Title : TheCherryOnTop

Pairing: SasuSaku

Disclaimer: I do not own Naruto, nor the story.

Warning: This is an Indonesian translation of ohwhatsherface's story with the same title. Done with permission.

Summary:

Sakura tidak pernah menjadi pusat perhatian, namun tiba- tiba semua orang memperhatikannya. Hal itu membuat Sakura melakukan sesuatu, Blog it! Tentu saja!


Chapter 2

.

.

.

"Sakura, berhenti mondar mandir di atas meja piknik. Kau bisa jatuh dan mematahkan lehermu. Karena hanya aku yang memperhatikanmu di sini, maka jika terjadi apa- apa, aku harus memanggil ambulan dan itu sangat merepotkan."

Aku menendang tulang rusuk Shikamaru.

Baiklah itu bukan ide bagus—

Aku kehilangan keseimbangan dan jatuh ke atas rumput, mengaduh sakit.

"Aku bilang apa."

Aku memutar bola mataku dan mengernyit mencoba bangkit. Aku kembali memukul kepala Shikamaru, sebelum kembali mondar- mandir di atas tanah (karena aku tidak mungkin terjatuh sekarang).

"Aku tidak merasa kurang percaya diri!" aku menggerutu, "apalagi merasa tidak aman!"

"Ya."kata Shikamaru setengah hati. Aku menahan diri untuk tidak memukul Shikamaru lagi, dan memilih melakukan latihan pernafasan yang diajarkan oleh Gai-sensei saat akan menghadapi ujian karena katanya itu membuat kita merasa tenang. Dia bilang latihan pernafasan itu membuat rasa tidak nyaman kita hilang, yang kemudian membuat nilai kita akan baik.

"Sakura, apa menurutmu ocehanmu akan berhenti sepuluh menit lagi? Karena jam istirahat akan segera berakhir dan aku harus pergi ke lokerku."

Ada saat di mana aku membenci Shikamaru.

Sangat jarang, tapi saat waktu itu tiba aku ingin sekali menamparnya bertubi- tubi.

Oh, untuk menghindari spekulasi yang tidak diinginkan, aku akan memperjelas hubunganku dengan Shikamaru. AKU TIDAK AKAN PERNAH MENYUKAINYA DALAM KONTEKS ROMANTIS. Sungguh, aku dan dia pernah mencoba pergi berkencan sekali. Sebelum masalah dengan Ino (Harpa) yang aku lihat memerhatikan Shikamaru terus menerus selama drama! Dan sebelum Temari (Kipas) dimulai. Ciuman pertamaku adalah Shikamaru dan ciuman pertamanya adalah aku. Setelah bibir kami bertemu, kami sama- sama menyadari bahwa woah, kita akan benar- benar memaksakan diri kalau ini diteruskan. Jadi setelah itu, sekarang kami bersahabat. Shikamaru sudah seperti kakak laki- lakiku sendiri, -secara tekhnis adik laki- laki karena dia lebih muda (ulangtahunnya aka segera tiba, by the way!).

"Nyebelin deh!" gerutuku, meninju bahunya. "Ya udah, yuk. Lokermu masih di lantai tiga, kan?"

Dia mengangguk, " Kelasku kebanyakan juga di lantai tiga."

Mendengar jawabannya membuat aku iri. Jadwalku tahun ini benar- benar jelek. Bukan masalah pelajarannya, karena aku sudah mengambil mata pelajaran itu setiap tahun, tapi ruang kelasnya. Maksudku, urutannya adalah : jam pertama aku di lantai satu, jam kedua di lantai dua, jam ketiga dan keempatlantai satu lagi, jam kelima naik ke lantai tiga setelahnya harus turun ke lantai satu untuk menuju kafetaria saat istirahat. Untuk jam keenam aku masih di lantai satu, jam ketujuh di lantai tiga dan jam terakhir di lantai satu. Kan melelahkan!

Sembari melangkah sepenjang koridor, aku mengamati sekeliling berharap menemukan sumber bergosip.

"Jadi bagaimana? Katanya mau kasih nasehat?" tanyaku mengejek, mencolek lengan Shikamaru.

Shikamaru mendesah, "Tidak jadi. Aku memutuskan untuk tidak ikut campur, karena ini terlalu merepotkan. Lagipula kau tidak akan mendengarkan aku, kan?"

Tepat!

"Tepat." lanjut Shikamaru, tahu pasti apa yang ada di kepalaku. "Aku hanya akan membiarkan kau mendapatkan pelajaran dari konsekuensi yang kau dapat suatu hari, Sakura."

Kalimatnya membuat aku merengut.

"Kau jadi terdengar seperti Tsunade- sama."

"Sakura," dia terdengar serius sekarang. Maksudku, dia memang selalu serius, tapi sekarang dia benar- benar serius. "Kau tidak seharusnya menulis tentang dirimu sendiri di dalam blog. Aku serius. Aku tahu dengan kepala yang penuh dengan Sasuke-"

HEY!

"—kau akan menulis setiap detail yang terjadi di antara kalian dengan terlalu jelas. Walau sesuatu seperti 'Oh, Pretty Boy bertabrakan dengan Pink Princess dan dia bilang maaf. Dengan bibirnya!' itu hanya akan membuat identitasmu menjadi sangat jelas-"

Aku mendorong Shikamaru sambil terus melangkah.

Itulah cara kami membuat satu sama lain diam—

Aku berhenti beberapa langkah saat melihat Sexy-sensei berjalan dari arah kantor. Sexy-sensei, er..maksudku Itachi- sensei adalah asisten guru Kimia yang baru. Dan aku yakin sekali bahwa dia ada hubungannya dengan Sasuke-kun—bukan hubungan percintaan maksudku!Jadi mereka sama- sama memiliki rambut hitam selembut sutera dan mata sewarna. Dia terlihat lezat dengan dasi terpasang.

(Sangat disayangkan siswa laki- laki di sekolah kami tidak memakai dasi untuk seragam mereka).

"Shikamaru, aku berterimakasih dengan perhatianmu," aku setengah menggerutu, memutar kepalaku ke arah halaman. Sasuke-kun dan Naruto terlihat tengah bermain sepakbola bersama dengan beberapa cowok satu angkatan. "tapi aku akan baik- baik saja. Aku akan hati- hati dengan apa yang aku tulis di blog. Aku tidak akan membiarkan perasaan pribadi-"

"AWAS!"

Kalimatku terhenti begitu mendengar suara teriakan, ku tolehkan kepalaku ke arah suara.

Berdiri di sana, Naruto tengah melambaikan tangannya liar dengan wajah cemas. "Sakura-chan awas!"

Masih belum mengerti apa maksudnya , aku mendongakan kepalaku melihat bola yang tengah melayang.

Bagus.

TheCherryOnTop

Chapter dua

Gosip adalah Sebuah Bentuk Karya Seni

"Hey, Shikamaru, kau baik juga ya, berteman dengan anak baru."

"Bodoh."

"Teme."

"Idiot."

"Jangan berisik."

Wow, siapa sangka orang- orang di dalam surga jugabisa berkata kotor?Atau mungkin aku tidak di surga? Mungkin aku berakhir di neraka karena selama ini selalu menggosipkan orang. Tapi jika benar aku di neraka, semua orang akan bersamaku karena mereka juga tidak lebih baik.

Perlahan aku membuka mataku dan melihat…

Cahaya.

Terlalu banyak cahaya. Seperti saat kau melihat matahari dalam waktu yang cukup lama (aku dan Shikamaru pernah sekali bertaruh siapa yang bisa menatap matahari paling lama).

"Mm…"

Aku membeku.

Aku sudah mati!

Ada orang yang terlihat sangat mirip dengan Sasuke-kun tengah menatapku. Tapi jika dilihat lagi, pria ini lebih mirip dengan Sexy-sensei.

UGH.

"Apa kau dewa?" tanyaku pada pria yang mirip Sexy-sensei.

Dia terkekeh dan menatapku geli, "Dewa?" pria yang mirip Sexy-sensei menggelengkan kepala. "Bukan, sepertinya bukan. Tapi terimakasih pujiannya, Sakura Haruno. Mungkin kau tidak mengenaliku karena kita hanya memiliki satu kelas bersama. Aku asisten guru Yuuhi-san-"

(Oh. Aku tidak mati ternyata…)

Aku mengangguk pelan.

"Sexy-sensei."

Aku mendudukan diri dan mulai mengelus kepalaku untuk melihat sosok di hadapanku dengan lebih jelas. Itachi Uchiha (terlihat mirip dengan Sasuke-kun, yang tentu saja sudah kau kenal. Aku berani bertaruh bahwa mereka) adalah seorang dewa. Tapi Itachi itu lebih cocok dibilang dewanya para dewa, mengerti tidak? Rambutnya panjang dan hitam dan diikat rendah dengan sepasang mata hitam kelam. Hari ini ia mengenakan kemeja merah dilapisi jas laboratorium putih. DAN MEMAKAI DASI. (jangan pernah lupakan dasinya) singkatnya, dia superseksi.

Saat penglihatanku semakin jelas, aku menyadari beberapa hal.

Satu: Aku belum mati (aku hanya terkena tendangan bola).

Dua: Aku baru saja memanggil Itachi-sensei 'Sexy-sensei' langsung di hadapannya.

Tiga : Ada tiga sosok lain yang juga tengah mengelilingi ranjangku (dengan raut khawatir) Shikamaru, Naruto Uzumaki, dan Sasuke Uchiha.

Seringai di bibir Shikamaru tidak berusaha ia tutupi.

(oh well, hidup memang indah kan?)

"Sasuke, bantu Haruno menuju kelasnya yang selanjutnya," perintah Sexy-sensei. Ya tuhan, aku mulai kesulitan untuk memilih di antara keduanya. "Kau yang melempar bola ke arahnya. Aku rasa sudah semestinya kau bertanggungjawab dan membawanya-"

"Tidak usah mencemaskannya, Itachi-sensei." Shikamaru memotong. "aku tahu di mana kelas Sakura selanjutnya. Biar aku saja yang mengantarnya."

TIDAK SHIKAMARU! APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN?!

"Hn."

"Ruang 1100."

"Lihat, Sasuke-teme! Shikamaru benar- benar murid yang baik! Dia bahkan mau membantu murid baru ke kelasnya-"

RING!

Lonceng berdering (sial, berama lama aku jatuh tak sadarkan diri? Aku sedikit mengingat bahwa kami hanya memiliki waktu sepuluh menit tersisa di jam istirahat) dan Itachi-sensei (YA, BENAR! Aku harus berhenti memanggilnya Sexy-sensei, takut keceplosan seperti tadi) membantuku bangun.

"Itachi-sensei…?"

Itachi-sensei mengangguk ke arah Shikamaru. "Tidak usah, Nara. Biar aku saja yang mengantarnya." dia melirik Naruto dan Sasuke, cowok pirang itu terlihat bingung sedang Sasuke-kun seperti biasa–datar. "kalian juga harus segera bergegas. Tidak mau telat, kan?'

"Oh, benar!" Naruto melambai ke arahku, "Selamat tinggal Sakura-chan! Maaf ya aku tidak menangkap bolanya sehingga mengenaimu. Walau sebenarnya itu salah Sasuke-"

Dan dengan itu, ketiganya berjalan pergi ke kelas mereka masing- masing.

"Mm…"

Itachi-sensei menunduk menatapku, aku melemarkan senyum lemah. "Ayo ke kelas, Sakura-chan," katanya sambil meletakan satu lengan melingkari tubuhku dan membiarkan aku menyandar di tubuhnya. Tangannya turun ke pinggulku seperti mencoba menyeimbangkan tubuhku dan…dan…dan…

Ya.

Tuhan.

Apakah Sexy-sensei baru saja memegang bokongku?

TheCherryOnTop

Dibagikan pada Kamis, 6 September 2.11 PM

Suasana Hati: Malu. Kenapa? Bukan. Urusanmu.

Musik: Gapai semua jemariku. Rengkuh aku dalam pelukanmu

Lokasi : Di ujung pelangi, duduk diperiuk emas. Blackberry di tangan.

Subjek : Kau bisa bilang kacau?

Untuk amannya, aku akan menulis ini sebagai sebuah hipotesis. Kalau seorang siswa melihat siswa yang lainnya sedang di.. umm, lecehkan secara seksual oleh siswa lain, atau bahkan guru, atau seorang asisten guru dan siswa itu (yang melihat pelecehan seksual) melaporkannya, apa yang akan terjadi pada siswa yang lainnya/ guru/ asisten guru (yang melakukan pelecehan..? Hanya penasaran.

Cukup deh, memang siapa yang peduli, kan?

Selama itu masih dilabeli kata hipotesis, kalian para penggosip tidak akan mempercayainya. Aku tahu itu.

Jadi… aku sedang berpikir apa benar KepSek Tsunade punya seorang mata- mata khusus untukku. Jadi saat aku melewati koridor kantor guru hari ini, aku mendengar percakapan seperti ini:

KepSek: "Jadi kau tahu siapa Miss Cherry sebenarnya?"

Entah siapa : "Ya, Aku rasa demikian."

KepSek : "Aku rasa? Itu tidak terdengar meyakinkan untuk anak seorang Chief."

Entah siapa: "Aku sudah biasa membantu ayahku memecahkan kasus kriminal yang sebenarnya. Kau mau identitasnya atau tidak?"

KepSek : "Maaf. Ya aku mau, lanjutkan."

Entah siapa: "Gadis Cherry ini adalah…"

(CATATAN : oke, serius deh, 'Miss Cherry' adalah panggilan dari orang dewasa, dan 'Cherry' panggilan dari orang yang malas, tapi 'Gadis-Cherry'? NGGAK BANGET!)

Entah siapa: "Seorang siswa perempuan, di tingkat junior atau senior, karena dilihat dari dimulainya blog itu, maka dia sudah bersekolah di sini selama empat tahun. Anak yang cukup pemalu, seorang yang tidak percaya diri, dan memiliki rasa tidak aman. Maka dari itu dia mengatakan apa yang ia katakana –kalimat jujur, sarkastik di internet di bawah nama alias."

KepSek: "Jadi apa yang harus kita cari?"

Entah siapa: "Seperti yang aku bilang, seorang gadis di tingkat sebelas atau duabelas, yang pendiam. Gadis yang hanya punya dua atau tiga teman. Seseorang yang akan kelimpungan jika mendapat perhatian. Kalau didekati dia akan merona dan mengatakan hal- hal bodoh. Jika di dalam kelas, dia akan belajar dengan tekun, sebagai alasan menghindari siswa yang lainnya."

KepSek : "Baiklah. Kalau begitu-"

Dan saat itu aku memilih pergi. Aku sebenarnya ingin melihat siapa itu 'Entah Siapa' tapi bisa- bisa aku ketahuan.

Huh.

Baiklah, cukup tentang aku! Ayo bicarakan tentang yang lainnya!

-Rencana Rubah dan Pretty Boy untuk mencuri koleksi porno akan dilaksanakan malamini, besok malam atau sabtu malam. Sebenarnya aku tahu waktu tepatnya, tapi aku tidak akan memberitahunya di sini.

-Kopi Susu meninju Jamur karena memeluk Gadis Cepol pagi ini. Hello? Ada pacar posesif di sini. (hot…)

-Harpa mungkin masih kebingungan memilih siapa yang akan ia jadikan teman kencan, kalau dilihat dari tatapan penuh harapnya pada Merepotkan.

-Lucunya, Picasso sama sekali tidak peduli dengan hal itu. (sepertinya Picasso tidak begitu menyukai Harpa, sama seperti Harpa)

-Sexy Boy terlihat menyentuh Pink Princess. Tapi aku pikir yang disentuh juga tidak keberatan, sih)

Skandal. Aku pikir Sexy Boy hanya sedang berbaik hati dengan membantu Pink Princess berdiri, tapi kemudian tangannya turun ke bawah dan BAM! Dia memegang pantat gadis itu !

Siapa yang tahu apa yang sudah mereka lakukan di dalam ruang kesehatan?

Aku tiba- tiba ingin menjadi seorang dokter.

V

Komentar

V

Komentar untuk 'Kau bisa bilang kacau?'

'Dibagikan pada Kamis, 6 September 2.14 PM

Subjek: kacau. Dan aku akan abaikan sebagian besar isi dari entri ini.

AceOfSpades5 : Jika seorang siswa melakukan pelecehan seksual kepada siswa yang lainnya, mereka bisa mendapatkan hukuman yang berfariasi mulai dari (di sekolah) detensi sampai dikeluarkan. Jika seorang guru atau asisten guru melakukan pelecehan seksual kepada siswa, selama ada bukti, mereka akan dipecat, dan tergantung seberapa buruk pelecehan seksual itu, mereka bisa saja kehilangan izin mengajar di sekolah lain. Dan jangan lupakan tentang hukuman di kepolisian.

Komentar untuk AceOfSpades5

Dibagikan pada Kamis, 6 September 3.24 PM

Subjek: Bagus! Sekarang koprol!

TheCherryOnTop : Wow, itu kejam.

Komentar untuk TheCherryOnTop

Dibagikan pada Kamis, 6 September 3.28 PM

Subjek: Menakjubkan

AceOfSpades5 : Well, Miss Cherry, kalau kau adalah siswa yang mendapatkan pelecehan seksual, aku pikir kau juga menginginkan keadilan, kan?

Komentar untuk AceOfSpades5

Dibagikan pada Kamis, 6 September 3.24 PM

Subjek: (tidak ada subjek)

TheCherryOnTop : Benar. (ngomong-ngomong, maaf aku tidak memberikan balasan yang panjang. Aku sedang belajar.)

v

v

Komentar untuk 'Kau bisa bilang kacau?

'Dibagikan pada Kamis, 6 September 3.24 PM

Subjek: (tidak ada subjek)

Lazy1 : aku bisa bilang 'kacau', Cherry. Aku juga bisa bilang 'Aku bilang juga apa'.

Komentar untuk Lazy1

'Dibagikan pada Kamis, 6 September 3.24 PM

Subjek: (tidak ada subjek)

TheCherryOnTop: Dasar penghianat. Kalimat penghianat tidak berarti buatku.

V

V

Komentar untuk 'Kau bisa bilang sinting?

'Dibagikan pada Kamis, 6 September 3.34 PM

Subjek: Itu kata yang mudah

Sexy-In0 : Siaaal! Pink Princess benar- benar sedang beraksi.

Komentar untuk Sexy-In0

Dibagikan pada Kamis, 6 September 3.24 PM

Subjek: aku yakin kau tahu

TheCherryOnTop: Totally.

TheCherryOnTop

Dibagikan pada Kamis, 6 September 5.42 PM

Suasana Hati: Cerdas. Aku baru saja memenuhi otakku dengan pelajaran

Musik: Aku sungguh, sungguh, sunguh tidak menyukaimu

Lokasi : Tidak lagi di perpustakaan. HAA!

Subjek : Ayo mainkan sebuah permainan!

Apa kau menyukai aku?

-Ya

-Tidak

-Mungkin

Tulis komentardan suarakan pendapatmu!

V

Komentar

V

Komentar untuk 'Ayo mainkan sebuah permainan!'

'Dibagikan pada Kamis, 6 September 5.48 PM

Subjek: Aku ikut

Sexy-In0 : Ya.

V

V

Komentar untuk 'Ayo mainkan sebuah permainan!'

'Dibagikan pada Kamis, 6 September 6.21 PM

Subjek: Susah mengatakannya

Cutie-Karin : Mungkin. Tidak begitu

V

V

Komentar untuk 'Ayo mainkan sebuah permainan!'

'Dibagikan pada Kamis, 6 September 6.52 PM

Subjek: (tidak ada subjek)

Lazy1 : Sepertinya. Mungkin.

V

V

Komentar untuk 'Ayo mainkan sebuah permainan!'

'Dibagikan pada Kamis, 6 September 7.13 PM

Subjek: KAU TEMAN TERBAIKKU!

KingOfRamen007 : YAAAAA

V

V

Komentar untuk 'Ayo mainkan sebuah permainan!'

'Dibagikan pada Kamis, 6 September8.07PM

Subjek: (tidak ada subjek)

10-10 : Yep!

V

V

Komentar untuk 'Ayo mainkan sebuah permainan!'

'Dibagikan pada Kamis, 6 September 9.11 PM

Subjek: (tidak ada subjek)

Bookworm5432: Tidak

V

V

Komentar untuk 'Ayo mainkan sebuah permainan!'

'Dibagikan pada Kamis, 6 September 11.17 PM

Subjek: (tidak ada subjek)

Princess23: Jelas

V

V

Komentar untuk 'Ayo mainkan sebuah permainan!'

'Dibagikan pada Kamis, 6 September 12.02 AM

Subjek: (tidak ada subjek)

Uchiha2: Ya

Aku tidak bisa menahannya.

Aku memekik girang membaca komentar dari Uchiha2 di TheCherryOnTop.

Uchiha2 adalah Sasuke Uchiha!

HIDUP MEMANG INDAH!

"Demi apa Shikamaru, suami masa depanku memberikan komentar di blog!" aku berbisik serak, menggoyangkan Blackberryku di depan wajahnya. Aku mengetuk layarnya, menunjuk komentar Sasuke yang mengatakan 'ya'. "Dia bilang iya! Dia menyukai aku!

Shikamaru meraih Blackberryku dan mengantonginya di saku. "Ralat, dia suka Cherry. Lagipula sebagian besar orang di sekolah ini memang suka pada Cherry. Kenapa kau begitu kaget?"

"Karena…"

"Apa ada hal yang mau kau sampaikan kepada teman- temanmu, Haruno?"

Aku memalingkan wajah dari Shikamaru dan melihat Sasori-sensei yang tengah menatapku kejam. Sekarang aku sangat bersyukur karena Shikamaru mengantongi Blackberryku memang jenius. Bayangkan saja kalau Sasori-sensei mengambilnya, ia pasti tanpa ragu memberi tahu Tsunade-sama dan aku akan ketahuan dan menjadi sinting.

"Tidak, Sasori-sensei," jawabku kalem, mengabaikan suara terkikik siswa perempuan lainnya.

Kelas sebelas dan duabelas hanya ada satu kelas drama, untuk siapa saja yang ingin megikuti kelas ini (atau yang dipaksa ikut karena nilai mereka bagus tahun lalu) digabung menjadi satu kelas. Banyak orang yang aku kenal ada di kelas ini. Ada Hinata-chan, Shikamaru, Sasuke-kun, Naruto, dan beberapa orang yang akan aku kenalkan kalau waktunya sudah tiba.

Kelas ini berada di salah satu auditorium kecil sekolah, tempat yang sangat nyaman (yang bisa membuatmu mengantuk). Kami duduk di kursi yang disusun melingkar dan semakin ke belakang semakin tinggi, maka dari itu Sasori- sensei bisa memperhatikan semua orang dengan seksama. Aku duduk dengan Shikamaru di sebelah kiri dan Hinata-chan di sebelah kanan, kami bertiga ada di baris tengah. Di sisi lain Shikamaru duduk Chouji Akimichi, teman baik kami yang lainnya. Dia gemuk tapi sangat menyenangkan. Dia juga sangat pandai memasak. Sungguh! Maret kemarin dia membuat strawberry shortcake dengan ekstra cokelat putih untuk ulangtahunku.

Aku tidak mau membaginya.

Sekarang kembali ke situasi tadi, Sasori-sensei tidak seperti Sasuke-kun atau Sexy-sensei, tapi wajahnya juga sangat cantik. Pria ini memang sudah berumur tapi wajahnya masih sangat imut.

"Haruno, bisakah kau mengulang apa yang baru saja aku katakan?"

Betapapun imut atau seksi seorang pria, akan berkurang rasa ketertarikanku padanya jika dia bertingkah terlalu menyebalkan.

"Um…"

Aku tersenyum malu, berharap bisa sedikit merayunya.

"Tidak…"

Matanya memicing dan bibirnya membentuk satu garis lurus. "Baiklah." dia berjalan melewatiku. "Uchiha, tolong beritahu Haruno apa yang baru saja aku sampaikan pada kelas ini."

"Kita akan melakukan drama." Sasuke-kun (aw sial, dia duduk di belakangku dari tadi? Ruangan ini terlalu gelap! Dia sudah ada di belakangku selama empat jam dan aku sama sekali tidak tahu itu! SIAL!) menjawab. Aku memutar kepala untuk menatapnya (aku punya alasan untuk melakukannya sekarang, jadi aku manfaatkan saja) dan menyadari bahwa Sasuke-kun terlihat salah tingkah.

"Tentang Alice In Wonderland!" tambah Naruto (keras).

Sasori-sensei mengangguk. "Benar." Dia meraih sebuah kotak di bawah mejanya dan mengambil buklet. Selanjutnya ia memberikan kami masing- masing satu buklet. "Drama yang akan kita lakukan adalah sebuah adaptasi dari Alice's Adventures in Wonderland, jadi ceritanya tidak sama persis." Saat semua buklet selesai dibagikan, ia meletakan kembali kotaknya. Aku membuka halaman pertama, mencoba menemukan sesuatu yang menarik. Jujur saja pertama kali aku membaca buku versi aslinya aku berpikir ceritanya membosankan, yang mana cukup mengherankan karena saat aku mencari tahu tentang penulisnya, aku mendapat informasi bahwa penulisnya sedikit aneh dan pedofilia, orang yang seperti ituseharusnya menulis buku yang menarik…

Tidak.

Tidak ada yang menarik.

"Tugas kalianuntuk sisa kelas hari ini—yang masih tersisa duapuluh menit- dan nanti malam adalah membaca naskah. Minggu depan aku akan mengumumkan siapa yang berperan menjadi siapa."

Sial.

Tunggu. Tapi—

"Ne, Sasori-sensei!" teriak Naruto Uzumaki, meminta perhatian guru kami. "bagaimana kau bisa tahu bahwa orang itu bisa berakting dengan baik?"

Sasori-sensei menatap pemuda pirang itu datar. "Uzumaki, untuk bisa ikut kelas ini, kau setidaknya harus mendapatkan nilai delapan dalam kelas drama tahun lalu. Aku sangat yakin kalian semua cukup bagus."

Dan dengan itu, aku mulai benar- benar membaca naskah. Aku mendapatkan nilai 98 tahun lalu, jadi aku yakin aku akan bagus. Lagipula, dengan membaca beberapa lembar naskah, sepertinya drama kali ini tidak seburuk buku aslinya.

Tapi ada yang harus aku lakukan lebih dulu.

Aku menyenggol lengan Shikamaru.

"Apa- apaan Sakura?"

"Berikan sayangku balik."

TheCherryOnTop

Dibagikan pada Jumat, 7 September 12.31 PM

Suasana Hati: Biasa. Tidak bagus. Tidak buruk.

Musik: Karena kau hidup. Dan bernafas

Lokasi : Di bawah lubang kelinci. Di sini gelap

Subjek : Alice, aku rasa

Judul aslinya adalah Alice's Adventures in Wonderland, tapi mungkin Disney sudah memperkosa buku itu dan membuatnya jadi seperti apa yang mereka mau (bukannya aku tidak suka versi Disney, karena apapun yang Disney buat itu keren) orang mulai menyebutnya Alice in Wonderland. Apakah mereka lupa bahwa Alice punya petualangan di sana? DIA BERPETUALANGAN! Petualangan yang keren. Dia mengecil lalu membesar, bertemu bunga, peramu obat, dan ulat dan kartu dan kucing jahat dan kelinci idiot. Kemudian dia hampir terbunuh, tapi akhirnya dia tetap hidup! Kalau tidak menyebut semua yang Alice alami adalah petualangan, lalu petualangan itu yang seperti apa?
Tapi kau tahu apa yang paling payah dari petualangannya? Alice bertemu dengan begitu banyak orang (atau barang…?) dan membentuk ikatan yang sangat kuat dengan mereka, tapi bagian tersedihnya adalah saat ia bangun dan menemukan bahwa tidak ada satupun dari mereka yang nyata.

Semuanya palsu.

Maksudku, dia menikmati waktunya kemudian BOM! Dia menyadari bahwa itu tidak nyata. Sedih kan?

Jadi aku tahu kalian pasti bertanya- tanya kenapa aku membahas buku-berusia- empat- puluh- tahun- lebih. Itu karena di kelas drama, kami akan menampilkan adaptasi dari buku- berusia- empat- puluh- tahun- lebih yang dibintangi oleh nona Alice itu, tapi kali ini dibumbui kisah cinta.

Dengan seekor kucing!

Kucing Cheshire!

Kisah cinta berbeda spesies. Terserah lah! Berdasarkan naskah, kucing itu berbentuk manusia, hanya saja bertelinga kucing, dan memiliki ekor.

Ceritanya seperti biasa, kecuali di sini Alice tinggal di rumahsakit jiwa (aku sedikit penasaran kenapa) dan tiba- tiba pintu kamarnya terbuka. Saat dia mengintip ke dalam kamar, ada pria kelinci berlari melewatinya, berteriak bahwa dia terlambat (Duh!) setelah melihat jam sakunya yang kemudian jam itu jatuh. Alice lalu pergi untuk memberikan jam itu kepadanya, tapi pria kelinci itu tidak mendengarnya dan melompat ke dalam lubang…

So yeah, Alice kemudian mengikutinya, berakhirlah dia di suatu tempat baru (Wonderland, duh) makan, minum, membesar, mengecil, berbicara dengan bunga- bunga, berbicara dengan ulat, sampai dia bertemu dengan bangsawan wanita menyebalkan (Heh, aku rasa aku tahu siapa yang akan cocok memerankannya dengan sempurna) lalu bertemu dengan Pria Kucing Cheshire. Alice mulai berpetualang di hutan dan berbeda dengan yang ada di buku, Pria Kucing Cheshire itu ikut bersamanya!

Sangat manis.

Baiklah, sepertinya cukup tentang drama itu. Sungguh menghabiskan waktu satu jam dalam hidupku membaca naskah itu. Aku juga punya banyak hal untuk dilakukan.

V

Komentar untuk 'Alice, aku rasa'

'Dibagikan pada Jumat, 6 September 12.39 PM

Subjek: Kehilangan pesonamu!

KingOfRamen007: APA INI?! Cherry, kau bahkan sama sekali tidak menyebutkan gosip satupun!

Komentar untuk KingOfRamen007

Dibagikan pada Jumat, 6 September 12.41 PM

Subjek: Gigit aku

TheCherryOnTop: Kau sepertinya lupa bahwa blog ini adalah jurnal pribadiku. Bukan hanya gosip yang aku tulis di sini.

….

Aku menatap jam tangan, lambungku mulai bersuara. Pukul 11. 55 PM

Masalah yang terjadi jika bersama dengan Chouji adalah, walaupun dia pandai memasak, kapan saja kami memilih menu untuk makan malam, maka dia akan memilih makanan paling murah.

Dan sialnya bagiku adalah, makanan yang murah malah semakin membuat aku lapar. Karena pada akhirnya aku tidak makan makanan itu.

"Jadi mau makan apa malam ini?" aku bertanya pada Shikamaru saat kami bertiga tengah menatap awan setelah jam terakhir. Kami berbaring di atas meja piknik yang membuat aku jatuh kemarin waktu makan siang (jam makan siang yang kemudian mengantarkan aku pada Sexy-sensei memegang bokongku).

Kami tengah mengobrol tentang hubungannya dengan Temari. Chouji tidak begitu memedulikannya. Aku yang sangat penasaran. "Aku ingin makan pizza dengan ektra keju, peperoni, dan irisan bacon." Saat aku menatap awan yang berarak di atasku, mulutku mulai berair melihat bentuk awan yang menyerupai seiris pizza dengan topping keju yang meleleh.

Shikamaru mengelus kepalanya, "Ini malam jumat, kita boleh keluar sampai jam sebelas jadi…"

"Iya?" potongku.

"Iya."

Aku mengangkat kepalaku sedikit untuk melihat ke arah Chouji , yang berbaring di sisi lain Shikamaru. Dia sedari tadi hanya diam (mungkin berfantasi tentang apa yang akan kami makan). "Kau bagaimana, Chouji? Apa kau juga mau pizza—"

"Aku mau ramen."

Aku ingin protes namun kedai ramen lebih dekat dari Akademi jika dibandingkan dengan tempat pizza, dan harganya juga lebih murah.

"Kalau begitu ramen."

Kejadian itulah yang membuat aku sekarang kelaparan dan sedikit mual saat berjalan di koridor Leaf Akademi. Tidak seperti yang lainnya, aku senang berjalan- jalan di malam hari(biasanya ke mesin penjual otomatis di luar kafetaria). Aku tahu di mana diletakan kamera, ruangan mana yang dipakai saat malam hari, pintu- pintu untuk melarikan diri, dan rute mana yang dilewati oleh Tsunade-sama setelah ia minum alkohol di lounge guru.(Iya, aku sudah tahu kebiasaanya itu walau baru tiga malam. Aku jenius, kan?)

Jadi, setiap malam pada pukul 11.40 PM, Tsunade pergi dari kantor utama (yang dia kunci jika dia pergi) lalu berjalan melewati depan koridorliteratur (begitu aku menyebutnya, karena di sana adalah koridor di mana kelas- kelas literatur dari berbagai tingkat berada) ke kafetaria. Tsunade lalu menggunakan salah satu dari banyak kunci yang ia punya untuk membukanya, kemudian berjalan menuju lemari pendingin dan mengambil alkohol. Setelah itu, dia duduk di salah satu kursi selama tepat tujuh menit, meminum dua gelas alcohol jenis apa saja yang sedang ia inginkan. Pada pukul 11.59 dia sudah kembali mengunci pintu kafetaria dan berjalan dengan rute yang sama menuju kantornya.

Maka dari itu, aku tahu ke mana harus pergi jika tidak ingin ketahuan.

Tidak seperti beberapa orang.

Aku bersembunyi di belakang barisan loker di depan kelas literatur Kakashi –sensei yang perlahan membuka. Dua sosok gelap keluar dengan membawa kardus berisi tumpukan buku.

"Wow, siapa yang menyangka kita akan menemukan sebanyak ini."

Itu adalah suara Naruto. Tunggu, itu berarti—

"Hn."

SASUKE-KUN!

Tunggu sebentar… aku menatap jam tanganku lagi. 11.58 PM.

Oh sial—

Dengan arah mereka berjalan, aku bisa menebak bahwa mereka berdua akan melewati kafetaria, lalu berjalan sepanjang koridor di pinggir lapangan kemudian baru sampai di kamar asrama… Itu berarti mereka akan bertemu dengan Tsunade-sama pada tepat pukul 11.59 saat Tsunade-sama sedang mengunci kembali kafetaria.

Itu buruk.

Saat merekasemakin dekat dengan tempat aku bersembunyi, aku meraih salah satu dari mereka (jangan salahkan aku, aku tidak bisa menyelamatkan keduanya karena yang lain terlalu jauh dari aku!) dan menariknya ke pinggir loker bersamaku. Aku menutup bibirnya dengan tanganku (berharap pada tuhan bahwa dia adalah Sasuke-kun).

Dan ternyata bukan…

Aku menyingkirkan tanganku, Naruto menatapku dengan pandangan aneh, hampir menjatuhkan kardus di tangannya. "Sakura-chan?"bisiknya. "Kenapa kau menarik aku?"

"Naruto, Tsunade-sama keluar dari kafetaria setiap jam 11.59 setiap malam," kataku bijak (karena aku adalah gadis yang bijak, duh.) "dan itu berarti-"

"Sasuke-teme akan ketahuan!"

Sial.

Kami berdua menengok ke arah di mana Sasuke masih terus berjalan (BOCAH IDIOT ITU! RALAT, BOCAH TAMPAN TAPI IDIOT ITU, TAPI SERIUS DEH! BAGAIMANA BISA DIA TIDAK SADAR BAHWA PARTNER IN CRIMENYA MENGHILANG?!), kami meringis melihat apa yang tengah terjadi di sana.

"Sasuke Uchiha, apakah itu buku porno yang sedang kau bawa?" teriak Tsunade-sama, "dan kau berkeliaran melewati jam malam?!"

Sasuke-kun tidak terlihat terpengaruh dengan teriakan itu.

"Aa."

Walau koridor dalam keadaan gelap, aku dapat melihat wajah Tsunade-sama memerah marah.

"K-KAU! CEPAT KE RUANGANKU SEKARANG! ANAK MUDA, KAU DALAM MASALAH BESAR!"

Kami melihat kejadian itu dengan mulut menganga lebar, pemandangan Sasuke-kun ditarik telinganya. Aku yakin Naruto juga merasa menyesal.

"Sudah terlambat…" gumam Naruto. "kita tidak bisa menyelamatkannya sekarang."

"Iya…" aku ikut berbisik.

Naruto kemudian pergi (setelah menunggu selama beberapa menit, kau tahu, untuk berjaga- jaga) dengan masih membawa kardus sedang aku mendudukan diri di sebelah loker. Aku telah lupa tujuan awal dan perut laparku dan cokelat batangan yang sudah aman berada di saku celana.

Rasanya sedih, tahu bahwa aku baru saja membiarkan suami masa depanku terkena masalah besar.

TheCherryOnTop

Dibagikan pada Sabtu, 8 September 2.31 AM

Suasana Hati: Sendiri

Musik: Tidak ada

Lokasi : Bukan tempat yang spesial

Subjek : (tidak ada subjek)

Hidup ternyataburuk.

Aku pikir hidup itu indah, tapi saat ini, hidup sangat menyedihkan.

Banyak orang yang sedang berada di bawah sekarang. Mau gosip? Hm, tentu saja kau mau gosip. Aku belum memposting satupun gosip seharian ini.

-Gadis Cepol sangat tidak suka dengan kecemburuan dan keposesifan Kopi Susu.

-Rubah selamat dari api namun Pretty Boy sepertinya tidak begitu beruntung

-Harpa sepertinya menyesal tidak memperjuangkan Merepotkan karena dia kembali memperhatikan Merepotkan seharian penuh

-Repotnya bagi Merepotkan? Kisahnya dengan Harpa tidak terdengar begitu menarik lagi

X

X

Komentar

X

X

Komentar untuk '(tidak ada subjek)'

Dibagikan pada Sabtu, 7 September 11.23 AM

Subjek: Sendiri bukan hal buruk

Sexy-In0: aku pikir cowok yang pecemburu dan posesif itu sangat seksi

Komentar untuk Sexy-In0

Dibagikan pada Sabtu, 7 September 12.05 PM

Subjek: Sendiri menyedihkan

TheCherryOnTop: Mungkin. Iya SETUJU BANGET (saat ini).

Komentar untuk TheCherryOnTop

Dibagikan pada Sabtu, 7 September 12.11 AM

Subjek: Sendiri membuatmu banyak mendapat perhatian.

Sexy-In0: Tapi karena kita berdua sama- sama single, bagaimana kita bisa tahu rasanya punya seseorang yang pecemburu dan posesif.

Komentar untuk Sexy-In0

Dibagikan pada Sabtu, 7 September 12.14 PM

Subjek: tidak sendiri

TheCherryOnTop: Itu sedikit menyakiti aku

V

V

DIHAPUS

Komentar untuk '(tidak ada subjek)'

Dibagikan pada Sabtu, 7 September 11.39 AM

Subjek: (tidak ada subjek)

Lazy1: Wow, Cherry sepertinya blogmu kehilangan pesona. Apakah ada sesuatu?

Komentar untuk Lazy1

Dibagikan pada Sabtu, 7 September 11.39 AM

Subjek: (tidak ada subjek)

TheCherryOnTop: Aku mengacaukan Sasuke-kun. Jadi dia dan Naruto sedang kembali dari rencana pencurian koleksi porno Kakashi-sensei. Sialnya mereka melewati rute yang sama dengan Tsunade-sama yang tengah menutup kafetaria. Aku mencoba untuk membantu mereka,SUNGGUH, tapi aku hanya bisa menyelamatkan Naruto.

Komentar untuk TheCherryOnTop

Dibagikan pada Sabtu, 7 September 12.06 PM

Subjek: Wow, tidak protes karena aku 'tidak ada subjek'?

Lazy1: Hah, aku hampir mengasihanimu. Bagaimana kalau aku traktir pizza supaya kau merasa lebih baik?

Komentar untuk Lazy1

Dibagikan pada Sabtu, 7 September 12.09 PM

Subjek: (tidak ada subjek)

TheCherryOnTop: Terimakasih, itu sangat manis, tapi tidak. Kau adalah teman terbaik yang pernah ada, tahu tidak?

Komentar untuk TheCherryOnTop

Dibagikan pada Sabtu, 7 September 12.13 PM

Subjek: (tidak ada subjek)

Lazy1: Aku sedang berusaha.

Komentar untuk Lazy1

Dibagikan pada Sabtu, 7 September 12.42 PM

Subjek: BERUBAH PIKIRAN

TheCherryOnTop: Um, aku sedikit ingin makan pizza sekarang!

TheCherryOnTop

Dibagikan pada Senin, 10 September 12.03 AM

Suasana Hati: GENDUTTTT.

Musik: Dark Waltz. (musik yang membuat depresi hanya dengan mendengar nadanya!)

Lokasi : Di ranjangku, di bawah selimut. Oh. La. La.

Subjek : Terik

Kau tahu apa yang berhasil mewarnai hidupku untuk kembali indah? Pizza ukuran medium yang bisa kau santap sendirian, dengan ektra keju, peperoni dan saos bawang panggang di pinggirnya. Minumnya Mountain Dew dingin.

(embun di gelasnya!)

Jadi akhir pekan pertama di Leaf Akademi tahun ini berjalan tanpa satu kejadian berarti namun penuh dengan pizza. Berdasarkan pesan yang aku dapat dari kalian, pembaca tercintaku, kalian mungkin berpikir bahwa aku mati atau apa dengan seluruh pesan "Di mana kau?' , atau ' Kenapa kau tidak bergosip?'.

Jadi begini:

AKU JUGA PUNYA KEHIDUPAN SENDIRI, MAKASIH.

Ya, aku tahu aku pernah bilang bahwa blog ini adalah hidupku. Tapi kemudian kenyataan menamparku dan aku harus tumbuh dewasa dan hey! Kalau aku sudah lulus dari sini bagaimana? Apa yang akan aku lakukan saat itu, dengan tidak adanya orang yang aku gosipkan.

Anywhoo, aku sedih (tidak juga) karena tidak bisa datang dengan membawa gosip.

Terserah.

Aku yakin beritanya sudah menyebar, tentang kejadian seseorang mencuri sesuatu dan bahwa hanya satu pelaku saja yang tertangkap dan bahwa KepSek sama sekali tidak senang dengan hal ini.

Tapi aku bahkan belum mendengar apa- apa tentang hukumannya!

Apa ada yang tahu?

Komentar untuk 'Terik'

Dibagikan pada Senin, 9 September 12.08 AM

Subjek: Hangus

KingOfRamen007: TIDAK BISA! PIZZA TIDAK AKAN PERNAH BISA MENGALAHKAN RAMEN!

Komentar untuk KingOfRamen007

Dibagikan pada Senin, 9 September 12.12 AM

Subjek: Bagus!

TheCherryOnTop: Au conctraire, mon ami*. Pizza itu seperti, ramen jenis baru.

Komentar untuk TheCherryOnTop

Dibagikan pada Senin, 9 September 12.17 AM

Subjek: UAPA?!

KingOfRamen007: Apa kau gila?! Huh, Cherry kau baru saja kehilangan banyak nilai dariku

"Selamat pagi, kalian para brengsek kecil," mulai Kakashi-sensei garang. Aneh, hari ini Kakashi-sensei tepat waktu! Jujur saja aku sedikit takut. "Karena ini adalah minggu kembalinya kita bersekolah, dan kita sudah benar- benar siap, aku akan memulai hari ini dengan memberikan kalian PR untuk nanti malam, dikumpulkan besok." dia menyeringai, dan aku membencinya. "Kalian akan menulis esai dua ratus lima puluh kata tentang orang yang duduk di sebelah kalian. Aku yakin kalian sudah mengenal satu sama lain dengan baik. Termasuk masa kecil, keluarga, teman, kegemaran, hobi, ambisi, dan lain- lain."

Huh.

Hal yang memalukan adalah, bahwa aku adalah satu- satunya orang yang duduk sendirian—

"Hey, Sakura-chan!"

Naruto Uzumaki memutar badan untuk menghadapku, Sasuke-kun yang berada di sampingnya juga ikut melirik.

"Karena jumlah murid di kelas ini ganjil, maka akan ada satu kelompok yang jumlahnya tiga orang," kata Naruto. Wow. Dia bisa menyadarinya sendiri? Menakjubkan.

"Apa kau mau mengerjakan tugas ini bersama aku dan Sasuke?" Aku hanya bisa melongo menatapnya. "jadi nanti seperti ini, aku menulis tentang Sakura-chan, Sasuke-teme menulis tentang aku, dan kau menulis tentang Sasuke! Bagaimana?"

Aku rasa aku merona.

"Ya. Itu kedengarannya bagus."

Jadi kami mulai mengerjakan tugas, dan untuk memudahkan hidupku, karena Sasuke-kun bukan tipe orang yang senang berbicara, aku membuat kuisioner kecil!

Yang kemudian Sasuke isi!

Yang bisa aku simpan nanti!

(HIDUP ITU SEKSI!)

SEMUA TENTANG TUAN UCHIHA!

Kuisioner oleh Sakura Haruno

Penyedia Informasi : Sasuke Uchiha

Dikomentari oleh Naruto Uzumaki

1. Siapa namamu?

Sasuke Uchiha

Juga dikenal dengan sebutan 'Teme'

2. Hari Ulangtahun?

23 Juli

Apokalips

3. Saudara?

Kakak Laki- laki. Asisten guru kimiamu.

Kau sudah pernah bertemu dengannya, Sakura-chan! Dia yang membantumu berdiri saat si Teme memukul bola ke kepalamu!

4. Teman?

Tidak begitu bisa dihadapi. Naruto.

Percaya deh!

5. Hobi?

Olahraga (Sepakbola, basket), membaca, main

6. Nomer Favorit?

Siapa yang punya nomer favorit?

5…

Aku punya, Sakura-chan! 6.

7. Pelajaran Favorit

Drama

QUEEEENN!

8. Band favorit?

Tidak punya. Banyak yang aku suka.

Dia suka musik yang romantis! Dan dia menyanyi di kamar mandi Sakura-chan!

9. Film Favorit?

Ada Kill Bill Voll. 1 dan Kill Bill Vol.2

Itu jelek!

10. Pahlawan?

Tidak punya.

Sebenarnya dia ingin menulis namanya sendiri!

11. Pacar?

…tidak ada

Aku rasa Sakura-chan cocok untukmu J

Di akhir jam pelajaran, kuisioner yang aku buat sudah terisi. Hanya aku dan Naruto yang berbicara (dia bertanya beberapa pertanyaan padaku untuk esai-nya.) Sasuke-kun hanya menulis jawaban untuk kuisionerku dan Naruto yang menambahi komentar di bawah jawaban Sasuke. Karena Sasuke sudah tahu semua hal tentang Naruto, dia tidak perlu bertanya apapun.

Naruto mengangkat kertasnya dan membacanya.

"Jadi dari apa yang sudah aku pelajari: Sakura Haruno, lahir 28 Maret, kau suka kopi dan pizza. Warna favoritmu adalah hijau. Kau lebih memilih anjing daripada kucing. Kau adalah seorang 'komputer-nerd', kau suka membaca buku khususnya yang ditulis dengan sudut pandang orang pertama. Kalau kau sudah dewasa, kau ingin menjadi penulis. Dan lain- lain…"

Aku tersenyum, "Ya, itu saja. Oh, aku sangat suka menonton drama musikal!"

"Baiklah," tambahnya, menuliskan info terakhir di kertasnya agar dia tidak lupa untuk menulisnya di esai.

Sampai Naruto berbalik, aku baru menyadari bahwa aku terlalu banyak memberikan informasi.

Sakura Haruno

Rabu, 11 September

Kakashi Hatake

Eng 301

Sasuke Uchiha

Untuk tugas kali ini, kami diminta mewawancarai orang yang duduk di sebelah kami dan menulis esai tidak resmi tentang orang tersebut. Sayangnya—atau mungkin beruntungnya- untukku, aku duduk sendirian. Maka dari itu, dengan kebaikan dan dengan lengan terbuka Naruto Uzumaki dan Sasuke Uchiha menerimaku bergabung bersama mereka. Dengan satu jam pelajaran dihabiskan mengobrol –atau tidak mengobrol..?- jelas bagiku bahwa Sasuke Uchiha bukan seseorang yang senang berbicara.

Sasuke Uchiha dilahirkan di tengah keluarga yang hebat pada tanggal 23 Juli, lima tahun setelah kelahiran kakak laki- lakinya, Itachi Uchiha. Sasuke mengatakan bahwa dia tidak memiliki sosok panutan sekarang. Ia pernah mengidolakan sosok kakak laki- lakinya, yang kini adalah seorang asisten guru di sini di sekolah kita –Leaf Akademi. Itachi Uchiha adalah seorang asisten guru untuk Kurenai Yuuhi-sensei, salah satu guru kimia terbaik kita. Itachi akan segera menjadi guru, walau saat ini dia masih belum menentukan akan mengambil sub mata pelajaran apa.

Tidak seperti kakaknya, Sasuke ingin mengikuti jejak Ayahnya, Fugaku Uchiha yangadalah kepala kepolisian dan mengalahkan kakaknya.

Sasuke gemar terhadap warna biru, khususnya biru gelap. Nomer kesukaannya adalah lima, sedang pelajaran favoritnya adalah drama. Dia penggemar berbagai genre musik, dan film kesukaanya adalah kedua seri film action Kill Bill.

Sasuke bukan orang yang pandai mencari teman, namun teman terdekatnya adalah Naruto Uzumaki.

Dengan rambut lembut hitam legam, warna mata yang serasi, dan jalan pemikiran yang menarik, tidak perlu ditanyakan kenapa Sasuke Uchiha memiliki banyak penggemar.

Sumber:

-Sasuke Uchiha, 23 Juli

-The Sasuke Uchiha FC; bertahun- tahun silam

Jumlah kata: 268 kata

"Itu 268 kata?" tanya Sasuke-kun, setelah selesai membaca esaiku. "seperti bukan…"

"Kau menghina kemampuan laptopku dalam menghitung jumlah huruf?"

Sasuke mengangkat alisnya melihat aku yang memelototinya sebelum memberikan kertasku. "Maaf, bukan maksudku begitu." dia mengangguk kaku. " Kau sangat pintar dalam menulis, Sakura Haruno. Aku rasa kau akan menjadi penulis yang hebat."

Aku hampir menjatuhkan kertas esaiku.

"Aku—aku… um terimakasih…"

Aku menelan ludah, menatap lantai yang menghubungkan pintu kamarku dan kamarnya.

"Jadi bagaimana kelanjutannya dengan kejadian pencurian buku Kakashi-sensei…?"

"Hah?" Sasuke terlihat sedikit bingung. "Bagaimana kau bisa tahu?"

Aku menelan ludah, "O-Oh, itu… orang- orang ramai membicarakannya. Walau Kakashi-sensei tidak terlihat marah sama sekali…" aku tersenyum kaku. "Apa kau mendapat masalah besar?"

Sasuke-kun menggelengkan kepala.

"Tidak, tidak begitu."

Apa…?

"Apa?" aku hampir mendesis.

Dia mengedikan bahu. "Tsunade bilang aku bisa lepas kalau aku melakukan sesuatu untuknya, itu saja."

"Oh…"

Sasuke-kun kembali mengedikan bahu. "Aku harus segera membuat esaiku. Sampai jumpa besok." dengan begitu, dia meninggalkanku di koridor sendiri.

Mengerjakan sesuatu?!

Sama sekali tidak ada gosip di sini!

UGH.


Au conctraire, mon ami* : aku nggak setuju, teman.

Thanks To : Ricchi, kimth951230, The Deathstalker, R, hanna, ToruPerri, mc-kyan, kuhaku, Nikechaann, Jade Angel of Death Daniels, achi, setyanajotwins, goodbye summer, YOktf, Sara Savanna Brain, Eysha CherryBlossom, caesarpuspita, NatashAurel, ti. ah98, naintin2, kyuaiioe, kura cakun, VEDG, aitara. fuyaharu1, Uchiha Pioo, Forehead Poke, Kuro Shiina

A.N: Update cepat, yes? MEEH, Because I'm cool like that.

Nggak nyangka responnya sangat positif. Eve sempet ragu loh mau ngerjain ini, soalnya diawal ceritanya memang membingungkan –takutnya diksi yang aku pilih nggak pas dalam menyampaikan maksud penulis dan malah membuat pembaca semakin bingung. Tambahan, jalan pikiran Sakura di sini jauh berbeda dari Sakura yang biasa dibaca dan sangat Amerika – tahu lah, sedikit bitchy, tapi bitchy yang nyenengin -heh , soalnya nyata. Semua orang pasti ada sisi bitchy-nya walau cuma dalam kepala mereka, kaya si Cherry di sini.

seiring berjalannya cerita, interaksi paling manis menurut Eve adalah ShikaSaku. Setiap hal kecil yang Shikamarulakukan untuk Sakura itu…. UGH banget (ugh yang bagus loh ya, kali ini.)

A.N.N : ternyata banyak yang ngira kalo Pecinta Ular itu Orochimaru ya? LOL. Masa iya Kakashi mau main sama Orochimaru.

A.N.N.N : Chapter 1 udah diperbaiki dari segala macam typonya. (not that Im an attention whore or something, just FYI : jumlah review berbanding lurus dengan kecepatan update. so yeah)

Anyway, Terimakasih sudah membaca.

Kritik, saran dan pendapat silahkan sampaikan lewat review.

-with cherry on top-

.the autumn evening.