Title : TheCherryOnTop

Pairing: SasuSaku

Disclaimer: I do not own Naruto, nor the story.

Warning: This is an Indonesian translation of ohwhatsherface's story with the same title. Done with permission.

Summary:

Sakura tidak pernah menjadi pusat perhatian, namun tiba- tiba semua orang memperhatikannya. Hal itu membuat Sakura melakukan sesuatu, Blog it! Tentu saja!


Chapter 5

.

.

.

TheCherryOnTop

(MATI! MATI! MATI!)

"Aku terima tantangannya—"

"Kau sudah mengatakan itu setidaknya lima kali, Sakura."

Sungguh aneh, sekarang aku memiliki dorongan untuk melompat naik ke panggung dan menyanyikan lagu 'Girlfriend' (yang biasanya aku nyanyikan di kamar mandi. Jujur saja betapapun kau bilang pada semua orang bahwa lagu itu sangat menyebalkan, kau tahu bahwa nadanya enak dan kau menikmati saat menyanyikannya).

"Cewek bodoh sialan itu, memangnya dia pikir dia siapa?" aku menggeram.

Aku meminum gelas keduaku (aku harus berterimakasih pada Naruto, karena rasa yang satu ini sangat enak!), menyipitkan mata melihat Karin yang masih menempel di lengan Sasuke-kun. Gadis idiot itu menekankan dadanya (yang lebih besar dari milikku) ke lengan Sasuke!

Shikamaru merebut gelas ketiga di tanganku, menahannya di atas kepala, karena dia tahu bahwa aku akan mencoba meraihnya. Sepatuku cantikku mungkin akan membuat aku terjatuh.

"Oi, Sakura. Pelan- pelan minumnya, dasar gadis sinting-"

"SAKURA-CHAN!"

"Jalang," aku mendesis.

(MATI! MATI! MATI!)

Aku menolehkan kepala untuk melihat Karin yang menempel di lengan Sasuke-kun yang terlihat sedatar biasanya.

Karin tersenyum ke arahku, aku mencoba menahan keinginan untuk meninju wajah dengan make-up sempurna itu. "Selamat malam, Sakura-chan," kikiknya seperti gadis jalang. Aku tahu tidak benar untuk mengatakan gadis ini jalang, tapi aku memang sedang sangat membencinya karena dia bersama dengan Sasuke-kun, jadi untuk saat ini aku akan mengatainya jalang! "apa dia teman kencanmu?" tanyanya menunjuk pada Shikamaru. "Aku tidak tahu kalau kau punya pacar."

(AKU TIDAK TAHU KALAU KAU SEJALANG INI!)

"Aku tidak punya pacar!" pekikku dengan mata menyipit.

Aku sedikit menyesal kenapa aku harus setengah berteriak barusan, karena pada akhirnya aku hanya membuat diriku sendiri semakin terlihat seperti pecundang. Shikamaru menggelengkan kepala dan meminum cairan dalam gelasnya.

"Shikamaru dan aku datang bersama sebagai teman," koreksiku. Aku memiringkan kepala, melirik pemandangan Ino dan Temari yang kini tengah saling jambak dan tampar. "Dia sudah punya pacar, Temari, ingat?"

Seringai Karin melebar dan aku sungguh tidak menyukainya.

"Wah, teman yang sangat baik! Dia mau datang bersamamu, bukannya dengan pacarnya karena kau tidak punya pacar." dia mengulang.

Aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi mendengarnya, karena…

Karena dia benar.

"Sakura-chan," gadis itu memainkan rambut merahnya dengan jari, "aku datang ke sini untuk mengenalkan teman kencanku padamu." ia menunjuk ke arah Sasuke-kun (yang tengah menatap gelas berisi alkohol) dan seringainya semakin melebar. "Kau kenal Sasuke Uchiha, kan?"

DIA MEMANG WANITA JALANG!

(MATI! MATI! MATI!)

Oh.

Aku punya sebuah ide.

Aku meniru seringai di wajahnya dan menggelengkan kepala. Seringainya meredup saat melihat senyuman terbentuk di wajahku, membuat aku semakin tersenyum lebar.

(HA!)

"Jujur saja, tidak, Karin…" jawabku.

Aku berjalan mendekati mereka dengan langkah yang sengaja aku lenggak-lenggokan. Aku memegang lengan kanan Sasuke-kun (Karin di lengan yang lainnya) dan menekan dadaku di lengannya (yang berotot dan seksi). Dari sudut mataku, aku dapat melihat alis Shikamaru terangkat melihat aksi beraniku, mungkin bertanya- tanya apa yang salah dengan kepalaku.

Aku memeluk pipi Sasuke-kun dengan telapak tangan, membuatnya menatapku dengan mata indahnya.

"Aku rasa kami belum pernah bertemu sebelumnya."

(HA!)

Saat Sasuke-kun menatapku, (AMBIL TUH, WANITA JAHAT! DIA MENATAPKU,BUKAN KAU!) aku menatap Karin.

Ini bukan tentang Sasuke-kun lagi. Maksudku, memang masih tentang Sasuke-kun, namun yang coba aku katakan adalah ini lebih kepada hubunganku dengan Karin… hubungan persaingan antara dua orang gadis, ini lebih dari sekedar memperebutkan seorang pria! Harga diriku dipertaruhkan sekarang. Aku tidak mau kalah darinya.

INI ADALAH PERANG.

DAN KARIN AKAN KALAH!

(MATI! MATI! MATI!)

Shikamaru membersihkan tenggorokannya, membuat perang tatapan antara aku dan Karin berhenti.

"APA?!" teriak kami berdua.

"Ayo ke sana." kata Shikamaru pada Sasuke-kun, mengabaikan tatapan mematikan dariku dan Karin. Sasuke-kun terlihat lega dan melepaskan lengannya dari cengkeraman erat(dada) kami dan meluruskan kemejanya. Kedua pria itu berjalan menjauh tanpa kata.

Karin memelototi aku dan berbicara dengan suara rendah, "aku rasa kau pikir bahwa kau sangat pintar dengan balasanmu barusan, huh, Sakura?"

"Oh, aku tahu aku memang pintar,"kataku, "aku juga tahu bahwa teman kencanmu memperhatikan aku terus."

"Itu karena kau itu gadis jalang yang menempel padanya!"

"Memangnya kau tidak?" tanyaku.

Kemudian aku menyadari bahwa kami berjalan membentuk sebuah lingkaran, seperti sepasang singa yang bertengkar tentang siapa yang lebih pantas memimpin. Ya tuhan, aku, Sakura Haruno sedang—

Aku sedang berpartisipasi dalam salah satu pertengkaran wanita.

Demi neraka.

Ini bukan aku.

Aku, Sakura Haruno, siswa teladan, gadis yang tidak terlihat. Aku tidak pernah bertengkar dengan siapapun, apalagi karena seorang pria.

Kalimat Karin menyadarkan aku dari pikiranku.

"Sakura, kau hanya cemburu karena aku bisa mengajak Sasuke-kun kencan!"

"Oh, hanya kencan saja pamer," desisku, "apa dia pernah menciummu? Aku ragu, aku rasa dia tidak mau ketularan olehmu."

Keinginan untuk mengatakan 'DIA SERING MENCIUMKU, TAHU TIDAK!' sangat mendesak untuk dikeluarkan.

"Ketularan? Dasar jalang kecil, aku tidak punya penyakit!"

"Hmph, Suigetsu tidak bilang begitu padaku!"

Kemudian genderang perang ditabuh.

TheCherryOnTop

Chapter lima

Ada Terlalu Banyak Suara

TheCherryOnTop

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 1:31 AM

Suasana Hati: Sedikit kesakitan. Jika seseorang memakai sepatu hak tinggi, maka orang itu tidak akan berjalan kecuali dengan rasa sakit di kakinya! Walaupun aku melepas sepatuku setelah satu jam…

Musik: MENAMPARMU SEPERTI WANITA JALANG DAN KAU MEMBALASKU SAMA JALANGNYA. Karena kau memang jalang. YA. AKU. MENGATAKANNYA. CHE.

Lokasi : Di kamar, dengan kaki yang terbungkis ice packs.

Subjek : APA YANG DIBICARAKAN SEMUA ORANG!

Pesta semalam itu…

WOW.

Malamku indah namun sedikit cacat.

Seorang pecundang menempel terus pada dia yang seharusnya menjadi teman kencanku!

(APA-APAAN SIH! KENAPA PULA DIA HARUS PERGI KE PESTA BODOH ITU DENGAN GADIS ITU, DARI SEMUA PILIHAN YANG ADA?! DIA BISA SAJA PERGI DENGANKU, TAPI TIDAK! DIA MALAH MEMILIH PERGI DENGAN GADIS BODOH DAN MENYEBALKAN DAN CANTIK DAN LUMAYAN DAN PINTAR DAN UGH! KENAPA DIA TIDAK MELOMPAT SAJA DARI JEMBATAN?!)

Baiklah.

Jadi berdasarkan semua prediksi yang aku katakan, hampir sebagian besar terjadi. Ada perkelahian wanita, bahkan lebIh dari dua! Adu jotos, tapi kita memang tahu bahwa hal itu selalu terjadi. Gaun seseorang benar- benar jatuh dan ada seseorang yang tiba- tiba menjadi populer di kalangan siswa Leaf Akademi. Aku lebih dari yakin bahwa lebih dari lima orang akan mendapat hukuman. Pengawas kita, cukup mengherankan, tinggal selama dua jam, kali ini, tidak hanya satu jam seperti yang aku kira.

Dan untuk hangover, aku juga masih pusing jadi akan aku laporkan lagi besok pagi.

Ngomong-ngomong tentang pagi, jam 12.03 (sejam yang lalu kurang lebih) KepSek Tsunade masuk ke ruang pesta, menyalakan lampu (yang langsung menyakiti mataku) dan itu mengakhiri perkelahian, tarian kotor dan kontes minum alkohol dan merokok di kegelapan.

Dia marah.

Jadi, sebagai peringatan untuk semua orang :

Walau besok bukan hari sekolah, akan ada upacara untuk mengumumkan hukuman. Upacara itu akan dimulai sekitar jam 9 di auditorium. Ingat, anak- anak, merokok itu buruk, minum dan menyetir itu tidak boleh, kalau kau mencoba melawan KepSek, maka dia akan menggigit bokongmu.

(itu majas metafora, loh ya!)

Sepertinya sebagian besar prediksiku benar!

Yay.

Aku harusnya menjadi peramal.

Tambahan :

-Kopi Susu akhirnya mengklaim kepemilikannya atas Gadis Cepol saat gadis itu sedang berdansa dengan pria entah keberapanya di depan Kopi Susu. Dia lalu mencium gadis itu di belakang panggung seperti tidak ada hari esok. Seksi. Mereka mungkin sama- sama mabuk… banyak pasangan mabuk semalam!

-Dua gadis pirang bodoh (salah satunya memang berambut pirang) naik ke atas panggung (sambil mabuk, karena sebagian besar memang mabuk) bernyanyi untuk semua orang 'HEY,HEY! YOU, YOU! I DON'T LIKE YOUR GIRLFRIEND!' (dan itu adalah alasan kenapa lagu itu masih terngiang di kepalaku sampai sekarang!)

-Merepotkan sepertinya sudah menyerah menghadapi Harpa dan Kipas. Apakah ini akhir dari kisah cinta V mereka?

-Dan kisah cinta V antara Pink Princess, Pretty Boy dan Sexy Boy berubah menjadi Cinta N dengan bergabungnya Kacamata di tengah- tengah mereka!

Aku akan meminta seseorang memijat kakiku karena kakiku masih sangat sakit.

(YATUHAN, SEPATUKU ADALAH SEPATU YANG PALING KEREN DI PESTA!)

Cherry, melaporkan!

X

Komentar

Komentar untuk 'APA YANG DIBICARAKAN SEMUA ORANG!'

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 1.41 AM

Subjek: bodoh. bodoh. bodoh. banyak hal bodoh.

Sexy-In0: Ya tuhan, aku si pirang yang naik ke panggung.

Komentar untuk Sexy-In0

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 1.45 AM

Subjek: Sayang, memang banyak hal bodoh.

TheCherryOnTop : Jangan khawatir, aku yakin gadis yang satunya juga sama- sama malu.

X

X

Komentar untuk 'APA YANG DIBICARAKAN SEMUA ORANG!'

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 1.41 AM

Subjek: Menggigit gadis jalang

Cutie-Karin : Aku rasa aku juga bisa merasakan apa yang kau rasakan semalam. Sepertinya. Gadis jalang ini mencoba mencuri teman kencanku! Dia menempel terus! Sialan! Apa si jalang kecil itu tidak punya kontrol diri? Memangnya dia pikir dia siapa?!

Komentar untuk Cutie-Karin

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 1.46 AM

Subjek: Pergi saja yang suka menggigit

TheCherryOnTop : Mungkin teman kencanmu ingin lepas darimu dan memanfaatkannya.

X

X

Komentar untuk 'APA YANG DIBICARAKAN SEMUA ORANG!'

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 1.45 AM

Subjek: Tangan tuhan adalah AKUUH

KingOfRamen007 : Cherry, jus yang lezat juga kejadian. Kau harus mengucapkan terimakasih padaku:)

Komentar untuk KingOfRamen007

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 1.48 AM

Subjek: Ayo puji tuhan

TheCherryOnTop : Ya. Kau benar. TERIMAKASIH! Kau adalah pahlawanku, walau aku sedikit merasa bersalah karena kau harus membayar semua biaya alkohol yang kau berikan itu! Kau harus meminta bayaran pada orang- orang, aku mau memberimu uang, tapi nanti kau jadi tahu siapa aku.

Komentar untuk TheCherryOnTop

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 1.54 AM

Subjek: TOTALLY.

KingOfRamen007 : Tidak perlu, aku senang melakukannya!

X

X

Komentar untuk 'APA YANG DIBICARAKAN SEMUA ORANG!'

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 1.47 AM

Subjek: Sial

Lazy1 : Ini sangat merepotkan. Aku tidak mau ulangtahunku berjalan seperti ini. Hari pertamaku berumur enambelas tahun dan aku akan bangun dengan sakit kepala akibat alkohol lalu mendengarkan teriakan Tsunade-sama…

Komentar untuk Lazy1

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 1.49 AM

Subjek: Dobel sial

TheCherryOnTop : Sayang, Menjadi dewasa memang jalang.

Komentar untuk TheCherryOnTop

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 1.52 AM

Subjek: Super

Lazy1: Kau gadis jalang.

X

…..

"MEMALUKAN!"

Saat suara Tsunade-sama mulai berteriak, aku sadar bahwa bukan hanya aku yang berkedut.

"TINGKAH LAKU KALIAN DI PESTA SANGAT MENGERIKAN! BAGAIMANA KALAU KITA MENYELENGGARAKAN PESTA DENGAN SEKOLAH LAIN?! KALIAN PASTI SUDAH MERUSAK REPUTASI LEAF AKADEMI DENGAN SEMUA TINGAH KALIAN! SEMUA!"

"Berisik…banget.." ku lihat Kiba menguap.

Aku akan mengatakannya dengan jujur:

Penampilan semua orang pagi ini terlihat seperti kotoran.

Tidak ada seorangpun di ruangan ini terlihat senang atau terlihat baik- baik saja. Aku bahkan bisa melihat gadis yang biasanya sempurna seperti Ino Yamanaka, Temari Sabaku, Ami Watanabe dan yang lainnya terlihat seburuk sisanya. Aku mencoba menemukan Karin dan yap, harapanku bertemu karena dia juga terlihat acak-acakan.

(bukannya aku terlihat bagus juga, sih.)

Aku menggunakan telapak tanganku untuk mengucek mataku dan mengernyit saat menyentuh pipiku.

(OW)

Jadi semalam penuh dengan banyak kejadian.

"SUNGGUH MEMALUKAN!"

Aku mengernyit saat suara Tsunade-sama kembali memekikan telinga. Akan bagus jika menceritakan cerita hidupku (malamku di pesta dansa, maksudku) :

Yang ada di kepalaku adalah betapa liciknya Karin yang terlihat gendut dengan pinggul besarnya.

(MATI! MATI! MATI!)

"Kau tahu, kalau kau berencana membunuh seseorang, sebaiknya jangan mengatakannya keras- keras."

Aku menolehkan kepala dan melihat Ino yang tengah memutar gelasnya. Dia terlihat sangat cantik tadi. Rambut pirang panjangnya dibiarkan terurai dengan bagian bawah dikeriting. Dia memakai gaun warna violet dengan trimming seperti kepangan rambut. Aku memperhatikan bahwa gaun itu sedikit rusak dan rambutnya berantakan. Mungkin karena berkelahi dengan Temari sebelumnya.

Ino menaikan gelas plastik ke bibir dan menyesap minumannya.

"Aku kira kau sudah tidak menyukai Sasuke lagi."

Aku tidak menanggapi ucapannya.

(APA KALIAN MENDENGAR APA YANG AKU KATAKAN?! KELAKUAN KALIAN SEMALAM SANGAT MEMALUKAN!)

"Hm…" ia tersenyum pahit, "sepertinya aku salah." Ino terkekeh. "Tentu saja aku salah."

"Diam—"

Ino memberikan gelasnya (yang masih sedikit penuh) ke dadaku dan aku mengambilnya dengan pandangan curiga."sepertinya malam ini kita berada di atas perahu yang sama." lanjutnya, menyilangkan tangan di depan dada. Aku tidak bisa menjelaskan apakah ekspresi wajahnya adalah kegetiran atau kecongkakan. "Karin mendapatkan pria yang kau inginkan."

"Dan Temari mendapatkan Shikamaru." aku menyimpulkan.

Ino mengangguk kaku lalu mengambil gelas yang lainnya, "aku rasa kita harus berdamai."

"Berdamai?" ulangku bingung.

Jujur saja aku tidak tahu kenapa harus berdamai saat kami bahkan tidak sedang bertengkar. Aku mengangkat alisku curiga. Jika dia sedang merencanakan sesuatu padaku, aku ingin tahu apa yang sedang dia pikirkan.

"Dan kenapa kita harus berdamai, Ino-chan?"

"Kita berada dalam satu tim malam ini." katanya, mengabaikan pertanyaanku. "kalau kau membantuku, aku akan membantumu. Aku akan membuat Karin menjauh dari Sasuke-kun, dan kau buatlah Temari menjauh dari Shikamaru." ia meneruskan, menatapku seperti dia menahan untuk mengeluarkan ejekan. "Atau kau bisa mengarang sesuatu agar Shikamaru menjauh darinya. Kau kan sahabatnya, kalau kau mengalami masalah pasti dia akan memilih untuk berada di sampingmu—"

"Memangnya kalau aku bersama Shikamaru apa untungnya buatmu?" aku memotong.

Dalam pikiranku, aku menempel pada Shikamaru sangat tidak masuk akal.

Memangnya kalau aku bersama Shikamaru bisa membuat Ino lebih dekat dengannya?

("DAN JANGAN SEKALI- KALI BERPIKIR BAHWA KALIAN BISA BEBAS BEGITU SAJA DENGAN TINGKAH KALIAN!")

Ino mengedikan bahu, "kalau kau dengannya, itu bisa membuat Temari tidak nyaman, jadi aku bisa cukup puas." ia menatapku, "jadi bagaimana?"

"Aku bukan gadis egois," aku tidak bisa menemukan kata yang tepat, "aku tidak akan membantumu menghancurkan hubungan yang ia punya dengan Temari. Ino, Shikamaru adalah teman terbaik yang aku punya." kataku sungguh- sungguh. "Aku tidak akan melakukan hal seperti itu padanya hanya untuk membuat seorang gadis menjauh dari orang yang aku suka."

Ino menggigit lidahnya, raut wajahnya berubah seketika dengan sesuatu yang terlihat seperti…

Sedih?

"Sakura, dengar," suaranya kuat. "aku tahu setelah aku dan kau tidak berteman lagi… kau mungkin berpikir bahwa aku adalah gadis jalang, dan mungkin memang benar. Tapi Sakura, aku juga punya perasaan!" dia terdengar begitu serius saat mengatakan hal itu. Ino lalu menunjuk Shikamaru yang tengah berdansa dengan Temari. "Aku tahu bahwa semua orang berpikir bahwa aku hanya gadis murahan dengan otak kosong. Tapi aku sungguhan peduli dengan Shikamaru… aku jatuh cinta kepadanya. Aku cinta dia."

Mataku melebar mendengar pengakuan Ino.

Aku tidak bisa menyangkal bahwa mendengar kata 'Ino' dan 'cinta' dalam satu kalimat terdengar… kata terbaik yang bisa menggambarkan hal itu adalah 'tabu'.

"T-tapi bagaimana dengan yang kau lakukan dengan Sai?" aku berteriak. "Kau dan dia terlihat bersama di hari pertama ke sekolah!"

Dia terlihat kaget karena aku tahu dan aku seketika menyesali kalimatku.

Sial, bagaimana kalau dia menyadari bahwa aku adalah Cherry—

"Ya tuhan, diam!" Ino mendelik, pipinya memerah. Kepalanya memutar melihat sekeliling mungkin memastikan agar tidak ada yang mendengarnya. "Aku mencoba melupakan hal itu!" wajahnya memucat dan ia berusaha menyembunyikannya dengan meminum isi gelasnya. "Itu karena aku tertekan… aku baru saja kembali dari liburan musim panas yang harus aku habiskan dengan ibuku di Negara lain-" (Orangtua Ino bercerai, sambil mengatur semua hak asuh dan lainnya, orangtuanya menempatkan Ino di Leaf Akademi. Saat liburan pendek seperti libur musim gugur atau libur natal, Ino akan tinggal dengan ayahnya sedang saat liburan musim panas ia bersama ibunya di Suna)"—kemudian aku mendapatkan berita bahwa Shikamaru sudah berpacaran dengan Temari!"

(AKU TAHU PASTI SIAPA YANG MELAKUKAN APA DAN DI MANA TADI MALAM!)

Aku membuka mulutku untuk mengatakan sesuatu namun dia tidak memberikan kesempatan.

"Bukan bermaksud sombong, Sakura, tapi aku adalah gadis yang sangat cantik, banyak pria yang mau bersamaku," katanya, mencoba untuk kedengaran rendah hati dengan kalimatnya (setidaknya dia mencoba). "Tentu saja aku sangat menyukai Shikamaru, sampai- sampai aku rela berkelahi dengan gadis lain walau Shikamaru bukan pria yang paling tampan."

Aku tersenyum mendengarnya.

"Tentu saja Shikamaru sangat tampan. Maksudku, dia manis dengan caranya sendiri dan—"

"Aku mengerti intinya."

Sungguh, aku mengerti. Aku hanya tidak mau mendengar dia mengatakan padaku betapa tampannya sahabatku. Rasanya aneh.

Ino meletakan gelas kosongnya di atas meja. "Jadi, berdamai?"

Aku mengangguk.

"Damai."

Untuk menegaskan persetujuan, aku mengamati keseluruhan penampilannya dan menemukan kalung yang sangat indah melingkar di lehernya. Kalung simpel dengan benang hitam dan liontin ungu yang cantik.

"Kalung yang cantik-"

"Terimakasih." Ino tersenyum dan melakukan hal yang sama denganku. "sepatu yang cantik."

"Terimakasih."

Dan setelahnya, mulailah momen terpenting dari seluruh malamku (ada banyak sekali).

BAM!

Suara telapak tangan yang memukul sesuatu yang keras terdengar di telingaku, menyadarkan dari kilasan memori. Aku menatap sekeliling dengan pandangan nanar (aku meniru gaya Shino dengan memakai kacamata hitam untuk menahan cahaya yang membutakan mataku) dan kembali menatap Tsunade-sama yang masih terlihat semarah tadi.

"SEBAGAI HUKUMAN UNTUK KELAKUAN KALIAN, TIDAK ADA SATU ORANG PUN MURID YANG BISA KELUAR DARI SEKOLAH AKHIR PEKAN INI!"

Dan dengan mengatakan itu, dia turun dari podium dan meninggalkan auditorium.

Satu menit setelah kalimatnya, aku baru menyadari apa artinya itu.

SELAMAT ULANGTAHUN SHIKAMARU SI PECUNDANG PEMALAS (TAPI TETAP KAMI CINTAI)!

X

X

Rencana perayaan oleh:

Sakura Haruno, Ratu Dunia dan seisinya. Dan Chouji Akimichi, Raja dari semua benda yang dimasak.

TOTALLY!

TOTALLY!

YAP.

MAKANAN.

APAAN?

Lanjut

X

X

Tanggal:

Sabtu, 22 September hari ulangtahun Shikamaru

X

X

Rencana untuk hari ini

1) Culik Shikamaru dari tangan Temari (Perempuan yang menakutkan)

Aku tidak tahu yang siapa yang lebih menakutkan, Sakura. Kau pilih siapa? Temari atau Ino?

Mereka seimbang, Chouji, seimbang

Baiklah, dalam skala satu sampai sepuluh, kau mau berikan nilai berapa untuk kadar menakutkan mereka?

Um, aku tidak mau menulisnya di sini. Kita bisa saja kehilangan kertas ini dan seseorang bisa menemukan dan membacanya.

2) Masuk diam- diam ke kelas memasak dan buatkan Shikamaru kue

ZOMG! Bisa tidak kau buat strawberry shortcake yang waktu itu kau buatkan untuk aku?

Shikamaru maunya kue cokelat

TAPI AKU MAUNYA STROBERI!

Ini hari ulantahunnya, Sakura!

Hm, benar juga, mon ami, touché.*

3) Siapkan laptopku dan pinjam proyektor jadi kita bisa menonton film!

Keren! Jadi tahun ini kita mau nonton apa?

Aku rasa kita bisa menonton semua enam seri dari Star Wars.

Star Wars memang hebat dan sebagainya, tapi enam..? Itu akan menghabiskan waktu…duabelas jam… atau lebih…

Baiklah, kalau begitu yang 'Attack of the Clones' dan 'Revenge of the Sith'.

Bukannya lebih bagus menonton yang aslinya saja?

Um tidak! KITA HARUS LIHAT KISAH CINTA ANAKIN DAN PADME! ANAKIN ITU SEKSI!

Anakin menjadi Darth Vader. Darth Vader itu orang jahat.

Anakin menjadi Darth Vader karena dia ingin menyelamatkan Padme!

Tidak penting, dia membunuh Padme secara tidak langsung pada akhirnya.

Dia masih mencintai Padme! Ingat dia menggila saat Emperor mengatakan bahwa dia tidak sengaja membunuh Padme?

Iya, tapi itu tidak merubah kenyataan bahwa dia membunuh Padme. Atau fakta bahwa Anakin bergabung dengan kegelapan dan mengkhianati semua orang.

BRENGSEK JANGAN SEKALI-KALI KAU MEMBAHASNYA. ITU KARENA CINTA! MEREKA PUNYA ANAK SEBAGAI BUKTINYA.

Bukannya Padme itu sepuluh tahu lebih tua daripada dia?

Memangnya siapa yang peduli? Mereka saling cinta, itulah yang terpenting

4) Temukan koin sebanyak- banyaknya dan sapu bersih mesin penjual otomatis untuk makanan tambahan.

Kau yang melakukan yang satu ini, Chouji. Akuh tidakh mauh keh mesinh sialanh ituh.

Kenapa memangnya? Kau biasanya mendewakan mesin itu, hai wanita! Kau memujinya kemarin!

KAU DIAM SAJA!

Kau memujinya sebelum kita masuk ke kelas!

Ya, semua permen di sana membuat aku gendut. Dan lain-lain.

5) Juga, siapkan sandwich maker dan bahan- bahan untuk membuatnya!

Ide terbaik sejauh ini, Sakura! (selain kue-nya, tentu saja.)

Aku membuat sandwich baru kemarin. (Duh, kuenya bahkan terdengar hampir lebih baik daripada Star Wars.)

Kedengarannya enak! Apa itu? (Apaan, Kue jelas lebih baik dari Star Wars)

Saos Pizza, keju yang banyak, dan spicy chicken deli. (Aku tidak mau berdebat tentang ini lagi.)

Oh, kau membuat aku lapar! Buatkan untukku satu saat makan siang besok ya? (Baiklah.)

6) Hias kamarmu untuk pestanya!

Ya, tapi bagaimana aku harus menghiasnya?

Dengan poster wanita telanjang:)

Gosh, Chouji, ide yang hebat. Kita akan melakukan itu. Totally.

Kau memang yang terbaik, Sakura!

Aku sedang sarkastik , bodoh.

7) Undang teman Shikamaru… siapa teman Shikamaru yang lain?

Shikamaru mungkin berpikir bahwa karena kau adalah satu- satunya yang punya payudara, kau tidak akan bisa berbaur dengan mereka.

Dan haruskah aku menebak bahwa 'mereka' itu adalah orang- orang yang punya penis?

Tepat!

Menurutmu Penis itu kata yang aneh tidak?

Tidak juga, mungkin. Mungkin menurutmu aneh karena kau tidak biasa mengatakannya.

Mungkin kau benar.

Lalu, siapa teman yang harus aku undang ke kamarku?

Hm… mungkin Kiba, Lee, Naruto, dan Sasuke. Tapi mereka tidak begitu dekat sih

Kalau begitu tidak usah repot- repot mengundang yan lainnya. Kita jadi The Three Musketeer saja!

8) Undang Temari (atau Ino, siapa saja yang akhirnya menjadi kekasihnya minggu ini).

Kau bisa melakukan ini, Chouji, sayangku.

Tidak, Sakura cinta, ini adalah kehormatan buatmu.

Kau!

Kau!

KAU!

KAU!

KAU!

KAU!

9) Pastikan apakah Shikamaru sudah punya rencana untuk hari ulantahunnya.

Ini seharusnya ada di nomer satu…

Yap. Totally…

Sana tanya dia, anak pintar!

Shikamaru mendesah malas saat dia, Chouji dan aku keluar dari auditorium.

Chouji dan aku bertemu mata dan tertawa melihatnya "SELAMAT ULANGTAHUN SHIKAMARU!" teriak kami, sambil melompat-lompat menubruk tubuhnya.

Banyak orang yang melirik ke arah kami (lebih seperti melotot) bertanya- tanya apa yang salah dengan kami dan betapa beraninya kami berteriak saat kebanyakan dari mereka sedang pusing dan sakit kepala (bukan hanya karena semalam, tapi karena teriakan Tsunade-sama). Aku menyadari sepasang siswa lelaki menatapku lebih lama dari yang lainnya dan membuatku merasa tidak nyaman. Tatapan mereka membuat aku ingin bersembunyi di belakang dua sahabatku.

"Bro, bukannya dia gadis yang bernyanyi di atas panggung semalam dengan Ino?"

Oh tuhan.

"Iya benar, itu dia. Dia cantik," temannya memuji.

"Dia sepertinya murid baru. Aku belum pernah melihatnya sebelumnya."

"Dia cantik banget. Jelas dia itu anak baru. Aku pasti sudah mengencaninya kalau saja dia bukan anak baru."

Komentar itu membuat aku ingin mencolok mata mereka.

(SIALAN BANGET AKU KAN BUKAN ANAK BARU!)

Terserah lah, Aku yakin kau penasaran dengan topik tentang menyanyi yang sejak tadi terus aku sebutkan.

Kembali aku teruskan cerita tentang pesta semalam:

Sekitar pukul sepuluh malam, Ino dan aku minum… banyak. Shikamaru selalu menghampiri kami berdua dan menjauhkan gelasku (aww manis sekali temanku), tapi aku selalu mengambil yang baru. Itu adalah bagian dari rencanaku, aku mengacaukan kebersamaannya dengan Temari dengan mencoba mabuk dan selalu membuat pemuda itu menghampiri aku untuk mengambil minuman itu. Sedang Ino mulai melancarkan aksi seperti di masa lalu dan menjadi penggemar Sasuke-kun, yang mana membuat Karin sangat marah.

(sungguh, sikap Ino itu sangat manis dan lucu, melihatnya rela membuat musuh baru hanya untuk aku.)

Namun masalahnya adalah, kita tidak benar- benar mendapatkan apa yang kita inginkan dengan melakukan itu. Dan seperti gadis biasa yang sedang bersedih, kami menginginkan perhatian, jadi rencananya berganti:

"Hah?" tanyaku bodoh, berkedip menatap Ino.

Kami berdua berdiri (yang berdiri Ino, aku duduk di atas speaker besar dan itu bukan lah hal yang pintar kalau kau ingin menyelamatkan telingamu) di samping booth DJ. Setelah gelas keenamku, aku menjadi sedikit pemberani dan lebih banyak berbicara dan mulai mengganggu Shino, menanyakan pertanyaan yang sama lagi- dan lagi. Itu membuatnya pada akhirnya mau mengobrol denganku (dia teryata sangat baik, kalau kau bisa melewati pembatas dingin yang mengatakan bahwa dia tidak mau diganggu. Rahasianya adalah terus saja ganggu dia!).

"Pikirkan tentang itu!" bisik Ino, "apa cara terbaik untuk mendapatkan perhatian di pesta dansa?"

Aku mengedikan bahu. "dengan menari seperti gadis nakal."

Walau aku tengah menduduki speaker dan aku bahkan hampir tidak bisa mendengar kalimat Ino, aku bisa mendengar Shino mendecak.

"Tepat!" Ino berteriak, menyakiti telingaku. "dan apa ada yang lebih baik dari dua gadis yang menari seperti gadis nakal?" kalimat Ino masuk akal juga. "Sekarang kita hanya butuh sebuah lagu."

Shino membersihkan tenggorokan, kami berdua menoleh menatapnya.

"Apakah kau punya ide, temanku tersayang Shino?" tanyaku, tersenyum lebar.

Dia mungkin tengah memutar bola mata di balik kacamatanya, "aku menyarankan Don't Cha' dari The Pussycat Doll." katanya keren sambil memutar kepingan cd di jari. "Aku bisa memutarkannya kalau kau mau, setelah lagu yang satu ini selesai."

Wajah Ino berubah cerah mendengar ide Shino lalu memeluknya (efek alkohol).

"Kau memang jenius, Aburame!" teriaknya, ia menarikku dari posisi duduk, "cepat, Sakura, ini waktu kita untuk bersinar!"

Aku menggelengkan kepala dan menunjuk kakiku, "tidak mau, Ino! Untuk jalan saja susah apalagi menari?!" Ino menyarankan agar aku mencopot sepatu, dan entah kenapa aku mau saja mendengarkan dia. Aku mencopot boots menawanku dan meletakannya di samping Shino, setelah meminta pemuda itu untuk menjaganya.

Saat kami berada di tengah panggung, lagu mulai diputar...

Dan kami berdua tertawa..

Ino dan aku menari seperti sepasang gadis lesbi, kita sadar pasti bahwa semua mata menatap ke arah kami. Termasuk mata dari orang yang kami inginkan (Sasuke, maksudku, aku tidak ingin Shikamaru melihatku begini, dia sudah seperti saudara, incest itu adalah dosa!).

Baiklah aku mulai mengoceh tidak jelas. Aku yakin kau hanya ingin tahu—

"Iya, aku tidak percaya mereka berdua benar- benar menyanyi di atas panggung!" kata siswa yang mengatakan bahwa aku cantik.

Siswa yang mengatakan bahwa aku sangat cantik mengangguk setuju. "Mereka tidak seburuk dua gadis mabuk yang biasa kau pikirkan."

-ya, lagunya:

"Jadi, kita sedang menari seperti gadis nakal, kita menjauhkan pria yang kita suka dari musuh sekaligus mendapatkan perhatian dari semua pria di dalam ruangan." kata ino getir. "dan mereka masih saja tidak mendekati kita. Ada apa sih?!"

Aku tidak begitu mendengarkan ini, jujur saja.

(Aku terlalu mabuk.)

Aku sibuk bernyanyi, "You're so fine I want you to be mine you're so delicious-"

"YA TUHAN SAKURA KAU MEMANG SEORANG JENIUS!"

"Iya, aku tahu…"

Aku tidak tahu apa yang terjadi dan aku sudah duduk di atas speaker, getarannya membuat tubuhku ikut berguncang saat Ino menarik lenganku (mungkin karena itu lenganku sedikit sakit hari ini) lalu menyerahkan sebuah microphone. Suara musik semakin hilang dan semua orang melihat ke panggung, mungkin ingin bertanya kepada Shino, namun saat mereka melihat dua orang gadis yang berdiri di bawah sinar lampu, perhatian mereka seketika ke arah kami.

Rasanya menakutkan dan aku ingin memuntahkan semua isi perutku.

"Selamat malam, siswa tercinta dari Leaf Akademi." sapa Ino dengan suara manis. Beberapa siswa tepuk tangan dan berteriak. "yeah, itu Ino!" beberapa meneriakan pujian untuk kami. "Malam ini aku dan temanku Sakura punya sesuatu untuk kalian."

Aku melihat Shikamaru berdiri di tempatnya, di samping Temari dan melemparkan tatapan penuh tanya padaku, mungkin penasaran kenapa :

a) aku bersama Ino

b) kenapa aku ada di atas panggung

Aku menghindari tatapannya dan melihat Naruto, yang tengah mengobrol dengan Kiba dan Hinata. Pemuda pirang itu bertepuk tangan dan meneriaki namaku, "YAAY! SAKURA-CHAN!"

Kemudian aku melihat Sasuke-kun—

(YA TUHAN DIA PASTI DEWA)

-yang sama seperti Shikamaru, menatapku penuh tanya apa yang sedang aku lakukan.

Dan Karin. Ugh..

Siapa yang peduli pada Karin yang sepertinya sudah nempel permanen di lengan seksi Sasuke-kun.

(LEPASKAN DIA, JALANG!)

"Kami akan menyanyikan sebuah lagu." umum Ino, tertawa lebar.

Mataku melebar, menatapnya kage, "kami…?"

"Ini lagu kesukaanmu," bisiknya di telingaku. "kau menyanyikannya tadi."

"Aku menyanyikannya—ya tuhan, tidak—Ino, itu…"

-terlambat, musik sudah mulai mengalun dan aku mulai bernyanyi dan menari dan terus menatap Sasuke-kun.

"HEY! HEY! YOU! YOU! I DON'T LIKE YOUR GIRLFRIEND!"

TheCherryOnTop

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 9.43 AM

Suasana Hati: Sakit kepala

Musik: Sayang kau harus beritahu aku, HARUSKAH AKU BERTAHAN ATAU PERGI

Lokasi : Dalam kesolid-an Leaf Akademi

Subjek : rasanya baik untuk menjadi buruk

Aku mengingat banyak hal yang aku lakukan semalam!

Dan aku tidak senang.

Oh boy.

Mau menceritakan kesalahan bodohmu?

X

Komentar

X

Komentar untuk 'rasanya baik untuk menjadi buruk'

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 9.46 AM

Subjek: (tidak ada subjek)

Lazy1: Aku membiarkan sahabatku mempermalukan dirinya sendiri.

X

X

Komentar untuk 'rasanya baik untuk menjadi buruk'

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 9.51 AM

Subjek: aku ada satu

Bugz: Aku mengizinkan dua gadis mabuk menyanyi di atas panggung.

X

X

Komentar untuk 'rasanya baik untuk menjadi buruk'

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 9.56 AM

Subjek: Kau harus bertahan

Splash: Aku berciuman dengan lima gadis yang berbeda. Bagaimana kalau aku ketularan sesuatu?

X

X

Komentar untuk 'rasanya baik untuk menjadi buruk'

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 9.59 AM

Subjek: Y

10-10: Aku memanfaatkan teman dekatku untuk membuat pacarku cemburu

X

X

Komentar untuk 'rasanya baik untuk menjadi buruk'

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 10.00 AM

Subjek: BWAH

KingOfRamen007: Aku membiarkan temanku pergi ke pesta dengan gadis yang aku sukai.

X

X

Komentar untuk 'rasanya baik untuk menjadi buruk'

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 10.02 AM

Subjek: Tragis sebenarnya

BBQ: Aku tidak makan sebanyak yang seharusnya di buffet gratis

X

X

Komentar untuk 'rasanya baik untuk menjadi buruk'

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 10.05 AM

Subjek: (tidak ada subjek)

kINKy: Aku meninggalkan teman kencanku. Sedikit merasa bersalah, teman seharusnya tidak begitu.

x

x

Komentar untuk 'rasanya baik untuk menjadi buruk'

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 10.07 AM

Subjek: Dan aku melibatkan temanku juga…

Sexy-In0: Aku menyanyi, di depan seluruh sekolah saat mabuk.

X

X

Komentar untuk 'rasanya baik untuk menjadi buruk'

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 10.08 AM

Subjek: Tidak melakukannya dengan baik

Cutie-Karin: Aku membiarkan seseorang mendekati teman kencanku.

X

X

Komentar untuk 'rasanya baik untuk menjadi buruk'

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 10.11 AM

Subjek: Tidak begitu banyak kejadian di pesta semalam tapi…

Blond'n'Beautiful : Aku bertengkar dengan pacarku. Seharusnya aku lebih mempercayai dia… sepertinya.

X

X

Komentar untuk 'rasanya baik untuk menjadi buruk'

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 10.12 AM

Subjek: (tidak ada subjek)

WhiteEyes56: Aku bertengkar dengan teman baikku.

X

X

Komentar untuk 'rasanya baik untuk menjadi buruk'

Dibagikan pada Sabtu, 22 September 10.23 AM

Subjek: (tidak ada subjek)

Uchiha2: Aku membawa gadis yang salah bersamaku.


ThanksTo : wooowww, NatashAurel, Y0ktf, Rhein98, chaesarpuspita, pinktomato, Nikechaann, Richhi, sakura sweetpea, Liana Zhafirna, Rachel-Chan Uchiharuno Hime, ToruPerri, adora13, goodbye summer, Uchiha Pioo, himeri, Ha Ni, DanchouSama-01, vania sejati, misakiken, yazura

A.N : Eve mau jawab beberapa pertanyaan dan permintaan ya:

1. Kelakuan Sasuke kampret banget?

Sasuke kampret dengan alasannya sendiri. Tapi dia dimaafkan karena dia seksi. Wink.

2. Naikan rate?

Maaf tapi rate tidak akan Eve naikan, sesuai dengan original story. Lagian nggak ada yang over vulgar di cerita ini kok, palingan cuma a good snogging- sessions here and there.

3. Kenapa Sakura pakai boots?

Well boots yang sakura pakai itu yang sejenis angkle boots, jadi keren dan fashionable, jangan bayangkan boots yang biasa dipakai untuk jalan di salju ya :')

4. Apa endingnya sampai mereka tamat sekolah?

Umm.. short of.

Oh yea Eve udah selesai nulis ini sampai chapter 11, kalau respon banyak, pasti akan diupdate pakai paket super fast!

Anyway, Terimakasih sudah membaca.

Kritik, saran dan pendapat silahkan sampaikan lewat review.

-with cherry on top-

.the autumn evening.