Title : My Secretary (the series) / part 6
Author : Inchangel (kurniaaprinta)
Main Cast : Choi Siwon, Kim Kibum
Genre : Yaoi NC-21, romance, pemaksaan. (buat kali ini, ANGST! Siap-siap tisu! #lebay)
Rating : over all, M (tapi ada yang T juga, cuman lebih banyak M nya – keliatan banget author yadong. Hekekekeke)
Ia terlihat mempersiapkan mental untuk mengatakan sebuah kabar yang membuatnya terisak cukup hebat. Cukup lama Siwon berdiam dalam pikirannya sendiri. Kibum pun tak memaksa Siwon untuk cepat-cepat mengatakan alasannya. Toh pasti itu berita yang sangat tidak mengenakkan untuk Siwon, apalagi bila harus diingat-ingat dan harus diceritakan ulang. Tapi Kibum sudah berjanji akan menerima apapun itu.
Kibum masih menunggu Siwon yang tengah berkutat dengan pikirannya. Wajahnya terlihat gelisah. Inisiatif, ia mengambil tangan kiri Siwon dan menciumi seluruh permukaan tangan Siwon. Pemilik tangan itu hanya tersenyum dan tertawa pelan merasakan geli di tangannya. Siwon mulai sadar, Kibum tak sabar mendengar alasannya. Tak ada alasan untuk menyembunyikannya lagi. Siwon menarik wajah Kibum dan mengecup bibir itu pelan namun agak lama. Dan saat ia melepaskan bibir itu...
"Appa telah meninggal"
DEG!
.oO | My Secretary the series | Oo.
"B-bagaimana bisa? Dan kau tak menyusul ke rumah sakit?" tanya Kibum ikut terkaget. Terlambat bagi Siwon reaksi Kibum menurutnya.
"Beberapa hari yang lalu saat kita ke luar kota untuk acara studi banding dengan Hotel Galaxy, ternyata dilaksanakan oprasi pencangkokan ginjal untuk appa. Sayang sekali ternyata appa terlalu lemah untuk menjalani operasi seperti itu hingga ia tak bisa diselamatkan."
Kibum melemah. Rasanya ia ingin menangis. Tapi semuanya sudah terlambat.
"Appa sudah dimakamkan?"
"Sudah dikremasi. Dan abunya sudah di pemakaman setelah 2 hari dari kematiannya. Aku tak dikabari. Jinhwa yang memberitahuku soal kematian appa," terang Siwon. Jinhwa adalah kerabat dari keluarga Choi sejak appa Siwon masih remaja. Kibum pernah bertemu dengannya saat mengunjungi appa Siwon yang juga diretur utama hotel itu di rumah sakit
"Lalu, mengapa dia tak memberi tahumu sejak awal?" Kibum bertanya dengan sedikit amarah. Sudah tahu Siwon sangat peduli terhadap appanya, kenapa tega Jihwa tak mengabarinya?
"Katanya, agar aku lebih konsentrasi pada hotel. Saat itu memang aku akan menandatangani kerjasama dengan Galaxy Hotel, kau tahu itu. Maka dari itu, appa berharap kesuksesanku melakukan mitra kerja dengan hotel yang terkenal susah diajak kerja sama adalah sebagai kado dari kesuksesannya operasi. Itu harapannya," ucap Siwon lirih.
"Kenyataannya, tak satupun dari harapan ayah yang terkabul kan? Kerja sama dengan Galaxy Hotel gagal karena kita menemukan dana-dana yang alirannya tak jelas kemana. Begitu pula dengan operasi ginjal appa," terang Siwon mulai menahan tangis.
"Ssshh, uljimayo chagiya...," ucap Kibum menenangkan kekasihnya itu. Tubuh keduanya yang telanjang saling membagi kehangatan dengan pelukan ringan dari Kibum.
"Aku sudah kehilangan umma sejak lahir, lalu kedua kakak perempuanku saat aku SMA akibat kecelakaan mereka saat wisata denagn sekolahnya, lalu kakekku yang menjagaku disaat appa sedang di kantor dibunuh oleh rentenir hutangnya, lalu kekasihku di London meninggalkanku untuk seorang pengangguran tetangga apartemenku. Sekarang appa yang meninggalkanku!" Kibum mencelos saat mendengar penuturan Siwon. Ia memang tahu kalau direkturnya kini hanya memiliki serang anak, tapi tak tahu bagaiaman rasa itu dari sisi sang anak sendiri.
"Semua yang aku sayangi selalu pergi meninggalkanku. Aku tak mau kau begitu juga," rengek Siwon.
Katakan Siwon kekanakan mempercayai hal seperti itu. Tapi kalau kau berada di posisi Siwon, akankah kau bisa bertahan untuk tak menangis dan trauma? Semua orang yang ia sayangi pergi meninggalkannya. Apakah itu cukup buatnya mempercayai seseorang untuk disayangi?
Sebenarnya Siwon sendiri sempat ragu saat awal bertemu Kibum. Namun entah ada sesuatu dalam diri Kibum yang membuatnya bisa merubah keputusannya dalam sekali kedip.
"Aku takkan pernah meninggalkanmu. Aku berjanji padamu, Siwonnie," ucap Kibum tulus. Perasaannya begitu ringan saat mengatakan itu. Ia tahu bahwa ia mengatakannya sesuai dengan yang hantinya inginkan. Tak ia sadari bahwa Siwon tersenyum senang karenanya.
"Pernahkah aku berkata bahwa kau sangat cantik Kibummie?" tanya Siwon pada Kibum. Ia yang seorang namja tak pernah mau dikatakan cantik oleh siapapun. Tapi entah mengapa ia bisa tersipu malu tiap kali mendengar Siwon menuturkan seperti itu.
"Ne, kau pernah mengatakannya," ucap Kibum setelah mengangguk pelan membenarkan perkataan Siwon.
Memang Siwon pernah, ah, sering mengatakan itu. Kibum juga tak bermasalah dengan hal itu, mengingat Kibum sebenarnya adalah namja.
Siwon mengelus pelan dagu Kibum, dan ditariknya pelan agar ia bisa merasakan debaran dan hembusan tiap nafas yang dikeluarkan Kibum. Dengan sedikit keberanian, Kibum mencium sekilas bibir Siwon sambil memjamkan mata. Saat ia membuka mata, langsung ia melihat mata Siwon yang sangat bening. Sesimpul senyum merekah dikedua bibir itu.
"Ayo kita pulang. Sudah malam," ucap Siwon membuyarkan suasana romantis itu. Kibum terbingung-bingung dengan perubahan sikap Siwon. Ia mengengut karena suasana romantis yang barusaja ia dapatkan harus pecah begitu saja.
"Kau tak mau bersamaku? Kita bahkan baru saja jadian?" goda Kibum. Siwon tertawa pelan.
"Sejak kapan Kibum ku jadi nakal begini, heuh?" tanya Siwon sambil mencubit pelan hidung Kibum. Merasa kesakitan, mulut Kibum mengerucut saat hidungnya dicubit.
"Besok aku akan membuat kejutan untukmu. Sekarang akan kuantar kau pulang. Aku tak mau Kim Ahjumoni memarahiku karena menculik anak kesayangannya," ucapnya sambil mencium pipi Kibum yang memanas.
Siwon baru dua kali mengantar Kibum sampai ke rumahnya. Itu saat mereka akan pergi ke luar kota untuk rapat kerja sama dengan Galaxy Hotel dan saat pulang dari luar kota itu membawa kegagalan bekerja sama. Kegagalan itu tidak menimbulkan hal yang berarti bagi Global Hotel milik keluarga Choi itu. Buktinya, Siwon dan Kibum malah sempat berbelanja di kota tempat Galaxy Hotel itu berada. (author males mikir tempatnya Hahaha)
Dan yang menyambut Siwon dan Kibum di rumah keluarga Kim itu tidak lain dan tidak bukan adalah Ibu dari Kibum. Sebenarnya dari gelagat ibu Kibum saat itu saja Siwon sudah tahu kalau ibu Kibum menyukainya. Jadi ya semakin gencar lah Siwon mendekati Kibum.
"Ibu selalu saja menanyakan soal dirimu. 'Kapan bos mu datang lagi?' 'dia sudah punya pacar?' 'umurnya berapa?' dan lain lain. Ck," protes Kibum sambil memakai pakaiannya.
"Haha, Ahjumonim sepertinya menyukaiku," komentar Siwon setelahnya. Tak diketahui Kibum bahwa ia tersenyum licik.
##########################
"Kamsahamnida, Choi Siwon ssi. Untung saja kau yang mengantarnya. Kalau dengan anda, saya ikhlas Kibum dibawa kemana saja," ucap Ibu Kibum seperti tak ada rasa sungkannya. Kibum hanya menyikut pelan pinggang ibunya karena berkata sesuatu yang memalukan.
"Aih, eommonim. Jangan begitu," bisik Kibum pelan namun masih kedengaran Siwon.
"Tentu saja begitu. Kau tak suka dengan bos mu? Dia sudah baik sekali mau mengantarmu padahal sudah malam seperti ini," kata ibu Kibum.
"Maaf ya, pasti Kibum merepotkan Siwon ssi. Apalagi sekarang kan malam valentine, pasti Siwon ssi tengah memperdiapkan sesuatu untuk kekasihnya, kan?" goda ibu Kibum. Keduanya langsung membeku karena kata-kata ibu Kibum.
Ibunya masih belum tahu kalau kedua anak yang tengah ia goda itu sekarang sudah menjadi sepasang kekasih. Tidak, Kibum tak ada rencana untuk memberi tahu ibunya karena hanya akan memperkeruh suasana hatinya yang sedang keruh akibat kabar dari Siwon tadi.
Direktur Choi adalah orang yang sangat baik dimata Kibum. Dia lah yang menerima Kibum dengan lapang dada saat hampir seluruh pekerjanya tak setuju dirinya diangkat sebagai sekretaris. Namun dengan seluruh usaha keras, akhirnya Kibum menunjukkan bahwa ia memang patut menyandang jabatan sebagai sekretaris dari Direktur Choi. Karena jasa yang besar itulah Kibum sangat menghormati setiap keputusan dari Direktur Choi meskipun terkadang sangat tidak masuk akal, tapi ternyata sangat berandil besar pada masa depan. Contohnya saja yang soal keputusannya untuk menikahkan Kibum dan Siwon.
"Ahjummoni tidak perlu sungkan. Saya sudah akrab dengan Kibummie. Jadi kami hampir sering tidak menyadari bahwa kami adalah boss dan sekretaris karena keakraban kami," ucapnya sambil mengerling nakal pada Kibum. Kibum malah merinding tak jelas.
"Ohoho, tentu tentu. Siwon ssi mau masuk dulu? Akan saya buatkan cokelat hangat. Kebetulan saya barusan menghangatkan makan malam kami, mau sekalian makan?" tawar Ibu Kibum terlalu banyak.
"Tidak, terima kasih, Ahjummoni. Kami sudah makan sebelum kesini," ucap Siwon dengan senyum cerah mengalahkan purnama yang hampir seutuhnya bundar itu.
"Ah, sayang sekali. Tapi ya sudah lah. Atau Siwon mau menginap saja? Sudah malam loh, nggak baik nyetir malam-malam," tawar lagi oleh Ibu Kibum. Sepertinya ibu kita satu ini sangat sangat suka menawar. Bayangkan saja seperti apa wajah seluruh penjual di toko yang dihampirinya di pasar.
"Ahaha, tidak Ahjummonim. Kapan-kapan saya akan menginap, tapi bukan sekarang. Saya permisi," pamit Siwon sopan. Ibu Kibum masih saja menunjukkan wajah sumringah hingga kepulan asap dari mobil hitam sport impor milik Siwon menghilang.
Setelah jelas-jelas mobil itu menghilang, Kibum langsung melengos masuk kedalam rumah. Ibu Kibum mengancing pintu itu karena dari 4 anggota keluarga Kim tinggal Kibum lah yang belum menginjakkan kakinya setelah keluar tadi pagi. Kibum langsung menuju kamarnya di lantai atas.
"Kibum ah, benar kau tak mau makan dulu? Ibu siapkan air hangat?" tawar manis ibunya.
"Ani. Aku mandi di kamar mandi dalam saja. Jaljayo, eommonim," ucap Kibum pada ibunya. Lalu ia menutup pintunya pelan. Dengan langkah perlahan ia menuju kasurnya yang memang rapi.
"Mungkin mandi akan menghilangkan perasaan gelisahku," ucap Kibum pada dirinya sendiri.
Entah apa yang ada didalam pikiran Kibum saat ini, namun yang jelas Kibum tak bisa bernafas dengan ringan. Ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya. Sesuatu yang tak bisa ia ungkapkan bahkan tak ia ketahui alasannya. Matanya kerap mengerling ke samping kanan dan kiri. Mencari kejelasan mengenai kegelisahannya.
Tiba-tiba, ia melihat sesuatu yang bertengger indah diatas meja kecil dekat kasur letak lampu tidur mungilnya bertengger.
14 Februari 20xx!
Kibum menepuk jidatnya. Bagaimana ia bisa begitu bodoh akan dirinya sendiri? Tentu saja ia gelisah karena besok adalah hari valentine dan Kibum tidak mempersiapkan apa-apa untuk Siwon! Dan kegelisahannya itu dimulai sejak ibunya mulai menggoda Siwon mengenai malam ini adalah malam valentine.
"Ah, nanti saja lah ngurusin itu," ucapnya cuek. Ia langsung menyambar handuk dan mulai memasuki sebuah ruangan lembab didalam kamarnya.
Dua puluh menit, waktu yang dibutuhkan Kibum untuk berbersih diri dengan air hangat dan wewangian yang menenangkan. Iseng, ia membuka hp nya yang masih berada didalam tas kerjanya.
24 missed call | 17 new messages
"Wow, banyaknya!" komentar Kibum pada dirinya sendiri. Ia membuka daftar missed call terlebih dahulu.
Siwon sajangnim
Siwon sajangnim
Siwon sajangnim
Siwon sajangnim
... (Haruskah ditulis sebanyak 24 kali? ==')
Kibum menunjukkan wajah bosan. Ia bisa menebak siapa yang meng-smsnya.
Siwon sajangnim
"Jagiya, aku rindu padamu~"
Siwon sajangnim
"Honey, kau baca ini? Hehe"
Siwon sajangnim
"Bummie chagiya, saranghae~"
Siwon sajangnim
"Aku lihat kelinci. Kau mau? Ah, buat aku saja. Kau sudah punya peliharaan lain dalam diriku :3"
Dan banyak lagi sms-sms tak penting. Astaga, berarti kan Siwon sms saat ia masih mengemudi mobilnya? Kibum menggeleng-gelengkan kepalanya.
"I lost my mind, neorul cheotmanasseulttae~"
Hpnya tiba-tiba berdering lagi. Sebuah lagu dari hobae yang belum pernah ia lihat namun menurutnya bagus itu terdering sangat nyaring membuatnya hampir melemparkan hpnya. Dilihatnya nama pemanggil, Siwon sajangnim. Ibum mendesah pelan sebelum mengangkat telepon tu.
"Annyeo...,"
"Ya, Kibummie! Kenapa kau tak mengangkat telponku?"
"Aku kan lagi mandi," jawab Kibum agak ketus. Ia sudah lumayan mengantuk sekarang, dan bentakan dari siapapun bisa membangkitkan nafsu sebagai iblis nya.
"Ah, kau pasti sudah segar sekarang. Eum... Aku mau meminta 2 hal boleh?" tanya Siwon tiba-tiba.
"Hey, ini benar Wonnie?" tanya Kibum tak sopan.
"Ya Kim Kibum! Ini benar-benar Choi Siwon, kekasihmu yang paling tampan! Kenapa kau tanya tak penting begitu, heum?"
"Habisnya kau aneh sekali. Sejak kapan kau meminta izin dariku untuk meminta sesuatu? Biasanya kan kau langsung kerja sendiri tanpa memikirkan pendapatku," ucap Kibum masih sedikit (?) ketus akibat mengingat segala pemaksaan yang diberikan namja yang sekarang menjadi namjachingunya itu.
"Hehe. Eum jadi begini... Besok kau temani aku ke makam appa, ne? Aturkan jadwal untukku," perintahnya. Aku dengan patuh langsung menulisnya di kertas yang tergeletak tak jauh dari tempatku berdiri saat ini.
"Eum. Aku mengerti. Lalu yang kedua?"
"Kau tahu kan besok tanggal berapa?"
DEG!
Kibum tahu Siwon akan menanyakan ini. Cepat atau lambat.
"N-ne. Wae, Wonnie?" Kibum menjawab sambil menegak ludah agak berat.
"Adikku ingin dimanja~" ucap namja itu dari seberang telepon.
Kibum mengerjapkan matanya dan mulutnya membulat seiring dengan kedipannya. Menunjukkan ketidakpercayaan terhadap kata-kata dari orang diseberang sana.
"Ya, Siwonnie! Pertama, tadi siang kita sudah melakukannya. Kedua, sekarang kita tidak berada di tempat yang...,"
"phone sex," ucap Siwon memotong protes kibum. Mata Kibum kalau saja bisa keluar pasti akan melompat-lompat diatas lantai akibat kelopaknya tertarik begitu kuat saking terkejutnya dia.
"A-apa kau bilang?" tanya Kibum tak percaya. Ia saja masih mengenakan kimono mandi, dan rambutnya masih meneteskan wewangian segar.
"Ah.. K-kibummie... Ahhh~"
GULP. Kibum tak bisa memungkiri bahwa suara Siwon sangat menggoda di telinganya. Berputar bagai kaset rusak yang senantiasa membuat darahnya mengalir deras. Tak terasa pipinya mulai memanas. Rahangnya bergetar.
"W-wonnie?"
"Ahh.. Ayolahhh Kibummieh... Ikuti aah.. permainhh anhh kuh.. aahh~" ucap Siwon sambil diselingi desahan. Kibum benar-benar menelan ludah dnegan sangat berat. Suara Siwon yang berat membuatnya terangsang dan ia mendengar suara sesuatu yang bergesekan cepat.
"J-jangan bilang kau.. main sendiri?" tanya Kibum masih tak percaya.
Tiba-tiba suara Siwon berhenti. Tersisa nafas berat dari Siwon. Bisa dipastikan kalau pria itu memaksa permainan solonya berhenti dengan pemaksaan.
"Kau tak mau? Baiklah. Selamat tidur, Kibummie," dan setelahnya sambungan telepon berhenti.
"Mwo? Won-wonnie? Wonnie! Yah, diputus," desah Kibum kecewa.
Kibum melirik mejanya, dan menaruh kembali hpnya. Tiba-tiba dia merasakan ada yanga neh dari kimononya.
"OMONA! Aku ereksi! Aish, digimanain nih? Duh tapi ngantuk. Ah, dipaksa buat tidur deh," ucap Kibum pada dirinya sendiri.
Akhirnya mereka berdua tak jadi melakukan phone sex. Parahnya pula, Kibum tidur dengan keadaan setengah tegang di penis mungilnya. Sedang Siwon? Dia sudah punya rencana sendiri untuk Kibum esok hari...
*TBC
*kotak curhat author*
pertama, Inchan mau minta maaf soalnya lama publish. tapi dibanding dulu, sempet lamaaaaaaaa banget ga publish gara-gara ujian, panitia, dll. hehe.
eum, jujur aja ni ff ceritanya udah diluar dari rencana awalku. tapi untuk ending udah aku bikin senggantung mungkin #plak
oia, buat yang review di FFN, mian nggak aku bales, soalnya memang aku bikinnya fokus di fb. kalo yang di FFN komen di FB juga gpp, tetep komen di review FFN malah saya bakalan kirim sejuta bunga mawar #promo provider saya :P#.
