Title : My Secretary (the series) / part 8
Author : Inchangel (kurniaaprinta)
Main Cast : Choi Siwon, Kim Kibum
Genre : Yaoi NC-21, romance
Rating : over all, M (tapi ada yang T juga, cuman lebih banyak M nya – keliatan banget author yadong. Hekekekeke)
Sudah 3 bulan semenjak hari valentine itu. Siwon setelahnya cukup sering mengunjungi makam ayahnya. Hanya sekedar berbagi cerita ataupun memberi bunga. Kibum pun juga sudah tak terlalu sering melakukan hubungan intim dengan Siwon. Bukan karena mereka sudah merenggang hubungannya, melainkan mereka memng profesionalis dan menyadari posisi masing-masing mengingat jadwal yang sudah semakin padat. Namun setidaknya seminggu sekali atau dua kali mereka berhubungan badan. Disini dalam artian sampai melakukan penetrasi. Sedangkan kalau hanya bercumbu, mereka bisa melakukannya setiap hari.
Seperti saat ini.
Kibum masih menautkan bibirnya di bibir milik Siwon. Mereka melakukannya dalam diam dan tak ada yang bersuara. Disaat udara sudah menipis, mereka akan melepaskan tautan itu sebentar, lalu melanjutkan lagi sampai dirasa cukup panas.
"Wonnie. Kau sudah tak pernah memintaku untuk menikah lagi. Ada apa?" tanya Kibum setelah mereka menyelesaikan pembenahan kembali pakaian yang terlah kusut dan rancu itu.
"Wae? Kau mau aku lamar?" goda Siwon sambil mendekatkan wajahnya ke Kibum. Meskipun sudah sering, tapi tetap saja Kibum masih gelagapan.
"O-oh, tidak. Bukan begitu," ia mengalihkan pandangan ke kiri, lalu sok-sok sibuk dengan mengambil dasinya yang memang terlempar ke sana. Dengan gerakan lambat namun tegas, Siwon menarik tangan yang secara tak langsung menarik indra visualnya kearah dirinya.
"Aku sudah mempunya plan. Dan kalau kau tak sabaran, bisa saja aku melakukan rencana itu saat ini juga. Memangnya kenapa kalau akusudah tak lagi memintamu menikah denganku? Apa perlakuanku berkurang padamu? Service ku tiap malam minggu kurang? Cumbuanku masih tak melampiaskan rindumu?" tanya Siwon sambil makin menempelkan tubuhnya makin dekat hingga terasa sekali aura keintiman keduanya.
"Justru itu. Kurasa kau terlalu memuaskanku, sampai-sampai aku ingin mengikatmu padaku sampai tak ada yang bisa mengambilmu lagi dariku," ucap Kibum mengangkat kepalanya. Tak tahu keberanian darimana sampai ia berani mengatakan kata-kata vulgar seperti itu.
"Menikah hanyalah sebagai formalitas dihadapan orang tua dan relasi bahwa kita telah menjadi satu. Tapi diantara kita berdua, tak perlu menikah pun kau seharusnya tahu bahwa tak ada yang bisa menggantikanmu di hatiku," ucap Siwon yang membuat Kibum tertawa malu bagai perawan yang digombali kekasihnya meskipun jelas-jelas Kibum bukan wanita apalagi masih perawan =='
Keduanya menyudahi pembicaraan itu. Suasana masih sepi. Seluruh karyawan tak ada yang berurusan dengan keduanya sejak tadi. Mereka masih ada yang mengganjal di bawah sana. Sekedar mencumbu tak masalah bukan? Ketika mereka sudah mulai menyentuh bibir masing-masing..
BRAKKK!
"ANDREW!"
Baik Kibum dan Siwon melepaskan tautan bibir, bukan tautan tubuh dan menoleh arah suara menyebalkan itu. Siapa dia?
"Steph?" ucap Siwon. Kibum melemparkan pandangan tak mengerti pada kekasih yang mulai melepaskan pelukan pada pinggangnya perlahan.
Seperti tak menghiraukan keeksisannya di ruangan itu, gadis yang terlihat berwajah ke-Eropa-an itu langsung menerjang tubuh Siwon yang dengan sangat dipaksa olehnya melepas pelukannya di Kibum.
"What are you doing here?" tanya Siwon setelah dengan sedikit dorongan pada gadis Eropa itu.
"A vacation, holiday, to...," ia mendekatkan wajahnya di daun telinga Siwon, "see you," dan ucapnya sedikit mendesah namun masih terdengar oleh Kibum yang jaraknya memang sangat tak jauh dari mereka berdua.
"Eum, Kibummie. Bisakah kau diluar dulu? Ada hal yang...," belum juga Siwon selesai dengan bicaranya, Kibum dengan langkah besar dan menghentak –karena ngambek—ia keluar ruangan itu. Tak lupa dengan kekuatan berlebih ia menutup pintu hingga white board yang tergantung dekat situ bergoyang. Tak lama kemudian terdengar erangan kesal seseorang dari luar sana yag diikuti hentakan yang lama-kelamaan menghilang menandakan orang itu menjauh.
"Oh, come on, Steph. We have already talk about this," ucap Siwon membuka keheningan mereka berdua sambil melepaskan pelukan gadis Eropa itu.
"But Ido love you. If I just need money, then I just stay with John. But, really, he can't do just like you do! He can't be romantic, He can't say sweet words, He is suck!" wanita itu membentak.
"But I do not love you and so am I a suck. And please leave me. You know that I leave you with shout and I can do it again, now," ucap Siwon menyingkirkan gadis itu lalu mengambil blazernya.
"You shout me? For what? You never not shout at me! Ever! You ALWAYS shout at me! You got an easy temper and I am the one as your target for your anger! Don't you know that I am the one who always got your morning ANGER?" bentak gadis itu melampiaskan kekesalannya yang sudah memucak. Kekekasalan yang ternyata ia pendam selama beberapa tahun belakangan ini semenjak ia kenal dengan Siwon atau Andrew itu.
"You KNOW that I have that sickness, why do you have to stay with me? Oh hohoho, I know. You were stand beside me even I have an easy temper to get my MONEY, right?" bentak Siwon pada gadis itu. Gadis itu membelalakkan matanya tak percaya. Bola mata kecoklatannya bergerak-gerak menahan luapan amarah yang kapan saja bisa meledak. Tak terasa setetes demi tetes cairan bening meluncur indah dari mata bulatnya menuju pipi tirusnya.
"I love you, Andrew... That what make me stand beside you. Call me maschocist or pain lover or everything. But as long as I can stay with you, I can stand on it," ucap gadis itu sambil menunduk dan meneteskan air matanya ke lantai. Siwon yang sekarang sudah tak sekeras yang dulu. Semenjak mengenal Kibum, ia mulai paham artinya air mata, perih, sakit, dendam, dan cinta.
Siwon sangat paham dengan yang dirasakan Stephanie. Ia juga sangat mencintai Kibum hingga ia bisa bertahan begitu kuatnya. Ia tak peduli dengan pandangan dan gunjingan miring orang-orang disekitarnya. Ia tak peduli dengan keluarga besarnya yang menentang hubungan keduanya. Ia tak peduli dengan menurunnya saham hotelnya akibat gagal bekerja sama dengan beberapa pemegang saham akibat mengetahui hubungan terlarangnya dengan sekretarisnya yang sesama namja itu. Ia sangat paham.
Yang sangat ia tak paham adalah satu.
Sejak kapan Morning Anger-nya menghilang?
Setiap kali ia membuka mata, ia akan tersenyum. Bahkan akan tersenyum sangat lembut kalau ternyata ada Kibum di sampingnya. Tak ada kata umpatan yang keluar untuk kekasihnya itu, tak seperti saat bersama dengan Stephanie.
Saat bersama Stephanie dulu, ia akan sangat dingin pada gadis itu. Bukannya tak peka, Siwon hanya takut iakehilangan orang yang ia sayang, sehingga ia lebih memilih tak menyayangi siapapun. Salahkah ia?
"Steph. I have already change. So I have no moring anger anymore, I have no cold expression anymore, I have no shout at my lover. Because I have already found my true love," ucap Siwon sambil menunjuk sebuah foto yang dipigura di atas meja kerjanya yang menghadap kearah kursi kerjanya. Karena hanya melihat punggung pigura, Stephanie berjalan mendekati meja itu, dan mengambil pigura dengan binai perak sederhana. Saat ia memutarnya, ia sungguh kaget bahkan hampir saja menjatuhkan pigura itu. Untung saja Siwon dengan sigap mengambil kembali pigura itu dari tangan Stephanie dan mengembalikan pigura itu di atas meja kerjanya.
Foto itu adalah foto Siwon dan Kibum saat sedang berada di pulau Jeju. Sebuah foto keakraban yang melebihi dari batas seorang saudara, teman, maupun sahabat. Tentu saja, karena mereka sepasang kekasih. Di foto itu, Kibum terlihat tengah memakan permen lolipopnya sambil siwon mencium pipinya. Keduanya terlihat sangat bahagia satu sama lain. Sebuah ekspresi yang tak pernah Stephanie dapatkan meskipun sudah bertahun-tahun bersama dengan Siwon.
"I love him. He is my everything. Eventhough I met him only for 3 month, I have already know that he is my true love. I hope you get it," ucap Siwon sambil memandang foto itu. Ia tersenyum sangat lembut. Sebuah senyum yang sekali lagi belum pernah Stephanie dapatkan.
"So, you never love me?" tanya Stephanie. Siwon menghela nafas, dan menuntun gadis itu untuk duduk. Wajahnya sudah sangat pucat akibat terlalu banyak kenyataan yang baru saja ia dapatkan.
"I have tried to. But...," Siwon memberi jeda, "I can't."
Stephanie mulai menangis dalam diam. Tak ada suara, karena ia meredamnya sendiri. Namun air mata yang keluar dari kedua matanya yang memerah itu tak bisa memungkiri bahwa ia benar-benar sakit hati.
"When I just get here, I realized that I can't love girl. I am a gay. Since long time, but realized here. Because of him. That's why I can't love you even I tried to," ucap Siwon sambil menggenggam tangan yang sudah dingin lagi. Untuk kesekian kalinya, Siwon mengucapkan itu dnegan pandangan dinginnya.
"I got it. Haaah, I got it, Andrew. So it's useless for me crossing over the world to see you, haha," candanya sambil emnahan air mata. Siwon tersenyum miris. Ia jadi membayangkan, bisa saja ia melakukan itu pada Kibum. Ia bisa saja mencari Kibum sampai keujung dunia kalau perlu. Tapi akan sangat menyakitkan saat orang yang kau cari itu ternyata mencintai orang lain padahal pengorbananmu sudah sebegitu besarnya.
"It won't be useless. You have place to stay?" tanya Siwon yang dihadiahi gelengan oleh Stephanie.
"So stay here. I give you 3 night free. You can get all of the service here for free. Spa, salon, swim, food, garden, 1st class room, etc for free," Stephanie mengangkat kepalanya tak percaya.
"Each day is paying for my gratitude for your pattient to stand beside me. One day, one year. Three day, three years. I hope it you will forgive me," ucap Siwon.
Stephanie menggeleng.
"I have already get by your side for years. Nothing better than it. I have already forgive you, and I feel no right to get it. Sorry," ucapnya.
"You have to approve it. Just say that this is for my gratitude for your kindness," ucap Siwon sambil menggenggam tangan Stephanie.
Stephanie terlihat berpikir sebentar. Ia lalu mengangkat bahunya.
"Okay, you got me on your plan. But later, you have to tell me about that little boy who has stole your heart," ucap Stephanie sambil mendorong dada sebelah kiri Siwon menggunakan jarinya.
"Hahaha, don't worry. I can't wait to. Let me show you the way to the reservation," ucap Siwon sambil bergersture layaknya pelayan. Stephanie tertawa pelan.
"Hahaha. Okay. You first," jawab Stepahanie. Setelah mereka keluar dari ruang kantor Siwon, Stephanie berjalan dibelakang Siwon yang cukup semangat karena merasa bebannya sudah menghilang.
Dengan lirih, Stephanie berkata pada dirinya sendiri, "You never laugh like that to me before, Andrew Choi."
Dan tak disangka, dari kejauhan terlihat seseorang tengah memperhatikan gerak gerik keduanya.
.oO | My Secretary the series | Oo.
"Dongwoon ssi, tadi Direktur Choi bilang apa?" selidik Kibum di meja resepsionis. Saat ini meja resepsionis sedang dipegang oleh Dongwoon, seorang pria berwajah datar yang hampir saja dikeluarkan dari daftar resepsionis oleh Siwon karena ekspresinya yang kelewat lebih keras dari batu itu.
"Hanya memesan satu Diamond Roomselama 3 hari berturut-turut," ucap Dongwoon dengan –seperti biasa—datar.
Diamond Room merupakan tingkatan kamar yang tertinggi dengan fasilitas penuh. Jumlahnya terbatas, hanya ada 15 kamar dan terletak di 3 lantai teratas yang itu artinya satu lantai hanya tersedia 5 kamar. Padahal satu lantai biasanya ada sekitar 20 kamar kalau di kelas Olivine Room, Quarst Room, dan Coal Room. Bisa bayangkan saja seberapa luasnya kamar ini kan? Satu kamar bisa bernilai 5 kamar kelas Quarst dan luasnya sektar 4 kali luas kamar hotel biasa. Bukan sebuah kamar yang bisa dengan mudah dan murah dijual semalam. Apalagi ini tiga malam!
"Wanita itu pasti ada apa-apa dengan Siwon. Dia sampai mengusirku dari ruangannya. Mengusirku, Dongwoon ssi! MENGUSIRKU!" bentak Kibum pada Dongwoon yang jelas-jelas memberikan ekspressi datar padanya.
"Hyung, jangan membentak Dongwoon ah. Dia bisa tuli nanti," ucap seseorang dibelakang Kibum.
"SEOBIE!" teriak Dongwoon sangat lebay. Dia –dengan sangat tak tahu diri—melompati meja resepsionis dan menabrak tubuh Kibum yang masih berada di depan meja resepsionis untuk menemui kekasih mungilnya.
"Aih aih, Dongwoon ah... Sudah kukatakan jangan terlalu stoic saat sedang shift jaga," ucap Yoseob pada kekasihnya yang jelas tubuhnya lebih besar meskipun ia yang lebih tua. Dengan kata lain, Yoseob bertubuh mungil, sedangkan Dongwoon yang lebih muda malah bertubuh lebih gagah darinya.
Dongwoon malah menaruh dagunya diatas puncak kepala Yoseob yang memang lebih pendek darinya itu dan mengeluarkan wajah seperti kucing miliknya (sumpah, Dongwoon oppa OOC banget ==') dan meng-krrrr dengan lucu. Tangannya membekap tubuh Yoseob hingga wajah namja mungil itu tenggelam di dada Dongwoon.
"Aku lebih baik mengeluarkan ekspresiku saat sedang bersamamu, hyung...," ucapnya manja. Tamu-tamu yang sedang hilir mudik disitu tertawa kecil melihat keakraban sepasang kekasih ini.
"Oh ayolah! Aku sedang bad mood dan kalian hanya memperparah keadaanku!" bentak Kibum.
Dongwoon menoleh perlahan –karena posisinya membelakangi Kibum-, lalu kembali bermanja-manjaan diatas kepala kekasih mungilnya itu.
"HAAAGHHH! Disini pun tak membantu sedikitpun!" teriak Kibum putus asa.
"Hyung! Kibum hyung!" panggil Dongwoon. Dengan wajah ditekuk, Kibum menoleh kearah sepasang kekasih yang masih bertautan badan itu.
"Tadi Direktur Choi juga memesan untuk pelayanan penuh pada gadis yang dibawanya untuk 3 hari kedepan!" terang Dongwoon. Kibum membalikkan wajahnya, dan kembali berjalan menghentak menunjukkan kekesalannya.
"Untuk apa Direktur Choi memesan pelayanan penuh?" tanya Yoseob yang masih terbekap didada Dongwoon.
"Molla. Ayo jaga resepsionis lagi," ajak Dongwoon. Kali ini, ia berjanji akan terus tersenyum selama ada Yoseob, kekasihnya, disampingnya.
.oO | My Secretary the series | Oo.
"Tadi Direktur Choi kesini?" tanya Kibum pada Yesung yang tengah berdiri di dapur, mengamati kekasihnya, Ryeowook, yang sedang memasak.
"Eum. Dia membawa gadis ke-Eropa-an," jawab Yesung. Kibum langsung makin merengut.
"Kurasa dia mantannya Direktur Choi," tebak Yesung. Kibum makin menekuk wajahnya. Tangannya makin erat membekap dadanya.
"Dan mereka terlihat akrab," tambah Yesung. Kibum yang sudah tak mau mendengar tambahan apa-apa dari hyung nya yang aneh itu, langsung beringsut pergi.
"Ah, Kibummie. Tadi Direktur Choi mencarimu. Katanya kau tidak berada di mejamu saat ia membutuhkanmu, jadi ia mencari kemana-mana," ucap Yesung agak membentak. Kibum hanya mengangkat tangan kirinya menandakan ia tahu akan hal itu.
Dengan segera ia memasuki lift menuju lantai teratas, tempat ia bekerja disamping ruang milik Siwon.
Dia melihatnya! Dia lihat gadis yang bersama Siwon tadi! Yang dengan sangat tak sopan masuk kedalam ruangan dan menggangu acara romantis SiBum!
Gadis itu tengah mengutakatik cellphone-nya. Sedikit tak menyadari keberadaannya. Kibum dengan santai memencet tombol ke lantai teratas dan kaget melihat tombol lantai yang berada satu lantai dibawah lantai tujuannya telah dipencet. Itu artinya gadis itu mau ke kamarnya. Itu teorinya.
"Oh, you are Kim Kibum!" ucap gadis itu tiba-tiba. Entah ada panggilan apa, Kibum malah tersenyum ramah.
'Oh, ayolah Kibum! Dia baru saja mau merebut kekasihmu! Masak kau malah tersenyum ramah padanya?' ucap Kibum dalam hati. Ia kembali membalikkan badan menghadap pintu lift. Gadis itu membalikkan badan dan memandang taman yang terlihat karena lift itu transparan.
"You are so lucky. Got Andrew's love," ucap gadis itu tanpa melihat Kibum. Posisi mereka saling berlawanan. Tak ada yang menyangka mereka tengah membicarakan sesuatu.
"Andrew? You mean, Siwon?"
"Hmm. Now he is so gentle. Not like the previous if him. I'm envy of you."
Kibum tersenyum tipis. Ia menang.
"He smile now. He laugh. He do it with honest. Thank's for change him."
"I did nothing. He did it by his self."
"No. I know you do nothing, but you are the one who change him. Because you are Kim Kibum, and not Stephanie McDoyle."
"Well. If you say that, thank's. But will you let Siwon go with me?"
"Ofcourse," Stephanie memutar tubuhnya dan memutar juga tubuh Kibum. Kibum baru menyadari bahwa tinggi Stephanie sama seperti dirinya, sekitar 170an cm.
"I have told him to invite me to his wedding. See? 'INVITE'! I-N-V-I-T-E. It means that not me who will accompanied him for his life time."
Wajah Kibum memerah. Ia sadar bahwa Stephanie pun tahu soal rencana pernikahan yang bahkan belum Siwon bicarakan dengan dirinya.
"Thank's for letting him for me," ucap Kibum dan sampailah mereka di lantai tempat kamar pesanannya berada.
"Sure. And... I give you an advice," Stephanie mendekatkan bibirnya ketelinga Kibum.
"Bite his lowest penis that close to the testis. He will be more turn on. Bye~," ucap Stephanie membuat wajah Kibum makin memerah
"Oh, one more! When you do a blow job,moaning in low voice but long time. Your throat will vibrate and it give Andrew's penis get more vibration. He like it. Okey?" ucapnya di pintu lift dan dengan sangat tak bertanggung jawab, ia pergi meninggalkan Kibum yang masih melongo dengan wajah merah.
Oke, itu berarti Stephanie pernah melakukannya dengan Siwon. Tapi toh itu masa lalu. Setidaknya ia kini punya metode lain dalam memanjakan Siwon meskipun wajahnya memerah selama perjalanan menuju ruangannya.
"Bite his lowest penis that close to the testis. He will be more turn on. Bye~,"
"Oh, one more! When you do a blow job,moaning in low voice but long time. Your throat will vibrate and it give Andrew's penis get more vibration. He like it. Okey?"
Kibum menutup wajahnya. Ia membayangkan penis besar Siwon yang sudah tegak dan bagian yang tadi Stephanie sebutkan. Ia membayangkan itu karena, well, ia sudah pernah melihat bagian itu sekali. Dan itupun hanya sekedar menjilat karena seingatnya ia hanya menggigit batang penis Siwon dan juga bagian kepalanya. Lalu mengerang saat blowjob. Well, dia sepertinya lumayan pernah melakukannya juga. Kalau dia mengingat tiap kali melakukan blowjob...
Bahkan membahas hal seperti itu didalam pikirannya saja sudah membuat wajah Kibum sangat merah menahan malu. Semenjak ia kenal Siwon memang pikirannya sering menjadi kearah sana. Lamunannya buyar saat teleponnya berdering. Dari lampu yang berkedip, berasal dari ruangan Siwon.
"Selamat siang?" ucap Kibum hati-hati. Menahan rasa ingin teriaknya meledak saat di telepon.
"Bummie. Kamar. Sekarang." Cklek.
Sumpah demi apapun yang pernah merangkak di bumi ini, itu adalah telepon dari Siwon yang terpendek, tersingkat, dan paling tidak dipahami maksudnya oleh Kibum!
Namun mengingat ia sudah menghilang lama, ia mengangkat pantatnya dan masuk kedalam ruangan luas, ruangan kerja milik bosnya yang juga kekasihnya itu.
Kibum merasakan sebuah aura yang tak menyenangkan dari dalam sana.
Saat ia membuka pintu...
"Bummie," sebuah suara keluar dari belakangnya. Dengan sangat terkejut ia membalikkan tubuhnya dan mendapati Siwon tengah berdiri dengan sangat mengerikan.
"Dari mana saja kau?" tanya Siwon menyelidik. Ia berjalan kedepan sehingga kIbum mau tak mau berjalan mundur.
"D-dari resepsionis? Dari dapur? Dari ruanganku?" ucap Kibum hampir kehilangan suara karena ketakutan.
"Untuk apa?" tanya Siwon lagi.
"M-mencarimu..?" itulah kata terakhir Kibum saat ia berjalan mundur karena saat ini ia sudah menabrak bagian kasur. 'Mati aku' ucapnya dalam hati.
"Maafkan aku,"
EH?
"Maafkan aku Kibummie. Maafkan aku yang tak menghiraukanmu. Maafkan aku yang tadi mengusirmu. Maafkan aku yang tak jujur dihadapanmu. Maafkan ak.. mbpph?" Siwon tak lagi melanjutkan kata-katanya karena sudah dibekap oleh bibir Kibum.
Mereka saling melumat satu sama lain. Kibum melumat bibir atas Siwon, dan Siwon melumat bibir bawah Kibum. Begitu terus sehingga satu sama lain masih bisa mengambil nafas.
"Talk less, do more," ucap Kibum saat lumatan itu berhenti sebentar. Dan mereka memulai kembali apa yang sudah tak mereka lakukan beberapa hari belakangan ini.
Seks.
Hubungan intim di sore hari saat matahari terbenam. Sebuah jam berbunyi menjadi musik dan tempo irama tiap gerakan mereka.
Keduanya saling membuka pakaian satu sama lain. Masih saling menautkan lidah, hingga akhirnya mereka telanjang bulat. Tak ada satupun pakaian yang menutupi tubuh mereka. Mereka baru berciuman selama 2 menit dan penis Kibums udah tegak total? Ada yang tak beres disini, dan Siwon menyadarinya.
"Kau sudah terangsang? Cepat sekali?" tanya Siwon saat mereka berhenti menautkan lidah sementara waktu. Tangannya masih di pinggang dan tengkuk Kibum.
"T-tadi aku diberi tips oleh Stephanie, dan aku... membayangkannya," ucap Kibum jujur dnegan wajah sangat merah. Ia menunsukkan dengan harapan Siwon tak melihatnya. Sayang, Siwon malah mengangkat dagunya hingga terpampanglah wajah merah Kibum. Siwon tersenyum lembut.
"Tips apa sampai kau memerah dan terangsang seperti itu?" tanyanya sambil megelus pipi berisi Kibum.
"Katanya... Aku disuruh menggigit batang penismu yang dekat dengan testis agar kau lebih turn on. Juga katanya aku disuruh mengerang/mendesah saat melakukan blowjob untukmu. Dia bilang... Kau menyukainya," ucap Kibum sambil menunduk menutupi malunya. Jantungnya berdebar sangat kencang hingga kalau tak ada rusuk, otot dan kulit yang menutupi pasti akan kabur begitu saja.
Siwon mau tak mau juga memerah. Bagaimana bisa Stephanie memberikan tips seperti itu benar-benar diluar nalarnya. Bahkan ia sendiri tak menyangka 'hal-hal' diatas tadi dapat merangsangnya lebih.
"B-baiklah," ucap Siwon gagap. Ia jadi tak terlalu berniat untuk bermain dengan Kibum karena canggung.
Keduanya saling terdiam dalam ketelanjangan. Tak ada yang melepaskan pelukan, namun tak ada juga yang mereka lakukan. Keduanya malah jadi canggung karena hal tadi.
"L-lebih baik a-aku kembali ke meja kerja. A-ada beberapa dokumen y-yang belum aaku.. aku.. aku selesaikan," ucap Kibum memecah keheningan keduanya. Ia menarik diri dari pelukan Siwon, namun lengan besar dan berotot Siwon menahan badan Kibum agar tak terlepas dan menjauh dari dirinya. Bahkan ia menarik Kibum dan menenggelamkan wajahnya di leher Kibum.
"Give me that. Do that advice. May be it's true that makes me more turn on," ucap Siwon di telinga Kibum sambil melumat dan menjilat daun telinganya.
"I-I'll do," jawab Kibum sambil menahan desahannya.
Dengan saling menautkan lidah dan membagi satu sama lain perasaa melalui bibibirnya, Siwon menarik Kibum kedalam pelukannya dan mengarahkan kedua tubuh mereka keatas kasur. Untuk awal ini, Siwon memimpin permainan. Ia melumat bibir Kibum seperti sudah kerasukan. Sangat bernafsu dan tak mau berhenti. Badannya naik turun sambil menggigit dan melumat bibir Kibum. Keduanya mengerang dalam lumatan itu. Aliran saliva pun tumpah ruang di mulut Kibum. Dengan paksa, Siwon mengangkat kepalanya dan terciptalah benang saliva yang tak terlalu panjang. Lidah Kibum masih menari-nari mencari kembali lidah Siwon yang sepertinya tak mau diajak lagi bermain.
"Gimme that. Do it," ucap Siwon di telinga Kibum hingga wajahnya memanas.
Dengan pasrah, Siwon merebahkan posisi duduknya hingga ia kini setengah duduk. Kepalanya bersender di kepala kasur dan ditumpu oleh bantal. Kejantanannya belum terlalu menegang, namun sudah tegak. Tapi Kibum tahu itu belum yang maksimal.
Kibum memposisikan dirinya diatas dada Siwon sehingga namja itu bisa melihat sebuah lubang yang pink merekah itu seperti menggodanya. Berkedut-kedut meminta perhatian.
Dengan gerakan perlahan, Kibum mendekatkan kepalanya dan menjilat ujung lubang penis Siwon yang masih kering. Lidahnya ia tusuk-tusukkan kedalam lubang penis itu membuat empunya menggelinjang. Ia sampai lupa bahwa dihadapannya ada sebuah lubang yang meminta perhatian lebih darinya. Badan Siwon yang terbalik, membuat dadanya menggesek perut Siwon. Kedua kaki Siwon menekuk hingga ia bertumpu pada telapak kakinya. Pahanya menutupi pandangan Kibum agar hanya terpusat pada penisnya saja.
Tangan Kibum melingkar di kedua paha Siwon. Mengelus pelan sambil membuka kedua paha itu agar pergerakan namja manis itu bisa lebih leluasa. Ia mencium penis itu yang sudah lebih besar dari sebelumnya itu dari atas hingga ke bawah. Ia putar kepalanya hingga menemukan testis yang menggantung pasrah dibawah sana. Dengan tangan kirinya, ia mengangkat dan memijat pelan testis itu sambil mulai diemut dan digigit olehnya.
"Enghh... aammh.. Euh... Ahhh..," desah Siwon tak jelas.
Ia mencoba tips pertama ari Stephanie. Emutannya mulai merambat keatas dan sampai di bagian perpotongan antara batang penis dan buah testisnya. Cukup lama ia bertahan di situ. Dengan bergantian, ia memutar kepalanya mengelilingi bagian itu dari kanan ke kiri, lalu pindah dari kiri ke kanan. Benar saja. Siwon menggelinjang makin keras dan erangannya seperti tak tertahankan lagi.
"Ouh.. AHH.. Emmh.. Yah.. Uooh.. Eummh... Oh yaa.. ahh," begitu seterusnya. Kibum semakin semangat mendengarnya.
Ia memasukkan penis besar itu kedalam mulutnya. Tak bisa masuk seutuhnya. Perlahan, namun pasti.
"Eungmh.. Ppmmh.. Mmhh... cpkmhh," begitulah kira-kira suara yang Kibum buat. Erangan dari Siwon masih ada, namun tak sekeras tadi.
Tiba-tiba, Kibum merasakan sesuatu yang basah memasuki lubang belakangnya. Yup, lidah Siwon.
Erangan Siwon semakin keras ketika Kibum merasakan lidah Siwon menggelitiknya dari dalam. Terkadang ia malah menggigit penis Siwon yang masih berada didalam kulumannya. Setelah lumayan lama dalam posisi 69 itu, Siwon berinisiatif untuk memulai penetrasinya.
"Tak ada pemanasan tak apa kan?" tanya Siwon meyakinkan. Kibum tersenyum manis.
"I'll ride you," ucap Kibum setelah mengecup bibir Siwon pelan. Selanjutnya terdengar desahan yang makin lama makin erotis.
Tubuh Kibum naik turun mengjar ritme nafas mereka yang terus meningkat. Degup jantung tak kalah ingin menjadi yang pertama dalam adu kecepatan. Keduanya saling menabrakkan diri satu sama lain. Saat Kibum menjatuhkan pantatnya, Siwon menaikkan pinggangnya. Mereka menemukan ritme yang pas sehingga nafas mereka bersatu padu memberikan lantunan kenikmatan yang teratur.
Belum sampai klimaks, namun hampir, Siwon membalikkan keadaan. Ia menjadi diatas Kibum. Dan dalam beberapa kali hentakan, ia klimaks dan selanjutnya ambruk.
Kibum ngos-ngosan. Mengambil udara sebanyak-banyaknya. Siwon menetralkan degup jantungnya. Ia menecup dahi Kibum.
"Steph benar. Itu sangat merangsang. Carilah titik sensitifku yang lain, dan aku akan menemukan milikmu juga," ucapnya sambil memeluk erat Kibum.
Diluar sana, terlihat seseorang yang berdiri disamping pintu. Menahan tangis, namun terus tersenyum. Ternyata, Kibum dan Siwon lupa menutup pintu sehingga orang ini melihat persetubuhan mereka.
"You found your love, Andrew. Hold him tight, and don't let him go like you do to me," ucapnya pada diri sendiri.
Saat itu juga, Ia berjalan keluar ruangan itu. Stephanie...
*TBC
*Kotak Curhat Author*
#pheww *ngelap kringet* yaampun. Sumpah. Aku makin nggak punya malu aja nulis sevulgar itu. Tapi siapa cobak yang mau baca kalo bukan kalian, reader yadong? Hahahaha *ketawa nista*
Maaf agak lama yang kali ini soalnya aku habis Kuliah Lapangan. Laptop dibawa, tapi ngak bisa nyentuh gara-gara kecapean dan ga punya waktu. Hahaha
Hmm, ini episode yang nggak kepikiran sebelumnya. Awalnya aku mau bikin ending disini. Tapi nggak seru kalo cuman segini. Yah.. aku bikin agak panjang lagi deh. Pengennya ending chap berapa? Jangan ampe belas-belasan yang mepet 20an ya ==;
Oia, ada yang mau couple-nya dimasukin kedalam cerita? Udah ada YeWook ama DongSeob. Kalo eunhae, JELAS ada tapi rahasia soalnya itu... kekekeke, rahasia :3
Nggak maksa rivew, cuman kalo ada saran, tolong diomongin yaa.. ada kritik juga.. misalnya laurnya terlalu lambat, terlalu cepet, cerita muter-muter. Kalo soal typos, jangan ditulis deh. Aku sendiri juga sadar banyak typos. Toh kalian nggak keganggu kan? Pokoknya sampein uneg2 kalian yaa~
