Yippie~ gimana kabar minna semuaa? Inilah sang author gaje nan berisik, yuki! *background: plok plok plok* hohoho makasih makasih! *hormat hormat*

Nah, ini dia balesan dari review para readers yang baik hati…. Hohohoho

Kurochi Agitohana ~ iya ^^ sebenarnya pertama buat, yuki bingung banget siapa yang cocok jadi kakak Rukia, tapi setelah seleksi *kayak lomba aje* akhirnya yuki yakin momo yang paling cocok… hehe. Yang jadi ortu mereka pasti hisana dan byakuya dong ^^v hohohoho~ yap, makasih udah mau review ya kurochi-san!

MeoNg ~ terimakasih, terimakasih *jreng jreng jreng~* gak papa, makasih sudah berkomentar, meong-san. Haha. Yap, pasti dong, rukia-chan gituu *meluk meluk rukia* huhu iya terpaksa buat seperti ituuu T.T sip, ini chap 2 udah apdet! ^^v

Yuki Tsukiyomi ~ yosh~ makasih ya udah mampiir ^^v hee aku lupa nama acc kamu juga yuki, sori aku lupaa . huhuhu… makasih! Aku akan usaha supaya gak ada tulisan yang jelek! Hohoho~ sip sip dah, aku juga gak sabaran mau munculin ic-chan nih :9 waaa beneran dijadiin fav story! Makasih banget ya yuki-san! *terharu* yosh~ ini chap 2 udah apdet, moga sukak ya~ -^o^-

Chappythesmartrabbit ~ iya nih, si momo! *dipukul momo* maaf ya chappy-san, serem ya? Hoho ini belum apa-apa… kasus berdarah yang sesungguhnya masih belum diterbitin… anda harus siap-siap~ *sok misterius* yap, btw makasih ya udah review chappy-san ^^

aRaRaNcHa ~ yap, gak papa kok cha-san, emang panggilan phii-chan banyak banget, hohoho~ *ketawa gaje* makasih! Ortunya… TING TONG! Byahisa! Hehehe… yosh~ chap 2 update! Selamat membaca ya! ^^~

(buat minna ataupun senpai, TERIMA KASIH SUDAH MAU ME-REVIEW FANFIC YANG GAJE DAN ABAL INI! *nangis segukan*)

========0=========

Disclaimer: sensei KUBO TAITO dong ^^

chapter 2 ff "He is?" udah di publish nih! xD moga sukak minna! Hohohohohoho *hidung ngembang* *readers: banyak banget nih celotehnya! Cepat mulai dong!* iya iya… sabar dong ah T3T *mata flirty* hoekk… dan maaf lambat banget nih update nya ya minna… ah! Yaudah, emang si author gaje ini bawel. Mari kita mulai aja langsung ceritanya. Yap, start !

HE IS…?

-chapter 2-

9 TAHUN KEMUDIAN…

Berjanjilah pada kakak jangan pernah mendekati monster merah, oke? Dan jangan menceritakan apa yang kita lakukan hari ini pada ibu ataupun siapapun. Ayo kita lakukan janji jari kelingking.

Seorang gadis berambut hitam legam dan bermata violet indah terbangun dari mimpinya.

"Lagi-lagi mimpi itu… ini sudah ke sekian kalinya aku memimpikan mimpi yang sama," desah gadis itu sambil mulai meregangkan otot-ototnya yang kaku dan mulai bangkit dari tempat tidur.

"Lebih baik aku siap-siap ke sekolah aja deh. Kalau lewat 30 menit aku bisa terlambat…" dan gadis itu mengambil handuk dan melangkahkan kakinya kedalam WC apartemennya tersebut.

20 MENIT KEMUDIAN

"Rukia!" Gadis yang dipanggil Rukia itupun segera menoleh kebelakang. Dilihatnya teman dekatnya, Rangiku, sedang berlari kearahnya.

"Ah, maaf Rangiku-san, aku lupa menunggumu tadi…" raut muka Rukia langsung berubah menjadi takut setelah melihat Rangiku yang barusan berlari ngos-ngosan kearahnya.

"Hah? Sudahlah, kamu gak perlu minta maaf kok. Harusnya aku yang minta maaf karena egois, suka menyuruhmu menungguku setiap hari.. Haha," Rangiku ketawa garing.

Gadis bermata violet itu segera tersenyum mendengar kata-kata Rangiku itu.

"Terima kasih, Rangiku-san…" kata gadis pemalu berambut hitam legam sebahu itu.

"Yap, tak masalah! Eh ngomong-ngomong kalau gini terus kita bisa terlambat," Rangiku mengingatkan.

"Ah, benar juga. Ayo," Rangiku menarik tangan Rukia yang lembut itu.

=============0==============

"Eh, eh, katanya bakal ada anak baru dikelas kita, kelas 3-2, lho!"

"Benarkah? Waa, enak sekali kalian…"

"Tapi kata orang dia galak, tapi keren~"

"Ah, aku mau lihat dia nanti!"

"Huh, Kalian memang orang-orang yang berisik ya? Hanya karena ada anak baru jadi bercuap-cuap, cih."

"Hi... Hime-sama..."

"Tapi katanya dia kasar lo, Hime."

"Tenang saja, mau kasar, jelek, tampan, kaya, miskin, semua akan ditaklukkan oleh aku, cewek tercantik disekolah ini... Dan tak ada cowok yang bisa menghindari tatapan indah mataku ini... Hahahahahaha,"

"Aaah, benar juga... Orihime 'kan emang cantik, dadanya besar lagi. Siapa cowok yang tak suka kepadanya?" ujar anak-anak cewek yang mendengar celotehan geng itu.

'Cih'

Rangiku mengumpat dalam hati dan menatap segerombolan geng cewek populer sekolah di koridor yang diketuai oleh Inoue Orihime, seorang anak pejabat, sambil mendengar celotehan yang dilontarkan geng mereka tersebut.

"A… ada apa Rangiku-san? Sedang lihat apa…?" Rukia membuyarkan tatapannya.

"Eh? Gak ada kok, Rukia. Ayo kita segera kekelas."

'Anak baru? Huh, dasar centil si Inoue itu. Anak baru pun mau dijadiin mangsa!' Rangiku bicara dalam hati.

DI DEPAN KELAS…

BRUK!

Rukia jatuh kelantai didepan kelas. Suara hantamannya kuat, sehingga memancing beberapa murid yang sedang berada disekitarnya dan beberapa murid keluar dari kelas untuk melihat apa yang terjadi.

"Woi! Kalau jalan tuh makek mata dong!" seorang cowok berambut aneh –jeruk?- yaitu orange mengagetkan Rukia dan Rangiku karena menabraknya tadi.

"Hei jeruk, kau itu lihat gak sih! Yang dijatuhin itu temanku, bukan kau yang terjatuh! Harusnya kau itu minta maaf kepadanya, bukannya malah membentaknya!" bentak Rangiku balik.

"Heh, aku bukannya bicara padamu, tapi dengan temanmu yang sok pemalu dan lembek ini!" Cowok berambut orange itu tak terima dilawan oleh seorang cewek untuk adu mulut dan segera menunjuk kearah Rukia.

DEG

Rukia yang sontak merasa sangat sakit hati mendengarnya, langsung membawa Rangiku yang sudah tak tahan menahan amarahnya. Diambilnya buku-bukunya yang berserakan dan meminta maaf pada cowok itu.

"Sudahlah Rangiku-san, itu memang salahku berjalan tanpa lihat-lihat," katanya pada Rangiku. "Maafkan aku…" Rukia berbalik ke arah cowok tadi dan segera membungkukkan badan.

"Tapi, Rukia…!"

"Sudahlah, ayo kita segera masuk kedalam kelas, bel sebentar lagi juga akan berbunyi kok." Rukia mencoba tersenyum walau hatinya sangat sakit hati dengan perkataan cowok tadi.

"Huh, dasar."

Dan cowok tadi pun segera pergi kearah ruangan kepala sekolah. Murid-murid yang takut padanya pun segera membukakan jalan padanya.

"Aku tak pernah melihatnya sebelumnya. Apa dia anak baru?"

"Sepertinya…"

"Mengerikan sekali, anak baru sudah sok,"

"Tapi dia keren juga…"

Para murid hanya berbisik-bisik melihat cowok berambut aneh itu sepanjang jalan menuju kantor kepala sekolah mereka.

Hitsugaya-sensei dan Yama-san, kepala sekolah Karakura Junior High School masuk kedalam kelas 3-2 yang sangat gaduh itu.

"Hei anak-anak, tenanglah! Hari ini akan ada seorang anak baru dari Osaka pindah kesekolah ini, tepatnya kekelas ini. Kalian akan mendapat teman baru."

DEG

Hening.

"A.. anak baru, sensei?" Tanya salah seorang murid bernama Keigo.

"Ya. Nah, anak baru, masuklah dan perkenalkan dirimu kepada teman-teman barumu."

Anak baru itu pun segera memasuki kelas. Baru satu langkah, anak-anak sudah asik saling berbisik-bisik.

"Eh, dia yang menabrak Kuchiki tadi didepan kelas kan…?"

"I… iya benar juga… hii aku takut…"

"Lihat alisnya, berkerut seperti itu, pasti orangnya galak banget!"

"Tapi dia keren lho…"

Anak baru itu sebenarnya mendengar celotehan teman kelas barunya, tetapi dia hanya cuek.

'Huh, mereka mau cari masalah ya?' batin anak baru itu.

"Perkenalkan, aku Kurosaki Ichigo, pindahan dari Osaka, salam kenal semua." Suaranya begitu terdengar kasar, dan tak ada yang menjawab satupun. Yama-san sang kepala sekolah pun segera berbalik menuju kantornya kembali setelah mendengar si anak baru telah memperkenalkan diri.

HENING.

"Dan asal kalian tahu, aku benci CEWEK CENTIL." Ucap anak baru yang bernama Ichigo itu, sambil melihat kearah Inoue yang sedang duduk terpaku ke arahnya setelah mendengar kalimat terakhir Ichigo. Sebenarnya tadi Inoue mengedipkan sebelah matanya ke Ichigo, yang tidak digubris sedikitpun oleh Ichigo itu. Rangiku yang melihat Inoue yang seperti itu hanya tersenyum simpel saja.

SEMAKIN HENING.

'Waduh, gawat nih. Si Orihime bisa ngamuk nanti!' batin Tatsuki, sang 'ajudan' Inoue, si putri pejabat kaya, sambil mencuri pandang kearah Inoue.

'Mampus, mati kita kena amukan Orihime.' Batin Chizuru, yang tahu siapa yang dimaksud Ichigo. Chizuru dan Tatsuki adalah beberapa dari banyak anggota geng Inoue, sang 'hime' sekolah. Mereka tahu bagaimana sifat sang ketua geng, kadangkala jika ketuanya sedang sebal, jika tidak mereka, maka orang lain pun bakal mendapat kesialan darinya.

Sedangkan anak-anak cewek yang diam-diam membenci Inoue, berbicara dalam hati,

"Rasain kau Inoue!"

"N… nah, ehm, saya harap kalian semua bisa berteman baik dengannya, dan Kurosaki-san, silahkan menuju bangku yang masih kosong yang ada disebelah kiri Abarai-san. Dan kita akan segera memulai pelajaran kita, anak-anak. Harap kalian segera mengeluarkan buku kalian masing-masing." Hitsugaya-sensei memecah keheningan di kelas yang biasanya ribut itu. Ia hanya merasa aneh jika kelas itu tidak ribut seperti biasanya.

Ichigo segera duduk disebelah teman baru yang ada disebelah tempat duduknya yang terlihat tersenyum padanya.

'Aneh, rambutnya merah dan seperti nanas? Haha, kami serupa, berambut aneh.' Itulah kesan pertama Ichigo terhadap kawan sebangkunya.

"Perkenalkan, aku Abarai Renji. Kau bisa memanggilku Renji saja." Renji mengulurkan tangannya kepada Ichigo.

"Hn, aku Kurosaki Ichigo, panggil saja aku Ichigo." Ichigo membalas uluran tangan Renji.

'Anak ini tidak jahat seperti yang dibicarakan, kok.' Pikir Renji.

Sedangkan Rukia, yang tepat berada dibelakang kursi Ichigo, hanya cengo mendengarnya.

'Eh? Kenapa dia berbicara dengan baik? Ah, mungkin hanya aku yang terlalu memasukkan perkataannya kehati tadi pagi…' Rukia masih menatap gerak-gerik teman baru yang ada dikelasnya itu. Rangiku yang sekilas melihat Rukia menatap Ichigo terus-menerus, memunculkan sebuah ide usil. 'Hehehe, bersiap-siaplah, Rukia…'

Saat Hitsugaya-sensei sedang asik menerangkan hukum Newton, Inoue yang baru bisa lepas dari emosinya segera berbisik ke telinga Tatsuki dan Chizuru. Entah apa yang di bisikkan mereka, sehingga mengeluarkan muka 'iblis' mereka.

"Hmm, baiklah, jika itu maumu, Orihime." Ucap Chizuru dan Tatsuki berbarengan sambil mengangkat kedua bahu mereka masing-masing, membuka sebuah kertas dengan banyak nama didalamnya, dan mencoret salah satu nama dikertas tersebut. Hal itu membuat senyum iblis Inoue semakin melebar.

"Bagus."

======================0=======================

"Rukia."

"E.. eh, Rangiku-san? Ada apa?" Rangiku telah berhasil memecah lamunan gadis manis yang ada di hadapannya saat ini.

"Kamu kenapa melihat anak baru itu terus? Suka yaaa?" Ucapan Rangiku berhasil membuat keterkejutan dimuka Rukia.

"Eeh? A.. aku tidak suka kok, aku masih terlalu kecil." Rukia membantah ucapan Rangiku.

"Eh? Kamu kan sudah kelas 3 SMP, wajar dong sudah saling suka."

"Ta.. tapi aku tak mau menjadi seperti itu, a-aku benci menjadi seorang remaja."

"Hee? Hmph." Rangiku menahan tawanya. 'Tak mungkin dia seperti itu. Dasar anak yang lucu, hahahaha' batin Rangiku dalam hati sambil melihat Rukia menundukkan mukanya dan menggembungkan pipi mulusnya. 'Tapi... dia manis dan baik. Oh iya, ada yang ingin kutanyakan padanya!' batin Rangiku lagi sambil menjentikkan jarinya.

"Oh, iya. Rukia, aku boleh menanya satu hal?"

"Si.. silahkan Rangiku-san…"

"Rukia, jujur saja, aku heran kepadamu. Padahal emang menurutku sih, jus semangka itu enak, lho. Tadi saat aku ingin membelikanmu jus semangka, kau menolaknya. Saat sebelum-sebelumnya, seperti saat kau berulang tahun setahun yang lalu. Sebagai ungkapan kado, aku ingin mentraktirmu segelas jus semangka. Tapi saat itu pun, kau tak mau. Kau tak suka semangka ya?"

Pertanyaan itu membuat Rukia kagok.

"A.. ano.. itu… itu karena aku, aku tak suka warna merah…" jawab Rukia sambil menunduk.

"Eh?"

"I-iya… Aku benci sekali dengan merah…"

"Kenapa bisa begitu? Kau perempuan kan Rukia?"

"T-tentu saja, Rangiku-san. Aku pun tak tau kenapa, tapi yang jelas setiap aku melihat hal-hal berwarna merah, aku akan menjadi takut sendiri, dan itu refleks…"

Rangiku lalu tertawa garing.

'Jadi itukah mengapa tak pernah kulihat dia berkutat dengan warna merah?'

"Tapi Rukia, kamu kan jadi susah kalau lagi itu…"

"Eh…?"

"Iya, lagi itu. Kamu ngerti, kan?"

Rukia hanya menggeleng.

"Maaf Rangiku-san, tapi aku tak mengerti maksudmu…"

Muka Rangiku memerah karena malu.

"A… ano… itu… Rukia, itu…" Rangiku mulai membisikkan suatu kata tepat ditelinga Rukia.

"Menstruasi."

"Rangiku-san."

Seakan tidak menghiraukan panggilan kepada dirinya, Rangiku masih ingin melanjutkan kata-katanya.

"Susah kan, apalagi datang setiap bulan. Tak peduli apapun alasanmu, mana bisa 'itu' dikendalikan, kan?"

"Rangiku-san..."

"Setiap penuh, selalu harus ganti yang baru..."

"Rangiku-san..."

"Sering sakit perut, tak bisa lari maupun olah raga."

"Rangiku-san…"

"Sensitif dengan apapun yang ada disekitar, mudah marah lagi..."

"Rangiku-san..."

"Apalagi saat menyiram pembalut, kau tak bisa mengelakkan darah 'itu', kan?

"Rangiku-san!"

Rangiku terkejut. Baru sekali ini Rukia memanggilnya dengan nada yang keras dari dekat.

"Y-ya?" Rangiku menjawab dengan gugup.

"Tolong berhenti membicarakan tentang hal itu, aku sangat memohon kepadamu. Aku sangat membenci tiga hal. Yang pertama, DARAH. Yang kedua, MERAH. Dan yang ketiga…-"

TING TONG~

"O-oh, sudah bel… Kalau begitu, ayo kita ke kelas, Rangiku-san."

Rangiku terkesiap dan cengo. Barusan saja Rukia, teman baiknya sejak kelas satu SMP yang pendiam, pemalu dan lembut, berbicara tegas kepadanya dengan tatapan mengerikan. Dan sekarang, setelah bel berbunyi, tiba-tiba dia berubah menjadi anak baik seperti sebelumnya yang ia kenal? Ini sangat aneh baginya.

"Iya." Rangiku hanya menjawab dan tersenyum simple, berharap yang ia dengar barusan hanya seperti mimpi saja sambil menarik tangan Rukia seperti yang selama ini selalu ia lakukan kepada teman baiknya itu jika bepergian. Tetapi didalam benak terdalamnya, ia masih bertanya-tanya, hal ketiga yang tidak sempat Rukia jawab karena suara bel yang memotong perkataan Rukia tadi.

'Cih, seandainya suara bel itu lebih lambat, aku pasti tau apa yang akan dia bilang.' Umpat Rangiku dalam hati, sambil tetap menggandeng tangan Rukia ke kelas.

Sementara itu, seseorang didekat bangku yang Rukia dan Rangiku duduki dikantin tadi telah berhasil memata-matai sang gadis manis nan pemalu yang bernama Rukia itu, sambil tersenyum memandang hasil catatan kecilnya sambil memutar-mutar penanya dengan senyum terukir di antara kedua pipinya selama istirahat hari ini dikantin Karakura Junior High School.

"Kuchiki Rukia, kau sepertinya memiliki dua kepribadian. Kau memang sangat menarik…"

==============0==============

-TBC-

==============0==============

Fuahhh…akhirnya chap ke 2 selesai juga ya \^o^/ yuki seneng banget deh. Tapi, sayangnya di chap ini peran Ichigo dikit banget sih T-T… tapi, moga minna pada sukak yaa. Okee, bagi yang ingin dicium chara bleach yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik ini *nunjuk-nunjuk kearah Ichigo dan Rukia* ataupun dan yang lainnya, silahkan review yaa! Terimakasih semua! ^o^ *digorok ichiruki fc*

Silahkan berikan komen, pujian, maupun saran ke Yuki lewat review, minna :] Yuki akan sangat senang… dan, sampai jumpa di chapter 3! ^^v