SUPER JUNIOR

Present

DREAM HIGH

*Edition*

Summarry : Setiap Orang pasti memiliki 'Dream High' untuk masa depannya bukan? Dan untuk mencapai Dream High tersebut tidaklah mudah. Kerja keras, Semangat, Perjuangan, Persaingan, dan Air mata pasti akan kita rasakan. Persaingan yang sengit bahkan hingga menjadi permusuhan demi meraih Dream High masing-masing. Tetapi, bagaimana jika Dream High yang akan di capai justru Menyatukan kita dengan para pesaing kita nantinya?

Main Cast : All Super Junior's Members

OFFICIAL PAIRING

WITH

SLIGHT CRACK PAIRING

Rated : T

Genre : Romance, Humor, Hostility, Friendship, School Life

Warn : Boy X Boy, Yaoi, Typo(s), Failed Humor, Boring

~Don't Like Don't Read~


Annyeoongg~!

Hye datang kembali membawa updetan yang lama ini.. #ditimpukinReader XD

Mianhae jika updetnya lama ne?

Okelaah..

Adakah yang ingin membaca kelanjutan dari SJDH ini? ^^

Enjoy Reading~!


§J*DH

08:00 pm KST

room's 151

Terlihat 8 orang namja tengah terdiam di sebuah ruangan kamar yang cukup besar. Entah apa yang mereka fikirkan. 8 namja tersebut hanya diam mematung seperti kehilangan rohnya (?) .

"Aaarrrgghh!" teriak frustasi sang namja super cantik -siapa lagi jika bukan Heechul- memecah keheningan mereka..

Yap, semua anggota Sapphire tengah mengadakan rapat dadakan di kamar sang ketua. Karena apa? Mereka baru saja menerima kabar bencana. Sebuah pengumuman yang sungguh membuat mereka frustasi.

"Yak.. Chulli hyung, kau membuat ku kaget!" ucap Siwon kesal. Siwon duduk tepat di sebelah Heechul otomatis ia terlonjak kaget saat Heechul berteriak histeris seperti tadi.

"Aissh., pokoknya besok aku mau protes!" ucap Heechul dengan nada tinggi.

"Bagaimana caranya Heenim? Mereka takkan mau mendengarkanmu…" balas Leeteuk

"Iya chulli hyung… kita hanya bisa menerima nasib.." ucap shindong

"Dongie hyung, kau curang! Kau yang paling beruntung… Makanya kau bisa berbicara begitu. Aku dukung CHulli Hyung!" Donghae yang telah sadar dari shocknya langsung menimpali pembicaraan dan langsung membela sang Cinderella, sedangkan Shindong hanya bisa memberikan cengirannya.

"Aku bisa stress akut hyung.." ucap Sungmin pasrah.

Hey.. Sebenarnya apa yang terjadi?

Sepertinya kalian sudah bisa menebaknya. Ya, masalah pengumuman rolling room itu. Itu adalah bencana bagi mereka karena ternyata mereka harus berbagi kamar dengan seseorang yang sangat tak terduga. Ini adalah moment dimana 2 kelompok akan bersatu menjadi 1.. err~ dengan terpaksa pastinya. Mereka harus mulai untuk berbagi kamar bersama dengan para anggota Pearl mulai minggu depan. Dan bisa di pastikan oleh para penghuni asrama lainnya bahwa mulai minggu depan kondisi asrama mereka tidak akan nyaman lagi dan akan sangat kacau.

"Pokoknya aku tidak mau sekamar dengan monyet hutan itu!" Ucap Donghae kesal.

"Benar.. Aku juga tak mau berbagi kamar dengan cina oleng itu!" Heechuli menimpali sambil menyilangkan tangannya di depan dada.

"Ne, Aku bisa stress jika sekamar dengan evil itu.." Ucap Sungmin pasrah.

"Haahh., percuma kalian protes padaku.. Aku sudah protes pada pihak asrama tapi aku justru di usir begitu saja.." ujar Leeteuk pasrah.

Ya, Leeteuk, Heechul, Donghae, dan Sungmin terus mengumpat sejak masuk kamar tak ada henti-hentinya. Tunggu.. Kemana yang lain? Yesung, Siwon, Zhoumi dan Shindong hanya memandang ke 4 temannya yang uring-uringan tersebut. Shindong bisa bernafas lega saat ia tidak di satukan dengan salah satu anggota Pearl. Ia aman.

Sedangkan Yesung, Siwon, dan Zhoumi hanya terdiam. Mereka hanya mengatakan tidak peduli saat Heechul bertanya pada sebenarnya? Jantung mereka hampir melompat kegirangan karena senang. Ya, mungkin hanya 3 orang ini yang menganggap bahwa pengumuman ini adalah anugrah.

"Hyung.. Hae mau sama Teuki Hyung saja ne? Hyuuung~" Rengek Donghae manja melebihi seorang anak kecil.

Pletak

1 jitakan justru di terima oleh Donghae karena sifatnya yang melebihi kata manja tersebut.

"Yak! Chulli Hyung, Appo…." Ringis Donghae

"Ingat umur Hae! Jangan bersikap seperti itu babo…" cibir Heechul

"Iish.. Biarin aja.." ucap Donghae masa bodo.

"Hyung terus kita harus gimana sekarang?" Tanya Sungmin pasrah.

"Mollayo.." ucap Leeteuk sambil menghela nafas.

§J*DH

Sementara itu di sebuah ruangan luas, sebuah dance's room, terlihat beberapa namja juga terlihat tengah berkumpul bersama. Ya, para anggota Pearl tengah berkumpul bersama di ruangan ini. Tapi, ada yang berbeda. Di tempat ini tidak ada ekspresi kesal maupun berontak, para anggota Pearl lebih terlihat sedang tertawa gembira entah karena apa.

"Kau benar Kangin Hyung.. Ini akan menyenangkan.." ucap sang evil maknae kita Kyuhyun.

"Benar kan? Percuma kita protes pada pihak sekolah, mereka tidak akan bertindak. Lebih baik buat ini sebagai sebuah permainan.." Jelas Kangin sambil tersenyum bangga atas ide nya.

"Itu hal yang mudah untuk gege dan kui xian ge, tapi untuk ku itu sulit ge.." Ucap sang mochi dengan tatapan bingung.

"Tenang saja mochi, aku akan mengajari mu beberapa trik.." ucap Kyuhyun lagi.

"Jinja ge?" Tanya Henry menyakinkan.

"Ne, kau pasti bisa mengerjai koala itu.. Koala merah itu mudah untuk di kerjai.." ucap Kyuhyun lagi

Oke.. Kalian sudah mendapat clue apa yang membuat mereka santai dan tenang?

Ya, mereka akan membuat masalah rolling kamar ini menjadi sebuah keuntungan untuk mereka. Ini saatnya untuk mengerjai anggota Sapphire. Memperdekat jarak antara anggota Sapphire itu berarti saatnya untuk mengerjai mereka, membuat mereka kesal dan marah, mungkin ini akan menarik. Seperti itulah yang mereka fikirkan. Tapi apa mereka memikirkan, bagaimana jika rencana mereka adalah senjata makan tuan? Entahlah….

"Baguslah.. Aku akan menghabisi Ikan badut itu.." ujar Eunhyuk yang di dukung oleh sang ketua Kangin dan evil maknae Kyuhyun.

Oh, tidak tau kah Eunhyuk bahwa ucapannya barusan membuat satu orang dalam ruangan ini harus menahan marah dan kesal? Siapa? Oh tentu uri prince ice kita. Kibum hanya bisa mengepalkan tangannya sambil menatap Eunhyuk dengan tatapan membunuh mengingat nyawa namjachingu nya dalam bahaya.

"Kibum-ah.. gwenchana?" Tanya Ryeowook yang memang duduk di samping Kibum dan melihat temannya ini sedang mengepalkan tangannya kesal.

"eum, gwenchana.." jawab Kibum singkat.

"Hyuki-ah., kaki mu baik-baik saja?" Tanya Han geng menyadari kaki Eunhyuk terlihat bengkak

"A-ah, tadi aku terjatuh saat latihan Hyung jadi sedikit sakit.., tapi aku baik-baik saja." Jelas Eunhyuk

"Aish, Hyuki-ah, lusa kau kan tanding. Kenapa ceroboh sekali eoh?" Ucap Kangin dengan nada kesal

"Mianhae hyung. Tenang saja, aku pasti menang di kompetisi itu hyung.." Ucap Eunhyuk meyakinkan.

"Ku pegang janji mu…" ucap Kangin.

"Ne Hyung.." Jawab Eunhyuk

Setelahnya, mereka memutuskan untuk kembali ke kamar mereka masing-masing. Mereka tak ingin mencari masalah lagi dengan para pengurus asrama karena tak berdisiplin waktu.

Ya sebenarnya saat ini Pearl sedang dalam bahaya. Mereka tertinggal 1 poin dari kelompok Sapphire, setelah Leeteuk mendapatkan emas di kompetisi Sexophone bulan lalu. Karena itu, Pearl harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan mereka bahkan untuk menyaingi mereka.

§J*DH

Awan mendung menyelimuti kota Seoul hari ini. Memang Seoul sering turun hujan akhir-akhir ini, membuat udara nya sedikit mendingin. Keadaan ini sangat cocok untuk bersantai sepanjang hari, namun tidak untuk para murid di SM Art School ini. Demi masa depan mereka, mereka harus berusaha keras untuk belajar dan mengejar semua prestasi. Bukankah jalan untuk sukses tidaklah instan? Harus ada pengorbanan yang di lakukan.

Setiap ruangan di SM Art School ini telah terlihat di penuhi. Setiap siswa dan siswi telah memasuki kelas mereka masing-masing untuk mendapat pelajaran, dan latihan. Namun ada 1 ruangan yang terlihat hening walaupun beberapa orang telah berada di tempat itu. Tapi tak ada 1 pun dari mereka yang memulai aktivitas, mereka hanya berdiam dan berdiri memutari sebuah meja.

"Songsaeng.., Jadi kita harus bagaimana?" Tanya seorang siswa

"Iya.., Marry-ssi tidak bisa masuk selama 1 bulan ke depan, sedangkan pertunjukannya hanya tinggal 2 minggu lagi."ujar seorang siswi.

"Kita adakan pemilihan ulang.." ucap seorang namja yang berusia sekitar 30 tahunan itu dengan nada serius.

"Tapi kita hanya punya waktu kurang dari 2 minggu"ucap seorang siswa lagi.

"Kita cari seseorang yang mampu mendalami karakter dan menghafal script dengan waktu singkat." Ujar songsaeng lagi sambil mengelus dagunya seakan berfikir.

"Andai Soo Hee eonii dan Ahra eonni tidak sedang menyiapkan drama musical, pasti mereka bisa membantu kita.." keluh seorang siswi.

Kalian ingin tau apa yang sedang terjadi? Sebuah kelompok acting tengah di pusingkan oleh seorang siswi yang akan memerankan sebuah peran dalam drama tahunan SM Acting School ini harus di rawat di rumah sakit karena penyakit usus buntu nya selama 1 bulan sedangkan pertunjukan drama yang akan mereka tampilkan kurang dari 2 minggu. Karena itulah, mereka sedang mencari kandidat baru untuk menggantikannya.

Braakk..

Kegiatan beberapa orang itu terinterupsi oleh 2 orang namja memasuki ruangan tersebut. Pandangan mereka langsung teralih pada 2 namja tegap dan manis itu.

"Siwoni, Kibum.. Kalian baru tiba?" Tanya Kim songsaeng

"Mianhae songsaeng kami terlambat, tadi Jung Songsaeng memanggil kami.." ucap Siwon.

"Aah., Arrasso…" ucap Kim songsaeng singkat.

Namun di sadari atau tidak beberapa siswa sedang memperhatikan Siwon dan Kibum yang tengah berjalan mendekati mereka. Dan seperti mendapat harta karun, mereka mulai tersenyum penuh arti.

"Kenapa tidak latihan?" Tanya Siwon bingung karena teman-teman justru memperhatikan dirinya dan Kibum secara bergantian bukannya memulai latihan. Bukannya menjawab, sekitar 8 orang yang ada di ruangan tersebut semakin memperhatikan Kibum dengan seksama, dari atas hingga bawah. Dan itu membuat seorang ice prince kita bergidik ngeri dan mengernyit bingung.

"W-Waeyo?" Tanya Kibum takut-takut

"Songsaeng.., Sepertinya kita sudah mendapatkannya,.." Ujar seorang siswa yang berdiri tepat di sebelah songsaengnim. Kim Songsaeng pun mulai memperhatikan Kibum dengan tatapan menilai.

"Yak! Kenapa menatapku seperti itu?" Bentak Kibum yang mulai tak nyaman di perhatikan seperti itu.

"A-ah.. kalian belum tau.. Marry sakit dan tidak mampu melanjutkan pertunjukan nanti.." Songsaeng mulai menjelaskan kepada Kibum dan Siwon.

"Jinja? Lalu bagaimana Songsaeng?" Tanya Siwon kaget karena yang akan menjadi lawan mainnya tidak mampu melanjutkan drama ini hingga pertunjukan.

"Ne, karena itu kami sedang bingung menentukan penggantinya. Waktu yang tersisa hanya kurang dari 2 minggu." Jelas songsaeng lagi.

"Eum, Kibum-ah.. Ku dengar kau sangat hebat dalam penjiwaan suatu karakter ne?" Tanya seorang siswa dengan senyuman penuh arti. Kibum hanya mengernyit bingung tapi tetap menganggukan kepalanya.

"Aku juga kagum padamu kibum-ah saat kau mampu mengingat 10 lembar skrip dalam waktu setengah jam" ucap seorang siswi. Semua kembali diam, menatap seorang Kim Kibum dengan penuh arti. Siwon pun mulai memperhatikan Kibum dari atas hingga bawah. Dan Yap! Siwon menyadari apa yang di fikirkan teman-temannya itu. Tanpa sadar sebuah senyuman tipis muncul di wajah tampan seorang Choi Siwon. Kibum yang masih kebingungan hanya melotot horror kea rah teman-temannya tersebut.

"Kibum-ah…." Panggil Songsaengnim

"N-ne Sir?" Jawab Kibum terbata. Ia mulai merasakan tanda bahaya dari senyuman mentor actingnya tersebut.

"Kau.. terlihat cantik Kibum-ah.." ucapnya lagi.

"Mw-Mwo?" Ucap Kibum mulai menyadari kea rah mana pembicaraan ini. Kibum mundur beberapa langkah.

"Kau saja yang menggantikan Marry sebagai Snow White ne?" Ucap Songsaengnim dengan penuh kelembutan.

"MWO?" Teriak Kibum. Ia mendelik horror, bola matanya menangkap senyuman dan tatapan penuh arti dari teman-temannya.

"Yak! Aku ini NAMJA Songsaeng! Mana mungkin aku memerankan Snow White?" Ucap Kibum dengan nada tinggi.

"Tapi kau cantik, kau bisa jadi yeoja kibum-ah.." Ucap Songsaeng masih dengan kelembutannya.

"Shireo! Aku tidak bisa! Aku tak pernah memerankan peran seperti itu!" bantah Kibum lagi

"Ayolah Kibum… Hanya kau harapan kami…." Ucap seorang siswi dengan nada memohon

"Shireo! A-aku.. Aku… Aku harus…" Ucap Kibum berusaha mencari alasan.

"Harus apa? Waktu itu kau tidak bisa ikut drama ini karena bentrok dengan drama musicalmu kan? Tapi yang ku tau drama musical mu di tunda hingga bulan depan…" Songsaeng langsung menyela ucapan Kibum sebelum ia menyelesaikan kata-katanya.

"Yak Songsaeng! Aku tidak bisa..Jangan aku…" Lagi-lagi Kibum mulai memohon agar ia tidak mengambil peran sebagai seorang Snow White, -_-

"Waeyo? Kami yakin kau bisa. dalam kelas Acting ini Kau dan Siwon yang paling kami idolakan disini.. Iya kan?" Ucap Songsaeng seraya bertanya retoris, yang di jawab dengan anggukan mantap dari siswa lainnya.

GLUK

Dengan susah payah Kibum harus menelan ludahnya. Otaknya bekerja keras mencari berbagai alasan yang akan di gunakan untuk menolak hal bodoh itu.

"Jebal Kibum-ah.. demi kami.. ne?" Ucap beberapa siswa bersamaan sambil menunjukan puppy eyes nya membuat Kibum bergidik ngeri.

"A-aku… "

"Kalau kau menolak berarti kau gagal jadi seorang actor professional!" Ucap tajam seorang Choi Siwon memotong ucapan Kibum dan membuat seorang Kibum melotot marah kearah Siwon.

"Yak! Apa maksudmu?"Teriak Kibum tidak terima dengan ucapan Siwon, membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut terlonjak kaget, pasalnya seorang Kibum yang dingin dan santai sekarang berteriak dengan keras.

"Seorang actor professional tidak akan menolak sebuah peran yang belum pernah ia coba. Kalau belum mencoba saja kau sudah menyerah, kau tidak pantas menjadi seorang actor Kim Kibum.." ucap Siwon lagi dengan nada lebih tajam, membuat amarah Kibum semakin menjadi.

"K-Kau!" Teriak Kibum tercekat, ya harus Kibum akui apa yang Siwon katakan itu ada benarnya, tapi tetap saja rasa gengsi itu masih ada.

"Mwo? Kau mengakui ucapan ku kan?" Ucap Siwon lagi sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Kibum yang telah memerah akibat menahan amarah.

"Bagaimana Kim Kibum?" Tanya Siwon lagi. Wajah Siwon sudah tepat berada di depan wajah Kibum, bahkan nafas Kibum yang memburu telah menerpa wajah manly Siwon.

"Arrasso.. Aku terima.. Aku akan buktikan pada mu tuan muda Choi. Kau yang akan menyesal.." Ucap Kibum tajam. Setelah itu Kibum melangkah pergi meninggalkan ruangan tersebut, meninggalkan orang-orang yang masih terlihat bingung dan meninggalkan seorang Choi Siwon yang tengah tersenyum penuh kemenangan.

§J*DH

Suara ricuh dan berisik terdengar dari sebuah ruang audio visual SM Art School. Suara gitar listrik yang melengking dan dentuman drum terus bersaut-sautan di ruangan ini. Ya, ada 3 orang yang tengah memainkan 3 instrumen yaitu Drum, Gitar, dan Bass. Mereka terus mencocokan irama, pitch, dan tempo dari ketiga instrument itu. Sebuah music rock di lantunkan dengan sangat baik dan membuat orang yang mendengarnya menjadi bersemangat kembali.

"Yak Yak.. Jungmo-ah kenapa keluar tempo?" Bentak seorang cinderela kita. Kim Heechul.

"Mianhae hyung.." ucap Jungmo sambil memberikan cengiran nya,

"Aish, ayo, kita mulai lagi.. Jay, jangan terburu-buru.." nasihat Heechul lagi.

"Siap boss!" ucap Jay dengan gaya hormat polisinya.

Mereka pun memulai kembali latihannya. Ya, mereka tengah menyiapkan diri untuk pertandingan band multinasional bulan depan sehingga dengan semangat membara mereka terus melatih skillnya masing-masing, Sekitar 30 menit mereka terus melatih dan menyamakan tempo dan irama nya.

"Yap.. Kalau seperti ini kita pasti menang.." ucap Jay senang.

"Jangan bangga dulu Jay, masih banyak lawan di depan sana.." ucap heechul sambil membersihkan peluh yang keluar. Heechul memang tak suka berkeringat namun beda situasi saat ia sedang bermain drum. Ia akan bermain dengan semangat dan membiarkan keringat jatuh begitu saja.

"Yasudahlah, aku duluan.. nanti sore kita latihan lagi Arra?" Ucap Heechul yang dibalas dengan anggukan patuh dari kedua anggota band nya tersebut.

Heechul pun mengambil tasnya dan bersiap meninggalkan ruangan namun langkahnya terhenti saat ia melihat sebuah bayangan dekat ambang pintu. Ia memutar bola matanya malas, Ia sudah tau siapa yang selalu memperhatikannya saat ia sedang latihan seperti ini. Biasanya ia akan langsung memarahi orang tersebut hingga orang yang tengah bersembunyi itu lari ketakutan, namun kalu ini ia hanya memutar bola matanya malas, tenaganya sudah habis untuk bermain drum tadi. Ia pun berjalan santai sambil melambaikan tangannya kepada 2 orang yang masih setia pada Gitar dan Bass nya.

"Kau tambah manis dan cantik Chulli…" gumam seorang namja jangkung, the prince from China kita, Han Geng yang masih setia bersembunyi sambil memperhatikan punggung Heechul hingga menghilang dari pandangannya.

§J*DH

Mari kita lihat ke ruangan lain di SM Art School ini..

Music's Room.

Indah.. Itulah hal pertama yang akan kau katakana saat kau menginjakan kaki mu memasuki ruangan ini. Ya, suara dari bermacam pita suara mengalun dengan indah dan merdunya memenuhi setiap sudut ruangan.

Saat ini beberapa orang yang berada di ruangan tersebut tengah melakukan pemanasan. Mulai dari ambil nada rendah hingga ke nada tinggi. Latihan pernafasan perut, dada, diafragma di lakukan oleh para murid vocal tersebut. Lalu masalah pelafalan suara, lyric, dan teknik-teknik dasar di lakukan dalam pemanasan ini. Itu lah yang selalu di lakukan murid-murid vocal, melakukan hal-hal dasar sebelum mereka mulai pembelajarn mereka.

Para senior mengawasi para juniornya, sebagai seorang mentor yang baik. Dan para junior akan menuruti apa yang di perintahkan para senior.

"Hei BunnyMin.." ucap seorang maknae evil kita –Kyuhyun pada Sungmin yang tengah asyik meng set nada di gitarnya di sudut ruangan.

"Hei Minnie Hyung.." panggil Kyuhyun lagi dengan nada di buat manja namun Sungmin tetap tak bergeming dan menganggap setan itu tidak ada dan tak terlihat. -_-

Melihat dirinya di acuhkan begitu saja, Kyuhyun kembali memutar otak jeniusnya. Ia pun duduk di samping Sungmin, lalu meletakkan kepalanya begitu saja di bahu kiri Sungmin, membuat empunya terlonjak kaget,

"Yak!" Bentak Sungmin sambil menghentakan kepala Kyuhyun dengan kasar.

"Aissh., Appo my Bunny.." ucap Kyuhyun sambil mengerucutkan bibirnya, membuat Sungmin tsemakin menahan amarahnya, bisa saja saat ini ia menghajar Kyuhyun hingga tak berdaya namun ia masih bisa mengontrol emosinya.

"Yak! Kembali ke kelompokmu dan lanjutkan latihan atau…"

"Atau apa? Atau kau mau menciumku Bunny?" perintah Sungmin langsung di potong begitu oleh kata-kata menggoda Kyuhyun. Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Sungmin, Sungmin ingin mundur tapi naas baginya karena belakangnya adalah bangku panjang juga dinding, sedangkan samping kananya juga dinding.

"Jangan terburu-buru nae Bunny.. Aku akan berikan kau banyak ciuman saat kita sekamar nanti ne?" bisik Kyuhyun di smping telinga Sungmin sambil meniup-niup kecil membuat Sungmin langsung membeku seketika. Setelah mengatakan hal itu, Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dari tubuh Sungmin, menyeringai licik lalu melangkah meninggalkan Sungmin yang masih membeku. Raut takut dan cemas muncul seketika dalam wajah imutnya.

'tamatlah riwayatku minggu depan.. Andweee~!' teriak batin Sungmin.

"Wooki-ah, kenapa melamun?" Tanya suara baritone membuat Ryeowook yang tengah memperhatikan Sungmin dari sudut yang bersebrangan terlonjak kaget.

"S-sunbae.. kau membuatku kaget.." ucap Ryeowook saat Yesung berjalan mendekatinya.

"Kau selalu kaget jika aku datang ish.." keluh Yesung dengan muka di buat kesal.

"Mi-mianhae sunbae,," ucap Ryeowook lagi sambil menunduk.

"ne.. ne.. Tapi panggil aku Hyung., aku sudah berkali-kali aku tak suka di panggil sunbae." Ucap Yesung setengah memerintah.

"Tapi sunbae.. Aku tak mau Kyuhyun curiga..Aku tidak bisa.." ucap Ryeowook lirih dengan ekor mata mencari sosok seorang Kyuhyun yang dapat muncul dimanapun dan mencari sosok sang ketua Kangin yang bisa langsung membunuhnya di tempat jika melihatnya mengobrol akrab dengan Yesung.

"Aiish, Arrasso, tapi jika tidak ada anak itu, jangan panggil aku sunbae, Arra?" ucap Yesung lembut

"n-ne.." Jawab Ryeowook singkat.

"lalu apa yang kau lamunkan tadi?" Tanya Yesung sembari duduk di sebelah Ryeowook dengan santainya.

"Eum., aniyo.. Aku hanya mengkhawatirkan Sungmin sunbae.." ucap Ryeowook lirih

"Mwo? Jinja? Kau mengkhawatirkan Minnie? Wah, benar kan dugaanku. Sikap baikmu itu lebih pantas masuk ke kelompok kami wooki, kau lebih cocok di kelompok sapphire daripada pearl." Ucap Yesung panjang lebar, membuat Ryeowook terkekeh pelan.

"Mianhae sunbae, aku tidak bisa.." ucap sesal Ryeowook membuat Yesung menggembungkan pipinya yang telah chubby itu.

Kriiieeett

Semua kegiatan murid dalam ruangan tersebut terhenti saat seseorang memasuki ruangan mereka yang luas itu. 2 orang Songsaeng vocal masuk ke ruangan tersebut membuat para murid mengernyit bingung.

"Kajja, semuanya kumpul.." ucap Han songsaeng sambil menepukan tangannya. Semua murid pun mulai berkumpul dan mengelilingi sang songsaeng tersebut.

"Baiklah, kami ingin memberitahu kalian satu hal…" Ucap Songsaeng menggantung membuat para murid semakin bingung.

"Minggu depan kami akan mengadakan seleksi untuk National Vocal Competition. Tahun ini, sekolah kita akan masuk ke dalam kategori kuartet. Oleh karena itu, akan di pilih 4 murid vocal yang akan mengikuti kompetisi 1 bulan mendatang. Seleksi ini akan di adakan minggu depan. Jadi siapkan diri kalian sebaik-baiknya." Jelas Songsaeng panjang lebar. Para murid mulai riuh.

"Dan bagi yang terpilih, kami akan memberikan 3 poin tambahan bagi setiap murid untuk ujian tengah semester nantinya." Ucap Songsaeng lagi dan sontak membuat ruangan semakin riuh. 3 poin itu cukup besar, jika sudah mendapat 3 poin itu mereka tidak perlu takut untuk mendapat nilai buruk di mid test, itulah yang di fikirkan setiap murid yang berada di ruangan itu.

'Menarik' gumam Kyuhyun yang tengah berdiri di bagian belakang, setelah itu ia langsung pergi begitu saja, mendudukan dirinya di sudut ruangan, memperhatikan teman-temannya yang masih berbincang heboh akan seleksi tersebut.

§J*DH

"Buummie,, mmpphhtt buahahahahahahaha…" suara tertawa menggema begitu saja memenuhi taman belakang SM Art School ini.

"Hae! Berhenti tertawa!" Bentak Kibum kesal melihat Donghae yang tengah tertawa kesenangan hingga memeganggi perutnya.

"Mmpppthh.. Hahha.. Bummie., kau benar-benar akan menjadi snow white?" ucap Donghae masih berusaha menahan tawa nya.

"Ish., berhenti menanyakan hal itu Hae!" ucap Kibum kesal.

Ya, sekarang Kibum dan Donghae tengah bertemu secara tersembunyi di taman belakang. Kibum menceritakan semua hal yang membuat mood nya menjadi buruk, namun sekarang mood nya bukannya membaik justru semakin memburuk saat Donghae dengan santainya menertawakan dirinya. Itu memalukan.

"Mian.. Tapi aku tak habis fikir bummie.." ucap Donghae yang telah bisa mengontrol tawanya

"Kalau begini, kita bisa bertukar posisi kibummie, ku rasa kau memang lebih cocok sebagai uke ne?" Ucap Donghae menggoda membuat Kibum mendelik kesal.

"Shireo! Aku tetap Seme!" bantah Kibum membuat Donghae mengerucutkan bibirnya kesal.

"Aissh., orang sombong itu benar-benar membuatku kesal. Bagaimana mungkin nanti aku sekamar dengannya?" Teriak Kibum frustasi sambil mengacak rambutnya.

"Nugu? Siwonnie?" Tanya Donghae dengan polosnya, dan hanya dijawab dengan anggukan dari Kibum.

"eumm., ne.. Aku juga tidak setuju kau sekamar dengan wonnie.. Aku ingin sekamar denganmu bummiee.." ucap Donghae lirih.

"Kau kira aku mau Hae.. Aku juga tak mau melihatmu sekamar dengan eunhyukkie, bisa berbahaya.." ucap Kibum yang membuat Donghae mengernyit bingung

"bahaya kenapa?" Tanya Donghae bingung

"eum, pokoknya bahaya." Ucap Kibum berusaha menyembunyikan rencana kelompoknya. Walaupun ia memiliki hubungan dengan Donghae, namun Kibum bukanlah orang yang tak bisa menjaga rahasia, jadi rahasia kelompok Pearl tidak akan ia ceritakan pada Donghae, begitu pula sebaliknya.

"huh.." gumam Donghae kesal.

"Aku jadi ingin membujuk wonnie untuk tukaran kamar saja.." ucap Donghae.

"Ah! Benar.. aku juga bisa membujuk eunhyuk untuk tukar kamar, sepertinya eunhyuk dan siwon tidak terlalu punya masalah." Ucap Kibum senang, Donghae pun mengangguk setuju.

"Kenapa menyebut nama ku?"

Sebuah suara menginterupsi pembicaraan Kibum dan Donghae. Membuat kedua nya terlonjak kaget. Kibum dan Donghae pun langsung menoleh ke asal suara dan mendapati seseorang tengah berdiri menatap penuh selidik kearah mereka.

"Eunhyukkie.." ucap Kibum kaget.

'Gawat' batin Kibum dan Donghae

"Kenapa kau menyebut-nyebut nama ku Kibum-ah?" Tanya Eunhyuk penuh selidik.

"A-aku..Sejak kapan kau disana hyuk? Darimana kau muncul?" Tanya Kibum berusaha mengalihkan pembicaraan.

"Aku baru saja kembali dari kompetisi ku, dan melewati taman ini, aku mendengar ada yang menyebut nama ku makanya aku kemari." Jelas Eunhyuk membuat Kibum bisa sedikit bernafas lega, setidaknya Eunhyuk tidak mendengar semuanya.

"Lalu jawabannya?" Tanya Eunhyuk lagi.

"A-ah itu,.. ini si Donghae sedang menjelek-jelekan mu Hyuk, Makanya aku membelamu" dusta Kibum yang langsung mendapat death glare dari Donghae.

"Jinja?" Tanya Eunhyuk masih penuh selidik.

"Ne."Kibum mengangguk berusaha meyakinkan dengan sikap coolnya.

"aish Ikan badut jelek! Ternyata kau masih menjelekan namaku bahkan di belakangku?" Teriak Eunhyuk di depan wajah Donghae. Donghae hanya mengangkat alisnya sebelah bingung harus menjawab apa mengingat dirinya sedang di fitnah begitu saja oleh sang namjachingu nya sendiri, membuat Donghae langsung cemberut seketik.

"Sudahlah Hyuk, Kajja kita pergi saja ne?" Ucap Kibum singkat langsung menarik tangan Eunhyuk yang terus berusaha melepaskan diri. Namun saat ini kekuatannya kalah begitu saja oleh seorang ice prince ini.

Mereka berdua pergi begitu saja meninggalkan seorang Lee Donghae yang masih cemberut.

§J*DH

Hari sekolah yang melelahkan berakhir sudah. Para murid mulai kembali ke asram mereka untuk mengistirahatkan tubuh lelah mereka agar mereka dapat memulai hari esok dengan semangat dan kekuatan baru. Waktu telah menunjukkan pukul 08:00 pm KST.

Setelah menyelesaikan makan malamnya dan berbincang-bincang bersama, anggota Sapphire pun secara bersamaan berjalan menuju kamarnya.

"Hooamm.. Aku benar-benar mengantuk" ucap Shindong

"Kau kan tadi sore sudah tidur Hyung, aku yang belum tidur saja belum mengantuk" timpal Zhoumi.

"Aah kita berbeda Mimi.." balas Shindong lagi

"Yak Hae! Berhentilah bermanja pada JungSoo, Aish, ingat umurmu.." bentak Heechul yang gerah melihat Donghae yang tengah menggelayut di lengan Leeteuk, Leeteuk tidak ambil pusing dengan dongsaeng yang kelewat manjanya itu.

"Sudahlah Chulli Hyung, biarkan saja.." ucap Sungmin membela Donghae yang terlihat masa bodo dengan bentakan sang Cinderella.

"Yak Minnie kenapa kau jadi membelanya?" Teriak Heechul sambil memandang sebal Sungmin yang hanya nyengir kuda.

"Aish Heenim, jangan berteriak lagi. Teriakanmu membuatku pusing." Ucap Leeteuk yang langsung mendapat death glare terbaik dari the Lord of Evil ini. Melihat itu anggota yang lain hanya tertawa senang.

Namun tawa mereka terhenti seketika saat beberapa orang muncul di depan kelompok Sapphire ini. Anggota Sapphire pun menghentikan langkahnya, lalu berdecak sebal saat melihatbeberapa namja yang berpapasan dengan mereka di lorong asrama lantai 2 ini. Sekelompok namja yang sekarang juga menghentikan langkah mereka saat melihat kelompok Sapphire di depannya. Ya, Pearl tengah berjalan berlawanan arah dengan Sapphire dan sekarang mereka di pertemukan di lorong ini. Anggota Pearl yang melihat anggota Sapphire yang berdecak sebal hanya tersenyum meremehkan hingga menyeringai licik.

Mereka saling menatap tajam, tidak mengeluarkan sepatah kata pun membuat lorong panjang ini semakin gelap dan mengerikan. Tidak ada yang dapat mengartikan tatapan dari keduanya tersebut.

~TBC~


Jjang~!

Selesaii… ^^

Jeongmal Gomawo untuk semua Readerdul yang telah mendukung Fic ini…. Mianhae jika cerita nya tambah gaej dan juga banyak Typo bertebaran.

Mind to Riview this Chap?

Gomawo *Bow

RnR please~! ^^

Special Thanks to :

Guets -Ryeosung Couple YeWook, winecoup134, kyuaniee fiee, SSungMine, park sansan, dhianelf4ever, kyumin4ever, nikyunmin, Tsukishima Kirara, lovedovey SuJu, zakurafrezee, audrey musaena, feykwangie, vicsparkyu4ever, vitaminielf, cherrizka980826,

And for All who call 'Guest'