Disclaimer : Love that Touches (Rima Sawinda 'Mimin QiuwenS')
Genre : Conflik, FriendShip, adventure, Love
Pair : Wenwen Han and Zhenwei Wang
QiuwenS Indonesia Hanwenwenfans
Special anniversary 15 months QiuwenS
.
.
.
Perempuan itu mengusap-usap telapak tangan dan lututnya seolah membersihkan debu. Sementara Zhenwei, ia mundur perlahan dengan ekspresi yang membingungkan. Entah kaget, bingung, dan perasaan aneh lainnya. Perempuan itu mengadahkan kepalanya menatap Zhenwei.
"Kau takut padaku?" Tanya perempuan itu seolah memelas. Zhenwei menggelengkan kepalanya, seolah melepaskan lamunan yang menghantui dirinya.
"Kau benar-benar hantu?" Perempuan itu mengangguk dengan pelan.
"Apa kau.. Akan meninggalkanku?" Zhenwei benar-benar kebingungan. Tapi, ia tidak bisa meninggalkan orang yang sedang kesusahan. Ia kembali berjalan mendekati perempuan itu dan duduk berjongkok tepat dihadapannya.
"Siapa namamu?" Perempuan itu menatap Zhenwei.
"Wenwen Han." Zhenwei menggarukkan kepalanya sendiri.
"Bagaimana kau bisa mati?" Perempuan itu mengernyitkan dahinya.
"Aku tidak mati."
"Lalu?"
"Cuma.. gentayangan." Sahutnya dengan suara yang pelan. Zhenwei menghela napas lelah.
"Apa bedanya? Akan ku bantu mencari kuburanmu. Lalu kau bisa masuk kesana. Dan tidurlah dengan tenang." Wenwen menatap Zhenwei dengan kesal.
"Kau mengusirku ya?" Zhenwei menatap Wenwen datar, dan meletakkan tangannya diatas kepala Wenwen, walaupun tak dapat menyentuhnya, ia bergerak seolah dapat menyentuh perempuan ini. Wenwen hanya kebingungan menatap Zhenwei.
"Ini aku sedang menepuk kepalamu." Kata Zhenwei menjelaskan apa yang sedang ia lakukan. Wenwen hanya tersenyum sambil tersipu malu.
"Terimakasih." Sambung Wenwen.
...
Zhenwei menghentikan taxi dan masuk kedalamnya. Wenwen yang berada diluar kebingungan bagaimana caranya untuk masuk.
"Kenapa tunggu diluar?" Tanya Zhenwei. Supir taxi itu menatap kearah Zhenwei, dan menatap keluar jedela mobilnya. Tak ia dapatkan seorangpun yang berada di luar. Jadi.. Pemuda ini bicara dengan siapa? Hantu?
"Bagaimana caranya aku masuk?" Tanya Wenwen polos. Zhenwei mendecakkan lidahnya.
"Kau kan hantu! Menghilang saja, lalu muncul kembali dan duduk disebelahku." Kata Zhenwei seenaknya. Supir itu menggaruk-garukkan kepalanya, kebingungan dengan lelucon pemuda yang naik kemobilnya ini.
"Kau mengatakannya dengan mudah. Hantu tidak sesimpel itu tahu! Aku tidak bisa menembus barang-barang." Wenwen melipat kedua tangan didepan dadanya. Dan Zhenwei hanya mengernyitkan dahi.
"Tadi kau menembus tubuhku." Dan kali ini Wenwen yang mengernyitkan dahi.
"Aku bisa menembus manusia, tapi tidak dengan benda-benda mati. Bukakan pintunya!" Perintah Wenwen dengan kesalnya.
"Harusnya aku yang marah. Kenapa jadi kau yang marah?" Keluh Zhenwei sambil membukakan pintu. Setelah Wenwen masuk, Zhenwei kembali menutupnya. Kemudian Zhenwei membalas tatapan supir taxi yang sejak tadi menatapnya dengan ekspresi kebingungan dan mulut yang menganga.
"Ke alamat ini." Singkat Zhenwei dengan cuek sambil memberikan kertas pada si supir tanpa menghiraukan ekspresi supir itu padanya.
...
Setelah sampai dan memberikan uang pada supir taxi, Zhenwei berjalan memasuki apartemennya. Wenwen mengikutinya dari belakang sambil memperhatikan kesekeliling tempat itu.
"Kau tinggal disini? Rumahmu besar sekali. Boleh aku punya satu kamar sendiri?" Zhenwei menggelengkan kepalanya. Wenwen langsung mengerucutkan mulutnya begitu mendapatkan penolakkan dari Zhenwei.
"Ini apartemen! Kamarku cuma satu. Ini semua bukan rumahku." Jelas Zhenwei. Wenwen langsung mengangkat kedua alisnya mendengar ucapan Zhenwei.
"Jadi.. Jadi.. Aku harus tidur denganmu malam ini?" Keluh Wenwen dengan paniknya. Zhenwei kembali berhenti mendadak, dan kali ini Wenwen bisa ikut menghentikan langkahnya.
"Masalahnya apa? Aku kan tidak bisa menyentuhmu! Apa yang kau khawatirkan?" Kata Zhenwei sambil menatap Wenwen tepat didepan pintu apartemennya.
"Aku lupa kalau aku hantu. Hehe." Kata Wenwen sambil tersenyum dan menggarukkan kepalanya.
"Lagipula hantu kan tidak perlu tidur? Kau bisa berjaga semalaman selama aku tidur. Jadi tidak ada pencuri di apartemen ini. Kau bisa menggunakan ilmu hantumu untuk menakuti mereka." Wenwen memasang wajah yang kecut.
"Aku bukan anjing penjaga!" Keluh Wenwen seiring dengan terbukanya pintu apartemen Zhenwei. Dengan sigap ia masuk sebelum Zhenwei menutup pintunya kembali.
"Apa kau tidur juga?" Tanya Zhenwei sambil membuka sepatu dan mendongak kearah Wenwen. Wenwen mengangguk tanpa suara.
"Hantu macam apa itu?" Sambung Zhenwei lagi.
"Sudah kubilang aku belum mati. Aku bisa lelah. Bisa sakit. Tapi aku tidak makan. Aku tidak bisa menembus benda mati." Zhenwei menggelengkan kepalanya.
"Lalu karena apa kau mati?" Wenwen menundukkan kepalanya sesaat, lalu kembali menatap Zhenwei.
"Aku tidak tau. Aku seperti terkejut, dan melupakan semua kejadian semasa aku hidup, dan aku hanya ingat namaku." Zhenwei mengernyitkan dahinya. Itu seperti yang terjadi padanya juga. Ia melupakan semua peristiwa yang terjadi saat kecelakaan, padahal semua peristiwa itu terjadi didepan matanya.
"Besok aku harus kuliah. Aku mau tidur." Kata Zhenwei mengalihkan pembicaraannya.
"Aku tidur disini ya?" Pinta Wenwen sambil berbaring dikasur Zhenwei. Zhenwei mengangguk dan ikut duduk dikasur itu dengan santainya tanpa menghiraukan ekspresi kaget hantu disebelahnya. Wenwen menatap Zhenwei yang berada disampingnya dengan heran.
"Apa maksudmu menatapku seperti itu?" Keluh Zhenwei yang merasa aneh diperhatikan Wenwen seperti itu.
"Tidak.. Tidak.. Tolong letakkan bantal ditengah sini." Sahut Wenwen sambil menunjuk tempat diantara dia dan Zhenwei.
"Tidak masalah." Zhenwei meletakkan guling diantara mereka, lalu mengambil ponselnya dan bermain game yang ada didalamnya. Tanpa ia sadari, ia telah bermain game tersebut sampai larut. Setelah beberapa lama hingga matanya kelelahan, ia melihat jam yang ada di dinding.
"Sudah pukul satu? Aku bisa terlambat kalau tidak tidur sekarang." Keluh Zhenwei sambil meletakkan ponselnya. Ia menatap lampu yang harus dimatikan, tetapi lampu yang harus dimatikan itu berada di sebelah Wenwen.
"Hantu ini cepat sekali tidurnya?" Gumam Zhenwei sambil beranjak melangkahi Wenwen untuk mematikan lampu. Zhenwei bergerak seenaknya karena berpikir tidak akan membangunkan atau mengenai hantu yang ada disebelahnya. Tapi tanpa sengaja Zhenwei menyentuh tangan Wenwen. Dan kenapa itu bisa terjadi? Kenapa ia bisa menyentuhnya?!
"Ke.. Kenapa aku bisa menyentuhnya?" Kata Zhenwei kebingungan sambil menatap kedua telapak tangannya.
Ia kembali menyentuh rambut Wenwen, untuk memastikan apakah ia memang benar-benar bisa menyentuh perempuan itu atau tidak. Dan ternyata... Ia memang bisa merasakan lembutnya helaian rambut perempuan itu.
"Aku bisa menyentuhmu?" Bisik Zhenwei sambil menatap Wenwen dengan takjub bercampur heran dan bingung.
"Kenapa.. aku bisa menyentuh hantu?.."
To be continue..
.
.
.
Bonus tokoh dalam chapter 2 ini
Kan gak asik kalau baca cerita, tapi gak tau orangnya kayak apa~
Wenwen Han
Zhenwei Wang
