Pagi ini adalah pagi yang begitu sepi di kediaman Haruno.

Bagai mana tidak? Nona muda pemilik mansion ini sekarang tengah sekolah di asrama, biasa nya ia lah yang memberi warna pada mansion ini dengan tingkah ceria nya.

Dan sekarang tidak ada yang tau kapan nona itu akan pulang kecuali Bibi nya, Senju Tsunade.

"Hah aku jadi sedikit merindukan anak itu" desah Tsunade.

Drt.. Drt.. Drt..

Terdengar bunyi getaran telpon milik Taunade.

Dan di sana tertulis ' Uchiha Mikoto Calling'

Lalu tampa pikir panjang Tsunade langsung menagkat nya.

"Ada apa Mikoto?" tanya Tsusanade langsung tutup poin.

'Ano apa Sakura-chan sudah pergi ke KBHS?' tanya Mikoto di sebrang sana.

"Kau tenang saja, dia sudah pergi" ucap Tsunade menjelaskan.

'Yokatta.. Tapi Tsunade, menurut mu apa Sakura-chan akan berhasil?' tanya Mikoto sendu di sebrang sana.

Untuk beberapa saat Tsunade hanya bisa terdiam, lalu dengan cepat ia menjawap.

"Tentu saja dia akan berhasil. Di itu kan keponakan ku yang paling cantik,dia pasti bisa Mikoto" ucap Tsunade menenagkan Mikoto.

'Hn terimakasih Tsunade' ucap Mikoto yang kini sudah mulai tenang.

"Daijobu Mikoto, kita kan teman dan ini juga keinginan Mebuki- nee jadi kau tidak perlu sungkan" ucap Tsunade.

'aku harap ini semua bisa berjalan lancar' balas Mikoto.

"Aku juga berharap begitu" ucap Tsunade.

'Ah maaf Tsunade, aku di pangil oleh Fugaku-kun sampai bertemu lagi Tsunade' ucap Mikoto memutus kan sambungan telpon sepihak.

Dan pangilan mereka pun terputus.

"Hah.. benar-benar tidak berubah" desah Tsunade.

-000-

Sementara itu di KBHS, jam pertama pelajaran telah di mulai.

"Selamat pagi semua" sapa seorang Sensei yang memakai masker di wajah nya.

"Kau terlambat Kakashi Sensei!" ucap seorang murid berambut bob penuh semangat pada Sensei nya.

"Ah gomen lee tadi-"

"Sudah lah Sensei. Kau tidak perlu memakai alasan aneh mu itu!" ucap Sasuke dingin memotong perkataan Kakashi.

"Hah kau trlalu dingin Sasuke" desah Kakashi.

"Baiklah semua nya, pagi ini aku akan memperkenal kan murid baru pada kalian" dan setelah mengucap kan itu, Kakashi memberi isyarat pada seseorang yang ada di luar kelas itu untuk segera masuk.

Seluruh mata yang ada di kelas itu menatap kedatangan murid baru itu dengan tatapan bertanya.

"Baik lah, perkenal kan diri mu" ucap Kakashi.

"Ha'i"

"Ano namaku Haruno Haru, salam kenal semua" ucap Sakura sambil tersenyum ramah pada mereka semua.

Tak ayal senyuman Sakura itu membuat beberapa murid yang ada di kelas itu berblusing ria.

'Wah senyuman nya manis sekali!'

'Postur tubuh nya kecil mirip perempuan'

'Wah wajah nya manis dan cantik!'

'TAPI SAYANG DI LAKI-LAKI!' batin semua murid yang ada di kelas itu kecewa.

Setelah memperkenalkan diri nya, Sakura pun memperhatikan seluruh murid yang ada di kelas itu. Dan tampa sengaja pandangan Sakura bersirobok dengan Sasori.

'Ya tuhan ternyata aku sekelas dengan nya! terimakasih tuhan!' batin Sakura senag.

Dan Sasori pun hanya bisa membalas tatapan Sakura dengan senyuman. Hinga membuat gadis itu merona.

"Baiklah Haru, kau duduk di sebelah Sasori. Sasori angkat tangan mu!" ucap Kakashi.

Saat Sakura berjalan ke arah Sasori tiba-tiba langkah nya terhenti karena ucapan Sasuke.

"Sensei seharus nya Haru duduk di sebelah ku!" ucap Sasuke lantang memotong langkah Sakura.

"Kenapa dia harus duduk di samping mu Sasuke? Lagi pula di samping musudah ada Naruto" ucap Kakashi heran.

"Itu benar! Kenapa kau tega membuang ku Teme!" teriak Naruto gaje dengan air mata buaya nya.

"Cih kau berisik Dobe!" bisik Sasuke penuh penekanan.

"Itu karena dia sekamar dengan ku Sensei. Dan ibu nya menitip kan Haru pada ku agar aku bisa selalu menjaga nya" dusta Sasuke.

"Apa?!" teriak Sakura tak terima.

Bagai mana mungkin dia harus duduk sebangku dengan pria dingin dan menyebalkan itu! cih ia sungguh tak sudi.

'Dan sejak kapan dia mengenal ibuku?!' batin Sakura tak terima.

"Jadi begitu, hahh baik lah Haru sekarang kau duduk di samping Sasuke!" printah Kakashi sambil mendesah.

"Tapi Sen-"

"Ini sudah keputusan ku Haru! Kalau kau minta yang aneh-aneh lagi kau akan memotong jam pelajaran ku" ucap Kakashi dingin.

"Ha'i Sensei" ucap Sakura lesu dan segera berjalan ke arah meja Sasuke.

"Tapi Sensei aku tetap tidak setuju!" teriak Naruto lagi tak terima.

Mendengar penolakan Naruto membuat Sasuke langsung menatap bocah maniak ramen itu dengan tatapan membunuh nya.

"Kau bisa pergi sekarang kan Naruto!" ucap Sasuke penuh penekanan dan disertai dengan senyuman iblis nya.

Yang membuat Naruto membeku di tempat.

GLEK

"Ah baiklah Sensei aku akan pindah" ucap Naruto sendu sambil berjalan menjauhi meja Sasuke dan duduk di sebelah Sasori.

'Aku tidak ingin mati muda!' batin Naruto ketakutan.

Dan sekarang disini lah Sakura. Duduk di samping pria dingin yang menybalkan itu.

'Cih sialan' batin Sakura kesal.

Dan tampa Sakura sadari selama jam pelajaran berlangsung, Sasuke selalu memperhatikan nya.

-000-

Terrttt

Bel istirahat pun berbunyi. Semua siswa yang ada di kelas itu pun bergegas keluar dari kelas itu menuju kantin sekolah untuk mengisi perut mereka.

Termasuk Sakura, gadis itu pun kini tengah sibuk memilih menu makanan yang akan dia makan siang ini.

Setelah selesai membeli beberapa makanan, Sakura pun bergegas pergi ke bangku kosong yang ada di kantin itu. Selama kegiatan makan nya berlangsung banyak sekali murid-murid yang mengomentari dirinya.

Mulai dari wajah nya yang terlalu cantik untuk ukuran seorang pria. Hingga tubuh nya yang terlalu kecil untuk ukuran pria normal.

Yah walaupun dia sudah menyamar menjadi pria dengan bantuan wik dan seragam ini, tetap saja itu semua tidak bisa menutupi kecantikan nya.

Sekarang Sakura malah terlihat seperi gadis cantik berambut pendek yang menggunakan seragam pria.

Sementara itu, Sasuke yang sedari tadi duduk di bangku yang tak jauh dari Sakura terus memperhatikan gadis itu.

"Hoi Teme kau menyukai pria itu ya?" tanya Naruto yang mengetahui arah pandang Sasuke yang sedari tadi memperhatikan Sakura.

Itu benar, Naruto juga tau kalau Sasuke itu adalah gay.

Tapi walaupun Sasuke itu 'gay' ia tidak pernah pacaran atau berhubungan intim dengan Naruto.

Selain Naruto itu masi 'normal' Sasuke juga tidak menyukai pria seperti Naruto.

Pria yang Sasuke sukai adalah pria bertampang feminim, bertubuh kecil dan manis.

Tidak seperi Naruto yang wajah nya sungguh kelaki-lakian dan tidak ada manis-manis nya sama sekali.

"Itu bukan urusan mu" jawab Sasuke dingin.

"Dasar Teme sialan! sebagai 'teman' mu harusnya kau lebih terbuka padaku!" ucap suara cempreng Naruto mengomeli Sasuke.

"Tapi dari semua pasangan gay mu, bagi ku pria itu yang paling cantik" ucap Naruto memuji kecantikan Sakura.

"Hn maksud mu?" tanya Sasuke tak mengerti.

"Cik kau ini! maksud ku dari semua pria yang pernah kau sukai, pacari, dan tiduri. Dialah yang paling cantik. Se andainya saja dia itu perempuan, aku pasti akan tergila-gila padanya" ucap Naruto sambil memuji Sakura.

"Hn kau benar. Tapi, aku sungguh bersyukur bahwa dia pria dan bukan mahluk menjijik kan bernama wanita" ucap Sasuke dingin.

"Dasar kau Teme! sebegitu benci nya kah kau pada wanita?!" tanya Naruto dengan teriakan gaje nya.

Beruntung kantin Saat ini tidak terlalu ramai, sehinga tidak akan ada yang mendengar pembicaraan 'aneh' mereka.

"Hn aku 'sangat' membenci mereka. Apa itu masalah untuk mu Dobe?" tanya Sasuke datar.

"Cih terserah kau sajalah Teme! aku berharap suatu hari nanti akan ada seorang gadis yang bisa menyadarkan mu dan membawa mu ke jalan yang lurus" ucap Naruto berharap.

"Cih itu tidak akan tetjadi! Sampai kapan pun aku tidak akan jatuh cinta pada mahluk menjijikan itu!" ucap Sasuke dingin dan penuh penekanan.

Apakah itu benar Sasuke? apa benar kau tiadak akan pernah mencintai 'wanita'?

Lalu kenapa sekarang kau malah jatuh cinta pada seorang 'wanita' eeh Sasuke?

T*B*C

REVIEW please?