Di dalam mobil Rolls Royce Phantom itu terlihat seorang gadis berhelaian merah muda, tenggah ter tidur lelap di sebelah pria berhelaian Raven itu. Sementara pria Raven itu hanya menatap wajah tertidur gadis itu dengan tatapan datar yang sulit di artikan.
Drt
Drt
Drt
Tak lama kemudian ponsel milik pria itu bergetar di saku celananya. Menyadarkan pria bernama Sasuke itu dari aksinya yang sedari tadi menatap wajah tidur Sakura.
Sasuke pun mengangkat panggilan dari ponsel itu setelah melihat nama seseorang yang tenggah meneleponnya.
"Ya Ka-sama" ucap Sasuke pertama kali saat mengangkat panggilan itu.
"..."
"Hn aku sudah berhasil membawa menantu kesayangan mu pulang. Dan sebentar lagi kami akan sampai di Mansion" ucap Sasuke sambil menyeringai menatap Sakura.
"..."
"Hn baiklah. Sampai jumpa nanti Oka-sama" ucap Sasuke mengakhiri percakapan itu.
Dan setelah itu, Sasuke melirik gadis merah muda itu untuk sesaat sebelum bibirnya bergerak menggumamkan sesuatu.
"Selamat datang di keluarga Uchiha. Haruno Sakura" gumam Sasuke datar.
.
.
.
.
DISCELAMER
.
Naruto by Masashasi Kishimoto
.
He is a Girl by Uchiha Lizzy
.
.
WARNING!
.
Typo bertebaran, OOC, gaje, aneh bin ajaib, dan segala kekurangan yang ada di FF ini.
.
Don't Bass
.
Don't like
.
.
Happy Reading (\^0^/)
.
.
.
.
Mobil Rolls Royce Phantom itu terlihat berhenti tepat di halaman depan Mansion Uchiha. Setelah tadi mobil Rolls Royce Phantom itu di izinkan masuk oleh satpam yang menjaga gerbang utama Mansion mewah itu.
Dan dari dalam mobil Rolls Royce Phantom itu. Keluar sosok pria Raven, yang tengah mengendong seorang gadis berhelaian merah muda yang tertidur lelap dalam pelukannya. Gadis merah muda itu terlihat begitu nyaman dalam gendongan pria itu.
Tapi. Lelapnya tidur gadis itu saat ini, mungkin ada hubungannya dengan apa yang dia alami sebelum datang ke Mansion itu. Semua itu terlihat jelas dari wajah lelahnya dan juga matanya yang terlihat membengkak seperti habis menangis.
"Ya ampun! Apa yang terjadi pada menantuku Sasuke?!" tanya wanita bernama Mikoto itu kahwatir bercampur panik pada Sasuke. Dan dengan tergesa Mikoto berjalan mendekati dua orang itu.
"Dia hanya tertidur karena kelelahan Ka-sama. Kau tidak perlu khawatir" jelas Sasuke menenangkan Ibunya.
"Tidak perlu kahwatir kata mu?! Bagai mana mungkin aku tidak khawatir melihat calon menantu ku pulang dengan keadaan seperti ini! Dan lagi Kelelahan kenapa? Apa maksud mu Saduke?! Memangnya apa yang—"
"Dia hanya terlalu banyak menangis hingga akhirnya dia kelelahan dan tertidur" jelas Sasuke.
"Hahhh~ syukurlah Ka-sama pikir terjadi sesuatu yang buruk pada Sakura. Eh! Tapi kenapa Sakura menangis? Apa kau melaku—" ucap Mikoto lega.
"Aku hanya mengatakan dan melakukan apa yang Ka-sama perintah kan pada ku semalam" jelas Sasuke sambil memutar bola matanya bosan.
"Eh bagaimana mungkin Sakura bisa menangis hanya karena hal itu? Kau pasti mengatakan hal yang kejam pada Saki ku ya Sasuke? Kau itu kan bermulut pedas! Pasti—"
"Ka-sama. Daripada kau berbicara hal yang tidak penting. Lebih baik kita bawa gadis ini ke kamarnya" ucap Sasuke lelah memotong perkataan Mikoto.
"Baiklah, ayo bawa Sakura ke dalam. Ka-sama sudah menyiapkan kamar untuknya" ucap Mikoto sambil menuntun Sasuke menuju kamar baru Sakura sambil tersenyum senang. Hingga ia melupakan ke khawatirannya tadi seperti tak terjadi apa pun.
Dasar emak-emak labil! tadi marah-marah eh! Sekarang malah senyam senyum kayak orang gila #plak *abaikan.
Setelah melewati beberapa anak tangga. Akhirnya mereka sampai di lantai dua, tempat di mana kamar baru Sakura berada.
CLEK
Mikoto pun membuka pintu kamar itu. Saat pintu kamar itu terbuka, nuansa feminim langsung terasa dalam kamar itu. Mikoto pun dengan cepat langsung menyuruh Sasuke untuk membaringkan Sakura di atas tempat tidur yang ada di kamar itu.
"Lihat dirinya. Dia kelihatan begitu lelah. Tapi walaupun begitu dia tetap terlihat manis. Apa menurut mu aku sudah keterlaluan melakukan semua ini padanya Sasuke?" tanya Mikoto sendu sambil membelai rambut halus Sakura.
Sasuke hanya diam mendengar pertanyaan Ibunya tanpa ada niat untuk memberikan jawaban. Ia tahu bahwa selama ini Mikoto sangat menginginkan anak perempuan. Tak heran dia begitu perhatian dan sangat menyayangi Sakura. Bahkan ia yakin bahwa kamar bernuansa pink ini adalah hasil rancangan Mikoto sendiri.
"Aku harap kau bisa tinggal selamanya di sini bersama ku Saki. Jangan pernah tinggalkan aku, karena sekarang kau adalah anak perempuan ku sayang" ucap Mikoto lembut. Sambil mencium jidat lebar Sakura.
"Ayo kita pergi Sasuke. Biarkan Sakura istirahat" ajak Mikoto pada Sasuke untuk segera keluar dari kamar itu.
"Hn" balas Sasuke singkat.
Setelah itu. Sasuke pun mengikuti Mikoto dari belakang untuk keluar dari kamar itu. Namun, sebelum ia benar-benar pergi. Sasuke menatap Sakura yang sedang terbaring di atas ranjang itu dengan tatapan yang sulit di artikan.
'Cepat lah sadar Haruno Sakura. Dan beritahu aku perasaan kenapa dada ini selalu berdebar setiap kali aku berada di dekat mu' batin Sasuke sebelum benar-benar pergi meninggalkan kamar itu.
BLAMB
Pintu kamar itu pun tertutup. Meninggalkan Sakura yang masih tertidur dengan lelapnya di ranjang itu.
Mengabaikan semua masalah yang akhir-akhir ini membuat kepalanya pusing. Bahkan setelah semua masalah dan kesialan ini terjadi. Hadis itu masih berharap bahwa semua ini hanya lah mimpi. Mimpi buruk yang akan menghilang saat nanti gadis itu terbanggun dari tidurnya.
Kau sungguh gadis yang sangat keras kepala Haruno Sakura. Kenapa kau tidak mau mencoba untuk menjalani semua ini dengan ikhlas tanpa perlu terus melawan dan menyangkal takdir yang kini sedang menguji mu?
Bukankah apa yang di katakan Bibi mu itu benar Sakura. Bahwa awal yang buruk itu terkadang memiliki akhir yang baik.
Jadi kau jangan terlalu cepat mengelak dan menyangkal semua ini jika kau belum pernah merasakan dan melihat akhirnya. Karena Bibi yang sangat menyayangi mu tidak akan mungkin membuat keponakan kesayanggannya selalu bersedih dan menderita atas pilihannya.
Bahkan sebelum ajal datang menjemputnya. Dia tetap memikirkan nasib, masa depan, serta kebahagiaan mu. Dan apakah semua itu belum cukup untuk meluluhkan hati mu Sakura?
Cobalah buka pintu hati mu itu sedikit untuk menjalani takdir ini
Karena seberapa lebat pun hujan dan badai yang terus mendera kehidupan mu. Pasti pada akhirnya hujan dan badai itu akan berhenti. Dan pada akhirnya akan muncul pelangi yang begitu indah dan cantik jika kau mau sabar menghadapi ini semua.
.
.
.
Dan di lain tempat di kota Konoha itu. Terlihat seorang pria berhelaian merah dengan lingkaran hitam di matanya sedang berbicara serius dengan dua orang pria di Cafe itu. Posisi mereka duduk saat ini tepat di sebuah ruangan khusus di Cafe itu yang sebelumnya sudah di sewa oleh salah seorang dari dua pria itu.
"Kau tahu Gaara. Transaksi kali ini cukup rumit jadi kami ingin kau ikut serta dalam transaksi kali ini" ucap salah satu pria itu pada Gaara.
"Itu benar. Kalau kau yang melakukan transaksi kali ini. Aku yakin semuanya akan berjalan lancar. Dan komisi yang kau dapat kan nantinya akan sebanding dengan usaha mu kali ini" ucap pria lainnya ikut menimpali.
Gaara pun terdiam sejenak mendengar ucapan dua pria itu.
"Kalian tahu kan aku sudah mengambil cuti untuk sementara. Kali ini aku sudah cukup sibuk untuk membantu kalian. Dan masalah transaksi kali ini tidak ada hubungannya dengan ku" balas Gaara.
"Tapi ini perintah langsung dari Danzo-sama. Dia ingin kau yang mengurus transaksi kali ini"
"Tchi! Bahkan di tempat seperti ini pun kalian masih memakai embel-embel sama di belakang nama bajingan itu eh?" dengus Gaara kesal.
"Terserah apa yang kau katakan. Tapi yang jelas untuk transaksi kali ini kau yang akan mengurusnya. Dan ingat barang kali ini barang penting. Jangan sampai kau membuat kesalahan sekecil apa pun kali ini" ucap salah satu pria itu memperingati.
"Kalau aku membuat kesalahan bagaimana?" tanya Gaara remeh sebelum dua orang itu pergi.
"Maka kepala mu dan gadis itu lah yang akan menjadi bayarannya" balas pria itu dengan senyuman kemenangan di wajahnya.
Mendengar ucapan pria itu membuat pupil mata Gaara membulat.
"Kau! Dari mana kalian tahu tentang gadis itu hah?!" tanya Gaara yang mulai emosi.
"Selama kau masih menjadi tangan kanan Danzo-sama. Bukan hal yang sulit bagi kami mengetahui tentang seluk beluk kehidupan mu itu" jelas pria itu remeh.
"Berani kalian menyentuh sehelai rambut gadis itu. Nyawa kalian lah yang akan menjadi taruhannya"
"Termasuk si tua bangka Danzo itu!" ucap Gaara penuh penekanan di setiap kalimatnya.
"Kalau begitu lakukanlah tugas mu dengan baik. Agar kami tidak menyakiti gadis manis—
BUGH
Sebelum pria itu berhasil menyelesaikan ucapannya. Gaara sudah terlebih dahulu meninju pelipis pria itu hingga mengeluarkan darah. Sementara pria yang satu lagi hanya berdiri terdiam melihat Gaara yang sedang marah. Pria merah itu terlihat seribu kali lebih menakutkan dari pada iblis yang sedang mengamuk.
"Dengar! Ini peringatan terakhir dari ku. Jangan pernah kalian menyentuh bahkan mengancam ku dengan membawa-bawa nama gadis itu! Kalau sampai kau mengulangi kesalahan ini sekali lagi. Kau akan tahu akibatnya" ancam Gaara sambil menarik kerah baju pria itu.
"Ba- baik ka- kami tidak akan membawa gadis itu dalam masalah ini" ucap pria itu terbata-bata karena ketakutan.
"Bagus. Dan peringatan ini juga berlaku untuk si tua bangka itu!" ucap Gaara sambil melepas cengkeramannya pada kerah baju pria itu.
"Ba- baik kami akan menyampaikannya pada Danzo-sama" ucap pria yang tadi sempat berdiri ketakutan itu sambil menolong kawannya untuk berdiri.
Setelah itu. Dua orang itu segera bergegas pergi dari ruangan itu. Meninggalkan Gaara sendirian di dalam ruangan itu.
Drt
Drt
Drt
Ponsel di saku celana Gaara bergetar. Dan tanpa pikir panjang Gaara langsung mengangkat ponsel itu setelah melihat nama seseorang yang meneleponnya. Di layar ponsel itu tertulis Danzo Caling
"..."
"Tchi! Apa para bajingan itu mengadu pada mu eh?" dengus Gaara mendengar ucapan seseorang di seberang telepon sana.
"..."
"Terserah aku tidak peduli! Aku tidak akan melakukan pekerjaan itu. Kau ingatkan aku sudah melakukan pekerjaan besar untuk mu beberapa minggu yang lalu! Dan kau sudah berjanji untuk memberi ku cuti sampai tujuan ku saat ini tercapai!"
"Dan sekarang. Kau mengancam ku untuk melakukan tugas bodoh itu! Apa kau mencoba untuk mengingkari janji mu pada ku eh pak tua?"
"..."
"Sudah ku bilang aku tidak tertarik melakukan pekerjaan bodoh mu itu untuk saat ini! Dan walaupun bayaran yang kau berikan kali ini lebih tinggi dari sebelumnya. Aku tetap tidak peduli!"
"..."
"Tchi! Sekarang kau membawa nama gadis itu untuk mengancam ku eh?"
"..."
"Kesepakatan? Memangnya apa yang ingin kau tawarkan pada ku?"
"..."
"Lalu?"
"..."
"Tchi! Sayangnya aku masih cukup waras untuk mempercayai ucapan bodoh tak masuk akal mu itu pak tua!" dengus Gaara sambil memutar bola matanya bosan.
"..."
"Hn menarik. Baiklah aku akan menemui mu sebentar lagi" ucap Gaara sebelum mengakhiri panggilan itu.
'Sebentar lagi kita akan bersama Cherry. Dan kali ini tidak akan ada lagi alasan bagi ku untuk melepas mu'
.
.
.
"Engh~" lenguh Sakura saat terbangun dari tidurnya.
"Anda sudah bangun Sakura-sama" ucap pelayan wanita yang ada di kamar itu saat Sakura bangun.
"Di mana aku? Ah! Kenapa aku tertidur di sini? Dan siapa kau?" tanya Sakura pada pelayan itu.
"Perkenalkan nama saya Rin nona. Saya adalah pelayan yang akan mengurus semua keperluan Anda di Mansion ini"
"Sekarang Anda ada di Mansion Uchiha Sakura-sama. Sebelum di bawa kesini Anda tertidur, jadi Sasuke-sama dan Mikoto-sama membawa Anda ke kamar ini untuk beristirahat" jelas pelayan itu.
'Ah! Benar hari ini Uchiha sialan itu berhasil membawa ku ke tempat ini!' batin Sakura dingin.
"Jam berapa sekarang?" tanya Sakura datar.
"Sekarang sudah jam setengah delapan malam Sakura-sama. Mikoto-sama dan yang lainnya sudah menunggu Anda turun untuk segera makan malam bersama" jelas pelayan itu.
"Makan malam? Siapa saja yang akan datang untuk makan malam nanti?" tanya Sakura penasaran.
"Malam ini semua keluarga Uchiha akan datang untuk makan malam Nona. Termasuk Itachi-sama baru pulang dari London" jelas Rin pada Sakura.
Dan untuk sesaat Sakura termenung mendengar ucapan pelayan itu. Ia tak menyangka kedatangannya di Mansion ini akan menarik perhatian anggota keluarga Uchiha yang lainnya.
"Baiklah. Kau tunggu di luar saja aku akan bersiap. Dan katakan pada mereka sebentar lagi aku akan turun" ucap Sakura sambil berjalan ke arah kamar mandi yang ada di kamar itu.
"Ah! Sakura-sama!" panggil pelayan itu sebelum Sakura masuk ke dalam kamar mandi itu.
"Ada apa?" tanya Sakura heran pada pelayan itu.
"Ini. Mikoto-sama ingin Anda memakai Dress ini saat Anda turun untuk makan malam. Dress ini di buat sendiri oleh Mikoto-sama untuk Anda" ucap pelayan itu sambil meletakkan Dress berwarna pink pastel itu di atas ranjang Sakura.
Sakura pun terdiam menatap Dress berwarna pink pastel yang manis itu. Apa kah Mikoto begitu menyayanginya hingga membuat Dress ini khusus untuknya.
"Apakah Anda perlu bantuan untuk bersiap Sakura-sama?" tanya pelayan itu memastikan sebelum keluar dari kamar itu.
"Tidak usah. Sekarang kau boleh pergi"
"Baik Sakura-sama" jawab pelayan itu sebelum pergi meninggalkan Sakura.
BLAMB
Pintu kamar itu pun tertutup. Meninggalkan Sakura yang masih termenung menatap Dress itu.
Dres itu terlihat sangat cantik dengan bunga-bunga berwarna putih yang terlihat timbul di setiap sisinya. Dress itu pun panjangnya hanya sebatas lutut Sakura, membuat kaki jenjang dan mulus Sakura terlihat semakin cantik.
'Bahkan jika aku memakai Dress yang indah ini pun. Tidak akan mengubah kenyataan bahwa keberadaan ku di sini adalah sebagai jaminan hutang' batin Sakura dingin.
Setelah puas menatap Dress itu. Sakura pun memutuskan untuk segera masuk ke kamar mandi dan memulai aktivitasnya untuk membersihkan diri.
Setelah beberapa menit kemudian. Sakura pun keluar dari kamar mandi itu dan mulai bersiap untuk memakai Dress yang sebelumnya telah di berikan pelayan itu untuknya.
Setelah selesai berpakaian. Sakura pun membubuhkan bedak tipis di wajahnya dan mulai berdandan.
Setelah selesai Sakura pun melihat pantulan dirinya di cermin besar yang ada di ruangan itu. Terlihat sekali bahwa Dres itu sanggat cocok di kenakan di tubuhnya. Dan gadis itu pun kini terlihat dua kali lipat lebih cantik dari sebelumnya.
'Cantik seperti biasanya' batin Sakura datar memandang pantulan dirinya sendiri di depan cermin.
Dan seperti biasa. Sakura masih tetap menggeraikan rambut panjangnya tanpa menambahkan hiasan rambut apa pun di kepalanya. Karena gadis itu tidak suka mengikat atau pun memberikan jepitan kecil di rambutnya. Menurutnya rambutnya kepalanya akan terasa tidak nyaman dan sakit kalau memakai benda-benda itu.
Setelah merasa cukup dengan penampilannya. Sakura pun memutuskan untuk segera turun dan bertemu dengan keluarga barunya.
Setelah menuruni beberapa anak tangga. Akhirnya Sakura sampai di lantai setu Mansion ini. Tempat di mana ia akan menghabiskan waktu makan malam bersama keluarga barunya.
"Ah! Sakura kau terlihat sangat cantik nak. Apa kau menyukainya? Dres itu khusus Ka-sama buatkan untuk mu sayang" ucap Mikoto senang saat pertama kali melihat Sakura turun.
"Terima kasih Bi—"
"Saki! Kenapa kau memanggil ku Bibi? Sebentar lagi kau juga akan menjadi anak ku kan? Jadi mulai hari ini kau harus memanggil ku Oka-sama kau mengerti kan sayang?" tanya Mikoto lembut pada gadis merah muda itu.
"Ba- baik Oka- Oka-sama" ucap Sakura agak sedikit kikuk dengan pipi yang memerah. Karena sudah lama sekali ia tidak menggunakan panggilan itu dalam hidupnya.
Melihat pipi Sakura yang memerah dan terlihat manis itu. Membuat Mikoto tak bisa lagi menahan dirinya. Dan dengan spontan wanita itu langsung memeluk Sakura.
"Kyaaa! Kau manis sekali Saki! Aku serasa mempunyai anak perempuanku sendiri. Baikalah ayo kita segera ke meja makan. Yang lainnya sudah menunggu kedatangan mu ayo!" ajak Mikoto setelah melepas pelukannya dan langsung membawa gadis itu menuju meja makan.
Setelah Sakura dan Mikoto sampai di meja makan. Seketika itu pula perhatian Sasuke teralihkan pada kehadiran mereka berdua ah! Lebih tepatnya ke arah Sakura.
Mikoto pun tersenyum senang menyadari tatapan Sasuke pada Sakura. Ia tahu tatapan itu bukan sekedar tatapan biasa. Ia yakin tatalan itu adalah kagum dan memuja Sasuke untuk gadis itu.
Dan berarti misinya untuk membuat anak bungsunya itu kembali normal akan tercapai sebentar lagi. Hanya tinggal menunggu waktu agar pria Raven itu menyadari perasaannya.
"Kenapa kau lama sekali sayang? Kami sudah menunggu kedatangan kalian sejak tadi" ucap Fugaku pertama kali saat Mikoto dan Sakura sampai di meja makan.
"Itu benar. Apa yang kau lakukan bersama adik ipar ku yang cantik ini hingga membuat kami menunggu selama ini eh Ka-sama?" ucap Itachi menggoda Ibunya.
"Kalian ini. Itu urusan perempuan. Dan kalian para laki-laki tidak perlu tahu apa yang kami lakukan para perempuan sebelum datang ke sini. Benarkan Saki?" ucap Mikoto tak mau kalah.
Dan Sakura pun hanya bisa tersenyum melihat aksi perdebatan kecil keluarga Uchiha itu. Ia sempat berpikir semua keluarga Uchiha itu adalah orang yang dingin dan tidak bisa bercanda. Tapi semua pikiran itu seketika sirna dari kepalanya saat melihat kehangatan yang terjadi di antara mereka saat ini.
"Sudahlah Itachi jangan menggoda Ibu dan adik perempuan mu seperti itu" ucap Fugaku ikut-ikutan.
"Tou-san benar adik perempuan ku sanggat manis. Kau terlihat seperti permen kapas yang cantik Saki" puji Itachi .
Mendengar pujian dari Itachi membuat pipi Sakura kembali merona. Gadis itu pun hanya bisa tersenyum manis membalas pujian dari calon kakak iparnya itu.
"Berbeda sekali dengan adik laki-laki ku yang dingin dan membosankan itu. Kau tahu? Kalau kau menikah dengannya kau pasti akan mati membeku Saki. Sasu-chan itu adalah orang yang membosankan dan tidak bisa di ajak bercanda. Kau akan rugi menikah dengannya Saki" sindir Itachi sambil melirik ke arah Sasuke yang sedari tadi hanya diam melihat mereka.
"Berisik kau Itachi" balas Sasuke cuek.
"Kau dengar itu Saki?! Bahkan patung ES berjalan itu tidak mau memanggil ku dengan sebutan Aniki! Di benar-benar adik durhaka!" ucap Itachi dengan air mata palsunya yang mulai bercucuran(?)
Sementara Sasuke hanya memutar bola matanya bosan. Melihat akting lebay Anikinya itu.
"Sudahlah Itachi. Jangan menggoda adik mu seperti itu. Ayo kita duduk Saki" ajak Mikoto pada Sakura.
"Selamat datang di keluarga Uchiha Sakura" sambut Fugaku setelah Sakura dan Mikoto duduk di kursi itu.
"Terima kasih Pa— ah maksud ku Otou-sama. Terima kasih atas semua penyambutan ini" ucap Sakura senang.
Fugaku pun tersenyum mendengar ucapan Sakura. Namun seketika senyuman itu pudar dari wajahnya tak kala ia mengingat sesuatu.
"Dan kami juga turut berduka cita atas kematian Bibi mu Sakura. Aku sendiri juga terkejut mengetahui kematiannya yang begitu mendadak. Aku harap kau bisa kuat menghadapi semua ini" ucap Fugaku berusaha menguat kan Sakura.
Sakura pun hanya bisa tersenyum membalas ucapan Fugaku padannya. Walaupun hatinya kini kembali sedih tak kala ingatannya kembali tertuju pada Bibinya.
"Sudahlah! Hari ini kan adalah hari yang bahagia. Kenapa kau malah mengingatkan Sakura pada kejadian itu Fugaku-kun~" ucap Mikoto berusaha membuat suasana kembali ceria.
"Ka-sama benar. Selama di sini kau tidak boleh sedih dan berwajah murung seperti itu Saki. Karena kami akan selalu ada di samping mu. Dan aku akan membuat mu selalu tersenyum selama berada di rumah ini. Jadi kau tidak boleh sedih lagi ya!" hibur Itachi pada adik iparnya itu.
"Terima kasih Itachi-nii" ucap Sakura sambil tersenyum lembut pada Itachi.
Membuat seorang pria Raven yang sedari tadi hanya diam mendengus kesal. Melihat senyuman yang gadis itu tunjukan pada Kakaknya.
"Kyaa! Kau memang adik perempuan ku yang manis Saki! Akhirnya di rumah ini aku memiliki seorang adik yang mau memanggil ku Nisan~ kau terlihat semakin manis kalau kau memanggil ku seperti itu Saki~" puji Itachi dengan hati yang berbunga-bunga(?)
"Tchi! Dasar Maniak" dengus Sasuke kesal pada Anikinya itu.
"Berisik kau manusia es" ucap Itachi tak mau kalah.
"Maniak!"
"Patung es berjalan!"
"Lolicon!"
"Ho—"
"Sudah cukup kalian berdua!" lerai Mikoto kesal melihat pertengkaran bodoh kedua anaknya yang sudah beranjak dewasa itu.
"Aku heran. Kenapa kalian tidak bisa akur? Kalian kan sudah besar berhentilah bertengkar seperti kucing dan anjing setiap kalian bertemu! Padahal di sini ada Sakura, apa kalian tidak malu dengan tingkah kekanak-kanakan kalian itu?" tanya Mikoto lelah pada kedua putranya itu.
Sementara yang ditanya hanya bisa diam dan menundukkan kepala mereka sebagai tanda bersalah.
"Sudahlah Mikoto. Lebih baik kita segera makan, aku yakin Sakura sudah lapar karena sedari tadi hanya melihat kalian bertengkar" ucap Fugaku berusaha menenangkan Mikoto.
"Ah! Kau benar Fugaku-kun. Oka-sama akan mengambilkan makanannya untuk mu Saki" ucap Mikoto sambil mengambil nasi dan beberapa lauk untuk Sakura. Kali ini makan malam keluarga Uchiha adalah makanan khas jepang yang di buat sendiri oleh Mikoto tanpa bantuan atupun campurtangan juru masak yang ada di. Mansion itu.
"Tidak usah Ka-sama aku bisa mengambilnya sendiri" tolak Sakura secara halus karena ia tidak enak merepotkan Mikoto.
"Tidak usah sungkan. Kau tahu semua makanan malam ini Ka-sama sendiri yang membuatnya khusus untuk mu. Jadi kau harus banyak makan ya Saki"
Sakura pun hanya bisa tersenyum lembut melihat betapa perhatiannya Mikoto padanya.
"Terima kasih Ka-sama"
"Tidak masalah. Ini! makanlah yang banyak Saki" ucap Mikoto sambil menyerahkan semangkuk nasi yang menggunung dengan beberapa lauk di atasnya itu pada Sakura.
Sementara itu. Tiga orang pria yang ada di meja makan itu hanya bisa tersenyum senang melihat wanita yang sama-sama mereka sayangi terlihat begitu bahagia dengan datangnya gadis musim semi itu.
Tidak seperti makan malam biasanya. Kali ini makan malam di keluarga Uchiha itu terliahat begitu hangat.
"Ka-sama terlalu senang dengan putri barunya hingga melupakan suami dan dua anak laki-lakinya yang tampan ini" ucap Itachi dengan nada sedih yang di buat-buat.
"Baiklah berhenti menggoda ku seperti itu Itachi. Aku tidak melupakan kalian, ini untuk mu" ucap Mikoto sambil menyerahkan semangkuk nasi pada Itachi.
"Lihat Tou-sama. Ka-sama mencoba menyogok ku dengan semangkuk nasi!" ucap Itachi jahil.
"Itachi!" geram Mikoto melihat ulah jahil putra sulungnya itu.
"Ha...ha...ha... sudah lah nak. Kau membuat Ibu mu marah. Dan adik perempuanmu hampir tersedak menahan tawa karena ulah mu itu" ucap Fugaku sambil tertawa senang melihat ulah putra sulungnya itu.
"Tapi Tou-san aku belum berhasil membuat manusia es itu tertawa karena lawakan ku. Ayolah Sasu-chan perlihatkan tawa mu yang manis itu pada Aniki mu yang tampan ini~" goda Itachi sambil memasang wajah sok inosen yang kalau di tonjok itu adalah ide yang bagus.
Sasuke pun hanya memutar bola matanya bosan melihat tingkah konyol Anikinya itu untuk yang ke sekian kalinya.
"Ha..ha...ha..." dan suara tawa pun terus memenuhi ruang makan keluarga Uchiha itu akibat tingkah konyol yang di lakukan putra sulung mereka.
Bahkan Sakura pun ikut tertawa melihat tingkah konyol kakak iparnya itu. Tanpa menyadari sedari tadi pemuda Raven yang ada di seberang mejanya selalu menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
'Entah mengapa hati ini terasa senang melihat mu tertawa lepas seperti itu. Tapi hati ini juga terasa sakit karena bukan akulah orang yang berhasil membuat mu tertawa lepas seperti itu Sakura'
.
.
.
Malam itu terlihat seorang pria berhelaian kuning sedang membaringkan tubuhnya dan berputar-putar di atas kasur kecil yang ada di kamar Asrama itu. Yahh kalian benar pria kuning yang kini terlihat seperti orang gila karena berguling-guling di atas kasur kecil itu adalah Uzumaki Naruto. Sahabat sejati dari tokoh utama kita Uchiha Sasuke. Walaupun Sasuke tidak pernah mengakui hubungan mereka yang sebenarnya wkwkwk #PLAK
"Aku BOSAAN!" teriak pria itu dengan suara cemprengnya. Untung saja kamar pria itu di lengkapi dengan dinding kedap suara. Kalau tidak, bisa kalian bayangkan sendiri bagaimana nasib telinga para penghuni Asrama itu mendengar betapa cetar dan membahananya teriakan bocah maniak ramen itu.
"Sialan kau Teme! Gara-gara kau keluar dari lembah neraka ini tanpa memberi tahuku! Aku jadi semakin gila tinggal di tempat ini!"
"Baiklah sudah cukup! Bagaimana pun caranya aku harus segera keluar dari lembah neraka ini!" teriak Naruto dengan mata yang mulai berapi-api.
"Dan satu-satunya cara keluar dari sini adalah menggunakan ini!" ucap Naruto, sambil mengeluarkan ponsel... nya dengan mata yang berbinar-binar.
"Ya tuhan aku mohon pada mu luluhkan lah hati ratu Iblis itu agar dia mau mengabulkan permintaan ku!" ucap Naruto entah pada siapa sambil mengangkat ponselnya diatasi kepala memohon dengan kyusuk(?)
Setelah itu. Pria kuning itu dengan kecepatan Dewa langsung mencari kontak seseorang yang tadi dengan tidak sopannya ia sebut ratu iblis itu. Dan dengan cepat Naruto langsung memencet tombol hijau yang ada di ponselnyadan menunggu seseorang di seberang sana mengangkat panggilannya.
"..."
"Ka-san~ aku sangat merindukan mu~ sudah beberapa bulan ini rasa—"
"..."
"he..he..he.. seperti bisa Ka-san selalu tahu apa yang ingin aku katakan" ucap Naruto dengan cengiran rubahnya.
"..."
"Aku mohon pada mu Ka-san keluarkan aku dari lembah neraka ini~ Aku berjanji akan menuruti semua permintaan mu apa pun itu~"
"Aku mohon Ka-san tolong aku~ bujuk Tou-san agar dia mau mengeluarkan ku dari sini~ apa kau tega melihat putra mu satu-satunya ini mati membusuk di lembah neraka ini Ka-san?~" rengek Naruto manja pada Ibu kandungnya yang tadi dengan tidak sopannya ia sebut ratu iblis.
"..."
"Kau kejam sekali pada ku Ka-san! Bahkan sekarang Sasuke sudah keluar dari Asrama terkutuk ini! Apa kau mau aku sendirian di tempat laknat ini Ka-san? Sekarang sahabat sejati ku sudah pergi meninggalkan ku hiks..hiks.." ucap Naruto dengan air mata dan ingus yang bercucuran(?)
"..."
"Aku tidak tahu. Dia sama sekali tidak mengatakan apa pun pada ku. Ka-san aku mohon keluarkan aku dari sini~"
"..."
"Baik Ka-san apa pun itu permintaan mu akan aku turuti! Asalkan kau mau membujuk Tou-san untuk mengeluarkan ku dari sini!" ucap Naruto dengan mata yang berbinar-binar menunggu jawaban dari Ibunya.
"..."
"Benarkah?! Terima kasih Ka-san! Kau adalah malaikat ku aku—"
PIP
Dan dengan sepihak Ibu pria kuning itu langsung mematikan ponselnya saat Naruto mulai memujinya dengan kata-kata manis yang jelas sekali bohongnya.
"Seperti biasa ratu iblis memang kejam! Tapi tidak apa asalkan aku bisa bebas dari tempat terkutuk ini! Horee akhirnya aku bebas!" teriak Naruto senang.
"Terima kasih banyak Tuhan! Kau telah membantu ku meluluhkan hati ratu iblis" ucap Naruto sambil sujud syukur di atas kasur itu.
Dasar anak durhaka. Seenaknya saja bocah maniak ramen itu menyebut Ibu kandungnya yang cantik bak model itu dengan sebutan ratu iblis.
Aku yakin kalau Kushina mengetahui hal ini. Kau akan tamat Naruto.
Drt
Drt
Ponsel Naruto pun bergetar. Menandakan ada sms yang masuk. Dan tanpa pikir panjang pria itu langsung membukanya.
From: Queen of Devil
.
Oi bocah! Kalau kau terus memanggil ku dengan sebutan ratu iblis, queen of devil, dan semua ejekan tak berguna mu itu padaku! Aku akan membuat mu bersekolah di KBHS sampai kau lulus! Tiga tahun bukankah waktu yang cukup untuk menghukum mulut kurang ajar mu itu eh sayang?
.
Deg
Setelah membaca sms dari Ibunya. Mendadak keringat dingin membanjiri wajah dan leher pria maniak ramen itu.
Ia tidak menyangka ibunya memiliki indra ke tujuh(?) sehingga wanita itu bisa dengan mudahnya mengetahui dan mendengar apa yang saat ini ia ucapkan.
'Kekuatan ratu iblis memang hebat!' batin Naruto takjub.
Drt
Drt
Dan beberapa detik kemudian ponselnya kembali bergetar.
From: Queen of Devil
.
Kau tidak mendengar peringatan kau Naruto? Dan berhenti mengganti nama ku dengan sebutan Queen of Devil di ponsel mu itu! Atau kesepakatan kita tadi batal!
.
Deg
Sama seperti sebelumnya indra ke tujuh Ibunya memang tajam. Dan dengan panik Naruto segera menelepon Ibunya dan memohon ampun pada wanita itu agar ia tidak berubah pikiran untuk mengeluarkannya dari Asrama ini.
"Ka-san~ aku mohon maaf kan aku~ aku berjanji tidak akan mengulangi perkataan bodoh ini lagi Ka-san~"
"..."
"Tidak Ka-san kali ini aku bersungguh-sungguh. Tolong maaf kan aku~" rengek Naruto memohon seperti anak kecil pada Ibunya.
PIP
Dan sama seperti sebelumnya panggilan itu seenaknya di tutup sepihak oleh Ibu dari pria kuning itu.
"Halo Ka-san?"
"Arggh sial bagai mana ini?!" teriak Naruto merutuki kebodohannya.
Dan sepanjang malam itu Naruto terus berusaha menelepon Ibunya untuk meminta maaf. Walaupun telepon darinya tidak di angkat oleh Ibunnya Kushina karena jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam.
Tapi walaupun begitu. Naruto tetap tidak mau menyerah. Dengan otak bodohnya yang sedang korselet atau semangatnya yang terlalu berlebihan itu. Naruto terus mengirimi Ibunya dengan banyak sms yang menyiratkan rasa bersalahnya. Hingga bocah kuning itu tidak sempat untuk tidur.
Sementara itu Kushina sedang tertidur dengan lelapnya di samping suami tercintanya tanpa mengacuhkan panggilan dan sms dari putra semata wayangnya itu. Jelas saja ia bisa tidur dengan tenang tanpa gangguan karena tadi sebelum tidur Kushina sudah mengubah profil suaranya menjadi diam. Sehingga tidur cantiknya malam ini tidak akan terganggu oleh ulah merepotkan Naruto.
Sungguh wanita kejam yang pantas mendapat kan penghargaan ratu iblis awards tahun ini. Karena sudah berhasil membuat putranya satu-satunya itu begadang semalaman hanya untuk kata maaf darinya.
Tapi di sini bocah maniak ramen itu juga bersalah. Karena sudah seenaknya mengejek Ibunya sendiri dengan sebutan ratu iblis. Jadi, jangan salahkan Kushina kalau dia benar-benar menjadi ratu iblis untuk anak sematawayangnya itu.
.
.
.
.
T*B*C
Oke deh tanpa banyak bacot, banyak cincau campur es teler. Langsung aja autor bakalan balas semua review dari raiders yg udah baca FF ini dengan sabar dan tabah (-_-?). Walaupun jelek dan lawakannya kagak lucu alias GARING abis (T^T) kayak kerupuk yg baru di goreng emak autor he..he..he.. #Plak
Balasan REVIW chapter: 8
.
.
[ FiaaATiasrizqi ]
Gomen _ autor emang dasarnya kagak bisa bikin yg begituan... maklum lah autor kan masih POLOS #PLAK *abaikan.
Kemaren di ff autor yg satu lagi. Autor udah coba bikin lemon tapi, feelnya ngak dapet (T^T) maaf ya ff ini ngak sesuai sama keinginan kamu... tapi, jagan bosan2 ya baca ff ini sampai tamat he..he..he.. ^^
Makasih ya udah review ;)
.
[ dianarndraha ]
Yaahh namanya jugak UCHIHA jadi masalah kayak gitu mah bisa di atur he..he..he...
Ini udah lanjut kok ^^
Makasih ya udah review ;)
.
[ Hyemi761 ]
Tau tuh Sasu gitu aja kagak mau jujur (-_-;). Makasi ya ini udah lanjutt kok :D
Makasih ya udah review ;)
.
[ isa alby ]
Ada kok tenang aja ^_^
Makasih ya udah review ;)
.
[ Zarachan ]
Iyaaa tu anak emang king of TESUNDERE (-_-;) . Makasi ya :D ini udah lanjutt kok ^^
Makasih ya udah review ;)
.
[ Kimy ]
Gomen... (T^T) autor ngak bisa bikin lemon + adegan xxx nyaa... maaf ya. Tapi kamu jangan bosan2 baca ff ini sampai tamat yaaa ;)
Makasih ya udah review ;)
.
[ hanazono yuri ]
Iyaaa ini udah lanjut kok
Maksih ya udah riview ;)
.
[ Luca Marvell ]
Ngak kok gaasaso ngak bakalan punya niat yg jelek2 sama saku... soalnya mereka itu kan... kyaaa XD kalau kamu penasaran tunggu aja di chl depan ya...
Kalau menurut kamu Mikoto itu egois? Mungkin itu gara dia terlalu sayang dan udah nganggap saku itu kayak anak kandungnya sendiri. Lagian kan mikoto itu nggak punya anak cewek jadi wajar lah dia agak sedikit terobsesi ama saku. Apa lagi dia kan sahabatnya Tsunade he..he.. ^^
Makasih ya udah review ;)
.
[ login yuk ]
Oh iya dong... autor dari lahir ampe sekarang itu kan emang udah keceh badai, beauty plus, yang kecehnya itu tanpa kamera B612 ho..ho..ho.. XD #plak *abaikan
Tau tuh sasu! Udah autor bilangin "Eh! Sas elu tu jagan kejam2 amat ama saku ntar lu kualat loh" udah autor bilang gitu. Eh! Tapi tu anak malah bilang Hn2 mulu kayak orang bisu -_- gedek autor ama tu bocah! Dia itu emang chara durhaka! Kagak mau dengerin nasehat autor #plak
Makasih ya udah riview ;)
.
[ Gitgit ]
Iyaa maaf yaa... autor kagak bisa bikin lemon nc21 xxx plus2 #plak
Tapi kamu jangan bosan2 ya baca ff ini sampai tamat ^^
Makasih ya udah riview ;)
.
[ Cylindrica Chan ]
OH NO! Kyaaaa autor malu bgt sumpah! Maaf ya b. Alien autor jadi kebawa-bawa di FF ini he...he..he.. #Plak
Makasih ya udah review ;)
.
[ NochArcZwei ]
Iyaa gaasaso di sini emang jadi orang yg nganggu hubungan sasusaku .
Yah awalnyaautor jugak mikir kayak gitu. Tapi berhubung pikiran autor kagak bisa di ajak kompromi, jadi beginilah alur Ffnya (^-^)
Makasih ya udah review ;)
.
[ Rizka scorpiogirl ]
Iyaa. Dan mungkin perasaan saku ke sasu bakalan LAMA bgt tumbuhnya (-_-;)
Makasih ya udah review ;)
.
.
R
E
V
I
E
W
Please (_)
