"Selamat sore," sapa sang MC pembawa acara talk show pada Super Junior.

"Annyeong haseyo. Uri, Super Junior!" jawab semua member sambil mengarahkan telapak tangan mereka ke arah kamera. Studio menjadi riuh setelah Super Junior memperkenalkan diri mereka. Sebenarnya, sekalipun tidak berkata seperti itu, semua orang sudah mengenal mereka.

"Hari ini, kita akan mencari tahu tentang tipe wanita ideal personil Super Junior." Tepuk tangan terdengar dari berbagai sudut. Setelah MC menyamankan dirinya di sofa, dia menatap personil Super Junior satu persatu. "Di mulai dari yang paling populer. Kyuhyun!"

"Kyuhyun! Saranghae yo!" seru para Sparkyu dari kursi penonton. Mereka mengangkat tinggi-tinggi banner yang bertuliskan huruf Hangeul.

"Oke… Oke…" Sang MC menarik napas. "Jadi, Kyuhyun, sebagai member dengan fans terbanyak, tipe perempuan apa yang kausukai?" tanya sang pembawa acara. Member yang lain cengar-cengir saling melempar pandang. Sementara Yesung sudah melepas tawa sambil memegangi perutnya. "Yesung? Ada apa denganmu? Apa kau tahu sesuatu?"

"A-ani." Yesung mengibaskan tangannya sambil berusaha menghentikan tawanya. Donghae yang berada di sampingnya menyikutnya pelan sambil nyengir.

Kyuhyun memegangi dagunya. "Tipe perempuan yang kusukai… Um…." Pikirannya melayang pada sosok Sungmin. "Memiliki kaki yang indah, seiman, anggun, keibuan, dan memiliki senyum yang manis"

"Kaki yang indah? Kenapa kau menyukai perempuan berkaki indah? Apa setiap kali bertemu seorang perempuan, kau akan memperhatikan kakinya?" tanya MC ingin tahu lebih jauh.

Kyuhyun tertawa. "Tidak, aku tidak langsung memperhatikan kaki perempuan-perempuan yang baru kukenal." Dia menenangkan dirinya. "Karena perempuan berkaki indah dan jenjang itu cantik."

"Seperti siapa contohnya?" tanya MC. "Song Hye Go?"

Kyuhyun menggeleng sambil melemparkan senyum. "Bukan. Tipe idealku itu seperti Kim Tae Hee, pemeran utama drama Stairway To Heaven. Tapi dalam keadaan tertentu, aku bisa lebih menyukai perempuan berbadan kecil. Kadang, mereka tampak lebih lucu."

.

.

Plan A : GAGAL.

.

.

.

.

.

Plan B : Beri dia kejutan.

.

.

.

.

.

.

.

Paparazzi © Kazuma B'tomat

Warning : KyuMin / YeWook / SiBum / HeBum (GS)

Kazuma House Production present…

.

.

"Pagi!" seru Kyuhyun ceria pada Sungmin yang baru keluar dari rumah Kibum.

Sungmin kaget setengah mati, mendapati namja tinggi bertopi merah muda itu ada di depan mobil putih yang beberapa waktu ia naiki setiap pagi. Seperti biasa, Sungmin melemparkan senyum pada siapa saja, termasuk juga Kyuhyun. Sayangnya, namja itu memiliki arti yang lain pada senyum Sungmin.

"Ada apa?" Sungmin meneliti penampilan Kyuhyun dari atas sampai bawah. Benar-benar simpel dan casual. Dia hanya menggunakan topi pink, kaos putih, celana panjang hitam, dan sepatu kets. "Kau tidak ada pekerjaan hari ini?"

Kyuhyun sedikit tertohok dengan pertanyaan Sungmin. Tidak tahan rasanya bila ia lama-lama menjauh dari yeoja manis ini. Meskipin dia melihat ratusan foto Sungmin dari jejaring sosial, rasanya tetap beda bila bertemu secara langsung seperti ini.

"Eonni!" panggil Ryeowook yang keluar, diikuti Kibum yang berjalan santai di belakangnya. "Oh, Kyuhyun. Ada apa?"

"Aku mau menjemput Sungmin. Seperti biasa," jawab Kyuhyun santai.

"Kupikir kau akan bersama kami lagi, Eonni," kata Ryeowook polos.

"Aku memang mau pergi dengan kalian. Tapi tiba-tiba dia datang."

Sungmin menunjuk Kyuhyun dengan wajah polos, sepolos bayi memandang orang. Dan hal itulah yang membuat Kyuhyun merasa jleb banget. Niatnya dia yang ingin menjauhi yeoja itu, namun kini yeoja itu yang seakan menjauhinya. Salah apa dia hingga punya kisah percintaan seperti ini. Apa ini karma untuknya karena telah membuat banyak yeoja yang mencintainya patah hati?

"Ne, Kyuhyun-ssi, aku berangkat dengan mereka dulu," kata Sungmin menyusul Ryeowook dan Kibum yang sudah masuk ke dalam mobil sedan hitam.

Kyuhyun hanya bisa mematung menatap mobil hitam itu melaju di atas aspal. Miris, eh. Padahal tadi malam dia sudah merelakan waktu bermain StarCraft-nya supaya bisa bangun pagi dan menjemput Sungmin yang ada kuliah pagi. Nyatanya, perempuan itu lebih memilih untuk pergi bersama temannya.

Kyuhyun menghela napas dan mengacak-acak rambutnya tanpa peduli berapa lama dia di depan cermin menata rambut kebangaannya itu. Dia memasuki mobil putih miliknya, membuat mobil itu berjalan mengelilingi Kota Seoul. Membawa dirinya dalam perenungan. Tidak peduli ponselnya sudah berbunyi berapa kali.

Tidak bisakah kau tidak membuatku gila barang sedetik saja, Lee Sungmin.

.

.

.

.

.

"Hm…"

Sejak beberapa menit lalu, Sungmin menjelajah salah satu isi toko CD dekat kampusnya untuk menunggu mata kuliah selanjutnya. Dari dulu dia tidak pernah membeli CD album seorang penyanyi ataupun DVD film. Sekali-sekalinya dia membeli DVD Super Show hanya untuk menghadiahi Sunny yang sedang ulang tahun. Hanya sekali, setelah itu tidak pernah lagi.

Matanya tanpa sengaja mendapati album terbaru Super Junior. Sexy, Free & Single. Sungmin ingin tertawa melihat foto kedelapan member boyband itu. Sangat bukan mereka sekali. Bahkan Kangin terlihat cantik seperti Barbie dengan rambutnya yang dicat pirang.

"Kalau kau membelinya sekarang, kau bisa mendapat tiket meet and greet Super Junior. Kau yang pertama. Album itu baru saja keluar," kata penjaga toko yang tahu-tahu ada di samping Sungmin, memamerkan senyum lebar di wajahnya.

"Ya, aku beli," jawab Sungmin tanpa pikir panjang.

Setelah dia keluar dari toko itu, yeoja berkupluk itu baru memikirkan alasannya membeli album itu. Dipandanginya tiket meet and greet Super Junior. Bahkan, tanpa membeli album itu dan mendapatkan tiket ini, dia bisa saja bertemu kedelapan member boyband yang menjadi duta pariwisata bagi Korea Selatan itu.

"Cengar-cengir sendiri. Kau gila?" tanya sebuah suara tiba-tiba.

Sungmin kaget setengah mati. Dia menghentikan langkahnya dan menoleh pada namja tinggi disampingnya. Namja berjaket hitam dan topi baseball biru, sudah sangat tidak asing lagi bagi Sungmin. Cho Kyuhyun berdiri di sampingnya. Sungmin bisa merasakan jantungnya seakan berlari.

"Wae?" tanya Kyuhyun menoleh pada Sungmin. "Jangan memandangiku seperti itu. Kau bisa jatuh cinta padaku."

Aku memang sudah jatuh cinta padamu, Kyu, bantin Sungmin meski ia tidak mengakuinya pada siapapun. Dia meremas tiket emas yang ada di tangan kirinya erat-erat. Entah bagaimana bentuk tiket berhologram itu sekarang.

"Ng?" Kyuhyun mengangkat tangan kiri Sungmin. "Kau membeli album terbaru kami?" tanya Kyuhyun.

Wajah Sungmin memerah. Dia menghentakkan tangannya dari genggaman Kyuhyun. "Ti-tidak," jawab Sungmin malu berat. Dia memasukkan tangannya ke dalam saku mantel merah mudanya.

Kyuhyun merangkul pundak Sungmin erat. "Tidak perlu mengelak lagi. Kalau kau mau bertemu denganku, kau tinggal menelfonku saja. Aku sudah memberikan nomorku padamu, kan?"

Sungmin mendorong Kyuhyun jauh-jauh. "Apaan, sih? Pede banget!" Tawa keluar dari mulutnya. Sejenak, dia melupakan kejadian hari Sabtu lalu. Ia bahkan merasa kembali terbang ke langit ketujuh. Terasa ada kepakan seribu pasang sayap kupu-kupu yang mengepak di perutnya.

Kyuhyun ikut tertawa melihatnya. Dia meraih tangan gadis itu dan membawanya menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari sana. Sungmin hanya mengikuti saja.

"Ya! Aku masih ada kelas habis ini!" katanya sebelum Kyuhyun mendorongnya masuk mobil.

"Sekali-kali bolos juga tidak apa-apa," jawab Kyuhyun santai tanpa sadar tatapan horor yang dilemparkan yeoja cantik yang menjadi objek penculikannya.

"Sebentar lagi aku skripsi! Bagimana bisa aku meninggalkan kelas begitu saja tanpa alasan yang jelas?" Sungmin mempautkan bibirnya. Benar-benar lucu, membuat Kyuhyun tidak tahan ingin merasakan bibir plum berlapis lipgloss itu. Oke, Kyu. Kalian hanya sebatas teman. Teman. Jangan berpikiran yang aneh-aneh!

Kyuhyun berdecak. Namja itu tidak menjawab dan malah mendorong Sungmin masuk ke dalam mobil dan dengan sengaja mengunci pintunya. Dia sendiri duduk di balik kemudi. "Sudah siap?"

Ada rasa enggan dan was-was yang melingkupi hati Sungmin. Was-was karena takut ada Elf atau Sparkyu yang melihat mereka. Was-was juga karena takut tidak lulus dan materinya kurang. "Kau bisa kulaporkan pada polisi dengan alasan penculikan, Tuan Cho," ancam Sungmin.

"Oh ya?" Kyuhyun fokus pada jalan dan menganggap ancaman Sungmin hanya lelucon. "Memangnya kau sanggup melihatku mendekam di balik jeruji besi? Sebelum aku genap dua puluh empat jam di sana, dapat kupastikan kau bisa mati gila karena Elf dan Sparkyu."

Sungmin tertawa. "Tidak lucu."

"Tapi kau tertawa, Nona," balas Kyuhyun dan disambut gebukkan pelan di lengannya.

"Kalau aku sampai tidak lulus, ini semua salahmu, Cho."

Kyuhyun melirik yeoja manis di sampingnya. Yeoja itu cukup berbeda hari ini. Rambut hitamnya ditutupi kupluk putih. Bibir dan pipinya terlihat lebih merah dari yang biasanya Kyuhyun tahu. Mungkin gadis itu mulai memakai makeup. "Aku yakin kau pasti lulus."

.

.

.

.

.

"Ayo coba yang itu!" ajak Kyuhyun pada Sungmin. Entah ini sudah toko ke berapa yang Sungmin masuki, yang jelas, tangan mereka terus bertautan seakan ada lem yang membuatnya menempel terus.

Setelah membawanya kabur dari jam kuliahnya, namja tinggi itu mengajak Sungmin berkeliling daerah Myeongdong, pusat hiburan bagi para muda-mudi Korea Selatan, juga merupakan distrik komersil dan bisnis. Papan-papan billboard menghiasi hampir tiap bangunan di sana.

Namja berambut karamel itu bukan hanya mengajaknya berkeliling dan melihat-lihat dari satu toko baju ke toko lainnya. Tapi juga mengajaknya berwisata kuliner. Sungmin tidak tahu apa yang ada di dalam perut namja itu, tapi perutnya seakan tidak pernah penuh meski diisi berkali-kali.

"Aku sudah kenyang, Kyu!" kata Sungmin yang duduk di salah satu kursi di depan sebuah toko bernama Mochi Station.

Kyuhyun tidak menggubris perkataan Sungmin. Laki-laki itu tetap masuk, memilih-milih mochi berbagai warna. Namja itu membeli semua jenis mochi yang ditawarkan. Satu buah per jenis. Begitu kembali, dia membawa sekantung kertas berisi mochi.

Sungmin geleng-geleng kepala saat Kyuhyun duduk di sampingnya dengan senyum seribu watt. "Ini," Kyuhyun menyodorkannya pada Sungmin yang langsung menggeleng. "Ayolah… tidak mungkin aku bisa menghabiskan semuanya sendirian!"

"Siapa suruh beli banyak-banyak. Seperti tidak ada hari lain saja makannya," cibir Sungmin.

"Kalau di hari lain, aku pasti sibuk. Kau juga tidak akan mau kuculik lagi," canda Kyuhyun. "Tidak pernah diculik artis tampan sepertiku, kan? Sudah, buka saja mulutmu."

Sungmin membuka mulutnya dan menggigit setengah dari mochi itu, sementara Kyuhyun memakan sisa gigitannya. Sungmin mengunyahnya, merasakan rasa manis, lembut, dan kenyal yang menguasai isi mulutnya.

Tidak perduli berapa ramainya jalanan hari itu–yang sebenarnya selalu ramai kapan saja–mereka bercanda seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta. Mabuk cinta? Bukannya kedua manusia beranjak dewasa itu memang sedang dimabuk cinta?

Tangan Sungmin terangkat untuk menghapus jejak tepung di sudut bibir Kyuhyun. Mata namja idaman wanita itu hanya terpaku pada mata foxy Sungmin yang menatapnya lembut. Dia mencintai seluruh yang ada pada diri Sungmin. Semuanya tanpa terkecuali.

"Mau kemana lagi habis ini?" tanya Sungmin setelah menelan mochi terakhir.

Kyuhyun masih mengunyah, menyuruh Sungmin menunggunya hingga selesai dengan gerakkan tangan. "Ayo beli Couple-T!"

"Mwo?"

Sungmin kembali ditarik oleh namja itu memasuki salah satu toserba terkemuka di Myeongdong. Lotte Department Store. Mereka disambut ramah oleh pelayan cantik. Kyuhyun berjalan–masih dengan menggandeng Sungmin–menuju deretan-deretan baju bermodel sama dengan ukuran yang beberbeda.

"Kau serius ingin memakai Couple-T denganku?" tanya Sungmin sambil menunjuk dirinya.

Tangan Kyuhyun dengan lihai mengobrak-abrik deretan baju-baju itu. "Iya." Kyuhyun berhenti dari pekerjaannya. "Memang kenapa? Kau tidak mau?"

Sungmin tidak menjawab dan malah ikut menyibukkan dirinya di antara baju-baju lucu itu. Kyuhyun tersenyum geli melihatnya. Dia mengambil sepasang baju. "Yang ini, Min? Bagaimana?" Kyuhyun menunjukkan kaos biru muda bergambar kartun Mickey dan Minnie Mouse.

Sungmin mengeleng. Matanya kemudian menangkap Couple-T warna kuning yang dipakai mannequin. Dia tersenyum ceria. "Kyu!" panggilnya. "Ayo pakai itu!" Dia menunjuk mannequin.

Kyuhyun meneliti pakaian yang kelewat imut untuknya. Untuk Sungmin mungkin cocok. Tapi ini…

"Ayo, Kyu!" rengek Sungmin sambil memeluk lengan Kyuhyun.

Namja itu menghela napas. "Kami ambil yang itu," katanya pada pelayan yang sejak tadi mengikuti mereka sambil menunjuk pakaian berwarna kuning itu.

.

.

.

.

.

"Jangan cemberut, Kyu!" kata Sungmin sambil menjilat es krimnya. "Kau terlihat imut kok dengan baju ini."

Kyuhyun kembali memandangi baju berlengan panjang warna kuning yang melekat di badannya. Sungmin berhasil membujuknya untuk memakai baju berhoddie telinga Pikachu. Iya, kalian tidak salah dengar. Baju ini adalah baju kuning lengan panjang berhoddie yang memiliki kuping Pikachu, salah satu tokoh kartun itu.

"Seperti anak kecil saja," rutuk Kyuhyun. Bibirnya maju beberapa mili, membuat Sungmin tidak tahan untuk tidak menempelkan bibir itu pada es krim strawberry-nya. "Ya!" seru Kyuhyun.

Sungmin tertawa terbahak-bahak meliaht mulut Kyuhyun belepotan es krim warna merah muda. "Jangan manyun. Nanti tampannya berkurang."

Kyuhyun menjilat sekitar bibirnya dan menunjukkan seringai andalannya yang selalu berefek samping pada yeoja yang melelihatnya. "Jadi kau mengakui kalau aku tampan?"

"Iya," jawab Sungmin polos, "kalau kau tidak tampan, kau tidak akan memiliki fans sebanyak itu."

Dengan gemas, Kyuhyun menyentil dahi Sungmin. "Ada-ada saja, kau!" Namja itu melirik arlojinya. "Sudah hampir jam enam. Habis kau makan es krim itu, kita pulang."

"Foto stiker dulu!" rengek Sungmin menunjuk boks besar yang tidak jauh dari mereka. Tidak ada tanda-tanda Kyuhyun akan menjawab. Dengan inisiatifnya sendiri, Sungmin menarik tangan Kyuhyun memasuki boks kosong itu setelah memasukkan beberapa koin.

Kyuhyun yang awalnya ogah-ogahan dan membiarkan Sungmin memasang wajah aegyo sendiri, akhirnya ikut-ikutan Sungmin memasang wajah aegyo yang gagal. Wajahnya yang terlihat lebih tua dari umurnya semakin aneh saat mencoba memasang wajah aegyo. Sungmin tertawa terbahak-bahak melihat hasil foto mereka dalam mobil.

"Akan kusimpan ini," kata Sungmin masih memandangi foto khas anak SMA tersebut.

Langit berwarna kemerahan. Burung-burung terbang berkelompok menuju sarang mereka. Lampu-lampu jalan mulai menyala. Jalanan yang sudah padat, semakin padat karena jam pegawai perkantoran pulang kerja.

Kyuhyun mengarahkan mobilnya menuju pinggiran Sungai Han yang melewati Seoul dan bermuara di Laut Kuning. Hari semakin gelap, membuat lampu yang menghiasi Banpo Fountain Bridge terlihat indah. Ditambah lagi dengan suguhan pemandangan air mancur yang keluar dari kedua sisi jembatan itu.

"Serius, sampai sekarang rasanya masih kenyang," kata Sungmin. "Kau tidak makan dua bulan apa sampai makan serakus tadi?"

Kyuhyun nyengir. "Aku tidak terlalu nafsu makan nasi, apalagi sayur. Tapi paling suka dengan yang namanya nyemil. Makanya tadi makannya banyak," jelas Kyuhyun. "Tenang saja, kau tidak akan gemuk kalau sekali-sekali nyemil sampai kenyang seperti tadi."

"Seperti anak kecil saja." Sungmin tertawa.

"Aku kan memang yang paling kecil di SuJu," jawab Kyuhyun bangga sekali dengan posisinya sebagagi magnae Super Junior.

Setelah itu, mereka sama-sama diam, bingung ingin mengatakan apa. Kyuhyun memainkan kekasih sejatinya, PSP, sedangkan Sungmin memandangi air mancur dari jembatan itu. Kyuhyun akhirnya tidak tahan dengan keadaan seperti in, berdeham kecil.

"Hm… boleh aku bertanya sesuatu?" Sungmin memandang mata namja di sampingnya, menunggu kalimat selanjutnya. "Tipe pria idealmu seperti apa?" Sumpah, kali ini Kyuhyun malu berat menanyakannya. Dia memandang ke arah jendela sambil memegangi lehernya. "Kalau tidak dijawab, juga tidak apa-apa."

"Tipe idealku?" Sungmin berpikir sebentar. "Aku tidak pernah memberikan standar pada seseorang. Aku menyukai seseorang ya karena dirinya sendiri. Perasaan itu timbul sendirinya." Tatapan Sungmin menerawang pada langit malam.

"Kau tidak bertanya tentang tipeku?" pancing namja itu.

"Tanpa bertanya pun, aku bisa mendapatkan tipe idealmu dari internet, kan?" tanya Sungmin. "Memiliki kaki yang jenjang. Itu yang kudengar dari sebuah talk show."

"Bagaimana kalau kubilang, tipe idealku itu sepertimu?"

To Be Continue…

2.361 words

Satu chapter ful KyuMin. Bikin fic ini ngebuat saya bolak-balik buka internet nyari tempat wisata Korea. Asli, itu ngebuat saya ngiler pengen ke sana. Ada yang mau bayarin? #plak

Akhirnya saya memutuskan untuk ngebuat fic HaeHyuk setelah MLITP selesai. Entah itu bentuknya multichap atau oneshoot, lihat nanti aja.

Terima kasih untuk: Guest, desroschan, minoru, nahanakyu, Syubidubidu, Kyunny, Guest, Guest, cham", Riyu, VainVampire, Kim Ayuni Lee, Guest, Hyugi Lee, Jang Young Wook, Guest, reaRelf, Kim Soo Hyun, Cho Kyuri Mappanyukki. Dan semua yang telah membaca, fave, alert.

Published at:

Monday, July 02, 2012

09.41 A.M.

Finished at:

Monday, July 02, 2012

10.00 A.M.

Paparazzi © Kazuma House Production ® 2012