SUPER JUNIOR
Present
DREAM HIGH
*Edition*
Summarry : Setiap Orang pasti memiliki 'Dream High' untuk masa depannya bukan? Dan untuk mencapai Dream High tersebut tidaklah mudah. Kerja keras, Semangat, Perjuangan, Persaingan, dan Air mata pasti akan kita rasakan. Persaingan yang sengit bahkan hingga menjadi permusuhan demi meraih Dream High masing-masing. Tetapi, bagaimana jika Dream High yang akan di capai justru Menyatukan kita dengan para pesaing kita nantinya?
Main Cast : All Super Junior's Members
OFFICIAL PAIRING
WITH
SLIGHT CRACK PAIRING
Rated : T
Genre : Romance, Humor, Hostility, Friendship, School Life
Warn : Boy X Boy, Yaoi, Typo(s), Failed Humor, Boring
~Don't Like Don't Read~
Annyeoong~~!
Hye kembalii.. hehe
Adakah yang menantikan? *tidak ada T_T*
Hahhaa..
Yesungdah.. Silahkan langsung di cicipi (?)...
Enjoy Reading~!
§J*DH
Sebuah latunan lagu terdengar sangat merdu di sebuah ruangan. Membuat orang-orang yang melewati ruangan tersebut berdecak kagum bahkan hingga menutup matanya berusaha menikmati suara indah yang terdengar. Belum lagi suara petikan gitar yang sangat lembut mengiringi suaranya yang merdu. Membuat sebuah harmonisasi yang sangat indah untuk di dengar.
Ya, di dalam ruangan yang yang bertulisan "Music's Room" tersebut ada seorang namja imut bermata kelinci sedang mengalunkan sebuah lagu di iringi suara indah dari gitar. Lee Sungmin. Seorang namja imut yang mampu melelehkan semua seme dengan aegyo tingkat dewanya juga dengan suara indah nan tinggi itu. Ia tengah memejamkan matanya menghayati setiap lyric yang ia nyanyikan, sedangkan jari-jari nya menari pada senar gitar dengan begitu indahnya.
gwireul makgo geudaereul deureobonda
du nuneul gamgo geudaereul geuryeobonda
geudaen heulleoganneunde geudaen jinaganneunde
imi japhil su jochado eomneun gieok sogeseo
nan meomunda… nan meomunda…
saranghaetdeon gieokdeuri nareul gajigo nonda
dasi han beon One more time
ireoke kkeutnandani mideul suga eomneun geollyo
gojak i jeongdoro geu su manhatdeon yaksokdeureun eotteoke eotteoke
Krriieettt…
Hingga sebuah suara menginterupsi nyanyiannya. Pintu ruangan music itu terbuka, memperlihatkan sosok namja tampan tinggi, berkulit putih pucat dengan rambut brunette berwarna dark brown. Ia masih berdiri di ambang pintu, memperhatikan sosok imut sungmin yang sepertinya mulai membuka matanya saat menyadari ada orang yang memasuki ruangan. Sungmin mulai mengalihkan pandangan ke ambang pintu. Selama beberapa saat mereka saling bertatapan dalam diam. Sedetik kemudian Sungmin sadar siapa orang berdiri di ambang pintu yang tengah mengganggu nyanyiannya. Cho Kyuhyun… Sungmin langsung merubah raut wajahnya malas.
"Sedang apa kau di sana?" Tanya Sungmin dengan nada malas.
"Aku ingin berlatih. Jangan bilang kau lupa ini adalah ruangan music. Pertanyaan mu benar-benar bodoh Lee Sungmin.." jawab Kyuhyun dengan nada mengejek seraya mendekat kea rah Sungmin.
Sungmin hanya bisa menghela nafas panjang. Ia mulai memasukan gitarnya ke dalam tas gitar, bersiap untuk meninggalkan ruangan ini.
"Wae sunbae? Kau terlihat lemas hari ini?" Tanya Kyuhyun lagi sedikit menggoda.
"Aku sedang tidak ingin adu mulut denganmu. Pakai saja ruangan ini sesuka hatimu.." Jawab Sungmin dengan nada ketus sambil berjalan hendak meninggalkan ruangan. Namun langkahnya terhenti saat lengan Kyuhyun memegang lengan Sungmin. Mendekatkan tubuhnya seakan memeluk tubuh imut hanya terdiam, ia sudah terlalu malas menanggapi tingkah konyol yang di tunjukan adik kelasnya itu.
"kau.. terlihat tambah imut jika sedang marah.. Hyung.." bisik Kyuhyun tepat di samping telinga kiri Sungmin lalu meniupnya sedikit berusaha menggoda.
Sungmin langsung menghentakan tubuh Kyuhyun sehingga tubuhnya sedikit mundur ke belakang. Tanpa berkata apa pun, Sungmin langsung meninggalkan ruangan tersebut, meninggalkanKyuhyunyang masih bersmirk ria.
Blam..
Pintu tertutup.. Kyuhyun masih memandangi bayangan sungmin di pintu tersebut, Sedetik kemudian kembali seringai mengerikan atau err~ mungkin seringaian pervert ia tunjukan.
"Mainanku tambah imut saja.." gumamnya pelan sambil terkekeh.
Hei, jangan kira seorang Evil Kyuhyun sedang mengejar-ngejar seorang Lee Sungmin. Jangan kira Kyuhyun menyukai bahkan mencintai namja imut kelinci tersebut. Jangan samakan Kyuhyun dengan pangeran china kita Han geng yang mengejar Cinderella korea Heechul, ia sangat berbeda. Kyuhyun menyukai Sungmin. Ya, Ia menyukai sungmin sebagai sebuah mainannya. Kyuhyun hanya senang melihat Sungmin yang terkadang tersipu malu atas gombalannya, terkadang juga sangat marah, menurutnya itu lucu dan sangat menarik. Salahkan evil yang berada dalam dirinya yang tak luluh melihat prince of aegyo kita, atau mungkin.. belum?
Sungmin POV
Ku hentakan kakiku dengan kesal menuju Asrama. Mood ku yang tadi sangat bagus mendadak menguap begitu saja. Bertemu dengan maknae evil membuat mood ku buruk seketika. Selalu seperti ini. Sejak aku menjadi mentornya setahun yang lalu, membimbingnya sebagai hobae ku. Jangan kira aku melakukannya dengan senang hati, aku melakukan itu karena paksaan kim songsae. Awalnya sikap anak itu manis, tetapi saat ia resmi bergabung dengan Pearl, sikapnya berubah. Sikapnya menjadi sangat kurang ajar, seenaknya menggodaku. Aku benci saat ia mulai menyeringai licik. Dan aku sangat yakin itu pengaruh dari anak-anak pearl bodoh itu.
"Aiisshhh…." Teriakku kesal sembari mengacak-acak rambut soft blonde ku.
"Hyung, kau sudah gila eoh?" ucap sebuah suara. Aku langsung menoleh dan menemukan sosok namja ikan tepat di belakangku.
"Yak hae! Kenapa berdiri di belakangku?" Tanyaku sedikit kesal.
"Aku sudah berteriak memanggilmu sejak di gerbang asrama Hyung, tapi kau tetap berjalan kesal sambil mengacak rambutmu.. tsk.." jelas Donghae panjang lebar membuat ku menghela nafas panjang lagi.
"Mianhae hae.. aku tak mendengarnya.." ucapku menyesal.
"Ne, waeyo hyung? Ada yang membuatmu kesal ne?" Tanya Donghae.
"Ne.." ucapku singkat. Kami telah berjalan kembali menyusuri lorong bergaya modern minimalis di asrama kami. Menuju lantai 2 kamar kami..
Ah., kalian belum mengenal asrama kami ne? Mungkin aku bisa menjelaskannya sedikit.
Asrama kami berada tepat di belakang SM Art School, hanya sekitar 5 menit menuju sekolah. Asrama yang cukup besar. Setelah kau melewati gerbang utama Asrama, kau akan di sambut oleh pemandangan perkarangan yang sangat luas. Mungkin bisa di bilang sebagi kebun dengan lorong beratapkan tanaman merambat, mengantarkan kita ke depan pintu besar asrama. Asrama yang terdiri dari 5 lantai ini menampung semua murid dari SM Art School. Tidak ada pemisahan kelas di sini, tidak ada pemisahan angkatan juga. Semua berbaur menjadi satu. Di lantai 1 hanya terdapat ruang makan yang sangat luas, mampu menampung seluruh siswa di asrama ini. Setiap hari akan ada koki yang cukup professional menyediakan makanan-makanan lezat untuk kami. Jam makan pagi adalah jam 7, sedangkan makan malam adalah jam 6. Jika para siswa telat dari jam itu, maka jangan salahkan kepala koki tidaka akan memberikanmu makan.. Begitu pula dengan jam malam para siswa nya. Jam 9 gerbang utama asrama akan di tutup. Jam 11 adalah waktu paling telat siswa untuk memasuki kamarnya untuk tidur. Di sini di tuntut disiplin waktu yang cukup tinggi.
Lalu di lantai 2-4 adalah ruangan kamar. Setiap kamar terdiri dari 2 orang, dan setiap tahun kamar akan di rolling demi mendekatkan para siswa nya, tapi untuk tahun lalu pembagian kamar bebas, kami boleh memilih teman sekamar kami. Dan sekarang aku sekamar dengan Yesung Hyung. Entahlah bagaimana pembagian kamar di tahun ini. Dan terakhir lantai 5 adalah ruangan multifungsi. Di gunakan para siswa untuk melakukan hobinya. Terdapat ruang dance, music room, library, audio visual, gym, bahkan swimming pool pun tersedia di lantai atas asrama ini. Jangan lupakan bagian belakang asrama ini. Terdapat taman belakang yang cukup luas indah. Ada 2 lapangan di sini, lapangan basket dan lapangan sepak bola. Juga ada danau buatan yang menambah keindahannya. Itulah bayangan mengenai asrama kami. Aah, ini adalah asrama para namja. Asrama para yeoja ada di depan sekolah, jaraknya lumyan jauh dari asrama ini.
Aku dan Hae akhirnya tiba di depan kamar 241, kamarku dan Yesung Hyung. Donghae member salam padaku lalu melanjutkan langkahnya menuju kamarnya dengan Leeteuk Hyung,
Aku memasuki kamarku, ku edarkan pandanganku mencari sosok Yesung Hyung yang sepertinya belum pulang. Kamar ini cukup besar. Setiap kamar pasti memilki kamar mandi di dalamnya. Lalu, Ada 2 buah single bed yang saling bersebelahan. Meja nakas kecil yang berada di samping single bed kami. ada 2 meja belajar yang lumayan besar di depan single bed kami menghadap kea rah jendela besar. Di sini juga di sediakan sebuah sofa dan meja kecil yang memisahkan 2 single bed tersebut. Lemari 2 pintu yang berada di pojok ruangan. Bersebelahan dengan kulkas kecil.
Aku melemparkan begitu saja tas ku ke sembarang arah, dan meletakan gitar kesayanganku dengan pelan di meja belajarku. Lalu aku pun melemparkan tubuhku ke atas bed empukku. Lelah sekali hari ini. Aku memejamkan matanya sejanak, dan tanpa sadar kesadaranku mulai hilang.
Sungmin POV End
§J*DH
Terlihat beberapa orang baru saja keluar dari ruang osis. Ya, sepertinya mereka baru menyelesaikan rapatnya. 2 namja cantik keluar dari ruangan tersebut.
"Chulli.. sudahlah, jangan emosi lagi,.." ucap Leeteuk menenangkan Heechul yang terlihat kesal dan marah.
"Aish., jungsoo ya, bagaimana pihak sekolah berlaku menyebalkan seperti itu? Mereka sudah mengatur kita di sekolah dan sekarang mereka mau memperluas kekuasaan mereka di asrama? Kita akan tambah seperti di dalam penjara… Aisshh…" Cerocos Heechul panjang masih dengan nada kesal dan muka di tekuk
"Arrasso., Tapi kita juga tak bisa berbuat apa-apa. Sekolah memang punya kuasa.." ucap Leeteuk lagi.
"Pengaturan asrama selalu di serahkan kepada pengurus utama asrama, tapi sekarang? Sekolah yang akan turun tangan? Apa mereka tak punya kerjaan lain.." ucap Heechul lagi.
Sepertinya 2 namja cantik ini sedang mengeluarkan kekecewaannya pada sekolah yang akan mengambil alih kuasa di asrama. Dan akan menghapuskan sistem pengurus utama asrama, dan itu artinya akan banyak peraturan yang akan berubah.
"Sudahlah.. Tidak usah memikirkan asrama lagi.. Kita harus lebih focus ke study kita. Kita sudah tingkat 3, kita harus segera debut.. Arrasso chulli-ah?" ucap Leeteuk bijak membuat Lord of Evil kita diam seketika mencerna setiap kata-katanya, lalu mulai menganggukan kepalanya mengerti.
Mereka berdua mulai menyusuri lorong sekolah yang telah sepi, bisa di pastikan sekarang para penghuni sekolah telah pindah ke asrama mereka. Tapi langkah mereka terhenti saat melihat 2 sosok namja di depan sana, sedang berjalan berlawanan arah dengan Leeteuk dan Heechul. Membuat mood Heechul yang sudah mulai tenang kembali meluap lagi.
""Wah, beruntung sekali kita bertemu dengan sosok Angel dan Cinderella jadi-jadian di sini.. Membuat lorong ini tambah menjadi suram.. ckck.." ucap seorang namja yang sudah berada di depan Leeteuk dan Heechul. Seorang namja kekar, dengan muka maskulinnya sedikit mirip raccoon (?) dengan nada mengejeknya.
"Yak Racoon Jelek! Kau yang membuat lorong ini suram…" bantah Heechul.
Ya, Kangin dan Han geng yang berada di depan 2 namja cantik kita. Terjadi pertemuan sang ketua dan wakil dari kedua kelompok tinggi sekolah? Sungguh hal yang sangat jarang terlihat.
"Haha.., lucu sekali Cinderella jadi-jadian.." ejek Kangin lagi membuat Heechul mulai murka. Sedangkan Han geng? Dia hanya terdiam di samping Kangin, jujur Ia tak suka dengan perkataan kangin yang telah menghina Cinderella cantik pujaannya. Siapa yang akan rela jika putrid cantikmu di hina? Tapi Han geng masih bisa mengontrol emosinya, ia hanya mengepalkan tangannya sambil memperhatikan wajah Heechul yang merah padam menahan amarah.
"Sudahlah chulli, tak ada gunanya meladeni mereka.." cegah Leeteuk memegang lengan Heechul yang hampir memukul Kangin. Kangin hanya tersenyum meremehkan. Leeteuk mendekati Kangin, tepat berdiri di depannya. Menatap mata obsidian hitam itu tajam.
"Senang sekali mendapat pujian mu kangin-ah., tapi lebih baik kau urus kelompokmu yang menurun itu. Ingat Sapphire telah memegang 1 peringkat di atas Pearl saat ini. Jadi bersiaplah untuk di permalukan." Kata Leeteuk dengan sangat lirih tapi masih sanggup di dengar dengan jelas, masih dengan tatapan tajam itu lalu ia tersenyum, menunjukan senyuman angel yang mematikan itu, senyum sangat manis tapi terkesan licik. Setelah mengatakan itu, Leeteuk melewati Kangin yang masih mematung begitu saja. Melihat itu Heechul menunjukan senyuman lord evilnya.
"Apa lihat-lihat?" bentak Heechul saat mendapati Han geng yang memperhatikannya. Lalu langsung pergi begitu saja menyusul Leeteuk.
DEG
'Senyuman itu.., manis sekali.. Sungguh sangat manis jika di lihat dari dekat..' batin Kangin. Oh, rupanya Racoon itu mematung karena melihat senyuman angel kita eoh? Dengan cepat Kangin menggelengkan kepalanya mengusir pikiran aneh dan konyol barusan.
"Kangin-ah., gwenchana?" Tanya Han geng yang bingung saat Kangin menggelengkan kepalanya.
"A-ah.. gwenchana hyung.. Kajja, kepala sekolah menunggu kita.."
Angin berhembus sangat sejuk di tepi danau belakang asrama namja SM Art School itu. Belum lagi pemandangan danau yang teramat indah. Air danau terlihat berkilau karena pantulan dari sinar matahari yang tengah memerah dan berusaha untuk kembali tidur setelah 1 hari menerangi bumi. Sangat indah dan romantic. Dan 1 hal lagi yang membuat tempat itu akan menjadi sangat romantic.
Sebuah lantunan nada nan melengking keluar dari sebuah biola, mengalun begitu lembut dan menenangkan hati. Seorang namja mungil berpipi chubby dengan sangat mahirnya menggesekan bow nya. Teknik-teknik sulit ia lakukan, membuat biolanya mengeluarkan harmonisasi yang lebih indah. Ia Memejamkan matanya menikmati setiap suara yang ia mainkan. 1 lagu, 2 lagu., sudah 3 lagu ia mainkan tanpa merasa lelah sedikitpun. Hingga akhirnya ia menyelesaikan permainannya, tersenyum begitu puas dengan permainannya.
"Indah.." ucap seseorang.
Violinist pipi chubby yang pasti kita sudah tau bernama Henry itu langsung menoleh., Mendapati seekor koala merah sedang bertengger di atas pohon. #Eh?
Sang namja yang memiliki tinggi di atas rata-rata itu sedang asyik menikmati desiran angin di atas pohon di belakang Henry, dan tentu saja menikmati setiap permainan henry sejak awal.
"Yak! Kenapa kau di sana? Kau memata-matai ku eoh?" Bentak Henry sambil menggembungkan pipinya yang memang sudah bulat kenyal menjadi lebih bulat imut.
Zhoumi langsung terjun begitu saja dari atas pohon dan mendarat dengan sangat mudah tanpa luka sedikitpun. Zhoumi menghampiri Henry yang masih kesal permainannya di saksikan secara illegal itu pun mundur beberapa langkah. Zhoumi mendekat lalu dengan seenaknya mencubit pipi Henry, menyebabkan sang empunya meringis kesakitan.
"Aku ini sunbae mu, bersikaplah lebih sopan mochi…" ucap Zhoumi masih tak melepaskan cubitannya pada pipi Henry dengan gemas, walaupun tangan henry yang mungil sejak tadi memberontak meminta Zhoumi melepaskannya.
"uwntwuk awpwa awkwu hwar…"
"Kau bicara apa mochi? Aku tak mengerti." Ucap Zhoumi memotong ucapan Henry yang tak jelas. Entah tenaga darimana, Akhirnya Henry menghempaskan tangan Zhoumi yang tidak main-main mencubit pipinya. Ia mengelus-elus pipinya yang pasti sudah memerah, memandang sang koala dengan tatapan kesal. Tapi malah dib alas dengan cengiran 1000 volt oleh sang koala.
"Aish., kau sunbaeku tapi tingkahmu sama seperti anak tk…" ucap Henry dengan nada tinggi.
"Jinja? Ah.., Itu karena aku sedang bersama seseorang anak playgroup saat ini" ucap Zhoumi, Henry sedikit mengernyit bingung. Tapi akhirnya ia mengerti dan teriak begitu kesal di depan Zhoumi membuat zhoumi hanya terkekeh.
"Tak ada gunanya aku meladeni koala merah aneh tiang listrik sepertimu., Ish…" Ucap Henry kesal lalu menghentakan kakinya ke tanah, pergi begitu saja sambil memeluk biola nya. Melihat itu Zhoumi tambah tersenyum lebar.
"Cih, sekarang siapa yang ke kanakan eoh?' Gumam zhoumi pelan.
"Hei mochi, Ingat! Kami sudah unggul 1 poin dari kelompok mu… Hati-hatilah!" Teriak Zhoumi. Mendengar itu Henry menghentikan langkahnya sebentar dan menoleh.
"Tidak perlu khawatir sunbae pabbo, kami akan mengalahkan kalian di ujian semester ini!" Teriak Henry lalu kembali melanjutkan langkahnya. Zhoumi tertawa kecil memandang punggung mungil itu mulai menghilang.
§J*DH
Yesung baru saja tiba di kamarnya, di sambut dengan sosok kelinci mungil yang tengah tertidur dengar nyenyaknya. Yesung pun langsung merebahkan tubuhnya di bed miliknya. Ia juga sangat lelah sekarang, menjadi angkatan 3 itu sangat melelahkan. Ia baru pulang dari pertunjukannya. Fikirannya sedang melayang saat ini. Beberapa agensi mulai menawarinya untuk bergabung, sebenarnya ia bisa saja memutuskan untuk debut di semester 1 ini, tapi… Ia belum mau berpisah dengan teman-temannya. Berpisah dengan sekolah yang menurutnya cukup menarik, dan berpisah dari sang namja mungil yang selalu dia anggap namdongsaengnya, walaupun mungkin perasaannya sekarang telah menganggap namja mungil itu lebih dari sekedar namdongsaeng. Ia menghela nafas panjang.
"Euung.. Hy-Hyung.." gumam Sungmin pelan saat sudah mendapatkan kesadarannya. Dan membuat mata sipit Yesung kembali terbuka yang sebelumnya sempat tertutup.
"Kau sudah bangun Minnie-ah?" Tanya Yesung
"Eumm.., Hyung kapan pulang?" Tanya Sungmin sambil mendudukan dirinya sembari mengucek matanya.
"Barusan saja.. Kau tidur begitu nyenyak" ucap Yesung sembari tersenyum manis.
"Eh? Benarkah? Aku sedikit merasa lelah hyung.." keluh Sungmin, yang dibalas dengan anggukan Yesung.
"Oh ya Minnie.., minggu depan akan ada pemilihan siswa vocal yang akan di kirim ke perlombaan vocal Nasional, Tapi perlombaan yang akan sekolah ini ikuti adalah perlombaan kuartet. Jadi 4 orang akan di pilih sebagai perwakilan. " Jelas Yesung yang memang menjabat sebagai ketua vocal di sekolah ini.
"Jinja Hyung?" Tanya Sungmin memastikan dengan mata berbinar senang.
"Ne, tadi Kang Songsaeng memberitahuku.." Jawab Yesung, membuat sang kelinci melompat kegirangan.
"Lalu siswa yang di pilih dari angkatan berapa saja Hyung?" Tanya Sungmin lagi.
"Semua angkatan.. Sekolah sangat menginginkan kemenangan di lomba ini." Jelas Yesung lagi..
"Bagus.. Berarti kau, aku dan zhoumi harus bisa terpilih Hyung.." ucap Sungmin.
"Tentu saja, kalau aku pasti bisa terpilih. Tak ada yang menandingi suara artistic seorang kim jong woon.." ucap Yesung menyombong. Membuat Sungmin sweatdrop seketika.
"Aish, PD sekali kau hyun mentang-mentang kau lead vocal" cibir Sungmin membuat Yesung malah tertawa.
"Aah., sudahlah, aku mandi duluan ya Hyung., perutku sudah meminta diisi.." Ucap Sungmin sembari berjalan mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Yesung kembali ke aktifitasnya semula, memejamkan mata berusaha membuang rasa lelah.
§J*DH
"Ayo lagi.. lagi.. lagi…" Ucap seorang namja manis di tengah ruang latihan. Tubuhnya sudah penuh dengan peluh, membuat seluruh tubuh dan rambutnya basah. Music terus melantun keras dalam ruangan tersebut, membuat namja manis itu terus meliuk-liukan tubuhnya dengan sangat indah dan keren. Menggunakan beberapa teknik sulit dalam dance hip hop yang akan ia bawakan pada perlombaan lusa.
"Ayoo Hyukkie.. semangat.. hwaiting.." Ujar Eunhyuk untuk menyemangati dirinya.
Sejujurnya, tubuhnya sudah tidak kuat lagi. Sudah 4 jam lebih ia berada di ruang dance di lantai 5 asrama nya. Melatih dance nya nonstop, demi mendapat emas di pertandingan dance lusa. Ia masih belum puas dengan dance nya saat ini, untuk itu ia terus-terusan memaksa untuk menari menari dan menari lagi walau kakinya sudah berasa berdenyut.
Tanpa Eunhyuk sadari ada seseorang yang tidak sengaja terus memperhatikan setiap gerakan Eunhyuk, awalnya ia ingin masuk tetapi sekarang ia memilih memperhatikan Eunhyuk dari kaca jendela ruangan dance. Orang ini tau bahwa Eunhyuk sedikit memaksakan diri, nafas Eunhyuk memburu dan tubuhnya memang sedikit limbung dan…
BRAAKK
Akhirnya apa yang sangat tidak di harapkan Eunhyuk terjadi. Ia terjatuh saat melakukan break dance. Kaki dan tangannya yang memang sudah lelah itu tak mampu lagi untuk melakukan setiap gerakan bahkan untuk menopang tubuhnya, hingga akhirnya ia terjatuh sendiri. Eunhyuk sedikit mengerang saat pergelangan kakinya berdenyut sakit.
"Yak, Eunhyukkie gwenchanayo?" Tanya seorang namja lumayan tinggi dengan rambut brunette hitam langsung masuk begitu saja ke ruang latihan dan menghampiri Eunhyuk yang masih terduduk.
"Yak! Yak! Hah.. hah.. Apa yang kau lakukan Ikan badut? Hah.." Bentak Eunhyuk dengan nafas memburu saat Donghae memegang pergelangan kaki Eunhyuk yang terasa sakit dan membuat nya tambah sakit lagi.
"Minum ini." Bukannya menjawab, Donghae malah memberikan Eunhyuk sebotol air mineral. Eunyuk hanya memandang Donghae dan botol itu secara bergantian dengan tatapan ragu.
"Aku belum meminumnya, Kajja.." Kata Donghae menyadari keraguan Eunhyuk seraya menyodorkan botol itu kembali. Masih dengan ragu Eunhyuk mengambilnya, lalu meminumnya, harus ia akui ia sangat memerlukan air saat ini.
"Yak! Appo.. Ikan badut amis! Appo~! Pabboya~!" Teriak Eunhyuk kembali saat Donghae menekan kuat pergelangan kakinya. Eunhyuk meringis memegangi pergelangan kakinya setelah menepis tangan Donghae
"Kau yang Pabbo~! Melakukan sesuatu secara berlebihan juga tidak baik., Sekarang kau malah dalam masalah karena pergelangan kaki mu cendera monyet jelek." Ucap Donghae dengan nada tinggi. Membuat Eunhyuk menunduk pasrah, menyesali kebodohannya membuat kakinya sendiri terluka saat pertandingan hanya tinggal di depan mata.
Eunhyuk terlonjak kaget saat Donghae kembali menyentuh pergelangan kakinya, sedikit memijatnya. Walau terasa sakit tetapi tidak sesakit sebelumnya. Tapi ada satu yang sangat membuatnya bingung. Seorang Lee Donghae, musuh bebuyutannya sejak SD., sekarang dengan sangat perhatiannya memijit kaki Eunhyuk yang sedikit cidera tersebut, bahkan wajah ikan badut ini terlihat sedikit cemas.
Tanpa sadar tangan Eunhyuk menjulur, memegang dahi Donghae. Donghae terlonjak kaget pastinya. Ia memandang Eunhyuk tajam.
"Hae-ya, apa kau demam? kau tidak sakit kan?" Tanya Eunhyuk penuh selidik bahkan ia mendekatkan wajahnya pada wajah Donghae untuk melihat raut kecemasan dalam wajah Donghae.
"Mw-mwo? Ti-tidak.. Aku tidak sakit.." ucap Donghae terbata lalu menepis tangan Eunhyuk yang masih setia berada di dahinya.
"Lalu? Kenapa kau jadi baik begini?" Tanya Eunhyuk lagi.
"Yak~! Yak! Jangan salah sangka ya.. Aku ini namja sportif. Aku tidak mau bertanding dengan orang yang tidak seimbang. Kalau kau sakit, mana bisa kau menang dalam pertandingan itu!" Ucap Donghae panjang lebar masih dengan sikap salah tingkahnya.
"Tapi kan, kalo aku kalah di pertandingan ini, kau malah bisa menang dari ku Hae…" Ucap Eunhyuk masih memandang penuh selidik
"I-Itu,.. Aissh~ kau memang menyebalkan monyet hutan!" Ucap Donghae kesal dan tanpa sadar membanting (?) kaki Eunhyuk yang masih di pegang oleh nya sebelumnya
"Yak! Ikan Amis.. Appo.. Kau ini Cuma membuat kaki ku tambah sakit.." Ucap Eunhyuk kesal sambil menggembungkan pipinya yang masih basah oleh peluh.
"Terserah.." Ucap Donghae dengan tatapan tak kalah kesal, lalu mulai beranjak dari tempat tersebut. Tetapi seperti terlupa sesuatu Donghae berhenti di ambang pintu, sedikit menoleh ke arah Eunhyuk .
"Istirahatkan kaki mu besok, jangan sampai kau menggerakan kaki mu terlalu berat jika kau masih mau mengikuti pertandingan itu." Ucap Donghae perhatian lalu tersenyum tipis sebelum benar-benar menghilang dari pintu.
Eunhyuk masih terdiam, berusaha mencerna kata-kata Donghae, dan menatap tak percaya perhatian Donghae, bahkan Donghae sempat tersenyum tipis. Tapi sedetik kemudian Eunhyuk mulai mengukir gummy smile.
"Pabboya,," Gumam Eunhyuk pelan sambil membaringkan tubuhnya di lantai ruangan membiarkan rasa lelah hilang dari tubuhnya.
§J*DH
Waktu menunjukan pukul 07:00 pm KST. Para siswa masih setia berada di ruang makan walaupun mereka telah menyelesaikan acara makan malam mereka. Mereka duduk sambil berbincang dan tertawa-tawa bersama temannya masing-masing. Jangan lupakan 2 kelompok besar di sekolah ini. Ya, Sapphire dan Pearl duduk di meja yang bersebrangan bersama anggotanya masing-masing. Saling melempar tatapan tajam dan terkadang ejekan-ejekan muncul dari keduanya, apalagi pertengkarang sesosok Lord Of Evil dengan Maknae Evil. Ya, itu telah menjadi pemandangan umum bagi siswa-siswa lain yang terkadang merasa takut jika 2 sosok dari neraka itu telah beradu mulut saling mengejek.
Kegiatan mereka masing-masing itu terhenti saat pengurus utama Asrama menemui para siswa yang masih setia di meja ruang makan itu. Para siswa terheran-heran melihat pengurus asrama itu datang tiba-tiba sambil membawa sebuah kertas panjang yang akhirnya di temple di tengah papan pengumuman di salah satu sudut dapur.
"Ya Yeorobun… Seperti yang kita tahu. Semester baru telah di mulai, jadi kami ingin mengumumkan kembali rolling room kalian." Ucap salah satu pengurus yang di sambut dengan helaan nafas kecewa dan teriakan riuh dengan pengumuman itu.
"Dan untuk tahun ini, Rolling kamar di tentukan melaui undian. Kami telah melakukan undian yang di saksikan oleh pihak sekolah, dan sekarang kami te;ah menempel nya di papan pengumuman, jadi kalian bisa melihatnya sendiri.." ucapnya lagi. Teriakan riuh semakin menggema di ruangan tersebut. Banyak yang sudah tidak sabar melihat couple room mereka yang baru,
"Lalu, rolling kamar di lakukan seminggu lagi, jadi siapkan semua barang kalian. Arrasso?" Lanjutnya lagi. Para siswa hanya mengangguk mengerti.
"Okeh, kalau begitu, terimakasih atas waktunya. Annyeong yeorobun.." salam pengurus lalu pergi meninggalkan ruangan.
Para siswa langsung berebut melihat papan pengumuman itu. Kecuali 2 kelompok besar kita. Mereka masih asyik dengan makanan kecil mereka, seakan masa bodo dengan itu, atau mereka malas untuk berdesak-desakan dengan siswa lain hanya ntuk melihat sebuah kertas.
Para siswa ada tersenyum gembira ada juga yang kecewa dengan couple baru mereka. Tapi sedetik kemudian, para siswa yang tadi berebut melihat pengumuman itu terdiam. Hening.. Lalu menoleh ke 2 arah secara bersamaan. Menoleh kearah tempat Sapphie dan Pearl berkumpul. Dengan tatapan horror dan sangat sulit menelan ludahnya.
'Bahaya' mungkin itu adalah kata yang menggambarkan tatapan horror mereka. Kedua kelompok yang merasa di perhatikan dengan tatapan aneh itu mulai risih. Dan kedua ketua mulai berdiri tanpa di suruh, berjalan mendekati papan pengumuman. Siswa yang lainnyaseolah membuka jalan, memberikan jalan bagi kedua orang yang di hormati di kelompoknya tersebut.
Akhirnya kedua ketua sampai di depan papan pengumuman, Mereka saling tatap sengit beberapa saat hingga mengalihkan tatapannya pada kertas di papan pengumuman tersebut. Entah mengapa, keduanya seakan terlonjak kaget, lalu saling menatap horror. Ya Leeteuk dan Kangin saling melotot dan menatap tak percaya dan,,,
"MW-MWWOOOOO?" teriak keduanya bersamaan sangat keras membuat siswa yang berada di samping mereka harus menutup telinganya.
~TBC~
Jjaanng~! Selesaii.. Hahah
Sya tahu ini singkat, mianhae, otak tak mengijinkan untuk berfikir lebih panjang.. #plaakk
Hahaha
Jeongmal Gomawo buat semua yang readerdeul yang telah membaca prolog n Ch 1 kemarin, Special Thanks buat Readerdeul yang memberikan waktu untuk Riview Fic Ini.. Jeongmal Gomapseumnida…^^
Bagaimana? Masih adakah yang berniat mengikuti fic gaje ini? ^^
Tinggalkan jejak kalian ne?
Mind give me some Riview this chap?^^
Gomawo *Bow
RnR please~!
