Title : TheCherryOnTop

Pairing: SasuSaku

Disclaimer: I do not own Naruto, nor the story.

Warning: This is an Indonesian translation of ohwhatsherface's story with the same title. Done with permission.

Summary:

Sakura tidak pernah menjadi pusat perhatian, namun tiba- tiba semua orang memperhatikannya. Hal itu membuat Sakura melakukan sesuatu, Blog it! Tentu saja!


Chapter 7

.

.

TheCherryOnTop

Dibagikan pada Minggu, 23 September 11.33 PM

Suasana Hati: Sungguh lelah

Musik: Akan ku katakan seluruh inginku, apa yang sungguh- sungguh aku inginkan

Lokasi : Bukan urusanmu

Subjek : Bumbu kehidupan

Apa yang harus kau pakai untuk sebuah kencan yang kau tidak tahu detail apapun tentangnya?

AKU SANGAT BINGUUUUUUUUUUUUUUUUNG!

UGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!

Maksudku, Tada hanya mengatakan kapan aku harus bersiap (hari apa dan jam berapa). Dia tidak pernah bilang apa yang akan kami lakukan, atau kemana kami akan pergi atau APA YANG HARUS AKU PAKAI. Oh Tuhan, aku harus bagaimana?

Huff.

Aku terdengar seperti gadis yang terobsesi dengan hal bodoh seperti kencan—

Oh yea, karena aku adalah salah satu gadis itu.

UGHHHHHHHHHHHHHHHH

x

Komentar

x

Belum ada komentar

TheCherryOnTop

Dibagikan pada Minggu, 23 September 11.38 PM

Suasana Hati: Bingung

Musik: Aku membuat hidupku rumit dengan jatuh cinta kepadanya

Lokasi : Lemari baju yang sama sekali tidak membantu

Subjek : Memungut kelopak bunga

Baiklah jadi :

Aku sudah memutuskan akan memakai baju kasual, yang jelas selain piyama.

Aku rasa aku tidak akan memakai rok, karena Tada melihatku memakai rok setiap hari (seragam, duh!) dan gaun akan terlihat terlalu mencolok dan seperti aku mengharap terlalu banyak darinya—

Sial.

Tapi bagaimana kalau dia berpikir bahwa aku tidak serius tentang kencan kami karena aku memakai pakaian kasual?

Ugh, kenapa ini semua begitu rumit?

X

Komentar

X

Belum ada komentar

...

TheCherryOnTop

Dibagikan pada Minggu, 23 September 11.43 PM

Suasana Hati: Aku kehabisan ide

Musik: Aku sudah mendapatkannya sekarang

Lokasi : Melihat mimpiku menjadi kenyataan

Subjek : Aku tidak bermaksud pamer…

Aku seratus persen yakin tentang apa yang akan aku pakai dan aku percaya diri bahwa Tada akan menyukainya. (Jadi aku baru saja kepikiran bahwa Tada tidak pernah memedulikan tentang apa yang aku pakai, karena toh dia tidak keberatan melihatku pakai seragam sekolah, which is membuatku terlihat superjelek. Jadi masalah pakaian tidak begitu menjadi masalah.)

—tapi bagaimana dengan rambutku?

Apakah aku membiarkannya terurai seperti biasa atau membuatnya bergelombang atau apa…?

Atau haruskah aku ikat?

Apa kalau diikat tidak terlihat terlalu biasa, karena maksudku, kalian mengikat rambut kalian saat pelajaran olahraga, kan? Memangnya pantas untuk sebuah kencan?

UGHHH!

X

Komentar

X

Belum ada komentar

TheCherryOnTop

Dibagikan pada Minggu, 23 September 11.49 PM

Suasana Hati: BWAAAAA

Musik: Aku ingin kau memakai vinyl suit

Lokasi : Leaf Akademy, sayang.

Subjek : Aku sangat menginginkanmu

Baiklah, aku akan membiarkan rambutku seperti biasa.

Seperti setiap malamnya –kecuali kalau teryata malam itu rambutku sedang dalam kondisi jelek! Kalau rambutku sedang jelek- jeleknya, aku baru akan melakukan sesuatu. Aku hanya akan memakai bandana atau sesuatu.

Jadi apa aku harus memakai make-up?

Aku tidak mau terlihat jelek , jadi ini adalah faktor yang penting. Tapi waktunya sudah terlalu malam, mungkin dia tidak akan menyadari bahwa aku memakai make up, tapi ini penting!

Sial.

Aku tidak tahu warna apa yang sesuai untukku! Aku tidak pernah pakai make up sendiri sebelumnya! Aku selalu membiarkan teman satu kamarku mendandaniku (dalam acara tertentu) dan kalau dibutuhkan, aku meminjam peralatannya. Ya Tuhan, aku bahkan tidak punya alat make up sendiri!

APA YANG HARUS AKU LAKUKAN!

X

Komentar

X

Belum ada komentar

TheCherryOnTop

Dibagikan pada Senin, 24 September 12.00 AM

Suasana Hati: Butuh

Musik: Aku suka caramu melepas baju, sekarang, mulai sayangku!

Lokasi : Bukan tempat spesial

Subjek : Bagaimana kabarmu?

Aku penasaran apa yang akan kami lakukan?

Dia sama sekali tidak mengatakan detailnya padaku jadi semuanya adalah sebuah misteri untukku.

Aku harap menyenangkan!

X

Komentar

X

DIHAPUS

Komentar untuk 'Bagaimana kabarmu?'

Dibagikan pada Senin, 24 September 12.02 AM

Subjek: Serius, ya

Lazy1 : Kau harus berhenti memposting semua hal tentang kencanmu, kau terdengar seperti orang idiot.

Komentar untuk Lazy1

Dibagikan pada Senin, 24 September 12.03 AM

Subjek: PERGI

TheCherryOnTop: Oh tidak, oh tidak, oh tidak, SHIKAMARU, DALAM DUAPULUH TIGA JAM LAGI, AKU ADA KENCAN! AHHHH!

Komentar untuk TheCherryOnTop

Dibagikan pada Senin, 24 September 12.05 AM

Subjek: Kau menakutiku

Lazy1 : Kau tahu apa? Aku mau pergi sekarang ya, aku harus pergi untuk mendoakan kewarasanmu.

TheCherryOnTop

Dibagikan pada Senin, 24 September 12.11 AM

Suasana Hati: Bahagia. Sesimpel itu: bahagia.

Musik: OH YEA AKU LIAR

Lokasi : Coba tebak

Subjek : Umm… hanya penasaran…

(tertawa malu)

Aku minta maaf.

Apakah postinganku tentang kencan dengan Tada sedikit—

Mengganggu?

X

Komentar

X

Komentar untuk 'Umm… hanya penasaran…'

Dibagikan pada Senin, 24 September 12.12 AM

Subjek: tidak ada subjek untukmu

Lazy1 : Ya

Komentar untuk 'Umm… hanya penasaran…'

Dibagikan pada Senin, 24 September 12.15 AM

Subjek: Karena kau bertanya…

KingOfRamen007 : Sedikit. Tidak apa- apa. Aku masih mencintaimu cherry!

Komentar untuk 'Umm… hanya penasaran…'

Dibagikan pada Senin, 24 September 12.17 AM

Subjek: Tidak sama sekali

Sexy-In0 : Itu reaksi yang normal

Komentar untuk 'Umm… hanya penasaran…'

Dibagikan pada Senin, 24 September 12.20 AM

Subjek: Sama seperti katanya

10-10 : Cherry , kau sama seperti gadis yang lainnya sekarang.

Komentar untuk 'Umm… hanya penasaran…'

Dibagikan pada Senin, 24 September 12.24 AM

Subjek: Jujur adalah yang terbaik

ShiningYouth11 : Sedikit…

Komentar untuk 'Umm… hanya penasaran…'

Dibagikan pada Senin, 24 September 12.26 AM

Subjek: (tidak ada subjek)

Bugz : Ya

Komentar untuk 'Umm… hanya penasaran…'

Dibagikan pada Senin, 24 September 12.24 AM

Subjek: Rasa Ingin Tahu Membunuhmu

Splash : Ya.

Komentar untuk 'Umm… hanya penasaran…'

Dibagikan pada Senin, 24 September 12.33 AM

Subjek: Karena kau tanya

WhiteEyes56 : Ya

Komentar untuk 'Umm… hanya penasaran…'

Dibagikan pada Senin, 24 September 12.35 AM

Subjek: Well…

Cutie-Karin : Sedikit, tapi kau kan gadis biasa

Komentar untuk 'Umm… hanya penasaran…'

Dibagikan pada Senin, 24 September 12.41 AM

Subjek: Cherry sudah ranum

Blond'n'Beautiful : Reaksi normal… ya.

Komentar untuk 'Umm… hanya penasaran…'

Dibagikan pada Senin, 24 September 12.44 AM

Subjek: (tidak ada subjek)

AceOfSpades5 : Ya

Komentar untuk 'Umm… hanya penasaran…'

Dibagikan pada Senin, 24 September 12.49 AM

Subjek: Oh gadis

Bark-n-Bite : Ya

Komentar untuk 'Umm… hanya penasaran…'

Dibagikan pada Senin, 24 September 12.54 AM

Subjek: (tidak ada subjek)

Uchiha2 : Sedikit, tapi tidak juga

TheCherryOnTop

Chapter Tujuh

Semua Semakin Baik

Jumat, 21 September

PEMILIHAN DEWAN AKADEMI

Leaf Akademi Untuk Mereka Yang Berprestasi

Tanggal pemilihan : Senin, 24 September

Selamat pagi staf dan siswa.

Sekarang adalah waktu bagi Leaf Akademi untuk melakukan pemilihan Dewan Akademi tahunan. Walaupun kami sudah memilih beberapa anggota Juni kemarin, belum semua posisi anggota Dewan Akademi terisi. Jadi sejauh ini, sampai bulan September, anggota Dewan Akademi yang telah terpilih adalah:

1. Presiden – Temari Sabaku

2. Wakil Presiden – Karin Himitsu

3. Sekretaris – Ami Watanabe

4. Bendahara – Suigetsu Momochi

Untuk apel pagi ini, kami akan menyediakan waktu untuk pencalonan anggota baru untuk bergabung.

Bagian yang masih kosong:

1. Humas

2. Perwakilan Tingkat 6 (2)

3. Perwakilan Tingkat 7 (2)

4. Perwakilan Tingkat 8 (2)

5. Perwakilan Tingkat 9 (2)

6. Perwakilan Tingkat 10 (2)

7. Perwakilan Tingkat 11 (2)

8. Perwakilan Tingkat 12 (2)

10. Koordinator Penyemangat

Pemilihan calon dari tiap nominasi akan dilaksanakan pada jam pertama di auditorium akademi, dari pukul 8:40 sampai 9:20.

Dalam satu hari, dihimbau bagi para calon terpilih dari tiap kategori agar menyiapkan pidato kampanye yang akan disampaikan kepada rekan siswa yang lainnya agar mendapatkan dukungan.

Kami, Dewan Akademi akan mengamati seluruh proses untuk memastikan bahwa para calon Dewan Akademi cakap pada bidangnya masing- masing.

Seluruh siswa akan dikumpulkan sepuluh menit sebelum bel berakhirnya jam pelajaran keenam, pada pukul 1:40 untuk kampanye di Auditorium.

Untuk sisa jam pelajaran, dari jam ketujuh sampai jam kedelapan, para siswa akan mendengarkan pidato dari tiap calon anggota Dewan Akademi.

Pemilihan akan berlangsung pada hari Selasa, 25 September selama jam pertama, dan semua siswa akan ikut berpartisipasi menyumbangkan suara.

Pada hari Rabu, 26 September anggota baru Dewan Akademi akan diumumkan dalam apel pagi.

Terimakasih, harap aktif di Dewan Akademi

Temari Sabaku

Presiden Dewan Akademi

Bagaimana untuk mencalonkan seseorang menjadi calon Dewan Akademi:

Pemilihan calon anggota Dewan Akademi (disingkat DA) akan dilakukan di luar Auditorium pada pukul 7.50 sampai 8.40. Selama rentang waktu tersebut, perwakilan DA akan mengumpulkan catatan yang diisi siswa tentang siapa yang ingin mereka calonkan menjadi DA. Nama harus ditulis dengan jelas dan diberikan kepada DA.

Nominasi Anggota Dewan Akademi

Nama calon:

Dipilih oleh :

Posisi:

….

Harap partisipasinya!

Aku tidak suka senyum licik di wajah Karin.

(Jujur saja, hanya melihat wajahnya saja membuat aku tidak suka, tapi itu… terserahlah.)

Aku mengetuk ujung kakiku tidak sabar, meneruskan tatapan tajamku ke arah Karin (yang juga melakukan hal yang sama). Mencoba mengabaikan fakta bahwa aku tengah terjebak di antara Naruto dan Sasuke sekarang, terimakasih untuk Kakashi-sensei yang tahu betapa berisiknya mereka (sebenarnya hanya Naruto) sampai aku harus menjadi pemisah keduanya.

"Jadi, Sakura-chan, apakah kau akan mencalonkan seseorang?" tanya Naruto dari posisi berdirinya yang aneh.

Aku menatapnya heran dan menggeleng, "tidak."

(masih memelototi Karin).

Melotot.

Melotot.

MELOTOT.

"Apa kau tahu bahwa ada yang menunjukmu untuk satu posisi?" tanya Sasuke-kun, mungkin karena dia bosan sama seperti aku (kalau tidak ada mereka berdua di sampingku, aku akan memeriksa komentar di blog TheCherryOnTop tapi sekarang aku tidak bisa, semua karena Kakashi-sensei!).

Aku menggelengkan kepala.

(Sekaligus membuang fantasi tentang kencanku dengannya nanti malam… Untuk sekarang aku hanya akan memelototi Karin, bukan saatnya menatap Sasuke-kun. Aku akan memuaskan diri nanti malam untuk itu. Sekarang aku tidak akan membiarkan Karin memenangan kontes saling melotot ini.)

"Tidak."

Naruto mendesah keras dan memutar tubuhnya, "ini sangat membosankan!" katanya. Walau aku yakin dia lebih memilih di sini daripada mengerjakan tugas. "Untuk apa repot melakukan pemilihan, orang yang terpilih juga selalu sama!" Naruto benar. Siapa saja perwakilan kelas sebelas kemarin, akan menjadi perwakilan kelas duabelas sekarang, dan seterusnya. Sangat menyebalkan dan buang- buang waktu untuk melakukan pemilihan setiap tahun. "Ino adalah Humas, perwakilan kelas duabelas adalah Tenten dan Kankuro-"

Aw, padahal aku berharap perwakilannya Tenten dan Neji, mereka pasti akan memanfaatkan rapat untuk kencan- kencan mereka!

"Perwakilan junior (kelas 11) adalah Shikamaru dan Kin—"

Aku beritahu rahasia. Yang mencalonkan mereka tiap tahun adalah aku dan Chouji. Alasannya adalah Shikamaru membencinya. Dia bilang terlalu merepotkan untuk menjadi perwakilan banyak orang. (alasan kedua adalah karena Kin juga selalu menggoda Shikamaru, sama seperti Temari dan Ino, mereka semua ikut dalam Dewan Akademi).

"—dan… cuma itu saja yang aku tahu," Naruto menyimpulkan, "dan yang aku pedulikan."

Bukan berarti si pirang ini benar- benar peduli.

Buktinya dia hanya tahu segitu saja.

Naruto mulai membuka mulut namun batal saat kami mendengar ketukan di mikrofon. Kami semua menatap Temari.

"Selamat pagi, siswa Leaf Akademi," mulainya.

Aku mengamati betapa profesionalnya Temari saat ini dengan rok yang tidak begitu tinggi seperti kebanyakan siswi, ia juga memakai vest dan blazernya (yang mana palsu banget, bukan bermaksud kasar, tapi Temari tidak berpakaian serapi itu sehari- hari. Dia selalu memakai rok pendek dan beberapa kancing kemeja sengaja dibiarkan tak terkancing. Aku tidak sedang mencelanya atau apa—aku juga melakukannya! Hence, Semua siswi di sini melakukannya!).

"Pagi ini kami akan mengumumkan siapa saja calon nominasi Dewan Akademi!" Temari memegang selembar kertas namun ia sama sekali tidak meliriknya (kenapa Shikamaru bisa punya pacar yang terorganisir begitu?) "Kita akan mulai dari memperkenalkan anggota yang sudah ada sejauh ini."

"Tembak saja aku," bisik Naruto, "mereka kan sudah mengumumkan itu di papan pengumuman. Tusuk aku. Serang aku. APA SAJA!"

Aku terkekeh melihat tingkah antik Naruto dan mengalihkan atensiku dari Temari.

(Entahlah, mungkin aku merasa bersalah karena sudah membuat kekasihnya membawaku ke pesta dansa pada hari jumat kemarin saat seharusnya pacarnya itu pergi dengannya.)

"Namaku adalah Temari Sabaku dan aku adalah presiden Dewan Akademi." ia lantas menunjuk tiga orang lain yang mengisi kursi di sampingnya. Pertama ada Karin, duduk angkuh dengan satu kaki disilangkan seperti serang lady. Karin tersenyum ramah (tapi aku lebih tahu yang sebenarnya) pada Temari. "Wakil Presiden kami, Karin Himitsu."

Karin melambaikan tangan.

Aku melotot lagi (dan melirik curiga ke arah Sasuke-kun, penasaran apakah dia juga sedang melihat Karin. Tapi ternyata tidak, Sasuke-kun tengah bermain dengan iPodnya. Oh, aku jadi ingin bermain sekarang…).

"Sekretaris kami, Ami Watanebe."

Ami mungkin masuk urutan kedua dalam daftar orang yang aku benci. Dia mirip dengan Karin, tapi lebih terobsesi lagi pada Sasuke-kun dan memiliki potensi lebih sedikit (mutlak tidak ada) untuk bersama Sasuke-kun. Ami adalah gadis yang cantik, tapi dia tidak begitu pintar dan sangat kasar kepada orang lain.

"..dan Bendahara kami, Suigetsu Momochi." selesai Temari dengan sebuah senyuman yang cerah (mungkin juga palsu).

Yang satu ini selalu membuat aku penasaran, bagaimana Suigetsu bisa terpilih –apalagi dia bekerja mengurus uang?

Tapi orang, mana tahu.

Siswa bertepuk tangan setelah selesainya. Aku tidak tahu kenapa mereka bertepuk tangan. Jujur saja kedengarannya sangat palsu! Tidak ada yang peduli siapa yang terpilih tiga bulan yang lalu, jadi kenapa bertepuk tangan? Meh, terserah—

"Kami akan mulai mengumumkan siapa saja calon anggota yang dipilih oleh siswa untuk nominasi HUMAS!" umum Temari, menunduk untuk membaca kertas di tangannya.

Ekspresi jijik dan mencemooh nampak di wajahnya membaca entah apa yang ada di tangannya namun segara tergantikan dengan sebuah senyum baru.
"Untuk Humas, orang yang terpilih menjadi calon adalah Yamanaka, Kiba Inuzuka- "

-dan beberapa nama yang tidak akau kenali.

Dan aku berhenti memperhatikan.

"Untuk perwakilan tingkat 12- "

Sekarang!

Saat aku tidak lagi memperhatikan nama- nama calon yang terpilih tentang perwakilan tingkat, aku mulai kembali memikirkan tentang penampilanku untuk kencan dengan Sasuke-kun nanti malam!

Jadi setelah memposting tanpa henti tentang apa yang harus aku pakai dan bagaimana seharusnya rambutku di TheCherryOnTop (yang mungkin saja membuat orang- orang yang mampir di blogku untuk membaca gosip menjadi kecewa) aku akhirnya sudah memutuskan. Aku akan memakai baju santai yang biasa aku pakai untuk tidur, jadi itu akan terlihat seperti hari yang santai.

Aku sudah memilih bajunya dan menggantungnya di kursi meja belajar.

Malam ini aku akan memakai tank top putih biasa, dan cardigan merah dengan lengan tiga-per-empat yang baru aku beli beberapa minggu yang lalu dengan Hinata-chan, dengan begitu aku tidak perlu memakai mantel dorkyku yang walaupun sangat lembut dan nyaman, tetap saja dorky (warnanya pink pucat dengan motif cherry). Lalu aku akan memakai celana panjang abu- abu yang baru saja aku temukan di sisi paling belakang lemari (yang rasanya sangat halus).

Aku akan membiarkan begitu saja rambutku.

Mungkin aku akan membuatnya terlihat basah, jadi Sasuke-kun tidak akan berpikir bahwa aku mencoba terlalu keras untuk terlihat cantik di kencan entah-ngapain kami ini.

"…dan terakhir-"

Oh, Temari sudah sampai akhir pertemuan membosankan ini?

Wajahku kembali bersemangat begitu juga dengan Naruto (yang baru saja bangun) dan Sasuke (yang mengantongi kembali iPodnya).

Mereka sama sepertiku, mungkin dengan mendengar kata 'terakhir' dan menyadari bahwa ini semua akan segera berakhir.

"Berikut adalah calon untuk Koordinator Penyemangat," Temari meneruskan. Ia kembali membaca kertas di tangannya dan ekpresinya berubah senang. "Oh, baiklah, hanya ada satu calon. Sepertiny Rock Lee sudah jelas menjadi Koordinator Penyemangat tahun ini—"

"Tunggu!"

Tiba- tiba Karin berdiri dan berjalan menuju Temari dan membisikan sesuatu di telinganya, sedikit jauh dari mikrofon. Mereka mulai berbisik- bisik sambil melirik ke arahku (aku rasa). Beberapa saat kemudian, perdebatan kecil mereka berakhir dan Temari membersihkan tenggorokan.

"Sepertinya aku salah…" Temari tertawa palsu, "kami memiliki kandidat kedua untuk Koordinator Penyemangat, dipilih langsung oleh Wakil Presiden kita."

Siapa yang Karin pilih…

YA TUHAN!
"—Sakura Haruno."

Naruto berteriak dan meninju udara, "Aku setuju! Sakura-chan sangat penuh semangat!"

Aku menenggelamkan diri di kursiku saat orang- orang mulai berkata ' Siapa itu Sakura Haruno?'. Dalam kubangan rasa kasihan terhadap diriku sendiri, aku merasakan sebuah tangan menyentuh pundakku. Aku menatap pemiliknya dan melihat Sasuke-kun.

"Aku yakin kau akan melakukannya dengan baik."

Aku mendengus.

"Ne, Sasuke…" aku meneguk ludah dan merona, "kau bisa beritahu aku apa itu Koordinator Penyemangat?"

Mendengar pertanyaanku, Sasuke-kun tertawa sambil menatapku.

… dan aku tidak pernah mendengar melodi seindah itu.

TheCherryOnTop

Dibagikan pada Senin, 24 September 9.43 AM

Suasana Hati: Sedikit, tapi tidak begitu takut. Aku rasa

Musik: Seluruh dunia juga TEROBSESI

Lokasi : Sekolah, dalam kelas lebih jelasnya

Subjek : BERUNTUNGNYA AKU!

Kencan malam ini!

KENCAN MALAM INI!

KENCAN MALAM INI!

Oh hatiku.

Belum ada komentar

"Haruno."

Saat aku masih berpikir apa sebenarnya Koordinator Penyemangat itu (yang entah karena alasan apa tidak begitu membuat moodku buruk seperti yang Karin mau) dan menari seperti orang bodoh di atas panggung saat berlatih Alice's Adventures in Wonderland, Sasori-sensei memanggilku dan menyerahkan selembar kertas.

"Tsunade-sama ingin bertemu denganmu di kantornya sekarang."

Aku merengut menatap wajah cantik guruku.

"Tapi kenapa-"

"Jangan mempertanyakan sebuah perintah, Haruno." katanya memotong kalimatku. Sasori-sensei menunjuk arah pintu, "Sekarang cepatlah ke kantornya. Aku tidak suka membuat orang menunggu."

Sambil berjalan sepanjang koridor menuju kantor Tsunade-sama, aku memikirkan nama alias apa yang cocok untuk Sasori-sensei.

Wajahnya cantik, umm tampan! Aku tahu bahwa dia sudah cukup dewasa dan dia adalah seorang guru, bukan seorang asisten guru tapi…

UGH!

Wajahnya!

Bisa disebut sebagai wajah yang biasa diimpikan para gadis.

Jangan salah mengartikan, aku tidak mengatakan hal ini karena aku ingin memulai sebuah 'hubungan' dengannya. Aku hanya mengatakannya karena itu adalah yang sebenarnya. Mungkin aku bisa memanggilnya Pretty-sensei atau apa, walau kedengaran sangat bodoh. Sepertinya aku butuh waktu sedikit lama untuk memutuskan namanya—

"Ada yang bisa aku bantu?"

Aku mendongakan kepala dan melihat Shizune-sensei.

Dia tersenyum lembut ke arahku. "Oh, Sakura-chan, apa yang kau lakukan di sini? Bukannya seharusnya kau ada di kelas, nona muda?"

Shizune-sensei adalah guru favoritku dari semuanya. Selain menjadi konselor dan pembimbing, dia mengajarkan ekstra kurikuler untuk siswa tingkat 10 yang membantu mereka mereka menentukan apa yang akan mereka lakukan di masa depan. Aku mengikuti kelasnya tahun lalu dan mendapta nilai 98.

Dia juga selalu membimbingku.

Aku tersenyum balik, lalu memberikan surat izin dari Sasori-sensei. "Sasori-sensei mengatakan aku harus bertemu dengan Tsunade-sama."

"Sakura…" ekspesinya menggelap dan Tsunade terlihat kecewa, "apa yang sudah kau lakukan sampai harus bertemu Kepala Sekolah?"

Itu adalah pertanyaan yang bagus. Memangnya apa yang aku lakukan—

Aw sial.

TheCherryOnTop

Apa aku sudah ketahuan?

(SIAL. SIAL. SIAL.)

Tidak.

Aku menghela nafas dalam dan tersenyum cerah pada Shizune-sensei kemudian mengangkat bahu. "Aku hanya diberitahu untuk menemuinya."

Dia mendesah dan meletakan sebuah tangan di pundakku. "Sakura… cobalah tidak membuatnya semakin buruk." ia menasehati, seperti biasa.

"Tentu saja!" aku mengangguk. "aku tidak pernah bermimpi untuk membuat marah KepSek." dengan itu, Shizune meninggalkan kantor utama dan aku melangkah menuju pintu ruangan Tsunade-sama, (di mana sekretarisnya, aku bertanya- tanya melihat kursi kosong di depan pintunya) mengetuknya.

"APA MAUMU?!"

Aku mengedip.

Ini wanita yang dipilih Sarutobi-sama menjadi Kepala Sekolah kami?

Serius?

"Um..." aku membuka pintu sedikit dan menyelipkan kepala untuk menjawab sambil memperlihatkan kertas di tanganku. "anda ingin bertemu dengan saya?"

"Oh!" Tsunade berseru. "Sakura Haruno, ya, silahkan masuk."

Aku membuka pintu sedikit lebar dan melangkah masuk. Aku mengamati seluruh kantor. Aku tidak pernah ke kantor KepSek sebelumnya, (aku adalah seorang siswa teladan. ) ukurannya pas, tidak terlalu besar, tidak terlalu kecil, dengan dinding dicat warna coklat dan jendela besar. Jujur saja ruangan ini terlihat kosong, hanya ada satu meja kerja dan lemari di dekat dinding.

Meja kerjanya…

Itu…

Um..

Meja Tsunade-sama sangat tidak sesuai dengan gambaranmu tentang meja KepSek biasanya (baca: sangat berantakan).

"Silahkan duduk." ia menunjuk kursi di hadapannya, tersenyum (jahat?). Tsunade-sama menautkan kedua tangan dan meletakan dagu di atasnya. "Sakura, apakah kau tahu alasan kenapa aku memanggilmu ke sini?"

Karena blogku.

"Tidak."

Dia mengangguk, "begitu ya. Dua gurumu memberikan aku sedikit informasi tentangmu."

Aw sial! Kakashi-sensei mengadukan tentang aku adalah Cherry, dan Sexy-sensei mengatakan padanya bahwa aku menciumnya.

Menjadi Cherry sangat menyenangkan…

Dan semua yang menyenangkan pasti berakhir, kan?

"Kakashi dan Kisame mengatakan bahwa kau sangat pandai menulis."

Huh…?

"Dan karena aku bertanggungjawab dengan koran Leaf Akademi , aku ingin bertanya apa kau mau menulis untukku?" kata Tsunade-sama.

Aku mengedip.

Ini bukan seperti yang aku kira…

Ini lebih baik!

"Anda mau saya menulis untuk anda?" seruku senang (walau masih sedikit curiga).

Tsunade-sama mengangguk. "Ya, itulah yang baru saja aku katakan. Aku mau kau menulis sebuah artikel yang kontroversional , kau boleh pilih sendiri temanya. Letakan di mejaku pada jam pelajaran keenam." Dia menyerahkan selembar surat izin yang bisa membuat aku tidak masuk kelas dan menulis apa saja yang aku suka. "Apa menurutmu kau bisa menulis sesuatu yang bagus dalam jangka waktu yang sependek ini sambil membuat pidato kampanyemu?"

MASA BODOH DENGAN KAMPANYE ITU!

"Saya bisa!" kataku keras. Aku tidak tahan. Aku sangat suka menulis berbagai hal, dan sekarang aku memiliki kesempatan untuk bergabung dengan koran sekolah? Apakah ini manis atau memang manis? Aku berdiri dari kursi yang aku duduku. "Jangan cemas, Tsunade-sama! Saya tidak akan mengecewakan anda. Saya akan membuat artikel yang bagus. Saya janji!"

Dan dengan itu, aku berjalan pergi.

Dalam perjalanan, aku bertanya- tanya kenapa aku mau menerima tawarannya, padahal ia sedang memburuku (Cherry). Jadi begini: aku selalu,selalu, selalu ingin ikut The Leaflet tapi aku tidak pernah berani menulis sesuatu dan mengirimnya untuk dikritik oleh editor. Tapi sekarang posisi itu diberikan padaku dengan percuma! Semua karena rekomendasi Kakashi-sensei dan Kisame-sensei! Itu menakjubkan.

Jadi begitulah…

Apa kau pernah dengar tentang ini?

Keep your friends close.

And keep your enemies closer.*

The Leaflet: Leaf Academy Newspaper

Hai, Namaku adalah 'Jalang'

Senin, 24 September

'Jalang' adalah kata umum yang saling dilemparkan oleh siswa cewek (dan cowok juga), ditujukan kepada siswa cewek lainnya. Orang yang biasa dinamai jalang adalah saat cewek itu (ya, cewek, pasti cewek) masuk ke dalam salah satu kategori di bawah ini:

a) berteman dengan seorang cowok

b) berteman dengan lebih dari satu cowok

c) mencium satu cowok saat tidak memiliki hubungan kakasih

d) mencium satu cowok dan cowok yang lainnya saat tidak memiliki hubungan kekasih dengan keduanya

e) cewek lain tidak menyukainya

Orang memang bodoh.

Bodoh.

Sangat, sangat bodoh.

Jika aku berkeliling dan bertanya kepada seorang siswa di sekolah kita apa arti sebenarnya dari 'jalang', mereka tidak akan tahu apa arti kata itu sebenarnya. Remaja—baik laki- laki atau perempuan selalu menganggap bahwa jalang adalah sebutan untuk cewek (yang secara tekhnis benar) berhubungan dengan lebih dari satu cowok dalam satu waktu. Saat ada seorang cewek populer di kalangan cowok, bukan berarti dia jalang. Itu berarti dia spesial. Jika kau memanggil cewek itu jalang berarti kau iri dan cemburu.

Dalam penelitian untuk menulis artikel ini, aku sudah bertanya kepada beberapa siswa secara random tentang apa arti jalang.

Untuk ke-anonim-an mereka, tidak akan disebutkan nama.

Siswa 1 : "Jalang adalah cewek yang berkencan dengan banyak cowok."

Siswa 2 : "Kau Jalang."

Siswa 3 : "Jalang adalah seorang… pelacur. Cewek murahan, tahu lah… yang semacamnya."

Siswa 4 : "Seseorang yang mengencani… semua cowok."

Siswa 5 : "Seorang cewek yang menyelingkuhi cowoknya, jelas."

Jelas bahwa orang- orang di atas adalah idiot yang tidak tahu apa yang sedang mereka katakan.

Lihat situasi berikut:

Cewek sudah jatuh cinta dengan Cowok sejak sangat lama, Cewek ketemu dengan Cowok tapi juga ketemu dengan Pria. Pria dan cowok, keduanya menyukai Cewek. Cewek berciuman dengan Pria. Cewek berciuman dengan Cowok. Cewek menjaga hubungannya dengan Pria sebagai rahasia. Cewek menjaga hubungannya dengan Cowok sebagai rahasia. Cewek terus bertemu dengan Pria dan Cowok dalam waktu yang sama. Cewek ingin menjadi kekasih yang sebenarnya dari Cowok.

Jadi Cewek ini bagaimana?

Apakah Cewek adalah seorang 'Jalang' seperti yang dikatakan para remaja- yang- otaknya- tercemar- cat- kuku?

Apakah Cewek adalah seorang 'Jalang' karena merespon Pria dan Cowok dalam waktu yang sama, padahal dia mengakui bahwa dia ingin sebuah hubungan yang sesungguhnya dengan Cowok.

Atau apakah Cewek hanya seorang gadis yang melakukan sesuatu yang pasti dilakukan semua orang jika saja orang itu berada di posisinya—seseorang yang diperhatikan oleh dua orang laki-laki tampan.

Jalang sebenarnya diartikan sebagai panggilan yang ditujukan untuk menyinggung wanita dalam konteks seksual, dan 'konteks seksual' di sini berarti melakukan banyak hubungan seksual tanpa membeda-bedakan partner. Selama Cewek tidak melakukan kegiatan kau-tahu-apa dengan mereka ( Pria dan Cowok) maka dia bukan seorang 'jalang', dan para remaja- yang- otaknya- tercemar- cat- kuku silahkan menggali kuburan untuk kepala masing- masing.

Cewek hanya melakukan apa yang akan dilakukan oleh semua orang yang ada di posisinya.

Dia jelas bukan 'jalang'. Karena Cewek tidak terlibat secara seksual dengan keduanya, dan tidak ada orang yang berhak untuk memanggilnya 'jalang'.

Tidak ada orang di sekolah ini yang benar- benar 'Jalang'. Pasti susah untuk melakukan seks di tempat seperti ini.

Jadi pergi saja ke neraka kalian-yang- memanggil- semua- orang- yang- lebih- hebat- dalam- menarik- hati- orang- cakep- sebagai- jalang.

Ditulis oleh: Sakura Haruno

"Aku suka artikelnya," kata Tsunade-sama kepadaku, mendongak dari kertasku. "walau kalimat terakhirnya harus sedikit diubah." Dia tersenyum lembut, bercanda. "dan aku rasa kita tidak diizinkan untuk mencetak kalimat seperti 'pelacur' di Koran Siswa."

Aku mengedip tidak percaya pada responnya.

Dia suka?

Dia suka artikel sampah yang aku buat selama sepuluh menit sambil bertanya pendapat orang- orang idiot?!

"Tapi itu bahkan tidak ditulis seperti sebuah artikel!" protesku, "dan itu membahas tentang remaja cewek."

Tsunade-sama mengangkat tangan agar aku diam.

"Itu bukan masalah, Sakura. Aku menyuruhmu menulis seuatu yang kontroversional di Leaf Akademi dan kau melakukannya dengan benar. Aku tidak pernah mengatakan tentang format atau batasan dari topik yang harus kau bahas."

Senyumnya melebar.

"Aku akan menaruhnya di The Leaflet, kor-"

"Koran Leaf Akademi, aku tahu," kataku, tidak begitu memperhatikan. Mataku melebar menyadari caraku berbicara kepada KepSek. Aw, sial—

"Ya, di Koran." Tsunade-sama terkekeh. "Kau tidak keberatan kan, kalau kami menerbitkannya?"

Aku mengedikan bahu, "Silahkan."

Senyumnya memudar dan sedikit merengut, "Kau yakin kau tidak keberatan? Kita sedang dalam perjanjian kau menulis tentang sesuatu yang kontroversi, itu bisa menimbulkan banyak masalah buatmu. Aku bisa membayangkan banyak siswa yang akan malu dan tersinggung dengan artikel ini. Dengan mengizinkan aku menerbitkannya, mungkin ada orang yang akan menghampirimu-"

Che, apa yang dia pikirkan?

Aku tersenyum cerah menatap Tsunade-sama dan meraih tas sekolahku, menyampirkannya di pundak.

"Jangan mencemaskan saya, Tsunade-sama."

Senyumku melebar.

"Tidak banyak orang yang tahu siapa itu 'Sakura Haruno'."

"Baiklah kalau begitu." Tsunade-sama kembali tersenyum (suasana ini jadi sedikit canggung) dan mengedikan bahu. Kami melirik jam di dinding dan menyadari bahwa jam keenam akan berakhir tigabelas menit lagi. "Jadi kau sudah menyiapkan pidato untuk nanti?"

Huh?

Aku menatapnya bingung.

"Pidato apa?" tanyaku.

Dia merengut, "Pidato yang akan membuatmu terpilih menjadi Koordinator Penyemangat Dewan Akademi, tentu saja." kata Tsunade-sama. "Kau dicalonkan, kan?"

Oh.

Sial.

KARIN SIALAN.

(DAN NARUTO.)

*quotes by sun zhu

ThanksTo: Hitsugaya55, Aumu aida, Cherrynia Uchiha, AlrenaRoushe, sakura sweetpea, caesarpuspita, AAAlovers, yunitaayu917, AoRizuki, Rachel-Chan Uchiharuno Hime, Y0ktf, Rhein98 (salah lihat kali, yang originalnya favorit 1k+ dan reviewers sampai hampir 1800, lho..), AadeUchira, Nikechaann, Udinrorisa697, vania desu (bukan 10 chapter, tapi 15), misakiken, adora13, jey sakura (blonde'n'beautiful itu akun milik Temari), Liana Zhafirna, ToruPerri, ZeZorena, kuracakun.

AN : [warning, mengandung SPOILER] Aw, Hands up untuk kalian kangen sama Sexy-sensei! Wow banyak juga ya /tears/

Calm down, girls. Asisten guru yang seksi itu akan muncul lagi di chapter depan sambil membawa dilema Pink Princess ke level baru. LOL.

Harap sabar sampai chapter depan bagi yang penasaran dengan apa yang akan dilakukan Sasuke dikencan pertama mereka. Jangan terlalu berharap Sasuke akan melakukan yang iya- iya, otak Sasuke masih murni, you perverts!

Anyway, Terimakasih sudah membaca.

Kritik, saran dan pendapat silahkan sampaikan lewat review.

-with cherry on top-

.the autumn evening.