Kyuhyun melempar PSP yang sudah dua tahun menemani hari-harinya ke meja. Dia kesal, sejak tadi dia sama sekali tidak bisa mengalahkan Lee. Padahal biasanya, dia bisa mengalahkan salah satu karakter Tekken itu dengan mudah.

"Bosan?" tanya Leeteuk yang duduk di hadapannya sambil minum minuman kaleng.

Si Magnae menopang kepalanya dengan tangan. Dia memandang Leeteuk lurus. "Hyung, kau pernah pacaran, tidak?"

"Kenapa bertanya begitu?" tanya Leeteuk balik. "Sudah frustasi dengan Sungmin?" Leader SuJu itu cengar-cengir melihatnya.

Kyuhyun tertawa. "Ya… aku benar-benar dibuat gila karenanya." Laki-laki berambut karamel itu menyandarkan badannya. "Entah dia terlalu polos, tidak peka, atau sengaja, aku tidak tahu." Kyuhyun merebahkan tubuhnya di sofa panjang dorm mereka. "Sungmin…"

"Kenapa dia?" tanya Donghae yang baru kembali entah dari mana. Dia melepaskan jaket kulit coklatnya dan menggantungnya pada gantungan di balik pintu.

"Menggalaukan diri," jawab Leeteuk sambil tertawa pelan. "Darimana?"

Donghae menggeleng. Laki-laki itu berjalan lurus menuju kamarnya. Pertanyaan Yesung pun tidak dijawab namja terpendek di Super Junior itu.

"Dia kenapa?" Yesung mendudukkan dirinya di samping Leeteuk. "Setelah show, dia kabur dengan Yunho. Pulang-pulang seperti itu." Leeteuk hanya menggedikkan bahu. "Eh, Evil Magnae. Kau kenapa?"

Kyuhyun yang tadi menutup mata, kini melirik Yesung. "Galau." Dia mengubah posisinya menjadi duduk. "Hyung, cara dari bukumu tidak mempan." Kyuhyun mengeluarkan buku bersampul putih yang tadi ada di sakunya, dan menyerahkannya kembali pada Yesung. "Kukembalikan saja."

Yesung meraih bukunya. "Tidak mempan, ya? Padahal aku saja hanya menggunakan sampai cara ketiga."

.

.

Notes: Bila cara ketiga tidak berhasil, gunakan plan A.

.

.

.

Plan A: Jauhi dia untuk sementara waktu. Lihat reaksinya.

.

.

.

.

.

.

.

Paparazzi © Kazuma B'tomat

Warning : KyuMin / YeWook / SiBum / HeBum (GS)

Kazuma House Production present…

.

.

Sudah hampir enam bulan sejak insiden Ryeowook dilempari bola kertas oleh Clouds. Musim sudah dua kali berganti. Sekarang sudah musim semi di bulan April. Ryeowook dan Yesung sudah merayakan anniversary mereka yang gagal karena personil SuJu yang jahil.

Karena sudah masuk semester terakhir, Sungmin berhenti dari pekerjaannya yang menguras banyak waktu dan tenaga. Kini mereka tinggal di rumah besar milik Kibum karena paksaan Zhou Mi yang tidak ingin anak sematawayangnya lepas dari pengawasannya. Di rumah itu, bukan hanya Sungmin, Ryeowook, dan Kibum saja yang tinggal. Tapi juga ada kakek Kibum yang suka sekali bercocok tanam.

Ketiga yeoja itu tidur di kamar Kibum karena Kibum tidak mau tidur sendiri. "Lagipula kamar ini luas," kata Kibum saat hari pertama mereka pindah.

Di kamar yang bernuansa hijau putih itu, Kibum membaca buku, Sungmin mengutak-atik netbook-nya, sementara Ryeowook me-roll poni ratanya agar terlihat bagus esok hari. Hanya kekasih Yesung itu yang belum melakukan apa-apa persiapan untuk skripsi.

"Eonni, kau sadar tidak dengan tingkah Kyuhyun?" tanya Ryeowook membuat kedua yeoja lain mengalihkan fokus mereka pada Ryeowook.

Sungmin merenung sebentar. "Sadar, kok," jawab Sungmin. "Dia… seperti Daddy Longlegs."

Kibum menutup bukunya, lalu mendekat pada Sungmin yang sedang diinterogasi adiknya. "Kau terlihat tidak memberinya respon. Terkesan cuek, malah."

Yeoja imut itu diam memandangi kedua temannya dengan mata foxy yang membulat. "Memangnya aku harus memberi respon seperti apa?" Wajahnya terlihat sangat polos, tidak seperti perempuan seumurannya yang sudah mengerti apa yang harus mereka lakukan.

Ryeowook menepuk dahinya. Ia tidak menyangka bahwa kakaknya akan sepolos ini. "Kau sendiri, apa yang kau rasakan kalau ada di dekat Kyuhyun?"

Sungmin mempautkan bibir dan matanya menatap langit-langit kamar. "Kalau di dekat Kyuhyun…" Sungmin mengingat-ingat. "Entahlah, aku tidak tahu. Ada rasa senang, nyaman, aman. Tapi ada juga rasa takut kalau ada orang yang melihat kami bersama."

Kibum berpandangan dengan Ryeowook. "Artinya kau suka dengannya."

"Sebatas kagum, sih, iya," balas Sungmin cepat dan masih memasang wajah polos. "Jelas dia tampan dan baik."

"Bukan hal itu yang kumaksud." Ryeowook memeluk lututnya. "Kau menyukainya dalam artian mencintainya."

Wajah yeoja yang kelewat polos itu memerah. "Mana mungkin aku menyukai orang yang baru kukenal kurang lebih enam bulan. Itu tidak masuk akal. Aku juga belum terlalu kenal siapa Cho Kyuhyun yang sebenarnya."

"Kenapa enam tidak mungkin? Cinta pandangan pertama saja mungkin, kok," balas Ryeowook. "Lagipula…" gadis itu nyengir. "Wajahmu memerah. Eonni suka, ya, sama Kyuhyun? Akan kubantu," kata Ryeowook khas SPG yang ada di mall-mall. "Iya, kan, Kibum?"

Kibum hanya tersenyum tipis melihat tingkah temannya yang malu-malu seperti ini. Jarang-jarang melihat Sungmin malu-malu karena seorang laki-laki. Dan kali ini, laki-laki beruntung itu adalah Cho Kyuhyun. Kibum tidak bisa membayangkan bagaimana nasib temannya yang kelewat polos ini kalau menjalin hubungan dengan Magnae Setan seperti Kyuhyun.

"Berhenti menggodaku, Wooki-ah!" rengek Sungmin. Kadang kalau melihat kedua anak kembar itu, rasanya Ryeowook lebih pantas menjadi kakak daripada Sungmin. "Aku mau tidur. Jangan mencoba menggodaku lagi!"

Sungmin dengan piyama pink kesukaannya, segera berbaring di kasur dan menutupi badannya hingga hanya kepala yang tersisa. Lalu memejamkan mata. Tidak berapa lama setelahnya, Ryeowook mencoba menjahili kakaknya lagi. Namun tidak ada respon.

"Cepat sekali tidurnya," kata Ryeowook sambil geleng-geleng kepala.

"Besok sepuluh Februari, kan?" tanya Kibum dijawab dengan anggukkan Ryeowook. "Bukannya ulang tahun Kyuhyun."

Sebuah ide terlintas cepat dalam otak Ryeowook. Dia mengambil ponsel merah muda Sungmin yang kebetulan tidak memakai security code. "Coba kita lihat, bagaimana reaksi Kyuhyun kalau menerima sms dari Sungmin."

"Kau mau membajak ponsel Sungmin?" tanya Kibum. Ryeowook menjawab dengan menaruh telunjuknya di depan bibir, seakan menyuruh Kibum diam. "Kau jadi terlihat sama dengan Kyuhyun yang waktu itu mau mengerjai Donghae."

"Berbuat usil itu menyenangkan, tahu." Ryeowook mengirim pesan selamat ulang tahun pada Kyuhyun. Kebetulan sekali, sekarang sudah tengah malam.

Kibum mengikuti apa yang dilakukan Sungmin. "Terserah kau sajalah. Kalau dia marah, jangan sambungkan ke aku."

.

.

.

.

.

"AAAAAA!"

"Ada apa, Kyu?" tanya Donghae dan Leeteuk berbarengan. Kedua orang itu buru-buru ke kamar Kyuhyun saat magnae mereka berteriak keras sekali. Bukan hanya mereka berdua yang datang, tapi lima member yang lain juga ikut menyambangi kamar Kyuhyun dengan wajah mengantuk.

Kyuhyun masih terpaku pada layar ponselnya dengan senyum bahagia terpancar di wajahnya. "Sungmin mengucapkan selamat ualng tahun padaku. Dia yang pertama!" seru Kyuhyun seperti anak kecil yang baru dapat permen.

Kangin menjitak kepala Kyuhyun. "Kalau begitu saja, tidak usah teriak, Setan!" Kangin marah dan kembali ke kamarnya. "Jangan teriak lagi. Ini tengah malam."

Kyuhyun masih meringis kesakitan dan memegangi dahinya. "Yesung hyung, bagaimana ini?" tanya Kyuhyun pada Yesung yang masih berdiri di kusen pintu. "Awalnya aku sudah ingin menjauhinya dulu seminggu ini untuk men-tes reaksinya."

"Jauhi saja. Aku malah tidak yakin kalau itu sms dari Sungmin," jawab Yesung santai sambil menguap. Yesung meraih ponsel Kyuhyun yang masih tertera sms dari Sungmin. "Susunan kalimatnya informal. Seperti biasanya Ryeowook bicara padamu. Padahal, setahuku, Sungmin masih bicara formal denganmu."

Laki-laki berambut karamel itu mendesah kecewa. Yesung hanya memperhatikannya sebentar, lalu keluar menutup pintu kamar dan kemabli ke kamarnya.

Kyuhyun tidur sambil memandang langit-langit kamarnya yang sudah gelap. Ponselnya sudah berbunyi sejak tadi. Tanpa harus melihat, ia sudah tahu kalau itu pasti ucapan selamat ulang tahun untuknya. Entah dari siapa, terlalu banyak nomor tidak dikenal yang masuk ke dalam ponselnya. Ketika ponselnya membunyikan ringtone khusus untuk kakaknya, Ahra, dia baru mengangkatnya.

"Happy birthday!" seru Ahra dengan meriah. "Semoga adikku ini panjang umur, semakin tampan, pintar, dan tidak jahil lagi dengan hyungdeul-nya."

Kyuhyun sedikit tertawa saat mendengar ucapan doa dari kakak perempuan satu-satunya. "Nuna, tanpa kau berdoa seperti itu, aku akan terus menjadi adikmu yang tertampan."

Terdengar suara tawa yang sudah lama tidak Kyuhyun dengar dari kakaknya karena keterbatasan jarak dengan Ahra yang sedang kuliah di luar negeri. "Ne, apa aku menjadi orang pertama lagi yang mengucapkan selamat ulang tahun, atau tidak?"

Seringai tersuling di bibir Kyuhyun meski Ahra tidak melihat. "Sayangnya rekormu di tahun-tahun kemarin harus dikalahkan oleh seorang perempuan dan fansku yang ternyata lebih liar."

"Oh, ya? Siapa perempuan beruntung itu? Sepertinya kau bahagia sekali mengatakannya?" Ahra mencoba menggoda Kyuhyun.

"Pulang dulu ke Korea, baru akan kuberi tahu." Kyuhyun menarik napas. "Kau kapan kembali ke Korea? Sudah lama sekali tahu! Saat tahun baru kemarin juga kau tidak pulang. Apa kau ingin melupakan keluargamu? Eomma menanyakanmu terus."

"Mianhae… tahun baru kemarin aku belum sempat pulang. Tapi musim panas nanti aku pulang, kok. Tenang saja adikku sayang. Apa kau sebegitu kangennya denganku?" Lagi-lagi Ahra menggoda adiknya. Menggoda Kyuhyun adalah kesenangan tersendiri untuknya.

Kyuhyun tertawa. "Nuna, ada yang ingin kutanyakan?" Ahra diam di seberang sana. "Kalau ada laki-laki yang sedang mendekatimu, apa kau sadar?"

"Um… kebanyakan sih tidak sadar." Ahra tertawa. "Apa kau sedang mendekati perempuan yang mengucapkan selamat ulang tahun petama padamu itu?"

Kyuhyun mendecak. "Mau tahu saja. Lalu, bagaimana kau menyadari dia mendekatimu?"

"Saat dia tiba-tiba menyatakan perasaannya padaku," jawab Ahra. "Cepat katakan perasaanmu pada Perempuan Beruntung itu, sebelum diambil orang lain."

"Kenapa kau yakin sekali kalau perempuan itu bisa diambil orang lain sewaktu-waktu?" tanya Kyuhyun yang tidak mengerti bagaimana kakaknya bisa mengeluarkan pernyataan seperti itu.

"Dia pasti perempuan spesial yang memiliki kelebihan lain kalau adikku ini sampai bisa jatuh cinta padanya." Ahra tertawa. "Sudahnya, pulsa interlokal mahal. Bye…bye…"

Kyuhyun menatap ponselnya yang baru saja diputus sambungan telefonnya oleh Ahra. Ya, dia memang punya pesona lain yang membuatku jatuh cinta padanya.

.

.

.

.

.

Maaf, aku tidak bisa mengantarmu semingguan ini. Aku ada urusan.

From: Cho Kyuhyun (XX/XX/XX)

Sungmin langsung menyimpan ponselnya dalam tas setelah membaca pesan singkat dari Kyuhyun. Dia menyendokkan oatmeal ke mulutnya. Kibum sedang mengoleskan selai pada roti. Sedangkan Ryeowook yang baru turun dari kamar langsung meminum segelas susu yang disediakan untuk mereka.

"Aku berangkat dengan kalian," kata Sungmin.

Kibum yang tadinya sudah ingin memakan roti, jadi berhenti. "Tumben sekali. Ada apa? Ada masalah sama si Bocah Cho?"

Sungmin menggeleng sambil tertawa. Dia kembali melanjutkan matanya. Sementara Kibum memelototi Ryeowook. Matanya seakan berkata, ini-semua-salahmu. Ryeowook hanya menggedikkan bahu.

Entah mengapa, selera makannya serasa hilang setelah mendapat pesan singkat Kyuhyun. Apa dia marah padaku? Hanya itu pertanyaan yang memenuhi kepalanya. Kemudan dia menggeleng cepat. Sudahlah, Sungmin. Buat apa kau memikirkan tentang itu? Dia bukan siapa-siapamu, kan?

"Kenapa? Kau memikirkannya, Eonni?" celetuk Ryeowook yang melihat kakaknya.

"Tidak," sangkal Sungmin sambil memaksakan dirinya untuk terus makan oatmeal yang tinggal sedikit. "Untuk apa memikirkannya?"

"Jangan bohong. Wajahmu mudah sekali terbaca." Ryeowook kembali menenggak susunya. "Kau memiliki perasaan padanya, kan?"

Sungmin diam. Sesaat, ingin sekali rasanya ia menulikan telinganya dari segala hal berbau Kyuhyun. Termasuk juga menyuruh Ryeowook yang sejak tadi membicarakan Kyuhyun untuk diam. Namun, menyuruh Ryeowook diam hanya akan membuat gadis yang lebih muda lima menit darinya itu memiliki pendapat lain tentang perasaannya.

Perasaannya? Bahkan dia sendiri tidak tahu bagaimana perasaannya pada namja itu.

"Sudahlah, Wookie," Kibum menengahi. Sungmin patut berterima kasih pada Kibum yang seakan menjadi mulutnya. "Jangan bicarakan itu lagi. Ganti topik lain."

Ryeowook memanyunkan bibirnya. Sesaat, dia memperhatikan kedua orang yang juga menempati meja makan panjang ini selain dirinya. "Hari Sabtu nanti, Yesung akan tampil di acara Immortal Song. Kalian berdua ikut, ya. Temani aku," rengek Ryeowook.

"Tidak. Aku ada acara," tolak Kibum.

"Pasti kencan lagi dengan Henry!" goda Ryeowook. Sepertinya gadis itu benar-benar sudah tertular sifat jahil Kyuhyun. Sekarang dia senang sekali menggoda Kibum dan Sungmin.

"T-tidak!" elak Kibum dengan wajah merah.

"Masa? Sepertinya aku pernah beberapa kali melihat kalian berdua pulang bersama." Ryeowook menunjuk Kibum. "Benar, kan?"

Sungmin tertawa melihat adiknya yang kelewat ceria. Dia meminum air putih agar tidak tersedak.

"Berarti Eonni harus menemaniku." Baru Sungmin akan membuka mulut, Ryeowook sudah menyela. "Tidak ada tapi-tapian. Titik."

.

.

.

.

.

"Berhenti sebentar!" seru Kyuhyun pada sopir yang mengemudikan mobil yang ditumpangi kedelapan member SuJu dan manager mereka.

"Ada apa, Kyu?" tanya Donghae pada Kyuhyun yang sudah mendekatkan wajahnya pada jendela mobil.

Mereka baru pulang setelah harus show jam tujuh pagi di salah satu stasiun TV swasta. Tiba-tiba saja, Kyuhyun menyuruh mobil mereka untuk berhenti di seberang universitas tempat Sungmin menimba ilmu. Ketujuh member yang lain ikut-ikutan melihat ke universitas itu.

"Mencari Sungmin?" tanya Hangeng. Kyuhyun hanya mengangguk. Matanya masih fokus mencari yeoja mungil berambut hitam di antara mahasiswa dan mahasiswi yang ramai berlalulalang di depan lingkungan kampus.

"Pagi ini bukannya kau bilang ingin menjauhi Sungmin dulu?" tanya Yesung. Dia mendesah, melihat tingkah namdongsaengnya yang plin-plan. "Keluar saja sana."

Kangin langsung memakaikan topi di kepala Kyuhyun. "Sana keluar. Tuh anaknya ada di halte."

Kyuhyun turun untuk melihat Sungmin dengan lebih jelas. Sungmin memang berjalan dari halte bus bersama Kibum dan Ryeowook dengan pakaian yang masih berbau pink. Kaos biru dan rok polkadot pink selutut. Kyuhyun tertawa. Tanpa ia sadari, mobil yang tadi mengangkutnya sudah melaju kencang.

"YA! JANGAN TINGGALKAN AKU!" teriaknya sambil berlari di trotoar jalan, mengikuti mini bus yang sudah berada jauh di depan.

Pasti ini idenya Kangin Hyung. Awas saja dia!

To Be Continue…

2.062 words

Hya… maaf yang kemarin updatenya telat banget. Tapi setimpal kan sama wordnya yang banyak. Tenang… rencananya setelah fic ini tamat, saya pengen buat lanjutannya, Itu baru rencana. Kalo saya males, ya saya diamin aja jadi side story. Hahaha…

Kenapa Eunhyuk jadi begitu nasibnya, karena dia melihat eomma dan appa-nya di'begitu'kan. Sumpah, saya nggak kuat bikin adegan kissing dan waktu di rumah Eunhyuk itu.

Setelah lihat review chap kemarin, banyak yang namanya Guest. Lain kali beri nama, ya. Biar saya tahu.

Terima kasih untuk: Guest, Guest, Guest, Guest, Guest, Guest, Guest, Guest, Guest, Guest, Laura Mochi, MinnieGalz, Syibidubidu, Han Sung Hyun, Kim Soo Hyun, Kim Ayuni Lee, R407. Dan semua yang telah membaca, review, fave, alert.

Sign,

Uchiha Kazuma Big Tomat

Finished at:

Friday, June 29, 2012

10.00 P.M.

Published at:

Friday, June 29, 2012

Paparazzi © Kazuma House Producrtion ® 2012