SUPER JUNIOR
Present
DREAM HIGH
*Edition*
Summarry : Setiap Orang pasti memiliki 'Dream High' untuk masa depannya bukan? Dan untuk mencapai Dream High tersebut tidaklah mudah. Kerja keras, Semangat, Perjuangan, Persaingan, dan Air mata pasti akan kita rasakan. Persaingan yang sengit bahkan hingga menjadi permusuhan demi meraih Dream High masing-masing. Tetapi, bagaimana jika Dream High yang akan di capai justru Menyatukan kita dengan para pesaing kita nantinya?
Main Cast : All Super Junior's Members
OFFICIAL PAIRING
WITH
A LITTLE CRACK PAIRING
Rated : T
Genre : Romance, Humor, Hostility, Friendship, School Life
Warn : Boy X Boy, Yaoi, Typo(s), Failed Humor, Boring
.
.
~Don't Like Don't Read~
.
.
.
§J*DH
,
Namun tawa mereka terhenti seketika saat beberapa orang muncul di depan kelompok Sapphire ini. Anggota Sapphire pun menghentikan langkahnya, lalu berdecak sebal saat melihatbeberapa namja yang berpapasan dengan mereka di lorong asrama lantai 2 ini. Sekelompok namja yang sekarang juga menghentikan langkah mereka saat melihat kelompok Sapphire di depannya. Ya, Pearl tengah berjalan berlawanan arah dengan Sapphire dan sekarang mereka di pertemukan di lorong ini. Anggota Pearl yang melihat anggota Sapphire yang berdecak sebal hanya tersenyum meremehkan hingga menyeringai licik.
Mereka saling menatap tajam, tidak mengeluarkan sepatah kata pun membuat lorong panjang ini semakin gelap dan mengerikan. Tidak ada yang dapat mengartikan tatapan dari keduanya tersebut.
.
.
~Chapter 4~
.
Selama beberapa saat mereka masih tetap terdiam, hanya gumaman dan decakan yang kadang terdengar.
"Cih.. pengganggu perjalanan.." desis Heechul dengan tatapan malas.
Diam.. Tidak ada balasan…
Anggota Sapphire hampir terlonjak kaget saat tak ada satupun anggota Pearl yang mengeluarkan suaranya, bahkan sekarang mereka tersenyum penuh arti kepada para anggota Sapphire yang masih mengernyit bingung.
"Sepertinya ada yang sakit disini.." ucap Donghae dengan maksud meledek melihat reaksi beberapa namja di depannya.
"Tidak perlu urusi mereka, ayo.." ucap Leeteuk bijak sembari berjalan melewati sela antara Kangin dan Kyuhyun yang masih tersenyum penuh arti.
Anggota Sapphire pun mengekor di belakang yang sang Leader yang telah jalan terlebih dahulu.
"Minnie Hyung.. bersiaplah.." bisik Kyuhyun tepat saat Sungmin melewati dirinya.
Sungmin mematung walau tak mengerti maksud dari ucapan evil maknae tersebut.
"Minnie, apa yang kau lakukan?" Teriak Heechul menyadarkan Sungmin yang masih berdiri di tempatnya, Sungmin menggelengkan kepalanya tak mau ambil pusing dan mulai berlari kecil menyusul ke 8 sahabatnya itu.
.
.
.
§J*DH
Weekend adalah sesuatu yang sangat di nantikan oleh setiap orang untuk beristirahat dan berlibur. Apalagi dengan cuaca yang cerah dan udara segar pasti membuat semua orang menjadi senang dan bersemangat.
Tapi hal tersebut tidak berlaku bagi beberapa namja yang tengah berkumpul di sebuah ruangan. Hari ini adalah hari yang paling buruk dan suram. Kenapa? Karena sebentar lagi bencana akan terjadi, Tepat hari ini, semua siswa SM Art School akan melakukan rolling kamar baru mereka.
Para siswa sudah sibuk memindahkan barang-barangnya ke kamar mereka yang baru, namun ada 8 namja yang masih duduk manis di ruang makan ini.
"Bisakah waktu di putar?" Heechul sudah mengatakan hal itu ratusan kali sambil menopang dagunya dan menunjukan muka cemberutnya namun tak ada satu pun yang menanggapi hal tersebut.
"Wonnie.. Kita tukeran kamar saja ne?"
Di sudut meja terlihat seekor ikan sedang memelas kepada seekor kuda #Plaak
Donghae sudah meminta puluhan kali kepada Siwon agar mereka tukaran kamar dengan berbagai alasan, namun Siwon tidak bergeming dengan melontarkan berbagai alasan pula.
"Ish.. Sudah ku bilang percuma tukaran, hasilnya kita juga akan sekamar dengan mereka.." decak Siwon kesal.
"Iya, Hae.. Memangnya kenapa sih kau mau tukaran dengan Siwon? Denganku saja bagaimana?" Timpal Heechul dengan sedikit berharap. Setidaknya ia bisa mengatasi monyet aktif itu di banding seorang pangeran cina yang bisa membuat nya bergidik sendiri.
"Anii Hyung.." ucap Donghae singkat, ia juga tidak tau harus memberikan alasan apa lagi.
"Sudahlah Hae, kepala asrama juga tak mengizinkan kita untuk tukar-tukar kamar.." Ucap Shindong dengan santainya sambil menyantap potato chip.
"Haaah… Sepertinya kita harus ke kamar sekarang.." Leeteuk menghela nafas berat lalu mulai bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya dengan sangat malas.
"Teuki Hyung, tunggu…" Siwon langsung berlari menyusul Leeteuk, meninggalkan Donghae yang masih merajuk pada dirinya. Anggota yang lainnya pun mulai bangkit dari duduknya dan mulai melangkah dengan berat, kecuali Yesung dan Zhoumi yang berjalan dengan gaya cool dan santai seperti tak terjadi apapun.
.
.
.
KangTeuk's Room 117
Seorang namja kekar tengah berjalan kesana kemari dengan raut muka tidak tenang. Sudah 1 jam yang lalu ia tiba di kamar barunya, ia pun telah merapikan semua barangnya walau kamar tersebut masih tetap berantakan.
"Bagaimana bersikap di depan orang itu?" gumamnya sambil terus memutari ruangan ini.
"Rencanaku sudah banyak, tapi kalau didepan dia apa aku bisa melakukannya?" Kangin terus bergumam tak jelas. Tangannya mengelus-elus dagunya seakan sedang berfikir keras.
Dia memang tengah berfikir. Ia berfikir bagaimana caranya menghadapi roommate barunya yang hingga saat ini belum menunjukkan batang hidungnya di kamar ini. Seperti yang di rencanakan anggota Pearl, mereka akan tampil cool tetapi memiliki banyak rencana untuk membuat sang lawan bertekuk lutut di depan mereka, namun saat ini justru sang Leader lah yang bingung bagaimana cara melakukannya padahal sebelum memasuki kamar ini ia sudah menyiapkan banyak 'penyiksaan' bersama sang evil maknae kesayangan.
"Aiisshhh…" Teriak Kangin frustasi sambil mengacak rambutnya.
"Kau kenapa?"
Sebuah suara menginterupsi kegiatan Kangin, bahkan namja kekar itu hampir terjatuh karena terkaget dengan suara santai dan lembut itu. Kangin menolehkan wajahnya kearah pintu, dan Tada~! Orang yang tengah di tunggu dan di fikirkannya tengah bersender di ambang pintu sambil menatap aneh Kangin.
"Yak! Kenapa tidak ketuk kamar dulu?" Pekik Kangin marah.
"Ini juga kamarku, untuk apa aku ketuk kamar dulu?" Ucap Leeteuk santai sambil berjalan dengan santai menuju ke ranjangnya.
Leeteuk meletakkan ransel putihnya di ransel lalu mendudukan dirinya pada ranjang empuk itu sambil memejamkan matanya seakan membuang rasa lelahnya menuju kamar ini.
GLUK
Kangin yang memperhatikan setiap gerakan Leeteuk hanya bisa menelan salivanya dengan sangat sulit. Entah mengapa yang ada di fikirannya saat ini, namja di depannya itu terlihat begitu cantik dan sexy.
"Mwo? Kenapa melihatku begitu?" Tanya Leeteuk sambil memiringkan kepalanya membuat Kangin harus menggigit bibirnya. Sedetik kemudian, Kangin menggelengkan kepalanya membuang semua fikiran bodohnya.
"Siapa yang melihatmu, cih.." Elak Kangin sambil melangkahkan kakinya menuju ranjangnya sendiri.
"Kita harus buat peraturan.." ucap Leeteuk setelah terjadi keheningan di keduanya. Kangin hanya melirik Leeteuk dengan ekor matanya.
"Atau kita anggap ini hanya hal biasa dan menjadi roommate tanpa mencampurkan urusan kelompok" Sepertinya Leader bijak kita tengah melakukan penawaran kepada Leader lawan. Mau tak mau Leeteuk harus membuang rasa egonya, karena sekarang mereka memang roommate.
"Cih., siapa yang mau jadi temanmu.." Balas Kangin dingin, membuat Leeteuk menghela nafasnya berat.
"Kalau begitu kita buat aturan dikamar ini." Tegas Leeteuk sambil menatap tajam kearah Kanginyang tidak menatapnya sedikitpun.
"peraturannya kamar ini sepenuhnya milikku, kau hanya menumpang!" Dengan santainya Kangin memutuskan hal yang membuat Leeteuk membulatkan matanya.
"Yak! Jangan seenaknya… " Pekik Leeteuk kesal.
"Kalau begitu 80persen kamar ini menjadi milikku, kau ku beri 20 persen.." Balas Kangin lagi yang justru mendapatkan sebuah hadiah bantal terbang dari sang angel.
"Yak! Kenapa melemparku eoh?" Teriak Kangin yang bersiap untuk melempar bantal itu lagi namun ia urungkan saat melihat Leeteuk menggembungkan pipinya kesal namun justru terlihat imut dimata Kangin..
'Aish, aku bisa gila..' batin Kangin lalu melemparkan bantal itu pada Leeteuk tanpa kekuatan sedikit pun sehingga Leeteuk dapat menangkapnya dengan mudah.
"50 persen! Bagian kanan milikmu dan bagian kiri milikku, jangan pernah melewati batas atau akan ada hukuman.." Ucap Leeteuk lagi. Kangin hanya mengangkat bahunya tidak peduli.
"Ish~ Intinya itu peraturan pertama, yang lainnya akan menyusul.. Ah! Itu tidak berlaku bagi kamar mandi. Arrasso?" Tambah Leeteuk lagi, Kangin hanya tersenyum penuh arti mendengar itu. Tanpa memusingkan maksud dari senyuman Kangin, Leeteuk bangkit dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi.
Kangin hanya memandang pintu kamar mandi yang baru saja tertutup dengan lumayan keras oleh sang angel leader SM Art School.
"Aku belum mengatakan setuju…" Gumam Kangin masih dengan senyuman di bibirnya itu.
.
.
.
HanChul's Room 109
Tok
Tok
Tok Tok Tok
"Yak Chulli buka pintunya!"
"Aish.. Heechul-ah, cepat buka pintunya, aku mau masuk!"
Apa yang terjadi?
Terlihat seorang namja berwajah oriental tengah mengetuk pintu kamarnya sendiri terus menerus dengan wajah kesal. Bahkan hingga penghuni kamar di sebelah kamar itu harus mengintip apa yang terjadi sebenarnya. Ya, seorang pangeran china kita Hankyung sepertinya tak dapat masuk kedalam kamarnya sendiri karena seseorang telah mengunci nya dari dalam.
"Heechul, kalau kau tidak membukanya, aku akan membuka pintu ini dengan paksa.." Teriak Hankyung dengan nada lembut #Eh?
Cklek..
Hankyung bisa bernafas lega dan tersenyum puas saat mendengar kunci yang terbuka. Tanpa menunggu lama, Hankyung pun langsung memasuki kamarnya dan di sambut dengan sang Cinderella tengah duduk bersandar di ranjangnya sambil memutar-mutar stik drumnya.
Sebenarnya Hankyung telah berada di kamar sebelum Heechul tiba, namun saat Heechul tiba dengan aura gelap, ia langsung terlempar keluar kamar.
"Mwo?" Ucap Heechul sinis saat Hankyung mulai menatapnya dengan intens.
"Kenapa mengunci pintunya?" Tanya Hankyung lembut sambil duduk di sofa yang berada di sela 2 single bed itu.
"Karena aku tak sudi sekamar denganmu." Ucap Heechul tajam tanpa menatap sedikit pun kearah Hankyung yang masih menatapnya.
"Tapi itu adalah aturan, kita tak bisa menolaknya lagi.." Hankyung berusaha bersahabat dengan namja cantik itu, bagaimana pun ini satu-satunya cara mendekati Cinderella tersebut. Heechul hanya terdiam masih memutar-mutar stik drumnya. Tanpa disadari, Hankyung hanya tersenyum melihat pemandangan indah didepannya ini.
"Kalau kau masih menatapku, bisa ku pastikan kau merasakan kerasnya stik drum ini" Tukas Heechul dengan nada kesal membuat Hankyung tersenyum miris sambil mengelus tengkuk lehernya. Lalu ia pun berdiri dan merebahkan dirinya di ranjang miliknya. Keheningan pun terjadi di antara mereka, menyisakan 2 namja yang bergelut dengan fikirannya masing-masing.
.
.
HaeHyuk's Room 154
Beberapa siswa tengah berkumpul di depan sebuah kamar dengan nomor '154' tersebut. Entah apa yang terjadi, Kamar ini sepertinya menjadi terkenal sehingga para siswa itu mengerumuni di depan pintu coklat alboni yang tertutup tersebut.
"Apa mereka baik-baik saja?"
"Mollayo, tadi berisik sekali"
"Apa yang mereka lakukan ya?"
Seperti itulah yang tengah di bicarakan beberapa siswa yang masih setia memandangi pintu tertutup tersebut.
Mari kita lihat kedalam ruangan, apa yang kedua makhluk tersebut lakukan.
Hening…
Hancur…
Berantakan…
Itulah yang akan orang katakan mengenai keadaan kamar ini. Kamar ini seperti sebuah kapal yang telah terkena badai. Sangat berantakan…
Buku-buku berserakan begitu saja di lantai bahkan di atas ranjang, bantal yang juga tidak pada tempatnya. Ada sepatu, kaos kaki, alat tulis, dan banyak lagi berserakan begitu saja di lantai.
Dan lihatlah 2 namja yang tengah saling menatap marah satu sama lain dengan nafas memburu. Namja manis nan childish tengah memegang sebuah bantal dan bersiap untuk melemparnya. Dan sang Namja manis tengah memegang beberapa buku di tangannya juga bersiap melempar.
Aigoo… Seperti terjadi sebuah perang saling melempar di kamar ini.
"Donghae-ya, aku tidak akan memaafkanmu!" Bentak Eunhyuk dengan tatapan kesal dan marahnya.
"Mwo? Itu bukan salahku!" Balas Donghae dengan nada tinggi.
"Bukan salahmu? Kau meminum susu ku dan memakan cake ku bahkan tak menyisakannya dan kau juga tidak ngaku itu salahmu hah?" Teriak Eunhyuk sambil melempar sebuah buku kearah Donghae namun Donghae dapat menghindar dan buku malang itu menghantam dinding di belakang Donghae.
"Itu ada di meja. Tidak ada yang bilang itu punyamu jadi itu bukan salahku!" Donghae masih tak mau mengalah dan terus membalas ucapan Eunhyuk yang telah terengah.
"Aish.. Ikan badut sialan!" Dengan kesal Eunhyuk kembali melempar sebuah guling kearah Donghae, Donghae pun tak mau kalah melemparkan bantal yang sudah ia pegang sedaritadi.
BUK
Strike! Keduanya berhasil melempar kearah yang tepat. Sang guling mendarat tepat di muka Donghae dan sang bantal sukses mencium wajah Eunhyuk.
"Donghae~!" Teriak Eunhyuk frustasi. Donghae hanya meringis sakit sambil mengelus hidungnya yang baru tertimpa guling putih itu. Donghae harus terlonjak kaget saat melihat Eunhyuk mulai terisak kecil di sudut kamar itu, namja tampan itu pun mulai panic.
"Eh? Hyukkie-ah, gw-gwenchana?" Tanya Donghae dengan hati-hati .
"Huwwee~ Donghae jahat!" Eunhyuk yang telah sangat kesal akhirnya mengeluarkan tangisannya, mengeluarkan semua rasa kesal dan marahnya bersama dengan air mata yang terus meluncur indah. Donghae terlonjak kaget mendengar tangisan Eunhyuk pecah memenuhi ruangan dan membuat dirinya semakin panic.
.
.
SiBum's Room 171
Berbeda dengan kamar HaeHyuk yang sangat berisik dan hancur berantakan, kamar yang satu ini terlihat sangat rapi dan hening…
2 anak manusia sedang asyik di dunianya masing-masing tanpa mempedulikan teman sekamarnya.
Srek..
Srek..
Hanya terdengar suara halaman buku yang di buka satu demi satu dalam ruangan tersebut. Ya, kedua anak manusia ini, hanya terlarut dalam buku yang mereka pegang masing-masing.
Kibum tengah bersender santai di ranjangnya sambil membaca sebuah buku dengan sangat tenang. Tatapannya focus pada setiap tulisan pada buku yang ia pegang itu.
Sedangkan namja atletis kita, Siwon tengah membaca sebuah skrip dari drama yang akan mereka mainkan minggu depan. Siwon sering curi-curi lirik kearah Kibum yang selalu terlihat santai, datar, dan dingin terbut. Siwon menghela nafasnya berat. Jujur ia tak suka suasana hening seperti ini, suasana canggung, dan dingin.
"Kibum-ah" Panggil Siwon yang sudah gerah dengan suasana keheningan di kamar hangatnya itu.
Tak ada jawaban. Kibum seakan tidak mendengar suara Siwon yang sudah di lontarkan dengan sedikit keras.
"Kibum…" panggil Siwon lagi dengan raut kesalnya karena di abaikan begitu saja. Tidak ada yang pernah mengabaikan the real prince SM Art School ini kecuali namja dingin yang tengah ditatapnya tersebut.
"Kibummie.." Siwon tak pantang menyerah masih terus memanggil namja yang hanya asyik dengan bukunya tersebut.
"Bummiee…." Panggil Siwon lagi dengan nada sedikit menggoda dan manjanya. Mendengar nama kecilnya di panggil apalagi dengan nada manja seperti itu, Kibum mendelik tidak suka kearah Siwon yang tengah menunjukan senyum manisnya.
"Aku tak mengijinkan kau memanggil nama ku seperti itu. Menggelikan.." desis Kibum dingin. Siwon hanya bisa memberikan cengiran kudanya.
"Aku sudah memanggilmu berulang kali.." Balas Siwon mulai senang ucapannya di tanggapi.
"Bummiee.. Sepertinya aku menyukai nama itu.." ucap Siwon lagi mulai menggoda Kibum. Melihat Kibum kesal dan menunjukan ekspresi nya adalah sebuah kesenangan sendiri bagi Siwon.
"Tidak boleh." Kibum hanya membalas Siwon singkat dengan tatapan tetap focus pada buku di tangannya.
"Kenapa?" Tanya Siwon. Kibum hanya terdiam sambil menggedikan bahunya.
"Bummie.." panggil Siwon lagi. Kibum pun menghela nafas berat lalu menutup bukunya.
"Kau tidak boleh memanggilku seperti itu.." Pekik Kibum sambil menatap marah Siwon yang justru tengah terkekeh pelan. Melihat itu, Kibum semakin kesal.
"Arrasso.. Mianhae Kibum-ah.." Siwon akhirnya meminta maaf lalu mulai bangkit dari duduknya dan berjalan menuju bed Kibum.
"Kibum.. Bagaimana kalau kita latihan saja? Drama ini hanya tinggal 1 minggu lagi, jadi kita tak boleh buang waktu.." Ajak Siwon sambil menunjukkan skrip kedepan wajah Kibum.
"Tidak mau." Tolak Kibum dingin dan mulai membuka bukunya kembali.
"Ayolah.. Kita masih belum mendapatkan feel di adegan 40." Tuntut Siwon lagi sambil duduk di pinggiran bed Kibum.
Kibum terdiam sambil tetap focus pada bukunya. Walaupun begitu sebenarnya namja es ini tengah mengingat adegan apa yang dimaksud oleh Siwon. Selagi Kibum berfikir, Siwon mulai mendekatkan tubuhnya pada Kibum lalu mendekatkan wajahnya pada wajah putih Kibum.
Kibum membulatkan matanya saat melihat wajah Siwon hanya berjarak beberapa centi saja di hadapannya sehingga nafas hangat Siwon sangat terasa menerpa wajah putihnya.
Siwon yang melihat Kibum yang telah membeku dengan semburat merah di wajahnya pun tak mampu menahan tawa. Akhirnya Siwon menegakan kembali tubuhnya, menjauhkan wajahnya dari wajah Kibum lalu mulai tertawa kecil. Kibum yang telah sadar langsung menekuk mukanya mendengar cekikikan Siwon yang menurutnya tidak ada yang lucu,
"Yak!Choi Siwon! Kau… Arrghh…" Bentak Kibum yang tak mampu mengucapkan kata apapun untuk melanjutkannya, sehingga ia bangkit dari tempat tidurnya berteriak kesal lalu menghentakan kakinya menuju kamar mandi.
BRAAKK
Siwon masih tertawa sambil memandangi pintu kamar mandi yang telah di banting dengan sangat keras dan menyembunyikan sosok snow white nya.
.
.
§J*DH
Angin sore berhembus dengan sangat sejuk di tambah dengan pemandangan langit yang telah memerah. Alunan nyaring biola kembali memecah keheningan sore yang tenang tersebut, membuat burung-burung ikut bernyanyi di sore hari (?)
"Sudah kuduga kau disini.."
Sebuah suara menginterupsi namja imut berpipi super chubby yang tengah asyik memainkan biola kesayangannya. Ia menolehkan kepalanya menuju asal suara dan menemukan sosok namja jangkung yang tengah berdiri cool dengan tangan tersembunyi dalam saku celana sambil tersenyum lembut.
"Mau apa kau?" Tanya Henry dengan nada sinis pada orang yang selalu mengganggu permainannya.
"Mencarimu.." Zhoumi hanya menjawab singkat lalu berjalan santai kearah Henry yang menatap tidak suka.
"Kau tidak ada dikamar, makanya aku mencarimu.." Jelas Zhoumi saat melihat wajah Henry yang menatapnya dengan penuh selidik.
"Mau apa mencariku?" Tanya Henry lagi masih dengan nada sinisnya.
Bukannya menjawab Zhoumi justru mendekati Henry dan langsung memeluk tubuh mungil itu, membuat Henry langsung tercengang dan meronta-ronta.
"Tentu saja aku merindukanmu mochii…" Ucap Zhoumi masih memeluk erat Henry
"Yak! Koala merah lepaskan… lepas~!" Teriak Henry sambil terus meronta dalam pelukan Zhoumi.
Setelah puas, Zhoumi pun melepaskan pelukannya dan langsung memberikan senyuman lebar pada Henry yang menatapnya marah dan kesal.
"Mochi.. aku membelikanmu cake.. Kau pasti menyukainya.." Ucap Zhoumi masih dengan senyuman lebarnya.
"Anii, aku tidak suka.. Pergi!" Balas Henry lalu menyuruh Zhoumi untuk pergi. Zhoumi sedikit cemberut mendengar ucapan mochinya tersebut.
"Aku akan pergi jika kau ikut.. Kajja…"
"Yak! Yak!"
Tanpa fikir panjang Zhoumi langsung menarik tangan Henry , tidak peduli bahwa namja chubby itu meronta dan menggerutu di belakangnya, ia tetap mencengkram tangannya dengan sedikit kuat.
.
.
KyuMin's Room 113
Namja imut baru saja keluar dari kamar mandinya. Ia mengenakan baju santai yang cukup casual, rambutnya masih sedikit basah dan handuk kecil masih setia melingkar di lehernya.
Sungmin berjalan santai menuju meja belajarnya setelah menyelesaikan acara mandinya. Ia mengambil sebuah buku music dan bersiap membacanya.
Hening…
Itulah yang di rasakan Sungmin di kamar yang baru beberapa jam lalu di tempatinya. Ekor matanya mencari seorang lain yang juga menempati kamar ini. Seorang namja yang telah mencari masalah dengan dirinya tadi siang. Namja yang dengan santainya memutuskan satu senar pada gitar kesayangan Sungmin.
Sungmin marah besar namun tak ada yang bisa lakukan saat namja berambut ikal itu hanya memasang wajah tanpa dosanya walau Sungmin sudah membentaknya berkali-kali.
Voila~! Sungmin menemukan namja tampan itu tengah tertidur di ranjangnya sambil memeluk sang PSP kesayangan.
"Kyuhyun pabbo.." rutuk Sungmin sambil mengerucutkan bibirnya saat menatap namja tampan itu tengah tertidur.
Sungmin beranjak dari meja belajarnya menuju ke ranjangnya sendiri. Namun entah apa yang difikirkan kakinya justru melangkah kearah ranjang Kyuhyun. Sungmin menjongkokan tubuhnya sehingga ia bisa melihat wajah Kyuhyun lebih jelas.
"pantas saja sepi, bocah ini benar-benar tertidur?" gumam Sungmin pelan.
Sungmin menatap intens wajah tampan yang berada di depannya itu. Sebuah senyuman tipis terukir di wajah imutnya. Kyuhyun terlihat lebih tampan, manis dan tenang saat tertidur, Itulah yang membuat Sungmin tersenyum.
"Kau menyebalkan~!" gumam Sungmin lagi sama lirihnya sambil menunjuk-nunjuk dahi Kyuhyun pelan dengan telunjuknya. Sedetik kemudian, Sungmin menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi mata Kyuhyun lalu mengelus rambut itu pelan.
DEG
Entah mengapa, Sungmin merasa wajahnya memanas dan mungkin sudah memerah saat ini, ada perasaan aneh yang menyusup dalam hatinya, jantungnya terasa berdetak lebih cepat. Ia langsung menarik tangannya dari rambut Kyuhyun, lalu menggelengkan kepalanya.
"Aish, Lee Sungmin pabboya.." rutuknya pada dirinya sendiri. Ia pun mulai beranjak berdiri.
Ddrrrttt… ddrrttt…
Getaran ponsel yang kuat terdengar masuk kedalam gendang telinga Sungmin, Ia menoleh dan mendapatkan ponselnya bergetar hebat di meja nakas samping single bednya. Ia melangkahkan kakinya lalu mengambil ponsel itu dan melihat incaller name di layar smartphone nya tersebut, 'Teukie Hyung'
"Yeoboseyo Hyung,.." Ucap Sungmin saat menerima incalling tersebut.
"Minnie, cepat turun, kita semua sudah di ruang makan. Apa yang kau lakukan eum?" Ucap Leeteuk panjang lebar.
"Ah, ne Hyung.. Aku baru selesai mandi.. Aku turun sekarang.. ne.."
Sungmin memutuskan hubungan telfon itu lalu memasukannya pada saku celananya. Ia melangkahkan kakinya menuju pintu, namun langkahnya terhenti, ia menoleh kearah Kyuhyun. Ia hendak membangunkan bocah evil itu tapi ia urungkan niatnya saat melihat wajah pulas Kyuhyun. Ia menghela nafas lalu mulai keluar dari kamarnya.
Setelah Sungmin keluar, seorang namja tampan mengukir seringaiannya pada wajah tampannya. Ia mulai membuka matanya masih dengan senyuman penuh arti.
"Permainan kita akan lebih seru Minnie…" gumam Kyuhyun masih dalam posisi tidurnya.
.
.
.
YeWook's Room 124
Seorang namja tengah duduk bersila di lantai menghadap ke akuarium kaca yang cukup besar yang ia letakkan di sudut ruangan. Ia tengah mengetuk-ngetuk cangkang kura-kura yang terlihat cukup besar.
"ddanggkkoming, kajja keluarlah.."
Yesung terus mengetuk cangkang kura-kuranya yang tak mengeluarkan kepalanya.
"Huh, kau ini pemalas.. Aku jadi kangen sama ddangkkoma.. Apa yang sedang kakakmu itu lakukan disana ya?" gumamnya lagi.
Krriieettt….
Sebuah suara pintu menginterupsi kegiatan bermain Yesung bermain turtle nya itu. Yesung menoleh dan mendapatkan namja mungil baru memasuki ruangan kamar mereka.
"Apa yang kau lakukan Hyung?" Tanya Ryeowook sambil berjalan mendekati Yesung.
"Anii.. Hanya bermain wookie-ah… Kau sudah selesai makan?" Tanya Yesung. Ryeowook memang baru kembali dari ruang makan. Ryeowook pun tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
"K-kenapa menatapku begitu Hyung?" Tanya Ryeowook sedikit salah tingkah saat Yesung menatap intens dirinya cukp lama. Yesung tersenyum lalu mengacak rambut hitam Ryeowook yang terasa lembut.
"Aku hanya senang bisa sekamar dengan mu wookie.." Ujar Yesung sambil tersenyum lembut. Ryeowook hanya mengelus tengkuknya masih salah tingkah dengan sikap Yesung.
"Apa kau tidak senang?" Tanya Yesung dengan nada di buat kesal sambil mengerucutkan bibirnya
"Anii.. Aku suka.. eh.." Tanpa sadar Ryeowook langsung menjawabnya reflect, dan sekarang ia justru menundukkan wajahnya yang tersipu malu karena ucapannya sendiri. Yesung tertawa kecil melihat itu.
"Syukurlah.. Hahaha."
"Hyung.." panggil Ryeowook setelah terjadi keheningan sejenak di kamar ini.
"Ne.." Jawab Yesung sambil menatao mata Ryeowook.
"Bukankah besok pengumuman audisi kuartet itu?" Tanya Ryeowook lagi sambil ikut mengelus cangkang milik ddangkkoming.
"Eum.. ne… Aku sudah tak sabar.." Ucap Yesung senang.
"Kau pasti terpilih Hyung.. Suara mu benar-benar hebat,.." Puji Ryeowook masih sibuk memainkan ddangkkoming yang mulai keluar dari rumah hangatnya.
"Tenang saja.. Kau pasti juga terpilih wookie-ah.. Suara tinggimu sangat khas…" Sekarang Yesung yang memuji suara namja mungil itu. Ryeowook hanya tersenyum malu mendengar pujian itu
"Ahh.. Ryeowookkiee.." Entah apa yang difikirkan Yesung, saat ini namja kepala besar itu memeluk gemas tubuh mungil yang duduk di sebelahnya tersebut. Ryeowook hanya bisa terkaget tapi tak bisa melakukan apa pun. Wajahnya sudah memerah melebihi kepiting rebus.
"Kau benar-benar menggemaskan.." Ucap Yesung lalu mengecup singkat pipi tirus Ryeowook lalu melepaskan pelukan itu dan berdiri berjalan menuju ranjangnya.
Ryeowook mematung di tempat. Otaknya berusaha mencerna kejadian apa yang baru saja terjadi.
Blush..
Ryeowook langsung menundukkan wajahnya dan menggigit bibir bawahnya menahan rasa malu yang teramat di rasakan. Jantungnya terasa memacu 2 kali lebih cepat.
"Wookkie~ Kajja tidur.. Besok kita harus berangkat pagi.." Ucap Yesung yang sedang terkikik melihat Ryeowook mematung di tempatnya.
"N-ne h-hyung.." jawab Ryeowook terbata dengan sangat lirih.
.
.
.
§J*DH
Cuaca yang cerah tanpa awan hitam yang menutupi menyambut hari baru yang akan di lalui oleh murid-murid di SM Art School yang telah memulai kelasnya masing-masing.
Hari ini pula adalah hari yang special bagi Vocal Class, karena hari ini adalah pengumuman siapa saja yang akan mewakili sekolah untuk mengikuti National Vocal Competition tersebut.
Semua murid vocal tengah harap-harap cemas menunggu 3 guru utama vocal itu memasuki ruangan dan memberikan pengumuman tersebut.
Setelah menunggu sekitar 30 menit 2 namja tegap dan 1 yeoja cantik yang di yakini sebagai 3 guru vocal tersebut memasuki ruangan. Tanpa di perintah semua murid langsung berkumpul mengerumuni 3 orang tersebut.
"Annyeong.. Baiklah, seperti yang kalian tau. Hari ini kami akan mengumumkan 4 orang yang akan mewakili sekolah kita." Ucap sang yeoja. Murid-murid sudah menunjukkan wajah excited juga cemasnya.
"yang pertama adalah… Kim Jong Woon, Vocal 3.." Ucap salah seorang namja jangkung tersebut. Para siswa langsung menatap Yesung yang tengah berdiri santai di bagian belakang. Yesung hanya bisa tersenyum kaku mendapat tatapan iri tersebut. Sebenarnya mereka sudah bisa menduga bahwa leader vocal mereka pasti akan terpilih, tapi tetap saja merasa iri.
"Lalu.. Kim Ryeowook, Vocal 1.." Ucap Songsaeng lagi. Ryeowook terlonjak kaget saat namanya di sebut.
"A-aku?" Gumam Ryeowook sambil menunjuk dirinya sendiri. Teman-temannya hanya menganggukan kepalanya. Senyuman terukir di wajah mungil itu.
"yang ketiga adalah.. Lee Sungmin, Vocal 2.." Lanjut namja itu mengumumkan. Sungmin hanya tertawa senang.
"dan yang terakhir adalah… Cho Kyuhyun, Vocal 1…"
Beberapa murid akhirnya menghela nafas kecewa saat namanya tak disebutkan oleh para guru.
"Oke, bagi 4 orang itu, mulai siang ini kalian ada latihan tambahan bersama Jung Songsaeng,, Arrasso?" Ucap salah satu songsaengnim tersebut sambil menatap 4 orang yang terpilih. 4 orang itu hanya menganggukan kepalanya mengerti.
2 Songsaeng pun keluar dari ruangan, menyisakan Kim Songsaeng yang siap untuk mengajar di jam pertama.
"Mimi.. Kenapa kau tidak terpilih?" bisik Sungmin yang berada di samping Zhoumi. Bukannya sedih atau kecewa, Zhoumi justru memberikan Sungmin cengiran manisnya.
"Haahh.. Kenapa harus bocah setan itu sih. Kalau Ryeowook aku masih bisa setuju.. Kalau dia, Aish.. Latihan ini bisa menyebalkan.." cerita Sungmin panjang lebar masih dengan nada berbisik.
"Yak! Jangan begitu Minnie.. Kau kan tau aku harus mengikuti china competition yang hanya berjarak beberapa hari dari kompetisi itu. Makanya Songsaeng tidak memasukan namaku agar yang lain bisa berpartisipasi.." Jelas Zhoumi sambil tersenyum lembut.
Sungmin hanya menghela nafas berat dan pasrah dengan kenyataan itu.
'Ku kira bisa terbebas sejenak dari bocah itu, ternyata tidak…' Seperti itulah batin Sungmin saat ini, kemudian dengan lemas ia mulai memperhatikan Songsaeng yang mulai bercuap-cuap di ruangan tersebut.
.
.
~TBC~
Annyeong~!
Hehehehe, Mianhamnida… Hye tau ini updetnya sangaaaattt luama lalu cerita di chap ini juga tak terlalu memuaskan… *pundung di pojokan*
Jeongmal KamsaHae untuk semua Readerdeul yang masih mau melanjutkan membaca cerita gaje ini.. =')
And the last…
Mind Riview for this Chap? ^^
Gomawo *Bow
RnR Please~!
Special Thanks to :
Kyukyu, dhianelf4ever, Tsukishima Kirara, blue sky21, Guets -Ryeosung Couple YeWook, mitade13, , winecoup134, Hikari tsuky, lucifer84, ressijewelll, vicsparkyu4ever, audrey musaena, SSungMine, Sitara1083, feykwangie, LoveDovey SuJu, and All who call 'Guest'
