Title : TheCherryOnTop
Pairing: SasuSaku
Disclaimer: I do not own Naruto, nor the story.
Warning: This is an Indonesian translation of ohwhatsherface's story with the same title. Done with permission.
Summary:
Sakura tidak pernah menjadi pusat perhatian, namun tiba- tiba semua orang memperhatikannya. Hal itu membuat Sakura melakukan sesuatu, Blog it! Tentu saja!
Chapter 10
.
.
"Kau baik- baik saja?"
"Iya."
Aku mendongak menatap Sasuke-kun dan mengangguk saat kami terus berjalan beriringan.
(Sekarang, aku benar- benar menyesal kenapa aku membawa jaket sendiri tadi! Kenapa aku bisa sebodoh ini? Sasuke-kun juga bawa jaket! Aku bisa saja meminjam punyanya. Aku tidak peduli kalau itu sangat klise, aku akan senang memakai jaket miliknya!)
Sasuke-kun mengedikan bahu, masih menatapku dengan pandangan aneh.
"Kau kelihatan…sedih," katanya, "atau bingung."
Aku menggelengkan kepala. Aku tidak sedang sedih atau apa (uh, hello, aku baru saja makan malam gratis dengan dua pria yang sangat seksi, kenapa aku harus sedih?), tapi aku memang sedang bingung. Aku tidak mengerti apa yang Sexy-sensei maksud saat dia mengatakan bahwa aku akan terkejut saat aku mengetahui siapa musuh yang sebenarnya. (Maksudku, ada apa sih, kenapa orang- orang senang sekali bertingkah sok misterius? Itu membingungkan!)
"Aku baik- baik saja," kataku sambil mencoba menangkap matanya.
Setelah beberapa saat, dia kembali mengedikan bahu lalu menarikku menuju kamar asrama kami. Setelah sampai, aku memutar tubuh menghadapnya untuk mengucapkan selamat tinggal, namun Sasuke menarikku menuju kamarnya.
"Tunggu di sini" perintahnya sebelum masuk.
Saat aku mendengar suara pintu yang menutup, aku melepas kardiganku secepatnya. Setelah bertarung melepas kain putih itu, aku berjinjit membuka pintu kamarku dan melempar kardiganku ke dalam dengan asal. Aku lalu kembali melangkah ke depan kamar Sasuke-kun, yang seketika terbuka. Sasuke-kun melangkah keluar dan menampakan wajah bingung saat menatapku.
"Bukannya kau tadi pakai sweater?" tanya Sasuke-kun, terlihat penasaran.
Aku merasakan pipiku memanas dan terkekeh canggung.
"Apa? Tidak!" sangkalku cepat, "kau ngomong apa sih…?"
Waktunya mengganti topik! Aku mengamati Sasuke, dia masih memakai jeans hitamnya, kaos biru dan jaket hitam (yang rencananya mau aku pakai!), walau sekarang dia memegang selembar selimut dan tas kertas di tangannya (berisi makanan dan minuman). Saat dia menyadari aku menatapnya dengan tatapan ingin tahu, dia memberiku sebuah seringai.
"Ini rahasia."
SIAL!
Dia mengatakan hal itu setiap saat!
(BAGAIMANA KAMI BISA MENJALIN HUBUNGAN KALAU DIA TIDAK MEMBERITAHU APAPUN PADAKU?)
"Ayo," ajak Sasuke-kun, meraih pergelangan tanganku dengan satu tangannya yang masih bebas. "masih jam enam tiga puluh, aku rasa kita bisa tepat waktu."
"Tepat waktu untuk apa?" tanyaku di sela helaan nafas saat dia menarikku menuju tangga (tangga yang biasanya dipakai para pasangan untuk berciuman di bawahnya). Sambil kesusahan menyesuaikan langkahnya (menyebalkan, memangnya dia harus memegang tanganku apa?), aku menyadari betapa payahnya aku. "Sasuke-kun, kita mau ke mana?"
"Kau akan tahu nanti," dia memberitahuku, saat kami sampai di ujung tangga lantai tiga.
Kami berjalan (well, dia berjalan, sedangkan aku tersandung-sandung) di koridor sampai ke sebuah pintu yang bertulisan—
Atap.
"Kita pergi ke atap?" tanyaku, terkejut.
Sasuke-kun tidak menjawab.
Dia mengambil kunci lain (oke, dari mana dia mendapatkannya? Aku bertaruh dua puluh dolar kalau dia membayar penjaga sekolah untuk itu!), dan memasukannya ke lubang, membuka pintu atap. Setelah terbuka, Sasuke-kun mendorongku masuk kemudian mengikutiku. Kami berdua kembali menaiki tangga sampai melewati pintu lain dan sampai di atap sekolah. Saat ini, matahari hampir tenggelam, aku menatap matahari saat kami melangkah menuju tepian atap dan bersandar di pagar kawat pembatas.
"Ini sangat indah," bisikku, menatap matahari yang tengah turun.
(YA TUHAN SASUKE-KUN TERNYATA ORANG YANG ROMANTIS! INI SANGAT MENAKJUBKAN! AKU ADALAH GADIS PALING BERUNTUNG DI SELURUH DUNIA!)
Aku membalikan tubuh dan menatap Sasuke-kun yang tengah duduk di atas balok yang ada di sana. Lebarnya sekitar delapan kaki dengan tinggi tiga kaki. Saat aku menatap matahari tadi, dia mungkin membentangkan selimut di atasnya. Dia juga sedang menatap matahari, dengan raut wajah damai yang membuat lututku melemas. Menghindari rasa lemas itu (yang aku yakin akan membuatku terlihat super culun) aku berjalan cepat menuju balok yang diduduki Sasuke-kun dan duduk di sampingnya.
"Kau romantis juga," kataku random.
"Apa?" dia memalingkan pandangan dari langit yang mulai menggelap dan menatapku dengan pandangan sebal. "kau pikir aku romantis?"
Aku mengangguk, tersenyum padanya.
—karena itu benar.
Memang sih, kami tidak sering mengobrol, dan dia senang rahasia, tapi dia menebus semua itu (karena dia seksi, dan) dengan membawaku keluar untuk kencan yang penuh dengan arti. Maksudku, siapa yang mau kencan seperti biasa, pergi ke bioskop lalu berciuman? Itu tidak menyenangkan karena sudah terlalu banyak dilakukan orang. Sasuke-kun melakukan hal yang membuktikan bahwa dia sangat mengenalku.
"Iya," jawabku, "aku pikir kau romantis."
Contohnya kencan membuat pizza!
Aku cinta benda gurih, penuh keju dan membuat gemuk itu! Lalu dia membawaku kencan di kafetaria sekolah dan membuatkan aku pizza! Dia benar- benar membuatnya sendiri! Jujur saja kalau untukku, selama ada pizza maka semuanya akan terasa sempurna. Sebenarnya dia bisa saja memesannya, tapi tidak, dia memilih untuk membuatkannya sendiri. Semua karena dia tahu aku cinta pada pizza! Tidakkah itu romantis?
Lalu sekarang ini!
Kami melihat matahari terbenam bersama.
Mereka biasanya melakukan ini di film- film.
Sasuke-kun terkekeh sebelum menjatuhkan diri ke atas selimut.
"Aku tidak romantis."
"Kau romantis banget!" aku tertawa menatapnya, aku tidak bisa menahan senyumku. Ada semburat merah di pipinya yang membuat aku ingin memeluknya.
"Hey…"kataku, "aku sedikit kedinginan, boleh aku pinjam jaketmu?" aku menahan pekikan yang hampir keluar dari bibirku saat dia melemparkan jaketnya padaku.
"Jadi, warna favoritmu apa?" aku bertanya, berharap kalau aku memulai dengan pertanyaan kecil, mungkin dia mau menjawabku.
"Apa?" Sasuke-kun menatapku heran.
Aku mengedikan bahu canggung sambil terkekeh kecil, "aku tidak tahu banyak hal tentangmu. Maksudku, kita memang sudah pergi kencan beberapa kali, tapi aku ingin lebih mengenalmu."
Dia menatapku datar namun bibirnya menahan senyum lebar, "jadi kau memutuskan untuk memulainya dengan bertanya warna favoritku?"
"Iya!" senyumku melebar sambil mengangguk. "itu adalah salah satu hal yang perlu kau tahu dari seseorang. Aku sering melakukan ini. Kalau aku tidak mengenal orang dengan baik atau saat kami tidak begitu merasa nyaman satu sama lain—er, bukan berarti aku bilang bahwa aku tidak nyaman denganmu… oke, intinya adalah, aku ingin bertanya banyak pertanyaan sampai kau mau mengobrol lebih banyak." Jelasku padanya, sambil membuat gestur dengan tanganku. "Oh, kau juga boleh bertanya padaku."
"Baiklah," kata Sasuke-kun, "warna favoritku biru, kalau kau?"
"Merah, dong!"
…
…
…
TheCherryOnTop
Chapter Sepuluh
Rahasia Kotor Kita
…
…
…
EMPAT PULUH LIMA FAKTA MENAKJUBKAN TENTANG SASUKE UCHIHA
-ditulis oleh Sakura Haruno (pacarnya)
…
1. Warna favorit Sasuke-kun adalah biru. Dia mau bilang hitam, tapi aku bilang bahwa hitam bukanlah warna, tapi bayangan!
2. Dia cinta tomat. Itu membuat aku yakin bahwa sama seperti aku, dia juga penggemar berat pizza.
3. Berbeda dengan rumor, dia tidak suka gadis berambut panjang. Dia tidak memedulikan hal remeh tentang rambut seorang gadis.
4. Naruto adalah teman terbaiknya. Mereka sudah tahu satu sama lain sejak lama, sejak mereka masih bayi.
5. Dia adalah anak mama. Saat masih kecil, dia memiliki kebiasaan menempel di kaki ibunya.
6. Hubungannya dengan kakaknya (Sexy-sensei) tidak begitu baik. Mereka pernah dekat tapi…
7. Entahlah, intinya adalah mereka tidak lagi dekat, tapi seperti kakak-adik biasa.
8. Dia punya tanda lahir aneh di lehernya yang menurutku sedikit keren, walau tetap saja aneh.
9. Sasuke-kun punya ular peliharaan saat dia masih kecil, yang sangat dia cinta dan sayangi.
10. Namun ibunya memintanya untuk melepasnya saat suatu hari ular itu lepas dari kandang dan membuatnya takut.
11. Di bawah penerangan tertentu (contohnya malam ini, di bawah bulan purnama), rambut Sasuke-kun bersinar dengan sedikit bayangan biru yang indah.
12. Dia sangat tidak tahan dengan penggemarnya, dan kalau diberikan kesempatan, dia akan dengan senang hati membunuh mereka.
13. Dia punya sedikit obsesi terhadap api, atau sesuatu yang bisa membakar. Pyromania, sepertinya.
14. Pahlawan super favoritnya adalah The Human Torch (tahu lah, Johnny Storm) dari Fantastic Four.
15. Jadi aku mengira bahwa dia suka menonton film action, khususnya Fantastic Four.
16. Sasuke-kun pemegang sabuk hitam namun dia berhenti berlatih saat dia masuk ke sini.
17. Dia juga mengikuti kelas kendo. (hey, aku pernah ikut kelas anggar saat aku masih kecil!)
18. Saat kau menatap matanya dengan cukup lama, kau bisa merasakan kakimu berubah menjadi jeli.
19. Dia bisa main gitar. Itu semakin membuktikan kepada dunia bahwa dia sempurna.
20. Saat musim panas sebelum tingkat tujuh, dia dan Naruto mencoba membuat fersi baru dari Jackass.
21. Itu membuat mereka mendapat banyak masalah dengan ibu Sasuke-kun, dan membuat Sasuke-kun dikurung di rumah.
22. Dan beberapa tulangnya juga patah saat dia mencoba menjadi seperti Bam (yang sangat seksi) dan mematahkan lengan kirinya.
23. Itu menjelaskan kenapa dia datang ke sekolah dengan memakai gips saat tingkat tujuh, membuat semua para penggemarnya gempar.
24. Saat dia berumur tiga tahun, dia punya boneka kelinci yang selalu dia bawa kemanapun dan sering dia suapi tomat.
25. Waktu itu dia tidak tahu bahwa kelinci memakan wortel.
26. Dia suka Lego dan selalu membelinya saat dia ingin membuat sesuatu yang baru.
27. Sasuke-kun hanya makan yang manis- manis kalau dia memang benar- benar harus, contohnya saat ibunya membuat kue.
28. Tubuhnya sangat sehat dan terbentuk sempurna. Aku tidak tahu kapan dia punya waktu untuk berolahraga.
29. Tidak seperti orang lain, dia tidak menertawakan aku atau merengut saat aku mengakui kecintaanku pada Avril Lavigne.
30. Atau saat aku mencoba menyanyi 'The Best Damn Thing' atau 'Everything Back But You'.
31. Tambahan, dia cukup pintar untuk menyadari bahwa kecelakaan ( penampilan aku dan Ino di panggung saat pesta) adalah hal tabu untuk dibahas.
32. Sasuke-kun sering memikirkan masa lalu, tapi tidak apa- apa, menurutku itu sedikit manis.
33. Dia tidak merasa aneh pada pria yang memakai make up, tapi dia bilang akan mendorongku dari selimut kalau aku mencoba memakaikan sesuatu di wajahnya.
34. Walau aku melihatnya dari bawah balok dan bukan dari atas selumut (dia benar- benar mendorongku) Sasuke-kun terlihat sangat manis dengan eyeliner warna hitam.
35. Saat dia menggosok matanya untuk menghilangkan make up yang aku pakaikan, dia terlihat seperti makhuk paling menggemaskan.
36. Catatan: dia mungkin punya kelemahan saat berhadapan denganku, karena dia bahkan mengizinkan aku memakaikan eye liner padanya. Kalau tidak, dia bisa saja melemparku ke bawah.
37. Minuman favoritnya (yang bersoda) adalah Diet Coke. Aku berharap dia suka Mountain Dew, tapi rasanya terlalu manis.
38. Kalau jus, dia sangat suka jus tomat, yang katanya membuat ibunya sedikit takut.
39. Rasa eskrim favoritnya adalah mint chocolate chip. Tidak keren, aku benci eskrim mint chocolate chip!
40. Sasuke-kun tidak suka difoto. Dia sangat photogenic, tapi dia tidak suka difoto.
41. Itu membuat aku berpikir bahwa Sasuke-kun tidak peduli pada keindahan karya seni. Itu tidak baik!
42. Dia tidak begitu akrab dengan ayahnya, karena dia merasa ayahnya lebih memilih Itachi daripada dia.
43. Cara nomer satu agar dia keluar dari ke-galau-an saat memikirkan ayahnya adalah dengan menciumnya, namun menciumnya dengan cara yang manis, duh.
kau menatapnya lama, lebih lama dan melewati fase kaki yang berubah menjadi jeli, kau akan merasakan sesuatu yang aneh.
terakhir, dia mungkin adalah pria yang mungkin aku cintai…
…
"Apa rasa keripik kentang favoritmu?"
"Barbeque! Kalau kau?"
"Aku tidak begitu suka keripik kentang, mungkin rasa kecap."
"Hm, tipikal, karena kecap dibuat dari tomat. Baiklah, biskuit favoritmu apa?
"Aku tidak suka makanan manis. Kalau kau?"
"Umm… itu jelas sekali Peanut Butter Chocolate Chunk!" aku menjawab dengan senyum lebar, duduk sebentar untuk meminum sodaku,kemudian kembali berbaring. Walau aku bahkan tidak tahu apakah Sasuke melihat senyumku. Kami sudah berada di atap bersama, mengobrol mungkin sekitar tiga jam. Mungkin juga lebih, "kau tahu sekarang jam berapa?"
Sasuke merogoh saku jaketnya untuk memeriksa ponsel.
"Sekitar jam sembilan lebih sepuluh," katanya, sebelum menjauhkan ponselnya. "kau ingin kembali?"
Kami berdua berbaring di atas selumut yang terhampar berdampingan, matahari sudah tenggelam sejak lama. Langit hitam dengan hamparan bintang yang berkerlip memang indah, namun jujur saja, aku pikir menatap mata hitam Sasuke-kun lebih indah dari itu. Aku menggunakan lengan kananku sebagai bantal, Sasuke-kun juga sedang menatapku balik dengan posisi yang sama.
"Tidak…"bisikku, "apa kita bisa tinggal lebih lama?"
"Tentu," jawab Sasuke-kun. "siapa—"
"Hey lihat, ada bintang jatuh!" aku berteriak seketika, menunjuk ke atas. Sasuke-kun meliriknya namun tidak terlihat sesemangat aku. "buat satu permintaan, bodoh!"
(Aku berharap semua hal menakjubkan ini tidak akan pernah berakhir.)
"Siapa ciuman pertamamu?" tanya Sasuke-kun, meneruskan permainan.
"Shikamaru," jawabku mudah.
Lihat kan, apa yang aku dapat dengan menanyakan warna favoritnya? Sekarang kita bisa mengobrol tentang hal lain! Maksudku, dia menceritakan tentang masa kecilnya dan kecintaanya terhadap ular, masalahnya dengan ayah dan kakaknya, kebodohan yang dia buat saat dia mencoba menjadi Jackass, dia bahkan memberitahu aku bahwa dia anak mama! Sekarang kami mulai mengobrol tentang ciuman pertama!
—yang sebenarnya bukan topik terbaik, tapi tetap saja, kalau aku sudah memberikan jawabanku, dia juga harus memberikan jawaban. Begitulah aturannya.
"Kau siapa?" tanyaku kalem (well padahal aku cemburu, tapi terserah).
Dia menyeringai padaku.
"Kau cemburu."
Oh tuhan, memangnya aku semudah itu untuk dibaca?
"Hmph!" pipiku merona namun kegelapan malam berhasil menyembunyikannya, "tidak, aku tidak."
Sasuke-kun menatapku tidak percaya dan mengeluarkan suara sebal. "jujur saja, ciuman pertamaku itu kau, tapi sebelum itu, ada sebuah…kecelakaan."
"Kecelakaan?" ulangku, mengangkat alis. Kecelakaan…? Sebuah kecelakaan—oh, kecelakaan! Aku mengerti. Jadi ciuman itu adalah sebuah musibah, aku bisa mengerti itu. Aku memutuskan untuk mengganti topik sebelum Sasuke-kun mati karena merasa tidak nyaman (dia mungkin sedang berpikir tentang kecelakaan itu). "Hm, apa kau pernah mewarnai rambutmu?"
Dia menggelengkan kepala, "tidak, aku selalu berpikir bahwa mewarnai rambut itu bisa berefek buruk. Kalau kau bagaimana?"
"Yeah…"
"Warna apa?" tanyanya ingin tahu.
"Aku selalu melakukannya kalau musim panas," jawabku. "dan aku selalu memastikan kalau itu semi permanen. Jadi waktu kembali ke Leaf Akademi bulan September, rambutku sudah normal lagi." Aku mulai memikirkan bencana yang aku buat dengan Shikamaru di libur musim panas kami. "Aku pernah mewarnainya hitam satu kali—"
"Hitam?" Sasuke-kun mengulangi dengan menatapku tidak percaya, "kelihatannya bagaimana?"
Aku mengangkat bahu, "Mengejutkannya adalah, cantik, aku sangat menyukainya." aku tidak bermaksud untuk menyombong, namun aku memang terlihat sedikit keren. Shikamaru membantuku mewarnainya saat kami ada di rumah ayahku. Aku mengotori er, hampir semua ruangan, tapi tidak apa- apa, karena aku hampir tidak pernah melihat ayahku, jadi tidak masalah.
(selain itu, kejadian itu membuat aku bisa mengintip ke masa depan…
Anak perempuan kami besok akan terlihat seperti aku saat itu!)
"Lalu aku pernah mewarnainya merah," aku memberitahu.
"Kau berambut merah sekarang, secara teknis." katanya.
IYA AKU TAHU.
(merah muda adalah salah satu warna merah, maka dari itu aku berambut merah.)
Aku memutar bolamataku, "aku sudah tahu itu, pintar. Baiklah, bukan warna merah, tapi Candy Apple Red, kata kemasannya." aku menggoyangkan lengan yang tadi aku pakai untuk bantal. "terserah lah, sekarang giliranmu yang tanya," lanjutku semangat, karena jujur saja aku menyukai permainan ini.
"Baiklah." Dia berpikir sesaat, "apa… hm…"
Sasuke-kun mendesah setelah berpikir beberapa menit namun tidak mendapatkan pertanyaan untuk melanjutkan permainan.
"Aku pikir kita sudah bertanya tentang semua hal."
"Tidak…"
Aku menggelengkan kepala dan terus tersenyum. Aku tidak tahan, karena ini sangat menyenangkan! Dia menawan (tampan), dan pintar dan kadang dia juga manis, mungkin dia bukan pria paling baik di dunia, tapi dia baik kepadaku! Dia sempurna di setiap hal yang bisa aku sebutkan. Sasuke-kun dengan sepasang mata gelapnya, mungkin bisa memintaku berbuat apa saja. Sial, mungkin aku benar- benar sudah jatuh cinta padanya, klise…
"Siapa yang mengajarimu menjadi romantis begini?" tanyaku, "buku Kakashi-sensei?"
Sasuke-kun mengernyitkan wajahnya.
"Jelas bukan."
"Well," aku menggedikan bahu, "maksudku, kau mencuri buku pornonya.."
Sasuke-kun merengut, "itu untuk Naruto. Aku tidak bisa membiarkannya pergi sendiri. Dia bisa tertangkap seketika."
"Baiklah, baiklah…" kataku, "tapi serius deh, siapa yang mengajarkanmu semua hal manis ini?" ulangku.
Kami hanya berjarak satu kaki (mungkin lebih dekat). Sasuke-kun meraih wajahku dengan tangannya yang bebas dan aku bisa merasakan dingin sentuhannya di kulitku. Tanpa sadar, aku menggesekan pipiku pelan, senyum terlukis di bibirku.
"Tidak ada," jawabnya, "aku hanya… aku tahu sendiri."
Pembohong.
"Oh, sungguh?" aku mengangkat satu alisku, "tidak mungkin keahlian ini adalah sesuatu yang natural."
Dia mengedikan bahu, "terserah apa maumu."
"Apa mauku…" aku berbisik. Tidak mencoba menutupinya, aku menggeser tubuhku mendekat sampai aku bisa merasakan nafas hangatnya di wajahku. Berbaring sangat dekat dengannya, kami hanya menghabiskan waktu dengan menatap satu sama lain. "Aku mau menciummu," aku memberitahunya, bukannya melakukannya.
"Kenapa tidak kau lakukan saja?" tanyanya, terdengar sepelan suaraku.
"Karena rasanya ini terlalu indah untuk menjadi kenyataan," jawabku. Sasuke-kun merangkul satu pipiku di telapak tangannya, aku menahan diri untuk memejamkan mata karena kenyamanan yang dia siramkan padaku. "Aku menutup mata saat menciummu… bagaimana kalau semua ini memang terlalu indah untuk menjadi kenyataan?"
Sasuke-kun menyeringai tipis.
"Kau takut aku akan menghilang seperti mimpi?"
"Semacam itu." aku bergumam.
"Aku tidak akan."
Dan dia menciumku.
…
TheCherryOnTop
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 8.25 AM
Suasana Hati: Melayang. Aku benar- benar sedang melayang di ketinggian dan aku berharap ini tidak akan pernah berakhir!
Musik: ORANG MENUNGGU WAKTU SEPANJANG HIDUPNYA UNTUK MERASAKAN SAAT SEPERTI INI (Heh, tapi aku tidak! Aku sedang merasakannya sekarang!)
Lokasi : Langit kesembilan
Subjek : Kau tidak akan pernah melepaskan aku. TIDAK AKAN.
Aku. Rasanya. Seperti.
TIDAK INGIN MENYANGKALNYA LAGI!
Aku ingin mengatakan bahwa aku jatuh cinta, tapi belum.
Tapi ini sudah sangat dekat.
OMGWTFBBQ
!
Aku tahu aku kelihatan seperti salah satu gadis yang tidak pernah bisa diam dalam membicarakan tentang kekasihnya, tapi ya ampun, SERIUSAN, dia itu terlalu… AKU BAHKAN TIDAK TAHU LAGI! Yang aku tahu adalah dia masih ada di dalam pikiranku.
Apa ini normal?
Entahlah—
Aku punya pertanyaan:
Kencan impianmu itu yang seperti apa?
…
Komentar
…
Komentar untuk 'Kau tidak akan pernah melepaskan aku. TIDAK AKAN.'
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 8.54 AM
Subjek: Kencan impian, katamu?
Blond'n'beautiful : Malam yang indah dan tenang di pantai. Kita bisa melihat langit di atas pasir yang nyaman.
….
Komentar untuk 'Kau tidak akan pernah melepaskan aku. TIDAK AKAN.'
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 9.12 AM
Subjek: IMPIANKU ADALAH…
Youthful: Kita bisa pergi dan melompat gembira di sebuah ladang indah yang penuh dengan bunga yang bersemi!
…
Komentar untuk 'Kau tidak akan pernah melepaskan aku. TIDAK AKAN.'
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 9.33 AM
Subjek: Mungkin kami harus mulai dengan berteman
kINKy : Aku ingin mengenalnya dulu, tentu saja. Begitu agar ikatan kami terjalin dengan baik!
Komentar untuk kINKy
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 9.35 AM
Subjek: Itu adalah ide yang sangat bagus!
TheCherryOnTop: Kau manis sekali berpikir begitu, sangat bagus karena kau ingin lebih mengenalnya dulu!
…
Komentar untuk 'Kau tidak akan pernah melepaskan aku. TIDAK AKAN.'
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 9.45 AM
Subjek: Dia memakai bikini yang talinya terbuat dari mie ramen!
KingOfRamen007 : Dia membuatkan aku ramen untuk makan malam lalu kami akan berciuman!
…
Komentar untuk 'Kau tidak akan pernah melepaskan aku. TIDAK AKAN.'
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 11.24 AM
Subjek: Tidak banyak…
Hina-chan : Aku tidak begitu keberatan. Apa yang aku dan dia lakukan tidak penting untukku… mungkin aku bisa membuatkan makan malam untuknya.
…
Komentar untuk 'Kau tidak akan pernah melepaskan aku. TIDAK AKAN.'
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 11.59 AM
Subjek: Oh ini mudah!
Sexy-InO : Yang jelas aku pakai gaun,lalu dia menggendongku BRIDAL STYLE ke sebuah restoran. Dan ada lilin dan bunga mawar di mana- mana.
…
Komentar untuk 'Kau tidak akan pernah melepaskan aku. TIDAK AKAN.'
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 12.34 PM
Subjek: (tidak ada subjek)
BBQ : Dia membawaku ke buffet all you can eat dan membayar semuanya.
…
Komentar untuk 'Kau tidak akan pernah melepaskan aku. TIDAK AKAN.'
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 12.56 PM
Subjek: Ini akan sempurna
Cutie-Karin: Dia menyapuku dari atas tanah dan kami berputar kemudian kami pergi piknik bersama dan bersenang- senang.
…
Komentar untuk 'Kau tidak akan pernah melepaskan aku. TIDAK AKAN.'
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 1.21 PM
Subjek: Semoga ini terjadi suatu saat nanti
10-10 : Aku ingin kami olahraga bersama. Mungkin setelahnya kami bisa mandi bersama.. LOL. Ini lebih ke fantasi daripada mimpi.
Komentar untuk 10-10
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 1.23 PM
Subjek: LOL, berharaplah!
TheCherryOnTop: Ch, aku masih marah padamu tentang lelucon bodoh itu.
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 1.24 PM
Subjek: Dasar kau pecundang
10-10 : Aww, aku minta maaf Cherry sayang!
Komentar untuk 10-10
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 1.26 PM
Subjek: Yeah, DIAM
TheCherryOnTop: Oke, kau dimaafkan.
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 1.28 PM
Subjek: Makan kotoran sapi, sana
10-10 : Bagus! Nah, Cherry, kalau kencan impianmu apa?
Komentar untuk 10-10
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 1.31 PM
Subjek: Kencan impianku, tanyamu?
TheCherryOnTop: Well… jujur saja, aku tidak punya. Itu tidak penting.
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 1.34 PM
Subjek: Iya, aku tanya
10-10 : Oh diamlah dan katakan yang sebenarnya. SEMUA orang punya kencan impian.
Komentar untuk 10-10
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 1.37 PM
Subjek: AKU JAWAB
TheCherryOnTop: Merona. Oke, baiklah. Entahlah, aku ingin pergi berenang. Lalu kami bisa berciuman (hanya ciuman, hei gadis nakal) di kolam renang atau di laut atau di mana saja saat kami sama- sama basah dan dia terlihat lebih seksi dari biasanya. Permisi aku mau berfantasi dulu.
…
Komentar untuk 'Kau tidak akan pernah melepaskan aku. TIDAK AKAN.'
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 1.33 PM
Subjek: Oh, hey lihat, TIDAK ADA SUBJEK
Lazy1 : Kami akan pergi melihat awan... dan kami tidak mengobrol, hanya menikmati keheningan.
…
Komentar untuk 'Kau tidak akan pernah melepaskan aku. TIDAK AKAN.'
Dibagikan pada Kamis, 11 Oktober 2.01 PM
Subjek: (tidak ada subjek)
Uchiha2: Tidak penting, selama ada dia di sana.
…
"Aku sangat menyukai artikel terakhirmu."
Aku mendongak dari laptop tercintaku di mana aku membaca jawaban Sasuke-kun pada Cherry sekitar limapuluh kali.
Tsunade-sama berdiri di depanku dengan lengan terlipat di depan dada, dan tangan memegang edisi terakhir The Leaflet. Dia tersenyum lembut, tapi bukan bermaksud mengejeknya atau apa, dia terlihat menakutkan dengan cahaya yang dipantulkan laptopku di kegelapan (sekarang sekitar jam enam). Aku mengamatinya hati- hati, karena betapapun baiknya sikapnya kepadaku, aku juga berpikir dia melakukan hal yang sama padaku.
—dekati musuhmu.
"Walaupun…" Tsunade-sama mengambil sebuah kursi dan menggesernya ke sebelahku, lalu duduk. "aku sedikit kecewa karena kau tidak lagi mau menulis dengan menyertakan namamu lagi."
"Well," aku mengedikan bahu, "saya selalu mendapatkan komentar bahwa saya menulis seperti Cherry. Mereka bilang saya menirunya."
Senyum Tsunade-sama menghilang dan ekspresinya berubah kaku.
Oh.
Inilah saatnya.
"Tsunade-sama, saya tahu anda tidak memilih saya karena rekomendasi dari guru." kataku pelan, namun tenang. "dan walaupun mereka benar- benar memberitahu anda, saya tidak yakin anda akan repot- repot mencari saya sendiri agar saya bisa menulis untuk Koran sekolah, jadi tolong beri tahu saya."
Aku menatapnya dan memberikan ekspresi datar yang akan membuat Sasuke-kun bangga.
"Apa yang sedang anda rencanakan?"
Ini seperti perang tatapan di antara Sasuke-kun dan Sexy-sensei kemarin.
(kecuali kali ini antara aku dan Tsunade-sama, duh!)
"Kau benar- benar jurnalis yang baik." Dia menatapku, dalam satu menit, bibirnya naik membentuk seringai. "seharusnya. Jurnalis harus cerewet, kan? Cerewet dan pandai mengamati." dia menjeda, "sangat pandai mengamati."
Betapapun aku ingin memintanya untuk langsung saja pada pokoknya, aku sudah cukup tidak sopan kepada KepSek jadi aku pikir aku tunggu saja—
"Aku pikir kau, Sakura Haruno, adalah Cherry." katanya simpel, menyandarkan punggung di kursi, dan menekuk kedua kakinya.
Wow.
Dia benar- benar langsung pada intinya.
Baiklah, aku bisa mengatasinya.
Aku adalah aktor yang keren (NILAIKU SEMBILAN PULUH DELAPAN!), duh!
"Oh?" dengan tenang aku mengangkat sebelah alis (serius deh, pacarku benar- benar menulari kebiasaannya) dengan raut wajah penuh tanya, "kenapa demikian?"
Aku tidak akan langsung menyangkalnya, kecuali aku memang benar- benar harus. Aku ingin berbohong sesedikit mungkin.
Aku hanya akan memberitahu setengah dari kenyataan.
(dengan begitu aku tidak akan tertangkap, aku juga tidak bisa dituduh karena berbohong. Aku sudah memikirkan ini sebelumnya, sungguh.)
"Kau sesuai dengan profil yang sudah didapatkan sejauh ini," kata Tsunade-sama, "kau malu, terlihat jelas karena kau hanya punya satu teman, pemuda Nara yang malas itu, kau pekerja keras, kau menulis penuh dengan sarkasme, dan saat kau berbicara kau sering memakai nada mengejek. Dan saat kau mendapatkan perhatian, kau senang, contohnya, saat aku memberikan pekerjaan ini, kau sangat bersemangat.
Sial.
Aku terus memasang topeng. "bukan maksud saya meremehkan, Tsunade-sama, tapi hanya karena aku sesuai dengan profil itu, bukan berarti aku adalah orang yang kau cari."
"Tidak," dia setuju, "tapi ini membuatmu menjadi terduga yang jelas, mungkin satu- satunya."
"Tapi kau tidak memiliki bukti bahwa aku adalah Cherry." kataku (MASIH TENANG!).
Tsunade-sama merengut lalu berdiri.
"Kau benar, kami tidak punya."
Dengan itu, dia mendorong kursinya, meletakan kembali ke tempat semula dan melangkah menjauh dariku, meninggalkan aku yang kebingungan (dan sedikit paranoid, karena, hello di sini keadaanku yang menjadi taruhan! Kalau aku tertangkap, kacaulah semuanya!)
Tapi aku lebih kebingungan daripada paranoid.
Siapa itu…?
—Kami?
…
TheCherryOnTop
Dibagikan pada Jumat, 12 Oktober 10.11 PM
Suasana Hati: SANGAT BERSEMANGAT
Musik: Menatapmu, menahan nafasku, untuk pertama kali dalam hidupku aku takut setengah mati –AKU MENCOBA MENGIZINKANMU MASUK!
Lokasi : Dalam kesombongan, tempat aku menyombongkan diri
Subjek : Sesuatu yang aku takut untuk temukan
Apakah kau pikir ini cinta?
Karena betapapun aku tidak menginginkannya—
Aku terus mempertimbangkannya.
Begitulah…
Atau mungkin ini hanya rasa suka yang kuat.
Yep.
…
Komentar
…
Komentar untuk 'Sesuatu yang aku takut untuk temukan.'
Dibagikan pada Jumat, 12 Oktober 10.15 PM
Subjek: Jangan memeranginya
Sexy-In0 : Kau mencintainya.
…
Komentar untuk 'Sesuatu yang aku takut untuk temukan.'
Dibagikan pada Jumat, 12 Oktober 10.23 PM
Subjek: bahkan aku saja tahu
Cutie-Karin: Kau mencintainya.
…
Komentar untuk 'Sesuatu yang aku takut untuk temukan.'
Dibagikan pada Jumat, 12 Oktober 10.32 PM
Subjek: Melihat postinganmu, cukup terbukti
Blond'n'Beautiful: Kau mencintainya.
…
Komentar untuk 'Sesuatu yang aku takut untuk temukan.'
Dibagikan pada Jumat, 12 Oktober 10.39 PM
Subjek: Itu hal yang menakjubkan
Hina-chan : Kau mencintainya
…
Komentar untuk 'Sesuatu yang aku takut untuk temukan.'
Dibagikan pada Jumat, 12 Oktober 10.44 PM
Subjek: JANGAN MENYANGKAL
10-10 : Kau mencintainya
…
Komentar untuk 'Sesuatu yang aku takut untuk temukan.'
Dibagikan pada Jumat, 12 Oktober 10.48 PM
Subjek: Tetaplah hati- hati
Lazy1 : …Er, apa yang dikatakan semua gadis gila itu?
…
"Sasuke, memakai penutup mata seperti ini benar- benar membuat aku takut," kataku, menempel di lengannya dengan erat untuk memastikan bahwa aku tidak berjalan menabrak sesuatu, "terakhir kali aku memakai penutup mata adalah untuk uji kepercayaan dengan Shikamaru, dan dia menuntunku menabrak semuanya, jadi aku takut—"
"Santai."
Baiklah!
Sesuatu tentang suaranya (yang seseksi matanya) sedikit mengurangi level ketakutanku. Dia juga mengizinkan aku untuk menempel erat di lengannya (seperti yang ingin dilakukan gadis semacam Karin dan Ami) saat kami berjalan ke suatu tempat di kegelapan yang katanya adalah sebuah kejutan, heh, penutup mata ini.
"Bisakah setidaknya kau beritahu aku kemana kita pergi?"
"Ini kejutan," gumamnya, terdengar sedikit jengkel.
"Iya tapi—"
"Sakura, kalau aku tidak memberitahu jawaban pertanyaanmu yang diulang sebanyak duabelas kali, lalu kenapa kau masih berpikir bahwa aku akan menjawabmu sekarang?" tanya Sasuke-kun.
Kami berhenti berjalan, dia menstabilkan tubuhku dan memastikan bahwa aku tidak akan terjatuh dengan wajah menyentuh lantai lebih dulu, karena itu akan menjadi kesalahannya. Aku mendengar dia membuka pintu yang terkunci, lalu mendorongku masuk dengan pelan, memastikan aku tidak bergerak. Aku mengenduskan hidungku mencium udara untuk mencari clue saat pintu kembali ia tutup (aku sudah menyerah mencari tahu darimana dia mendapatkan semua kuncinya) dan mencium—
"Klorin?"
Kami ada di—
Kolam renang sekolah?
"Oke, lepas penutup matanya sekarang," perintah Sasuke-kun.
"…" pemandangan yang pertama kali aku lihat adalah Sasuke-kun yang sedang melepas baju. Bibirku menganga menatap dada terbukanya tanpa malu, senyum melengkung di wajahku seketika. "Aku—aku…" saat aku mendongak dan melihat dia yang tengah menyeringai, aku segera membalikan tubuh. Aku merasakan panas di wajahku saat aku menaikan kedua tangan untuk menutupi wajahku. "Ya tuhan, maaf aku menatapmu seperti itu!"
Aku tidak benar- benar menyesal—
Sasuke-kun terkekeh dan melangkah ke hadapanku (YA TUHAN AKU RASA AKU BARU SAJA MATI DAN PERGI KE SURGA!) dengan hanya mengenakan boxer.
"Kenapa kau telanjang?" aku mendesis, aku menunjuk boxer biru-imut yang bergambar bola basket oren. "kau tidak boleh telanjang bersamaku. Aku—aku tahu aku mungkin akan menatapmu terus, tapi aku tidak seperti itu! Aku tidak segampang yang kira—"
"Aku tidak bermaksud begitu, Sakura." dia menginterupsi gumaman tidak jelasku. Dia membalikan tubuh dan menunjuk kolam renang, "kita akan berenang." Setelah mengatakannya, Sasuke-kun meluncur masuk ke dalam kolam, sedikit menciprati tubuhku. Dia muncul di permukaan dan berbalik.
Kami saling menatap untuk beberapa saat, Sasuke-kun di dalam air (hampir telanjang) dan aku ada di atas permukaan, tidak bergerak.
"Sakura, masuk."
"Aku tidak bawa baju renang!" rengekku.
Dia memutar bolamatanya, "aku juga tidak, gadis pintar. Pakai saja pakaian dalammu."
(Ya Tuhan! Ya Tuhan! Ya Tuhan!)
Mataku melebar dan rona merah di wajahku semakin menggelap.
"Itu sama saja seperti memakai bikini, Sakura." Kata Sasuke-kun lalu berenang menuju tepian.
"T—Tapi…"
Ugh! Aku berpikir pada saat dimana aku mengganti piyama, memikirkan pakaian dalam mana yang aku pilih. Baiklah, baiklah, aku memakai bra garis-garis berwarna pink dan hijau dan—
"Tidak bisa, aku pakai G-string!" protesku.
Sasuke-kun memegang pinggiran kolam, mengistirahatkan dagunya di atas tepi yang dingin. "Sakura, bokongmu akan ada di bawah air, aku rasa itu bukan masalah."
"Aku…" aku mendesah kalah dan mencengkeram tepi kaosku erat. Aku bertemu dengan matanya dan melihatnya tersenyum miring padaku, membuat aku cemberut. "bisa tidak kau berbalik dulu?" pintaku. Saat dia melakukannya dan memasukan kepalanya ke dalam air, dengan cepat aku membuka baju tidurku dan masuk ke dalam air sebelum dia bisa melihat pakaian dalamku.
Aku berteriak kecil saat melihatnya muncul tepat di hadapanku dari dalam air. Tersenyum, aku menciprati wajahnya dengan air.
"Jangan menakutiku begitu, dasar brengsek!" gumamku, mendorongnya masuk ke dalam air lagi.
Lengannya melingkari pinggangku dan dia menahanku di dekatnya (tapi tidak terlalu sampai bisa membuat kami saling tending saat mencoba tetap mengapung). Sasuke-kun membawaku menuju tepian kolam dan mendorongku ke dinding kolam yang berkeramik putih.
Sasuke-kun menatapku intens dan aku membaca seluruh emosi yang tidak dia keluarkan lewat kata.
Menyenangkan.
Gairah.
Kekaguman.
Dan sedikit penyesalan (yang tidak bisa aku mengerti).
Perlahan, dia membawa wajahnya semakin dekat dan menekan bibirnya di bibirku pelan, memulai pagutan yang amat manis, bukan ciuman kami biasanya yang penuh dengan kelaparan dan gairah.
Yang ini…
Rasanya sangat nikmat.
Hangat dan penuh cinta.
"Mm…"
Tuhan, aku sangat menyukai pria ini.
ThanksTo :
AadeUchira, Y0ktf, ai. uchiharunochan, night kanaze, Rhein98, Aorizuki, kura cakun, zeedezly. clalucindta, Chic White, Uchiha Erika, keenaan66, Rachel-Chan Uchiharuno Hime, nurvieee-chan, ToruPerri, Liana Zhafirna
AN: Yaaah abis :'')
Siapa yang jatuh cinta sama Sasuke? Saya~~
Sori ya, Eve butuh waktu yang lamaaa banget buat publish ini… akhir- akhir ini Eve lagi kecanduan baca novel-novel-nya Julia Quinn (yang suka sama cerita bersetting Inggris zaman 1800an macam Pride and Prejudice, baca gih! Tante Quinn ini semacam Jane Austin kontemporer, mameen! Aku yang doyan chick lit aja jadi betah baca novel historical-romance begini) dan kebetulan di seri Bridgerton itu ada satu sosok penulis misterius kaya Cherry juga mananya Lady Whistledown, bedanya dia nulisnya nggak di blog (as if ada blog di tahun 1800, lol), dia bikin koran untuk kolom dia sendiri dan dia nggak pakai nama alias buat orang yang dia gosipin! Berani banget kan, suka deh sama dia :'')
Kembali ke Cherry, kalo kencan impian kamu apa?
Anyway, Terimakasih sudah membaca.
Kritik, saran dan pendapat silahkan sampaikan lewat review.
-with cherry on top-
.the autumn evening.
