Teeeeet
Bel pulang sekolah pun berbunyi.
Semua siswa yang ada di KBHS itu pun segera bergegas membereskan barang-barang mereka yang ada di kelas itu, dan segera pulang.
Termasuk Haru, ia saat ini tengah bingung mencari dimana kamar asrama nya berada.
Salah kan Uchiha sialan itu. Seenak nya saja pulang duluan tampa menunggu nya, dan pergi bersama bocah kunig berisik itu.
'Ah jangan-jangan bocah kuning itu adalah pasangan Gay nya!' batin Haru berteriak.
'Cih dasar Gay bodoh. Selera nya jelek sekali memilih bocah idiot itu sebagai Same nya' batin Haru jijik.
Saat sedang sibuk berjalan sendirian mencari dimana Kamar asrama nya, ia berpapasan dengan Sasori.
"Ah Sasori!" teriak Haru sepontan memanggil nama depan pria itu.
Dan yang di panggil pun menghampiri Haru dengan tatapanbertanya.
Haru yang sudah menyadari kesalahan nya karena langsung memanggil nama depan pria itu pun hanya bisa tertuduk salah tingkah.
"Ano maaf, aku langsung saja meneriaki nama depan mu seperti itu Akasuna-san" ucap Haru memohon maaf.
"Ah tak apa kita kan satu kelas. Karena kau sudah memanggil nama depan ku, boleh kan aku memanggil mu 'Haru'?" tanya Sasori.
"Tentu saja Sasori" balas Haru sambil tersenyum senang.
"Suadah sore begini kenapa kau masi ada di sini Haru?" tanya Sasori heran.
"Ini semua karena Uchiha sialan itu!" teriak Haru penuh emosi.
"Uchiha? Ah maksud mu Sasuke ya?"tanya Sasori.
"Iya Sasuke si idiot gay itu!" desis Haru penuh penekanan.
"Kelihatan nya kau sangat membencinya ya?" tanya Sasori.
"Tentu saja aku 'sangat' membenci nya! Dia itu sungguh menyebalkan" teriak Haru geram.
"Siapa yang kau sebut menyebalkan hn?" tanya suara dingin yang tiba-tiba menginstrupsi teriakan Haru tadi.
Haru yang menyadari siapa pemilik suara dingin itu pun segera berbalik dan menatap pria itu dingin.
"Tentu saja KAU Uchiha-san!" ucap Haru penuh penekanan.
"Hn" balas Sasuke datar.
'Cih lihat gaya nya yang sok keren itu! Menyebalkan!' batin Haru kesal.
"Kenapa kau ada di sini?" tanya Haru kesal.
"Tentu saja untuk menjemput mu" ucap Sasuke cuek.
"Menjemput ku? Bukan nya kau yang tadi meninggalkan ku dan malah asik berkencan dengan pasangan Gay mu itu ya Uchiha-san" tanya Haru dingin penuh penekanan.
"Hn dia bukan pacar ku. Memang nyakenapa? Apa kau cemburu Haru-chan?" tanya Sasuke sambil menyeriangai seksi pada Haru.
Dan itu membuat Haru hampir memuntahkan seluruh isi perut nya.
"Cih sayang sekali aku tidak tertarik pada mu Uchiha" balas Haru dingin.
"Hn kalau kau tidak pulang bersama ku, ku pastikan kau akan tidur di luar malam ini Haru-chan" ucap Sasuke licik sambil berlalu pergi dari tempat itu.
Mendengar ancaman Sasuke barusan membut Haru menjadi 'sedikit' kawatir dengan nasip nya malam ini.
Dan tampa pikir panjang Haru segera berlari mengejar Sasuke setelah berpamitan dengan Sasori.
"Hoi Gay idiot tunggu aku!" teriak Sakura sambil terus mengejar langkah Sasuke yang semakin menjauh.
Meninggalkan Sasori yang masi berdiri disana dan menatap kepergian mereka berdua dengan tatapan yang sulit di artikan.
-000-
Setelah berjalan cukup lama, akhirnya Haru sampai di kamar asrama nya dan Sasuke.
"Hah akhirnya sampai~" desah Haru lega.
"Ah Saske aku tidur dimana?" tanya Haru.
"Di sana" jawab Sasuke sambil menunjuk sebuah ranjang kosong di sebelah ranjang nya.
"Aa" gumam Haru.
"Sasuke kau tau di mana kamar asrama nya Sasori?" tanya Haru bersemangat.
Mendengar Haru menyebut nama Sasori membuat Sasuke diam sejenak.
"Tidak tau" jawab Sasuke dingin.
"Cih kau sama sekali tak asik Gay-san" jawab Haru sambil mengejek Sasuke.
"Kau bialag apa?!" tanya Sasuke yang mulai panas karena sedari tadi di ejek Haru Gay?
"Ku rasa tilanga mu tidak tuli kan Gay?" ejek Haru lagi.
"Berhenti memanggil ku gay!" ucap Sasuke penuh penekanan.
Yah walaupun Sasuke itu seorang Gay. Tapi tetap saja ia tidak suka di katai seperti itu.
"Memang nya kenapa? Itu kan kenyataan nya Gay" ucap Haru yang semakin gencar mengejek Sasuke.
"KAU" desis Sasuke tajam.
Karena kesabaran nya mulai habis, Sasuke pun menghampiri Haru yang masi berdiri di samping pintu itu, dengan tatapan yang mengerikan sehingga membuat nyali Haru ciut.
Lalu Sasuke pun mencium bibir Haru dengan cepat dan ganas.
"Ah.. Apa- yang.. Ah kau-" ucap Haru terputus-putus akibat ciuman panas Sasuke.
Dan dengan cepat pria itu pun mulai memasukkan lidah nya kedalam mulut Haru dan mengamuk di dalam mulut gadis itu.
Haru yang merasa ada sesuatu benda aneh yang memasuki mulutnya pun merasa jijik, dan semakin memberotak pada Sasuke.
"Lepas ah.." desah Haru saat Sasuke semakin ganas menciumi bibir nya.
'Bibir nya begitu manis dan lembut, tidak seperti bibir pria lain yang pernah aku cium. Ini sungguh nikmat'
batin Sasuke ketagihan.
Dan setelah beberapa menit berciuman, dengan terpaksa Sasuke pun melepas kan ciuman nya, karena kebutuhan oksigen yang mendesak.
PLAK
setelah mengembalikan tenaga nya yang sempat melemas karena perbuatan Sasuke, Haru pun menampar Sasuke hingga pipi pria itu memerah.
"Bajingan kau Uchiha! Kau sungguh menjijik kan! Aku benci padamu!" teriak Haru menahan tagis nya.
Lalu dengan cepat Haru lagsung pergi ke ranjang nya dan menyelimuti seluruh tubuh nya, sambil menangis terisak di bawah selimut iu.
Meninggal kan Sasuke yang berdiri mematung di depan pintu itu.
'Dia menagis?' batin Sasuke terkejut.
Bagai mana Haru tidak menagis, gadis itu barusaja kehilangan ciuman pertama nya! Dan yang lebih parah nya lagi pria yang mengambil ciuman pertama nya adalah pria yang tidak ia cintai.
'Kenapa ciuman pertama ku hrus di ambil oleh pria tidak normal yang menyebal kan itu tuhan?" batin Haru sedih.
-000-
Ke esokanharinya, setelah kejadian semalam hubungan Sasuke dan Haru semakin memburuk.
Sejak tadi pagi sampai siang ini mereka tidak pernah berbicara. Jangan kan berbicara menatap pun tidak. Karena hal itu Sasuke pun menjadi lebih pendiam dari biasa nya.
Pria itu merasa sedikit bersalah pada Haru karena sudah mencium nya dengan paksa malam tadi, hanya karena emosi nya sesaat.
"Hoi Teme kau kenapa? Ku lihat dari tadi kau melamun terus" tanya Naruto dengan suara cempreng nya.
"Buakan urusan mu" balas Sasuke dingin.
"Cik kita itu kan sahabat Teme, jadi kalau kau ada masalah kau bisa cerita pada ku Teme, siapa tau aku bisa membantu mu" saran Naruto.
Karena bingungg dengan masalah nya yang tak kunjung selesai, akhirnya Sasuke pun menceritakan semua kejadian kemarin pada Naruto.
"Apa?! kau mencium nya Teme!" teriak Naruto heboh.
"Bagaimana mungkin kau mencium nya seperti itu hanya karena dia meneriaki mu gay Teme?" tanya Naruto heboh.
"Aku tidak tau Dobe, semalam aku melakukan nya hanya karena ingin memberi pria itu pelajaran. Tapi"
"Aku malah menumpahkan seluruh hasrat ku pada nya hingga ia menagis" ucap Sasuke merasa bersalah.
"Menagis?" tanya Naruto bingung.
Bagai mana tidak? Karena biasa nya, pria yang di cium paksa Sasuke pasti akan pasrah hingga permainan mereka berakhir di atas ranjang. Atau kemungkinan terburuk pria itu hanya akan memukul Sasuke dan meninggal kan nya. Tapi ini pertamakali nya ada pria yang menagis setelah di cium Sasuke, ini aneh.
"Hn semalaman dia menagis karena ku cium. Dan seharian ini dia menghindari ku" ucap Sasuke.
"Aku pikir tidak hanya bentuk fisik nya saja yang mirip perempuan. Tapi hatinya juga lembut seperti seorang gadis yang ciuman pertama nya kau rebut Teme" ucap Naruto sinis.
"Entah lah Dobe, aku tidak tau harus berbuat apa" ucap Sasuke.
"Apa kau menyukai nya Teme?" tanya Naruto serius.
Mendegar nada suara Naruto yang mendadak menjadi serius membuat Sasuke terdiam.
"Entahlah mungkin aku mencintai nya" ucap Sasuke sambil tersenyum tulus.
'Hah~ aku menyerah. Kurasa kau memang akan menjadi Gay seumur hidup mu Teme' batin Naruto lelah.
"Lalu apa kau akan minta maaf pada nya?" tanya Naruto.
"Minta maaf? Menatap ku saja dia tidak mau. Apa lagi mendengarkan ku!" ucap Sasuke kesal.
"Lalu? Kau akan membiarkan hubungan mu dan pria itu seperti ini terus Teme?" tanya Naruto lagi.
"Tidak! Tentu saja tidak! Tapi, aku tidak tau apa yang harus ku lakukan Dobe" jeda sejenak.
"Biarlah tetap seperti ini Dobe, aku tidak ingin dia membenci ku"
T*B*C
