Chapter sebelumnya :
" Aku tidak mempunyai minat untuk membunuhmu " Ucap Hinata, Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara Neji yang memanggilnya
" HINATA-SAMA! " Hinata melihat Neji berlari menuju dirinya diikuti Hanabi dibelakangnya, Hanabi memeluk Hiashi yang keadaanya sudah sekarat, Tangan Hanabi bergetar memeluk Tou-sannya, ia melihat kearah hinata, mata mereka bertemu tapi sayangnya tatapan itu sangat dingin.
" Nee-chan kenapa ? Kenapa melakukan ini ! Apakah Nee-chan tidak kasihan kepada tou-san, lagi pula setelah Kaa-san tiada hanya Tou-san yang merawat kita ! tapi kenapa ? APAKAH INI BALASANNYA ! " Teriak Hanabi, Nafas Hanabi tak beraturan, Air matanya terus mengalir melihat keadaan Tou-sannya, Hanabi melihat Hinata tetapi tatapan nya masih sama ' Maafkan Nee-chan Hanabi, Nee-chan terpaksa melakukan ini, kau tidak tau permasalahannya, sampai kapanpun nee-chan tetap menyayangimu dan tou-san, walaupun nee-chan sangat ingin bersama kalian, tapi nee-chan tau, nee-chan tidak akan pernah diterima disini' batin Hinata
.
.
.
.
.
NEJI P.O.V
Setelah aku melihat kemarahan di mata Hanabi dan memahami kondisi ini, aku mencoba untuk bersuara
" Hinata-sama apa yang anda lakukan ? " Aku melihat dia tidak merespon sama sekali perkataanku, ia masih memperhatikanku dan Hanabi
" Apa yang anda lakukan? sadarlah Hinata-sama ! jangan termakan oleh kegelapan !" Aku mencoba untuk meraih tangannya, tapi belum sempat aku meraihnya Hinata sudah mencengkram lenganku dengan kuat dan menatapku tajam.
" Apa masalahmu? " Hinata berkata sangat dingin padaku, kalau saja aku bukan sepupunya aku pasti akan menghajarnya! Tapi aku harus menahan emosiku ini
" Kenapa ka- "
" Jangan pernah ikut campur urusanku ! kau tidak tau rasanya menjadi diriku! Kau selalu menjadi kebanggaan Clan Hyuuga sementara aku ? aku –" tangan Hinata bergetar, aku terkejut dengan ucpannya. Apa yang ia katakan itu benar, semua hanya memandang sebelah mata Hinata-sama tanpa tau kekuatannya yang sebenarnya. Mereka hanya melihat kelemahan Hinata, dan ini bukanlah salah Hinata. Aku melihat matanya yang memancarkan kepedihan dan juga … Kegelapan
"Hakke Kūshō!" Serangan mendadak yang dilancarkan oleh Hinata membuatku terpental dan akhirnya punggung ku membentur pohon yang berada tidak jauh dibelakangku
" AAKKHH ! " Teriak ku, sungguh Hinata-sama benar-benar mengeluarkan cakranya tanpa ragu-ragu yang membuat punggungku terasa nyeri
" NE-NEJI-NIISAAANN!" Teriak Hanabi, aku melihat Hiashi juga terkejut melihat perlakuan Hinata, Tubuhku sangat susah untuk bergerak, saat aku mencoba untuk berdiri, Hanabi sudah lebih dulu melancarkan serangannya kepada Hinata
" Jangan HANABI! " Sial! Kenapa disaat seperti ini aku tidak bisa berdiri! Aku melihat hinata selalu menghindari serangan Hanabi dan tak berniat membalasnya, aku melihat kearah Hiashi-sama, sepertinya dia pingsan karena kehabisan cakra, bahkan orang sekuat Hiashi tidak mampu melawan Hinata, Hinata memukul tengkuk Hanabi yang membuat Hanabi ambruk di dekat Hiashi-sama
" Hi-hinata sama " ucapku lirih, Hinata mendekati diriku, ia mensejajarkan tubuhku dan tubuhnya lalu membisikan sesuatu
" Penderitaan dan rasa sakit ini akan selalu ada, yang kalian bicarakan hanyalah omong kosong belaka, aku selalu bermimpi menjadi kuat tetapi tidak Semua Mimpi dan harapan akan terwujud sesuai dengan keinginan kita. Kalian tidak bisa membuatnya kembali seperti dulu, inilah jalan yang kupilih ! jalan ninjaku " Suara itu membuat ku merinding, tiba-tiba Hinata menghilang dari pandanganku tetapi aku dapat dengan jelas mendengar suara nya ' Gomen Neji-nii ' Dan akhirnya tingkat kesadaranku menurun
NEJI P.O.V END
NORMAL P.O.V
Pagi hari ini kediaman Hyuuga tampak sepi tak berpenghuni, Tiga anggota keluarga inti berada di satu kamar, tidak ada yang mengetahui kalau mereka melakukan pertarungan. Hinata telah meminta pada Ko-Pelayan kepercayaan Hinata- untuk memberikan pertolongan kepada Hiashi, Hanabi dan Neji, Hinata meminta Ko untuk merahasiakan jika Hinatalah yang menyuruhnya, Ko melihat ke tiga anggota inti Hyuuga dengan tatapan Prihatin dan juga kesal. Terutama untuk Hiashi, Ketua dari Clan Hyuuga, Ko menyaksikan semua yang terjadi saat dimana Hiashi memarahi Hinata sampai terjadilah pertarungan antara Hinata-sama dan Hanabi
" Hinata-sama tidak sepenuhnya salah Hiashi-sama, tapi karena perilaku anda Hinata-sama telah pergi membawa semua kehangatan di clan ini, membawa semua Keceriaan. Tidak ada lagi senyum lembut yang menghiasi bibirnya. Tak ada salam hangat yang biasa kami dapatkan, semua itu telah hilang. Sekarang hanya ada –" Ko menghela nafas, rasanya susah sekali jika membayangkan masa depan Hinata yang begitu suram, tapi mau bagaimana lagi, Hinata sudah terjebak kedalam lingkaran ….
" – Kegelapan. "
Sementara di lain tempat Hinata sudah sampai di depan pintu gerbang Konoha, ia sudah memantapkan tekad nya untuk pergi dan memulai kehidupan baru, meninggalkan semua yang telah dilaluinya bersama Guru, teman-teman, warga konohan, Tou-san, Hanabi, Neji para Maid dan juga … Naruto . Hinata mencengkram dadanya ia merasakan sakit saat mengucapkan orang yang sangat dicintainya, lagi-lagi ingatan tentang hari dimana Sakura menyatakan perasaannya pada Naruto terulang kembali, ingatan dimana wajah Sakura yang hampir mengenai wajah Naruto. ' Mereka benar-benar serasi. ' dan lagi-lagi liquid bening ini kembali mengalir di pipi Hinata, sungguh ia tidak kuat lagi menahan semua ini.
NARUTO P.O.V
Dimana ? dimana dia ? Oh Kami-sama apa yang terjadi pada dirnya ? Kumuhon lindungi dia, dia sangat mencintaiku dengan tulus, dan saat aku ingin membalas perasaanya kenapa dia sekarang harus menghilang! Oh seandainya Rumah sakit itu benar-benar diawasi dengan ketat pasti Hinata tidak akan hilang seperti ini! Kaki ku lelah dan penat, perutku sangat lapr. Satu harian aku melompat kesana – kesini untuk mencarinya. Hinata kau dimana ? Tiba – tiba mataku tertuju pada seorang gadis berambut indigo yang berdiri di depan pintu gerbang Konoha. Benarkah itu Hinata ? Senyumku melebar aku tak sanggup lagi menahan rasa bahagiaku, dengan cepat aku menghampiri Hinata, Oh kami-sama kau telah mengabulkan permintaanku, aku sangat khawatir dengannya ia sudah menghilang dari tadi malam, walupun menurut informasi ia menghilang dari tadi sore tapi mereka baru memberitahuku malam. Ah sudahlah iu sudah tidak penting, sungguh aku sangat bahagia sekarang!
" Hinata, syukurlah kau disini aku mencarimu" Ucapku lantang, aku bisa melihat dari belakang bahu Hinata yang menegang, ia menoleh kearahku, aku hanya tersenyum lebar, saat aku memperthatikan wajahnya aku tersadar bahwa ada jejak bekas air mata di pipinya, tunggu ! Hinata menangis ?
" Hinata, kau menangis ? Kenapa ? apa ada yang menyakitimu, aku akan menghajarnya jika ada yang berani membuatmu menangis! Katakan padaku Hinata " Aku mencoba meraih pipinya menghapus air matanya tapi tangan Hinata dengan cepat menangkis tanganku, aku terkejut dengan perlakuan Hinata, kenapa ? Mata Hinata menatap tajam padaku, dan aku merasakan kebencian di dalam hati Hinata .
" Apa yang kau lakukan Hinata ? " Aku sungguh bingung dengan sikap Hinata seperti ini
" Pergi dari Hadapanku sekarang juga ." Nada itu terdengar dingin bahkan sangat dingin, kenapa dia berkata seperti itu?
" Kau kenapa Hinata ? apa yang membuat mu seperti ini?" Pertanyaan mulai timbul di kepalaku
" Apa urusanmu! " Lagi-lagi Hinata menjawab dengan kasar, aku curiga apakah ini benar-benar Hinata?
" Hinata ! katakana padaku siapa yang mem-" Ucapanku dipotong Hinata
" Kau naruto ! orang itu adalah kau Uzumaki Naruto! " Jawab Hinata mantap
.
.
DEG!
.
" A-aku ? hahahaha kau bercanda ya Hina-" Ucapanku terhenti melihat air mata mengalir di pipinya, ia terisak dan entah kenapa itu membuatku merasakan sesak
" Kau membuatku kecewa Naruto, A-aku selalu ada disampingku, Ka-kau ba-bagaikan Ma-matahari hatiku hiks, Ka-kau ta-tau a-aku re-rela melakukan a-apapun un-untuk mu hiks, Ku mohon pe-pergi sekarang juga hiks " Ia mengepalkan tangannya, sungguh pemandangan ini terasa menyakitkan bagiku, aku tidak ingin orang yang mencintainya itu menangis
" Aku tidak mengerti Hinata " Ucapku jujur , semua ini benar-benar membuat ku pusing, apa maksud ucapan Hinata?
" Sudahlah! Ini memang salahku , Kau tidak akan pernah mengerti ! KAU HANYA MENGERTI PERASAAN SAKURA-CHAN DARI PADA DIRIKU ! KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KEARAHKU , KAU MENGABAIKAN DIRIKU , KAU MEMBUATKU MENUNGGU TANPA KEPASTIAN ! – " Teriak Hinata, aku membulatkan mataku , Apa yang Hinata katakan? Sakura ? maksudnya ? tunggu ! jangan bilang kalau ..
NARUTO P.O.V END
NORMAL P.O.V
" Hinata , jadi kau – " Naruto tidak menyangka Hinata mendengar pembicaraan antara dirinya dan sakura
" Ya , Ka-kau b-benar Na-naruto, aku mendengar semuanya, aku melihat semuanya! semua! Saat Sakura memelukmu , menyatakan perasaanya padamu, dan hamper menciummu! Pasti sekarang kau sudah bahagia, iya kan ? " Tutur Hinata lirih, ini benar-benar menyakitkan bagi Hinata dan Naruto
" Kalian sama saja . Kau , Ayah dan anggota clan semuanya sama saja ! tidak ada yang mengakuiku ! tidak ada yang perduli dengan ku , untuk apa kalian mencariku! Jangan pasang tampang tak berdosa ! aku tau ini hanya topeng untuk menutupi perilaku kalian , iya kan ! jawab ! " Mata Naruto melebar , Naruto benar-benar merasakan kegelapan yang ada di sekitar Hinata, ia melihat wajah Hinata dan tanpa sengaja ia dikejutkan saat melihat ikat kepala Hinata, Tanda itu!
" Hinata , Apa kau berencana keluar dari desa?" Tanya Naruto meyakinkan
" Iya, aku akan keluar dari desa , dan memulai kehidupan baru , aku akan balas dendam ! aku akan bertambah kuat dan melawan kalian semua ! hahaha !" Jantung Naruto berdegup kencang , Hinata akan pergi? Meninggalkan desa? Sama seperti …Sasuke? Tidak ! ia tidak ingin kehilangan orang yang dia sayangi lagi ! belum sempat Naruto berkata Hinata sudah ada di belakang Naruto dan menyuntikan sesuatu, sepertinya itu adalah penyerap cakra , Naruto terkejut pandangannya buram , ia merasa sangat pusing , cakranya seperti terkuras ' Lupakan diriku , bahagia lah bersama sakura , saat aku kembali nanti bertarunglah denganku' Dan setelah Hinata berkata seperti itu Naruto tiba-tiba tak sadarkan diri.
Hinata melihat wajah damai Naruto, ia tersenyum miris, menyuruh Naruto melupakannya ? heh ? yang benar saja mana mungkin ada Hinata di dalam hati Naruto, ia pun melangkahkan kakinya keluar desa , Malam hari dan sendrian , sungguh rasanya ia ingin cepat-cepat pergi
" Selamat tinggal Konoha" .
.
.
.
.
Hinata pergi melompat dari satu dahan ke dahan yang lain , ia tidak tau harus berapa lama ia melompat, sudah 4 jam ia berlari dan meninggalkan desa Konoha , ia tidak siap ! tapi bagaimana pun juga ini pilihannya .
.
TAP TAP TAP
.
Hinata berhenti ia bersiap dengan kunainya , ia mengaktifkan byakugan ada seseorang disini!
.
TAP TAP TAP
.
Langkah itu semakin terdengar jelas , Hinata mengarahkan byakugannya , 1 orang eh bukan ada 2 orang , Mata Hinata melebar Cakra orang itu terlihat luar biasa , Hinata memegang kunainya dengan erat . Tiba-tiba kunai dengan kertas peledak sudah berada di bawah kakinya dan
.
DUARR!
.
Untungnya Hinata dengan sigap melompat ke atas dahan pohon , ia mengibas-ngibaskan kumpulan asap , matanya terkejut melihat 2 orang tersebut . Ternyata orang itu adalah…. AKATSUKI! Dan lebih mengagetkan lagi salah satu orang itu adalah Kakak dari sahabat kecilnya yang sudah dianggap kakak sendiri yaitu … Uciha Itachi . Pandangan mereka berdua beradu , Kisame menaikan alisnya , ia melihat kearah Itachi , sepertinya mereka sudah saling kenal
" Hey itachi , apa kau mengenal gadis ini? " Ujar Kisame, tak ada jawaban dari Itachi
" Ya sudah aku akan menghabisi gadis ini saja ! " Teriak kisame ia mengambil pedang samehadanya dan bersiap menyerang Hinata
" Tunggu ! " Ujar Itachi , ia berjalan mendekati Hinata , sementara Hinata mencengkram kuat batang pohon di sampingnya , Hinata berniat untuk berlari tapi harapannya musnah saat Itachi menggenggam lengan Hinata , Hinata berbalik dan terkejut , Itachi menatap Hinata dengan pandangan yang sulit diartikan ada tatapan rindu,kesal,dan juga bingung , tatapan itu bercampur . Hinata akhirnya bersuara
" Le-lepaskan ! " Hinata memberontak mencoba melepaskan genggaman Itachi , tapi sayangnya Itachi lebih kuat
" Hyuuga Hinata " Ucap Itachi , Hinata menatap Itachi dengan sangat takut walaupun ia sudah menganggap sebagai kakaknya tapi bagaimanapun juga dia anggota Akatsuki
" Kau-" Itachi menatap Hinata lekat-lekat, bukan wajah Hinata yang ia lihat tapi ikat kepala yang ada di lehernya , Tanda goresan di lambang konoha.
" – Kau keluar dari desa? " Tanya Itachi , Hinata terkejut ia melihat ikat kepala nya wajahnya menjadi murung , ingatannya tentang desa mulai kembali dan akhirnya kegelapan lagi-lagi menguasai dirinya , byakugannya berubah warna menjadi hitam pekat , Itachi terkejut melihat Hinata , segera ia lepaskan genggamannya dan melompat turun dari dahan tersebut. Kisame yang diam juga memasang wajah terkejut melihat perubahannya
" Dugaanmu tepat sekali , aku memang sudah keluar dari desa ! aku muak dengan perlakuan yang ada di desa , mereka semua … MUNAFIK!" Desis Hinata , Byakugan kelamnya menatap kearah itachi dan kisame. Muncul Hasrat untuk bertarung dalam diri Hinata , ia menyeringai dan dengan sigap mengambil kunainya ia berlari kearah Kisame , Kisame hanya menyeringai lalu menarik pedang samehadanya , pertarungan antara mereka sangat sengit , mereka mengeluarkan jurus-jurus terbaik mereka , tapi Kisame saat itu terlalu menganggap lemah gadis yang sedang bertarung dengannya , ia tidak menyadari kalau gadis itu sudah ada di belakangnya bersiap dengan kunai yang akan merobek perut Kisame
" Ini sudah berakhir!" Ucap Hinata tajam , Mata Kishame melebar
.
.
DEG DEG!
.
.
Hinata menjatuhkan kunainya, Kishame memandang tubuh Hinata yang terjatuh ke tanah , ia tau siapa yang melakukan ini
" Itachi " Kisame menoleh kearah Itachi , Sharingan pemuda itu aktif , lagi-lagi ia menggunakan genjutsu andalannya , Itachi mendekat kearah Hinata yang pingsan karena jurus genjutsunya, ia memandangi wajah Hinata dengan tatapan prihatin , ia menggendong tubuh Hinata dan membawanya pergi , Kisame bingung dengan perlakuan Itachi , ia mengikuti Itachi dan mensejajarkan langkahnya dengan Itachi
" Lalu , apa yang akan kau lakukan kepada gadis ini? " Tanya Kisame , ia sungguh penasaran
" Kau lihat cara dia bertarung ? dia sepertinya mempunyai dendam dan kegelapan di dalam tubuhnya " Jelas Itachi
" Jadi , apakah kau berniat untuk memasukannya menjadi anggota Akatsuki ? " Tebak Kisame
" Iya aku akan menjadikannya anggota Akatsuki , Nagato pasti menyetujuinya " Ujar Itachi ia memandangi wajah Hinata ' dengan begitu aku akan lebih bisa mengawasi dan menjaga dia , anggap saja ini tanda terimakasihku karena kau telah menjaga sasuke '
- Markas AKATSUKI –
" Siapa yang kau bawa itachi? " Tanya Nagato , Semua anggota Akatsuki melihat kedatangan Kisame dan juga Itachi yang menggendong Hinata
" Dia adalah gadis dari desa Konoha , dia mempunyai daya tarung yang bagus dan juga mempunyai sisi kegelapan , Yaa kau tau Itachi berniat menjadikan dia sebagai anggota Akatsuki" Jelas Kisame dengan panjang lebar , sedangkan Nagato melirik kearah Hinata , ia juga mengakui ada aura kegelapan di dalam gadis itu
" Menarik juga jadi apakah dia diterma Nagato ? " Ucap Hidan
" Iya , tapi sebelum itu .. Lepaskan dia dari genjutsumu Itachi " Nagato menatap itachi intens, Itachi hanya memutar bola matanya , ia meletakan tubuh hinata dan membentuk segel , Tak lama kemudian kelopak mata hinata perlahan terbuka , Byakugan itu sudah kembali normal Ia mencoba duduk dan memperhatikan sekelilingnya , Matanya melebar ia berdiri dan bersiap melancarkan serangan
" Ja-jangan Mendekat! " Teriak Hinata
" Jadi dia Hyuuga ? " Ujar Konan , Hinata memerhatikan konan
" Tenanglah , kau jangan takut , sekarang kau akan menjadi anggota kami " Ucap Itachi menenangkan Hinata , Sekali lagi ia dikejutkan dengan pernyataan itachi
" Hey, hey , jangan memasang posisi untuk menyerang begitu " Hidan menatap Hinata , Hinata pun berdiri tegap ia meletakan tangannya di depan dadanya
" Kisame ambilkan Jubah Akatsuki" Perintah Nagato , kisame menuruti perintah nagato dan mengambil jubah tersebut dan berdiri di hadapan Hinata
" Selamat datang dan Selamat bergabung" Ucap Kisame sambil menyerahkan Jubah kepada hinata , hinata menatap jubah tersebut ' Mungkin ini memang sudah menjadi takdirku , bergabung dengan organisasi Akatsuki , mungkin jika aku bergabung aku akan menjadi lebih kuat , ya itu benar karena ini jalan ninjaku!' Batin Hinata meyakinkan
" Terimakasih " Balas Hinata singkat
- TBC -
Haaayy! Kyaaa ! akhirnya chap ini selesai ! \m/ Terimakasih atas Reviewnya! Yoshh kita akan menjawab pertanyaan para readers!
Anggi575 : Haha iya ini sudah diupdate \m/ semoga sukaa!
Shizuka : iya maafin Author yang nggak becus ini *bungkukbungkuk
Once98 : Terimakasih sudah membaca, iya maaf kalau kependekan ceritannya dan cerita ini sebagai gantinya \m/ semoga suka
Yustinus224 : Hahaha terimakasih sudah mendukung, iya akan Author usahain
hiru nesaan : Aaah maaf ya kalian jadi nggak enak bacanya karena ceritannya pendek *nangisnangis. Tapi dengan cerita ini Author menebus kesalahannyaa \m/ semoga suka
Lavienda : Iya Hiashi kenapa kamu tengga *Authorbaper. Yoshh terimakasih sudah mendukung!
Terimakasih sudah mereview ! Semoga dengan Review kalian Author akan membuat karya yang indah *ditimpukreader . Baiklah Sampai jumpa dichapter selanjutnya yaa!
R
E
V
I
E
W
-Please-
