Title : TheCherryOnTop
Pairing: SasuSaku
Disclaimer: I do not own Naruto, nor the story.
Warning: This is an Indonesian translation of ohwhatsherface's story with the same title. Done with permission.
Summary:
Sakura tidak pernah menjadi pusat perhatian, namun tiba- tiba semua orang memperhatikannya. Hal itu membuat Sakura melakukan sesuatu, Blog it! Tentu saja!
Chapter 4
.
.
.
TheCherryOnTop
Dibagikan pada Rabu, 19 September 2:11 PM
Suasana Hati: BOSAAAN
Musik: Scouty tidak tahu bahwa aku dan Viona melakukannya di dalam van setiap minggu
Lokasi : Ruang kelas dari kelasku yang sekarang
Subjek : cairan pemerah pipi
Whee
Aku pergi berbelanja minggu lalu, dan sudah beli gaun untuk pesta dansa Jumat depan! Bam di dam! Aku sebenarnya inginmemberikan deskripsinyauntukmu, karena aku sungguh- sungguh menyukainya. Tapi nanti aku mungkin menggambarkannya dengan terlalu detail dan memberikan terlalu banyak informasi tentang siapa diriku. Umm, Setidaknya aku akan memberitahu bahwa warnanya merah, dan sangat indah.
Ini bukan posting yang panjang karena um, sekarang aku sedang ada di kelas. Aku hanya merasa perlu memberitahumu bahwa aku akan memakai gaun warna merah.
Yay!
X
Komentar
X
Komentaruntuk 'cairan pemerah pipi'
Dibagikan pada Rabu, 19 September 3.48 PM
Subjek: cairan mimpi
KingOfRamen007 : Apakah itu membuatmu tampak seksi?
Komentaruntuk KingOfRamen007
Dibagikan pada Rabu, 19 September 6.02 PM
Subjek: Kau punya?
TheCherryOnTop : Itu membuat aku terlihat menawan
Komentaruntuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Rabu, 19 September 6.07 PM
Subjek: Ha. Ya. Semua orang punya, deh.
KingOfRamen007 : Manis! Aku pastikan akan memperhatikanmu!
X
X
DIHAPUS
Komentaruntuk 'cairan pemerah pipi'
Dibagikan pada Rabu, 19 September 4.03 PM
Subjek: Scotty tidak tahu…
Lazy1 : Baiklah, jadi aku akan menjemputmu di depan asrama jam 7 sebelum pesta dansa?
Komentaruntuk Lazy1
Dibagikan pada Rabu, 19 September 6.04 PM
Subjek: Sasuke tidak tahu kalau Itachi dan aku berciuman setelah kelas berakhir setiap hari Senin
TheCherryOnTop :Exactamundo Biatch*
Komentaruntuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Rabu, 19 September 6.13 PM
Subjek: Jangan nyanyikan lagu itu lagi
Lazy1 : Jangan. Pernah.
…
…
…
TheCherryOnTop
Chapter Empat
Oh No She Freaking Did Not
…
…
…
Kalau hidupku adalah sebuah novel yang ditulis oleh seorang penulis (atau banyak penulis), aku mungkin akan berakhir dengan Shikamaru. Aku tahu mengatakan ini jadi terdengar aneh, karena beberapa waktu yang lalu aku baru saja bilang bahwa aku tidak akan pernah menyukai Shikamaru dengan cara yang seperti itu (memang tidak akan pernah, aku sangat yakin dengan itu). Yang aku maksud di sini adalah, dalam kisah cinta klise yang digemari oleh para gadis remaja, seorang gadis, jika ia berada dalam situasi yang seperti aku alami sekarang, awalnya penulis akan membuat para pembaca menyukai dua karakter pria yang seksi (super-duper seksi) yang kini sering menciumku. Namun pada akhirnya, tokoh utama wanita itu akan berakhir bersama dengan sang sahabat pria yang biasa dia jadikan tempat curhat.
Mungkin aku memikirkan teori ini karena hidupku akan menjadi lebih mudah dan tidak begitu merepotkan kalau saja ciuman pertamaku dengan Shikamaru membuat aku merasakan sesuatu.
Jadi aku punya teori.
(Mungkin aku mendapatkannya saat menonton film, tapi aku tidak ingat film yang mana.)
Ciuman pertamamu dengan seseorang dapat memberitahumu segalanya.
Ciuman pertamaku dengan Sexy-sensei memberitahu aku tentang kesenangan. Ciuman itu seperti berkata:
Menempelah terus dengan pria ini. Dia menyenangkan. Dia mudah datang kepadamu dan akan terus membuat dirimu terhibur. Dia bukan orang yang bisa diajak serius, karena hmm dia adalah seorang guru. Tidak apa- apa melanggar aturan demi dia, karena lidah pria ini membuatmu ingin terus menciumnya.
(iya, ciuman pertama denganSexy-sensei memberitahu aku informasi sebanyak itu.)
Ciuman pertamaku dengan Sasuke-kun, dengan cokelat di bibirku yang menjadikan alasan untuk dia menciumku mengatakan :
YA TUHAN, SASUKE UCHIHA SEDANG MENCIUM KITA! DEMI NERAKA! TERUS CIUM DIA! CIUMAN INI AKAN MEMBAWAMU MENUJU KEINDAHAN! CIUM! CIUM! CIUM! IYA
Waktu itu aku masih tiga belas tahun saat menempelkan bibirku ke bibir Shikamaru dan yang aku dengar adalah :
Um.. kenapa rasanya aneh?
Mungkin jika rasanya tidak aneh, atau aku merasakan debaran di dadaku seperti saat mencium Sexy-sensei, atau sesempurna saat aku mencium Sasuke-kun, maka aku akan mendapatkan kisah cinta yang normal. Aku akan terus menjadi Cherry, hanya saja aku tidak akan begitu terobsesi, karena aku punya seorang kekasih untuk menghabiskan waktu bersama. Mungkin aku tetap akan berciuman dengan asisten guru Kimia yang seksi. Tapi aku tidak akan diam- diam keluar kamar di malam hari untuk berciuman dengan siswa paling tampan di Leaf Akademi, dan aku tidak akan menjadi sasaran KepSek.
Hidup yang biasa.
Tapi hidupku bukan sebuah novel.
Dan hidupku bukan pengecualian yang disebutkan di atas.
Akusedang duduk dengan rasa bosan yang menggunung di kelas seni menulis indah Kisame-sensei, (tidak melakukan apapun karena tugasnya adalah menulis cerita singkat dan aku sudah selesai sepuluh menit yang lalu padahal tugas itu baru dikumpulkan besok) dan aku masih Cherry.
(dan Pink Princess.)
Aku masih seorang gadis yang tinggal setelah kelas berakhir untuk berciuman dengan Asisten Guru.
Aku masih seorang gadis yang mendapatkan kehormatan untuk mencium Sasuke Uchiha di samping mesin penjual otomatis setiap malam.
Aku masih seorang gadis yang sedang diburu KepSek untuk dihukum.
Aku menunduk melihat kertas di hadapanku yang berisi cerita pendek. Bukan sesuatu yang spesial. Hanya sesuatu yang terlintas di kepalaku saat aku sedang melihat ke luar jendela.
Namun memikirkan tentang hidupmu membuat aku mendapatkan sebuah inspirasi.
Tidak puas dengan cerita di hadapanku, aku membuangnya ke tempat sampah.
….
AGENDA SISWA
X
X
Leaf Akademi untuk mereka yang berprestasi
X
X
Buku agenda ini adalah milik:
Nama : Sakura Haruno, ratu dari semua hal yang menawan
Nomer induk : 300114
Alamat: Kamar 103, Leaf Akademi
Kota : Konoha, Negara Api, Bumi… Iya.
Kode pos : Tidak punya, memang kau punya?
Nomer ponsel : aku tidak akan menulisnya di atas sesuatu yang bisa dicuri
Kelas utama : Literatur dengan dia yang tidak pernah tepat waktu
X
X
KALENDER SEPTEMBER
-Hari untuk diingat! (INGAT. !)
Selasa, 4 September – Hari membongkar barang. Cobalah untuk tidak terlalu memperhatikan Sasuke-kun untuk melihat seberapa banyak dia berubah setelah liburan musim panas.
Rabu, 5 September – Upacara pembukaan dengan kepala sekolah baru. Hari pertama sekolah, duh!
Kamis, 13 September – Belajar di perpustakaan dengan Shikamaru dan Hinata-chan setelah selesai jam sekolah , pukul 3:30
Jumat, 14 September – Ulangan Biologi. Belanja untuk hadiah ulangtahun Shikamaru. Maksimal limapuluh dolar.
Sabtu, 15 September – Belanja untuk ulangtahun Shikamaru lagi.
Minggu, 16 September – Akhirnya menemukan hadiah untuk ulangtahun Shikamaru. Jangan lupa beli kertas kado!
Senin, 17 September – Hari foto tahunan. EW! Catatan: cobalah untuk tidak terlihat sejelek biasanya.
Kamis, 20 September – Mengumpulkan tugas cerita pendek Seni Menulis! Baca lagi barangkali ada yang salah tulis. YEAH!
Jumat, 21 September – Pesta dansa perayaan kembali ke sekolah! Cobalah untuk terlihat cantik. Tanya pendapat Hinata-chan tentang gaunnya.
Sabtu, 22 September – hari ulangtahun SHIKA! Rencana hari ini? Terserah Shikamaru, karena ini hari ulangtahunnya.
Minggu, 23 September – Hari ulangtahun Ino. SOPANLAH. Katakanlah selamat ulangtahun.
Senin, 24 September – PemilihanDewan Akademi. Catatan : bilang 'huuu' saat Karin sedang pidato.
Kamis, 27 September – Pemilihantim voli siswi! Ingat untuk membawa sepatu lari. Mulai jam 3:35 PM
Jumat, 28 September–Hari bebas! Tidur, makan, tidur, blog, tidur… dan lain lain…
X
KALENDER OKTOBER
-Lebih banyak hari untuk diingat (INGAT. INGAT. INGAT)
Senin, 1 Oktober – Tim voli siswa diumumkan di kelas olahraga pada jam 8.15 ke sana atau ke laut.
Jumat, 5 Oktober – Pemilihantim basket siswi! Mulai jam 4:40 PM. Akan dilatih oleh… Kakashi –sensei… well… hebat.
Senin, 8 Oktober – Tim basket siswi diumumkan di kelas olahraga pada jam 8.15, mungkin telat karena terserah Kakashi-sensei mau diumumkan kapan.
Rabu, 10 Oktober – Ulangtahun Naruto. Bukannya kami berteman atau apa, tapi untuk menjaga sopan santun, aku akan mengucapkan selamat ulangtahun.
Sabtu, 13 Oktober – Belanja dengan Hinata-chan untuk membeli kostum Halloween!
Rabu, 31 Oktober – HALLOWEEN! Tidak pakai seragam! Pakailah kostum Halloween!
X
X
KALENDER NOVEMBER
-Seni Mengingat
Jumat, 9 November – Pembagian buku raport. Satu salinan untuk aku, dan satu salinan untuk orangtua. YAAY!
Aku masih belum tahu akanada acara apa di bulan ini.
X
X
….
"Jadi aku berpikir…"
Sungguh, aku sungguh sedang berpikir, sebelum Sexy-sensei menciumku seperti ini. Sekarang, dengan bibirnya yang bergerak di leherku, aku sedikit kesulitan untuk meneruskan pemikiranku—
Ya Tuhan.
"Mm.."
Rasanya nikmat..
Aku membuka mata dan memundurkan tubuhku mendengar kekehan seraknya—
(Kau pasti benci saat di mana kau tahu kau akan jatuh dan bersiap-siap menguatkan diri dengan menutup mata erat? Aku juga benci, benci sekali. Tapi yang aneh kali ini adalah aku tidak jatuh dan tidak sakit.)
Aku membuka mataku dan melihat Sexy-sensei (aku harus membiasakan untuk memanggilnya Itachi) memegang pundakku agar tidak jatuh.
"EH…"
Jadi aku punya sedikit masalah jika sedang berhadapan dengan Sexy-sensei dan mata Uchihanya. Jika bersama dengan Sasuke-kun (mungkin karena aku sudah mengenalnya lebih lama) aku masih bisa membentuk kalimat yang dapat dimengerti. Namun jika dengan Sexy-sensei, entahlah, tatapannya seperti dia menantanku, seperti dia tahu sesuatu yang aku tidak tahu. Jadi kapanpun aku mencoba untuk berbicara saat ia tengah menatap tepat di mataku, kalimatku hilang.
Menyebalkan.
"Tidakkah kau berpikir bahwa ini-" aku menggerakan lenganku, berharap dia mengerti maksudku yang sedang membicarakan tetang aku-dan-dia-berciuman "salah?"
Dia hanya menatapku seperti bertanya apakah aku bodoh dengan gaya seksinya.
"Maksudku, kau adalah guruku…"
Sexy-sensei mendesah panjang, "Sakura-chan, kau sudah mengatakan hal ini padaku setidaknya tujuhbelas kali sebelumnya. Dan setelah itu kau masih menciumku lagi. Tidakkah itu membosankan, mengulangnya terus? Menyebalkan?"
HEY!
Itu adalah kalimat Sasuke-kun!
"Iya, tapi- "
Sexy-sensei (dengan seksinya) mendesah lagi dan meraih tengkukku dengan jemarinya agar menatapnya. Dia tidak terlihat ragu, hanya… entahlah, tenang?
"Apa kau akan merasa lebih baik jika kita memperjelas situasi ini?" tanyanya.
Aku ingin melompat ke pelukannya, untuk berterimakasih karena dia mengatakan apa yang sudah lama aku pikirkan tapi tidak jadi karena aku takut dia berpikir aku ingin memulai sesuatu yang nakal dengannya.
"Iya!"
"Kalau begitu silahkan." katanya, menarik tangannya dari tubuhku dan melipatnya di depan dada (Ya Tuhan dadanya!)
Kemudian aku tidak tahu apa yang harus aku katakan. Memangnya apa yang sedang aku lakukan dengan Sexy-sensei? Ciuman yang menyenangkan.
"Berciuman dengan Sensei rasanya sangat terburu-buru." jelasku. Aku memutuskan bahwa kejujuran adalah hal yang sangat penting, dan karena aku adalah murid yang baik, maka aku akan berkata jujur. Masalahnya adalah, jika aku jujur, aku akan mengatakan terlalu banyak (makanya aku punya Cherry! Aku bisa mengatakan apapun yang aku mau dibawah nama alias). "Maksudku, kau sungguh ahli saat memainkan lidahmu, sungguh, yang terbaik dari yang pernah berciuman denganku. Yang sebenarnya tidak begitu banyak karena kau adalah satu dari tiga pria yang pernah aku cium. Tapi-" aku diam dan menutup bibirku . "tunggu, kenapa kedengarannya salah. Maksudku adalah-"
"Tidak ada perasaan mendalam yang terlibat dalam ciuman ini." kata Sexy-sensei. Aku rasa dia mengerti apa yang sedang aku coba katakan.
Aku menganggukan kepalaku berulang.
"Iya, itu yang sedang aku coba katakan!"
"Dan kau hanya melakukan inikarena kau berpikir ini menyenangkan, bukan karena kau menyukaiku…"
Raut wajahnya berubah puas.
"dan karena kau berpikir aku pandai… memainkan lidahku."
"Tepat," aku setuju, kembali mengangguk, mengabaikan rona merah yang menjalar di pipiku.
Sekarang karena semua sudah jelas—
Bibir Sexy-sensei tidak pernah terlihat lebih mengundang.
…
TheCherryOnTop
Dibagikan pada Kamis, 20September 11:57 PM
Suasana Hati: Tidak baik
Musik: Cupid bodoh, kau adalah pria yang jahat
Lokasi : Suatu tempat di muka bumi
Subjek : Membuat aku penasaran
Apa ada yang pernah memikirkan bahwa kata 'penis' itu lucu?
Serius deh, coba saja katakan berulang- ulang sepuluh kali, misalnya, dengan begitu kau akan menyadarinya. Atau mungkin ini hanya aku? Rasanya lucu banget. Maksudku, Penis. Penis. Penis.
Apa itu membuatmu tertawa?
Lupakan. (Kau tahu bahwa aku benar!)
Ini adalah list pasangan yang akan menghadiri pesta dansa besok sebagai (a) pasangan, (b) teman, (c) teman pura- pura menjadi pasangan (untuk membuat seseorang yang tidak peka garismiring orang bodoh cemburu)
-Taring dan Putri Malu (b), mungkin (c)
-Jamur dan Gadis Cepol (c) banget
-Akua dan Kacamata (c)
-Merepotkan dan Pink Princess (b)
-Picasso dan Harpa (b) mungkin (c)
Wow, lihat itu, jadi aku melihat bahwa tidak ada satupun yang hadir sebagai pasangan… pilihan (a) sepertinya tidak berguna, sekarang.
Well.
Beruntung untuk kita semua, kita akan mendapatpengawas favorit kita (yang sama sekali tidak memikirkan kita)!
Ini adalah prediksiku di pesta dansa tahun ini:
-Perkelahian wanita (setidaknya dua)
-Minuman yang 'tercemar'. Klise, aku tahu, tapi siapa peduli?
-Gaun seseorang akan terjatuh dan para lelaki akan senang
-Akan ada ledakan
-Lima orang akan dihukum
-Pengawas kita akan menghilang di jam pertama
-KepSek akan melakukan upacara agar dia bisa marah sepuasnya keesokan harinya
-Semua orang masih sedikit mabok di upacara itu
Sampai nanti, aku perlu menyiapkan gaunku
TA-TA
X
X
Komentar
Komentaruntuk 'Membuat aku penasaran'
Dibagikan pada Jumat, 21September 12.01 AM
Subjek: ITU KEREN
KingOfRamen007 :WHOOO perkelahian wanita sangat menghibur!
Komentaruntuk KingOfRamen007
Dibagikan pada Jumat, 21September 2.12 AM
Subjek: Aku senang kau berpikir begitu
TheCherryOnTop : Aku yakin kau senang apalagi kalau mereka basah.
Komentaruntuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Jumat, 21September 7.56 AM
Subjek: Tentu saja aku berpikir begitu
KingOfRamen007 : Kau bercanda? Itu yang terbaik!
X
X
Komentaruntuk 'Membuat aku penasaran'
Dibagikan pada Jumat, 21September 12.08 AM
Subjek: Setuju
kINKy : Penis memang kata yang aneh.
Komentaruntuk kINKy
Dibagikan pada Jumat, 21September 2.14 AM
Subjek: YA KAAN
TheCherryOnTop :Tentu saja, teman, tentu.
X
X
Komentaruntuk 'Membuat aku penasaran'
Dibagikan pada Jumat, 21September 12.43 AM
Subjek: Apa ini
AceOfSpades5 : Miss Cherry.. kau menulis tentang alat genital pria dalam salah satu blogmu. Apakah kau benar- benar tidak memiliki sesuatu yang lebih baik untuk dibicarakan? Ya ampun… dan semua siswa bertanya- tanya kenapa blog ini tidak pantas. Aku sudah tidak sabar untuk menemukanmu.
Komentaruntuk AceOfSpades5
Dibagikan pada Jumat, 21September 12.43 AM
Subjek: (tidak ada subjek)
TheCherryOnTop :Memangnya kenapa dengan alat genital pria? …kedengarannya kok aneh.
….
Jangan salah.
Pergi ke Pesta Dansa Perayaan Kembali ke Sekolah dengan Shikamaru sama sekali tidak ada hubungannya dan sama sekali tidak bermaksud untuk membuat Sasuke-kun mengajakku berdansa sebagai kekasihnya, atau apapun itu. Maksudku, aku memang ingin Sasuke-kun memintaku menjadi kekasihnya, tapi apa kau berpikir aku tega memanfaatkan Shikamaru untuk hal itu?
Tidak, Shikamaru adalah sahabat terbaikku di seluruh dunia.
Kami selalu pergi ke pesta dansa bersama, sebagai teman. Kami bahkan berjanji akan pergi ke Prom bersama (jika salah satu dari kami tidak punya teman kencan).
"Apa menurutmu Sasuke-kun akan menyukai gaunku?" tanyaku pada Shikamaru, aku memutar badanku. (dan hampir terjatuh, karena seperti yang aku bilang, aku tidak suka sepatu hak tinggi.)
Aku jatuh cinta dengan gaun ini!
Minggu lalu saat aku dan Hinata-chan pergi ke kota (Shikamaru tidak mau ikut bersamaku, karena hey.. dia kan punya pacar. Lagipula menurutnya menemani berbelanja gaun terlalu merepotkan) dan membeli gaun. Hinata-chan membeli gaun indah berwarna lilac yang membuatnya terlihat cantik. Aku sudah memakai gaunku sekarang. Warnanya merah dengan trimming putih di bagian bawah dan atas gaun. Sebenarnya tidak begitu spesial. Tapi aku menyukainya karena aku terlihat menakjubkan. Aku memakai boots tinggi yang aku lihat di etalase toko dan tidak bisa aku lewatkan begitu saja! Warnanya putih, toe-less dengan trimming warna merah dan berenda.
Hinata-chan membentuk rambutku dan memakaikan aku make-up (kami saling mendandani). Jadi sekarang, ada eyeliner tipis dan blush-on yang hampir tidak kelihatan dan lip gloss berwarna light pink membingkai wajahku. Rambutku… aku sangat menyukainya. Hinata-chan membiarkan poniku tergerai di sisi kanan wajahku, dan mengikat sisanya ke belakang.
Untuk perhiasan… bagaimana bisa aku tidak memakai perhiasan? Bukannya sesuatu yang spesial, sih. Aku memakai satu set anting, kalung dan gelang yang simpel.
"Ini merepotkan…"
Jadi, setiap tahun pada hari Jumat ke tiga, sekolah kami mengadakan acara tahunan Pesta Dansa Perayaan Kembali ke Sekolah, tempat untuk para siswa berkumpul. Dan setiap tahun sejak tingkat Sembilan, Naruto Uzumaki favorit kita selalu melakukan hal klise dengan menuangkan alkohol ke dalam jus buah. Setiap tahun pengawasnya –adalah Kakashi-sensei dan Asume-sensei, tidak begitu peduli karena menurut mereka minumannya jadi terasa lebih enak.
"Sakura, memangnya kau pernah mengobrol dengan Sasuke?" tanya Shikamaru, duduk di ranjang Hinata-chan, menguap (Hinata-chan sudah pergi lebih dulu dengan Kiba).
"…terkadang."
Itu bohong.
(Iya aku tahu bahwa kemarin waktu bersama dengan Sexy-sensei aku bilang bahwa jujur itu penting maka dari itu aku harus jujur tapi… TERSERAH LAH)
Sejujurnya:
Pada malam hari, seperti biasa, Sasuke-kun dan aku akan berjalan bersama menuju mesin penjual otomatis. Setelah itu kami akan berciuman, mendesah, berciuman, mendesah, berciuman, dan seterusnya, dan lain-lain, kemudian berjalan kembali ke kamar. Saat aku mencoba untuk berbicara padanya, dia hanya akan mengatakan 'Hn' atau 'Aa'.
Satu kali saat kami bisa dikatakan mengobrol adalah seperti ini :
Aku : "Lebih enak rasa apa, 'cookies and cream' atau 'milk chocolate and almond'?"
Jujur saja aku sangat suka dark chocolate tapi tidak ada pilihannya di mesin penjual otomatis, jadi aku harus puas memilih di antara yang ada saja. Pengemis tidak boleh pilih-pilih, kan?
Sasuke-kun menampakan wajah tidak sabar, namun aku sungguh membutuhkan asupan gula (yang sebenarnya) jadi aku membawa dompetku. Aku tahu jika aku tidak membeli cokelat sebelum sesi ciuman kami, maka aku akan lupa karena…. Karena saat kau berciuman dengan Sasuke Uchiha, kau tidak akan mempedulikan apa yang terjadi pada sekelilingmu.
Aku (lagi) : "atau lebih enak skitties, rasanya seperti pelangi-"
Sasuke-kun : "Ini, sesuatu yang bisa kau rasakan." (menciumku)
-dengan tidak sopannya dia memotong kalimatku dan membuat aku lupa tentang asupan gula yang aku butuhkan. Aku setengah tertawa dengan bibir masih menempel karena kalimat Sasuke tadi terdengar seperti gombalan. Sungguh, Sasuke-kun tidak pernah menggombal.
Hence, pria ini bahkan tidak berbicara.
Aku sedikit berharap bahwa semalam, kami bisa mengobrol klise (betapapun kau bilang bahwa sesuatu itu klise, pasaran, garing, jika kalimat romantis itu ditujukan pada dirimu sendiri, maka kau akan menikmatinya) seperti :
Sasuke-kun : (masih terengah- engah) "Apa kau pergi ke pesta dansa besok?"
Aku : (mengangguk)
Sasuke-kun : "Mau pergi bersama?"
Aku : "Um..seperti sepasang kekasih?"
Sasuke-kun: "Aa.." (menciumku lagi)
-tapi sayangnya, percakapan itu tidak terjadi. Dan di sinilah aku, bersama Shikamaru, menghadiri pesta sekolah sebagai teman.
"Oke," aku bergumam, "dia tidak pernah mengobrol denganku, kami hanya berciuman. Puas?"
Shikamaru mengedikan bahu, "Aku tidak begitu peduli, aku kan cuma tanya, jadi tenang. Apa kau tidak berpikir kalau terlalu berharap tinggi? Kau pikir Sasuke akan jatuh cinta padamu karena kalian berciuman setiap malam? Kalau kalian bahkan tidak pernah mengobrol, bagaimana akan ada perkembangan?"
"Akan ada sesuatu yang berkembang!" aku membela diri. "nanti… kalau kami mulai mengobrol."
Lagipula aku tidak punya saingan dalam mengejar hati Sasuke Uchiha.
(saingan yang nyata, maksudku.)
"Kapan itu akan terjadi?" tekan Shikamaru. "Sakura, aku tidak berpikir dia tertarik untuk menjalin hubungan denganmu-"
"Jadi apa Temari peduli kalau pacarnya pergi ke pesta dansa dengan gadis lain?" aku memotong kalimatnya, tidak mau mendengar kelanjutan pemikiran Shikamaru tentang hubunganku dan Sasuke-kun. "Aku yakin dia akan sangat marah karena tidak bisa memamerkanmu di depan Ino."
Shikamaru mendesah.
"Dia marah."
Mataku melotot dan seketika merasa sedikit tidak enak.
"Nah.." Shikamaru menggelengkan kepala untuk mengganti topik begitu melihat tatapan bersalah di mataku. "tidak perlu mencemaskannya, Sakura. Aku juga tidak mau muncul di sana dengan Temari menempel di lenganku. Rasanya… menyebalkan."
(Kenapa semua orang memakai kata itu?)
"Jelaskan." perintahku, mendudukan diri di atas ranjangku sendiri, di hadapannya.
Aku melirik jam di atas nakas dan menyadari bahwa pesta sudah dimulai satu setengah jam lalu.
"Temari terlalu menempel." keluhnya, menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang Hinata yang rapi. "Mengencani salah satu dari mereka, antara Temari dan Ino, terlalu merepotkan. Aku pikir akan lebih mudah kalau aku bersamamu dan menjauh dari mereka berdua."
Rahangku jatuh.
Aku?!
Merengut ke arah Shikamaru, aku bangkit dari ranjangku dan membaringkan tubuh di sebelahnya, menatap langit- langit kamar (yang berhias dinosaurus).
Saat aku baru masuk Leaf Akademi, walau masih tingkat enam, aku berpikir bahwa Shikamaru adalah tipe siswa yang tidak pedulian, dengan melihat kebiasaanya menatap sesuatu dengan pandangan kosong. Bukan ekpresi kosong yang ditunjukan Sasuke-kun – bukan, kalau ekpresi Sasuke-kun itu ekpresi datar orang sebal dan terganggu. Tatapan Shikamaru lebih seperti 'Wow, hidup sangat membosankan'. Saat kami mulai bekerja kelompok bersama, aku menemukan bahwa Shikamaru bukan murid berandal, dia hanya malas.
Dan itulah awal persahabatan indah kami!
"Apa salahnya dengan komitmen?" tanyaku, "Itu yang Temari mau, dia mau komitmen yang jelas di antara kalian berdua."
Shikamaru memutar bola matanya. "Kenapa kau terus membicarakan ini? Kau sendiri bermain di sana sini selama seminggu lebih, dan sekarang tiba- tiba kau memikirkan 'oh aku ingin sebuah hubungan yang jelas'?" SKihakaru mendesah lelah. "Terserah lah, jadi begini, kau bisa memposting ini di blogmu kalau kau mau."
Dengan Shikamaru mengatakannya, membuat aku semakin merasa bersalah.
Selama ini, aku menjual kisah cinta sahabatku dan aku tidak menyadarinya—
"Ini terlalu merepotkan dan aku sudah tidak peduli."
Atau mungkin tidak.
"Baiklah, ceritakan."
"Jadi…uh.."
Shikamaru kembali mendesah dan meletakan satu lengannya di atas wajah.
(aku mulai berpikir apakah posisi ini membuat gaunku kusut)
"Kau tahu kan bahwa Temari lebih tua daripada kita?"
Temari Sabaku lebih tua dua tahun daripada aku dan Shikamaru. Ada sebuah kecelakaan saat dia berumur limabelas tahun yang membuat dia berhenti sekolah selama satu tahun, jadi bukannya berada di universitas, sekarang dia masih sekolah, tepat satu tingkat di atas kami. Dia sangat cantik, menurutku, tapi lebih seperti tipe seorang wanita dewasa, bukan cantik tipe gadis-gadis pemandu sorak. Rambutnya pirang, yang selalu ia ikat. Aku rasa rambutnya pasti akan indah jika diurai. Dia mulai mendekati Shikamaru di pesta Halloween saat kami berdua masih tingkat Sembilan. Mungkin karena alkohol yang Naruto buat(pengawas waktu itu adalah Kakashi-sensei dan Asuma-sensei dan seperti yang aku katakan, mereka tidak peduli) Shikamaru dan Temari berciuman dengan panas.
"Iya, dia akan lulus tahun ini, kan?"
"Tepat." Shikamaru mengangkat kepala dan menjatuhkannya lagi. "dia cemas bahwa setelah dia lulus, dan pergi dari Leaf Akademi, aku akan mulai berkencan dengan orang lain, apalagi Ino." Aku merasakan bahunya turun. "Maksudku, memangnya dia yakin bahwa aku akan mengencaninya sampaidia akhir tahun ini?"
Aku bangkit berdiri dan memukul lengan Shikamaru.
"Tentu saja dia akan berpikir bahwa kalian berdua akan terus berkencan sepanjang tahun, brengsek!"
(APA YANG SALAH DENGAN PRIA INI?)
Kalau seorang wanita tertarik kepada seorang pria dan pria itu tertarik kepadanya juga, tentu saja wanita itu akan mengharapkan sesuatu!
Apalahi kalau ketertarikan itu ditunjukan dengan sangat jelas.
Contoh 1 : Hinata-chan naksir berat pada pemuda bodoh bernama Naruto Uzumaki. Dia menunjukan ketertarikannya pada pria idiot itu dengan hadiah- hadiah kecil, membayari makan siangnya setidaknya sekali seminggu, karena pemuda malang itu selalu lupa membawa uangnya. Lalu Hinata juga memberinya surat cinta. Sebagai gantinya, sebagai ungkapan terimakasih, Naruto—
Kau tahu apa, contoh dengan Naruto sebagai pemerannya itu tidak berguna. Ganti.
Contoh 2 : Aku. Dan Sasuke-kun. Dia tahu aku menyukainya. Dia tahu bahwa semua gadis menyukainya. Jadi saat dia mulai menggunakanmu untuk berciuman setiap malam, aku mulaiberharap bahwa dia akan menyadari bahwa aku ingin, entahlah, sebuah kesempatan untuk berkencan dengannya.
Contoh 3: Temari dan Shikamaru. Atau Ino dan Shikamaru. Kedua gadis itu sama- sama menyukainya, jadi saat Shikamaru mulai merespon mereka, mereka jelas mengharapkan sesuatu darinya. Namun masalahnya adalah mereka berdua menginginkan sesuatu…
Intinya adalah, jika seorang pria mencium seorang gadis yang menyukainya, maka gadis itu akan menginginkan hal lebih.
(Aku mengatakan semua itu pada Shikamaru—kecuali contoh dua—dan bangkit.)
"JADI KENAPA SASUKE-KUN TIDAK MENYADARINYA?!"
Aku menyadari kesalahanku saat melihat Shikamaru mengangkat alisnya.
"Maksudku, kenapa kau tidak menyadarinya?"
Sambil menggertu, aku meraih laptopku.
"Kita akan pergi setelah ini. Aku hanya akan membuat satu posting."
"Sakura-"
"Bukan gosip!" aku merengek. "cuma sebentar, oke?"
…
TheCherryOnTop
Dibagikan pada Jumat, 21September 21:36 PM
Suasana Hati: Cukup baik
Musik: Aku tidak boleh mengejarnya
Lokasi : Di jalan ke pesta
Subjek :Kesempurnaan
Kenapa pria itu lamban?
Apakah itu gen yang sudah turun temurun dari tiap generasi?
Berikan pendapatmu tentang hal penting ini!
X
Komentar
X
Tidak ada komentar
…..
Saat aku sampai di ruang gym di mana diselenggarakannya pesta, aku tidak begitu bisa melihat dengan jelas. Seluruh lampu mati, satu- satunya pencahayaan adalah spotlight berwarna-warni yang menyakiti mata. Saat mataku mulai dapat beradaptasi dengan kegelapan, aku mulai mengamati sekeliling.
"Oi, itu Kiba dan Hinata," kata Shikamaru, menarikku karena aku jelas tidak sedang memperhatikannya.
(Dia tahu pasti wajah lapar-gosipku, aku rasa.)
Kakashi-sensei dan Asuma-sensei berdiri di pintu, yang disebutkan terakhir berani juga merokok di saat seperti ini (padahal Asuma –sensei mengajar Penelitian Ilmiah, kelas yang membahas tentang tubuh, dan pria itu masih juga merokok? Bodoh!) keduanya memegang gelas yang mungkin berisi jus bercampur alkohol.
Banyak orang yang baru saja datang, mencoba untuk menerapkan kata 'fashionably late'.
Ruang gym dihias dengan balon dan kertas warna, yang mana tidak berpengaruh menurutku, tapi terserah, cukup keren juga. Ada booth DJ di atas panggung, dengan sekumpulan gadis yang mencoba meminta lagu (mungkin lagu yang menyeramkan untuk berdansa). DJ itu terlihat seperti seorang siswa di kelas biologiku dengan Kabuto-sensei yang pernah aku coba sapa namun hanya menjawab dengan satu kata kemudian mengabaikanku. Namanya adalah Shino Aburame! Sekarang aku ingat.
Jadi list kejadian yang akan terjadi adalah:
-Perkelahian wanita
-Adu tinju karena pengaruh alkohol
-Gaun yang tersingkap
-Ledakan
-Lima detensi
-Pengawas yang pergi
-Upacara dengan Kepsek
-Hangover bersama
Sekarang masih terlalu awal untuk melihat apakah sudah ada salah satu dari daftar itu yang terjadi, tapi aku sangat yakin akan—
"Heh, kau lihat itu Temari, pacarmu tidak datang ke pesta bersamamu."
"Hmph, dia selalu datangke pesta dengan Sakura. Mereka bersahabat."
"Tidak, dia hanya tidak mau terlihat bersamamu karena dia tidak menyukaimu."
"Apa? Kau bilang apa, pecundang?!"
"Kau dengar aku, jalang!"
"Tidak."
"OH YA!"
"Murahan!"
"Tidak tahu malu!"
"Pelacur!"
-oh well, mungkin aku salah…
Aku terkekeh melihat raut sebal di wajah Shikamaru saat melihat pertengkaran Ino dan Temari dimulai, "Kau tidak mau menghentikan mereka?" tanyaku, mencolek lengannya. Aku tidak mau kalau pesta dibatalkan karena mereka berdua.
Shikamaru menggelengkan kepala.
"Males banget." gerutu Shikamaru lelah. "mereka sangat merepotkan untuk dihadapi…"
Banyak pasangan yang datang seperti yang aku perkirakan.
Taring dan Putri Malu yang adalah Kiba dan Hinata datang bersama.
Jamur dan Gadis Cepol juga dikenal sebagai Lee dan Tenten, keduanya adalah senior, mereka datang bersama. Aku bisa melihat Lee yangmenari seperti seorang maniak saat Tenten meminum alkohol dari gelasnya. Aku penasaran di mana Neji (kenapa dia belum merebut Tenten?)
Akua dan Kacamata… aku melihat Suigetsu yang mencoba menggoda para gadis, lima sekaligus. Namun aku tidak bisa menemukan Karin. Hmph. Mungkin dia sedang mencoba mendekati Sasuke-kun!
(DASAR JALANG!)
Merepotkan dan Pink Princess, Shikamaru dan aku, jelas di sini bersama.
Dan terakhir, Picasso dan Harpa – Sai dan Ino! Mungkin mereka datang bersama namun saat sudah masuk ke gym, mereka berpisah. Sekarang Ino dan Temari masih berdebat sedang Sai—di mana orang itu?!
"Aku penasaran di mana Sai…"aku menggumam.
"Dia di sana,"kata Shikamaru, menunjuk ke arah pintu. "dia bersama Naruto dan…"
Aku memutar kepalaku untuk melihat mereka namun Shikamaru menarik lenganku, membuat aku hampir terjatuh (Karena aku memakai sepatu yang walaupun sangat indah tapi membuat aku kesusahan berjalan).
"Apa- apaan sih, Shikamaru!" aku mendesis, menegakan tubuh.
"Ayo ambil minuman." perintahnya, menarikku ke meja minuman.
Kenapa dia tidak mau aku melihat Naruto…?
Saat kami berhenti di meja minum dan aku mulai menyesap rum dari gelas plastik, Shikamaru menyadari aku yang mencoba memutar kepala untuk melihat entah apa yang sedang Naruto lakukan (mungkindia sedang memberikan alkohol kepada orang- orang dan Shikamaru tidak mau aku melihatnya. Terserah, aku tetap harus lihat, karena Cherry harus tahu banyak hal!)
"Jangan, Sakura," gumam Shikamaru tegas. Aku memperhatikan dia yang terlihat sedikit gugup dan tidak nyaman dan sedikit marah. "Curiosity killed the cat, ingat?"
"Well," aku mendecak. "Aku benci kucing."
Aku memalingkan kepala dan hampir menjatuhkan gelasku (yang mana akan sangat disayangkan dan membuang-buang alkohol).
Di sana, berdiri di samping Sai dan Naruto, tengah berbincang dengan bibir berdosanya adalah Sasuke-kun dengan seluruh keseksiannya, dengan kemeja hitam –kancing teratas terbuka—rambut hitamnya tersisir rapi.
"Kau pasti bercanda, kan?"
"Kau sudah lihat," kata Shikamaru. "Aku sudah memperingatkanmu."
"Tidak!" aku berseru, menggoyangkan lenganku kearah Shikamaru. "Aku tidak pernah salah informasi! Kacamata sekarusnya datang dengan Akua!" aku melotot menatap gadis (bodoh, menyebalkan, kejam, musuh) jalang penuh kebencian. "dia tidak seharusnya datang dengan Pretty Boy!"
Dan menempel di lengan Sasuke-kun adalah…
Karin.
Aku mengakui bahwa dia terlihat cantik malam ini. Baiklah, Karin memang sangat cantik. Dia berkencan dengan banyak pria di Leaf Akademi, namun sama seperti kebanyakan gadis, dia selalu menyukai Sasuke Uchiha. Dia tidak memakai kacamatanya malam ini, mungkin mengenakan kontak lensa. Rambut warna magentanya (PUNYAKU LEBIH BAGUS) dibuat berombak, yang membuatnya terlihat cantik, aku akui itu. Melihatnya dibalut gaun berwarna eboni (yang sialnya sangat serasi dengan baju Sasuke-kun! UGH!) membuat aku tidak secinta tadi kepada gaun merahku. Gaun itu memeluk tubuhnya dengan sempurna! Gaun itu tanpa strap, gaun yang hanya bisa dipakai oleh orang yang punya dada cukup untuk menahan gaun afar tidak jatuh.
Aku tiba- tiba merasa tidak sesempurna tadi dengan gaun merah dan hiasan putihku dan sepatu boots menawanku saat aku melihat penampilan Karin dengan gaun hitam di atas lutut, dan stiletto yang terbuat dari kulit.
Mereka terlihat sangat sempurna bersama…
Aku merasakan hatiku jatuh saat aku melihat Sasuke-kun meliriknya (walau hanya satu detik), kemudian kembali memperhatikan Naruto.
Shikamaru mengelus kepalaku, aku menepis tangannya segera.
"…sepertinya kau salah." katanya tidak yakin.
Shikamaru adalah sahabatku, aku rasa dia tahu betapa aku ingin membuat Sasuke-kun terpesona. Aku yakin dia menyadari bahwa melihat Karin menempel pada Sasuke-kun saat aku mencoba dengan begitu keras untuk terlihat menawan membuat aku merasa… well, tidak menawan.
"Iya."
Karin terkekeh seperti seorang maniak bodoh, aku meneguk minumanku.
Mati saja, jalang.
Mati.
MATI!
MATI—
Mataku melebar saat mata Karin bertemu dengan mataku (yang mana sama sekali tidak aku sangka, karena dia ada di seberang ruangan). Karin tidak pernah menyukai aku. Kami berdua sama- sama sangat pintar jika dibandingkan dengan siswi lainnya, namun aku selalu melakukan semuanya sedikit lebih baik jika dibadingkan dengan dia. Mungkin karena itu dia membenciku. Kami berdua juga sama- sama menyukai Sasuke-kun, dan karena itulah dia menyeringai ke arahku sekarang.
Karin menggosokan pipinya di lengan Sasuke, membuat pemuda itu sedikit terlonjak (tapi aku tidak begitu menyadarinya karena aku sedang sibuk memelototi Karin.)
Oh.
Dia menantangku.
Aku meminum sisa air di gelasku dan membantingnya ke atas meja.
(Shikamaru sedikit terlonjak.)
"Aku terima tantanganmu."
…..
*Okelah, jalang
Thanks To : Jade Angel of Death Daniels, caesarpuspita, goodbye summer, Rhein98, NatashAurel, Rachel-Chan Uchiharuno Hime, YOktf, Nikechaann, naintin2, emma edward, adora13, white's, yunitaayu917, Mademoisellenna, ToruPerri, misakiken, R, AadeUchira, Eysha CherryBlossom, kura cakun, aitara. fuyuharu1, ly melia mls login
A.N: Such a jerk. Sasuke is. Siapa yang tahu apa yang sebenarnya ada di kepala menawannya. Sigh.
Jadi rencananya aku mau update pas ulangtahunnya Sasuke, tapi saat itu banyak yang dikerjain dan aku cuma sempet ngoreksi typo dan publish satu oneshot.
Terakhir, Selamat Lebaran, maafkan segala kesalahan Eve, neeh!
A.N.N: Thanks for the advices, NatashAurel, especially. Sepertinya hatiku masih terselamatkan, kali ini. He said he'll never let me go unless I asked him to. 3
Anyway, Terimakasih sudah membaca.
Kritik, saran dan pendapat silahkan sampaikan lewat review.
-with cherry on top-
.the autumn evening.
