'Hahh~ kenapa paman Kakasih lama sekali?'
'Sekarang hari sudah mulai gelap tapi dia belum datang juga! Dan lagi! Kenapa Panda jadi-jadian itu mengikuti ku terus?!' batin gadis berhelaian merah muda itu kesal.
"Berhenti mengikuti ku!" teriak Sakura ketus pada Gaara yang sedari tadi mengikutinya dari belakang.
"Aku tidak mengikuti mu" balas Gaara cuek sambil terus berjalan beriringan dengan Sakura.
Sakura pun hanya bisa memutar bola matanya jengah melihat tingkah-laku Gaara yang keras kepala itu. Dan dengan tiba-tiba Sakura menghentikan langkahnya tepat di hadapan Gaara.
Jika saja Gaara tadi sedang melamun. Pria itu sekarang pasti akan menabrak Sakura atau mungkin terjatuh karena kaget.
"Apa masalahmu? Kenapa kau tiba-tiba berhenti?" tanya Gaara heran.
"Tchi! Sudah ku bilang berhenti mengikuti ku!" ucap Sakura kesal untuk ke sekian kalinya pada Gaara.
"Sudah ku bilang aku—"
Tin
Tin
Tin
Ucapan Gaara terpotong karena suara klakson mobil yang tiba-tiba berhenti di hadapan mereka. Ah lebih tepatnya di hadapan Sakura.
Dan dari dalam mobil Ascari A10 berwarna putih itu. Keluar seorang pria berhelaian perak dengan masker yang menutupi sebagian wajahnya. Pria itu berjalan menghampiri Sakura dan membungkuk hormat pada gadis itu.
"Kau terlambat paman Kakasih" ucap Sakura sambil tersenyum datar pada pria itu.
"Maaf kan Saya Sakura-sama" ucap pria itu sambil menundukkan kepalanya.
Setelah itu. Pria itu segera membukakan pintu mobil untuk Sakura. Dan mempersilahkan gadis itu untuk masuk.
Namun sebelum gadis itu masuk ke dalam mobil Ascari A10 putih itu. Gaara sudah terlebih dahulu menahan tangan gadis itu.
"Apa?" tanya Sakura lelah pada Gaara.
"Hanya ingin mengucapkan selamat malam. Untuk bunga Sakura ku yang selalu membuat ku tersenyum" ucap Gaara sambil tersenyum lembut pada Sakura.
Deg
'Lagi-lagi. Perasaan apa ini?'
Dan untuk sesaat Sakura pun terdiam mendengar ucapan Gaara.
"Selamat malam Gaara" balas Sakura sambil masuk ke dalam mobil itu.
BLAMB
Bunyi pintu mobil yang tertutup. Dan suara mesin mobil yang berjalan menjauh itu pun menandakan perpisahan mereka untuk hari ini.
.
.
.
.
DISCLAMER
Naruto by Masashasi Kishimoto
.
He is a Girl by Uchiha Lizzy
.
.
WARNING!
.
Typo bertebaran, gaje, OOC, aneh, dan segala keburukan + kekurangan yg ada di ff ini
.
Tidak menerima flame & bacotan kagak penting dari heters yg bisanya Cuma ngebass karya orang doang!
.
.
Bagi yang tidak suka dengan FF ini harap tekan tombol "BACK"
.
.
Happy Reading (\^0^/)
.
.
.
.
Malam itu terlihat Mikoto membantu putra bungsunya membereskan semua pakaiannya dan memasukkannya ke dalam koper hitam besar yang ada di atas kasur itu.
"Apa tidak ada lagi yang tertinggal Sasuke?" tanya Mikoto pada Sasuke.
"Tidak" ucap Sasuke singkat.
Mikoto pun hanya bisa menghembuskan nafasnya lelah mendengar jawaban singkat plus datar dari anak bungsunya itu.
"Oh iya di mana Sakura?" tanya Mikoto heran karena sedari tadi ia tidak bisa menemukan gadis merah muda itu.
"Dia pergi" jawab Sasuke singkat.
"Pergi? Pergi ke mana dia? Kau sudah mencarinya? Bagai mana kalau—"
"Sudah lah Ka-sama. Gadis itu hanya pulang ke Mansionnya" jelas Sasuke menenangkan Mikoto.
"Hahh~ syukurlah. Ku pikir terjadi sesuatu padanya" ucap Mikoto sambil menghembuskan nafasnya lega.
"Dia tidak ingin menikah dengan ku" ucap Sasuke datar.
"Apa?! Apa maksud mu Sasuke?" tanya Mikoto bingung dengan ucapan putra bungsunya itu.
"Gadis itu mengatakan. walaupun itu permintaan terakhir Bibinya. Dia tetap tidak bisa menikah dengan ku" jawab Sasuke.
"Apa?! Tapi kenapa dia tidak mau menikah dengan mu? Aku tahu di antara kalian belum tumbuh perasaan saling mencintai tapi—"
"Dia mencintai laki-laki lain Ka-sama. Dan setelah mengetahui semua ini. Apa kau tetap ingin aku menikah dengan gadis itu eh?" tanya Sasuke dingin memotong ucapan Mikoto.
Mikoto pun hanya bisa tersenyum masam mendengar ucapan Sasuke. Untuk sesaat keheningan menyelimuti ruangan itu.
'Ah jadi dia menyadarinya' batin Mikoto.
"Lalu? Kau tahu siapa laki-laki yang Sakura cintai?" tanya Mikoto sedikit penasaran.
Pertanyaan dari Mikoto. Membuat Sasuke terdiam untuk sesaat.
"Entah lah. Tapi yang jelas gadis itu sama sekali tidak mencintai ku begitu juga dengan ku. Jadi lebih baik Ka-sama segera menghentikan pernikahan bodoh ini" ucap Sasuke cuek.
"Tidak! Kau harus tetap menikahi Sakura"
"Walaupun kau hanya di anggap sebagai anjing penjaga. Kau tetap harus menikah dengannya. Kau tahu kan kalau aku menyuruh mu untuk menikah dengannya hanya untuk melindungi gadis itu?"
"Tidak peduli semua itu hanya sebuah kepura-puraan kau harus tetap bersamanya sampai akhir. Asalkan ada ikatan itu. Masalah cinta atau pun perasaann tidak lagi penting!"
"yang terpenting kau hanya perlu selalu bersamanya dan melindunginya dari orang atau apa pun yang akan mengancam keselamatannya" jelas Mikoto.
"Ah! Dan masalah dia tidak mau menikah dengan mu. Kita akan memakai cara yang sedikit kasar untuk membujuk Oujo-sama yang keras kepala itu agar mau menikah dengan mu. Kau tahu? Kadang sesuatu itu harus sedikit di paksa agar berjalan sesuai rencana" ucap Mikoto sambil tersenyum licik.
"Nanti saat kita sampai di Mansion, aku akan memberi tahukan rencananya pada mu. Untuk saat ini lebih baik kau tidak perlu memikirkannya terlalu serius"
"Dan ingat! Kau hanya perlu selalu berada di sampingnya apa pun yang terjadi. Dan jadi lah anjing penjaga yang baik untuk gadis itu. Kau mengerti kan Sasuke?" tanya Mikoto sambil melirik Sasuke.
"Aku mengerti Oka-sama" balas Sasuke datar.
Mikoto pun hanya membalas ucapan Sasuke dengan seulas senyum. Setelah itu Mikoto segera berjalan keluar dari ruangan itu. Meninggalkan Sasuke yang masih menatap punggung Ibunya yang semakin lama semakin menjauh dengan tatapan yang sulit di artikan.
'Yah aku hanya perlu selalu bersamanya dan melindunginya. Tidak peduli posisi ku di sini hanya sebagai anjing penjaga gadis itu'
'Asalkan Ka-sama senang. Bagi ku semua itu tidak masalah tapi—'
'Kenapa? Kenapa dada ini terasa begitu sakit mengingat kenyataan bahwa gadis itu sama sekali tidak mencintai ku?' batin Sasuke bingung.
Jelas saja dadamu berdenyut perih mengetahui kenyataan itu Sasuke. Karena rasa perih itu berasal dari perasaan cinta mu pada gadis itu.
Hanya karena gadis itu seorang perempuan kau membuat alasan seolah olah kau sangat membencinya. Tapi kenyataannya perasaan itu masih ada. Dan kau masih tetap mencintainya.
Menerima pernikahan ini dengan alasan permintaan Oka-sama mu itu eh? kau benar-benar hebat berpura-pura Sasuke. Membohongi semua orang termasuk diri mu sendiri. Kalau memang kau sangat membenci gadis itu, kau bisa saja kabur dan melarikan diri dari masalah ini.
Seperti halnya dulu kau melarikan diri dari keluarga mu saat mereka mengetahui kelainan pada diri mu. Kau sengaja menjauh dari mereka dan menolak mentah-mentah semua wanita dan gadis-gadis cantik yang di berikan Ayah mu agar kau kembali normal.
Bahkan saat itu. Ibu mu tersayang sampai menangis berusaha untuk membujuk mu untuk meninggalkan dunia itu. Tapi kau hanya diam dan sama sekali tak menghiraukan air mata yang terus mengalir deras dari matanya.
Tapi sekarang.
Kenapa dengan mudahnya kau melakukan permintaan Ibu mu itu eh? Seolah-olah kau memang anak penurut yang selalu melakukan semua permintaan orang tuannya. Asalkan mereka berdua bahagia.
Sebenarnya mana diri mu yang asli Sasuke?
Pria yang mencintai Haruno Sakura dalam diam.
Atau pria yang memiliki nasib sial. Karena terpaksa menikah dengan gadis itu akibat permintaan Ibunya tersayang. Dan selalu berusaha untuk membohongi semua orang termasuk dirimu sendiri mengenai perasaan mu yang sebenarnya.
Sebenarnya manakah diri mu yang asli Uchiha Sasuke?
.
.
.
Pagi itu terlihat Haruno Sakura sedang duduk termenung di atas kasur Quen sizen miliknya.
Setelah selesai membersihkan diri, gadis itu lebih memilih untuk berdiam diri di kamarnya. Gadis itu masih termenung memikirkan semua masalah yang kini menghampirinya secara mendadak. Di mulai dari kematian Bibinya, pernikahannya dengan Sasuke, hingga tentang pria merah itu. Pria merah yang mengetahui nama kecilnya.
Tok
Tok
Tok
"Masuk" ucap Sakura membalas suara ketokan pintu itu.
CLEK
Tak lama kemudian pintu itu pun terbuka. Menampilkan sosok seorang Maid wanita yang terlihat membungkuk sopan pada Sakura. Dan membawa sebuah nampan berisi makanan untuk gadis itu.
"Permisi Sakura-sama, saya membawakan sarapan untuk Anda me—"
"Aku tidak lapar" jawab Sakura singkat memotong perkataan Maid itu.
"Tapi Anda harus makan Sakura-sama. Sejak Anda pulang dari Asrama Anda—"
"Apa selama aku pergi telinga mu sudah mulai tuli Ayame?" tanya Sakura dingin pada Maid bernama Ayame itu.
"Tapi Sakura-sama—"
"Tinggalkan aku sendiri!" ucap Sakura datar.
"Baik. Saya permisi Sakura-sama" ucap Ayame sopan sambil keluar dari ruangan itu.
'Kenapa Sakura-sama sekarang jadi dingin seperti ini? Apa mungkin ini ada hubungannya dengan kematian Tsunade-sama?'
'Kalau memang begitu aku harap Sakura-sama bisa merelakan kepergian Tsunade-sama dan kembali ceria seperti dulu' batin Ayame penuh harap.
BLAMB
Pintu kamar itu pun kembali tertutup. Meninggalkan Sakura yang masih senang tiasa duduk termenung di atas kasur Quin sizenya.
'Kenapa kau pergi terlalu cepat Bibi? Kau tahu? Hidup ini terasa semakin sulit setelah kau pergi' batin Sakura sedih.
CLEK
Pintu kamar itu pun kembali terbuka. Namun kali ini orang yang masuk ke dalam kamar itu adalah seorang pria yang sama sekali tidak memiliki sopan santun. Dengan seenak jidatnya pria itu masuk ke kamar seorang gadis tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Setidaknya di sini kau harus bisa bersikap sopan terhadap ku Uchiha" ucap Sakura datar pada pria itu.
Sementara pria bernama Sasuke itu hanya menatap Sakura singkat tanpa merasa bersalah sedikit pun. Dan dengan cuek pria itu terus berjalan menghampiri Sakura.
Melihat tingkah-laku Sasuke yang menyebalkan itu membuat Sakura semakin gerah. Wanita itu pun menatap Sasuke dengan tatapan membunuh.
"Katakan apa keperluan mu datang kemari?" tanya Sakura dingin.
"Aku datang kemari hanya untuk menjemput calon istri ku" ucap Sasuke tak kalah datar dari Sakura.
"Apa kau sudah mulai pikun eh Tuan Uchiha yang terhormat? Sudah ku bilang aku tidak ingin dan tidak akan pernah menikah dengan mu!" ucap Sakura dingin dengan penekanan di setiap katanya.
"Kau pikir aku mau menikah dengan mu? Kalau bukan karena permintaan Ibuku. Aku juga tidak mau menikah dengan mu" balas Sasuke.
"Lalu? Untuk apa lagi kau datang kemari kalau memang kau tidak ingin menikah dengan ku. Ah! Jangan bilang kalau kau Uchiha Sasuke yang Terhormat takut pada Ibunya eh?" tanya Sakura meremehkan.
"Tidak. Aku hanya terlalu menyayangi Ibu yang cantik sampai aku rela menikah dengan mu. Dan lagi mau tidak mau kali ini kau harus bersedia menikah dengan ku" ucap Sasuke kali ini dengan nada angkuhnya.
"Apa?! Memangnya kau pikir kau itu siapa?! Kenapa aku harus menikah dengan mu hah?! Aku tidak—"
"Perusahaan Bibi mu berhutang pada Uchiha Group. Jadi kau sebagai ahli warisnya harus melunasi semua hutang-hutangnya"
"Tchi! Memangnya berapa banyak Bibi ku berhutang pada Perusahaan mu itu?" tanya Sakura remeh.
"Delapan puluh milyar dolar Amerika" ucap Sasuke singkat.
Mendengar ucapan Sasuke membuat pupil mata Sakura membesar. Bagaimana mungkin Bibinya berhutang sebanyak itu?! Ia tahu Bibinya itu memang terkenal sebagai legenda kalah judi.
Tapi
Bagaimana mungkin seorang Senju Tsunade bisa berhutang sebanyak ini?! Ya tuhan apakah mungkin sebelum meninggal Bibinya mengalami cedera otak hingga tanpa pikir panjang dia mau meminjam uang sebanyak itu pada para Uchiha sialan itu!
'Kenapa kau bisa meminjam uang sebanyak itu pada para Uchiha sialan itu Bibi?!' batin Sakura berteriak kesal.
"Kalau kau tidak bisa membayar semua hutang Bibi mu, semua perusahaan, Mansion ini, dan semua mobil serta vila milik Bibi mu akan kami sita dan menjadi milik Uchiha" ucap Sasuke dingin.
Sakura pun hanya bisa menunduk sambil memegangi kepalanya yang mendadak pusing mendengar ucapan Sasuke.
"Bahkan semua itu belum cukup untuk membayar seluruh Hutang Bibi mu di tambah dengan bunganya"
"Kau! Lintah darat sialan!" teriak Sakura kesal mendengar ucapan Sasuke yang seolah-olah menghinanya.
"Kenapa kau marah pada ku? Salahkan sendiri Bibi mu yang meminjam uang pada perusahaan lintah darah ini" ucap Sasuke dengan evil smirknya.
"Kau!"
"Tapi kau tenang saja, semua itu tidak akan terjadi kalau kau menikah dengan ku. Kau tahu Ibu ku sangat menyukai mu. Kalau kau menjadi menantu keluarga Uchiha. Semua hutang Bibi mu akan di hapus" ucap Sasuke.
Untuk beberapa saat Sakura hanya bisa terdiam mendengar penawaran Sasuke.
'Menikah dengan pria itu?'
"Kau tahu apa pun yang di katakan Ibu ku adalah prioritas utama bagi Fugaku Uchiha. Bahkan jika yang keluar dari mulut Ibuku adalah suatu hal yang tidak mungkin. Ayah ku akan tetap mencoba membuat itu menjadi mungkin"
"Apalagi menghapus semua hutang Bibi mu. Itu bukan perkara sulit bagi Ibu ku" ucap Sasuke degan nada angkuh khas Uchihanya.
"Tchi! Tidak masalah kalau kalian mengambil semuanya. Bahkan, jika aku hanya membawa pakaian ku saat keluar dari Mansion ini pun aku tidak peduli" ucap Sakura tak kalah angkuhnya.
Untuk beberapa saat Sasuke pun terdiam.
'Tchi! Dasar kepala batu'
"Baiklah tidak masalah jika itu keinginan mu. Tapi ingat, tidak ada apa pun yang akan kau bawa saat keluar dari Mansion ini. Bahkan selembar foto pun tidak boleh. Karena sekarang semua itu sudah menjadi milik ku"
"Terserah aku tidak peduli" balas Sakura acuh.
"Baiklah kalau begitu. Aku akan membakar semuanya"
"Bakar sa— apa kau bilang?!" teriak Sakura terkejut mendengar ucapan Sasuke.
"Kau tidak akan mungkin melakukan semua itu! Kau... kau pasti hanya bercanda kan?! Iya kan?! Kau pasti hanya mengertak ku!" ucap Sakura tidak percaya.
"Dan sayangnya aku tidak akan terpengaruh dengan gertakan bodoh mu itu Uchiha!"
"Siapa bilang aku bercanda. Kau tahu? Semua yang keluar dari mulut ku adalah kenyataan. Kalau kau mau aku akan membukti kannya padamu" ucap Sasuke sambil berjalan mengambil semua bingkai foto Sakura yang ada di kamar itu. Termasuk foto Tsunade dan kedua orang tuanya.
"Apa yang kau lakukan?!" teriak Sakura berang melihat Sasuke yang seenaknya menggeledah kamarnya.
BRAK
Setelah mengumpulkan semua barang-barang yang ia butuh kan, Sasuke pun menghempaskan semuanya ke lantai dan menyiramnya dengan minyak tanah yang sebelumnya sudah ia minta pada Ayame jaga-jaga kalau gadis keras kepala berwarna pink itu tidak mau menerima tawarannya.
"Kau!" ucap Sakura tidak percaya melihat apa yang Sasuke lakukan pada barang-barang itu. Barang yang berisi semua kenangan bersama Bibinya bahkan juga termasuk kedua orang tuanya. Di lempar dengan kasar oleh pria itu ke lantai dan menyiramnya dengan minyak tanah.
"Jangan! Kau tidak boleh membakarnya!" teriak Sakura marah sambil berusaha merebut semua barang-barang itu dari tangan Sasuke. Namun sayang karena kekuatan Sasuke yang jauh di atasnya. Membuat Sakura hanya bisa gigit jari melihat apa yang akan pria itu lakukan selanjutnya.
Sasuke lalu mengeluarkan korek api dari dalam sakunya dan menghidupkan korek itu di depan Sakura.
"Kau lihat apa yang sebentar lagi akan terjadi jika korek ini sedikit saja menyentuh—"
"Tidak! Jagaan! Berhenti aku mohon jangan bakar!" teriak Sakura histeris dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.
"Kenapa aku tidak boleh membakarnya? Kau tahu kan semua barang yang ada di Mansion ini sudah men—"
"Baik! Baik aku akan melakukannya. Aku akan menikah denganmu kau puas! Asalkan kau berjanji tidak akan pernah menyentuh barang-barang itu!" teriak Sakura dengan air mata yang sudah mulai bercucuran.
"Kau tahu seharusnya kau mengatakan hal ini dari awal" dengus Sasuke.
Sakura sama sekali tidak mengacuhkan ucapan pria itu. Bahkan kini gadis merah muda itu sibuk memunguti kembali barang-barangnya yang tadi di ambil oleh Sasuke. Walaupun kini air mata membanjiri pipi putihnya. Ia tetap tidak peduli.
Sasuke pun hanya diam menatap Sakura. Tanpa berminat untuk membantu gadis itu memunguti kembali barang-barangnya yang tadi sempat ingin ia bakar.
"Aku akan menunggu mu di bawah, sebentar lagi kita akan berangkat" ucap Sasuke sambil berjalan keluar dari kamar itu.
Meninggalkan Sakura sendirian dengan kesedihan dan rasa sakit yang kini memenuhi rongga hatinya.
BLAMB
Pintu pun tertutup meninggalkan Sakura yang masih sibuk membereskan barang-barangnya seolah-olah tidak terjadi apa pun.
Namun air mata itu masih senantiasa mengalir di kedua belah pipi putihnya yang sudah memerah akibat menangis. Menangisi takdir yang begitu kejam padanya, hingga membuat semua kesialan ini menghampirinya.
'Dasar cengeng! Kenapa kau mudah sekali menangis?! Kenapa kau mudah sekali tersentuh?! Perasaan sensitif menyebalkan ini sama sekali tidak di butuh kan di dunia yang kejam ini!'
'Kau benar-benar bodoh Haruno Sakura!' batin Sakura berteriak.
"Hiks... hiks... hiks..." sakura tak mampu lagi menahan isak tangisnya. Suara isak tangis gadis itu pun memenuhi seluruh isi kamar itu.
Menangis
Hanya itulah yang bisa gadis merah muda itu lakukan saat ini. Melawan pun bercuma, ia tidak akan bisa melawan semua ini karena saat ini ia hannyalah gadis sebatang kara yang hidup sendirian di dunia ini.
Bahkan mungkin ia akan hidup menggelandang di jalanan jika ia tidak menerima penawaran dari Sasuke. Sebenarnya hidup menggelandang di jalan pun bukan masalah besar baginya.
Tapi
Iblis laknat bernama Uchiha Sasuke itu seenaknya mengancamnya dengan semua barang-barang yang berkaitan dengan Tsunade juga kedua orang tuanya. Dan dengan mudahnya Iblis itu mengancam akan membakar semua barang-barang itu tepat di hadapannya!
Memangnya ancaman apa lagi yang sanggup membuat gadis keras kepala berhelaian merah muda itu mau menerima penawaran Iblis laknat itu selain ini?
Ancaman yang kejam untuk seorang gadis yang baru kehilangan satu-satunya keluarganya di dunia ini.
Uchiha memang memiliki hati yang dingin sedingin es. Bahkan mereka rela melakukan cara apa pun asal kan keinginan mereka bisa terwujud.
Walaupun itu harus menyakiti hati orang yang mungkin mereka cintai mereka sama sekali tidak peduli. Asalkan orang yang mereka cintai terikat selamanya bersama mereka. Maka ada atau tidaknya cinta dalam hubungan itu bukan masalah untuk mereka.
Dan walaupun gadis itu menangis dan memohon pada mu untuk melepaskannya. Kau tetap tidak akan peduli. Karena sekali kau menginginkannya, kau tidak akan pernah melepasnya. Benar kan Sasuke?
.
.
.
Matahari di langit Konoha mulai meninggi. Siang itu terlihat pria ber iris Hazel sedang sibuk berbicara dengan seorang pria yang memakai kaca mata bulat itu di dalam mobil... yang ada di area parkir KBHS itu.
Pria bernama lengkap Akasuna Sasori itu sepertinya sedang berbicara serius dan sangat rahasia dengan pria berkaca mata bulat itu. Sehingga mereka memilih untuk berbicara di dalam mobil agar tidak ada seorang pun yang bisa mendengar dan mengganggu pembicaraan mereka.
"Ini semua data yang Anda minta tentang pria itu Sasori-sama" ucap pria itu sambil menyerahkan beberapa file pada Sasori.
Sasori pun hanya menatap datar tumpukan kertas-kertas yang mungkin berisi informasi penting yang saat ini sedang ia cari.
"Bagus. Seperti biasa kau selalu bekerja cepat Kabuto" ucap Sasori sedikit memuji pelayannya yang bernama Kabuto itu.
"Terima kasih atas pujian Anda Sasori-sama" ucap Kabuto sambil membungkuk kan kepalanya hormat.
"Apa kau sudah meringkas semua isi file ini? Kau tahu kan aku tidak tertarik membaca sesuatu yang tidak berguna dan bertele-tele" ucap Sasori datar.
"Saya sudah meringkas seluruh isi file itu Sasori-sama. Karena kali ini data orang yang Anda minta pada saya adalah data orang yang cukup terkenal di dunia hitam. Makanya datanya bisa mencapai dua file seperti itu Sasori-sama" jelas Kabuto.
"Dunia hitam eh?" gumam Sasori remeh.
"Di dalam file itu juga mencangkup semua daftar kejahatan yang pernah dia lakukan. Termasuk latar belakang keluarga dan riwayat hidupnya" jelas Kabuto.
"Hn menarik. Baiklah kalau begitu kau boleh pergi sekarang"
"Ah! Dan pastikan tidak ada satu orang pun yang mengetahui kedatangan mu kemari. Kau mengerti itu Kabuto?" tanya Sasori.
"Saya mengerti Sasori-sama. Kalau begitu saya permisi" ucap Kabuto sambil membuka pintu mobil dan keluar dari mobil itu.
BLAMB
Bunyi pintu mobil yang tertutup. Meninggalkan Sasori yang masih berada di dalam mobil itu. Dan mulai membaca sekilas beberapa kalimat yang ada di file itu.
Mata Hazel Sasori tak henti-hentinya bergerak membaca setiap deret kalimat yang ada di dalam file itu. Bahkan walaupun saat ini masih jam sekolah ia sama sekali tidak peduli. Karena pria itu terlalu sibuk mengurusi urusannya saat ini.
"Wah ternyata ada seorang dari lembah hitam yang mencoba ingin menantang ku dalam hal ini" gumam Sasori datar.
'Menyedihkan sekali. Bahkan apa pun yang kau lakukan tidak akan bisa membuat mu bersatu degan gadis itu. Bahkan jika kau melumuri tangan dan seluruh tubuh mu itu dengan darah kau tetap tidak akan bisa bersamanya. Dan Tuhan pun tidak akan pernah merestui ini' batin Sasori datar.
"Baiklah. Sepertinya ini tidak akab terlalu sulit" ucap Sasori dengan seringai liciknya.
Setelah selesai membaca separuh dari isi file itu. Sasori pun mengeluarkan ponselnya dan mencari kontak seseorang di sana. Setelah menemukannya, pria itu pun segera menekan tombol berwarna hijau pada ponselnya.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya seseorang di seberang sana mengangkat panggilannya.
"..."
"Hn aku ingin kau mengurus kepindahan ku ke KSHS" ucap Sasori santai pada seseorang di seberang sana.
"..."
"Tidak aku hanya sedang mengikuti seseorang. Jadi aku inggin kau bisa mengurusnya secepat mungkin!"
"..."
"Apa?! Kenapa harus selama itu?!" teriak Sasori sedikit emosi mendengar ucapan seseorang yang ada di seberang telepon sana.
"..."
"Tchi! Baiklah kali ini aku akan bersabar" ucap Sasori tak rela.
"Tapi kau harus melakukannya sebaik mungkin. Ah! Dan ingat aku tidak menerima kesalahan apa pun dari mu! Ingat itu!" ancam Sasori.
"..."
"Hn" gumam Sasori singkat. Setelah itu Sasori segera mematikan ponselnya dan keluar dari mobil itu.
'Tidak apa. Sekarang aku mundur selangkah. Karena sebentar lagi aku lah yang akan memenangkannya' batin Sasori sambil tersenyum licik.
"Oi! Sasori!" teriak seorang pria berhelaian pirang sambil berlari menghampiri Sasori.
"Ada apa Naruto?" tanya Sasori ramah (?) pada pria itu.
"Kau tahu? Ternyata Haru itu adalah seorang GADIS!" teriak pria bernama Uzumaki Naruto itu histeris.
"Eh? Benarkah?" ucap Sasori pura-pura terkejut (?)
"Iya itu benar! Dan kau tahu? Sekarang gadis itu sudah keluar dari sekolah ini! Dan yang lebih parahnya lagi si Baka Teme itu juga ikut pindah! Dasar Teme Berengsek! Seenaknya saja dia pindah tanpa mengatakan sepatah kata pun pada ku!"
"Bahkan yang lebih parahnya lagi! Bajingan sialan itu seenaknya saja meninggalkan ku di lembah neraka ini sendirian! Kau tahu tidak ada satu pun makhluk bernama perempuan di tempat laknat ini selain di majalah Hentai ku!" teriak Naruto semakin histeris.
"Dasar Teme sialan! Jangan-jangan dia tahu kalau Haru-chan itu seorang GADIS! Dan selama beberapa bulan ini pria itu memanfaatkan kelemahan Haru-chan agar bisa menindasnya" ucap Naruto semakin ngawur.
"Kasihan sekali kau Haru-chan selama ini kau selalu di siksa oleh iblis jahanam itu! Kau tenang saja Haru-chan aku akan menyusul si Teme berengsek itu dan menghajarnya!" teriak Naruto dengan semangat 45nya berlari menuju ke arah mata hari tenggelam. Meninggalkan Sasori yang hanya bengong menatap tingkah konyol makhluk kuning itu.
Kasihan sekali kau Naruto. Otak mu yang konslet itu dari tahun ke tahun sama sekali tidak mengalami peningkatan.
'Dasar anak aneh' batin Sasori sambil berjalan pergi meninggalkan tempat itu.
.
.
.
Tap
Tap
Tap
Bunyi langkah kaki Sakura yang menuruni anak tangga itu menggema di seluruh Mansion besar yang sepi itu. Dan di ujung anak tangga. Terlihat seorang pria bertubuh tinggi tegap dengan wajah tampannya yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan gadis musim semi itu.
"Tchi! Perempuan itu memang benar-benar merepotkan" sindir pria tampan bernama Sasuke itu ketus.
Sakura pun hanya diam dan sama sekali tak mengacuhkan sindiran Sasuke. Gadis itu dengan santainya terus berjalan seolah-olah di sana tidak ada siapa pun selain dirinya.
"Selain merepotkan ternyata kau juga tuli eh Oujo-sama?" sindir Sasuke sinis.
Dan sama seperti sebelumnya. Tidak ada sepatah kata pun balasan yang keluar dari bibir tipis itu.
"Apa kau hanya membawa badan mu itu ke tempat ku eh? Di mana barang-barang mu?" tanya Sasuke. Melihat tak ada satu pun barang bawaan yang di bawa gadis itu. Selain baju yang kini ia kenakan.
"Untuk apa aku harus membawa pakaian dan barang-barang ku ke Mansion mu? Kalau sebentar lagi aku akan menjadi menantu keluarga Uchiha"
"Kau tahu kan aku bisa membeli apa pun bahkan Departemen store terbesar di jepang kalau aku menjadi istri mu Uchiha-san" jawab Sakura dingin.
"Hn terserah" balas Sasuke acuh.
Pria itu pun berjalan mengikuti Sakura untuk segera keluar dari Mansion itu.
"Sakura-sama!" teriak seorang Maid perempuan bernama Ayame itu sambil berlari menghampiri Sakura.
"Apa benar Anda tidak akan tinggal di Mansion ini lagi Sakura-sama?" ucap Ayame dengan nafas yang tersengal-sengal karena tadi ia berlari.
"Hn" ucap atau lebih tepatnya gumam Sakura singkat.
"Kenapa Anda pergi Sakura-sama? Lalu kapan Anda akan kembali lagi ke Mansion ini?" tanya Ayame lagi dengan nada khawatir yang semakin kentara dalam setiap kalimatnya.
"Kalau suami ku nanti sudah mati. Aku akan kembali ke Mansion ini" ucap Sakura dingin.
Mendengar ucapan Sakura yang secara tidak langsung menyumpahinya untuk segera cepat mati. Membuat Sasuke geram dan marah pada gadis itu. Sasuke pun menatap gadis itu dingin dengan tatapan membunuhnya.
'Dan sayangnya aku tidak akan mati dengan mudah sayang' batin Sasuke penuh penekanan.
Marah? Tentusaja! Memangnya kalian pikir pria mana yang tidak akan marah? Jika calon istri mu seenaknya menyumpahi mu agar cepat mati tepat di depan wajah mu! Dan karena pikiran Uchiha yang satu ini masih waras. Sasuke pun mencoba untuk menahan amarahnya atas ucapan kurang ajar calon istrinya itu.
Ayame pun hanya bisa tersenyum canggung saat merasakan atmosfer di sekitar mereka mendadak berubah.
"Aku harap Anda baik-baik saja di luar sana Sakura-sama. Aku, pelayan yang lain, dan rumah ini akan selalu menunggu Anda kembali ke Mansion ini Sakura-sama" ucap Ayame sambil tersenyum pada Sakura.
"Terimakasih Ayame" ucap Sakura singkat.
Setelah itu. Gadis merah muda itu segera berjalan keluar dari ruangan itu dengan Sasuke yang berjalan di sampingnya. Meninggalkan Mansion mewah itu dengan segala kenangan indah yang ada di dalamnya.
Kenangan bersama Bibi dan kedua orang tuanya. Kenangan yang tidak akan mungkin pernah ia lupakan untuk selamanya.
Namun untuk saat ini.
Hanya untuk saat ini. Sakura akan meninggalkannya untuk sementara. Meninggalkan semua kenangan indah itu, untuk menghadapi kenyataan yang saat ini sedang mengujinya.
Kenyataan pahit yang mungkin akan memiliki akhir yang manis.
Atau mungkin sebaliknya.
.
.
.
.
T*B*C
Autor minta maaf yaa kalau autor update nya telat yaah mau gimana lagi... emak autor mogok kagak mau bayar wifi -_-; akhirnya autor terpaksa ngumpulin duit jajan autor buat beli PAKET yg mirisnya lagi tu paket 1 MINGGU abisnya 1 HARI T_T kebangetan banget kan?!
Oke lah kita akhiri aja bacotan kagak penting dari autor yg rada2 chantik ini #Plak
Makasi ya buat raiders yg setia baca dan ngasih reviw ff ini _
Dan buat sahabat autor si dedeq yg kagak sadar umur -_-; yg udah rela baca ni ff dari awal sampai chp 7 ini dalam keterpaksaan #evilsmirk
Balasan REVIW chapter: 7
.
[ Hanazono yuri ]
.
Iya ini udah lanjutt kok
Makasih ya udah rivew ;)
.
[ FiaaATiasrizqi ]
Loh kok keberatan?! Emangnya autor salah apah?! #plak *abaikan.
Kamu tenang aja sasusaku bakalan dapat ending yg bahagia kok... kamu jangan bosan2 + keberatan lagi ya baca ff ini ^^
Makasih ya udah review ;)
.
[ Zerachan ]
Makasi ya _ ini udah lanjutt kok...
Makasih ya udah reviw ;)
.
[ Hyemi761 ]
Tau tuh si sasu -_-; katanya benci tapi tetap aja di kejar #plak
Gaara kakaknya Saku? Hohoho... tunggu jawabannya di chap berikutnya ya ^
Makasih ya udah reviw ;)
.
[ login yuk ]
Iyaa sama-sama ^^
Makasih ya udah reviw ;)
.
[ Dianarndraha ]
Autor: sas lo udah sadar belom? #nyenggol bahu sasuke
Sasu: tau ah gelap #plak *abaikan
Iyaa dia itu sebenarnya sih emang ada rasa sama saku. Tapi kamu tau sendiri kan sasu itu king of Tsundre -_-; jadi jangan harap dia mau ngungkapin perasaannya dengan mudah di ff ini #evilsmirk
.
[ ]
Menonton ya? Sama bgt kayak hidup autor yg menonton dan selalu ngebosenin T^T #plak *abaikan
Iyaa kamu tenang aja bentar lagi autor bakal bedah tu kepala merahnya Saso(?) biar kita sama2 tau isi kepalanya. Selain otak ama darah wkwkwk #plak
Makasih ya udah reviw ;)
.
[ Luca Marvell ]
Iyaa mereka bakalan sekolah di tempat yang sama. Kalau kagak satu sekolahan entar gaasasusaso bakalan ngambek + nyeburin autor yg keceh ini ke got T^T #plak
Makasih ya udah review ;)
.
[ Beby ]
Bukan mantan kok ayo tebak apa hubungan mereka sebenarnya ho..ho..ho #plak
Siapa gaara bakal terungkap kok di chp2 berikutnya ^^;. Iyaa ini udah lanjutt kok ^^
Makasih ya udah reviw ;)
.
[ SSF ]
A: Oi gaara dari tadi lu di tanyain mulu -_-; emangnya lo itu siapa sih? Tiba2 nongol di ff gw kayak panda nyasar lu #plak
G: Apaan sih lu torr. Biarpun lu kata gw panda nyasar gw tetap handsome.. makanya gw dari tadi di tanyain mulu. Bilang aja lu sirik kan ama gw
A: Huweek #muntah pelangi
.
Sabar. Tunggu aja di chp2 berikutnya bakalan terungkap kok sipa gaara itu sebenarnya. Kalau di tanya langsung sama orangnya autor bisa mati gara2 kebanyakan muntah(?) belagu bgt sih -_-; jadi sabar aja yaa. Ntar bakalan autor paksa pakai cara kekerasan klau tu panda narsis kagak mau ngaku #evilsmirk
Makasih ya udah reviw ;)
.
[ Rizka scorpiogirl ]
Tau tuh saku -_- autor aja yg udah bertahun-tahun nunggu mukjijat biar senasip sama kayak dia kagak pernah ke sampaian T^T #jones #plak *abaikan
Makasih ya udah reviw ;)
.
[ Cherryhamtaro ]
Makasi yaa ^^ ini udah update kok
Makasih ya udah reviw ;)
.
[ Azure Shine ]
Iyaa sama-sama ^^. Autor ngasih red M buat ff ini karena mungkin di chp2 terakhir bakalan anda agnst T^T
Entahlah... mungkin saso udah agak suka ama cewek melihat betapa manis, imut, dan cantiknya saku wkwkwk #plak
Makasih ya udah reviw ;)
.
[ Peebichan ]
Tau tuh si Gaara di tanyain kagak mau ngaku (-_-;) tunggu aja ya di chp2 berikutnya sampai dia mau ngaku sendiri wkwkwk ^^.
Ngaaak! Sasu kagak bakalan jadi GAY! Selagi autor yg keceh ini masih idup he...he.. #Plak
Makasih ya udah review;)
.
[ Mugiwara ]
Hubungan khusus ya? Hmmm mungkin ada. Trus mereka itu emang udah saling kenal kok... kalau kamu masih penasaran tunggu aja chp selanjutt nya (^0^)
Makasih ya udah review ;)
.
[ chika kyuchan ]
Saaama! Autor jugak pengen kayak saku (T^T)
Makasih ya udah review ;)
.
.
.
R
E
V
I
E
W
Please (_)
