

"Harusnya kau besarkan tanganmu dulu, Hyung," sindir Kangin. "Tangannya benar-benar seperti tangan anak kecil."

WooYoung tampak tidak percaya. "Apa iya, Yesung?" Dia menjabarkan tangannya, Yesung pun menempelkan telapak tangannya pada telapak tangan Wooyoung. "Hahaha… Tangannya beneran kecil." Jari-jari Yesung tidak bisa menyamakan jari-jari WooYoung.

"Tanganmu yang kebesaran," balas Yesung sambil tertawa.

.

.

.

.

.

Kibum duduk bersebelahan dengan Zhou Mi. Mereka berempat, dengan Ayah Siwon dan Siwon, makan malam bersama di salah satu hotel berbintang enam milik keluar Choi atas undangan Tuan Choi yang adalah rekan bisnis sekaligus teman semasa SMA ayah Kibum.

Terjebak dalam keadaan seperti ini sama sekali tidak enak. Dia harus duduk satu meja, berhadapan dengan Siwon, sementara dua laki-laki yang usianya sudah masuk kepala lima itu mengacuhkan mereka, dan saling mengobrol tentang masa lalu mereka. Kibum mencoba mengabaikan Siwon dengan makan menu utama yang ada di hadapannya.

"Kibum, Siwon," panggil Tuan Choi. "Apa kalian sudah saling kenal?"

"Ne," Kibum menjawab duluan sambil menyilangkan sendok dan garpu yang ia gunakan untuk makan. "Dia seniorku dulu."

Siwon menatap perempuan di hadapannya itu tanpa berkedip. Bukan hanya penampilan gadis itu yang hari ini berubah seratus delapan puluh derajat dari hari-hari biasanya. Tapi juga kejujuran gadis itu di hadapan Ayahnya. Dia pikir, Kibum akan berbohong, apalah itu, dan mengabaikan Siwon seperti hari-hari biasanya.

"Ho… rupanya kalian sudah saling kenal…" Tuan Choi menganggukkan kepala. "Kalian berdua berjalan-jalanlah ke luar. Aku dan ayahmu ingin membicarakan sesuatu," usir Tuan Choi secara halus. "Lagi pula, kulihat kalian sudah selesai makan. Pasti bosan mendengarkan percakapan kami."

Kedua remaja dewasa itu mengangguk sambil bangkit berdiri. Siwon berjalan di sisi Kibum dengan memberi jarak sekitar tiga pulu centi dari gadis itu. Keadaan ini semakin membuat keduanya canggung.

Angin malam musim gugur membelai lembut rambut mereka berdua yang tengah berdiri di depan kolam renang hotel itu. Malam ini, tidak ada yang berenang di sana. Permukaan air kolam yang tenang membuat biasan cahaya lampu tidak bergerak-gerak.

Siwon melepaskan jasnya dan menyampirkannya pada pundak Kibum yang memakai dress tanpa lengan. Kibum tidak menolak. Matanya masih memandang pada kolam.

"Kau benar-benar menjauhiku, ya?" tanya Siwon. "Apa kau membenciku?"

"Ani. Aku tidak membencimu sama sekali." Kibum menatap pohon yang letaknya tak jauh dari mereka. "Aku hanya malu bila mengingat hal itu saat bertemu denganmu." Kibum berbalik memandang Siwon, dan menundukkan badannya beberapa derajat. "Mian…"

Siwom menaruh telapak tangannya di kepala Kibum, membuat gadis itu menegakkan kembali badannya. Kini dia berani menatap langsung pada mata Siwon yang tengah tersenyum padanya. Serasa terlempar ke masa-masa SMP dulu. Saat itu, Siwon senang sekali mengacak-acak rambut Kibum.

"Tidak perlu begitu." Siwon menarik tangannya kembali. "Mungkin aku juga yang salah karena telah memberimu… harapan," katanya semakin melemah ke akhir kalimat.

"Oppa!" pangil Kibum. "Boleh aku terus memanggilmu seperti itu?"

"Ne, tentu saja." Siwon kembali mengelus rambut Kibum lebih lembut.

Kibum langsung memeluk namja bertubuh tinggi itu dengan erat. "Kau kakakku yang terbaik, Oppa!"

.

.

.

.

.

"Chagi, ini bagaimana?" tanya Ryeowook dengan panik. Sudah hampir seminggu sejak Yesung mengatakan bahwa namja berkepala besar itu tidak punya pacar. Tapi, para Clouds masih saja "menjaga" rumah Ryeowook secara sembunyi-sembunyi.

Kibum yang baru pulang setelah seminggu di rumah appa-nya benar-benar kesal dengan tingkah Clouds yang menurutnya sudah keterlaluan. "Itu privasi orang! Lagipula, mereka nggak berhak ikut-ikut dalam kehidupan idolanya! KEPO!" omel Kibum.

Kibum daritadi memandangi wajah panik Ryeowook yang tidak kunjung berubah. Entah apa yang dikatakan namja berkepala besar itu, tapi Kibum yakin bukan ide yang baik. Gerah melihat tingkah Ryeowook, Kibum merebut ponsel Ryeowook.

"Ya! Kalau kau tidak bisa menghentikan fans gilamu, akan kubawa Ryeowook pergi!" Dengan segenap emosi, Kibum memutus panggilan telefon, dan mengeluarkan baterai ponsel Ryeowook seenak jidatnya. "Ayo pergi, aku sudah mengemasi barang-barangmu dan Sungmin." Kibum menyerahkan sebuah tas besar pada Ryeowook.

"Mwo? Mau ke mana?" tanya Ryeowook sambil mengikuti Kibum yang menyeret koper kecilnya dan tas pink milik Sungmin. Di luar rumah, sebuah mobil sedan hitam telah menunggu mereka bersama seorang supir.

"Ke rumahku."

To Be Continue…

1.555 words

Terima kasih untuk: Syubidubidu, KyuLoveMin, nahanakyu, Hyugi Lee, Cho Kyuri Mappanyukki, minnieGalz, choi young gun. Makasih juga yang fave dan alert.

NB: Sebutan untuk fans-nya Kibum apa, ya?

Sign,

Uchiha Kazuma Big Tomat

Finished at:

Monday, June 25, 2012

05.15 P.M.

Published at:

Monday, June 25, 2012

05.30 P.M.

Paparazzi © Kazuma House Production ® 2012