Chapter sebelumnya :
Kunai yang ia pegang terjatuh, mata Hinata kembali normal ia terbelalak dan mundur beberapa langkah sambil menutup mulutnya

" Ti-tidak mungkin ! A-apa yang aku lakukan !" Hinata berlari keluar ternyata itu gudang kosong yang tidak jauh dari Konoha!dilihatnya sekeliling ternyata hari sudah malam pasti Neji mencarinya, tiba-tiba Hinata berhenti berlari ia mengepalkan tangannya

" Neji-nii tidak akan mencariku ! dia hanya berpura – pura baik padaku !"

Hinata kembali pulang ke Mansion Hyuuga, Sepi hanya ada beberapa penjaga, ia berjalan menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu, tetapi tanpa disengaja ia berpapasan dengan Tou-sannya . Pandangan terkejut sekaligus pandangan yang entah sangat sulit Hinata artikan terpancar pada mata itu, Hinata tetap berjalan tanpa menyapa seperti basanya. Tapi suara berat itu harus membuatnya berhenti

.

.

.

.

" Darimana saja kau? " Suara itu terkesan sangat dingin

" Da-dari gu-gudang" Hinata bergetar menjawab pertanyaan itu, Ia sangat takut untuk memandang wajah Tou-sannya sendiri

" Apakah aku pernah mengajarkanmu kalau orang berbicara jangan menunduk! " Ucap Hiashi dengan nada tinggi

" Ma-maaf Tou-san " Ucap Hinata, ia masih takut memandang Tou-sannya

" Ternyata mereka tidak berhasil " Tubuh Hinata bergetar semakin kuat, ia mengepalkan tangannya kuat-kuat

" Jadi benar apa yang dikatakan orang itu , Tou-san membuangku " Hinata semakin menunduk, ia terus menahan air matanya agar tidak keluar

" Ya, itu benar " Jawaban singkat padat dan jelas yang diberikan oleh Hiashi membuat Hinata merasakan sakit yang luar biasa.

" Apa kau kebera- " Ucapan Hiashi terpotong

" Dari kecil aku memang tidak pernah diinginkan, aku selalu berusaha untuk membuktkan kekuatan ku, tapi Tou-san tidak pernah mengakuinya, hahaha bagaimana ingin mengakuinya ? melihat diriku saja tidak mau – " Hinata tertawa tapi tertawa kali berbeda dari tertawa yang selama ini Hiashi dengar, Tawa ini memancarkan kesedihan mendalam.

Hiashi P.O.V

" Jadi benar apa yang dikatakan orang itu, Tou-san membuangku " Hinata putriku bertanya dengan tubuhnya yang bergetar

" Ya, itu benar " jawabku tanpa memandang kearah Hinata, maafkan Tou-sanmu ini, tapi Tou-san tidak punya pilihan

" Apa kau kebera- " ucapanku terpotong

" Dari kecil aku memang tidak pernah diinginkan, aku selalu berusaha untuk membuktkan kekuatan ku, tapi Tou-san tidak pernah mengakuinya, hahaha bagaimana ingin mengakuinya ? melihat diriku saja tidak mau – " Tubuh ku menegang, tidak bukan ini yang ku mau! Tou-san bukan tidak mau mengakuimu, Tou-san bukan tak ingin melihat dirimu Hinata, ini memang salah Tou-san. Aku melihat air mata turun di wajahmu, Tou-san minta maaf Hinata

" Tapi ini bukan lah kemauanku, aku sangat ingin mengubah takdirku, aku ingin sepeti Neji-nii yang kuat dan dianggap oleh Tou-san, aku sudah berusaha sebaik mungkin, Apa nasibku memang seperti ini ? Dibuang oleh Tou-san dan tidak pernah dibalas cintanya ? Apakah aku memang tak pantas ada di dunia ini ? Apa kesalahanku? Jika aku bisa memilih aku tidak mau seperti ini. " Aku hanya diam, lidahku terasa kelu untuk berbicara, Egoku terlalu tinggi, Maafkan Tou-san Hinata ini bukan salahmu

" Kau memang tidak berguna, Kau fikir kau kuat? Bahkan untuk mengalahkan adikmu yang berbeda 5 tahun darimu saja kau tidak bisa, bagaimana bisa kau menjadi pewaris Clan Hyuuga? Kau hanya akan menjadi sampah jika kau tetap ada di Clan Hyuuga, Kau tidak berguna dan hanya mempermalukan nama Clan Hyuuga " Aku berbicara dengan tenang, tidak! Ini tidak benar! Ini bukan yang aku mau! aku melihat tubuh Hinata bergetar, maafkan aku, Tapi ini demi dirimu Hinata !

" Jika itu yang Tou-san mau aku a-akan mengerti, Ma-maka ke-keputusanku sudah bulat! Karena kalian semua membenci diriku dan tidak ingin aku berada disini. Aku Hinata Hyuuga akan keluar dari Clan ! "

.

.

DEGG ! DEGG!

.

.

APA ? KELUAR?

" LANCANG KAU! BERANINYA KAU BIC-" Aku melihat Hinata sudah memasang kuda-kuda dan siap menyerang

.

.

.

" AKU BERSUNGGUH-SUNGGUH! "

HIASHI P.O.V End

NORMAL P.O.V

" Hakke Kuhekisho! " Teriak Hinata, karena serangan yang tiba – tiba membuat Hiashi terpental jauh. Hiashi mencoba berdiri, dari matanya terpancar kebingungan yang sangat mendalam, kenapa Hinata bisa melakukan serangan sekuat in ? biasanya ia tidak akan menggunakan jurusnya dengan sekuat tenaga, apakah dia-

" ANAK YANG TIDAK PUNYA SOPAN SAN-"

"Anak? Tunggu, apa aku tidak salah dengar? Hiashi-sama memanggilku dengan sebutan 'Anak' ?- " Ejek Hinata

" Sudahlah jangan basa-basi, Di dalam hatiku ini tidak ada yang namanya hubungan anak dan ayah! Aku hanya Hyuuga yang terbuang! Apa peduli anda? Apakah anda pernah memikirkan perasanku sedikitpun Kau hanya memikirkan Hanabi , Neji dan Clan! Hanya itu yang kaufikirkan! Bahkan ku tidak mau melihat kekuatanku! Haah, sudahlah anda tak perlu memikirkan itu, tapi aku ingin BERTARUNG MELAWANMU HIASHI-SAMA ! " Teriak Hinata, Ia pun mengaktifkan Byakugannya

Akhirnya terjadilah pertarungan antara mereka – Anak dan ayah – eh maksud saya Mantan anak dan ayahnya, Pertarungan itu sangat sengit, Kita tau seberapa jauh kemampuan Hiashi, Tapi Hiashi tidak tau seberapa kuat hinata sekarang beberapa jurus sudah hiashi keluarkan tapi Hinata mampu menangkis bahkan melawannya, sedangkan Hiashi kondisinya sekarang sudah melemah, ia terlalu mengeluarkan cakra secara berlebihan dengan terus menerus, kegaduhan itu membuat Hanabi dan Neji keluar dari kamar . Mereka berlari menuju sumber suara, dan terkejut dengan apa yang mereka lihat

" HINATAAA-NEEE! TOU-SAAANN! " Hanabi berlari menuju Tou-sannya tapi tangan kekar menarik pergelangan tangan Hanabi tangan itu milik Neji

" Neji-nii lepaskan! aku ingin menghentikan Hinata-nee!" Hanabi memberontak ingin melepaskan tangannya, tapi tangan Neji terlalu kuat membuat Hanabi tidak bisa lepas

" Jangan hanabi! kita akan selesaikan baik-baik, tapi kita lihat dulu apa yang sebenarnya terjadi! Jika kita langsung menghentikannya itu akan sia-sia! " Ujar Neji menenangkan Hanabi

"Tapi Neji-nii lihat Hinata-nee di sana! Aku a-aku takut terjadi sesuatu yang buruk!" Ujar Hanabi bergetar, ia memeluk Neji

" Sudahlah Hanabi, kau tenang saja. Hiashi-sama itu kuat tidak ada yang bisa mengalahkannya " Neji membalas pelukan hanabi ' Hinata-sama anda kenapa? Apa yang terjadi?' batin Neji.

.

.

.

.

.

Hiashi jatuh dengan kunai Hinata yang berada tepat di wajah Hiashi, sungguh ini kejadian yang memalukan bagi Clan hyuga, kalah dari anak sendiri hah ? benar-benar memalukan! Bahkan Neji dan Hanabi terkejut dengan apa yang dilihatnya

" Bukankah sudah kukatakan bahwa aku bukan lah Hinata yang lemah ! bukan Hinata yang dulu lagi! tapi Anda, tidak pernah memberiku kesempatan untuk membuktikannya!" Hinata berkata dengan tatapan dingin. Kunainya masih setia di depan Wajah Hiashi membuat ia tidak bisa bergerak sedikitpun

" Kalau kau ingin membunuhku, bunuh saja ! itupun jika kalau kau bisa." Ujar Hiashi tak kalah dingin. Tapi Hinata tak menjawab ia malah menarik kunainya dan menarik ikat kepala miliknya yang berlambangkan " Konoha " tersebut. Hiashi memperhatikan gerak-gerik Hinata, sebenarnya ia bisa saja langsung melawan Hinata, tapi tubuhnya masih susah untuk bergerak, Hiashi terbelalak melihat Hinata menggaris lambang konoha yang ada diikat kepala miliknya itu.

" Aku tidak mempunyai minat untuk membunuhmu " Ucap Hinata, Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara Neji yang memanggilnya
" HINATA-SAMA! " Hinata melihat Neji berlari menuju dirinya diikuti Hanabi dibelakangnya, Hanabi memeluk Hiashi yang keadaanya sudah sekarat, Tangan Hanabi bergetar memeluk Tou-sannya, ia melihat kearah hinata, mata mereka bertemu tapi sayangnya tatapan itu sangat dingin.

" Nee-chan kenapa ? Kenapa melakukan ini ! Apakah Nee-chan tidak kasihan kepada tou-san, lagi pula setelah Kaa-san tiada hanya Tou-san yang merawat kita ! tapi kenapa ? APAKAH INI BALASANNYA ! " Teriak Hanabi, Nafas Hanabi tak beraturan, Air matanya terus mengalir melihat keadaan Tou-sannya, Hanabi melihat Hinata tetapi tatapan nya masih sama ' Maafkan Nee-chan Hanabi, Nee-chan terpaksa melakukan ini, kau tidak tau permasalahannya, sampai kapanpun nee-chan tetap menyayangimu dan tou-san, walaupun nee-chan sangat ingin bersama kalian, tapi nee-chan tau, nee-chan tidak akan pernah diterima disini' batin Hinata

- TBC -

Kyaaa! Akhirnya author bisa update chap ini! Yuhhuu \m/ dan Aaa terimakasih karena telah mengirim Review kalian! Baik dan buruknya akan saya terima, Baiklah tanpa basa-basi lagi kita akan lanjut ke sesi pertanyaan

The KidSNo OppAi : Akhirnya, ini sudah saya lanjutkan \m/

Lavienda : Hahaha kalau itu nanti bakalan ada di chapter yang akan datang Yeaayyy \m/ dan iya disini mungkin Hinata bakalan OOC Haaha *tawahoror

ericajulyhonoka : Huaaa, maafkan Authormu ini yang tidak becus *bungukbungkuk, iya pair aslinya Naruhina yang Sasuhina Cuma slight kok dan Aaah maaf ya untuk feelnya yang nggak berasa*Nangisgulinggulingdilantai . Whoaa diusahakan bakalan cepet \m/ soalnya sibuk lagi latihan basket buat ntar classmeet hahaha

Lavender187 : Jawabannya ada di Chapter ini \m/ terimakasih sudah mendoakan yg terbaik *Nangis2ember

Guest : Okee! Terimakasih sudah menyemangatii!

Nah itulah sekian dari perbincangan kita hari ini! sampai berjumpa lagi minna-san! semoga kalian menyukai chapter ini! dan oh maaf jika ada kesalahan penulisan kata, kesalahan penyampaian, dan jika tidak terasa feel nya saya minta maaf karena baru pemual maka dari itu bimbinglah saya menjadi yang terbaik dengan

R

E

V

I

E

W

Please