TITLE : I'm Beside You To Protect You
…
Cast : Main KyuSung/YeKyu Slight YeWon/WonSung - YeChul
Other Cast : Other Member SJ
Genre : Brothership/Family, Angst
Warning : Cerita ga mutu. Abal-abal. Bahasa aneh dan ga baku. Masih banyak Typo. Tapiiii satu hal yang penting, ini ide semua keluar dari otakku sendiri… Sueeer deh…^^
Happy Reading!
Don't Like… Don't Read… No Bash Please…!
...
.
Previous Chapter
Pintu operasi terbuka lebar dan menampakkan 2 orang dokter dengan wajah yang sangat letih dan penuh keringat berdiri menghampiri mereka. Leeteuk dan Heechul langsung berdiri dan menghampiri kedua Dokter tersebut diikuti oleh Kyu, Siwon dan yang lainnya.
"Bagaimana Dok..?"Tanya Heechul cepat.
Dokter Han menghela nafas dalam. Menatap semuanya yang tengah menunggu penjelasan dari mulutnya.
"Cepat katakan Dok..!" Geram Kyu karena sang Dokter tak kunjung mengelurkan suaranya.
"Yesung Ssi….."
.
.
CHAPTER FIVE
...
.
.
OTHER POV
.
"Yesung Ssi kritis. Sekarang keadaannya jauh dari kata baik-baik saja. Maafkan kami tapi kami sudah melakukan yang terbaik" Sesal sang Dokter.
"Je-jelaskan apa maksudnya Dok..?"Tanya Appa Yesung
"Kami memang bisa mengatakan operasi ini berhasil. Kami berhasil mengatasi gumpalan darah yang menjadi alasan utama dilakukan operasi ini. Tapi kenyataanya Yesung Ssi tak mampu bertahan dengan waktu lamanya operasi. Dia hampir mengalami gagal jantung saat operasi berlangsung dan sempat kehilangan banyak darah.."Jelas sang Dokter.
"Sekarang semuanya kami serahkan pada Tuhan.." lanjut sang Dokter.
"Tidak. Tidak Dokter! Kau yang meminta kami untuk meyakinkan hyung melaukan operasi ini. kau bilang hyung akan hidup kalau menjalani operasi ini tapi kenapa?! kenapa sekarang menjadi seperti ini…!" Teriak Kyu membuat semuanya terkejut.
"Kyu tenanglah…"ucap Sungmin.
"Dokter! Aku tidak mau tau bagaimana caranya, Anda harus mengembalikan hyung-ku..!" Teriak Kyu frustasi. Airmatanya kembali mengalir begitu saja. Sungmin berusaha menenangkannya merangkul bahunya. Tapi dengan kasar ia menepis rangkulan Sungmin.
"Anda harus bertanggung jawab! Kembalikan dia! Kembalikan Yesung hyung!" Teriak Kyu lagi. Tangannya mengepal sangat erat dan bersiap untuk memukul sang Dokter.
"Cho Kyuhyun!" Tegur sang Leader. Kyu hanya menatap sang Dokter dengan penuh amarah. Kini Heechul memeluknya mencoba menenangkannya.
"Maafkan kami, ini batas kemampuan kami. Kami sungguh sudah melakukan yang terbaik.."ucap sang Dokter lagi.
"Baiklah kami mengerti, terima kasih Dok.."ucap Leeteuk
"Kami akan selalu mengontrol keadaan Yesung Ssi, sebentar lagi kami akan memindahkannya ke R. ICU" Ucap sang Dokter lagi lalu menepuk bahu Leeteuk pelan dan pergi meninggalkan mereka.
"Hyung..Hyung..."lirih Kyu dipelukan Heechul.
Tak lama kemudian terlihat tubuh Yesung didorong keluar dari Ruang operasi. Wajah yang tak menunjukkan ekspresi apapun, sangat pucat dan terlihat seperti mayat. Heechul melepas pelukannya pada Kyu dan berjalan mendekati tubuh Yesung dan menggenggam erat tangannya sedangkan Kyu, tubuhnya membeku, ia tak berani mendekat. Ia hanya menatap sedih hyung tercintanya itu. Sama halnya seperti Siwon. Ia hanya diam menatap tubuh Yesung yang sedang dipindahkan ke R. ICU. Isakan semakin keras terdengar dari mulut Hae dan Hyuk. Tak henti-hentinya mereka memanggil nama Yesung dalam tangisan mereka.
.
"Anda hanya boleh menjenguk pasien bergantian tak lebih dari 1 orang. Dan tak bisa lebih dari 15 menit. Kami akan merawat pasien ekstra jadi Anda tak perlu khawatir" Jelas sang perawat pada orang-orang yang ada dihadapanya.
Heechul menatap pedih tubuh yang ada dihadapannya melalui kaca yang memisahkan mereka. Airmata kembali meluncur dari matanya. Kini tak ada yang bisa dilakukan kecuali menangis. Melihat dongsaeng kesayanganya terbaring lemah dengan segala macam peralatan medis yang bisa membuatnya tetap bertahan untuk hidup. Wajahnya yang nyaris tak terlihat dengan selang dihidungnya, dimulutnya, ditangannya. Belum lagi kepalanya yang terbalut perban. Sama sekali tidak terlihat wajah Yesung.
"Hae, Hyuk, Minnie, Shindong, Wookie, Wonie, Kyu..pulanglah. Istirahatlah di dorm..kalian bisa kembali lagi jika sudah cukup beristirahat. Kita akan bergantian menjaga Jongwoon.."ucap sang Leader.
"Tapi hyung, aku masih ingin menemani Yesung hyung.." lirih Hae disela isakannya.
"Aku juga hyung.."ucap Hyuk juga.
Minnie, Shindong dan Wookie hanya mengangguk menatap sang Leader.
"Aku mengerti, tapi kalian disinipun percuma kita tak bisa masuk kedalam. Dan lagi aku tak ingin melihat kalian sakit juga. Melihat Jongwoon seperti ini sudah cukup membuatku tersiksa, jika salah satu dari kalian ikut sakit aku tak akan memaafkan diriku yang tak bisa menjaga kalian.." Lirihnya. Ia tertunduk menyembunyikan tangisan yang sejak operasi berlangsung berusaha mati-matian ia tahan. Hanya ingin meyakinkan dirinya bahwa Yesung akan baik-baik saja. Namun kini pertahanannya goyah sudah. Ia berdiri dengan kaki gemetar. Hampir saja ia jatuh jika saja Heechul tidak menahannya.
"Kalau begitu kau juga pulanglah. Kau tampak sangat letih Jung Soo.. Istirahatlah dan kembali lagi kesini nanti…"ucap Heechul sambil mendudukkan tubuh Leeteuk dikursi.
"Shindong, Minnie.. bawa Jungsoo Pulang.."ucap Heechul lagi. Sungmin dan Shindong hanya mengangguk.
"Tapi Chuliie-ah..aku masih ingin disini.." Lirih Leeteuk
"Aku tau semua yang ada disini tak ingin beranjak meninggalkan Jongwoon.. Kalian bisa kembali setelah mendapat istirahat yang cukup. Kita akan bergantian menjaganya. mengerti..?" Ucap Heechul lagi. Semuanya mengangguk.
"Omma, Appa Jongjin. Pulang dan istirahat juga. Kalian tenang saja aku yang akan menjaga Jongwoon . Tak usah khawatir. Aku akan menghubungi kalian jika Jongwoon sadar.."ucap Heechul sambil merangkul bahu Omma Yesung.
"Tapi Chullie-ah, Omma disini saja.. Omma juga ingin menjaga Woonie, lagipula kami tak ingin merepotkanmu.."ucap Omma dengan sedikit terisak.
"Tak ada yang direpotkan disini Omma, kita keluarga. Keluarga akan selalu saling menopang disaat ada musibah.."ucap Heechul lagi.
"Omma pasti lelah, Appa juga. Jongjin-ah kau satu-satunya yang Jongwoon andalkan, Jaga Omma & Appa..Ok?" tambah Heechul yang disertai anggukan Jongjin.
Akhirnya setelah berhasil membujuk Orang tua Yesung dan para member untuk pulang. Heechul pun mendudukkan tubuhnya. Ia memijit pelipisnya, kemudian menoleh dan mendapati Kyu dan Siwon yang masih ditempatnya.
"Kyu, Wonie kenapa kalian masih disini? pulanglah.." ucap Heechul sambil menggeser tubuhnya mendekati mereka.
"Tidak. Aku mau disini sampai hyungie bangun dan membuka matanya" ucap Kyu datar. Matanya tampak kosong.
"Begitupun denganku hyung. Jangan paksa kami pergi dari sini.." Tambah Siwon.
"Tapi kalian butuh istirahat, dan kau Kyu, aku tak mau kau jadi sakit.."ucap Heechul kepada sang magnae.
"Aku akan sakit jika aku harus jauh dari Yesung hyung.. kau juga tau bagaimana perasaanku sekarang kan hyung?"ucap Kyu tajam tapi tanpa menatap Heechul.
Heechul hanya menghela nafas. "Baiklah, tapi berjanjilah kalian akan menjaga diri kalian sendiri demi Jongwoon.."ucap Heechul akhirnya.
Siwon dan Kyu hanya mengangguk.
.
OTHER POV END
...
.
.
KYUHYUN POV
.
Sudah dua minggu Yesung hyung belum membuka matanya. Tapi beruntung berita tentang Yesung hyung di RS tidak menyebar luas, hanya petinggi SM ent dan beberapa staff yang mengetahuinya. Kami hanya mengatakan pada para ELF, hyungie tengah mengambil masa cuti kerja untuk berlibur keluar negeri dalam waktu yang cukup lama. Tentu saja para ELF kecewa, tapi pada akhirnya mereka memakluminya. Kami sungguh minta maaf untuk kebohongan yang sudah kami buat tapi bukankah itu lebih baik daripada kami harus melihat ELF diseluruh ikut menangis bersama kami karena keadaan Yesung hyung sekarang? Cukup, cukup hanya kami yang merasakan kesakitan ini. Melihat Yesung hyung yang masih berjuang antara hidup dan mati seperti ini saja kami sudah tidak sanggup apalagi kalau kami harus membawa membawa ELF juga untuk mengetahui masalah ini. Sudah cukup kami menyakiti mereka dengan kepergian Hankyung hyung serta vacumnya Kibum dan Kangin hyung, kami tidak ingin melihat mereka terluka lagi karena kami. Dan satu hal lagi, karena aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Hyung pasti akan kembali lagi bersama kami. Tapi….
"Yang bisa kita lakukan hanya menunggu dan berdoa.. ini sungguh diluar kehendak kami.. diluar batas kami…kami minta maaf untuk itu.."
Aku masih ingat kata-kata itu.
Hyung apa yang harus kulakukan agar kau mau membuka matamu. Kumohon berhentilah bermain-main denganku hyung. Hentikan semua ini. Bangunlah hyung.
Aku masih terpaku menatap tubuh yang ada didepanku. Sejak dua minggu yang lalu inilah kegiatanku. Menunggunya di RS. Menunggunya bangun dari tidur panjangnya. Menunggunya untuk kembali tersenyum padaku. Tapi kenapa kau tidak bangun sampai sekarang hyung? Tidakkah kau lelah karena terus tidur, hyung…? Tidakkah kau merindukanku sama seperti aku merindukanmu? merindukan senyuman hangatmu. Merindukan kekonyolanmu. Merindukan suaramu. Merindukan tanganmu yang hangat saat menggenggam tanganku atau sekedar menyentuh pipiku atau bahkan menyentuh philtrum-ku hyung..? aku sangat merindukan semua yang ada padamu. Kumohon bangunlah sekarang juga dan katakan padaku kau hanya bermain-main denganku saat ini. Buka matamu hyung.
Air mata lolos begitu saja dari kedua mataku. Airmata yang selama dua minggu ini yang selalu menghiasi wajahku.. ini terlalu menyakitkan untukku hyung.
Aku memegang tangannya erat. Bahkan saat kau terbaring seperti ini kau masih mampu memberikan kehangatan untukku. Aku sungguh merindukanmu hyung.
"….bahkan kita belum menyelesaikan starcraft kita hyung…"ucapku sambil tersenyum. Senyum miris. Senyum kepedihan mengingat hari-hari yang biasa aku lalui dengan Yesung hyung. Membuatnya kesal, mengabaikannya, bermain bersamanya, menyanyi bersamanya, makan bersamanya, tidur bersamanya. Semua hal yang kulakukan saat bersamanya.
Apa hyung benar-benar tidak ingin bangun? bukankah kau mengatakan kau tidak akan menyerah? kalau begitu jangan menyerah hyung. Tapi…. Kenapa hyung? kenapa kau bahkan menulis surat itu untukku hyung? Kenapa kau berpikir kau akan mati makanya kau menulisnya untukku..? tidak, bukan hanya untukku tapi untuk semua member. Apa kau benar-benar menyerah hyung?
Aku ingat surat yang tadi siang aku terima dari Teuki hyung.
Flashback : On
.
"Kyu.."panggil Teuki hyung saat aku baru sampai dorm.
Aku hanya menatapnya dan berjalan kearahnya. Wajah Teuki hyung terlihat sangat letih. Ia tersenyum simpul dan menyerahkan sebuah surat untukku.
"Apa ini hyung..?" tanyaku sambil memegang surat yang ada ditanganku.
Lagi-lagi Teuki hyung hanya tersenyum pedih. Ya pedih. Kulihat jelas diwajahnya.
"Aku menemukannya dilaci meja dikamar Jongwoon tadi pagi.."ucapnya pelan. Ia tertunduk.
Aku masih menatapnya tak mengerti. "dari Yesung hyung..? untukku..?"tanyaku
Teuki hyung mengangkat wajahnya dan menatapku. Menepuk bahuku pelan.
"Ia menuliskan surat untuk kita semua. Dan baru kutemukan tadi pagi saat aku membereskan kamar Jongwoon..dan surat itu untukmu.."ucapnya pelan.
Aku membolak-balik surat itu dan kutemukan disudut bawah surat itu tertulis namaku dan bisa kupastikan itu memang tulisan tangan Yesung hyung.
"kau sudah makan..? akan kumasakkan jika kau belum makan.."tawarnya
"sudah hyung, aku sudah makan di RS bersama Siwon hyung sebelum ia kebandara.."jawabku
"Bandara? Memang Wonie kemana? ah iya, aku lupa kalau ia akan pergi ke Taiwan untuk syuting iklan siang ini, baiklah kalau begitu istirahatlah Kyu.. "
Aku hanya mengangguk. Teuki hyung pun berlalu keluar dorm. Aku masih menatap surat ditanganku. Kemudian aku masuk kekamar Yesung hyung. Aku melihat sekeliling. Aku masih ingat malam itu, malam hyung pingsan aku tidur dikamar ini. Dan sudah dua minggu ini jika aku pulang kedorm aku memilih untuk tidur dikamar Yesung hyung. Dikasurnya. Setidaknya jika aku berada disini aku sedikit merasa bahwa Yesung hyung ada disampingku. Aku duduk diatas tempat tidurnya. Kusandarkan punggungku kekepala ranjang. Aku membuka surat digenggamanku.
.
To : Evil Magnae-BabyKyu
.
Kyu..
Aku tau jika kau membaca surat ini kau pasti akan marah padaku..kau pasti akan berteriak padaku.. "Hyung apa yang kau lakukan..Hah..? hal bodoh apa lagi yang sedang kau lakukan..?"
Tapi hanya ini yang bisa aku lakukan sekarang. Menulis surat ini. Jadi kuharap kau mengerti..
Kyu..
Aku hanya ingin berterima kasih dan meminta maaf padamu..
Terima kasih karena kau selalu ada disampingku selama ini…
Terima kasih karena kau terus memperhatikanku, walaupun kau tak mengatakannya padaku tapi aku tau kau memperhatikanku Kyu..dan aku sangat berterima kasih untuk itu..
Terima kasih karena kau datang pada kami, jika bukan karenamu.. kita, super junior, tak akan seperti sekarang. Kau keajaiban untuk kami.. sungguh..
Kau sudah memberikan kenangan yang bahkan saat aku matipun aku tak akan rela menggantinya dengan apapun.
Terima kasih karena sudah kembali kepada kami saat kejadian tragis yang tak akan pernah kulupakan seumur hidupku. Kenangan pahit yang kualami saat melihatmu berjuang antara hidup dan mati. Aku sungguh bersyukur sekarang kau sekarang disini bersama kami.
Begitu banyak rasa terima kasih yang ingin kuucapkan pada semua member termasuk dirimu. Tapi kau tau aku bukan orang yang dengan mudah mengungkapkan semua perasaan yang aku rasakan. Aku hanya bisa mengungkapkannya dengan caraku sendiri.
Aku ingat rasanya saat pertama kali debut, itu sebelum aku mengenalmu. Aku merasa bahagia memiliki kalian disuper junior. Dan kemudian kebahagiaan kami terasa lebih lengkap saat kau bergabung bersama kami. Semua sudah kita lalui. Bahagia, tangisan, kekecewaan, kepedihan, semuanya sudah pernah kita alami. Dan aku beruntung bisa melewatinya bersama kalian disini.
Dan maaf untuk semua kesalahanku padamu Kyu.. maaf jika aku tak bisa menjadi hyung yang baik untukmu.. maaf jika aku terkadang membuatmu kecewa marah atau apapun yang tanpa sadar aku lakukan.
Maaf jika selalu membuatku kesal karena sikapku.. maafkan aku Kyu..
Mungkin hidupku tak lama lagi, aku sakit Kyu. Mungkin saja aku harus meningglakan kalian, maaf karena aku menyembunyikan hal ini dari kalian semua. Aku hanya tidak ingin membebani kalian semua dan aku sangat takut jika aku tidak sempat untuk mengucapkan maaf dan terima kasih pada kalian.
Dan saat ini, Jika aku pergi..meninggalkan kalian.. kumohon.. komohon.. jangan lupakan aku..karena aku tak akan melupakan kalian sampai kapanpun..
Kyu….
Tetaplah jadi dirimu sendiri..tetaplah jadi Dongsaeng kebanggaanku. Dan tetaplah bersinar hingga akhir. Hidupmu masih sangat panjang. Jangan menyerah. Terus berusaha untuk selalu melakukan yang terbaik untuk dirimu, keluargamu dan semua orang yang menyayangimu.
Keluarga akan selalu menjadi yang terpenting. Ingat itu Kyu. Dan lagi..Kyu jika aku pergi.. bolehkan aku menitipkan Omma, Appa dan Jongjin..? kumohon gantikan aku menjaga mereka. Egois memang. tapi aku percayakan semua itu padamu Kyu..
Kyu..
Aku menyayangimu.. sangat menyayangimu..
.
Jongwoon..^^
.
.
Aku menangis sejadinya jadinya saat surat itu selesai kubaca. Aku menenggelamkan wajahku dibantal Yesung hyung. Menangis keras disana. Sampai akhirnya aku jatuh tertidur dengan surat yang masih kupeluk erat.
Flashback : Off
"Tn.. bisakah Anda keluar..? Waktu kunjungan telah berakhir. Anda sudah berada disini 20 menit.." Suara perawat membuyarkan pikiranku. Aku menghapus air mataku. Dan berdiri meningglakan ruang itu setelah sebelumnya aku memegang erat tangannya.
"aku akan selalu menunggumu bangun hyung.. aku tak akan meninggalkanmu..aku janji jika kau bangun aku akan selalu berada disampingmu dan melindungimu.."
.
KYUHYUN POV END
...
.
.
HEECHUL POV
.
Aku bergegas kekamar mandi setelah seharian aku melakukan aktivitas Outdoor untuk sebuah acara. Seharian ini aku belum menjenguk Jongwoon. Sungguh tidak tenang rasanya. Setelah mengganti baju aku keluar kamar dan mengambil kunci mobilku. Saat aku akan membuka pintu dorm, aku mendengar suara tangisan yang cukup kencang dan aku tau itu berasal dari kamar Donghae. Aku mengurungkan niatku untuk pergi dan memilih mengetuk pintu kamar Donghae.
Tok tok tok..
"Hae..boleh aku masuk..?" Tanyaku dari balik pintu kamarnya.
Merasa tak ada jawaban darinya aku pun langsung masuk kedalam kamar. Benar saja Donghae tengah menangis tersedu-sedu dilantai dengan wajah yang ia benamkan dikedua lututnya. Disampingnya tergeletak sebuah surat yang entah dari siapa.
"Hae, ada apa..?"
Donghae hanya menggelengkan kepalanya. Ia masih menangis pilu. Aku menariknya kedalam pelukanku. Mencoba menenangkannya.
Setelah agak tenang akupun melepaskan pelukanku.
"Ceritakan padaku Hae..". Tapi lagi-lagi ia hanya menggeleng.
"Baiklah jika kau tidak mau menceritakannya tapi setidaknya katakan sesuatu jangan hanya diam seperti ini.."
Dia menatapku dengan wajah sembabnya.
"A-a-aku merindukan Ye-yesung hyungie, hyung.."ucapnya disela isakannya. Aku hanya tersenyum.
"Akupun merindukannya..kau mau ikut aku..? aku mau ke RS.."ajakku.
Dengan cepat ia mengangguk.
"Cepat cuci mukamu dan kita pergi, tak mau menunggu lama.." tegasku. Ia kemudian berlari meningglakan kamar menuju kamar mandi. Kemudian mataku tertuju pada surat yang tergeletak. Surat yang kuduga menjadi penyebab Hae menangis. Dan bisa kulihat itu tulisan tangan Jongwoon..! dengan cepat aku mengambilnya tapi belum sempat aku membacanya sebuah suara memanggilku.
"Chullie-ah, kau sudah pulang..?" suara Leeteuk yang memanggilku didepan pintu kamar Donghae.
"Hmm.."
"Ada yang ingin kuberikan padamu, bisa ikut kekamarku..?"ucapnya lagi. Aku mengerutkan alisku. Kuletakkan kembali surat yang tadi kupegang dan berjalan mengikuti Leeteuk yang sudah berjalan kedalam kamarnya.
Ia terlihat mengambil sesuatu dilaci mejanya, kemudian ia menyerahkannya padaku. Tanpa bertanya lagi, dengan cepat aku mengambilnya dan langsung membukanya.
.
To : Heebongie Hyung ..
.
Heebongie hyung…Heebongie hyung..
Kau tau, Aku sungguh menyukaimu hyung.. aku sungguh ingin sepertimu, memiliki banyak talenta.
Hyung..maaf jika harus melalui surat ini aku ungkapkan perasaanku.. karena aku takut aku tak punya banyak waktu lagi.
Hyung..terima kasih karenamu aku bisa melewati saat tersulit. Saat aku merasa sendiri, saat aku merasa aku kehilangan seorang sahabat yaitu Kangin. Hari-hari itu terasa sangat berat untukku. Kau tau aku sangat dekat dengan Kangin. Dia satu-satunya teman sekaligus sahabatku yang seumur denganku. Saat kepergiannya dan vacum-nya dia dari Super Junior aku seperti merasa sendirian. Aku merasa tanggung jawabku sangat besar selain tanggung jawab Teuki hyung. Dan aku masih ingat saat-saat aku menghabiskan waktuku bersama denganmu dan Chocoball. Kau tau hyung aku sangat bahagia. Aku menemukan teman baru disana. Dan aku sangat berterima kasih untuk hal itu.
Dan terima kasih karena hyung dan semua member sudah menjadi bagian dari hidupku.
Hyung, aku sakit. Dokter mengatakan mungkin aku bisa mati karena penyakit ini. Aku berharap dikehidupan mendatang aku masih bisa bertemu denganmu. Hyung, jika setelah kau membaca surat ini aku sudah tidak ada, kumohon jangan marah padaku. Aku bukannya tak ingin menceritakan pada kalian semua. Aku hanya tidak ingin menjadi beban kalian. Kuharap kalian mengerti.
Hyung, maafkan aku tak bisa bersama denganmu dan Teuki hyung menjaga para dongsaeng. Tapi aku yakin kau dan Teuki hyung akan selalu melakukan yang terbaik untuk mereka. Benar kan?
Hyung, jangan lupakan aku.. aku menyayangimu hyung..sangat menyayangimu. Sampaikan salamku untuk Hankyung hyung jika ia menelponmu. Katakan aku sangat merindukannya.
Sekali lagi maafkan aku…dan mungkin untuk terakhir kalinya ijinkan aku untuk memanggilmu "Heebongie Hyung..Heebongiee Hyung..Heebongiiiee Hyung"!
.
Jongwoon ^^
.
.
Tees..Tees..Teess..
Tanpa kusadari airmataku jatuh keatas kertas yang sedang kubaca ini. Tanganku gemetar tak percaya dengan apa yang dilakukan Jongwoon. Dengan cepat aku melipat surat itu dan kumasukkan kekantong jaketku dan dengan segera aku berlari keluar dorm tanpa memperdulikan panggilan Jungsoo padaku. Aku memencet tombol lift didepanku dan tanpa kusadari Hae sudah berada disampingku dengan nafas yang terengah engah. Aku menoleh padanya.
"Haah..haah..hyung, jangan tinggalkan aku..aku juga ingin ke RS.."ucapnya masih sambil mengatur nafasnya.
Akupun mengangguk, aku mengerti kenapa Hae tadi menangis seperti itu dikamarnya. Sama sepertiku diapun mendapat surat yang sama dari Jongwoon.. Aiiish anak itu. Apa yg ia pikirkan.. Bodoh…
"Aiiiisssshhh.. kenapa lama sekali.."teriakku kesal sambil menendang pintu lift yang masih tertutup itu.
.
.
Dengan kecepatan tinggi aku mengendarai mobilku, tak peduli Hae yang duduk disampingku sedari tadi menahan nafas. Aku sungguh tak peduli. Yang aku inginkan sekarang adalah cepat sampai ke RS.
Setelah kuparkir mobilku, aku langsung berlari ke ruangan dimana Jongwoon berada. Kulihat Kyu yang tengah tertidur di ruang tunggu. Aku melihat dari kaca kamar Jongwoon kulihat Suster tengah mengganti infuse dan mengecek keadaanya. Aku memilih untuk menunggu dan begitu suster itu keluar aku langsung menghampirinya.
"Suster, aku boleh masuk kedalam? bagaimana keadaannya hari ini?"tanyaku cepat
"belum ada perubahan apapun, kondisinya masih seperti kemarin. Ingat hanya 15menit Anda berada didalam"ucap sang suster.
Aku hanya mengangguk. Akupun langsung masuk kedalam tapi sebuah tangan menahanku.
"Hae.."ucapku pada orang yang memegang tanganku.
"Aku juga ingin kedalam hyung.."ucapnya lirih. Aku menepuk bahunya.
"Aku tau, kita gantian. Setelah aku, kau boleh masuk tunggulah disana"ucapku sambil menunjuk tempat Kyu yang tengah tertidur. Dia hanya menunduk dan mengangguk pelan, Aku hanya kembali menepuk bahunya. Aku membalikkan badanku dan masuk kedalam kamar Jongwoon.
Masih sama seperti hari-hari sebelumnya atau bahkan minggu-minggu sebelumnya, aku masih melihat berbagai alat ditubuh mungilnya. Wajahnya masih sama, tampak pucat. Aku memegang tangannya dan mengambil posisi duduk disampingnya. Diruangan ini hanya suara alat pendukung hidupnya saja yang terdengar. Menatap wajahnya dan kembali teringat akan surat yang baru saja aku baca. Aku menahan airmataku untuk tak jatuh. Tapi nyatanya sia-sia, setiap aku masuk kemari dan melihat wajahnya yang tak berekspresi itu aku tak bisa untuk tak menangis. Aku sungguh merindukan senyuman yang selalu ia perlihatkan padaku. Senyuman yang selalu bisa membuatku nyaman dan menenangkanku. Aku sungguh merindukan suaranya saat ia memanggilku. Saat ia bernyanyi, saat ia tertawa, saat ia selalu membuat kami tertawa. Jongwoon ada apa denganmu..? kenapa kau tak juga membuka matamu. Buka matamu sekarang dan tersenyumlah padaku. Karena saat ini yang kubutuhkan hanya itu.
"Jongwoon..kau dengar aku..?"ucapku pelan.
Aku menatapnya dalam berharap ia akan menjawab pertanyaanku. Dan bodohnya aku, aku ingin tetap percaya bahwa setiap aku datang kemari aku akan selalu bercerita padanya, dan aku ingin percaya dia mendengarkanku. Walaupun matanya tertutup tapi aku yakin telinganya masih bisa mendengar kami disini.
"Kau ini memang bodoh, bagaimana kau bisa kau menulis surat seperti ini hah..? kau pasti akan sembuh Jongwoon.. aku sudah bilang padamu bukan..? Aku tak ingin mendengar kau meminta maaf dan berterima kasih padaku. Aku yang harusnya meminta maaf dan berterima kasih padamu. Aku yang seharusnya mengatakan itu Jongwoon-ah, jadi ijinkan aku untuk mengucapkan hal itu. beri aku kesempatan untuk mengucapkan hal yang tak pernah aku ucapkan."
"Kau mengatakan aku yang menghiburmu saat Kangin pergi, kau salah besar Jongwoon. Semua ini kulakukan karena kaulah yang sejak awal sudah melakukannya hal yang sama padaku. Dan aku tak pernah menyadari ternyata banyak hal yang sudah kau lakukan untukku. Kau yang membuatku merasakan arti keluarga sekaligus persahabatan sejati. Kau yang membuatku kembali tegar saat Hankyung pergi. Kau yang membuka mataku saat aku egois dengan diriku sendiri. Kau yang selalu tersenyum saat emosi melandaku. Dan masih banyak hal yang kau lakukan untukku. Jadi bukan kau yang seharusnya berterima kasih padaku tapi akulah yang harusnya melakukan itu. jadi berikan aku kesempatan itu Jongwoon. Kau harus kembali bersama kami. Aku sangat membutuhkanmu, Jungsoo membutuhkanmu, Siwon membutuhkanmu, Kyu membutuhkanmu, Kami semua membutuhkanmu Jongwoon. Aku akan menunggumu sampai kau membuka matamu itu.."
Aku menghapus airmataku yang sedari tadi masih mengalir. Aku semakin menggenggam erat tangannya. Dan mengelus pipinya yang semakin tirus.
"Jongwoon-ah, hyung pergi dulu…" Aku tersenyum kecil kemudian melangahkan kakiku keluar kamarnya.
Aku melihat Hae dan Kyu yang sudah bangun dari tidurnya tengah mengobrol. Tapi tampak keduanya tak menikmati obrolan mereka. Hae langsung berdiri begitu melihatku keluar dari kamar Jongwoon. Dia tersenyum dan kemudian aku mengangguk. Dia langsung berlari kearahku dan masuk kedalam kamar Jongwoon.
Akupun menghampiri Kyu.
"Kyu..kau sudah makan..? sudah kukatakan berulang kali bukan. jangan sampai kau ikut sakit. Jongwoon pasti akan sangat marah padamu.."ucapku sambil melingkarkan lenganku dibahunya.
Dia hanya mengangguk pelan. Dia tampak sangat lelah dan kusut.
"Sudah atau belum? Kenapa hanya mengangguk..Kajja ke kantin.."ajakku sambil menarik tangannya.
"Tapi, hyung.." Dia menatap kearah kamar Jongwoon.
"Tak akan lama, setelah makan kita akan segera kembali. Lagipula ada Hae yang menjaga Jongwoon didalam.. Kajaa.."ucapku.
Kyu hanya menghela nafas kemudian beranjak dari duduknya walaupun matanya tak lepas dari kamar Jongwoon. Aku hanya mengelus punggungnya.
.
HEECHUL POV END
...
.
.
SIWON POV
.
Aku duduk didalam pesawat yang akan membawaku kembali ke Korea. Aku baru saja pulang dari Syuting sebuah iklan di Taiwan. Jujur aku sungguh lelah, sangat lelah. Tetapi bukan badanku yang lelah melainkan otakku. Aku tak pernah bisa berhenti memikirkan keadaan Yesung Hyung. Dimanapun aku berada, apapun yang sedang kulakukan aku benar-benar tak bisa berhenti untuk tidak memikirkannya. Memikirkan keadaanya. Karena aku tak bisa terus terusan berada di RS menemaninya dikarenakan jadwal yang sudah terlanjur kutandatangi kontraknya dan tak mungkin kubatalkan begitu saja. Seperti halnya sekarang. Jadwal ini benar-benar membunuhku. Membuatku tak bisa bertemu dengan Yesung hyung selama 4 hari. Yang bisa kulakukan hanyalah menelpon Kyu atau Heechul hyung yang selalu berada disana. Aku melirik jamku,mengapa waktu berjalan sangat lambat. Pesawat baru saja lepas landas dan aku masih membutuhkan waktu 3 jam untuk sampai ke Seoul. Aku menutup mataku berusaha untuk menenangkan pikiranku dan merilekskan tubuhku tapi nyatanya saat aku menutup mataku bayangan wajah Yesung hyung selalu saja muncul. Senyumannya. Senyuman yang selalu dan akan selalu aku rindu.
"hyungie…" lirihku sambil kembali membuka mataku. Aku mengalihkan pandanganku ke luar jendela. Tiba-tiba saja semua kenangan bersama Yesung hyung terlintas dan menari-nari diotakku.
.
.
Aku masuk kedalam mobil yang sudah menjemputku dibandara.
"Ahjussi, langsung ke RS" ucapku pada supirku.
"Baik Tn, tapi apa tidak sebaiknya anda pulang ke rumah terlebih dahulu..? tanyanya
"Tidak perlu..langsung ke RS saja.."ucapku lagi.
"Baiklah Tn..."jawabnya.
.
Aku berjalan menuju kamar Yesung hyung dirawat. Aku melihat dari luar kaca kamar hyung, tampak Kyu tengah berada didalam, menggenggam tangan mungil Yesung hyung. Aku menatap wajah hyung yang masih tampak sama seperti sebelum aku pergi ke Taiwan 4 hari yang lalu. Akupun memutuskan kembali keruang tunggu sampai Kyu keluar dari sana. Setelah 10 menit menunggu akhirnya Kyu keluar dengan wajah yang masih tetap tampak kusut. Ia berjalan dengan wajah menunduk dan sepertinya ia tak menyadari keberadaanku.
"Kyu… "panggilku. Ia terlihat terkejut kemudian mengangkat wajahnya. Matanya berkaca-kaca. Tanpa memikirkan apapun aku langsung memeluknya. Mencoba menenangkannya walaupun jujur aku sendiri pun ingin ditenangkan. Ia terisak kecil. Aku mengerti perasaan Kyu saat ini. Aku sangat tau, karena hal yang samapun terjadi padaku. Kami berpelukan seolah-olah saling menguatkan diri kami masing-masing. Aku menepuk punggungnya pelan.
"Hyung, kapan kau kembali..?"ucapnya setelah melepaskan pelukan kami
"Baru saja, aku langsung kemari dari bandara..bagaimana keadaan hyung hari ini..?'tanyaku padanya. Ia hanya menggelelng pelan dan kembali menundukkan wajahnya.
"Aku mengerti, aku akan masuk dulu.."ucapku pelan sambil menepuk bahunya.
Aku menghela nafasku dalam sebelum membuka pintu kamar hyung. Aku masuk dan langsung duduk disamping bed hyung.
Aku berbicara padanya. Menceritakan kegiatan-kegiatanku selama berada di Taiwan. Aku bercerita seolah-olah hyung mendengarkanku sama seperti halnya saat aku selalu bercerita apapun dengannya.
Rasanya baru kemarin Yesung hyung masih bercerita padaku, tersenyum padaku. Lebih baik aku melihatmu marah ataupun kesal padaku hyung daripada aku harus melihatmu diam seperti ini. Tak pernah sedetikpun aku berhenti berharap dan selalu berdoa agar kau cepat sadar hyung. Kembali membuka kedua mata indahmu dan tersenyum kepadaku.
.
.
"Siwon-ah bagaimana kabarmu..? kapan kembali..?"Tanya Leeteuk hyung yang baru datang.
"Baik hyung.. aku sampai sejam yang lalu hyung.."ucapku singkat. Leeteuk hyung menoleh kearah Kyu yang duduk disampingku dan masih dengan aksi diamnya. Kini tak ada lagi Kyu yang selalu mengerjai para hyung-nya, tidak ada lagi Kyu yang selalu menatap PSP nya, tidak ada lagi Kyu yang membantah ataupun mengucapkan kata-kata tajam pada hyung-nya. Yang ada hanya Kyu yang selalu diam, diam dan diam. Walaupun kami sama-sama bersaing untuk selalu mengambil perhatian dari Yesung hyung tapi aku juga menyayanginya. Aku peduli padanya. Sama halnya Yesung hyung yang selalu mempedulikan kami semua walau terkadang ia sendiri lupa akan dirinya sendiri.
.
"Ah, Siwon-ah. Ada sesuatu untukmu…"ucap Leeteuk hyung.
Aku mengerutkan alisku. Memperhatikan Teuki hyung yang sedang mengobrak abrik tasnya mencari sesuatu.. "untukku..?"bingungku
"Hmm..karena kau baru pulang dari Taiwan jadi baru bisa kuberikan sekarang.."ucapnya lagi tanpa mengalihkan pandangannya dari tasnya.
Aku semakin bingung. Aku menunggu Teuki hyung menemukan apa yang ingin ia berikan padaku.
"Ah..ketemu. Ini.."ucapnya padaku sambil menyerahkan sebuah kertas padaku. Aku menatapnya tapi ia hanya tersenyum.
"Apa ini hyung? Surat?". Aku kembali menatap Teuki hyung, Ia menepuk pundakku dan tersenyum. Aku kembali menatap surat ditanganku, kemudian menghela nafas panjang dan membuka lipatan surat sebelum akhirnya kutemukan deretan tulisan tangan dari….Yesung hyung.
.
To : Kuda Siwon…
.
Hi Kuda,
Maaf jika mungkin saat kau membaca surat ini, akan membuatmu bingung. Aku hanya ingin menyampaikan perasaanku disini. Hmm, disini aku hanya ingin berterima kasih padamu. Terima kasih karena selalu mengajariku sesuatu hal yang tak bisa kulakukan. Terima kasih untuk selalu mengingatkanku agar selalu dekat dengan-NYA. Terima kasih karena kau selalu menghiburku disaat aku merasa lelah dan sedih. Terima kasih karena sudah menjadi sosok yang sempurna di Super Junior. Kau tau, kalian semua adalah nafasku. Kebahagiaanku. Kesedihanku. Kebanggaanku. Hal yang belum pernah aku rasakan selama hidupku. Disinilah aku merasakan hal itu semua. Aku sungguh sangat berterima kasih pada Tuhan karena memiliki kalian disisa hidupku ini.
Aku sakit. Hidupku tak akan lama lagi dan aku hanya ingin pergi dengan tenang tanpa memiliki beban terhadap kalian semua. Mungkin juga aku pernah melakukan kesalahan yang tanpa sadar aku lakukan dan membuat kalian kesal. Hyung minta maaf.
Wonnie..
Aku hanya ingin kau tetap menjadi Siwon yang kukenal sekarang, kemarin, setahun yang lalu, bahkan 8 tahun lalu saat aku baru mengenalmu. Tetaplah menjadi seperti itu dan jangan pernah berubah. Kau orang yang sungguh berhati malaikat. Aku pun ingin memiliki sifat seperti itu. jika suatu saat aku kembali dilahirkan aku ingin meminta pada Tuhan untuk memiliki sifatmu itu Wonie kecuali sifat manjamu itu tentunya. Haha..
Wonnie..
Hanya ini yang ingin aku sampaikan. Sesungguhnya masih banyak hal yang ingin disampaikan tapi nyatanya tak satupun yang bisa tertulis disini. Yang harus kalian tau, aku sangat menyayangi kalian semua.
Wonnie, kau salah satu orang yang kupercaya. Aku titip Teuki hyung padamu. Jagalah dia, selalu beri ia semangat. Teuki hyung terlihat tegar namun sebenarnya ia sangat rapuh. Ia selalu memperhatikan kami walaupun aku tau ia juga sangat ingin diperhatikan.
Juga Heechul hyung, kau tau bagaimana sifatnya bukan..? aku hanya ingin kau selalu temani dia saat ia membutuhkan teman. Ia terlihat sangat cuek tetapi sebenarnya ia tidak sedingin itu, dia penyayang. Aku bisa rasakan itu.
Dan Hankyung hyung, jika kau ada kesempatan di Cina temuilah dia. Sayang, mungkin aku tak akan sempat untuk bisa bertemu dengannya lagi. Sampaikan salam rinduku untuknya.
Kangin, aku yakin ia akan kembali menjadi pribadi yang lebih baik nanti. Ia sangat peduli pada kita walaupun cara yang ia lakukan terkadang salah. Setelah ia kembali dari militer, aku yakin ia akan melindungi kalian sepenuh hatinya dan melindungi Teuki hyung tentunya.
Shindong, setiap aku melihatnya aku selalu akan tersenyum. Aku sangat menyukainya. Ia pribadi yang sangat hangat. Perhatikan ia jangan sampai ia jatuh sakit karena dietnya itu.
Sungmin, aku juga sangat menyayanginya tapi hanya saja aku kesulitan menyampaikannya perasaanku dan akhirnya yang terlihat hanya kecanggungan. Aku sungguh tak bermaksud seperti itu.
Hyukjae,kau juga pasti sudah sangat mengenalnya sama seperti kau mengenal Hae bukan. Hibur mereka saat mereka sedang sedih.
Wookie, kau harus memperhatikannya juga sama seperti ia selalu memerhatikan kami. dan jangan biarkan ia sedih hanya karena Hyuk selalu berkata yang aneh-aneh tentang masakannya. Haha..
Kibum, aku bahkan tak tau bagaimana kabarnya saat ini. Kuharap ia baik-baik saja. Kau dekat dengannya bukan..? sampaikan juga salam rinduku padanya. Katakan apapun yang terjadi ia akan menjadi salah satu menjadi dongsaeng kebanggaanku.
Kyu, kau tau aku sangat menyayanginya. Aku sangat takut jika ia kembali terluka, oleh karena itu aku selalu perhatian padanya. Dan kau selalu mengeluh padaku, kenapa aku sangat memperhatikannya. Jaga Kyu Wonnie, terkadang dia suka memaksakan dirinya untuk melakukan sesuatu saat kondisi tubuhnya tak baik dan itu membuatku sangat khawatir. Lindungi Kyu. Jaga Kyu.
Wonnie, hanya kau satu-satunya orang yang bisa kupercaya untuk menjaga mereka. Kumohon lakukan untukku karena aku tak bisa lagi melakukan hal ini. Jagalah dirimu baik-baik. Perhatikan kesehatanmu jangan terlalu memaksakan diri, kau tau aku sangat tidak suka. Sekali lagi terima kasih untuk segalanya Wonnie..
Wonnie.. aku menyayangimu… Sampai bertemu dikehidupan selanjutanya… semoga kalian bahagia…
.
Jongwoon….^^
.
.
Kudengar isakan disebelahku. Aku menoleh dan kutemukan Teuki hyung yang sudah bersimbah air mata. Tanpa kusadari sedari tadi airmataku pun sudah mengalir dikedua pipiku.
"Jongwoon-ah…." Lirih Teuki hyung disampingku.
"Kau ikut membacanya hyung…?" tanyaku sambil menepuk pundaknya. Ia hanya mengangguk sekilas. Aku menarik Teuki hyung dan memeluknya erat mencoba menenangkannya padahal tak kupungkiri aku sendiripun tak kalah sedihnya.
Setelah lama menangis Teuki hyung melepaskan pelukanku. Ia menghapus airmatanya dan juga airmataku. Kemudian ia tersenyum.
"Tak ada gunanya menangis. Lagipula aku yakin ia tidak akan meninggalkan kita. Aku tau dia juga sedang berjuang didalam sana" Ucap Teuki hyung. Aku hanya mengangguk membenarkan kata-katanya. Ya, tetaplah berjuang hyung. Aku, kami semua akan selalu mendoakanmu.
.
SIWON POV END
...
.
.
TBC
.
.
...
Membosankan? Pasti iyaa.. ;p Maaf cuma ini yang muncul dari otakku. Hehe.. harap dimaklumi yaa... ^^
.
.
Big Thanks To :
LalaClouds, sjflywin, kaka cloud24, Cha2LoveKorean
.
And
.
Tamama-Chan : Banya berdoa bareng Siwon moga Yeye ga mati. :D Thank you udh review lagi..^^
yesungismine : Happy ending ga ya? gtau deh.. blum kpikiran tuh mw bkin happy end...:DD. Thank you udh review lagi.. Tekanan reader sungguh menyeramkan yaa..hehe..
Little dandelion : Iya akhirnya yeye operasi.. Thank you udh review..^^
thiefhanie fha : Tenang kalo Yeye mati KyuChulWon kan ntr ma aku.. #Plaak. Thank you udh review..^^
aKYU CLOUD : Haha..udh kayak sinetron ya..? ya mgkn dikit2 terinspirasi dari sono..hehe...Thank you review & supportnya..^^
r3diavolo89 : Waah baca marathon? cape dong..hehe.. Kayanya seneng bgt Yeye disiksa..:D. Thank you bgt udh mw sempetin baca n review.. ^^
cloud3024 : Berdoa moga Yeye selamat.. Thank You udh review..^^
