Title : My Secretary (the series) / part 2
Author : Inchangel (IntanLauism)
Main Cast : Choi Siwon, Kim Kibum
Genre : Yaoi NC-21, romance, pemaksaan.
Rating : M (tapi ada yang T juga, cuman lebih banyak M nya – keliatan banget author yadong. Hekekekeke)
A/N :
CEKIDOT (Check it out!)~
*Choi Siwon POV on*
Setelah menunjungi dan sedikir memberi tempat kerja baruku, aku menjenguk appa yang sedang terbaring lemah di rumah sakit. Tak lupa kuajak sekretarisku yang sangat cantik ini. Sekalian aku ingin meminta restu untuk memiliki Kibum.
"Kau? Dan Kibum ah?" tanya appa dengan selang yang terhubung di kedua lubang hidungnya dan badan terbaring diatas kasur putih. Aku menunggu dengan kebimbangan. Ini lebih mendebarkan ketimbang saat aku menjalani tes wawancara untuk beasiswa S2 di London dulu!
"BAGUS SEKALI! Tak kusangka kau memiliki pikiran seperti itu. Kibum memang memiliki kemampuan, dan kalau kau memilikinya – maksudku kau menikahinya—sudah pasti hotel kita akan ada yang memimpin dengan kemampuan yang sudah teruji! Pintar-pintar... Tak sia-sia kusekolahkan kau lama di London," ujarnya dengan penuh kebanggaan.
Kibum? Ia hanya melongo dibelakangku. Terdengar seperti suara teriakan teriakan tertahan darinya saat appa berkata "BAGUS SEKALI" tadi.
"See Kibummie? Kau bisa saja menolak, tapi appa menyetujuinya. Dan aku pun tak masalah dengan itu. Apa yang kurang?" tanyaku meremehkannya. Ia berjalan sambil menghentakkan kakinya menuju mobilku. Lucunya
"Yang kurang? Yang kurang itu akal sehatmu, Choi Siwon! Gila saja! Baru juga hari pertama kerja sudah disuruh 'memuaskan' mu, lalu meminta restu pada appa mu seperti orang mau nikah saja, lalu kau tanya apa yang kurang? Dasar GILA!" omelnya yang tak ku gubris. Ia kubiarkan seperti itu karena sat mengamuk itu wajahnya akan memerah dan itu sangat imut dimataku.
Kami sampai di mobil. Ia kupersilakan duduk dan masih setia dengan omelannya. Kututup pintu selembut mungkin namun tetap tertutup. Sekitar 7 detik ia berada didalam mobil duluan, kuharap ia bisa tenang. Ternyata salah, dan dia semakin memakiku dengan kata "KAU-GILA"nya itu.
"Ya, aku gila. GILA akan DIRIMU, Kim Kibum," jawabku seduktif sambil mendekatinya. Jarak kami terlampau dekat. Bisa kurasakan deru nafasnya di bibirku.
Kulihat ia setengah menutup matanya. Mungkin karena takut? Ah, masa bodoh. Langsung saja kuserang dirinya itu.
Perlahan, aku mulai melumat bibir atasnya itu. Hanya sekadar melumat, karena memang tujuanku itu. Posisi kami tak nyaman, untukku. Aku yang duduk di kemudi utama harus memutar tubuh 90 derajat untuk bisa menciumnya seperti ini. Tanganku meraba lengannya hingga pundak. Lalu, kupasangkan sabuk pengaman padanya.
"Agar kau selamat," dan CKLEK. Terpasanglah wajah bingung dari seorang Kim Kibum.
Dia masih saja dengan wajah terkagetnya itu. Membuatku ingin sekali menerkamnya saat itu juga. Ia perlahan menoleh kearahku dengan canggung. Aku membetulkan posisi duudkku agar nyaman saat berkendara.
"Kita lanjutkan nanti," ucapku yang kuketahui dijawab dengan telanan ludah yang berat oleh Kibum.
*Choi Siwon POV end*
*Author POV on*
"Tolong pencetkan nomornya," ucap Siwon pada Kibum tanpa melepaskan pandangan dari jalan. Bukan karena jalanan lebih menawan dari pada Kibumnya itu, tetapi memang itu untuk keselamatan mereka berdua (ga perlu lu kasih tau ya readers dah tau kaluk, thor ==')
Kibum menerima hansphone milik Siwon. Ia mulai mengikuti langkah2 yang harus ia pencet dari Siwon. Dan akhirnya, ia memencet tombol 'call'.
'Rasanya aku familiar dengan nomor ini,' pikir Kibum.
Tiba tiba..
"Tuan Kim, saya boss baru anak anda, Kim Kibum. Nama saya Choi Siwon. Ne.. Karena urusan pekerjaan, kuharap anda mengijinkannya untuk lembur di rumah saya. Ne, ne, dia aman bersama saya. Ne, gamsahamnida," begitulah dan pembicaraan lewat telponpun berakhir. Mungkin karena Siwon teralu berkharisma sehingga itu mempengaruhi daya pikir Kibum jadi melemah. Ia hanya diam tak berkomentar.
Setelah hampir 1 menit diam...
"Jadi? Saya kerja lembur malam ini?"
"Tergantung 'kerja'mu memuaskan atau tidak," jawab Siwon. Ambigu? Hm...
Mereka akhirnya kembali ke kantor terlebih dahulu mengingat ini masih siang dan akan terasa aneh bila tiba-tiba mereka pergi dari jam kerja terlalu lama.
"Tuan, saya akan ke ruangan saya. Terima kasih tumpangannya," ucap Kibum sambi melepas sabuk pengamannya. Namun tangannya ditahan oleh Siwon yang memandangnya lembut. Jelas saja wajah sang snow white menjadi tidak white lagi.
"Mana bayarannya?" tanyanya seduktif. Kibum bukan orang mesum seperti Siwon, jadi ia tak paham dan malah mulai menggresek saku celananya.
Siwon mendesah pelan.
"Bukan 'bayar' dengan itu. Tapi dengan ini," ucapnya langsung menarik dagu Kibum. Dan mulailah ia mencium pria yang lebih muda darinya itu. Seperti yang sudah saya katakan di awal, Kibum bukan orang berpikiran kotor dan pervert seperti author dan Siwon *plak*, jadi ia masih cukup kaget menerima perlakuan tiba-tiba dari boss nya itu.
TUNGGU!
Mereka kan masih status Boss dan Sekretaris. Mana boleh melakukan hal seperti itu?
"Sh.. siwon.. ssi.. aah..," ucap Kibum penuh kesusahan. Tampaknya uri Siwon sudah melumat habis bibir tipis milik Kibum. Itu membuat Kibum sedikit risih karena bekapan Siwon yang kelewat kuat membuatnya semakin susah bernafas. Dan posisi mereka yang sangat tidak nyaman didalam mobil itu membuat ciuman –lumatan sebenarnya- cepat selesai.
'Terkutuk kau, persneling sialan,' umpat Siwon karena perutnya terkantuk persneling tangan. Kibum menutup matanya dan mengambil udara sebanyak-banyaknya. Ia bukanlah kisser yang baik karena meskipun itu bukan ciuman pertamanya –dan yang di awal pertemuan mereka itu bukan yang pertama juga bagi Kibum—ia belum pernah main lumat-lumatan dan saling-menyapa-penghuni-mulut seperti yang Siwon dari tadi lakukan. Bukannya Kibum tak suka, hanya merasa asing.
"Tuan Choi, saya rasa anda sudah kelewatan terhadap saya. Saya tidak ingin menikah dengan anda, meskipun Presiden Korea atau bahkan siapapun itu memaksa saya melakukannya! Jadi jangan pernah mencium saya lagi atau anda akan menerima surat pengunduran diri atas nama Kim Kibum!" ucapnya tegas. Dan Siwon? Masih saja ia memandangi lembut namja didepannya itu.
Bukannya mengurangi godaannya, Siwon malah mengelus pipi kiri Kibum yang tirus itu. Masih dengan senyum lembutnya ia berkata, "Aku tak peduli. Bahkan bila Raja Galaksi melarang kita menikah sekalipun aku akan tetap akan menikahimu. Kau tahu? Sebenarnya hubungan itu saja sudah terlarang dalam agama. Namun karena cintaku padamu, aku bisa mengesampingan masalah itu,"
Kibum tercengang. Ia memiringkan kepalanya dan memandang bola mata coklat kopi milik bos nya itu. Mencari kejujuran namun terlihat penuh dengan luka. Ya, kejujuran bahwa ia hanya mencari pelampiasan dari lukanya.
"Kau percaya dengan cinta pandangan pertama?" tanya Siwon tiba-tiba setelah keheningan yang lumayan memakan waktu itu.
Kibum mengendikkan bahunya.
"Awalnya aku tidak, namun sekarang iya," dan setelah itu ia mulai menyerang bibir yang belum juga ada setengah jam berhenti diserang olehnya. Kibum lagi-lagi memukul dada namja yang masih berpredikat bos nya itu.
Tidak lama, Siwon sudah melepaskan ciumannya. Namun kali ini, mungkin karena kelelahan, Kibum hanya diam saja. Ia terlihat berpeluh deras meskipun mobil itu ber-ac. Siwon mengusap peluh peluh yang berselancar diwajah mulus milik Kibum menggunakan bibirnya. Asin. *Ya iya lah bang Won. Masak pedes =='*
Tanpa berbicara apa-apa, Siwon langsung keluar dari mobil begitu wajah Kibum dirasa sudah lumayan bersih dari peluh meskipun terlihat sayu. Bukan Mr Gentleman Siwon namanya kalau tidak membukakan pintu untukmu, bayangkan itu! *Siwonest membayangkan sambil mimisan #plak*
"Kita lanjutkan di dalam," ujarnya sambil mendekatkan diri di telinga Kibum. Dan dalam sekali angkut, sekarung beras #plak! Maksudnya, seorang Kibum pun mampu diangkatnya dengan bridal style. Kibum mungkin sudah mulai mendapatkan kesadarannya. Ia sedikit meronta namun ia sadar kalau terlalu keras meronta ia bisa saja dijatuhkan kapanpun oleh Siwon. Padahal ia tahu sendiri keadaan tubuhnya yang masih lemas akibat ciuman-ciuman dari Siwon yang memabukkannya hingga ia limbung seperti ini.
Mereka mengambil jalan pintas melewati lift belakang yang biasanya digunakan oleh pekerja hotel. Lift itu sedang kosong dan dan sepertinya untuk dua jam kedepan masih akan kosong terus. Jangan bayangkan mereka akan melakukannya didalam lift itu. Siwon adalah orang yang berkelas dan ia tidak ingin 'melakukannya' di tempat yang tidak seharusnya. Setidaknya di sofa ruangannya sudah yang terburuk. Ia tidak ingin menyusahkan Kibum yang jelas dan sudah pasti belum tahu soal 'this' and 'that'.
Selama didalam lift, Siwon hanya memberikan rangsangan-rangsangan kecil pada namja manisnya itu. Dikecupnya seluruh wajah Kibum secara ringan dan penuh cinta. Kibum pun mulai mendesah tertahan karena sensasinya membuat tenggorokannya dengan begitu lancar meluncurkan desahan. Tangan besarnya meraba pelan punggung dan tengkuk Kibum. Lengan kekarnya mengunci semua pergerakan Kibum. Desahan-desahan frustasi meluncur dari bibirnya saat Siwon mulai menggigit lehernya dan memberikan rona-rona keunguan lebam. Siwon ternyum pada hasil karyanya yang memberi motif leher Kibum yang putih mulus tanpa noda (awalnya).
Lift sudah sampai di lantai tempat kantornya dan Kibum berada. Begitu pintu lift terbuka, Siwon langsung menggendong dengan bridal style. Beberapa pegawai hotelnya kelabakan saat melihat boss tertingginya itu berjalan sambil menggendong seorang pria dengan penuh keringat dan bekas ciuman di lehernya. Pasalnya mereka sedang berleha-leha mengingat ini masih siang hari.
"Lanjutkan saja istirahat kalian. Aku akan keruanganku segera untuk merawatnya. Jangan ada satupun yang berani masuk ke ruanganku sampai kecuali panggilan langsung dariku. Mengerti?" dijawab dengan anggukan dan kesiapan mereka semua. Engan penuh pertanyaan dikepala mereka tentunya.
CKLEK.
"T-tuan, anda mau apa?" tanya Kibum polos. Ia sudah cukup bisa berbicara sekarang. Ciuman dari Siwon di lift tadi membuatnya susah bernafas namun karena perjalanan dari lift hingga kantornya itu lumayan jauh adi ada waktu untuknya bernafas lepas.
"Membuatmu lebih rileks. Aku tak ingin menakutimu. Aku menyukaimu dan ingin kau juga merasakan apa yang kurasakan saat ini,"
Kibum terlihat penasaran dengan mata Siwon. Mata itu besar, bening, dan cerah. Nmaun menyimpan banyak sekali derita dan kesedihan yang tersembunyi didalamnya. Membaca seperti itu saja membuat Kibum meneteskan air matanya. Sayangnya Kibum sendiri tak tahu dan tak sadar tengah menitikkan air mata.
Tiba-tiba pandangan Siwon melembut, dan Kibum menyadari itu. Perlahan sekali, Siwon mendekati wajah Kibum dan mulai mengecup pelan kedua matanya.
"Uljima...," ucap Siwon ditenga kecupannya.
"Kau sangat tersiksa. Penuh luka. Bagaimana aku tak menangis?" jelas Kibum
"Mengapa kau harus menangis? Kau bahkan hanya sekretarisku,"
JLEB
Menohok bagi keduanya. Bagi Kibum maupun Siwon.
Seketika itu juga, Kibum mendorong dirinya yang tengah dikecup lembut dan mesra oleh Siwon. Karena ia memeluk dan mencium bukan karena paksaan, bekapannya terlepas begitu saja. Kibum berdiri melipat tangannya sambil membelakangi Siwon yang tengah duduk dengan manly nya. Memandang heran dengan bunga saljunya yang tiba-tiba bertingkah seperti itu.
Kibum memegang tengkuknya sendiri setelah mengancing kembali 3 kancing kemeja yang tadi dibuka oleh Siwon. Sedikit menundukkan wajahnya tanda ia sedang berpikir. Tangan satunya masih di dada. Terlihat sekali Kibum gelisah terhadap sesuatu.
"Chagiya, ada apa?" tanya Siwon berdiri perlahan. Perlahan juga ia melingkarkan lengan kekarnya di pinggang ramping milik Kibum dari arah belakang.
"Aku bukan kekasihmu. Aku sekretarismu. Jangan panggil aku seperti itu," ucapnya seperti anak berego tinggi dan merajuk dan dengan lembut namun memaksa menurunkan lingkaran lengan Siwon di pinggangnya.
Siwon malah gemas.
Dengan sekali hentak, Siwon memeluk Kibum dari belakang lagi. Namun kali ini disertai dengan gigitan dan hembusan kecil di telinganya. Tangannya meraba-raba tubuh bagian depan sekretarisnya itu. Dengan feeling, ia membuka satu persatu kancing kemeja milik Kibum secara acak namun pada akhirnya terbuka samua.
"Jadilah milikku. Menikahlah denganku. Aku akan selalu membahagiakanmu," ucap Siwon.
"Eung.. ah.. S-siwon ssi..," bukannya menjawab, Kibum malah mengerang keenakan.
Dengan tenaga seadanya, Kibum menyingkirkan tangan-tangan milik Siwon yang sudah menggerayang kemana-mana. Bahkan bajunya sudah tergerayangi oleh nafsu nista milik Siwon *author dikunya siwonest*. Ia juga membalikkan badan sehingga melihat langsung wajah tampan milik bosnya itu.
"Menikah katamu?" Siwon mengangguk.
Kibum menunduk. Ia masih memegang kedua tangan Siwon untuk meminimalisir ke-pervert-an Siwon agar tidak berkeliaran ke tempat yang tidak seharusnya hingga ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Siwon memandangnya dnegan penuh pertanyaan.
"A-aku tidak bisa. Kita baru saja bertemu tadi pagi. Meskipun kau sudah menciumku beberapa kali dan Direktur Choi menyetujui, aku tetap tak bisa begitu saja menikahimu. Perasaanku saja masih tak menentu," jelasnya panjang sambil masih menunduk. Siwon mengangkat tangannya yang masih digegam lemah Kibum, lalu terlepas dari genggaman itu.
"Kalau begitu akan kubuat kau memiliki perasaan terhadapku."
Siwon langsung menekan tengkuk Kibum menyebabkan kepala namja pucat itu mendongak dan bibirnya langsung diterkam Siwon kembali. Sedikit memberontak, tapi tak lama kemudian Kibum malah membalas lumatannya. Siwon membuka matanya dan tersenyum melihat sekretarisnya itu menutup matanya menandakan ia menikmati ciuman mereka. Tanpa melepaskan ciumannya, Siwon mengiring kedua tubuh yang tengah berpeluh hangat itu menuju kamar yang memang disediakan khusus untuk direktur yang ingin istirahat disana.
Dengan perlahan, Siwon melepas ciumannya dan juga merebahkan tubuh Kibum dengan pelan di kasur king size didalam kamar tersembunyi itu. Ia berbaring diatas tubuh Kibum. Tak sepenuhnya sih mengingat tubuhnya yang lebih besar itu bisa membuat namja cantik dibawahnya menjadi 'sleeping beauty', forever sleeping tepatnya. Jadi ia hanya menyandarkan tubuhnya dengan lengan kiri yang kekar itu.
"Kalau begitu, bagaimana kalau menjadi pacarmu terlebih dahulu?" tanyanya sambil sedikit menggoda Kibum. Wajahnya dibuat mendesah sedemikian rupa tepat didepan wajah Kibum. Ia meraba dengan telunjuk kanannya tiap lekuk tubuh bagian atas dari sekretarisnya yang sangat *ehem* sexy – meskipun tidak se-sexy Siwon sendiri sih.
"M-mungkin itu juga b-boleh," jawab Kibum. Siwon tak puas!
"Mungkin? Aku tak suka ketidakjelasan. Katakan ya atau tidak terhadap pertanyaanku tadi," perintah Siwon dengan lembut. Bahkan ia sedikit merendahkan tubuhnya sehingga pusat nafsu mereka berdua bergesekan pelan. Itu membuat mereka berdua melenguh dengan caranya sendiri-sendiri.
"Akan kubuat kau yakin dengan kata-katamu sendiri," ucap Siwon di telinga Kibum dan mulai memasukkan tangannya kedalam kaus milik Kibum.
Kibum sedikit terkaget dengan kehadiran tangan Siwon yang membuat tubuhnya makin terasa panas. Ia menggeliat-geliat tak enak saat tangan terlatih meremas salah satu nipple nya dan juga kejantanannya yang masih tertutupi beberapa kain itu. Memberikan sensasi tersendiri yang sangat berbeda dan tak pernah dirasakan Kibum sebelumnya.
#################
Entah sudah berapa lama mereka bergelut tubuh diatas kasur itu hingga sprei putih dan bedcover krem bercorak bunga kecil itu sudah tak beraturan lagi. Padahal maid disana sudah menghabiskan waktu setengah jam hanya untuk memastikan tak ada sedikitpun kerutan yang tercipta dikasur itu. Keduanyapun semakin panas menautkan tubuh tak berbusana mereka. Peluh, liur, dan sperma mereka bersatu dalam nafas berderu tak menurunkan nafsu mereka berdua (atau nafsu Siwon yang kelewat membludak).
Kibum sudah lebih dari 5 kali mencapai puncak nafsunya, sedangkan Siwon baru sekali mencapai puncaknya. Pria itu memang hobi berolah raga sehingga daya tahan tubuhnya sangat bagus. Kibum sudah benar-benar kelelahan apa lagi pada ronde kedua tadi –satu ronde tepat sebelum saat ini—ia menggunakan posisi on top sehingga ia yang diharuskan aktif bergerak. Padahal ia juga klimak sampai dua kali saat ia on top itu.
"Ch-chagiya.. A-aku lelah..," erang Kibum saat Siwon masih semangat mengdorong kejantanannya lebih dalam dilubangnya.
"Sebentar lagi, chagiya. Akhh.. Ini sudah yang ke tiga, kau masih sempit sekali," komentar Siwon sambil masih mendorong makin dalam ke tubuh Kibum.
"Akh! Di sana! Akhh, Oh!" lenguh Kibum keras saat Siwon untuk kesekian kalinya mengenai hot spotnya.
Beberapa tusukan setelahnya, mereka akhirnya puncak secara bersamaan. Siwon terbaring puas didekat Kibum. Karena tubuh mereka masih menyatu, mau tak mau Kibum ikut memiringkan tubuhnya karena Siwon juga menidurkan tubuhnya. Kaki kirinya ia lingkarkan di pinggang bosnya yang lebih tua beberapa tahun darinya itu. Kaki kanan Siwon pun ia taruh diatas paha milik kekasihnya yang baru saja ia renggut kevirginannya itu.
"Gomawo chagiya. Jujur saja, aku belum pernah merasa sepuas dan sebahagia ini dalam seumur hidupku," ujar Siwon membuat pipi Kibum bersemu. Ia semakin menenggelamkan kepalanya ke dada bidang milik Siwon. Padahal ia lebih banyak mengeluh karena lelah, tapi Siwon tetap saja memujinya seperti itu.
"Tapi aku bisa lebih bahagia lagi kalau kau mau menikah denganku," ujarnya sambil mengecup puncak kepala Kibum. Siwon bisa merasakan helaan nafas bosan di dadanya.
"Sudah kukatakan aku..."
"Cukup bicaranya. Aku cukupkan hanya 3 ronde karena dari tadi kau mengeluh lelah. Bila kau bisa berkomentar panjang, akan kubungkam kau dengan ini," ujar Siwon sambil memeluk Kibum lebih erat dan memasukkan kejantanannya yang memang sedari tadi belum dikeluarkan. Kibum melenguh agak keras.
"B-baik, Siwon ssi," jawab Kibum dan langsung dikoreksi oleh Siwon dengan, "Wonnie, chagi. Won-ie," nya.
"What ever. Selamat tidur," pamit Kibum dan dibalas dengan elusan manja di kepalanya oleh Siwon. Dan mereka pun terjun kedalam dunia mimpi siang mereka setelah melakukan kegiatan sakral suami-istri itu.
*TBC
*Kotak curhat Author*
Bukannya saya nggak mau bikin adegan NC secara detail. Tapi tanpa itupun sudah panjang sekali, gimana kalo aku tambahin? Padahal aku pernah bikin part khusus cuman buat NC itu aja. Mana aku itu orangnya suka yang detail, jadi aku jelasin sedetail mungkin. Jadi rasanya masih butuh latian untuk part-part selanjutnya. Mohon bantuannya ya.. )
