Dengan kesalpun Donghae membuka loker di sudut ruangan ini. Ia mengambil tasnya dengan sangat kasar, membuat tas di sebelahnya terjatuh begitu saja.

"Aish.." gumam Donghae kesal.

Ia pun mulai membereskan tas salah satu temannya tersebut lalu kembali memasukkannya ke dalam loker. Donghae mulai melangkah pergi namun baru satu langkah ia terhenti. Ia melihat suatu benda mengkilat tergeletak begitu saja di lantai membuatnya mengernyit bingung.

Donghae menjongkokkan tubuhnya mengambil benda yang berbentu kalung tersebut. Donghae membelalakan matanya saat memperhatikan kalung yang ada di tangannya tersebut. Kalung berwarna gold mengkilat dengan bandul berbentuk "H".

"Ini…." Gumamnya pelan.

.

.

ARE YOU REMEMBER ME,

ANCHOVY?

Present

Main Cast : Donghae X Eunhyuk

Main Pairing : HaeHyuk.,

Slight : KyuHyuk., KyuMin

Rated : T

Genre : Romance, Friendship

Warn : Boy X Boy, Yaoi, Boys Love, Typo(s), Boring, Fast plot

Disclaim : This Cast isn't Mine. But This plot is mine!

.

.

~Don't Like Don't read~

.

.


H2H

.

Donghae masih terpatung melihat benda yang ada di tangannya. Ia sangat memperhatikan kalung itu. Tidak mungkin salah, ini memang kalung miliknya. Ini kalung pemberian eomma nya untuk terakhir kalinya. Dan hanya ada pada seseorang, donghae memberikan kalung ini.

"Anchovy.." gumam Donghae. Tangan nya mulai bergetar. Apakah orang yang selama ini ia cari sebenarnya sudah berada di dekatnya? Tanpa fikir panjang Donghae berdiri, kembali membuka pintu loker mereka. Ia yakin kalung ini berasal dari tas yang tadi ia jatuhkan.

"Donghae-ya!"

Sebuah suara menginterupsi kegiatan Donghae. Ia menoleh dan menemukan Han-songsaeng tengah berdiri di ambang pintu sambil melambaikan tangannya seakan menyuruh Donghae untuk menghampirinya.

Donghae menghela nafas berat, dan mulai melangkahkan kakinya.

"Ne Hyung…" Donghae mulai menghampiri Han Songsaeng yang masih setia bersandar di ambang pintu.

"Appa mu sudah menunggu.. Kajja.." Ucap Han Songsaeng.

"Em.. sebentar Hyung.. Aku…"

Kata-kata Donghae terpotong karena Han Songsaeng telah merangkulnya lalu memaksa nya untuk berjalan menemui sang Appa yang sudah tak sabar menunggu. Donghae hanya bisa mendengus kesal, ia menoleh kearah dance room sebelum benar-benar pergi sambil meremas kalung yang masih ada di genggaman tangannya.

"Chovy.." gumamnya sendu tanpa menghentikan langkahnya karena Songsaeng telah menarik tangannya.

.

.

.

Beberapa namja berbondong-bondong memasukki Dance Room dengan wajah sedikit kecewa. Mereka langsung merebahkan tubuh mereka di ruangan yang dingin tersebut.

"Haah.. Coba Kim Songsaeng tidak mengusir kita.." umpat Minho sambil menyenderkan punggungnya di kaca ruang latihan tersebut.

"Iya,.. padahal aku belum puas berenang.." Timpal Junsu yang tengah tidur-tiduran di lantai.

"Tapi, Aku suka saat Kim Songsaeng ikut tercebur ke kolam…" Ucap Yunho sambil tertawa saat mengingat Songsaeng yang mengusir mereka dari kolam renang tersebut justru terpleset dan akhirnya masuk ke kolam.

Mendengar ucapan Yunho, member yang lainnya pun ikut tertawa saat teringat wajah Songsaeng yang memerah menahan amarah.

Namun hal tersebut tak berlaku bagi seorang namja manis yang tengah terduduk di depan loker mereka sambil mengeluarkan semua isi tasnya. Heechul yang merasa aneh dengan Eunhyuk yang terduduk lemas itu pun menghampirinya.

"Hyukkie., gwenchana?" Tanya Heechul sambil menepuk pundak Eunhyuk.

Eunhyuk hanya terdiam, matanya menatap kosong kearah tasnya yang sudah berantakan, wajahnya memucat.

Karena merasa aneh, Shindong dan Taemin juga melihat apa yang dilakukan namja manis tersebut.

"Hyung…" Panggil Taemin sambil melambaikan tangannya di depan mata Eunhyuk namun namja manis itu juga tak bergeming. Mereka bertiga pun mengernyit bingung dan saling tatap.

"Hyukkiee…." Teriak Shindong sambil mengguncangkan tubuh Eunhyuk.

"Dimana?" Gumam Eunhyuk teramat lirih membuat ketiga orang yang melingkari dirinya harus menajamkan pendengaran mereka.

"Apanya yang dimana?" Heechul semakin mengernyit tidak mengerti dengan ucapan Eunhyuk.

"Kalung ku Hyung.. hiks.." Eunhyuk terisak pelan membuat Heechul, Shindong dan Taemin terlonjak kaget dan panic.

"Yak! Yak!Kenapa menangis eoh?" Tanya Heechul lagi. Eunhyuk mulai mendongakkan kepalanya menatap Heechul dengan mata yang mulai memerah dan berair.

"Kalungku Hyung.. Kalungku tidak ada… Huwee…" Eunhyuk pun tak bisa menahan tangisnya saat Ia sama sekali tak bisa menemukan kalung yang selalu ia gunakan.

Junsu, Yunho dan Minho yang tengah bersantai pun terlonjak kaget dan langsung menghampiri Eunhyuk.

"Yak! Chulli Hyung, apa yang kau lakukan pada Hyukkie ku sampai ia menangis?" Pekik Junsu sambil mengelus punggung Eunhyuk.

Pletak

Dengan penuh rasa sayang Heechul menghadiahi Kim Junsu sebuah jitakan panas membuat namja itu meringis kesakitan.

"Kalung apa hyung?" Tanya Taemin kebingungan.

"Kalung yang biasa ku kenakan. Tadi aku melepasnya dan ku taruh di tas tapi sekarang tidak ada.. hiks.." Cerita Eunhyuk masih dengan isakan kecil.

"Ah! Kalung yang berbandul 'H' itu ya?" Tanya Junsu memastikan. Eunhyuk hanya menganggukan kepalanya.

"Aish.. kau ini.. kenapa harus dilepas?" Tanya Yunho masih dengan raut paniknya melihat Eunhyuk terisak kecil.

"Tadi, aku takut hilang jika kalung itu ku kenakan saat berenang. Jadi aku simpan di tas, tapi sekarang malah hilang.." Jawab Eunhyuk sambil mengucek matanya.

"Sudahlah.. Kita coba cari lagi ne?" Ucap Shindong sambil mengacak rambut Eunhyuk.

Eunhyuk menghentikan tangisannya, dan menganggukkan kepalanya. Mereka pun mulai mencari kalung itu keseluruh sudut ruangan.

.

.

H2H

Hari sudah mulai menggelap. Matahari telah tertidur berganti dengan bulan yang menyinari suasana gelap malam ini.

Seorang namja manis masih berjongkok di tengah ruangan dance sendirian. Pipinya menggembung dan bibirnya mengerucut. Sudah seharian ia mencari sebuah benda yang teramat penting bagi dirinya. Sebuah kalung sederhana namun sangat berharga.

Ia dan member dance lainnya telah mencari ke sudut ruangan namun hasilnya nihil. Mereka tak mampu menemukan kalung itu hingga sore. Mereka pun sekarang telah pulang ke rumah masing-masing meninggalkan namja manis yang bersikeras tinggal di tempat ini untuk mencari kalung itu lagi. Walaupun member yang lain tidak setuju namun mereka tak bisa melakukan apa pun karena namja manis ini sangat keras kepala jika sudah menyangkut kalungnya.

"Hiks.. Dimana kalung itu?" gumam Eunhyuk pelan sambil memandangi ruangan dance ini.

Ia mengehela nafas berat lalu menyenderkan punggungnya pada kaca ruang latihan. Lelah.. Tubuhnya sangat lelah hari ini.

"Fishy…." Gumamnya lagi sambil menerawang jauh ke depan.

"Mianhae… Aku menghilangkannya.." gumam Eunhyuk lagi sambil meletakan dagunya di atas lutut.

Krriiieettt….

Eunhyuk menoleh kearah pintu yang terbuka dengan tatapan malas dan letih. Ia menemukan sosok namja tinggi tengah berdecak pinggang di ambang pintu itu. Namja berambut brunette coklat itu pun masuk ke ruangan dance dan menghampiri Eunhyuk dengan langkah kesal.

"Kyu~" gumam Eunhyuk sambil mendongakan kepalanya menatap namja yang berdiri tegak di depannya.

"Kenapa masih disini?" Tanya Kyuhyun dengan nada kesal.

"Kenapa kau disini?" Bukannya menjawab Eunhyuk justru membalikkan pertanyaan Kyuhyun yang membuat namja tampan itu menghela nafas.

"Lee umma mencarimu pabbo ya.. Ponselmu tidak bisa di hubungi makanya dia menelfonku.." Jelas Kyuhyun yang hanya dibalas dengan anggukan mengerti dari Eunhyuk

"Kajja.. pulang sekarang.. Ini sudah malam.." Ajak Kyuhyun sambil menarik tangan Eunhyuk agar namja manis itu mulai berdiri. Namun Eunhyuk justru menggelengkan kepalanya.

"Aku masih mau mencari nya.. Kau pulang saja duluan.." Ucap Eunhyuk dengan nada santai tapi terkesan lemas.

"Mwo? Aku sudah jauh-jauh ke sekolah dan kau menyuruhku pergi eoh?" decak kesal Kyuhyun.

"Aku kehilangan kalungku Kyu.. Aku mau mencarinya lagi.." Ucap Eunhyuk sambil menundukkan kepalanya.

"Kalung?" Kyuhyun mengernyit bingung dengan ucapan Eunhyuk. Eunhyuk hanya menganggukan kepalanya mengiyakan.

"Ah! Kalung dari namja tak jelas itu eoh?" Cibir Kyuhyun membuat Eunhyuk menggembungkan pipinya kesal.

"Fishy itu jelas Kyu~" protes Eunhyuk.

Kyuhyun tak pernah suka jika Eunhyuk sudah membicarakan sahabat kecilnya itu. Eunhyuk memang menceritakan semua masa lalu nya pada Kyuhyun yang sudah ia anggap sebagai salah satu sahabatnya juga. Tapi Kyuhyun selalu tidak menyukai pada namja yang selalu di idolakan Eunhyuk itu, bukan cemburu, hanya saja Ia tak mau Eunhyuk terus mengharapkan namja yang bahkan tak pernah muncul lagi itu.

"Ish~ Sudahlah kajja pulang.. tak usah memikirkan kalung itu.." ucap Kyuhyun kesal sambil menarik keras tangan Eunhyuk sehingga namja manis itu pun terpaksa berdiri.

"Shireo.. Aku mau mencarinya.." Eunhyuk menghempaskan tangan Kyuhyun dengan kesal.

"Untuk apa mencarinya? Dia bukan siapa-siapa mu Hyuk.." Ucap Kyuhyun lagi.

"Dia temanku.. Dia sahabatku!" PekikEunhyuk

"Sahabat? Bahkan kau tidak tau nama aslinya kan?" cibir Kyuhyun membuat Eunhyuk menundukkan kembali wajahnya.

"lupakan namja itu.. dia tidak akan muncul lagi.. Arrasso?" Ucap Kyuhyun lembut sambil memegang kedua bahu Eunhyuk.

"Tidak bisa.. Kalau bisa, aku sudah melupakan dari dulu. Jadi jangan menyuruhku untuk melupakannya lagi." Ucap Eunhyuk tegas, lalu ia menepis tangan Kyuhyun dan langsung berjalan meninggalkan ruangan tersebut. Kyuhyun hanya bisa mendengus kesal lalu mulai mengekor di belakang Eunhyuk.

.

.

Donghae menopang dagunya dengan tangan kirinya. Ia duduk sambil menatap kaca, memperhatikan kondisi malam di luar kamarnya. Fikiran terus melayang sejak siang tadi. Tatapannya pun teralih pada kalung yang tergeletak begitu saja di meja di hadapannya. Ia memainkan kalung tersebut dengan tangan kanan. Kalung yang ia temukan di ruang dance itu, tanpa mengetahui siapa pemiliknya.

"Chovy.." gumamnya pelan.

Donghae menghela nafas berat, lalu memejamkan matanya untuk menenangkan diri.

Memory berputar pada kejadian 12 tahun yang lalu. Kenangan yang entah mengapa menjadi kenangan paling berharga dan special.

"Fishy tidak sayang Chovy,, Fishy sangat teramat sayang Chovy.. Fishy mencintai Chovy.." Ucap Fishy tepat di telinga kiri chovy membuat muka chovy memerah seketika. Chovy tidak mengerti apa maksud Fishy, Tapi kata-kata Fishy yang teramat lembut itu, mampu membuat chovy yakin bahwa fishy menganggapnya sebagai orang terpenting.

Fishy melepaskan pelukannya. Menatap mata obsidian hitam Chovy begitu tajam dan lembut.

"Saranghae.. Anchovy.." serunya menunjukansenyuman 1000 volt manisnya.

"na-nado.. nado saranghae.. Fishy…" ucap Chovy setengah menunduk, menyembunyikan wajahnya yang memerah malu. Tapi sedetik kemudian Fishy mendekatkan wajahnya ke wajah Chovy, menyapu bersih jarak di antara mereka. Ishy mengecup lembut bibir pulm cherry milik Chovy. Hanya sebuah sentuhan lembut kemudian langsung melepaskannya. Mereka saling tatap dan saling melempar senyuman.

Wajah manis itu, senyuman khas itu, bahkan rasa dari bibir pulm tipis itu masih terekam jelas dalam memory nya. Ratusan kali Donghae berusaha melupakan sosok itu namun tak pernah bisa hilang sedikitpun justru semakin jelas.

Anchovy… Walaupun ia hanya mengetahui nama itu tanpa mengetahui nama aslinya namun tidak bisa di pungkiri bahwa nama itu telah menjadi nama special dalam hati Donghae, seorang namja special dan bahkan menjadi first love namja fishy tersebut.

Donghae tersenyum, lalu mulai menggenggam hangat kalung bandul 'H' pada kalung itu. Di kecupnya bandul itu singkat.

"Kita akan segera bertemu Chovy.. Tunggulah.." ucap Donghae pelan masih terus menatap intens bandul dalam genggamannya.

.

.

.

H2H

One.. two.. three.. four.. five.. six.. seven.. eight…

Suara Songsaengnim terus memenuhi ruangan dance ini. Ia tengah memperhatikan setiap murid didiknya saat melakukan gerakan demi gerakan dance dengan teknik yang baru ia ajarkan. Ia berhitung sambil menepuk tangannya sebagai irama bagi para murid untuk terus menggerakan tubuhnya.

"Yak Minho ya, lebih semangat lagi.. Ayo." Ucap Songsaeng lagi masih terus memberikan irama sambil memberikan instruksi bagi para member dance tersebut.

Setelah 20 menit mereka melakukan dance tersebut. Sekarang Songsaeng memberikan waktu break. Semua member langsung duduk santai di lantai ruang dance yang dingin ini.

Donghae meminum ion waternya dengan santai namun ekor matanya terus memperhatikan setiap orang yang ada di ruangan ini. Namun matanya terus berpencar memperhatikan setiap tingkah dari member dance tersebut. Mulai dari Heechul hingga Taemin yang tengah berebut air dengan Minho.

Tapi tatapannya tak bisa lebah dari seorang namja yang duduk sambil menekuk lututnya dengan wajah cemberut dan sedih di sudut ruangan. Ia sedikit mengernyit melihat Eunhyuk yang biasanya membuat ruangan ini selalu ceria dengan tingkah konyolnya sekarang sedang duduk dengan wajah sedih seperti itu.

"Hae-ah.. Kajja kita ke kantin.." Ajak Shindong tapi Donghae tak bergeming sedikit pun. Shindong mengernyit bingung lalu mulai memperhatikan arah tatapan Donghae yang menuju tepat pada Eunhyuk. Shindong pun tersenyum penuh arti lalu menepuk pundak Donghae membuat namja tampan itu tersadar dari lamunannya

"E-eh? Apa Hyung?" Tanya Donghae bingung karena Shindong sudah berdiri tepat di depannya.

"Aish, aku sudah memanggilmu, tapi kau justru melamun.." ucap Shindong dengan nada di buat kesal.

"Ah, Mianhae Hyung.." Sesal Donghae.

"Kajja, kita ke kantin.. Jangan melamun disini saja.." Ajak Shindong lagi.

"Eum.. Hyung.. Kenapa Eunhyuk terlihat diam?" Donghae bangkit dari duduknya lalu bertanya setengah berbisik pada Shindong.

"Anii.. Dia sedang sedih karena kehilangan sesuatu.." Ucap Shindong sambil senyum-senyum gak jelas.

DEG

Donghae membelalakan matanya mendengar ucapan Shindong barusan. Apa mungkin kalung ini mulik Eunhyuk? Seperti itulah batinnya saat ini

"Hilang? Apa yang hilang?" Tanya Donghae hati-hati, ekor matanya memperhatikan Eunhyuk yang mulai keluar dari ruangan itu setelah namja mungil memanggilnya.

"Ahh., sudahlah.. Aku sudah lapar.." Bukannya menjawab Shindong justru merangkul bahu Donghae lalu memaksa berjalan menuju kantin. Donghae hanya bisa mendengus kesal.

"Dongie Hyung.. sebenarnya Eunhyuk kehilangan apa?" Tanya Donghae lagi saat dalam perjalanan menuju kantin.

"Hae-ah~! Hyukkie itu sudah milik seseorang…" Ucap Shindong masih menunjukan senyuman penuh artinya.

"Maksudnya?" Donghae mengernyit bingung mendengar perkataan Shindong yang lagi-lagi tak menjawab pertanyaannya.

"Tadi kau memperhatikannya terus kan? Jangan sampai kau menyukainya, Arra?" Ucap Shindong lalu berjalan lebih cepat di depan Donghae.

"Eh? Mwo?"Pekik Donghae sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan pemikiran Shindong. Jangan salah orang yang berhasil merebut hati Donghae adalah Chovy, jika Eunhyuk adalah Chovy baru ia akan menyukai namja manis itu, Mungkin seperti itu batinnya saat ini.

.

.

Kyuhyun melangkah santai di jalan sebuah taman di kota Seoul ini. Hari ini ia bolos kelas karena bangun kesiangan tadi pagi. Lebih baik tidak masuk daripada masuk hanya untuk menerima hukuman bukan?

Tapi karena tingkat kebosanan yang tinggi, akhirnya ia melangkahkan kakinya ke area taman yang tidak jauh dari komplek rumahnya. Cuaca hari ini cerah tapi udaranya tetap sejuk dan tidak menyengat panas itulah yang membuat Kyuhyun memilih taman indah yang terlihat tenang ini.

Kyuhyun duduk di sebuah kursi taman dekat air mancur lalu memejamkan matanya, menghirup udara taman yang sejuk ini.

Setelah puas ia membuka matanya lalu menatap air mancur itu dengan intens.

"Kenapa hidupku jadi membosankan begini? Haahh.." Gumam Kyuhyun pelan hanya pada dirinya sendiri.

"Apa tidak ada yang menarik?" Lanjutnya lagi sambil terus menatap kosong kearah air mancur.

Tatapan mata Kyuhyun beralih saat menangkap sosok namja yang tengah berdiri lumayan jauh dari tempatnya duduk. Namja itu tengah asyik memfoto keadaan taman dengan kamera SLR yang ada di tangannya.

Namja yang sangat imut. Namja berambut blonde yang di tutupi dengan topi abu-abu nya. Kemeja baby blue beserta rompi putih itu membuat kesan casual dan imut melebihi seorang yeoja.

Kyuhyun tersenyum saat memperhatikan namja yang sedang tertawa senang sambil terus membidikan kameranya pada objek-objek yang menarik.

Namja imut it uterus berjalan sehingga jaraknya dengan Kyuhyun semakin mendekat. Namja imut itu berhenti saat tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata Kyuhyun. Mereka berdua saling terdiam masih saling tatap selama beberapa saat.

Tiba-tiba Namja imut itu memiringkan kepalanya lalu menunjuk Kyuhyun yang masih duduk santai.

"Eh? Kau kan yang menabrakku waktu itu?" Ucap Namja imut itu. Sekarang giliran Kyuhyun yang mengernyit bingung, ia bangkit dari duduknya lalu berhampiri namja itu. Kyuhyun mencondongkan tubuhnya, menatap wajah imut itu dari dekat.

"Mw-mwo?" Tanya Namja imut itu tergugup saat Kyuhyun memperhatikan wajahnya dari jarak sedekat itu.

"Ah! Aku ingat.." Kyuhyun menegakan tubuhnya lalu menjentikan jarinya seakan mengingat sesuatu, lalu ia kembali menatap namja yang tengah kebingungan itu sambil tersenyum.

"Kau.. Agasshi yang ku menabrakku dan hampir membuat PSP ku terjatuh, benar kan?" Tanya Kyuhyun sambil menunjuk namja itu dengan telunjuknya.

"Yak! Sudah ku bilang, aku bukan yeoja! Aku Namja!" Pekik namja imut itu dengan tatapan kesal pada Kyuhyun.

Kyuhyun pun terdiam memperhatikan tubuh seseorang yang berdiri di hadapannya ini dengan teliti, dari atas hingga bawah. Ia lalu mengelus dagunya sambil menganggukan kepalanya.

"Iyasih.. kau namja.. tapi wajahmu tak cocok jadi namja, agasshi.." Ucap Kyuhyun sambil menunjukan cengirannya.

Pletak

Satu jitakan 'panas' mendarat sempurna di pucuk kepala Kyuhyun.

"Yak! Kenapa memukulku?" Pekik Kyuhyun sambil meringis kesakitan.

"Jangan memanggilku agasshi.." Bentak namja imut itu sambil mengerucutkan bibirnya kesal tapi terlihat semakin imut dan manis di mata Kyuhyun. Kyuhyun pun tersenyum tipis saat melihat itu.

"Lalu aku harus memanggilmu apa?" Tanya Kyuhyun dengan wajah innocent nya.

"Itu.. Ah, aku Lee Sungmin.. jadi jangan pernah memanggilku agasshi lagi.. Aish, kenapa aku bisa bertemu dengan orang menyebalkan seperti mu lagi.." ucap Sungmin panjang lebar membuat Kyuhyun tertawa kecil.

"Yak! Kenapa tertawa?" Bentak Sungmin lagi saat melihat Kyuhyun yang tertawa kecil.

"kau memang bukan yeoja.. tapi sikapmu jadi seperti yeoja jika berbicara panjang seperti itu.." jawab Kyuhyun sambil menahan tawanya. Mendengar itu Sungmin semakin menekuk wajahnya kesal.

"Ah, Mianhae.. aku Cho Kyuhyun.." Ucap Kyuhyun sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum manis. Sungmin hanya menatap wajah Kyuhyun dan tangan namja itu bergantian dengan tatapan ragu, namun sedetik kemudian ia mengulurkan tangannya dan menjawab tangan itu. Mereka berdua pun saling melempar tatapan dan senyuman yang manis.

.

.

.

H2H

SM Art School telah terlihat sepi. Langit telah memerah, menandakan matahari akan mulai menghilang. Para murid SM Art School ini telah kembali pulang ke rumahnya masing-masing, menyisakan penjaga sekolah yang akan menjaga sekolah ini sepanjang malam.

Donghae memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah yang telah sepi. Ia harus kembali ke sekolah ini setelah sampai di rumah karena ipod kesayangan tertinggal di ruang latihan. Dengan langkah malas ia keluar dari mobil dan berlari kecil menuju gedung sekolahnya.

"Aish.. Donghae pabboya.." Rutuk Donghae pada dirinya sendiri saat dalam perjalanan menuju ruang latihan dance. Walaupun ini masih sore, tetapi ruangan di sekolah ini sudah terlihat gelap, sepi dan menakutkan.

Hei, Donghae tidak percaya adanya hantu atau makhluk halus namun suasana seperti ini tetap membuatnya bergidik ngeri. Ia tidak suka dengan suasana sepi dan gelap. Donghae pun mulai melangkah cepat menuju ruang latihan yang berada di lantai 3 itu.

Langkahnya terhenti beberapa meter dari pintu ruangan dance setelah mendengar suara music yang mengalun indah di ruangan tersebut. Ruangan tersebut sudah gelap, tapi kenapa ada suara music? Ia menelan ludahnya susah sambil mengeratkan jaketnya sampai ke leher.

Ia melangkah ragu menuju depan pintu ruang music tersebut. Tangannya menjulur memegang knop pintu.

"Aish~" umpat Donghae pelan sambil harap-harap cemas semoga tidak ada yang muncul saat ia membuka pintu tersebut.

Kriieett…..

Pintu terbuka sempurna memperlihatkan ruang latihan yang cukup luas tersebut.

Gelap.. Tapi ada 1 lampu yang menyala di sudut ruangan tersebut. Di ruangan ini ada 5 lampu yang menerangi keseluruhan ruangan, dan hanya ada satu yang menyala saat ini. Alunan music semakin terdengar jelas. Donghae menyipitkan matanya saat menangkap sosok yang tengah bersender di kaca sambil menenggelamkan wajahnya di lutut yang ia tekuk.

Dengan sangat hati-hati Donghae menghampiri sosok tersebut. Ia berdiri tepat di depan namja itu.

"Hyukkie.." panggilnya pelan pada namja berambut hitam tipis halus tersebut.

Eunhyuk pun mulai mengangkat wajahnya, mendongakkan kepalanya melihat siapa yang memanggilnya. Donghae terlonjak kaget saat melihat wajah Eunhyuk yang di basahi dengan air mata tersebut. Ia pun langsung menjongkokkan dirinya menyetarakan tinggi mereka, menatap Eunhyuk dengan tatapan khawatir dan cemas.

"Hyukkie, gwenchanayo?" Tanya Donghae sambil menyentuh pundak kanan Eunhyuk yang masih menatapnya dengan isakan kecil. Namun sedetik kemudian, Eunhyuk langsung memeluk tubuh namja tegap yang ada di hadapannya itu. Donghae hampir terjungkal ke belakang karena tak siap menerima pelukan tiba-tiba dari Eunhyuk tapi Ia pun mulai mengelus punggung Eunhyuk juga rambut halusnya.

"Ssst.. Uljima.." bisik Donghae berusaha menenangkan.

Entah mengapa, keduanya merasa nyaman dengan pelukan tersebut. Eunhyuk menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Donghae, membuat kemeja yang di kenakan namja tampan itu menjadi basah oleh air matanya. Donghae pun mulai membalas pelukan itu dan mengeratkannya.

"Hae-ya.." ucap Eunhyuk dengan suara parau nya.

"eum.. uljima hyukkie.." bisik Donghae lagi, tangisan Eunhyuk pun semakin mereda.

Setelah merasa tenang, Eunhyuk pun melepaskan pelukannya lalu menatap wajah tampan Donghae yang tengah tersenyum manis padanya.

"g-gomawo.." ucap Eunhyuk pelan sambil menundukkan wajahnya, menyembunyikan rasa malunya.

"kau baik-baik saja?" Tanya Donghae dengan nada cemas. Eunhyuk hanya menganggukan kepalanya. Donghae tersenyum dan mengelus pucak kepala Eunhyuk membuat namja manis itu semakin tersipu malu.

"Mianhae.." ucap Eunhyuk masih sama pelannya.

"Mwo?" Tanya Donghae bingung.

"Bajumu.. bajumu basah karena aku… Mianhae.." Ucap Eunhyuk sambil menatap Donghae penuh sesal.

"Hahaha.. Gwenchana.. aku kira apa.." Donghae tertawa kecil mendengar ucapan Eunhyuk membuat namja manis itu ikut tersenyum lega.

"lalu kenapa disini sendirian eum? Kenapa menangis?" Tanya Donghae sambil menatap Eunhyuk lembut.

"I-itu.. tidak apa-apa.. Aku hanya mencari sesuatu yang masih belum bisa ku temukan.." jawab Eunhyuk sambil tersenyum miris.

"Apa itu? Apa itu berharga sampai kau menangis eum?" Donghae masih bertanya penuh selidik.

"ne.. itu sangat berharga bagiku.. benda itu yang selalu memberikanku semangat.." cerita Eunhyuk sambil menatap kosong lantai ruang latihan ini. Donghae hanya terdiam namun jantungnya tengah berdetak dengan sangat cepat, hatinya sangat yakin bahwa orang yang selalu ia cari adalah namja yang berada di hadapannya ini. Donghae memperhatikan setiap lekukan wajah Eunhyuk.

"Benda apa?" Tanya Donghae saat Eunhyuk tidak melanjutkan cerita nya dan memilih diam.

"sebuah kalung.." ucap Eunhyuk dengan nada pelan.

DEG

'Chovy' Batin Donghae terus menyebutkan nama itu berulang kali, dada nya semakin sesak. Mata Donghae membulat, dan nafasnya memburu.

Setelah sekian lama, akhirnya.. Ia bisa bertemu dengan Anchovy nya?

"Hae, gwenchana?" Tanya Eunhyuk sambil memiringkan kepalanya saat melihat Donghae mematung dan menatap dirinya dalam diam.

"Apa ini yang kau cari?" Tanya Donghae dengan hati-hati sambil mengeluarkan sebuah kalung yang ia kenakan dan menunjukannya di pada Eunhyuk.

Eunhyuk membelalakkan matanya melihat kalung berbandul 'H' yang memang tengah ia cari kemana-mana. Kalung yang sangat berharga.

"Hae~! Dimana kau menemukan kalungku?" Eunhyuk terlonjak senang,langsung memegang bandul kalung yang masih Donghae berbinar melihat kalung itu tidak benar-benar hilang.

"Ini.. Ini kalungku Hyukkie…" ucap Donghae pelan masih menatap tajam iris hitam Eunhyuk.

Eunhyuk mengernyit bingung dengan ucapan Donghae namun sedetik kemudian ia mengerucutkan bibirnya.

"Aish, itu kalungku Hae.. Kajja lepaskan.. Gomawo, telah menemukannya.." Ucap Eunhyuk seraya memerintah Donghae melepaskan kalung itu. Donghae pun melepaskan kalung itu. Eunhyuk langsung menyambarnya dengan wajah berseri.

"Darimana kau mendapatkannya?" Tanya Donghae memastikan. Ia hanya ingin memastikan bahwa namja didepannya ini adalah anchovy nya yang dulu. Eunhyuk menggembungkan pipinya kesal melihat Donghae yang masih memeganggi bandul kalung yang ia pegang itu.

"Aish, Hae.. lepaskan.. kau tidak perlu tahu darimana aku dapat ini, yang jelas ini milikku.." Ucap Eunhyuk kesal, lalu langsung melepaskan bandul kalung ini dari tangan Donghae dan langsung memakai kalung itu kembali.

"Tapi itu milikku.. Itu hadiah terakhir yang di berikan ummaku.." Ucap Donghae masih menatap wajah manis didepannya ini. Berusaha membuat namja manis itu menceritakan asal kalung itu, memastikan bahwa ia benar-benar seorang Anchovy.

"Mwo? Kau ini bicara apa sih?" Eunhyuk pun mulai bangkit dari duduknya saat Donghae menatapnya intens, ia sudah risih dengan tatapan dan setiap pertanyaan Donghae. Eunhyuk pun melangkahkan kakinya hendak meninggalkan ruangan ini.

"Anchovy…"

Namun, langkah Eunhyuk terhenti saat suara lembut menyebut sebuah kata yang sangat simple tapi mampu membuat Eunhyuk membelalakan matanya. Jantungnya berdetak sangat kencang, hingga namja manis ini memeganggi dadanya. Secara perlahan Eunhyuk membalikkan tubuhnya, mendapati Donghae yang berdiri tegap masih di tempatnya yang tadi. Donghae menatap wajah Eunhyuk yang memucat lalu tersenyum sangat manis.

"Apa kau benar-benar Anchovy?" Tanya Donghae dengan nada lembut membuat Eunhyuk menggigit bibir bawahnya.

"Apa kau mengingatku, Chovy?" Tanya Donghae lagi. Eunhyuk hanya terdiam mematung, menatap Donghae dari atas hingga bawah, memperhatikan setiap lekukan wajahnya, memperhatikan senyuman manis itu.

'Fishy?'

Eunhyuk hanya bisa menyebutkan nama itu dalam batinnya. Ia masih tak mempercayai bahwa sosok di depannya ini adalah Fishy nya. Mereka pun masih saling tatap, melihat kedalam iris mata masing-masing berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

.

.

~TBC~


Annyeooongg~!

Masih ada yang mengingat Fic ini? Hehehe…

Mianhae, Hye tau ini updet sangaattt lamaaaa…. Jeongmal Mianhae *deep bow*

Masih adakah yang membaca Fic ini? Hehehe

Yesungdah….

Jeongmal Gomawo buat semua Readerdeul yang masih menunggu fic ini.. ^^

Gomawo *Bow

Mind Riview this Chap?

RnR please~!^^

Special Thanks to :

Haehae, Anchovy, kenza Reehyukie, ayakyu, MinKaHyuk, dhianelf4ever, anchofishy, Anonymouss, Rachma99, ressijewelll, cosmojewel, HaeHyuk Jjang, Kamiyama kaoru, Cho Miku, Jaylyn Rui, Han Haneul, park ji hyun, myfishychovy, HaeHyukAddicted, And All who call 'Guest'