Malam ini tampak seorang pria berwajah tampan berambut panjang sebahu baru keluar dari mobil Chevy Corvette Stingray-nya.
Pria itu Berjalan memasuki sebuah bar mewah yang ada di daerah itu.
Dengan santainya ia berjalan memasuki bar itu sambil memamerkan sedikit senyumannya pada wanita yang sesekali tertangkap basah sedang meliriknya.
Walaupun di wajah pria itu terdapat garis seperti kerutan di kedua pipinya, tapi itu sama sekali tidak mengurangi kadar ketampanannya.
Bahkan pria itu terlihat semakin dewasa dengan garis yang ada di pipinya itu, hingga membuat separuh bahkan hampir semua wanita yang ada di bar itu terpesona olehnya.
Setelah itu, pria itu segera duduk di kursi di depan meja bar tender yang ada di bar itu. Sambil memesan segelas minuman untuk menemaninya malam ini.
Daripada menyewa wanita untuk menemaninya malam ini. Pria itu lebih memilih untuk minum sampai mabuk di bar ini.
Yah karena ia merasa sedikit bosan dengan makhluk yang bernama wanita itu. Menurutnya wanita itu merepotkan dan menyusahkan.
Berbeda dengan alkohol yang hanya membuat mu mabuk untuk menghilangkan stres yang ada di kepala mu tanpa harus menambah beban.
Sementara makhluk bernama wanita yang berisik dan menyebalkan itu. Hanya akan menambah beban masalah yang ada di hidup mu semakin rumit.
Begitulah deskripsi wanita yang ada di dalam kepala pria tampan itu.
Walaupun caranya menggambarkan wanita di dalam benaknya terlihat seperti pria Gay yang baru di campakkan oleh pasangan Gay-nya karena seorang wanita.
Namun sayang sekali rakyat Gay tercinta, pria ini Uchiha Itachi masih 100% normal dan sangat menyukai makhluk yang bernama wanita itu untuk memuaskan nafsunya.
Daripada seorang Pria!
Yah walaupun rambutnya yang panjang dan indah berkilau bak lampu jalan itu mampu mengalahkan rambut para wanita yang ada di iklan sampo #plak.
Sehingga penampilannya yang seperti itu membuat pria ini di juluki Ukenya mbah Madara oleh sepupu kurang ajarnya Sishui.
Membayangkan tubuh seorang pria kekar yang bertelanjang dada saja mampu membuatnya muntah tujuh hari tujuh malam.
Apalagi melakukan yang 'iya iya' dengan makhluk yang sejenis dengannya! Errr itu membuat Uchiha yang satu ini jijik dan ingin memuntahkan seluruh isi perutnya saat ini juga.
Yah walaupun sang adik memiliki kelainan yang sempat membuatnya geleng kepala (Sasuke Gay) tapi ia tetap berusaha untuk memahami perasaan adiknya.
Ia berharap adiknya yang keras kepala dan menyebalkan itu cepat sadar dari penyakit anehnya(?)
Sebenarnya ia tak habis pikir bagaimana mungkin Sasuke yang memiliki wajah tampan turunan darinya #plak Bisa menjadi seorang GAY?!
Itu sangat sangat sangat! Tidak mungkin terjadi!
Tidak ada sejarahnya anggota dari keluarga Uchiha menjadi seorang Gay! Apa lagi adiknya yang kaku bak patung berjalan itu.
Dan ia yakin penyakit yang di derita adiknya sekarang hanya sementara. Ia yakin cepat atau lambat adiknya yang menyebalkan itu pasti akan kembali normal.
'Aku harap kau segera sadar Sasuke' batin Itachi berharap.
.
.
.
.
DISCLAMER
Naruto by Masashasi Kishimoto
.
He is a Gril by Uchiha Lizzy
.
.
Warning:
Typo bertebaran + kagak jelas, bisa bikin kzl karena tulisan autor yg amburadul, dan segala kejelekan yg ada di ff ini
.
.
Bagi yg tidak suka dengan ff ini harap tekan tombol "BACK"
.
.
Happy Reading (\^0^/)
.
.
.
.
Pagi itu seperti biasa di KBHS semuanya berjalan normal. Sama halnya dengan pagi sebelumnya tak ada yang berubah.
Kecuali
"Kembali kau Uchiha sialan!" teriak Haru sambil terus berlari mengejar pria raven itu.
Sedangkan yang di kejar dan di teriaki hanya memandang remeh pria yang mengejarnya sambil terus berlari.
"Oi Uchiha! Apa kau tuli hah?!" teriak Haru semakin emosi.
"Ku bilang—"
Ucapan atau lebih tepatnya teriakan melengking dari Haru tiba-tiba berhenti.
Membuat Sasuke yang sedari tadi sibuk berlari, merasa heran karena suara berisik pria yang sedari tadi mengejarnya tak terdengar lagi.
Karena penasaran, Sasuke pun segera membalikkan badannya ke arah belakang. Melihat apa yang membuat pria itu tiba-tiba berhenti meneriaki dan mengejarnya.
Tiba-tiba pupil mata Sasuke membesar melihat apa yang menyebab kan pria itu berhenti.
Merah
Warna kepala pria yang paling ia benci di dunia ini lah yang pertama kali ia lihat saat ia membalik kan badannya.
Pria itu terlihat sedang membicarakan sesuatu dengan Haru. Dan saat mereka berbicara, Sasuke melihat pipi Haru merona merah.
Marah? Tentu saja ia sangat marah
Bagaimana tidak?! Sasuke saja habis habisan berusaha untuk mencari perhatian Haru, dan membuat pria itu mau melihatnya barang untuk sesaat.
Namun berbeda dengan setan merah sialan itu.
Akasuna Sasori yang menurutnya menyebalkan itu dengan mudahnya bisa membuat seorang Haruno Haru merona ingat merona!
Hanya dengan berbicara dengannya!
Sasuke saja yang sudah berjuang mati-matian untuk bisa akrab dengan Haru, hanya di hadiahi sumpah serapah dan amukan dari pria itu.
Berbeda dengan Sasori yang di perlakukan berbeda oleh Haru. Pria itu cenderung lebih ramah pada Sasori.
Dan itu membuat Sasuke semakin kesal.
Salah mu sendiri yang selalu mendekatinya seperti anak SD yang sedang jatuh cinta. Mengganggunya setiap waktu dengan hal yang tidak penting.
Jadi wajar saja Haru a.k.a Sakura yang murni seorang gadis merasa jengkel dengan sikap kekanak-kanakan mu itu Sasuke.
dengan kesal. Sasuke segera berjalan menghampiri dua orang yang sedang asyik mengobrol itu.
Dan dengan sekali tarikan ia menarik tangan Haru menjauh dari pria baby face itu. "Hei apa apaan kau!" teriak Haru marah saat Sasuke menarik tangannya paksa menjauh dari Sasori.
"Tidak baik berselingkuh di belakang kekasih mu sendiri Haru-chan" ucap Sasuke santai dengan nada menggodanya pada Haru seolah tak terjadi apa-apa.
"Aku bukan kekasih mu Uchiha" ucap Sakura dingin.
"Kau tidak cukup tuli untuk mendengarnya kan Sasuke?" tanya Sasori kali ini dengan nada dinginnya menimpali ucapan Haru.
"Cih" dengus Sasuke kesal menanggapi ucapan tak penting Sasori.
"Ah baiklah sayang~ sepertinya mood mu jadi tambah jelek ya melihat wajah menjijikkan setan merah itu" ucap Sasuke dengan nada prihatin yang di buat-buat.
"Apa?" tanya Sakura heran melihat sifat aneh Sasuke yang kumat lagi.
"Aku tahu sayang~ kau pasti lelah aku akan membantu mu menjauh dari setan merah itu" ucap Sasuke sepihak.
Dan tanpa di duga Sasuke langsung mengendong Sakura ala bridal style dan langsung pergi jauh meninggalkan pria merah itu sendirian.
Menatap punggung dua orang itu dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Hei turunkan aku sekarang juga Uchiha!" teriak Haru marah karena kesabarannya sudah mulai habis.
Jelas saja ia marah! Saat ini Sasuke tengah mengendongnya ala bridal style ingat bridal style! kalau saat ini ia menjadi seorang wanita, hal itu bukan masalah besar baginya.
Tapi sekarang ini Haruno Haru a.k.a Haruno Sakura sedang menyamar menjadi seorang pria di sekolah ini. Dan hal ini sungguh memalukan mengingat setiap orang yang berpapasan dengan mereka menatap mereka berdua dengan tatapan aneh.
Bisa kalian bayangkan sendirikan betapa menjijik kannya melihat seorang laki-laki, mengendong laki-laki lain ala tuan putri.
"Turunkan aku sekarang juga Uchiha!" teriak suara cempreng Haru semakin keras, dan kali ini tepat di depan lubang telinga Uchiha bungsu itu.
"Baik baik aku akan menurunkan mu asal kau berhenti berteriak!" ucap atau lebih tepatnya di sebut perintah mutlak dari Sasuke.
Haru pun hanya bisa diam mendengar perintah Sasuke yang tak bisa di bantah itu.
'Menyebalkan' batin Haru kesal.
Dan setelah berjalan cukup lama akhirnya Sasuke menurunkan Haru di taman yang terletak di belakang KBHS.
"Kita sampai" ucap Sasuke sambil menurunkan Haru di tempat itu.
"Kenapa kau membawa ku ke sini?" tanya Haru heran.
Sasuke pun hanya diam mendengar pertanyaan Haru sambil duduk tenang di bangku putih yang ada di taman itu.
"Hei kau tuli ya?!" tanya Haru mulai kesal.
"Ku bilang—"
"Aku lelah" ucap Sasuke tiba-tiba memotong ucapan Haru.
"Kau tahu hidup itu sungguh tidak adil" ucap Sasuke dingin sambil menerawang melihat langit biru yang terlihat begitu cerah siang itu.
"Disaat untuk pertama kalinya kau merasakan perasaan ingin memiliki seseorang"
"Ingin menjadikan orang itu satu-satunya milik mu yang berharga"
"ingin selalu bahagia bersamanya" ucap Sasuke sambil terus menatap langit dengan tatapan yang sulit di artikan.
Haru pun hanya bisa diam, dan terus mendengarkan ucapan pria Uchiha itu.
"Cih kau tahu? awalnya perasaan itu terasa begitu menyenangkan"
"begitu memabukkan sampai akhirnya kau melupakan satu hal yang lebih penting dari kebahagiaan itu"
"Kau tidak bisa terus mencintai bahkan memiliki seseorang yang sejenis dengan mu"
"Kau tahu? Hal itu tidak akan pernah di terima siapa pun di dunia ini. Ironis sekali bukan?" ucap Sasuke santai dengan senyuman pedih yang terkembang di wajahnya.
Membuat siapa pun yang melihat pria itu sekarang akan bersedia menangis menggantikan senyum palsu yang ada di wajah pria itu saat ini.
"Kau pria bodoh!" ucap Haru sambil menundukkan kepalanya.
"Yah aku tau itu" ucap Sasuke santai seolah tanpa beban.
"Kau pikir dengan kau bicara seperti itu aku akan bersimpati pada mu hah?!" teriak Haru kesal.
"Aku—"
Ucapan Sasuke terpotong saat tiba-tiba Haru memeluk pria itu. Karena saat ini Sasuke sedang duduk maka hanya kepala pria itu lah yang ia peluk.
Mata Sasuke membulat saat merasakan tangan lembut Haru membelai kepalanya.
"Kau tahu? Kau itu pria bodoh yang menyebalkan" ucap Haru sambil terus membelai rambut Sasuke.
"Hn" ucap Sasuke sambil memejamkan matanya dalam pelukan Haru.
.
.
.
Malam itu terlihat Tsunade sedang sibuk mengurusi setumpuk dokumen yang memenuhi mejanya.
Saat ia sedang terlarut dalam pekerjaannya tiba-tiba ia mendengar ponsel di atas mejanya berdering.
Senyum di wajah cantik itu langsung mengembang saat melihat nama seseorang yang menghubunginya.
"Bagaimana? Apa semuanya berjalan lancar?" tanya Tsunade sambil tersenyum.
"..."
"Benarkah? Kenapa dia masih ada di sana?"
"..."
"Aku dengar dari Mikoto kalau dia sudah mengeluarkan pria itu"
"..."
"Lalu kenapa dia masih ada di sana hah?!" tanya Tsunade dengan nada yang mulai meninggi.
"..."
"Aku tidak mau mendengar alasan apa pun dari mu"
"Kau tahukan saat ini keponakan ku ada di sana! Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya!" ucap Tsunade marah pada orang yang ada di seberang sana.
"..."
"Tcih kau pikir sudah berapa banyak yang sudah aku korbankan untuk melindunginya selama ini hah?!"
"..."
"Baiklah aku akan menunggu. Tapi ingat jika sesuatu terjadi pada Sakura"
"Maka aku juga akan ikut andil dalam permainan ini"
"kau tahukan kalau aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku" ucap Tsunade dengan nada dinginnya yang menusuk.
"..."
"Baik akan ku pegang ucapan mu" ucap Tsunade singkat dan langsung memutuskan sambungan secara sepihak.
Setelah itu wanita yang masih tetap cantik di umurnya yang sudah menginjak kepala lima itu menatap sebuah foto gadis kecil yang ada di meja itu dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kau tahu Saki terkadang awal yang buruk itu memiliki akhir yang baik"
"Bibi melakukan ini semua demi kebaikan mu"
"Saki ku yang manis, aku ingin saat aku tidak ada nanti ada seseorang yang menjagamu"
"Walaupun ia tak sesempurna yang kau inginkan. Aku yakin kau akan bahagia bersamanya" ucap Tsunade dengan tatapan sedih yang sulit di artikan.
Saat Tsunade masih sibuk memikirkan nasib keponakan kesayangannya. Tiba-tiba darah segar mengalir dari hidung wanita itu.
Begitu banyaknya sampai mengotori kertas-kertas dokumen yang ada di meja itu.
Tsunade pun menyentuh darah yang keluar dari hidungnya. Dan menatap darah itu dengan tatapan yang begitu pedih.
Seolah-olah tak sanggup lagi melawan takdir yang sebentar lagi mungkin akan menjemputnya.
Dan tanpa membuang waktu lagi, wanita itu segera mengambil salah satu kertas kosong yang berserakan di ruangan itu.
Dengan darah yang masih terus mengalir dari hidungnya ia berusaha menuliskan sesuatu di kertas itu.
Bahkan air matanya sempat jatuh membasahi kertas itu saat ia menulis.
Wanita itu terus berusaha menulis walaupun kepalanya mulai terasa pusing akibat penyakit yang ia derita.
"Agrh sedikit lagi Tsunade" ucap wanita itu menyemangati dirinya sendiri.
Walaupun matanya mulai mengabur karena menahan sakit ia tetap berusaha menuliskan sesuatu di kertas itu.
Hingga akhirnya.
Bugh
Wanita kehilangan kesadarannya.
'Akhirnya selesai' batin Tsunade lega sebelum ia benar-benar kehilangan kesadarannya.
.
.
.
Haruno Sakura a.k.a Haru POV
.
Hahh... hari ini sungguh melelahkan. Sebenarnya berapa lama lagi aku harus di sini?
Ini semua gara-gara Bibi Tsunade yang seenaknya menyuruhku untuk menyamar menjadi laki-laki dan sekolah di sini.
Aku tak habis pikir sebenarnya apa sih yang ada di kepala Bibi hingga ia membuat keputusan aneh seperti ini.
Dan lagi yang paling menyebalkan dari semua itu. Kenapa tadi aku sempat tersentuh dan memeluk si pantat ayam sialan itu!
"Aggrhh menyebalkan!" teriak ku kesal mengingat kejadian tadi siang.
Dasar buntut ayam sialan! Dia tadi pasti sengaja memasang wajah memelas seperti orang frustrasi itu untuk menarik perhatian ku!
Dan lagi kenapa aku tadi malah tersentuh dengan akting murahannya itu!
"Aggrrh Sakura no Baka!" teriak ku semakin kesal.
CLEK
Tak lama setelah aku berteriak aku mendengar seseorang membuka pintu dan berjalan masuk menghampiri ku.
Karena penasaran aku pun mengangkat wajah ku untuk melihat siapa orang yang dengan lancangnya berani masuk ke kamar ku tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Dan ternyata makhluk yang tidak punya sopan santun itu adalah si buntut ayam sialan yang menyebalkan itu.
Yah aku tahu kalau kamar ini juga kamarnya. Tapi seharusnya dia mengetuk pintu dulu sebelum masuk ke sini.
"Bisa tidak kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk eh Uchiha" ucap ku sinis melihat tampang sok kerennya itu.
"Kenapa aku harus mengetuk pinyu? Ka lupa ya kalau kamar ini juga milik ku honey~"
"Tcih terserah" ucap ku jengkel.
Dan lagi bukannya merasa bersalah! Pria itu malah sibuk menatap ku dengan tatapan anehnya yang menyealkan itu!
"Apa?!"
"Tidak ada aku hanya ingin melihat wajah manis mu apa itu salah?" tanya pria menyebalkan itu dengan wajah sok polos tak bersalahnya itu.
Tcih andai saja sekarang aku punya bola atau apa pun itu yang bisa aku lempar ke arah wajah sok polosnya yang menjijikkan itu!
Itu akan sangat sangat membantu!
"Berhenti berbicara seperti itu kau menjijik kan!" teriak ku geram melihat sifat anehnya yang kumat lagi
"Haru-chan kenapa sekarang kau jadi kasar pada ku? Padahal tadi siang kau sangat manis honey" ucapnya dengan wajah sok sedih yang jelas sekali di buat-buat.
Tcih menyebalkan! Andai saja tadi siang aku tidak termakan akting murahannya itu! Pasti sekarang tidak akan seperti ini!
"Atau mungkin sekarang kau merasa grogi dan malu saat berada berdua saja di dalam kamar ini bersama ku ya Honey?" ucap pria itu dengan narsis tingkat dewanya.
"Kau terlalu percaya diri Uchiha! Siapa bilang aku malu saat berada di dekat mu"
"Yang ada saat kita berdua seperti saat ini aku ingin sekali meninju wajah konyol mu itu!" teriak ku yang mulai geram melihat tingkah menyebalkan Uchiha sialan itu.
"Benarkah? Kalau begitu kenapa tadi kau begitu lembut pada ku?"
Sekakmat!
"Ano... tadi... aku... " agrh sialan!
Kenapa aku malah grogi seperti ini?! Hoi Haruno Sakura apa yang terjadi pada mulut mu?!
Sial! Lihatlah senyuman iblis di wajahnya itu!
"Tidak usah malu mengakuinya sayang" oh sudahlah.
"Aku tau kau mencintai ku"
"Apa?! Hei—"
"Iya iya aku mengerti kau pasti malu untuk mengungkapkannya. Tak apa aku akan selalu menunggumu untuk mengucapkannya Honey~"
"Oi—"
"Hooaam baiklah sekarang sudah malam aku mengantuk. Selamat malam sayang"
"Hoi tunggu dulu apa—"
"Apa lagi sayang? Kau ingin tidur berdua dengan ku ya?"
"Hoi apa maksud mu aku tidak—"
"Kalau begitu bisakah mulut mu yang manis itu diam Honey? Aku lelah sekali aku ingin istirahat~" ucap si buntut ayam itu dengan wajah manjanya yang menjijik kan.
Tuhan ku harap kau mencabut nyawa ku saat ini juga. Dari pada aku harus menyaksikan sok polos iblis terkutuk ini tuhan.
"Kalau aku tidak mau bagaimana?"
"Kalau kau masih berisik akan ku cium bibir manis mu itu sampai aku puas" ucap Uchiha sialan itu dengan evil smirknya yang menyebalkan.
Tcih
"..."
"Bagus. Jadi lah anak manis malam ini Honey"
Tih awas kau buntut ayam! Akan ku balas kau
.
End Haruno Sakura a.k.a Haru POV
.
.
.
Siang itu Mansion keluarga Senju terlihat ramai di kunjungi oleh orang-orang berbaju hitam yang datang untuk melayat.
Mereka ingin memberikan penghormatan terakhir mereka untuk CEO Senju gorup yang di kabarkan meninggal tadi malam di perusahaannya.
Yah Senju Tsunade. Wanita itu di temukan sudah tak bernyawa lagi ketika salah seorang OB datang untuk memeriksa ruangannya malam itu.
Dokter yang memeriksa jenazahnya mengatakan bahwa Tsunade meninggal akibat penyakit leukimia yang di deritanya sudah sampai stadium akhir.
Hingga membuat nyawanya tak sempat tertolong.
Diantara banyaknya orang yang datang melayat ke Mansion itu, terlihat pasangan Mikoto dan Fugaku Uchiha datang melayat.
Wajah Mikoto terlihat sembab dan matanya pun bengkak karena sedari tadi tidak berhenti menangisi kepergian sahabatnya.
Ia tak menyangka Tsunade akan pergi secepat ini. Bahkan ia pun tidak tahu jika Tsunade menderita penyakit leukimia yang begitu parah.
Sampai akhirnya nyawanya tak tertolong.
"Kenapa dia tak pernah menceritakan tentang penyakitnya ini pada ku?" tanya Mikoto sedih.
"Dia selalu menyembunyikan semua masalahnya dan selalu bersikap tegar di depan ku. Dia— hiks" tangis Mikoto pun mulai pecah saat mengingat kembali tentang Tsunade.
"Tenang lah semuanya akan baik-baik saja. Mungkin inilah yang terbaik untuk Tsunade" ucap Fugaku menenangkan Mikoto.
"Tapi aku—"
"Kalau kau seperti ini terus Tsunade akan sedih melihat mu. Kau harus kuat Mikoto" ucap Fugaku lembut menyemangati istrinya.
"Dan lagi masih ada seorang lagi yang akan jauh lebih terpukul mendengar kabar ini"
"Sakura" ucap Mikoto sedih teringat akan keponakan kesayangan sahabatnya itu.
Gadis yang pasti akan sangat sangat terpukul mendengar kabar ini.
"Permisi Tuan Nyonya. Polisi menemukan surat ini di ruangan Tsunade-sama saat ia meninggal" ucap kepala pelayan keluarga Senju itu sambil menyerahkan surat itu pada Mikoto.
Mata Mikoto pun semakin panas saat melihat banyaknya bercak darah di kertas itu.
Dan saat Mikoto membaca surat itu, matanya tak lagi sanggup menahan tangis yang mendesak keluar dari matanya.
'Bahkan di saat terakhir pun kau masih memikirkannya Tsunade' batin Mikoto sedih.
"Fugaku-kun mungkin sekarang kita harus mempercepat perjodoh ah bukan kita harus segera menikahkan mereka berdua" ucap Mikoto tiba-tiba saat ia sudah merasa tenang.
"Kenapa terlalu tiba-tiba? Dan lagi belum tentu Sasuke menyetujui semua ini Mikoto"
"Kita tidak bisa menunggu lagi Fugaku-kun"
"Sekarang Tsunade sudah meninggal. Dia sudah menitipkan Sakura pada kita Fugaku-kun"
"Bahkan saat ia tahu bahwa Sasuke mempunyai kelainan pun. Ia tetap menerimanya untuk melindungi keponakan kesayangannya" ucap Mikoto menjelaskan.
"Kita tak punya banyak waktu lagi Fugaku-kun" bujuk Mikoto pada suaminya.
"Baiklah kalau itu memang yang terbaik" ucap Fugaku menyetujui permintaan Mikoto.
Mikoto pun tersenyum mendengar keputusan Fugaku.
"Besok aku akan menjemput mereka dan segera mempersiapkan semuanya" ucap Mikoto senang.
'Kau tak perlu khawatir Tsunade. Karena kami akan selalu menjaganya di sini untuk mu' batin Mikoto sambil tersenyum tulus.
.
.
.
Di lain tempat terlihat seorang pria berhelaian merah tengah berbicara dengan seseorang di ruangan itu.
"Nyonya Tsunade sudah meninggal Tuan" ucap seseorang di ruangan itu pada pria berhelaian merah itu.
"Bagus. Kupikir akan memakan waktu yang lama menunggu wanita tua itu untuk segera mati" ucap pria merah itu senang dengan nada dingin menusuk.
"Lalu kapan dia meninggal?" tanya pria merah itu.
"Tadi malam Nyonya Tsunade di temukan sudah tidak bernyawa lagi di ruangannya Tuan"
"Apa yang menyebabkan wanita itu meninggal?" tanya pria berhelaian merah itu sedikit penasaran.
"Beliau meninggal karena penyakit leukimianya yang sudah mencapai stadium akhir Tuan"
"Bagus sekarang tidak ada lagi orang yang akan mengganggu tujuan ku" ucap pria itu senang.
"Baiklah sekarang kau boleh keluar" ucap pria itu tenang.
"Saya permisi tuan" ucap orang itu sopan sambil membungkukkan diri keluar dari ruangan itu.
'Sebentar lagi kau akan menjadi milik ku Cherry'
.
.
.
.
T*B*C
.
.
Maaf... mina-san atas keterlambatan autor kali ini (_) autor tau kalau autor udah buat kalian nunggu LAMA bgt buat update ni ff.
Yahh begitulah autor kn orangnya emang mut2tan, pemalas dan kagak bisa on time.
Sebenarnya sih udah dari kemaren2 autor pengen publis chapter ini.
Tapi yah berhubung inspirasi autor akhir2 ini ilang2 timbul kayak perabola rusak makanya updatenya LAMA bgt.
And bagi raider yang masih setia ngikuti ni ff makasi banyak ya...(^_^)
makasi ya buat Anna #teman sekelas autor* yg udah setia nungguin ni ff update (^_^V)
.
.
Balasan Review (\^0^/)
.
[Felicia Novreska]
Yah... judul & isi ff ini emang kagak jelas sama kayak autornya #plak
Jadi harap di maklumin aja ya kalau ada ejaan yg salah2 di ff ini (^_^;) *langganan nilai merah.
Makasi ya udah review
.
[Kana]
Tenang aja bentar lagi bakal ketauan kok #evilsmirk
Makasi ya udah review
.
[Haru]
Ho...ho...ho... (^0^) ketauan bgt autor begoknya (=_=;) yahh anggap aja tu matahari pengen ketemu ama Adam Levin di barat makanya dia kemaren terbit di barat wkwkwk #plak abaikan. Dan masalah ejaan yg banyak buanget salah itu harap di maklumin aja ya autor itu orangnya agak rada2 gimana gitu.
Makasi ya udah review
.
[Nana]
Ini udah update
Makasi ya udah review
.
[Uchiru]
Maaf ya mungkin autor ngak bisa update kilat (^_^;)
Makasi ya udah review
R
E
V
I
E
W
Please ;)
