Title : TheCherryOnTop
Pairing: SasuSaku
Disclaimer: I do not own Naruto, nor the story.
Warning: This is an Indonesian translation of ohwhatsherface's story with the same title. Done with permission.
Summary:
Sakura tidak pernah menjadi pusat perhatian, namun tiba- tiba semua orang memperhatikannya. Hal itu membuat Sakura melakukan sesuatu, Blog it! Tentu saja!
Chapter 6
.
.
"Awh…"
Hidup sangat menakjubkan.
Hidup sangat indah.
Hidup adalah hal paling indah!
Hidup juga sangat menyakitkan (secara fisik, setidaknya) tapi masih bisa aku hadapi.
"Kau jangan berbaring di lantai begitu—"
"DIA MEMBAWA GADIS YANG SALAH KE PESTA DANSA!" aku berteriak sambil bangkit dari lantai kamar setelah terjatuh lalu melompat girang. Aku menjatuhkan diri di atas ranjang dan berguling-guling melanjutkan aksi penyaluran kebahagiaanku, "seriusan, deh, Shikamaru! Dia bilang dia bawa gadis yang salah! Apa kau tahu apa artinya itu?!"
"Artinya dia tidak mau pergi ke pesta dengan Karin—"
"Tepat!" kataku, menjeda lompatanku di atas ranjang (yang mana adalah hal bodoh untuk dilakukan karena aku bisa jatuh dan melukai bokongku—lagi), "dia tidak mau pergi ke pesta dengan Karin, cewek gampangan berkacamata itu!"
Shikamaru, yang tengah duduk di kursi meja belajar sambilmemainkan laptopku,mengangguk bodoh sambil melihat entah apa di internet (awas saja kalau ternyata porno!), "tapi itu bukan berarti dia mau pergi bersama dengan—"
Kalimatnya terpotong saat aku melemparkan sebuah bantal ke wajahnya. Aku menyipitkan mataku berbahaya, berharap bahwa dia akan mengerti pesan tersirat ("KALAU KAU BILANG DIA TIDAK MAU PERGI BERSAMA DENGANKU, AKU AKAN MENAMPARMU SAMPAI MELAYANG KE UJUNG DUNIA!")tapi karena Shikamaru adalah Shikamaru, orang yang seharusnya jenius itu tidak mengerti.
"Kau tidak seharusnya memperlakukan orang yang sedangberulangtahun dengan cara begini," keluhnya, mengelus pipi.
Aku memutar mata dan turun dari atas ranjang.
Baiklah, aku bisa menyalurkan kebahagiaanku (Ya Tuhan, Sasuke-kun akhirnya menyadari bahwadia membawa gadis yang salah) nanti . Lain kali. Besok. Karena hari ini adalah hari ulangtahun Shikamaru!
"Oh, hanya memberitahu, blogmu sudah semakin bayak komentarnya—"
"AKU TIDAK PEDULI!" teriakku, sambil mulai menyiapkan sandwich maker, menyalakannya. Sekarang jam sebelas pagi, dan Chouji harusnya sampai di sini dalam sepuluh atau lima belas menit ke depan (dengan membawa kue cokelat yang lezat. Seharusnya. Kalau tidak, mungkin dia ketahuan menggunakan kelas memasak di hari libur, atau malah sedang keenakan memakan kuenya di jalan menuju kamarku. Yang mana aku tidak akan menyalahkannya, karena aku juga akan melakukan hal yang sama!). "Tidak ada komentar yang penting bagiku sekarang karena Sasuke sudah menuliskan komentar di blogku, er, Cherry, terserahlah…"
(suara ketukan pintu)
Aku berjalan menjauh dari lembaran roti yang sudah aku gelar di meja khusus membuat sandwich kami (milikku dan Hinata, yang adalah bukan meja istimewa, hanya meja kecil biasa) dan mengelap tanganku di celana sebelum mengambil buku fisika milik Hinata-chan.
Aku lebih pintar dalam bidang fisika jika dibandingkan dengannya, jadi aku memutuskan untuk tidak mengambil kelas fisika tahun ini, karena fisika membosankan! Sekarang Hinata sedang berada di perpustakaan dengan Tenten (juga biasa disebut Gadis Cepol), karena dia (Gadis Cepol) tidak tuntas pelajaran fisika tahun lalu (yang menurutku aneh, karena gadis itu hobi melemparkan sesuatu –khususnya benda tajam yang berujung lancip. Jadi dia seharusnya tahu bagaimana mengukur sudut, kecepatan dan lain- lain.) dan kebetulan kelasnya sama dengan Hinata-chan. Inilah kenapa Hinata-chan tidak bisa ikut merayakan pesta Shikamaru dengan kami hari ini, dia mengerjakan tugas. Jadi karena Tenten baik, ia mengatakan bahwa dia akan mengambil buku fisika Hinata-chanyang ketinggalandi kamar dan Hinata-chan hanya perlu menunggu saja di perpus. Tapi karena aku jenius, aku tahu bahwa sebenarnya Tenten hanya malas ditinggal dan mengerjakan tugas sendiri.
Baiklah.
Aku membuka pintu perlahan dan tersenyum walau aku tidak begitu mengenal Tenten (aku cukup kenal Gadis Cepol).
"Hey Ten…ten…"
Oh Tuhan.
SASUKE-KUN oh, dan Naruto…)!
Aku hanya mengedipkan mata beberapa kali melihat dua pemuda yang berdiri di depan pintu kamarku.
"Hai, Sakura-chan!" sapa Naruto kencang, melambaikan tangan di depanku, "di mana orang yang berulangtahun?"
Aku kembali berkedip (dan ya, aku tahu aku terlihat seperti orang bodoh).
"Hah…?"
"Ini ulangtahun Shikamaru," mulai Sasuke-kun dengan suara lembutnya (dan seksi dan menawan dan menggetarkan hati), "kami diberitahu katanya setelah upacara selesai, kita bisa datang ke kamarmu karena tidak ada yang boleh keluar dari sekolah hari ini—"
Naruto memotong kalimatnya, mendorong Sasuke-kun ke samping membuat aku sedikit lega, karena memandang wajahnya membuat kakiku lemas).
"Katanya akan ada kue dan makanan dan kita akan menonton film dan Sakura-chan, apa kau punya ramen?"
Kalimat Naruto tidak begitu dapat aku cerna.
Tidak.
Karena otakku masih sibuk berteriak tentang Sasuke yang (mungkin) ingin mengajakku ke pesta, bukannya Karin. Dan bukan hanya itu, dia sekarang ada di depanku tanpa seragam sekolah bodoh (dan bukan, maksudku dia tidak telanjang)!
Maksudku, hey, Sasuke-kun tetap tampan saat memakai seragam( secara dia selalu terlihat tampan) yang mana keberuntungan baginya.
Di Leaf Akademi, seragamnya cukup normal dan standar. Siswa perempuan memakau rok lipat putih, kemeja (putih juga, duh, ada yang panjang atau pendek), mereka bisa memilih kaoskaki panjang sampai lutut atau kaoskaki yang tenggelam di dalam sepatu.
Siswa laki-laki memakai celana hitam dan juga kemeja. Kami harus memakai sepatu hitam, yang bersih dan blazer (tidak harus dipakai tapi harus di bawa) atau sweater sekolah, atau vest tergantung musim(semuanya warna merah marun). Di baju seragam bagian dada kiri ada emblem sekolah (yang warnanya juga merah).
Jelas jika memakai seragam itu, kau akan terlihat jelek namun Sasuke-kun mematahkan teori itu—
Oke, cukup pujian untuknya.
Aku menatap mereka berdua dengan pandangan ingin tahu, masih belum mengizinkan mereka memasuki kamarku.
(AW SIAL, BAGAIMANA KALAU AKU TIDAK SENGAJA MELETAKAN BRA MILIKKU DI SUATU TEMPAT YANG BISA TERLIHAT?!)
"Siapa yang menyuruh kalian ke sini?" tanyaku, mencoba terdengar tenang dan tidak terlihat terlalu senang karena :
a) Sasuke-kun mengaku dia membawa gadis yang salah
b) Aku jelas (mungkin) lebih unggul dari Karin
c) Akan ada kue, duh, dan
d) YA TUHAN SASUKE-KUN ADA DI SINI!
"Shikamaru, Sakura-chan!" teriak Naruto.
Aku melangkah ke samping, mengizinkan keduanya masuk. Mereka langsung mengobrol akrab dengan Shikamaru.
Hari ini bukan hari ulangtahunku, namun Shikamaru masih memberikan aku hadiah.
Benar- benar sahabat yang baik!
…
…
…
TheCherryOnTop
Chapter Enam
Ini Baru Yang Namanya Beruntung
…
…
…
TheCherryOnTop
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 11.58 AM
Suasana Hati: Hm…HEBAT, SUNGGUH!
Musik: AKU TAK TAHU APA YANG HARUS AKU LAKUKAN PADAMU KARENA KAU TAK TAHU APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADAKU
Lokasi : Di tempat dimana jantungku berdetak
Subjek : Tersusun dengan rapi
Halo. Ya, aku tahu aku baru saja memposting sesuatu beberapa jam lalu. Namun atas nama Eric Cartman, aku akan mengatakan:
WHATEVAH, AKU MELAKUKAN APA YANG AKU MAU!
Jadi nikmati saja:
(PS: Ini bahkan bukan gosip)
SEPULUH HAL TERATAS YANG MEMBUAT AKU RELA MENJUAL JIWAKU (ATAU, YAAH BUKAN JIWAKU, TAPI JIWA ORANGLAIN):
10. Tiket untuk melihat band apa saja yang aku inginkan dan menjadikan mereka sebagai slave pribadiku.
Kalau untuk saat ini, aku pilihHead Automatica: 'With your eyes so green and your pinkish theme. You've made an old friend seems rather die to me'
9. Seloyang Strawberry shortcake dengan ekstra cokelat putih, jangan lupa garpunya!
Umm, apa kau bisa bilang YATUHANITUPASTISANGATLEZAT?!
8. Satu juta dolar. Atau lebih, dua juta dolar.
Lagipula, siapa juga yang tidak mau melakukannya?
7. Mesin waktu. Pasti akan keren banget, kan?
Untuk memperbaiki banyak hal, banyak kesalahanku.
6. Pedang cahayasaber yang bisa berfungsi. Apalagi yang nyalanya warna pink!
Aku akan memotong jadi dua tubuh gadis (BODOH GAMPANGAN MENYEBALKAN UGH) yang membawa cintaku pergi ke pesta dansa.
5. Blackberry baru. Yang cantik. Mungkin yang warna merah.
Keypad punyaku yang sekarang sudah mulai rusak…
4. Pesawat luar-angkasa punyaku sendiri. Lagi, sangat keren.
Jadi aku bisa terbang ke seluruh semesta.
3. Jacuzzi dengan seluruh pemuda favoritku yang setengah telanjang di dalamnya. Yap.
Oh please, memangnya kau tidak akan melakukan hal yang sama?
2. Kemampuan untuk bisa memasak makanan yang sesungguhnya.
Sandwich, kue, dan pizza terkadang tidak cukup…
1. Satu hari penuh dengan orang yang aku suka gila- gilaan. Atau mungkin satu minggu. Atau satu tahun. Atau selamanya…
Nah,itu membuat aku merasa lebih baik. Cukup berharga untuk ditukar dengan jiwaku .
Tapi kau tahu tidak, aku tidak perlu menjual jiwaku.
—Setidaknya tidak untuk nomer satu.
X
X
Komentar
Komentar untuk ' Tersusun dengan rapi'
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 12.06 PM
Subjek: A Corner store pulp fiction, sits where your heart isn't *
10-10: Oh Cherry, ada yang sedang beruntung rupanya! Beritahu detailnya! Aku yakin pasti lebih menyenangkan daripada mengerjakan tugas fisika.
Komentar untuk 10-10
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 12.08 PM
Subjek: With your eyes so green and your pinkish theme
TheCherryOnTop: Ada orang lain juga. Huh.
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 12.11 PM
Subjek: You've made an old friend seem rather dead to me
10-10:Cherry akan kehilangan cherrynya.
Komentar untuk 10-10
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 12.12 PM
Subjek: Alas the weapon sex can be
TheCherryOnTop:Tidak. Mungkin.
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 12.15 PM
Subjek: Your body is a weapon and you're afraid it could get out
10-10: LOL. Tidak perlu menyangkal apapun, Cherry!
Komentar untuk 10-10
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 12.17 PM
Subjek: A friend of the devil and you're afraid it could get out
TheCherryOnTop : Ha. Please. Aku permisi dulu, ada sesuatu yang mau aku goda.
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 12.18 PM
Subjek: Don't say I don't cut when I do, I do, I do!
10-10: Tidak! Tidak ! Tidak! Bukan itu yang harus kau lakukan. Saat seperti ini kau harus bermain sulit – untuk – didapat!
Komentar untuk 10-10
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 12.17 PM
Subjek: Don't say I'm lying when I'm true true, true! The Razor!
TheCherryOnTop : Hm… idemu kedengaran bagus! Aku akan melakukanya! Terimakasih untuk nasehatnya, sayangku!
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 12.18 PM
Subjek: You were all suspicious
10-10: Bukan masalah sama sekali. Mengetik lebih menyenangkan daripada mencari hasil velositas dari sebuah roket. Semoga bersenang- senang!
Komentar untuk 10-10
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 12.23 PM
Subjek: So vile and omniscious, with a heart so vicious
TheCherryOnTop : Jelas.
X
X
Komentar untuk ' Tersusun dengan rapi'
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 12.10 PM
Subjek: Sedang tidak mood
AceOfSpades5:Internet, Miss Cherry, bukan tempat untuk mendiskusikan kehidupan asmara, apalagi seks. Aku sedang tidak mood menanggapi tingkah konyolmu. Aku sangat tidak senang dengan semua komentarmu tentang pesta dansa kemarin.
Komentar untuk AceOfSpades5
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 12.11 PM
Subjek: Aku baik, terimakasih sudah bertanya.
TheCherryOnTop : Aku bahkan tidak punya kehidupan seks! Dan dengan penuh hormat, KepSek Tsunade, bagaimana kau bisa tahu tentang tingkah konyolku? Memangnya kau tahu apa yang aku lakukan? Kau bahkan tidak tahu siapa aku.
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 12.14 PM
Subjek: Sama-sama
AceOfSpades5: Kau akan terkejut kalau tahu seberapa banyak aku tahu.
Komentar untuk AceOfSpades5
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 12.16 PM
Subjek: (tidak ada subjek)
TheCherryOnTop : Uuuh, takuut.
…..
"Aku tidak melihatnya selama sepuluh tahun, Master."
"Dia bukan lagi seorang ratu, Anakin."
"Bukan karena itu aku gugup."
"YA TUHAN ANAKIN JELAS MENCINTAINYA!"
Aku tidak bisa menahannya. Aku hanya seorang gadis, dan saat adegan seperti ini muncul, aku akan kegirangan. Maksudku, saat ada moment yang terjadi pada pasangan favoritku maka aku akan terpekik kegirangan seperti seorang fangirlyang terobsesi. Aku rasa aku lupa bahwa ada tiga pemuda lain di dalam kamarku, salah satunya adalah pemuda yang aku suka. Jadi kalau aku dan Hinata-chan sedang menonton sesuatu, kami akan memekik bersama! (saat kami menonton The Notebook, kami menangis bersama, bersorak bersama, dan berteriak bersama saat dua tokoh itu bersama. Ya, kami sering melakukannya).
Naruto dan aku menggabungkan ranjangku dan Hinata-chan dan mendorongnya menghimpit salah satu tembok dan membentangkan selimut (Naruto dan Sasuke-kun kembali ke kamarnya dan membawa banyak selimut, karena kamar mereka memang berada di depan kamarku) di atas lantai. Saat ini kami tengah menonton Star Wars, yang kedua, yang ada Anakin dan Padme menikah, yang ada—
"Sakura, kau berteriak lagi."
—yang…
Aku menoleh ke sebelah kiri, di mana Sasuke-kun berbaring dan menelan ludah saat mata kami bertemu.
"M-Maaf, Sasuke-kun."
Shikamaru yang berbaring di sebelah kiri Sasuke, dan di sebelah kanan Naruto terbatuk pelan, mengalihkan perhatianku dari suami masa depanku (terimakasih!). Aku membersihkan tenggorokan dan mengalihkan perhatian kembali ke film kami.
"Mimpi bisa menembus waktu."
"Aku lebih memilih memimpikan Padme,hanya bersamanya saja…memabukan."
"YA TUHAN, APA KALIAN DENGAR ITU?"
"Kami dengar, Sakura, kita menonton film yang sama." kata Shikamaru datar.
"Sakura-chan, tolong diam sebentar ya?"
"Maaf," ucapku.
Huff.
Menonton film favoriku bersama dengan Sasuke-kun membuat aku… aku tidak begitu tahubagaimana menjelaskan apa yang sedang aku rasakan sekarang, tapi aku yakin ini bukan sesuatu yang begitu aku nikmati. Aku merasa tidak begitu nyaman.
Memabukan.
Dan rasanya menyebalkan, karena betapapun aku mencoba terlihat tenang, keren (susah – didapat, seperti nasehat Tenten dalam komentarnya untuk Cherry) ternyata itu sulit. Yang aku pikirkan di kepalaku adalah meraih rambut hitamnya dan menciumnya dalam sambil bertanya apa maksud komentarnya di TheCherryOnTop yang mengatakan bahwa dia membawa gadis yang salah.
Aku terus memikirkan hal ini untuk waktu yang lama sampai aku menyadari bahwa film sudah berjalan jauh.
Tidak baik.
"Kenapa Chouji lama banget?" tanyaku, memakai mulutku untuk mengatakan sesuatu sebelum aku mengeluarkan semua pikiran yang sedang ada di kepalaku.
Shikamaru menghela nafas keras dan aku memelototinya (karena dia menggangguku menatap keseksian Hayden Christensen—yep, aku sedang melihatnya berkelahi, menendang bokong musuhnya, terlihat keren dengan pakaiannya, by the way— walaupun Sasuke-kun melakukan hal yang sama –well, Sasuke-kun tidak menendang bokong musuhnya, maksudku, Sasuke-kun menghela nafas juga seperti Shikamaru, tapi dia aku maafkan karena dia tampan). Shikamaru bangkit dan meregangkan lengannya.
"Aku akan pergi ke kelas memasak dan melihat apa yang sedang dilakukan Chouji," kata Shikamaru melangkah menuju pintu sebelum menjeda dan melirik Naruto tanpa disadarinya, "mungkin dia membuat kue tambahan atau apa."
Naruto bangkit berdiri mendengar kalimat Shikamaru.
"Kue?"
Pria pirang itu meraih lengan Shikamaru dan keduanya berlari menghilang.
Ya.
Tuhan.
SEKARANG HANYA ADA AKU DAN SASUKE-KUN!
(aku tidak tahu apa aku harus senang atau sedih…)
Oh Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Baiklah Sakura, tenang saja. Ingat, kau harus bersikap seperti sulit untuk dapat walaupun itu sangat sulit dilakukan sekarang. Kau sungguh ingin mencium bibir sempurna pemuda di sampingmu dan tubuhnya hanya berjarak satu inchi darimu—TIDAK!
Konsentrasi saja pada filmnya. Sasuke-kun tidak penting sekarang, tonton saja filmnya. Jangan perhatikan apapun.
Tonton saja filmnya—
"Tolong jangan menatapku seperti itu."
"Kenapa tidak?"
"Karena aku bisa melihat apa yang sedang kau pikirkan."
"Ah, jadi kau punya kemampuan jedi sekarang?"
"Itu membuat aku tidak nyaman."
Berbicara tentang tatapan, ditatap oleh seseorang memang membuatmu tidak nyaman, sejak Shikamaru dan Naruto pergi,Sasuke-kun terus saja menatapku (tidak, aku bukan sedang paranoid, aku bisa melihatnya yang sedang melihatku dari sudut mataku!) dan…
Ini membuat aku tidak nyaman.
"Berhenti menatapku. " gumamku, menatap intens ke atap kamar.
"Kenapa?" tanya Sasuke-kun
(Aku berani bertaruh lima dolar bahwa ada seringai tercetak di wajahnya sekarang!)
"Karena…"
Baiklah, ini kedengaran sama persis dengan dialog yang sedang berlangsung di film dan aku tidak suka (walau aku rela membunuh untuk mendapatkan kisah cinta seperti Anakin dan Padme—tapi tanpa bagian Anakin yang menjadi jahat dan tanpa Anakin terbakar dan Padme mati—dengan Sasuke-kun karena pasti akan keren!) tapi saat ini aku sungguh tidak mau melakukan percakapan yang identik dengan yang ada di film.
"Karena aku bilang begitu!"
(Itu bagus, aku adalah yang dominan dalam hubungan kami.)
"Hn."
Aku terus melirik ke arah Sasuke-kun, berpura- pura masih menonton film, saat mataku sebenarnya hanya menatapnya. Bibir Sasuke-kun membentuk segaris lurus, perhatiannya kembali pada film yang masih diputar.
Dia sangat tampan—
"Sekarang kau yang menatapku," katanya, matanya masih pada langit- langit kamar. Bibirnya terbuka namun kata tidak keluar dari dalam sana.
"Apa maksudmu saat kau bilang kau membawa gadis yang salah ke pesta?" kataku tiba- tiba.
Aw, sial.
(ini yang kau sebut tenang…?)
Alis Sasuke-kun bertemu, ia memindahkan berat badannya di satu lengan dan memiringkan tubuh, matanya menatapku penasaran (dan seksi. Aku sedikit tergoda untuk memanggil Sai agar melukis pose Sasuke-kun yang sekarang karena—aw, baiklah.) aku juga mendudukan diri, duduk menatapnya balik.
"Apa maksudmu?"tanyanya.
"Kau menulisnya dalam komentar!" kataku terpaksa, tanpa sadar aku menunjuknya dengan jariku, menuduh."DiTheCherryOnTop, di blog itu, dia bertanya apa kesalahan yang dilakukan olehmu dipesta dankau bilang kau membawa gadis yang salah. Apa maksudmu?"
Hebat.
Aku mengatakan apa yang ada di pikiranku keras- keras.
Di hadapan orang yang aku tidak mau dia mendengarnya!
Sasuke-kun merengut dan ekspresinya berubah curiga. (AW DOBEL SIAL!)
"Um…" aku menelan ludah dan mengelus tengkuku gugup, pandanganku menatap lantai. Aku dapat merasakan pipiku memerah dan tidak, bukan karena blush on. "Er, aku membaca komentar orang- orang tadi, dan kami membaca username milikmu dan aku penasaran, makanya aku baca."
"Jadi kau membaca komentar orang lain?"
"TIDAK!" aku berteriak, aku tidak mau dia berpikir aku seorang stalker. "Shikamaru yang lihat… dia yang membaca komentar orang lain untukku, karena beberapa komentar seperti komentar Shino, Ino, itu menyebutkan tentang insiden yang berhubungan denganku semalam-"
Sasuke mengangguk singkat, menahan senyuman mengejek.
"Ya, insiden semalam."
"Jangan bicarakan itu!" aku berteriak frustasi, Sasuke tersenyum makin lebar.
Aku tidak menyukainya. Aku tidak mau Sasuke-kun mempermainkan aku –bukan mempermainkan yang seperti ini yang aku ingin setidaknya! (aku maunya mempermainkan yang seperti itu dan aku rasa aku belum siap dipermainkan yang seperti itu—mengerti apa yang aku pernah katakan? Aku terlalu banyak mengoceh. TheCherryOnTop adalah penyelamatku).
Menggigit bibir bawahku gugup, aku menatap mata Sasuke perlahan.
"Jadi…?"
"Jadi?" ulangnya, sekarang mendudukan diri. Sasuke-kun melipat tangan di depan dadanya dan mengangkat sebelah alis.
"Ugh!" aku meraih satu bantal dan melemparnya pada Sasuke (aku bersumpah , jika Shikamaru dan Naruto kembali sekarang, aku akan membunuh mereka dengan kejam dan perlahan), "maksudmu apa kau bawa gadis yang salah?!"
Seperti dialiri aliran listrik saat tangan Sasuke-kun meraih pergelangan tanganku (menahan tangan yang akan menyerangnya dengan bantal) dan menarikku mendekat. Dan seperti biasa, karena aku adalah gadis yang ceroboh, aku terjatuh ke atas dada (seksi dan padat berotot) Sasuke-kun.
Oh boy.
Dia mengangkat lenganku dan mendongakan kepalaku untuk menatap matanya.
"Artinya aku membuat kesalahan dengan pergi bersama Karin-"
"Tentu saja kau salah saat pergi dengan Karin!" kataku memotong. Aku tidak bisa menahannya, aku mengaku kalau aku memang sangat cemburu. Aku, Sakura, cemburu pada Karin. "Memangnya apa yang merasukimu sampai mau pergi dengan gadis itu?!"
Ekpresi Sasuke-kun menggelap dan aku merasa sedikit gugup.
Mungkin aku tidak seharusnya—
"Bukan urusanmu," katanya dingin.
Oh.
Keterlaluan.
Sama sekali tidak keren, Sasuke-kun!
….
TheCherryOnTop
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 3.06 PM
Suasana Hati: Sebal. Marah, semarah marahnya!
Musik: Aku lelah mempertahankan ini semua!
Lokasi : Tempat dimana aku bisa makan banyak kue
Subjek : OVERDOSIS!
Aku sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat marah.
Tidak marah sih.
—lebih tepat dibilang kecewa.
Sialan kalian makhluk yang berpenis!
X
Komentar
X
Komentar untuk 'OVERDOSIS'
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 3.11 PM
Subjek: di mana?
AceOfSpades5 : Ada masalah di surga dengan pemuda yang kau sukai?
Komentar untuk AceOfSpades5
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 3.14 PM
Subjek: kau mau tahu?
TheCherryOnTop: ZOMG YA! Kau tidak akan mempercayai cowok ini, dia mempermainkan aku. Aku rasa.
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 3.15 PM
Subjek: Ya, karena Narkoba bisa membuatmu dikeluarkan
AceOfSpades5 : Mungkin. Cherry, kau harus lebih hati-hati memilih orang yang dapat kau percaya.
X
X
Komentar untuk 'OVERDOSIS'
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 3.15 PM
Subjek: Taruhan duapuluh dolar kalau kau sedang membicarakan heroin
Sexy-In0 : Aw, apa yang salah?
Komentar untuk Sexy-In0
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 3.17 PM
Subjek: Bukan, jauh…
TheCherryOnTop : Aku mempercayainya, itu yang salah.
X
X
Komentar untuk 'OVERDOSIS'
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 3.16 PM
Subjek: (tidak ada subjek)
iUCHIHA: Kau tahu, miss Cherry, tidak semua yang berpenis itu brengsek.
Komentar untuk iUCHIHA
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 3.18 PM
Subjek: Ya…. BAIKLAH!
TheCherryOnTop: Baiklah, tapi kebanyakan mereka brengsek!
….
Aku tidak bisa mempercayainya.
'Itu bukan urusanku'?!
Dia bilang apa sih? Jelas itu adalah urusanku! Dia mempermainkan aku! Dia membuat aku berpikir bahwa mungkin aku punya kesempatan untuk bersamanya, bahwa mungkin saja dia ingin mengajakku tapi tidak! Dia malah pergi dengan Karin!
APA- APAAN?
"Ada yang salah, Sakura-chan?"
Ada yang salah, Naruto? YANG SALAH ADALAH—
"Sakura hanya ingin kue," kata Shikamaru datar, menyuapi aku dengan paksa. Dia tersenyum mengejek, "benarkan, Sakura kecil?"
Aku mengelap wajahku dengan lengan baju dan memelototinya.
"Kalau ini bukan hari ulangtahunmu, aku pasti sudah menamparmu."
Shikamaru dan Naruto sudah kembali bersama Chouji dan kue cokelat yang oh-sangat-lezat (yang jelas aku akan lebih menikmatinya kalau saja aku tidak sedang banyak pikiran begini, terimakasih) tepat setelah adegan Padme mengatakan pada Anakin bahwa dia mencintainya. Aku sebal karena aku tidak dapat menikmati adegan (percintaan) paling kusuka di film ini! Kenapa, baiklah aku akan ceritakannya padamu! Sasuke-kun malah bertingkah brengsek saat aku pikir bahwa ini adalah saat yang tepat (hey, dia bisa saja menggunakan kesempatan ini untuk mengungkapkan perasaannya kepadaku atau apa lalukami bisa menikah dan berlari menuju matahari terbenam). Dia malah bersikap dingin.
APA-APAAN?
Aku mengunyah kue, tidak bisa menikmati rasa lezat yang melumer di mulut kemudian bangkit menuju lemari pendingin kecil—
OH, HEBAT!
"Minumannya habis semua," aku mendesis (memangnya apa yang aku harapkan saat membagi makanan dengan empat laki-laki?).
Shikamaru melirikku dan menunjuk sekaleng Mountain Dew yang belum dibuka di sebelah kakinya.
"Tidak, tidak semua."
Shikamaru mengangkat kaleng minuman itu dan memberikan isyarat padaku agar mengambilnya.
Tapi aku tidak mau.
Kau tahu kenapa?
"Aku benci Mountain Dew."
Merasakan kemarahanku , Naruto dan Chouji, (Sasuke-kun bertingkah seperti dia tidak peduli sejak obrolan kami tentang dia membawa gadis yang salah ke pesta dan pertanyaanku kenapa dia memilih pergi bersama Karin) mereka (kecuali Shikamaru) melakukan hal terbaik dan memilih diam, dan memusatkan perhatian pada film.
Shikamaru merengut, "kau ngomong apa, sih, Sakura? Kau kan cinta mati samaMountain Dew. Kau selalu beli cairan ini."
Mataku memicing menatap Shikamaru (yang kasihan dan tak bersalah) dan meraih Blackberryku dari atas meja, memasukannya ke dalam kantong.
"Lupakan! Aku mau keluar beli sesuatu."
Shikamaru semakin merengut pada tingkah tidak sopanku (aku sungguh merasa jahat sekarang, tapi saat ini aku sudah terlalu marah pada Sasuke-kun), "apa yang salah denganmu?"sebelum aku bisa mengatakan bahwa tidak ada yang salah (walaupun itu adalah bohong…), Shikamaru kembali membuka mulut. "kau sedang PMS atau apa?"
Shikamaru memang sering menyinggung akan hal ini kalau dia sedang mengeluh tentang kesensitifanku (Chouji juga beberapa kali.).
Tapi Shikamaru akan mati karena bertanya hal seperti itu di depan Naruto dan Sasuke-kun!
Tanganku mengepal dan aku keluar kamar dengan langkah menghentak kesal.
Sama sekali tidak keren, Shikamaru!
….
TheCherryOnTop
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 5.01 PM
Suasana Hati: Lebih marah UGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!
Musik: Kebiasaannya adalah mengambil semuanya. Tidak banyak yang bisa ia ambil.
Lokasi : Beli sesuatu. Mengendap-endap di wilayah sekolah. Aku memang pembangkang seperti itu.
Subjek : Dimana IOU-ku?
Cherry sedang marah sekarang.
Jadi untuk pelampiasan, dia akan membeberkan semua yang ia temukan saat berjalan selama duapuluh menit di sekitar sekolah (dan sekitar sekolah maksudnya adalah kamar mandi cewek, kafetaria, perpustakaan, dan sebagainya. Dan ya, aku bisa melakukan semua itu hanya dalam duapuluh menit.)
-Gadis Cepol kabur dari sesi belajar bersama Putri Malu untuk berciuman dengan Kopi Susu, sebagai ganti waktu yang mereka lewatkan saat mereka sedang off.
-Merepotkan memilih menghabiskan hari spesialnya tidak dengan dua wanita favoritnya, Harpa dan Kipas. Tapi hari ini masih belum berakhir…
-SaatGadis Bercepol sedang menyelinap dengan KopiSusu, Taring menancapkan taringnya padaPutriMalu. Siapa tahu mungkin Putri Malu akan berpaling kepada seseorang yang lebih peka.
-Tapi rasanya itu akan buruk karena Rubah sepertinya mulai menyadari bahwa dia juga menyukai PutriMalu dan akan mulai melakukan pergerakan.
-Hubungan Pretty Boy dan Pink Princess sepertinya sudah terputus karena keterlibatan Kacamata.
Aku ingin meminta pendapat tentang sesuatu.
Baiklah, jadi ada dua orang: Cowok dan Cewek.
-Cewek suka Cowok. Cowokjuga suka Cewek (aku rasa).
-Cewek dan Cowok berciuman. Sering.
-Cewek mulai berharap bahwa mereka akan bersama—berpacaran.
-Cewek berharap Cowokakan mengajaknya ke pesta dansa, ternyataCowok tidak mengajaknya.
-Cewek melihat Cowok membawa seorang Jalang ke pesta dansa.
-Cewek sangat cemburu. Cewek berkelahi dengan Jalang.
-Cewek bingung saat Cowokmengatakan bahwa dia tidak bermaksud membawa Jalang ke pesta.
-Cewek marah karena Cowok bersikap seperti semua itu tidak penting bagi mereka.
-Cewek semakin marah namun Cowoktetap tidak mau mengatakan alasan dia membawa Jalang ke pesta.
-Cewek semakin bingung karena dia tidak tahu harus melakukan apa tentang situasi ini.
-Cewek ingin sebuah hubungan yang sesungguhnya dengan Cowok, bukan melulu berciuman.
-Cewek menyatakannya dengan jelas dengan bertanya, kenapa Cowokpergi bersama dengan Jalang.
-Cewek tidak tahu apa yang diinginkan Cowok.
Cewek harus melakukan apa?
X
Komentar
X
DIHAPUS
Komentar untuk 'Dimana IOU-ku?'
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 5.06 PM
Subjek: (tidak ada subjek)
Lazy1:Hanya mau kau tahu, aku mau Diet Coke (nanti uangnya aku ganti); kau ketinggalan adegan favoritmu di film; Naruto dan Chouji menghabiskan semua kuenya; dan Sasuke keluar beberapa menit yang lalu untuk mencarimu. Apa kalian sedang bertengkar? Oh, dan aku pakai laptopmu.
Komentar untuk Lazy1
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 5.08 PM
Subjek: Kau jangan men-(tidak ada subjek)-kan aku. Aku tidak butuh itu sekarang. Sakura sedang tidak senang.
TheCherryOnTop: Ini yang harus kau tahu: Diet Coke habis; aku bisa memutar ulang film itu lain kali karena film itu punyaku; Naruto dan Chouji akan mati begitu aku kembali, dengan kematian yang perlahan dan menyakitkan; dan Sasuke-kun itu brengsek karena dia tidak mau menjelaskan kejadian yang menyangkut Karin. Apa menurutmu dia hanya memanfaatkan aku? Jelas- jelas aku ingin dia mengencaniku dengan membahas tentang 'dia membawa gadis yang salah'. Jadi ya, mungkin kami sedang bertengkar. Dan ya, aku tahu kalau kau memakai laptopku. Aku tahu itu lah, dasar bodoh.
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 5.10 PM
Subjek: Kau adalah gadis menyebalkan yang suka merengek dan sedang PMS.
Lazy1:Wow, kau bisa menulis semua itu dengan Blackberrymu hanya dalam waktu dua menit? Wow..
Komentar untuk Lazy1
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 5.11 PM
Subjek: Diam, brengsek.
TheCherryOnTop:Tonton saja filmnya.
X
X
Komentar untuk 'Dimana IOU-ku?'
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 5.08 PM
Subjek: Mati saja, Jalang!
Sexy-In0 :Aku pikir Cewek harus bilang ke Cowok bagaimana perasaannya yang sebenarnya. Kalau Cowok tidak merasakan hal yang sama, tendang Cowok di selangkangan.
Komentar untuk Sexy-In0
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 5.09 PM
Subjek: BENAR!
TheCherryOnTop:Wow, aku harus bilang kalau kau adalah seorang jenius.
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Sabtu, 22 September 5.10 PM
Subjek: Uh huh!
Sexy-In0 : Heh, aku berusaha.
….
Kau tahu, saat kau sedang tertekan, makan cokelat bisa membantu.
Aku tidak mengerti kenapa atau bagaimana, tapi begitulah yang terjadi.
—itu adalah alasan kenapa aku sedang memakan cokelat batang keduaku (ya tuhan, aku akan jadi gendut).
Aku sangat suka Aero bars, gelembung di luarnya sangat menyenangkan untuk dimainkan pada awalnya, tapi kemudian kau mulai ingin merasakan cokelat di dalamnya dan menyingkirkan gelembung dan menelannya, namun itu sudah meleleh di mulut—
Oke.
Aku mendesah dramastis (terserah, tidak ada yang sedang melihatku sekarang karena sepertinya tidak ada seorangpun yang berkeliaran) dan menyadarkan tubuh di sisi mesin penjual otomatis. Aku memasukan cokelat lain ke dalam mulutku, karena kau tahu apa? Pemikiran tentang tubuhku tertekan di mesin penjual otomatis membawa kembali ingatan buruk tentang—oh well, bukan ingatan buruk, tapi ingatan yang aku sedang tidak mau mengingatnya sekarang.
Baiklah, cokelat lagi—
"Ada cokelat di wajahmu."
Sama sekali tidak keren, Sakura!
Aku yakin bahwa aku terlihat seperti orang bodoh dengan wajah cemberut dengan sebatang cokelat dimasukan kasar ke dalam mulut.
Aku melirik Sasuke-kun dari balik cokelat dengan segala keseksiannya.
(Hebat…)
"Biar, rasanya enak!" gumamku balik. Dengan masih cemberut, aku memutuskan setidaknya harus tetap sopan dan menjawabnya. Aku menatap Sasuke-kun yang terlihat dengan ekspresi datar seperti biasa. Aku menawarkan cokelat, "kau mau? Ini dark chocolate, jadi sepertinya ,kau tidak suka. Biasanya orang tidak suka—"
"Aku tidak suka yang manis- manis," katanya (terimakasih) memotong perkataanku tentang cokelat.
"Oh, kau tidak suka cokelat?" aku semakin cemberut (dan dengan cepat menggigit lagi cokelatku, untuk membuat aku merasa lebih baik). "tapi itu tidak membuatmu berhenti menjilatinya dari wajahku!"
Wow.
Apa aku baru saja mengatakannya?
"Maksudku…"
"Aku tidak pernah menjilati cokelat dari wajahmu," kata Sasuke-kun, melihatku dengan pandangan jenaka. Ia jelas terhibur, terlihat jelas dari bibirnya yang mencoba menahan seringai. "Aku tidak suka yang manis- manis. Kau terlalu antik untuk bisa dikatakan manis."
Mataku melebar mendengar ejekannya lalu kembali menatapnya tajam.
(aku yakin aku terlihat menggelikan dengan cokelat di wajahku…)
"Kau dengar ya—"
Kalimatku terpotong oleh bibir Sasuke.
Dan lidahnya.
(aku mulai menyadari bahwa orang- orang sepertinya senang sekali memotong ucapanku dengan cara menciumku, yang walaupun aku nikmati, tetap saja tidak sopan. Dan maksudku dengan 'orang-orang' adalah Sasuke-kun dan Sexy-sensei. Rasanya menyebalkan…)
Aku menjatuhkan cokelat ke lantai (hilang sudah duapuluh lima sen-ku dengan percuma) dan melingkarkan lenganku di leher Sasuke-kun, menyerah pada ciumannya. (Dia Sasuke-kun, oke! betapapun brengseknya dia, lidahnya tetap saja menakjubkan.) Salah satu tanganku meremas kaosnya, membuatnya berkerut, dan yang satunya lagi meremas rambutnya.
Oh wow.
Ini mulai memanas.
Seperti yang biasa kami lakukan di malam hari saat tidak ada orang. Bedanya sekarang masih sore dan orang bisa saja melihat kami…
Benar.
Setelah meyakinkan diri aku mendorong Sasuke-kun menjauh—
Memangnya dia pikir dia siapa?! Masa bodoh dengan lidah berbakatnya yang menakjubkan! Aku tidak peduli bahwa dia seorang pencium yang hebat! Memangnya dia kira dia bisa mengabaikan aku kemudian menciumku lagi kapan saja dia mau setelah dia membawa Karin dan tidak menjelaskan apapun padaku?!
(ya aku menyadari bahwa dia mengabaikan aku kemudian menciumku lagi kapan saja dia mau setelah dia membawa Karin dan tidak menjelaskan apapun padaku.)
TIDAK LAGI!
Untuk memuaskan hasrat sekali seumur hidupku, aku menampar pipi Sasuke-kun. Aku benar- benar melakukannya pada Sasuke-kun.
Dia terlihat terkejut.
(Aku tidak membuat wajah cantiknya lecet kok, hanya merah.)
"Beraninya kau menciumku lagi seperti itu!" aku berteriak dramastis. "kau pikir aku akan membiarkanmu mencium dan merayuku begitu saja?! Kau pergi ke pesta dengan Karin, KARIN! Kau membuat aku berpikir bahwa aku punya kesempatan denganmu dan kau malah pergi dengan gadis jalang itu?!" untuk membuatnya semakin dramastis, aku menamparnya lagi, "jangan berani- berani kau menciumku lagi, brengsek!"
Sasuke-kun menunduk menatapku dengan pandangan tersiksa dan frustasi.
APA?!
Kenapa dia harus tersiksa dan frustasi?!
"Kau bisa tenang—"
"TENANG?!" geramku, mendorong dadanya, membuatnya sedikit terhuyung ke belakang. "aku tenang!"
"Aku akan memperbaikinya."
Aku berkedip.
Hm…
Negosiasi, huh?
Sasuke-kun mendesah dan menatap lantai sungguh- sungguh (yang mana membuat hatiku tertarik…). Sasuke-kun akhirnya bertemu dengan mataku.
Sasuke-kun terlihat sangat menyesal.
(TENTU SAJA, DIA KAN PERGI KE PESTA DENGAN KARIN SAAT DIA BISA PERGI DENGANKU! TENTU SAJA DIA MENYESAL!)
Sasuke-kun mengelus kepala dengan gerakan aneh, pipinya merona (aku rasa, soalnya pipinya memerah, berarti dia merona, kan?).
"Apa yang kau lakukan Senin malam?" tanyanya, sedikit mendesak dan terdengar menyesakan.
"PR." jawabku bodoh. Memangnya dia mengharapkan aku bilang apa? Aku tidak akan keluar di malam Senin. Untuk apa aku pergi dari sekolah di malam senin, kecuali kalau memang perlu. Tidak ada yang aku lakukan… "aku selalu mengerjakan PR di malam senin."
"Benar," kata Sasuke-kun mengangguk. "jam 11.30, keluar dari kamarmu. Aku akan membawamu kencan."
Aku menatapnya, bingung dengan apa yang baru saja dia tawarkan.
"Tapi semua orang pasti sudah tidur jam segitu. Dan kita tidak boleh keluar lewat dari jam sembilan-"
"Shh," dia meletakan satu jari di bibirku, mendiamkanku (aku tidak tahu apakah aku harus senang atau sedih karena dia tidak memakai bibirnya…) lalu dia tersenyum lembut, "diam saja dan berhenti mencemaskannya. Biar aku saja yang mencemaskan dan menyiapkan semuanya. Kau tidak akan mendapatkan masalah, percayalah padaku.". Ekpresi Sasuke-kun berubah gugup, "jadi, mau tidak? Kencan?"
Aku mengangguk.
"Kencan, kalau begitu."
DAPAT!
….
TheCherryOnTop
Dibagikan pada Minggu, 23 September 12.20 AM
Suasana Hati: FANTASTIS!
Musik: Aku memaafkan semua yang ia katakan.
Lokasi : Surga!
Subjek : Rasanya menyenangkan jika kau tak sendiri
AKU MENCINTAIMU!
DAN KAU!
AKU MENCINTAI SEMUANYA!
YAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!
Aku sedang dalam suasana hati yang paling menakjubkan. Kenapa, tanyamu. Aku akan menceritakannya.
Aku, Cherry, akan berkencan dengan seorang tokoh baru dalam kerajaan gosip, Tada (Tall Dark and Handsome. Jadi kau akan membuat inisial T.D.A.H. dan jika kau mengucapkanya—tada, kau akan mengerti kenapa aku memberinya nama begitu!)
Dan dia memiliki semuanya!
Tinggi, misterius, dan tampan.
Bukankah aku gadis yang beruntung?
X
Komentar
X
Komentar untuk 'Rasanya menyenangkan jika kau tak sendiri'
Dibagikan pada Minggu, 23 September 12.27 AM
Subjek: Aku di sini!
KingOfRamen007 :Aw Cherry, aku rasa kau baru saja mematahkan hatiku….
Komentar untuk KingOfRamen007
Dibagikan pada Minggu, 23 September 12.28 AM
Subjek: Terimakasih, kau adalah boneka
TheCherryOnTop : Kau manis, tapi kita tidak akan cocok untuk bersama.
X
X
Komentar untuk 'Rasanya menyenangkan jika kau tak sendiri'
Dibagikan pada Minggu, 23 September 12.30 AM
Subjek: (tidak ada subjek)
Lazy1 : Sesuatu berkata padaku bahwa Tada adalah teman baik Pretty Boy.
Komentar untuk Lazy1
Dibagikan pada Minggu, 23 September 12.32 AM
Subjek: Ada subjek, brengsek
TheCherryOnTop : Mungkin…
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Minggu, 23 September 12.32 AM
Subjek: Tidak, tidak ada subjek
Lazy1 : Yang benar saja.
Komentar untuk Lazy1
Dibagikan pada Minggu, 23 September 12.34 AM
Subjek: ADA
TheCherryOnTop : Tentu saja.
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Minggu, 23 September 12.35 AM
Subjek: Aku serius
Lazy1 : Jaga kesucianmu.
Komentar untuk Lazy1
Dibagikan pada Minggu, 23 September 12.36 AM
Subjek: Memang kau siapa, Ayahku?
TheCherryOnTop : Kesucian, terjaga.
X
X
Komentar untuk 'Rasanya menyenangkan jika kau tak sendiri'
Dibagikan pada Minggu, 23 September 12.36 AM
Subjek: Senang mendengarnya
Blonde'n'Beautiful: Cherry akhirnya menjadi seorang wanita! Selamat!
Komentar untuk Blonde'n'Beautiful
Dibagikan pada Minggu, 23 September 12.38 AM
Subjek: Terimakasih banyak
TheCherryOnTop : Terimakasih!
ThanksTo: Hitsugaya55, Cici saki, sakura sweetpea, HestyEclair, ToruPerri, Y0ktf, AadeUchira, pinktomato, lovelyTomato, Uchiha SaKuDa, zeendezly. clalucindtha, Rachel-Chan Uchiharuno Hime, Guest, Nikechaann, yunitaayu917, Rhein98, Cherrynia Uchiha, caesarpuspita, misakiken, NatashAurel, kHaLerie Hikari, mckyan, Tsuragi De Lelouch, Aoi Yukari, Liana Zhafirna, Calista569, AoRizuki, Jsmine9816, Minami Naro, Uchiha Pioo.
A.N :
*yang terus- terusan jadi subjek-nya Tenten dan Cherry adalah Lirik lagu-nya Head Authomatica, The razor : 1.A Corner store pulp fiction, where your heart isn't, 3. With your eyes so green and your pinkish theme, 4. You've made an old friend seem rather dead to me, 5. Alas the weapon sex can be… dan seterusnya
Eve cinta semua yang Shikamaru lakukan untuk Sakura. Where can I purchase a bestfriend like him?
Ohya, so sorry people, Eve bilang bakal update cepat ternyata beberapa hari ini gak bisa masuk ke ffn, the spe*dy. duh. Semoga berikutknya lancar /wink/
Anyway, Terimakasih sudah membaca.
Kritik, saran dan pendapat silahkan sampaikan lewat review.
-with cherry on top-
.the autumn evening.
