Chapter sebelumnya :
" Naruto dengar! kumohon bahagiakan Hinata dia sudah terlalu tersiksa dengan posisinya di Clan, Aku! sebagai orang yang mencintainya berharap agar kau biasa lebih mencintainya, dia selalu ada untuk mu Naruto !" Ucap Kiba, dia pun berdiri dan meninggalkan Naruto ditaman, Naruto menatap punggung Kiba yang mulai menjauh, ia pun mengambil kesimpulan
" Aku menyadari hal itu, dan aku akhirnya tau kalu aku …. mencintainya Kiba" gumam Naruto
" Maaf hinata selama ini aku tidak tau tentang mu, maka aku akan melindungi mu mulai sekarang, aku akan mencintaimu, selalu berada disisimu, dan membuatmu merasa nyaman didekatku" ucap Naruto mantap dengan ujung bibirnya yang terangkat membentuk senyuman
.
.
.
.
.
Tiga hari telah berlalu, Hinata masih belum sadar dari tidurnya karena luka yang ia dapat memang lumayan parah, apalagi dia hampir kehabisan cakra, sedangkan Naruto terus menjenguk Hinata dan membawakan bunga setiap harinya pada Hinata, tak hanya itu teman yang lainnya juga sering menjenguk Hinata. Hiashi memberi tugas kepada Neji dan Ko untuk menjaga Hinata di Rumah Sakit, sedangkan Ia terus saja melatih Hanabi tanpa memperdulikan keadaan Hinata.
Untuk beberapa saat akhirnya Hinata pun sadarkan diri, perutnya yang masih diperban membuat tubuhnya tak bebas bergerak apalagi Hinata merasakan sesuatu yang berat menimpa tangannya, Hinata melihat kearah samping dan ternyata Neji sedang tertidur sambil memegang tangan Hinata selain itu Ko yang berdiri di samping Hinata tadinya mengantuk menjadi semangat saat melihat Hinata membuka matanya.
" HI-HINATA-SAMA !" Teriak Ko semangat, Neji yang mendengar teriakan Ko langsung terbangun dari tidur nya dan melihat Hinata yang memandang dirinya
" Hi-hinata-sama ! a-anda sudah sadar ? " Tanya Neji dengan tak kalah antusias dengan Ko pelayan Hinata itu
" Ne-neji nii-san ? Ko ? di-dimana aku ? " Tanya Hinata sambil mencoba untuk duduk bersandar , Neji dan ko pun membantu Hinata untuk duduk
" Hinata-sama sedang ada di rumah sakit" ucap Ko
" Ru-rumah sakit ? " Tanya Hinata memastikan
" Tunggu sebentar akan saya panggilkan Dokter " Ucap Ko membungkuk sebentar dan pergi meninggalkan Neji juga Hinata. Tak perlu menunggu lama Ko pun membawa Dok- ehh
" Hokage-sama? " Ucap Neji dan Hinata bersamaan
" Ma-maaf, tadi saya tidak menemukan dokter yang biasa menangani Hinata-sama diclan dan tiba-tiba saya bertemu dengan Hokage-sama , jadi saya memintannya untuk memeriksa anda" Jelas Ko pada Hinata dan Neji
" Baiklah, sekarang biarkan aku yang memeriksa " Ucap Tsunade, Ia pun memeriksa Hinata sebentar
" Nah, kondisimu sebentar lagi akan pulih, tapi jangan terlalu banyak bergerak, Kondisimu masih lemah dan juga….. kau terlalu menghabiskan cakramu! " Ucap Tsunade dengan nada tajam, Hinata hanya menunduk
" Ma-maafkan sa-saya Hokage-sama " Lirih Hinata, Tsunade yang melihat Hinata menghela nafas dan menepuk puncak kepala Hinata
" Kau sudah berusaha dengan baik, aku tidak akan memarahimu, Kau hanya tidak boleh menggunakannya sampai berlebihan, itu akan berbahaya untuk dirimu " Ucap Tsunade sambil tersenyum ia pun meninggalkan ruangan Hinata. Suasana Hening sampai Neji membuka pembicaran.
" Maaf Hinata-sama , seharusnya … saya tidak membiarkan anda pergi tadi " ujar Neji sambil memegang tangan Hinata, Hinata hanya tersenyum melihat kakak sepupunya itu bersedih, Hinata pun memegang pipi Neji, Neji terkejut dan memandang Hinata.
" Tak apa Nii-san, terima kasih sudah mengkhawatirkan ku, lagi pula jika Neji-nii tidak membiarkan ku pergi, pasti .. aku tidak bisa melindungi Naruto " jawab Hinata lirih, Neji yang mengetahui Hinata sedih langsung memeluk Hinata, Hinata tersenyum dan membalas pelukan Neji
" Hmm, Ne-neji nii-san, aku i-ingin bertanya, To-tou-san pernah menjenguk ku ? " Tanya Hinata sambil melepaskan pelukan Neji.
" Maaf Hinata-sama bukannya Hiashi-sama tidak mau menjenguk anda tetapi, Hiashi-sama sedang ada 'urusan' katanya " ujar Ko dengan tersenyum ke Hinata, sedangkan Hinata hanya tersenyum kecut, Neji yang tau akan berujung pada topik ' tentang Hanabi' mengedarkan pandangannya mencari sesuatu untuk mengalihkan pembicaraan, matanya tertuju pada sebuah bunga di samping meja Hinata 'Bunga Lavender' masih segar , dan juga menawan.
" Hinata-sama, anda tau kalau Naruto sering kesini menjenguk anda " ujar Neji menggoda Hinata
" Be-benarkah itu ? Ne-Neji nii-san hanya meng-godaku sa-saja " jawab Hinata dengan menutup wajahnya yang merah.
" Hahaha tidak Hinata-sama, apa yang dikatakan Neji-sama itu benar , anda lihat bunga yang disebelah anda ? " Hinata melirik bunga disapingnya, bunga lavender kesukaanya
" itu pemberian dari Naruto, dia selalu kesini dan membelikan bunga baru setiap harinya" ujar Ko dengan senyum dan tatapan lembut, Hinata hanya tersenyum
" A-aku harus berterimakasih pada Naruto-kun" tutur Hinata dengan wajah yang masih merah
" Baiklah, tadi aku melihatnya berada di dekat bunga sakura yang ada di taman belakang Hinata-sama" ujar Neji dengan melepaskan genggamannya dan tersenyum kearah Hinata
" A-arigatou" Hinata memeluk Ko dan Neji bersamaan, sedangkan wajah Ko dan Neji pun memerah karena dipeluk oleh seorang yang sangat berharga bagi mereka
" Baikalah kami pergi dulu Hinata-sama, kami akan segera kembali hanya membeli minuman " ujar Neji sambil berjalan keluar ruangan diikuti oleh Ko, Hinata pun mulai turun dari kasurnya dan bergumam sambil sesekali memerah wajahnya.
HINATA P.O.V
Benarkah yang dikatakan Neji-niisan? Atau dia hanya menggodaku saja ? tapi aku lihat dari cara Ko tersenyum sepertinya dia tidak berbohong padaku, lebih baik aku memastikannya sendiri jika memang benar , aku harus berterimakasih pada Naruto-kun , lagi pula Neji-nii dan k o sedang membeli minuman aku harus cepat bertemu Naruto-kun aku sangat merindukannya.
Aku keluar dari kamar rawat ku dan melangkahkan kaki menuju Taman belakang yang dikatakan Neji-nii, aku sangat bersemangat , walaupun stamina ku belum juga pulih aku tetap berjalan semampuku, beberapa ninja medis kulewati dan aku tersenyum lembut kepada mereka, aku telah sampai di taman belakang dan benar! Ada Naruto-kun di dekat pohon sakura tapi siapa yang sedang berbicara padanya? aku mendekat dan bersembunyi di belakang pohon sakura, aku sangat terkejut melihat orang yang sedang berbicara pada Naruto, ternyata itu adalah Sakura!
Teman sekaligus orang yang disukai Naruto, dadaku terasa sesak melihat pemandangan ini, dan juga melihat rona merah di pipi Sakura, oh sebenarnya apa yang terjadi ! aku mendengar percakapan mereka saat ini Sakura yang lebih dominan berbicara.
" Naruto aku kesini ingin memberitau mu sesuatu " Ucap Sakura
" Ada apa Sakura ? ceritakan saja? " Sepertinya Naruto tidak menyukai pembicaraan ini sebenarnya ada apa ? aku terus mendengarkan mereka berdua huh! Aku seperti penguntit saja !
" Se-sebenarnya a-aku " Kenapa Sakura tergagap? dan rona merah di wajahnya sebenarnya ada apa ? aku melihat Naruto, sepertinya dia juga kebingungan
" Huh ? ada apa Sakura-chan ? ceritakan saja jangan tergagap " Ujar Naruto
" Se-se-sebenarnya a-aku MENCINTAIMU NARUTO-KUN! " Teriak Sakura sambil memeluk Naruto, mataku terbelalak melihat pemandangan ini, tiba tiba air mataku keluar dengan sendirinya, aku mengepalkan tanganku dengan kuat mencoba mengurangi rasa sakit itu, aku menghapus air mataku dan melihat mereka kembali, aku harus kuat!
" Ke-kenapa Sakura-chan? " Tanya Naruto , aku mendengar rasa terkejut nya atas tindakan Sakura ! oh apakah akan begini jadinya nasib ku!
" Kau bertanya kenapa ? sudah jelas bukan aku mencintaimu aku menyayangimu kau selalu ada disisiku dan kau selalu memperhatikanku, aku baru sadar akan rasa cinta ini Naruto-kun" Jelas Sakura sambil mengeratkan pelukannya sedangkan Naruto diam tidak membalasnya, aku merasakan ada air mata lagi, kenapa baru sekarang Sakura ? kenapa kau tega ? aku harus tetap kuat untuk mendengar kan sampai akhir!
"Kenapa ? , bukankah kau- " Perkataan Naruto dipotong Sakura.
" Mencintai Sasuke ? ku rasa sekarang Sasuke sudah tidak ada lagi di hatiku Naruto, sekarang hanya ada kau , kau yang selalu ada di sisiku , menyelamatkanku , menyayangiku , menjagaku , bukan Sasuke yang sekarang menjadi buronan kelas S ! aku minta maaf baru menyadari sekarang " rona diwajah Sakura bertambah
" Lagi pula aku yakin, pasti hanya aku wanita yang kaucintai, Kau sangat mencintaiku bahkan saat kita masih di Akademi, kau selalu bertingkah Aneh untuk mendapatkan perhatianku kan? Seharusnya kau senang Naruto-kun " Wajah Sakura mendekati wajah Naruto, ia memperpendek jarak Antara mereka, Bahkan sakura dapat merasakan setiap hembusan nafas Naruto
.
.
DEG ! DEG!
.
.
-TBC-
.
.
Hay Minna! Bagaimana kabar kalian ? Akhirnya aku selesai jian dan bisa mempublish cerita ini lagi \m/ Terimakasih kalian sudah mereview cerita ini, Terimakasih sudah membaca cerita ini. Mohon maaf atas keGajeannya dan masih banyak yang TYPO, tapi saya akan terus belajar sehingga menjadi penulis yang digemari ceritanya Hohohoho \m/. Mari kita ke sesi pertanyaan :
Ericajulyhonoka : Itu karena ini masih panjang jalan ceritannya*eaakayakproduserkangue . Oh dan terimakasih sudah membaca
Anitaa Hyuga : Iya, terimakasih, Yoshhh ! Ganbatte!
triple-X : Terimakasih sudah membacaa \m/
Guest : Alhamdulilah masih selamat, Hahahaha
Lavienda : Iya, ini udah di Update \m/ , Terimakasih sudah membaca
The KidSNo OppAi : Oke , Terimakasi sudah Mereview !
.
Nah Terimakasih atas Reviewnya Sampai jumpa di Chapter selanjutnya!
PLEASE
R
E
V
I
E
W
…
