UNTIL THE END
Main Pair : YeWook
Cast : Suju Member
Genre : Romance, Angst / Tragedy
Rating : T
Warning : Gender Switch, Typos, tidak sesuai EYD, etc
Desclaimer : Cast bukan punya saya *Sigh* Tapi FF ini pure milik saya.
Preview
"Wookie, maukah kau menjadi yeojachiguku?"
Seorang yeoja menatap sedih sepasang namja-yeoja yang berada di dalam ruang musik itu.
Melangkah mundur perlahan kemudian lari menjauh dari tempat itu.
"Oppa." Hanya itu yang diucapkannya sambil diikuti isakan tangis.
Seorang namja yang berada tak jauh darinya berlari –sepertinya- mengejar yeoja itu.
Normal POV
Sebuah mobil Hyundai Santa Fe memasuki kawasan SM High School. Seorang namja tinggi berambut ikal keluar dari mobil itu. Terlihat sepertinya dia sedang berbicara dengan seseorang yang mengenarai mobil itu. Kemudian mobil itu pergi meninggalkan kawasan SM High School itu.
Kyuhyun POV
"Siapa namja itu?" "Apa dia murid baru?" "Kyaa, dia tampan!"
Ku dengar orang-orang sepertinya membicarakanku ketika kulewati lorong ini.
Ah, sudahlah tak perlu kuhiraukan mereka. Yang penting sekarang aku harus mencari Yesung Hyung.
Oh ya, perkenalkan aku Kim Kyuhyun, dongsaeng kesayangan Yesung Hyung. Aku namja tampan dan jenius. Dan suaraku tak kalah bagus dari hyung ku itu. Tentunya kalian sudah tau tentang orangtuaku kan.
Sepertinya aku terlalu asyik sendiri. Hmm.. Sekarang aku dimana ya? Jangan bilang kalau aku tersesat? Apa kata dunia kalau namja jenius sepertiku tersesat?
Kuhentikan langkahku ketika aku menemukan sebuah lapangan. Sepertinya sedang terjadi sedikit kekacauan di dalam. Ada beberapa namja dan seorang yeoja yang sepertinya sedang beradu mulut. Dan, hmm.. Bukankah itu Donghae Hyung dan Zhoumi hyung?
"Zhoumi Hyung!" Namja berambut merah itu berbalik dan berjalan kearahku. "Kyuhyun!"
"Lama tidak bertemu hyung. Hae hyung sedang apa disana?"
"Dia sedang berebutan lapangan dengan yeoja itu. Oh ya, kau beneran jadi pindah kesini?"
"Ne. Hari ini aku kesini untuk mengurus kepindahanku. Yesung hyung akan membantuku. Oh ya, hyung ku itu dimana?"
"Mungkin dia masih di kelas. Atau mungkin di ruang UKS. Atau mungkin taman belakang sekolah atau atap sekolah dan tempat-tempat sepi lainnya."
"Hyung! Berikan jawaban yang pasti." Aku mulai kesal dengannya.
"Oh iya, tadi dia kelihatannya mengantuk sekali. Mungkin dia sedang tidur di ruang UKS. Kau hanya perlu menelusuri koridor ini. Dan belok kanan disana. Ruang kau cari ada di ujung koridor itu."
"Gomawo, hyung." Aku pun melangkahkan kakiku dari lapangan itu.
Ku ikuti arah yang diberikan oleh Zhoumi hyung tadi. Kuhentikan langkahku ketika aku melihat seorang yeoja yang kukenal berdiri di depan sebuah pintu.
Beruntungnya diriku. Aku langsung menemukannya saat pertama kali aku datang ke sini.
Kuperhatikan dirinya dari jauh. Dia tidak berubah. Tetap cantik dan manis seperti dulu.
Tapi kenapa wajanya seperti itu. Seperti ingin menangis.
Kulihat dia pergi, berlari dari tempat itu. Kukejarkah? Atau kubiarkan saja?
Sudahlah, kukejar saja.
Sekilas kulihat ruangan yang pintunya sedikit terbuka itu.
"Yesung hyung. Emm.. Dengan seorang yeoja?"
Sungmin POV
Perpustakaan ini sepi seperti biasa. Aku engambil tempat duduk di dekat jendela. Agar aku leluasa melihat kelapangan.
Biasanya bila jam kosong seperti ini, namja itu bermain basket bersama teman-temannya.
Namun aku tidak menagkap sososknya di lapangan yang sepertinya sedang terjadi sedikit kekacauan itu. Sepertinya Hyukkie sedang beradu mulut dengan salah satu teman namja yang kutunggu itu.
Ah, sepertinya dia tidak bermain basket hari ini. Apa aku pergi menemui Wookie saja ya?
Normal POV
Seorang yeoja keluar dari ruangan berbau buku itu dengan semangat. Dan pergi enath kemana.
Yeoja itu berhenti ketika sampai di depan sebuah ruangan yang bertuliskan Ruang Musik di pintunya.
Yeoja itu mengintip kedalam ruangan yang pintunya sedikit terbuka itu. Seketika itu senyum manis yang tersungging di bibirnya menghilang berganti dengan tatapan kesedihan.
Butiran-butiran bening mulai membanjiri mata foxy nya dan berlomba-lomba untuk turun membasahi pipinya.
Yeoja itu pergi dari tempat itu.
"Oppa." Hanya kata itu yang mampu keluar dari bibirnya.
Sungmin POV
Disinilah aku sekarang. Taman belakang sekolah. Tempat dimana Yesung Oppa biasa menyendiri. Kusentuh pohon tempat dimana Yesung Oppa menyandarkan tubuhnya.
Air mataku tetap tak henti-hentinya membasahi pipiku.
Jangan menangis! Jangan menangis! Lupakanlah dia! Dia bagian dari masa lalu. Ya! Hanya masa lalu. Jadi berhentilah!
Flashback On -2 Tahun Lalu-
Normal POV
Sepasang namja-yeoja berbincang-bincang ringan diselingi bercandaan di meja pojok Pumpkin Café. Semua orang yang melihat mereka pasti merasa mereka adalah pasangan kekasih yang sangat serasi. Namja sipit namun tampan dan yeoja berwajah aegyo yang sangat cute.
Seorang yeoja yang berpakaian seperti seorang maid menghampiri mereka dan meletakkan semangkok Ice Cream Strawberry, Puding Coklat dan Iced Cappuccino. "Ini pesanan anda. Silahkan dinikmati."
"Gomawo." Jawab namja itu kemudian yeoja berpakaian maid itu pergi.
Dengan segera yeoja berwajah aegyo itu mengambil Ice Cream dan puding nya dan langsung memakannya.
Namja itu tersenyum melihat tingkah nya sambil menikmati Iced Cappuccino nya.
"Pelan-pelan saja Minnie." Kata namja itu sambil membersihkan sisa-sisa Ice Cream dan Coklat yang ada di sudut bibir yeoja itu dengan menggunakan tissu.
Yeoja itu langsung tertunduk malu berusaha menyembunyikan rona merah yang menghiasi pipinya. Namja itu hanya tersenyum lagi.
"Oppa.. Emm.. Oppa tau? Aku.." Kata yeoja itu sambil masih tetap menundukkan kepalanya.
"Waeyo, Minnie."
"Saranghae." Kata yeoja itu pelan hampir seperti bisikan.
Namja itu menghentikan kegiatan minumnya, pertanda bahwa dia mendengar apa yang diucapka yeoja itu.
"Aku sudah menyukai Oppa sejak pertama kali kita bertemu di acara musical itu." Kata yeoja itu lagi.
Namja itu menghela nafasnya berat. "Mianhe."
Yeoja itu mengangkat kepalanya. "Wae, Oppa?" Butiran-butiran bening mulai muncul di matanya.
"Mian, Minnie. Jangan menangis." Kata m\namja itu sambil mengusap pipinya lembut.
"Wae, Oppa?" Tanyanya lagi.
"Aku hanya menganggapmu sebagai dongsaengku, Minnie. Mian, aku tidak tau kalau kau memiliki perasaan seperti itu."
"Gwenchana." Kata yeoja itu sambil berusaha memberikan senyuman terbaiknya. "Oppa, sepertinya aku harus pergi dulu. Annyeong, Oppa."
Yeoja itu pun langsung pergi dari Café itu.
'Mian, Minnie-ah. Aku sungguh tak ingin membuatmu menangis. Tapi aku juga tak ingin membuat dongsaengku sedih. Dia mencintaimu, Minnie-ah.' Batin namja itu.
Flashback Off
Sungmin POV
Sudah dua tahun. Ya, dua tahun! Aku masih tetap tidak bisa melupakannya. Aku belajar mati-matian agar aku bisa masuk sekolah ini supaya aku bisa melihat Yesung Oppa walau dari kejauhan. Tak apa kalau dia menolakku. Tapi mengapa dia menyukai sahabatku? Haruskah aku mencoba melupakannya lagi? Tapi dulu aku sudah pernah mencobanya, namun tetap tidak bisa. Tapi, aku juga ingin mereka bahagia. Ya, aku harus melupakannya! Tuhan, kalau memang seperti ini jadinya, bantulah aku Tuhan, bantulah aku melupakan namja itu.
Greb!
Seseorang memelukku dari belakang.
"Minnie-ah. Ujimalayo."
Suara ini. Suara bass ini.
Kyuhyun POV
Akhirnya dia berhenti berlari juga. Sekarang dia hanya berdiri menatap sebuah pohon. Kulangkahkan kakiku mendekatinya. Kupeluk tubuhnya.
"Minnie-ah. Ujimalayo."
Hmm.. Dia hanya diam. Kubalikkan tubuhnya menghadapku dan kupeluk lagi.
"Ujima.. Ujima.." Kuusap lembut kepalanya. "Saranghae."
Tangisnya semakin besar. Jujur, aku malah jadi panik.
"Ujima, Minnie-ah." Kataku lagi.
Tangisnya tetap tidak berhenti. Kuputuskan untuk tetap diam saja sampai tangisnya berhenti.
Wookie POV
"Wookie, maukah kau menjadi yeojachiguku?"
Aku terdiam. Tak bisa mengucapkan apapun. Tuhan, nyatakah ini? Namja yang telah lama kucintai ini memintaku untuk menjadi yeojachigunya?
"Wookie, aku tau kau pasti terkejut. Kita baru saja berkenalan pagi ini. Tapi aku sudah merani memintamu untuk menjadi yeojachiguku."
Yesung Oppa menyentuh tanganku, menuntun nya dan menyentuhkannya pada dadanya.
"Bisa kau rasakan detak jantungku ini? Debaran ini hanya untukmu. Tak ada yeoja yang berhasil membuatku begini. Hanya kau Wookie. Sejak aku pertama kali melihatmu melompati tembok sekolah itu beberapa hari lalu, aku sudah tertarik padamu."
Hah? Tembok sekolah? Oppa melihatnya? Aish, malunya aku.
Yesung Oppa memajukan wajahnya mendekatiku.
Apa yang akan dilakukannya?
Perlahan jarak antara kami pun menghilang.
"Saranghae." Bisiknya tepat di telingaku.
"Na.. Nado.."
"Jeongmal? Gomawo Wookie." Yesung Oppa memelukku.
Tuhan, kalau ini mimpi, tolong jangan pernah bangunkan aku. Dan kalau ini kenyataan, ijinkanlah kami bersama selamanya.
Normal POV
Sepasang namja-yeoja kini sedang duduk dibawah pohon. Entah sudah berapa lama keduanya terdiam.
Akhirnya yeoja itu membuka mulutnya. "Kyu, kau tau. Aku menyukai…"
"Cukup." Potong namja itu. "Kau tak perlu mengatakannya Minnie. Aku tau."
Namja itu mengadahkan kepalanya ke atas. Walaupun namja itu berusaha menyembunyikannya, kesedihan tetap terlihat di wajahnya. Bagaimana dia tidak sedih? Yeoja yang dicintainya mencintai hyungnya sendiri dan dia baru saja menagisinya tadi.
'Pabbo! Kenapa kau bisa baru tau sekarang. Kenapa dulu kau tak pernah curiga saat dia menanyakan tentang hyung mu terus-menerus?' Batin namja itu pada dirinya sendiri.
Keheningan kembali menyelimuti keduanya.
Yeoja itu tiba-tiba berdiri. Mengepalkan tangannya dan mengarahkan ke atas.
"Aku pasti bisa melupakannya!" Teriak yeoja itu.
Namja itu tersenyum dan berdiri. "Ya, lupakanlah." Katanya.
Yeoja itu membalikkan tubuhnya. Kini namja yang mencintainya ada dihadapannya.
"Kyu.. Sekarang aku belum bisa membalas cintamu. Tapi, maukah kau membantuku melupakannya?"
Namja itu langsung memeluk yeoja itu. "Ne. Gomawo. Gomawo, Minnie."
"Ne. Kyu, sekarang kita temui Yesung Oppa. Kau mau mengurus kepindahanmu kan?"
"Ne. Kajja!"
~Skip Time~
Wookie POV
Disinilah aku sekarang. Sebuah restaurant mewah dengan suasana romantis bersama dengan namja yang sangat kucintai. Sudah tiga bulan aku menjadi yeojachigu Yesung Oppa. Diantar jemput sekolah setiap hari, kencan disetiap weekend dan tentunya saling mengirim pesan dan telponan. Kurasakan hariku semakin berwarna.
Sudah tiga bulan ini juga aku sering merasa tubuhku kaku, tidak bisa bergerak bahkan terkadang aku bisa tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan jatuh. Malah akhir-akir ini semakin sering. Tapi itu mungkin hanya karena kelelahan karena aku sibuk belajar untuk ujian semester. Tak ada yang perlu dikhawatirkan.
Oh ya, dulu aku sempat khawatir pada sahabatku, Minnie yang sepertinya sedih setiap kali aku sedang bersama Yesng Oppa. Apa dia juga menyukai Yesung Oppa? Ah, tapi sekarang itu tak penting lagi. Sahabatku ini semakin hari semakin kelihatan ceria. Mungkin karena Kyu, dongsaeng Yesung Oppa yang selalu ada disisinya. Sempat juga dulu aku menanyakan apa mereka pacaran. Minnie hanya tertunduk malu. Sampai sekarang aku tak tau status hubungan mereka.
Sahabatku yang satu lagi, Hyukkie. Sejak irsiden berebutan lapangan itu, Hae hyung sering datang ke kelasku hanya untuk sekedar mengejek Hyukkie yang berujung pada perkelahian. Walau dia tak pernah bilang, tapi aku tau sebenarnya Hyukkie ada rasa dengan Hae hyung dan begitu juga sebaliknya.
Aku senang. Sepertinya kami semua berakhir bahagia.
"Wookie chagi, kenapa kau hanya mengaduk-aduk makananmu? Apa tidak enak? Apa perlu memesan makanan yang lain?" Pertanyaan Yesung Oppa menyadarkanku.
"Ani, Oppa. Aku hanya melamun sedikit."
Yesung Oppa tersenyum padaku dan melanjutkan makannya.
Kupandangi spageti yang bentuknya sekarang sudah agak berantakan, beda sekali dengan saat tadi saat pertama kali dihidangkan. Kuambil sebuah garpu. Kulilitkan spageti itu pada garpu yang kupegang dan mengarahkannya pada mulutku.
Normal POV
"Ohok.. Ohok.."
Nmaja itu mengalihkan pandangannya kepada yeoja yang sedang tersedak di hadapannya.
"Chagi, minum dulu chagi." Disodorkan segelas air pada yeoja itu.
"Op..pa.." Katanya sambil meremas bajunya.
"Kau kenapa Wookie?" Namja itu mulai panik.
Yeoja itu tidak menjawab hanya menekan-nekan dadanya.
Namja itu langsung menggendong yeoja itu dan membawanya ke dalam mobilnya.
Dipacunya mobilnya cepat. Sambil sesekali melihat yeojachigunya yang kelihatan kehabisan nafas.
"Tenanglah, chagi. Sebentar lagi sampai. Aish, apa yang harus kulakukan?" Namja itu menangis.
Yesung POV
"Sungie!" Kedengar suara Jongsoo-ajhuma memanggilku. Kuangkat kepalaku. Kini kulihat Jongsoo-ajhuma dan Youngwoon ajhusi yang berlari ke arahku.
"Sungie, Wookie kenapa?" Tanya Jongsoo-ajhuma. Tersirat kekhawatiran yang begitu besar di wajahnya.
"Aku tidak tau. Mian, ajhuma."
"Kenapa kau meminta maaf Yesung? Bukan kau yang menyebabkan Wookie masuk ke rumah sakitkan?" Kali ini Youngwoon-ajhusi yang berbicara.
"Tapi..Tapi.." Aku tak bisa melanjutkan ucapanku. Mungkin memang bukan aku yang menyebabkan Wookie masuk rumah sakit tapi entahlah aku merasa bersalah. Aku tak bisa menjaganya.
Cleck! Pintu ruang ICU itu pun terbuka.
"Uisanim bagaimana keadaan Wookie? Dia sakit apa?" Tanya Jongsoo-ajhuma.
"Apakah anda orangtuanya?"
"Ne." Jawab Youngwoon-ajhusi.
"Dia sudah tenang sekarang. Ehm.. Begini.." Dokter itu kelihatan ragu-ragu.
"Choi-ajhusi langsung saja katakan." Selaku.
"Ehm.. Baiklah. Penyakitnya belum diketahui, masi harus menunggu hasil pemeriksaan. Tapi diagnosa sementara saya emm.. Ryeowook menderita Ataxia."
TBC..
*AuthorWiki*
Ataxia bukanlah penyakit, dan juga bukan merupakan sindrom. Ataxia adalah simtoma berupa pudarnya kemampuan koordinasi atas gerakan otot.
Annyeong!
Kelamaan ga update nya? Mianhe kalo kelamaan.
Oh ya, sepertinya semua pertanyaan terjawab di chapter ini.
Kalo soal endingnya masi belom tau gimana. Tergantung mood author. Hihihi..
Gomawo yah buat yang uda baca n review FF ini.
Mohon di review yah.
Gomawo~
Special Thanks to : kimryeowii, choi Ryeosomnia, yesungclouds, Pinksomnia8824, yjjj1121, and park min mi..
Review lagi. Ne?
