Kyuhyun bangun paling pagi hari ini ini. Dia sudah duduk di meja makan dan memakan semangkuk sereal kesukaannya yang berbentuk bintang. Siwon ikut mendudukkan dirinya di sisi lain meja makan. Hanya ada susu cair dan sereal di atas meja. Siwon mendesah, dia paling malas makan sereal, tapi lebih malas lagi kalau harus memasak dengan keadaan masih mengantuk begini. Dengan setengah hati, dia menuangkan sereal dan susu ke dalam mangkuknya.
Donghae yang baru bangun, tertidur kembali di meja makan. Leeteuk yang berperan sebagai ibu di Super Junior, memasak enam butir telur dadar dan kentang goreng bagi Yesung, Shindong, dan Kangin yang masih tidur. Dan juga untuk Hangeng yang sedang mandi. Oh ya, jangan lupakan Donghae.
"Tahu begitu, aku tidak makan sereal ini, Hyung," kata Siwon pada Leeteuk yang sudah berdiri dengan celemek melapisi bajunya.
"Buatku saja," kata Kyuhyun. Tangannya hendak mengambil mangkuk sereal Siwon, tapi laki-laki yang kerap kali dipanggil Kuda itu menjauhkan mangkuknya.
"Ambil saja sendiri," kata Siwon seraya menyendokkan sereal bintang-bintang itu ke mulutnya. Saat mengunyah, dia meraih kardus kemasan sereal dan memperhatikannya. "Apa yang kau suka dari sereal ini? Rasanya terlalu manis kalau kubilang. Bentuknya juga terlalu kekanak-kanakan."
Dengan mulut penuh sereal, Kyuhyun menjawab. "Ada hadiah mainannya." Dia menunjuk gambar salah satu tokoh animasi Madagascar di sudut kemasan. "Aku sudah mengoleksi lima hadiahnya, dan ada dua yang sama. Hyung mau?"
Siwon menggeleng. Ternyata bukan hanya umurnya saja yang termuda dalam grup ini, tingkah Kyuhyun pun paling kekanakan. Bisa-bisanya namja berusia kepala dua itu masih mengoleksi barang-barang hadiah dari sereal begini. Padahal hadiahnya pun tidak sebagus bila dibandingkan dengan membeli langsung.
Begitu selesai mandi, Hangeng langsung mengambil sebuah piring yang sudah terisi kentang goreng dan telur. Setiap pagi mereka hampir selalu memakan kentang goreng, kecuali Kyuhyun yang setia memakan serealnya. Alasannya mudah, karena masak nasi itu lama. Lagipula dari kedelapan namja itu tidak ada yang bisa memasak nasi.
"Donghae Hyung," panggil Kyuhyun sambil menggoyangkan pundak Donghae. Setelah beberapa saat, Donghae menegakkan tubuhnya sambil mengucek-ngucek mata. "Mandi sana."
"Eh, Evil Magnae, memangnya enak makan sereal?" tanya Hangeng yang sama sekali belum pernah mencoba sereal bintang-bintang itu. "Sini kucoba."
Baru Hangeng akan meraih sendok Kyuhyun, Si Magnae Setan sudah menghabiskan serealnya hingga tak tersisa. "Minta Siwon Hyung saja."
"Wae?" tanya Siwon yang baru menaruh mangkuk serealnya dalam tempat cuci. "Aku sudah selesai."
Seringai kemengan terlukis di wajah Kyuhyun. Sedangkan Hangeng memakan sarapannya dengan merengut kesal akan kelaukan Kyuhyun yang seenak jidatnya mengambil sebatang kentang goreng miliknya saat hendak menaruh mangkuk.
.
.
Plan A: Jauhi dia untuk sementara waktu. Lihat reaksinya.
.
.
.
.
.
.
.
Paparazzi © Kazuma B'tomat
Warning : KyuMin / YeWook / SiBum / HeBum (GS)
Kazuma House Production present…
.
.
Sungmin berdiri di depan toko barang elektronik. Dia menatap TV Plasma yang sedang menampilkan wawancara kedelapan member Super Junior dalam sebuah talkshow. Pandangannya terpaku pada sosok Kyuhyun dengan senyuman manis dan rambut karamel bergelombang. Tanpa dia sadari, dia rindu dengan bagaimana cara Kyuhyun menampilkan senyum menawan padanya setiap pagi.
"Jadi, Kyuhyun, sebagai member dengan fans terbanyak, tipe perempuan apa yang kausukai?" tanya sang pembawa acara. Member yang lain cengar-cengir saling melempar pandang. Sementara Yesung sudah melepas tawa sambil memegangi perutnya. "Yesung? Ada apa denganmu? Apa kau tahu sesuatu?"
"A-ani." Yesung mengibaskan tangannya sambil berusaha menghentikan tawanya. Donghae yang berada di sampingnya menyikutnya pelan sambil nyengir.
Kyuhyun memegangi dagunya. "Tipe perempuan yang kusukai… Um…." Pikirannya melayang memikirkan tipe perempuan idelanya. "Memiliki kaki yang indah, seiman, anggun, keibuan, dan memiliki senyum yang manis."
"Kaki yang indah? Kenapa kau menyukai perempuan berkaki indah? Apa setiap kali bertemu seorang perempuan, kau akan memperhatikan kakinya?" tanya MC ingin tahu lebih jauh.
Kyuhyun tertawa. "Tidak, aku tidak langsung memperhatikan kaki perempuan-perempuan yang baru kukenal." Dia menenangkan dirinya. "Karena perempuan berkaki indah dan jenjang itu cantik."
Beberapa perempuan yang ikut menonton di samping Sungmin menjerit kesenangan. Sungmin hanya memperhatikan gadis-gadis berseragam SMA itu. Mereka lebih tinggi dari Sungmin yang tahun ini sudah akan berumur dua puluh dua tahun. Baru kali ini Sungmin benar-benar merasa iri pada perempuan. Biasanya, dia tidak terlalu memperdulikan penampilan fisik perempuan-perempuan cantik yang ada di sekitarnya. Pernyataan Kyuhyun tadi membuatnya lebih membuka mata.
Sungmin melangkah menjauhi gadis-gadis SMA tadi menuju café tempatnya bekerja dulu sambil mendengus. Kepulan uap putih keluar dari bibirnya. Udara bulan ini benar-benar ini. Dia mempercepat langkah kakinya yang terbalut boots menuju ruko yang sudah tidak asing lagi.
"Selamat datang!" seru Sunny. "Oh, Sungmin-ah!" Sunny langsung mendekati Sungmin yang duduk di salah satu sudut café. "Mau pesan apa? Sudah lama sekali rasanya kau tidak datang lagi ke sini," kata Sunny sambil menunjukkan wajah imut.
Sungmin tertawa singkat pada yeoja yang lebih muda satu tahun darinya. "Aku sibuk persiapan skripsi. Nanti kau juga akan begitu." Sungmin melihat sekeliling café. "Itu… pegawai baru, ya?" Sungmin menunjuk perempuan tinggi berambut kemerahan yang sedang melayani pelanggan lain.
"Iya. Namanya SooYoung. Seminggu setelah kau berhenti, itu adalah masa-masa paling berat karena kekuranga pekerja," Sunny meningat, "lalu tiba-tiba dia datang melamar pekerjaan. Tanpa pikir dua kali, Heechul Ajumma langsung menerimanya."
Sungmin mengangguk sambil matanya terus mengikuti kemanapun SooYoung pergi. "Dia… tinggi sekali."
Sunny ikut memperhatikan SooYoung dan mengangguk. "Iya, dia tinggi sekali." Gadis itu langsung mendudukkan dirinya di kursi yang ada di meja Sungmin. "Beruntung sekali perempuan-perempuan seperti SooYoung dan Yoona. Punya tinggi semampai. Wajah juga cantik. Kalau mereka melamar jadi model, pasti langsung di terima. Sialnya mereka malah mendekam di sini."
Sungmin tertawa. "Badan ideal."
Gadis di sampingnya mengangguk. "Sementara aku… pendek sekali!" Sunny menunjukkan wajah seolah ingin menangis. "Oh, iya. Mau pesan apa?"
"Hot Chocolate dan Strawberry Cheese," jawab Sungmin seraya mengeluarkan netbook dari tasnya.
Sunny tertawa kecil. "Selalu saja ada strawberry-nya. Oke, tunggu lima menit!"
Sungmin tersenyum menghadapi keceriaan Sunny. Rambutnya yang dikuncir dua bergerak-gerak saat gadis itu berlari sambil lompat-lompat. Lucu. Senyum Sungmin pudar saat tatapannya terpaku pada sosok SooYoung. Tinggi sekali…
.
.
.
.
.
"Berapa?"
"Seratus enam puluh tujuh," jawab Kibum. Sungmin menghela napas setelah mendengar hasil pengukuran tinggi badannya.
Kibum dan Ryeowook memperhatikan tingkah aneh yeoja imut-imut itu. Ini aneh. Sejak pulang dari café jam enam sore tadi. Gadis itu langsung mandi dan menanyakan tentang meteran. Dan sekarang, gadis itu mengukur tinggi badannya.
Setelah menaruh meteran di meja, Sungmin merebahkan tubuhnya di kasur dan menutupi wajahnya dengan bantal. "Uh… pendek sekali…" keluh Sungmin.
"Eonni! Kau kenapa, sih?" bentak Ryeowook. "Sejak pulang tadi, yang kau pikirkan hanya tinggi badan saja. Harusnya kau bersyukur punya tinggi segitu. Aku saja yang paling pendek di antara kalian tidak mengeluh." Ryeowook manyun.
Memang dari antara mereka bertiga, Ryeowook yang paling pendek. Tingginya seratus enam puluh lima centi. Sementara Kibum adalah yang paling tinggi. Hanya berbeda satu senti dari Sungmin. Dan perempuan itu sama sekali tidak memperhatikan tingginya.
"Tadi aku melihat anak SMA. Mereka tinggi sekali," jawab Sungmin sedikit berbohong. "Kakiku jenjang tidak?"
Kibum menggeleng.
Hanya karena perkataan Cho Kyuhyun dalam sebuah talkshow, Sungmin sampai gila seperti ini. Sungmin sama sekali tidak mengerti pada dirinya. Kenapa bisa-bisanya dia terpengaruh dengan hal seperti itu. Lagi-lagi, Sungmin menghela napas.
"Sudahlah… paling anak SMA itu yang tinggilnya abnormal. Jaman kita SMA tinggi kita sama dengan rata-rata yang lain," kata Kibum menenangkan kegalauan hati temannya.
Sungmin berbaring menghadap tembok yang bercat hijau muda. Ya, mungkin anak SMA itu yang terlalu tinggi. Lagipula, kenapa kau memikirkan tentang Kyuhyun, Lee Sungmin? Di antara kalian memang tidak ada apa-apa, kan? Kenapa kau malah memikirkannya begitu keras?
.
.
.
.
.
"Kyu!" Kangin mengikuti langkah Kyuhyun yang menghindar dari Kangin.
Kyuhyun duduk disamping Leeteuk sambil terus memainkan PSP-nya. Member yang lain memperhatikan Kangin dan Kyuhyun yang seperti bermain kejar-kejaran di ruang tunggu mereka.
"Kyu!"
"Apa, sih?" bentak Kyuhyun. "AAAAA! Hyung! Kau membuatku K.O. lagi!" Kyuhyun marah-marah pada Kangin. Member yang lain sudah menyiapkan telinga mereka. Karena sebentar lagi, Kyuhyun akan meledak, dan mulutnya menjadi berkali-kali lebih tajam dari piasu. "Kau mau apa? Berhenti mengikutiku! Apa kau tidak memiliki pekerjaan lain selain mengikutiku? Sana pergi ke Game Center! Akan kuberi power card-ku! Isinya ada dua puluh ribu won!" Kyuhyun mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya. "Sana!"
Kangin tidak mengambil kartu yang disodorkan Kyuhyun. "Kau kenapa, Kyu?"
"Kau yang kenapa! Mengikutiku terus," cibir Kyuhyun.
"Kau menjauhiku seharian ini!" kata Kangin. "Kenapa?"
Seluruh orang yang ada di ruangan itu hanya diam. Shindong yang sedang latihan gerakan untuk tampil nanti ikut terpaku menatap dua manusia di dekat meja rias. Mendadak, ruangan yang mulainya dingin terasa panas.
"Tanyakan saja pada dirimu sendiri!" bentak Kyuhyun. "Bisa-bisanya kamarin meninggalkanku sendirian di jalan. Aku harus pulang jalan kaki karena semua barangku ada di dalam mobil. Kau pikir itu tidak capek, apa? Hanya bermodalkan topi, membuatku was-was! Bagaimana kalau ada Elf atau Sparkyu anarkis yang secara tidak sengaja mencakar mukaku? Apa kau mau tanggung jawab, hah?"
Kangin benar-benar kaget melihat Magnae-nya yang biasanya terlihat tenang dan terkesan cuek, kini berubah emosian. Dalam bayangan Kangin, tumbuh sepasang tanduk setan warna merah di kepala Si Evil Magnae.
"Kau membuatnya takut, Kyu," kata Leeteuk yang sebenarnya juga takut pada Kyuhyun.
Kyuhyun menarik napas setelah ia marah-marah tanpa menarik napas sedikitpun. Magnae mereka kembali duduk dan mengulang level yang sebelumnya. Dengan alis bertautan, dahi berkerut, dan bibir yang maju beberapa mili, Kyuhyun memainkan game-nya lagi.
"Kyu… maafkan aku…" kata Kangin dengan puppy face-nya yang membuat semua orang di ruangan itu, kecuali Kyuhyun, berkata menggelikan. Kyuhyun masih fokus pada layar mainannya. "Kyu…"
Kyuhyun melirik hyungnya yang paling suka cari muka di depan perempuan cantik. Tawanya meledak. Dia sampai memegangi perutnya dan melupakan gamenya tanpa di-pause di atas meja. "Wajahmu itu, Hyung. Menggelikan sekali!"
"Jadi, kau memaafkanku?" tanya Kangin.
Kyuhyun mengangguk tanpa bisa menghentikan tawanya yang sudah terlanjur meledak. Entah saat tampil nanti Kyuhyun masih akan tertawa atau tidak seperti salah satu show mereka dulu. Lelaki itu paling susah menghentikan tawa.
To Be Continue…
1.605 words
Ada yang nanya, kapan fic ini selesai? Nah loh… saya paling males kasih janji-janji begini, karena saya bakal ngerasa nggak enak kalo nggak ditepati. Saya nggak tahu, fic ini bakal berhenti di chapter berapa. Ikuti terus aja. Hahaha…
Endingnya SiBum atau HeBum? Kan udah jelas, Siwon sama Kibum hanya sebatas adik-kakak. Jadi secara otomatis menjadi HeBum.
Adain Si Hyuk Jae lagi? Pikir-pikir dulu, ya. Fic saya banyak yang terlantar. Kasian.
Kalo Si Evil udah nembak Sungmin, berarti itu sudah tanda-tanda fic ini akan berakhir. Sekarang belom ada tanda-tanda, kan? Berarti belom selesai. :)
Maaf kalo fic ini terasa jalan di tempat.
Terima kasih: Minoru, Guest, honeyAnn13, Syubidubidu, KyuLoveMin, desroschan, Guest, Cho Kyuri Mappanyukki, Guest, Stephanie Choi, MinnieGlaz, Guest, Guest, Kim Soo Hyun, Laura Mochi, nahanakyu, Kim Ayuni Lee, reaRelf (reviewer ke 100! #plak #norak), Jang Young Wook, Anonymouss. Dan semua yang telah membaca, review, fave, alert.
Sign,
Uchiha Kazuma Big Tomat
Finished at:
Saturday, June 30, 2012
11.49 A.M.
Published at:
Saturday, June 30, 2012
11.15 P.M.
Paparazzi © Kazuma House Production ® 2012
