Title : My Secretary (the series) / part 7

Author : Inchangel (kurniaaprinta)

Main Cast : Choi Siwon, Kim Kibum

Genre : Yaoi NC-21, romance, pemaksaan. (buat kali ini, ANGST! Siap-siap tisu! #lebay)

Rating : over all, M (tapi ada yang T juga, cuman lebih banyak M nya – keliatan banget author yadong. Hekekekeke)

"Kau tak mau? Baiklah. Selamat tidur, Kibummie," dan setelahnya sambungan telepon berhenti.

"Mwo? Won-wonnie? Wonnie! Yah, diputus," desah Kibum kecewa.

Kibum melirik mejanya, dan menaruh kembali hpnya. Tiba-tiba dia merasakan ada yanga neh dari kimononya.

"OMONA! Aku ereksi! Aish, digimanain nih? Duh tapi ngantuk. Ah, dipaksa buat tidur deh," ucap Kibum pada dirinya sendiri.

Akhirnya mereka berdua tak jadi melakukan phone sex. Parahnya pula, Kibum tidur dengan keadaan setengah tegang di penis mungilnya. Sedang Siwon? Dia sudah punya rencana sendiri untuk Kibum esok hari...

.oO | My Secretary the series | Oo.

TOK TOK TOK! TOK TROTOK TOK TOK! EMMMIII~ (oke, salah ==' itu suara bapak jualan mi tok tok yang nongol malem-malem di rumah author. Ini naskah aslinya..)

TOK TOK TOK! TOK TOK TOK TOK TOK! Suara ketukan dari seseorang di luar sana menggebu-gebu keluar membuat sang pemilik kamar sedikit terburu-buru memakai pakaiannya.

"Ya! Aku sudah bangun!" bentak sang pemilik kamar.

Ketukan yang sangat bernafsu mengejar tempo itu pun berhenti. Secara perlahan gagang pintu itu bergerak menandakan ada yang berusaha memasuki kamarnya. Hantu? Bukan. Kalau memang hantu, dia takkan masuk melalui pintu. Dia akan langsung menerobos pintu itu karena hantu kan bisa menerobos benda padat.

Papan kayu yang kita panggil sebagai pintu tapi kalau di kamus Hassan Shadily author namanya jadi door itu seharusnya bergerak memutar karena ada engsel di salah satu sisinya menempel pada tembok. (aish, ni author gilak amat. Bilang aja "pintunya mau dibuka" masak sampe hampir 1 paragraf sendiri nulisnya =='). Tapi sayang sang pemilik kamar masih mengunci pintu itu sehingga...

DOK DOK DOK DOK! DOK DOK DOK!

"Aish, entah mengunci pintu kamar adalah hal yang baik atau tidak," desah sang pemilik kamar.

Namja pemilik kamar akhirnya berjalan gontai menuju pintu itu dan mulai memutar kuncinya. Saat pintu itu dibuka...

"CHAGIYA~!" sesosok namja kekar tengah bersiap memeluk sang pemilik kamar.

"Ya! Ya! Siwonnie, jangan begini! Ada eommonim dibawah!" ucapnya tertahan karena dekapan erat namja yang dipanggil Siwonnie itu.

"Tak perlu khawatir. Eommonim sudah aku beritahu soal hubungan kita," ucapnya sambil mengelus-elus punggung Kibum cepat. Nyaman.

Eh, eommonim?

"Kenapa kau memanggilnya juga eommonim?" tanya Kibum sambil menjauhkan pelukannya.

"Karena beliau yang memintanya?"

Dengan cekatan ia menuruni anak tangga dan menuju dapur. Disana ia melihat ibunya tengah memasak banyak sekali makanan untuk sarapan 1.. 2.. 3... eh, 5 orang?

"Eommonim, sejak kapan di.. S-siwonnie.. Siwon-ssi datang ke sini?" tanya Kibum sambil sedikit gugup karena salah memanggil nama.

"Aih, kau sudah bangun. Siwonnie memang hebat, cocok jadi menantuku! Bisa membangunkanmu bahkan sudah berpakaian lengkap begini. Dia yang memandikanmu?" tanya sang ibu sambil mengerling nakal tanpa menjawab pertanyaan sang eommonim.

"Aish, eommnim. Kau bahkan tak menjawab petanyaanku," keluhnya yang dijawab celukan tawa dari beberapa orang yang ternyata sudah siap sejak tadi.

"Dia sangat sopan. Pintar juga kau memilik kekasih," ucap seorang pria paruh baya yang ternyata ayahnya.

"Yaish, appa jangan ikut-ikut memujinya!" ucap Kibum.

"Appa benar, Hyung ah. Siwon hyung sangat sabar dan lagipula ia tampan. Kaya pula. Kau sungguh beruntung bisa menjadi kekasihnya," ucap adiknya, Kim Jaebum.

"Ya, Jaebummie. Kau jangan ikut-ikutan," protes Kibum.

Pertengkaran keluarga itu disaksikan oleh Siwon dengan hati miris.

"Kapan aku merasakan kehangatan keluarga seperti itu?"tanyanya lirih.

###############################

"Jadi? Kita ke makam Direktur?" tanya Kibum meyakinkan.

"Ne. Disana adalah tempat kelahiran appa. Beliau memang selalu berpesan agar dimakamkan disana. Kurasa tak perlu dipesanpun pihak keluarga pasti akan menarik appa kesana," jelas Siwon masih menyetir.

"Lalu, kenapa pakai kapal segala?" tanya Kibum.

Dan memang. Saat ini mereka tengah menaiki sebuah kapal pesiar yang dengan kecepatan 22 knot atau sekitar 40,7 km/jam. Mobil yang mereka tumpaki saat ini tengah beristirahat dibagian basement kapal pesiar mewah itu.

"Yah, kau tahu kan Jeju itu jauh. Nggak lucu dong kita nyapa ikan-ikan dibawah sana pakai mobil ke sananya?" goda Siwon yang tengah berjemur dengankacamata hitam bertengger di wajah tampannya. Badannya yang kekar tak berbalut appaun kecuali celana putih 3/4nya. Tak lupa segelas wine putih dengan buah zaitun tergenggam mesra di tangannya. (tau bentuknya Siwon pas di posseidon eps 1 di pantai? Ilangin aja kemejanya. Kkkk~)

"Eum.. Tentu saja." Kata Kibum.

"Kenapa tidak pakai pesawat? Kan lebih cepat?" tanya Kibum lagi.

"Bisakah kau menikmati saja? Tak lelahkah dirimu sudah didalam mobil berjam-jam masih jua berceloteh tak kunjung henti?" protes Siwon. Akhirnya mereka memulai sesi mendiamkan-satu-sama-lain.

Siwon bangkit dari acara berjemurnya dan meletakkan wine putihnya. Ia mendekati Kibum yang masih merasakan kibaran angin menerbangkan tiap helai rambutnya kebelakang. Wajahnya terpejam merasakan wangi laut yang menenangkan. Cahaya matahari terbenam membuat suasana makin romantis. Pancarannya memantul diatas kulit putih bersih milik Kibum. Merfleksikan sebuah sensasi yang menggoda dan sensual di tiap inchi kulitnya yang tertutup kemeja kain tipis yang transparan akibat cahaya matahari.

#########################

Setelah perjalanan yang lumayan melelahkan, mereka sampai di hotel tempat mereka menginap saat sudah malam. Oh, jangan salah. Hotel itu masih bagian dari Global hotel, hanya saja cabang di Pulau Jeju. Setidaknya ia akan membayar utuh meskipun nantinya akan kembali ke dompetnya juga.

"Selamat datang Choi Siwon ssi, Kim Kibum ssi. Selamat datang di Hotel Global cabang Pulau Jeju. Ini kunci kamar anda, Choi Siwon ssi. Dan ini kunci kamar Kim Kibum ssi," ucap resepsionis.

"Kalian sudah mempersiapkan yang aku pesan?" mereka semua mengangguk setelah pertanyaan dari Siwon terlontarkan. Kibum memiringkan kepala.

"Kalau begitu aku kembalikan kunci ini. Kami hanya butuh 1 kamar," ucap Siwon. Semua petugas, begitu pula Kibum, bingung dengan kata-kata Siwon.

"B-baiklah. Kami simpan kembali kunci ini. Terima kasih, dan selamat menikmati," ucapnya terbata namun tetap sopan.

"Tentu, akan kunikmati," ucap Siwon sambil menarik Kibum mengikuti room boy. Kibum meneguk ludah. 'Sepertinya akan bahaya' begitu pikirnya. Sesaat akan sampai didepan lift, Siwon memberikan uang tip pada room boy itu.

"Bawakan barang-barang kami ke kamar melalui lift lain. Pastikan sesuai dengan rencana awal," kata Siwon pada room boy itu. Dan anak itu mengangguk. Kibum memiringkan kepalanya. Reader menggila. Author ngantuk. Cerita selesai. (WOOOOYY!)

Ehehe, mian.

Room boy itu mulai menarik semua tas dan koper yang dibawa Siwon dan Kibum lalu membawanya kearah lain. Siwon menarik paksa Kibum yang masih memandangi room boy tadi kedalam lift dan menutupnya sebelum memencet lantai tujuannya.

"Dia bawa tas kita semua? Tapi hp kita ada di tas yang...," ucapak Kibum belum selesai saat tubuh Siwon menekan tubuhnya ke dinding lift yang dingin. Kepala Siwon menunduk dan berhembus pelan, lalu menyesap perlahan wangi yang menyeruak keluar dari tengkuk manis seorang Kim Kibum.

"Lupakan semua. Disini hanya ada kita. Hanya. Kita," ucap Siwon dengan penuh penekanan di dua kata terakhir tepat ditelinga Kibum. Kibum merinding saat tiba-tiba lidah Siwon mulai menelusuri lehernya.

Secara tak sadar, tangannya menggenggam ujung sweater milik Siwon hingga sedikit terangkat dan tangannya bisa dengan langsung menyentuh kulit perutnya. Kepalanya ia tengadahkan bukan karena ingin memudahkan kerja lidah Siwon melainkan untuk mengambil udara-sebanyak-banyaknya meskipun pada akhirnya lidah Siwon semakin lincah berselancar. Tangan kekar Siwon meremas-remas pelan pantat milik Kibum tanpa perlu melepaskan celananya.

"Happy Valentine, my hot chocolate," ucap Siwon membuat wajah Kibum merona hebat.

"T-thank's," jawabnya seadanya karena otaknya sudah sangat susah berfikir jernih.

Siwon mulai menyentuhkan bibirnya ke bibir sang snow white. Tak ada lumatan kasar, hanya perasaan sayang yang amat menggebu yang ditunjukkannya lewat lumatan lembut. Kibum yang terbawa suasana mulai memasukkan tangannya kedalam kaus Siwon dan mengelus punggung tanpa noda milik Siwon. Keduanya mendesah pelan didalam sebuah ciuman halus nan panjang tak bertuan itu. Tak ada pemaksaan dan juga tekanan didalamnya. Keduanya memagut satu sama lain dengan tak kalah lembut.

Siwon mulai membalikkan tubuh Kibum dan mendorongnya ke pinggir lift hingga kini Kibum bisa melihat pemandangan kota di Pulau Jeju karena dindingnya hanya dilapisi oleh kaca bening satu arah. Kibum terpesona karenanya. Ia tak menghiraukan dengan sentuhan sentuhan halus nan posesif dari Siwon di leher dan tengkuknya.

"Wonnie, ini.. Indah..," komentar Kibum.

"Ne. Tapi bersamamu menambah keindahannya," kata Siwon sambil memeluk Kibum dan memainkan tangannya didalam kaus lengan pendek Kibum.

"Y-ya, mereka bisa melihatnya," ucap Kibum. Ya, menurutnya orang-orang dibawah sana bisa melihatnya sedang making out dengan Direktur mereka kan?

"Tak mungkin. Ini kaca satu arah. Hanya kita yang melihat mereka. Hanya. Kita. Lihatlah," ucapnya bersemangat sambil menunjuk sebuah sisi.

ASTAGA!

Siwon menunjuk kearah kolam. Tapi bukan masalah kolamnya. Masalahnya adalah ornag yang sednag berbaring di sekitar kolam renang itu. Mereka semua sedang making out, making love, sexing, apapun lah istilahnya! Dan mereka semua mengelilingi kolam itu! Berbagai macam gaya mereka lakukan. Beberapa diantaranya pernah dicoba oleh mereka. Kibum merona melihatnya.

"Bagaimana mereka bisa seberani itu?"

"Cinta membuatmu bisa melakukan segalanya," ucap Siwon.

Kibum menatap Siwon yang memeluknya tepat dipinggangnya. Sedikit kesusahan mengingat Siwon berdiri dibelakang Kibum. Ia tersenyum dengan lembut pada kekasihnya itu.

"Hari ini saja. Akan kutunjukkan betapa aku mencintaimu meskipun kita belum lama bertemu," ucap Siwon masih memeluk Kibum lalu mulai melumat lembut bibir yang berada di wajah manis pria didepannya itu. Keduanya saling memagut dengan pemandangan Pulau Jeju yang romantis. Langit kelam namun cahaya lampu yang temaram dan berwarna warni menambah kesan romantis pada pagutan malam itu.

Kibum mendesah saat Siwon dengan berani mulai memasukkan tangannya kedalam kemejanya. Meraba-raba kulit dan segala yang ada didalam kemeja itu. Kibum mendongakkan kepalanya memudahkan jalur perjalanan bibir Siwon menelusuri leher jenjangnya untuk kesekian kalinya. Kibum menggeliat-geliat keenakan, kedua tangannya menggenggam paha Siwon yang besar, kuat dan keras. Geliatannya membuat gesekan pada belahan pantatnya di penis besar Siwon yang masih berada didalam celana. Mau tak mau itu membuat Siwon menggerakkan pinggangnya juga karena mencari kenikmatan.

"Oh.. ah.. S-siwon-nieh.. ah~" desah Kibum manja disaat belahan pantatnya dirasa sudah meraba-raba sesuatu yang tadinya lunak menjadi keras. Kuberi tahu, kerasnya tidak perlahan namun bertahan lama. Itu menunjukkan bahwa Siwon memang perkasa dan bisa diakui bahwa ia adalah namja yang perkasa. Tak perlu diragukan lagi hasil dari gym nya selama bertahun-tahun membuahkan hasil. Ia bisa memuaskan kekasihnya ini.

Celana nya sudah mulai menjadi sasaran selanjutnya dari tangan nakal Siwon. Dengan cepat, Siwon mendorong seluruh kain yang menutupi bagian tengah tubuh Kibum itu dalam sekali hentak. Namun tidak ada satupun bajunya yang terlepas Siwon ingin Kibum tak kedinginan meskipun kegiatannya ini membuat keringatnya terkuras banyak.

Kibum mulai menunggingkan tubuhnya sesuai dengan petunjuk Siwon melalui pelukannya. Ia menggenggam pegangan besi di lift itu. Wajahnya memandang pemandangan di luar sana yang terlihat semakin mengagumkan karena lift yang mereka naiki terus menerus naik. Pemandangan juga semakin menawan karena jarak pandang menjadi semakin luas. Tak heran Pulau ini menjadi salah satu dari New 7 Nature Wonders. Sangat indah bila dilihat dari ketinggian seperti ini.

Lift itu tiba-tiba berhenti pada satu lantai. Entah lantai berapa Kibum tak peduli. Yang ia pedulikan bahwa seseornag akan masuk dan memergoki perbuatan hina mereka.

Namun meskipun Kibum menunggu hingga satu menit, tak ada satupun yang masuk. Keheranannya semakin bertambah melihat penis Siwon yang sudah terereksi pada ukuran maksimal itu mengacung dengan penuh kebanggaan. Sebuah kilatan dari batangnya membuat Kibum penasaran.

"Lotion. Aku ingin langsung penetrasi, namun kurasa butuh pelumas juga. Untung aku selalu membawa satu botol kecil di saku," ucap Siwon menjawab wajah heran Kibum.

"K-kenapa tak ada yang masuk?" tanya Kibum.

"Kau ingin ada yang melihat kita bercinta? So naughty, Kibummie," ucap Siwon sambil mulai memasukkan kepala penisnya kedalam lubang Kibum yang sudha tak seketat pertama mereka bercinta. Kibum yang kaget malah mengencangkan pantatnya membuat friksi percintaan makin terasa. Siwon merasa sangat gelisah sekarang. Ia ingin langsung mendorong seluruh kejantanannya namun ia tahu bahwa Kibum masih butuh penenangan.

"Sssh, Kibummie. Rilekslah," ucap Siwon di telinga Kibum sambil perlahan terus memasukkan secara utuh batang penisnya. Kibum menggenggam tiang itu makin erat, dan menutup matanya sangat kuat. Giginya bergemelatuk menandakan betapa ia sangat kesakitan.

Setelah masuk semua, Kibum dituntun oleh Siwon untuk bangkit dari keterpurukan #plak# dari posisi bungkuknya. Tidak sampai tegak, namun dengan sedikit mengangkat tubuh, dinding rektum yang sudah agak mengendur itu menjadi lebih kecil karena pergerakan di tubuhnya. Dengan sangat pelan, Siwon mulai menarik pinggulnya hingga penis yang tadinya setengah masuk menjadi hanya tinggal ujung kepalanya. Dengan sangat perlahan ia memasukkannya lagi. Begitu seterusnya hingga Kibum dilanda kegelisahan akibat perlakuan Siwon yang menurutnya sangat keterlaluan lembut.

"S-siwon ah.. Percepat... L-lebihh cepath.. ahhh..," pinta Kibum namun tidak membuat Siwon merubah kecepatannya. Siwon masih dengan setia di kecepatan rendahnya hingga siapapun yang melihatnya rasanya ingin membantu menggerakkan pinggang Siwon menghujap rektum milik Kibum.

"I-ini nikmat Bummie.. ahhh... Rasakan lah...," ucap Siwon.

Dalam pikiran Kibum: rasain pale lu peang! Pelan pelan begitu mana asiknya? Aish.. Bisa stress sendiri nih aku malahan.

Mungkin memang ini rencana Siwon. Penetrasi namun tidak sampai klimaks. Namun menyiksa! Memang sih jadinya bisa lama, tapi bukannya kalau terlalu lama jadi membosankan?

"Ah! Sudah-sudah! Hentikan saja! Lihat, aku bahkan sudah tak tegang lagi akibat kau terlalu pelan. Aku tak merasakan...," Kibum menghentikan protesnya dan menutup mulutnya karena malu. Siwon malah menunduk.

"Baiklah. Pakai dulu bajumu. Kita keluar sekarang," ucap Siwon dingin dan mulai mengeluarkan penisnya dari tubuh Kibum. Kibum malah jadi merinding mendengarnya. Mungkin memang salah kalau sekretaris membentak boss nya. Tapi dalam hal ini kan dia sebagai kekasihnya. Eh, tapi meskipun kekasih, tetap saja dia uke nya. Itu berarti dia menjadi 'cewek' dalam hubungan ini. Cewek membentak cowoknya. Aish, salah juga.

"W-wonnie, maafkan aku," ucap Kibum setelah selesai memakai bajunya dengan utuh. Siwon hanya diam. Ia memandang tombol-tombol lift yang sangat banyak itu.

"S-siwonnie.. Jebal mianhamnida," pinta Kibum agak terisak.

"W-wonnie,"

TING!

Akhirnya mereka berdua sampai di lantai paling atas. Meskipun udaranya dingin mengingat ini sudah malam dan juga di lantai tertinggi, tapi pemandangannya sangat indah. Namun mengingat suasananya sedang tak bagus, maka hanya perasaan dingin yang ada.

'Aish, kalau dingin begini biasanya Siwon bakalan makein jas nya ke aku. Jadinya nggak terlalu dingin. Haih... Sekarang malah begini,' ucap Kibum dalam hati.

Satu per satu makanan hidangan makan malam spesial dikeluarkan. Siwon masih tak mau bicara dengan Kibum. Dengan perlahan ia memakan steak dan lain-lain yang sudah dihidangkan. Kibum malah tak menyentuh semua makanan yang sudah dihidangkan itu.

Siwon menyadarinya.

"Makanlah," ucapnya dengan dingin. Kibum rasanya ingin menangis dan meraung-raung minta maaf. Tapi rasanya tidak elit mengingat banyaknya pelayan yang bertebaran di lantai atas ini.

"Nggak," tolak Kibum.

"Makan," ucap Siwon agak sedikit lebih tinggi nadanya.

"Nggak," tolak Kibum dengan nada yang sama datarnya.

"Makanlah, sebelum dimakan."

DEG! Jantung Kibum rasanya takkan bisa berdetak lebih lama lagi kalau bukan berpikir bahwa kekasihnya itu tengah mengusilinya saat ini.

Berpura-pura marah. Lalu Kibum akan meminta maaf. Siwon akan memaafkan dengan satu syarat. Dan sayarat itu, aih semua reader pasti tahu laah.. hahaha #ketawa nista#

'Oke, Siwonnie. Kita ikuti alur permainanmu,' ucpa Kibum dalam hati.

Siwon masih dengan lahap memakan makanannya untuk melampiaskan nafsu seks yang gagal ia keluarkan tadi. Namun ia tiba-tiba berhenti saat sebuah bayangan menutupi pencahayaan lampu di makanannya.

"Wonnie marah?" tanya kibum sambil mempoutkan mulutnya. Ia memainkan kedua telunjuknya sendiri sambil menundukkan wajahnya namun melirik keatas ke mata tajam milik Siwon.

'*Gulp* ada apa ini? Kenapa tiba-tiba Kibum begini?' tanya Siwon pada dirinya sendiri. Sebenarnya Siwon benar-benar marah tadi, bukan karena alasan yang dipikirkan Kibum. Yah, seertinya otak pervertnya Siwon udah tukeran ama otak polosnya Kibum #plak#.

"Jangan marah, ne?" tanya Kibum sambil menjongkokkan tubuhnyadan menyembulkan setengah wajahnya diatas meja. Menimbulkan kesan imut yang mendalam ditambah dengan jari-jari lentiknya yang tengahbermain-main diatas meja, tapat didepan wajahnya.

Tiba-tibaKibum mngambil lap makan yang menggantung di leher Siwon dan menyapukannya di bibir Siwon. Lalu setelah menaruh lap itu di meja, ia duduk di pangkuan Siwon. Tangannya mengalung manja di leher Siwon sedangkan tangan Siwon ia tempatkan di pinggangnya.

"Kalau Wonnie nggak mau maafin Bummie...," ucap Kibum menggantung dengan jari-jari lentik tengah menari-nari membenuk lingkaran di atas dada sebelah kiri Siwon, tempat dimana sesuatu berdetak dnegan sangat cepat seiring dengan gerakan-gerakan halus tubuh Kibum diatas tubuhnya itu.

CUKUP!

Ssepertinya Siwon kita yang pervert sudah kembali. Ia langsung menarik tengkuk Kibum sehingga mulut mereka berdua bertabrakan sebelum memulai siuman panas. Keduanya saling menghisap satu sama lain. Cukup lama mereka di posisi seperti itu.

"Hei, hari ini masih hari valentine kan? Kita maksimalkan waktu yang ada untuk bercinta," ucap Siwon di telinga Kibum membuat empunya terkikik senang karena ia sendiri juga mengharapkan itu. Mereka berdua kembali menghabiskan makana malam itu dengan cara yang tak kalah romantis. Siwon menyuapi Kibum. Lalu setelah disuapi oleh Siwon, Kibum akan membaginya pada Siwon. Begitu seterusnya. Dunia seakan milik berdua. Melupakan pelayan-pelayan yang hampir pingsan karena kehabisan darah yang keluar dari hidung mereka.

Mereka kemudian mulai berjalan kearah kamar mereka dengan mesra. Tangan Siwon sangat erat menggenggam ujung pinggang Kibum sementara tangan Kibum mengalungkan tangannya di pinggang Siwon. Keduanya saling terkikik pelan karena saling melempar candaan seks. Sebenarnya Kibum malu untuk melakukannya, tapi toh peduli setan. Ia sudah sama-sama horny nya.

Sampai lah mereka di pintu kamar. Saat Siwon akan membuka pintu, Kibum tiba-tiba mendorong Siwon sehingga manjauh dari pintu dan menabar dinding depan pintu. Kibum dnegan penuh sensualitas mengambil kunci yang tadi terjatuh sambil membelakangi tubuh Siwon. Ia tak menekuk kakinya, menunjukkan seberapa lentunya otot perutnya? Bukan! Ia berusaha menggoda Siwon dengan buttnya yang tengah ia angkat dan goyang-goyangkan kearah wajah Siwon. Pria itu tersenyum licik.

Kibum menurunkan tubuhnya seakan-akan ia kesusahan memasukkan kunci itu. Dengan gaya yang sangat sensual, ia mengangkat pantatnya namun menundukkan bahunya sehingga ia dengan lubang kunci hanya berjarak beberapa mili. Ia melihat dari pantulan kenop pintu, wajah Siwon yang sudah sangat bernafsu. Ingin tambah menggoda, ia menggoyang-goyangkan tubuh bagian bawahnya sehingga nafas berat Siown makin terdengar dari jarak 2 meter itu.

Cukup lama Kibum bermain-main dengan kunci dan lubangnya, hingga akhirnya pintu itu terbuka.

"Aih, maaf ya lama. Aku kan tidak pandai dalam memasukkan kunci kedalam lubang," ucpanya sambil mengerling nakal pada Siwon. Ia pun masuk kedalam kamar dan sedikit takjub karena barang-barangnya tadi sudah berada di kamarnya.

"Pelayanan hotel mewah memang beda!" ucapnya puas.

"Pelayanan Choi Siwon di hari valentine juga beda," ucap Siwon dari belakang Kibum sambil memeluk pinggangnya. Kibum menurunkan tangan Siwon.

"Kali ini...," Kibum membuka satu persatu kancing kemeja krem polos milik Siwon. Ia juga melepaskan kemeja itu dari tubuh atletis Siwon yang sudah seminggu itu ia nikmati sendiri dan membuangnya tanpa kenal arah.

"Biar aku...," ia membuka pakaiannya dan dilempar sembarang arah juga.

"Yang...," suaranya ia biat seseksi mungkin. Agak mendesah dan sedikit manja. Oh demi apapun Siwon ingin menerkam si cantik berkulit seputih salju ini!

Kibum mendekatkan bibirnya ke telinga Siwon. Agak susah mengingat Tinggi Siwon melebihi dirinya beberapa senti. Ia berjinjit dan menarik tengkuk Siwon.

"Memuaskanmuhh...," ucapnya ahirnya sambil mendesah tapat di telinga Siwon dan melumat pelan telinga itu. Menjilat, gigit, emut, dan perlakuan lain yang membuat nafas Siwon makin berat.

Kibum mendorong perlaha tubuh Siwon yang masih lemas akibat keterkejutannya akan perilaku Kibum yang tiba-tiba liar. Dalam sekali hentak, Siwon sudah berbaring diatas ranjang dengan Kibum diatas pinggangnya. Dapat dirasakannya pantat Kibum menggesek pelan kejantanan yang masih tertutup kain berlapis itu.

"Aih aih, Baby Wonnie udah nggak sabar yaa?" ucap Kibum maja di telinga Siwon. Sepertinya saat ini Kibum sudah menemukan titik kelemahan Siwon.

"Diam, dan jadilah anak baik. Cukup rasakan, dan jangan menyentuh aku, sedikitpun. Kalau tidak, ikatan itu takkan kulepaskan," ucap Kibum.

APA?

Siwon berusaha menggerakkan kedua tangannya yang tadi diletakkan diatas kepala oleh Kibum. Namun sayang, sebuah sabuk tengah melingkari pergelangannya hingga ia tak bisa berkutik. Pinggangnya yang diduduki Kibum pun tak bisa berkutik akibat berat badan Kibum itu sendiri.

"Kau sudah memberikan kadomu, pemandangan indah tadi anggaplah sebagai kado darimu. Namun kadoku untukmu...," Kibum menggantungkan kalimatnya.

"Adalah aku," ucapnya sambil menunduk menatap wajah bosnya. Senyuman menggoda ia lemparkan.

Tak lama kemudian, Kibum mulai menggerakkan pinggangnya sehingga belahan pantatnya menggesek penis Siwon yang masih tersangkar. Siwon meronta-ronta ingin dilepaskan karena jiwa semenya sudah mulai keluar.

"Sssh, Wonnie diam saja. Biar Bummie yang kerja. Kau pasti lelah kan? Nikmati saja. Pakai saja matamu kalau kau bisa orgasme nantinya," ucap Kibum tanpa malu. Dia sedang kesurupan atau bagaimana?

Tangan kanannya ia sodorkan kedalam mulut Siwon, dan dimasukkan begitu saja. Siwon melumat dan membasahi jari itu seakan-akan jari itu adalah penis milik Kibum. Yah, toh panjangnya nggak jauh beda. Tiga jari yang dimasukkan itu bergerak gerak didalam mulut Siwon, lalu beralih dimasukkan kedalam mulut Kibum sendiri. Kibum merasakan sensasi aneh dari ciuman tak langsungnya itu.

Setelah puas membasahi jari jarinya, ia membuka celananya sekaligus boksernya. Dengan gerakan sensual ia membuka pengait celana sekaligus zippernya. Lumayan terkejut dirinya melihat Siwon tak memakai celana dalam sehingga penisnya yang sudah tegak sempurna.

"Kau nakal," ucap Kibum sambil menyentil kepala penis Siwon. Empunya mendesis keenakan akan perilaku Kibum.

Kibum megigit batang penis itu mengingat ukurannya yang lumayan besar sehingga tak bisa masuk seutuhnya. Tangannya yang kiri memijat kantung kemih yang menggelantung dan menganggur itu, sedangkan tangan kanannya melakukan penetrasi di lubang pantatnya sendiri. Di tiap sodokannya di pantatnya itu membuat ia mendesis dan mengerang. Itu berimbas pada penis Sowon yang tengah dilumat pelan meski hanya setengahnya yang terasa sedikit bergetar.

Tak mau menunggu terlalu lama, Kibum langsung melepaskan kulumannya dan juga jari-jarinya di lubangnya sendiri. Siwon membenahi posisinya menjadi setengah duduk akibat tadi terlalu menikmati layanan Kibum.

"Kau diam saja, dan pastikan tak melewatkan satu detikpun," ucap Kibum mendesah di telinga Siwon. Setelah menegakkan badan telanjangnya, ia dengan pelan memasukkan penis Siwon yang sudah mengacung tinggi kedalam lubangnya. Ia mendesis pelan saat menyadari bahwa penis itu makin lama semakin berkedut memberikan rasa sakit namun juga nikmat.

Ia tak berhenti disitu saja. Jari-jarinya menggerayangi tubuhnya sendiri. Sedikit lama di bagian selangkangannya untuk menggoda diri sendiri. Siwon yang melihatnya benar-benar sudah tak tahan ingin mengambil alih karena menurutnya Kibum tak memuaskannya di satu tempat.

Bibirnya.

Kibum melupakan bagian itu sejak tadi. Biasanya Siwon akan tetap menggerayangi tubuh Kibum sambil mencium untuk sekedar bermain-main ringan antar lidah. Namun sekarang, setidaknya Siwon ingin mencium penis Kibum yang sudah mulai terlihat lebih besar dari tangannya sendiri.

"Hyung, aku baru tahu memandang orang dari atas sini begitu merangsang. Wajahmu yang tersiksa itu betul-betul nyaman dilihat. Bahakan membuatku ingin segera bergerak dan mempraktekkan gaya-gaya yang sudah Yesung hyung berikan padaku," ucap Kibum. Ya, karena Yesung dan Ryeowook sudah tahu hubungan Boss-Sekretaris itu, maka dengan suka rela Yesung mengajarkan beberapa gaya seornag uke yang patut ia lakukan.

Yesung memberi saran itu pada Kibum agar nantinya Ryeowook bisa melakukan itu juga saat Kibum tengah berbincang dengan Ryeowook. Saran-saran itu merupakan kumpulan dari imajinasi liar para seme yang menginginkan uke nya bertindak sesuai kehendaknya.

"Bersiaplah menjemput kenikmatanmu sendiri, Wonnieh~" desah Kibum di telinga Siwon. Setelahnya ia langsung menaikkan pinggangnya dan menurunkannya. Ia lakukan dengan cepat namun teratur. Ritme tak kalah emmburu dengan deru nafas mereka berdua. Semuanya berpadu dalam simfoni nafsu bercinta suatu malam romantis setahun sekali.

"Happy valentine," ucapnya sambil masih menggerakkan pinggangnya naik dan turun. Siwon mendesis tiap kali bulir kantung kemih milik Kibum menabrak bulu-bulu halus diatas penis yang masuk sempurna dalam tubuh Kibum.

Setelah beberapa puluh hentakan, Kibum mengganti gerakan secara mendadak. Ia memaju-mundurkan pinggangnya sehingga lehernya berada di atas wajah Siwon. Penis Kibum yang mengeras bergesek dengan perut Siwon yang berpola kotak-kotak memberikan frksi kenikmatan tersendiri bagi keduanya. Sedangkan penisnya yang tertarik maju-mundur membuat Siwon merasa sedang melakukan onani sendiri.

Cukup lama Kibum bergonta-ganti gaya 'menarik-penis-seme-didalam-tubuh'nya. Siwon masih saja hanya terlentang seperti tak berdaya dan kelelahan sendiri akibat keliaran Kibum. Dia heran, sebenarnya Kibumnya itu ornag yang pemalu atau agresif?

Cukup lama permainan itu berlangsung. Sekitar 2 jam. Kibum sudah orgasme beberapa kali, tak jauh beda dengan Siwon. Hanya saja Siwon masih bertahan untuk mempertahankan ereksinya meskipun gerakan-gerakan sensual dari Kibum emmbuatnya sering kecolongan juga dalam konsentrasi menahan sperma.

Setelah keduanya merasa cukup, Kibuma khirnya menjatuhkan diri diatas kasur meski kepalanya ditaruh diatas lengan Siwon. Pria itu melirik kekasihnya yang ternyata sudah tertidur itu dengan pandangan lucu.

"Kau mengagumkan, Kibummie. Tak salah aku memilihmu. Tunggu hingga tanggal itu tiba. Aku akan segera melamarmu," ucap Siwon diakhiri dengan kecupan di kening Kibum. Tak menyadari sebenarnya...

"Apa maksudmu? Melamarku? Aish... Eomonim pasti akan heboh sendiri nanti," ucap Kibum dengan lirih. Ia belum tertidur. Hanya memejamkan mata akibat kelelahan "menggenjot" selama 2 jam penuh. Sungguh, malam itu takkan penah mereka lupakan seumur hidup.

*TBC

*Kotak Curhat Author

Yeeey~ akhirnya jadi. Percaya? Itu FF diatas saya 4000 words! Paling banyak diantara FF lain! Bilangnya sih edisi valentine, padahal mulai nulis aja beberapa hari setelah valentine u.u

Oia, aku sekarang udah lumayan lebih sering update ya? Hehehe, untung ada reviewer rajin macam Umu Humairo chan yang bikin saya seperti dikejar deadline. Kkkk~

Eum, disamping My Secretary ini masih ada FF yang aku project bakalan lanjut tapi belum sekarang. Ntar kalo MS ini udah hampir selesai. Selain FF yang mau lanjut itu (Henry Vacation in Jogja –ada yang pernah baca? Kkk) , ada juga FF yunjae judulnya Seoul Love Story. Untuk NC, jelas ada di SLS itu, tapi masih di chap agak akhir gitu..

Oke, sekian bacotan saya. Semoga terhibur ^^