Title : TheCherryOnTop
Pairing: SasuSaku
Disclaimer: I do not own Naruto, nor the story.
Warning: This is an Indonesian translation of ohwhatsherface's story with the same title. Done with permission.
Summary:
Sakura tidak pernah menjadi pusat perhatian, namun tiba- tiba semua orang memperhatikannya. Hal itu membuat Sakura melakukan sesuatu, Blog it! Tentu saja!
Chapter 12
.
.
TheCherryOnTop
Dibagikan pada Jumat, 9 November 12.18 PM
Suasana Hati: Semangat. Energi penuh seratus persen.
Musik: Aku melihat malaikat
Lokasi : Perpustakaan Sekolah ( ada sesuatu yang harus dipelajari)
Subjek : Autumn's a beauty!
T. G. I. F CINTAKU!
Akhirnya!
Walau tidak cukup pantas dirayakan karena kami toh masih tinggal di sekolah, dan kami masih melihat orang- orang yang kami suka (dan kebanyakan yang tidak kami suka), dan kami masih melihat guru- guru yang kami benci, dan kami masih—well, kau sudah paham maksudku.
Tapi terserahlah, akhir pekan ini diselenggarakan Festival Musim Gugur Konoha!
YAYYYYYY!
Ini adalah saat di mana anggota Dewan Akademi membantu Ketua Komunitas Konoha dengan membentuk sukarelawan untuk membantu mengatur festival yang menakjubkan. Aku sering membantu beberapa tahun terakhir, namun untuk tahun ini aku ingin duduk manis dan menikmati festival saja.
OH AKU TIDAK BISA MENUNGGU LEBIH LAMA!
AKU SANGAT BERSEMANGAT!
Pasti akan sangat menyenangkan! Ada Bianglala, The Tilt Whirl, Stroberi Berputar, dan komidi putar.
—dan…
Rumah Hantu.
(Yeah, aku tidak begitu suka dengan tempat yang satu itu. Tempat itu seperti… entahlah, membuat aku takut setengah mati!)
Jadi yang akan aku lakukan adalah menghadiri festival, sama seperti siswa dan penduduk kota lainnya, dan tidak pergi dekat- dekat dengan Rumah Hantu itu.
Aku akan pergi ke Rumah Terowongan atau ke mana gitu dengan Tada kemudian memperkosanya di kegelapan.
(Seriusan deh, kau juga akan melakukannya, kalau kau ada kesempatan, yang mana tidak ada, karena aku akan menendang bokong malangmu. Ya, aku posesif.)
Tapi aku punya prediksi untuk Festival Musim Gugur kali ini! Karena setiap tahun Komite Penyelenggara Festival selalu mengeluh kepada Kepala Sekolah, tentang siswa yang membuat masalah saat mereka berkunjung, aku melihat beberapa kemungkinan:
-Seperti biasa, perkelahian antar wanita, tapi kali ini sambil basah- basahan
-Ledakan (yang sama sekali bukan karena kembang api)
-Kembang api dinyalakan lebih awal daripada semestinya
-Seseorang jatuh ke air dari wahana Terowongan Cinta
Dan ada orang yang kembali pergi bersama dengan formasi yang sama dengan pesta dansa waktu itu, (a) mereka akan menghadiri acara sebagai pasangan, (b) mereka akan menghadiri bersama sebagai teman, (c) mereka akan datang sebagai teman yang berpura- pura menjadi pasangan :
-Kopi Susu dan Gadis Cepol (a) (mereka sedang dalam kondisi yang baik. Sekarang. Bisa saja berubah.)
-Rubah dan Putri Malu (a)(b) (belum begitu bisa ditentukan. Rubah sangat tidak peka)
-Merepotkan dan Pink Princess (b) (hanya sebagai teman, Pink Princess punya kekasih, ingat? Dan mereka pergi di hari Jumat-nya, bukan Sabtu)
-Akua dan Harpa (b)(c sepertinya) (tapi mereka terlihat berteman sih)
-Picasso dan Kacamata (c) (tapi Picasso sangat tidak bisa ditebak, jadi entahlah)
-Raksasa Lembut dan Kipas (b) (c) (aku tidak begitu yakin…)
-Ai dan Festival (a) (suap-suapan waktu itu! Jelas bahwa mereka adalah pasangan!)
DAN TERAKHIR:
-Tada dan Cherry (a) (JELAS BANGET)
Jadi, siapa lagi yang mau datang?
Well, kami (Tada dan aku) akan pergi hari Sabtu sih, tapi terserah…
P.S.
Apa kau pikir itu akan menjadi waktu yang tepat untuk mengatakan…
Aku mencintaimu?
…
Komentar
…
Komentar untuk 'Autumn's a beauty!'
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.04 PM
Subjek: AKU! AKU! AKU!
KingOfRamen007 : OH AKU DATANG! AKU DATANG MALAM INI!
Komentar untuk KingOfRamen007
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.05 PM
Subjek: KAU! KAU! KAU!
TheCherryOnTop : Benarkah? Mungkin kita bisa ketemu di sana!
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.06 PM
Subjek: paasti akan menyenangkan!
KingOfRamen007 : Aku akan ikut kontes makan hot dog!
…
…
Komentar untuk 'Autumn's a beauty!'
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.07 PM
Subjek: (tidak ada subjek)
kINKy : Aku akan datang. Temanku memintaku datang bersama, jadi aku setuju. Aku sepertinya akan berpartisipasi dalam sebuah kontes yang mana kami akan membuat wajah kami belepotan makanan. Aku tidak begitu ingin melakukannya, tapi teman macam apa yang meninggalkan temannya saat dia meminta waktumu… er… meminta atau memaksa?
Komentar untuk kINKy
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.08 PM
Subjek: Tambahkan subjek di sini
TheCherryOnTop : GAH? Kalau aku, tidak akan mau. WOW kau teman yang sangat baik. Biarkan aku menebak, kau pergi dengan Naruto, kan? Selamat bersenang- senang dan menambah berat badan sekitar limapuluh pound—sekitar 22 kg !(L)
…
DIHAPUS
Komentar untuk 'Autumn's a beauty!'
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.11 PM
Subjek: Aku benci musim gugur. Terlalu dingin
Lazy1 : Oke. Kita pergi jam berapa?
Komentar untuk Lazy1
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.14 PM
Subjek: Serius? Kalau aku CINTA banget!
TheCherryOnTop : Aku mau ganti baju dulu terus ngerjain PR, jadi aku bisa bebas sepanjang akhir pekan dan bisa keluar selama mungkin dengan Sasuke-kun (L). Aku cuma perlu baca Madame Bovary (jangan khawatir, sudah hampir selesai!), lalu membuat laporan praktikum dari tes nutrisi yang kita kerjakan hari ini, kemudian Asuma-sensei menyuruh kita membuat rencana diet sehat untuk seseorang di pengamalan Sains (aku masih terus berpikir bahwa dia sangat berlawanan dengan materi yang dia ajarkan, karena dia tetap merokok). Mungkin aku akan selesai mengerjakan semua itu jam 5, jadi kita ketemu jam 5.
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.17 PM
Subjek: Dingin terlalu merepotkan
Lazy1 : Kedengarannya bagus. Dan Asuma-sensei adalah guru yang hebat. Tapi kau benar, aku juga banyak PR, jadwalku jelek banget. Merepotkan… maksudku: Fisika, Matematika, Drama, Biologi, Literatur, Hukum, Olahraga, kemudian Kimia. Aku menghabiskan setengah hari denganmu. SETENGAHNYA! Sigh… jam 5 aku setuju, kamarku atau kamarmu?
Komentar untuk Lazy1
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.19 PM
Subjek: Tapi rasanya tuh nyaman banget!
TheCherryOnTop : Um, kau bisa datang ke sini. Kalau aku yang keluar, bisa- bisa ketemu Sasuke-kun di jalan dan tidak pernah sampai di kamarmu. XD
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.20 PM
Subjek: Sama sekali tidak
Lazy1 : Rencana yang bagus
Komentar untuk Lazy1
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.21 PM
Subjek: Iya
TheCherryOnTop : Oka-y!
…
…
Komentar untuk 'Autumn's a beauty!'
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.29 PM
Subjek: Aku suka musim panas
Blond'n'Beautiful : Itu akan jadi waktu yang sempurna untuk mengatakan Aku mencintaimu, Cherry. Lakukanlah.
Komentar untuk Blond'n'Beautiful
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.30 PM
Subjek: Kalau kesukaanku musim semi
TheCherryOnTop : Menurutmu begitu?
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.31 PM
Subjek: Musim yang indah
Blond'n'Beautiful: Manis, aku tahu.
…
…
Komentar untuk 'Autumn's a beauty!'
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.41 PM
Subjek: Ini sedikit menggangguku
Sexy-In0 : Kenapa Merepotkan ini selalu pergi ke acara- acara dengan Pink Princess?
Komentar untuk Sexy-In0
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.43 PM
Subjek: Aw, sedihnya
TheCherryOnTop : Kenapa tidak? Mereka kan teman.
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.31 PM
Subjek: Serius!
Sexy-In0 : Iya tapi, tapi dia bisa saja pergi dengan gadis yang ada hubungan dengannya seperti Harpa atau Kipas.
Komentar untuk Sexy-In0
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.46 PM
Subjek: Move on, yuk!
TheCherryOnTop : Hanya karena seseorang punya pacar, bukan berarti dia berhenti berteman dengan orang lain.
…
…
Komentar untuk 'Autumn's a beauty!'
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.52 PM
Subjek: Aw, aku sudah merindukanmu
10-10 : Sial, Cherry. Kau tidak memposting sesuatu cukup lama. (SATU MINGGU SAMA DENGAN LAMA!) Kau bahkan tidak pamer hubunganmu spektakulermu dengan Tada pada kami, kemana saja kau?
Komentar untuk 10-10
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.54 PM
Subjek: Perasaanmu terbalas!
TheCherryOnTop : Hai Wanita, kita satu sekolah. Kau harusnya tahu tugas menumpuk yang merepotkan. Biarkan aku istirahat. Aku tidak bisa update SETIAP hari. ( well, biasanya aku begitu, tapi sekarang aku sangat sibuk, jadi yeah…)
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Jumat, 9 November 3.52 PM
Subjek: Oh, benarkah?
10-10 : Aku rasa ini momen yang menyentuh, tapi entahlah. Aku rasa kau benar. Gai-sensei memberiku PR matematika satu buku penuh untuk akhir pekan ini karena menurutnya aku perlu memperbaiki PR yang tidak aku kerjakan karena katanya aku sibuk menyemai romens dengan pacarku. Serius deh!
…
…
…
TheCherryOnTop
Chapter Dua Belas
Sayang, Aku Rasa Inilah Surga!
…
…
…
Aku yakin kau penasaran kenapa aku menghabiskan malam Jumatku dengan Shikamaru di festival bukannya dengan pacarku.
Jujur saja, aku juga tidak tahu kenapa. Tidak juga sih, aku tahu kenapa. Sama seperti yang aku katakan pada Ino tadi, hanya karena aku mulai berkencan dengan Sasuke-kun, bukan berarti aku akan bersama dengannya setiap saat. Pergi ke festival dengan Shikamaru di hari Jumat pertama di Konoha adalah sebuah tradisi yang sudah aku lakukan sejak tingkat enam.
Selain itu—
Aku juga akan datang ke sini dengan Sasuke-kun besok!
"Kenapa kau tidak muntah?" tanya Shikamaru, satu alisnya terangkat melihat semua makanan yang aku beli.
"Um, mungkin karena aku bukan gadis kurus kering centil yang biasa kau kencani," jawabku sarkastik, menggigit corndog-ku. Aku cemberut menatap Shikamaru, karena—"kau juga makan sebanyak aku, bodoh!"
Jadi, kami, Shikamaru dan aku rencananya akan makan dengan bahagia sampai gemuk malam ini.
"Lagipula," gumamku sambil mengunyah (Etika? Etika itu apa ya?) "kalau aku sudah beli kue, aku harus memakannya."
"Itu sangat tidak nyambung, tapi terserah kau lah."
Memang bukan kue, sih. Bukan, meja kami berisi corn dog, punyaku dengan kecap, punya Shikamaru dengan sawi, (EW!) beberapa bungkus permen kapas (empat), popcorn caramel (cuma satu, sih), berkaleng- kaleng Mountain Dew, dan hot fudge sundae ukuran jumbo yang akan kami makan bersama selagi meleleh.
"Aku sejujurnya tidak begitu mengerti peribahasa itu," kataku padanya, menyendok sundae ke dalam mulutku (Oke, ini sundae yang sangat enak. Aku tidak tahan menunggunya meleleh sia- sia!) "apa artinya punya kue dan harus memakannya?"
"Artinya kau menginginkan sesuatu yang lebih daripada kemampuanmu atau lebih dari yang seharusnya, atau mempunyai dua hal yang berlawanan."
Aku cemberut, "tapi itu sama sekali tidak nyambung. Mungkin sebagai peribahasa, memang terdengar dalam dan puitis, tapi kalau diucapkan secara lisan, kalau kau mengatakannya pada seseorang seperti Naruto atau Ino, mereka akan mengatakan sesuatu seperti 'kalau aku punya kue, kenapa aku tidak boleh memakannya?'"
Shikamaru menggelengkan kepala dan terkekeh, "mungkin kalau Naruto akan jawab begitu, tapi Ino tidak akan. Dia mungkin akan meneriaki aku karena sudah memberi saran untuk memakan sesuatu yang bisa membuatnya gendut."
Aku tertawa mendengarnya dan kami meneruskan makan.
"Jadi…" aku menerbangkan corndog-ku ke tempat sampah, "bagaimana cerita putusnya kau dengan Temari?"
Shikamaru menyeringai (pahit…?), "aku sudah menunggumu bertanya tentang itu sekitar dua minggu setengah, tahu tidak? Maksudku, kau adalah orang paling berisik yang pernah aku temui—bukan bermaksud mengejek—jadi aku terkejut karena kau tidak memojokanku ke dinding dan memintaku menceritakannya tepat setelah kejadian itu terjadi."
Aku mengedikan bahu, tidak tahu apa aku harus senang atau tersinggung.
"Jadi apa yang terjadi?" tanyaku.
Shikamaru mengedikan bahu—
Yang menurutku aneh.
Shikamaru tidak pernah tertutup padaku…
"Hey, kau baik- baik saja?" tanyaku, mencoleknya ringan, "kalau kau tidak mau cerita—"
"Aku menyakitinya Sakura," Shikamaru mengaku, merunduk ke meja. Aku mendorong eskrim mendekat padanya (karena di dalam kepalaku, Shikamaru terkadang adalah seorang cewek, dan kalau cewek sedang sedih, kita menyantap crème de glace itu, oke!) "Aku…"
Shikamaru mendesah.
"Aku menyelingkuhi Temari."
Rahangku hampir jatuh tapi ada makanan di dalam mulutku dan aku tahu bahwa pemandangan corndog yang menyembur dari mulutku bukan sesuatu yang ingin dilihat Shikamaru.
"Kau apa?" aku mendesis, menyipitkan mata.
Shikamaru menggerutu dari balik lengannya dan suasana bahagia yang biasa aku rasakan saat aku berada di carnival seperti ini pergi.
"Kau selingkuh darinya?" ulangku keras, memukul meja. "kau tega?"
"Hey…" Shikamaru merengut membela diri, "tingkahmu seperti panci yang memanggil ketel 'hitam'."
"Cukup dengan metafora anehmu, Shikamaru, ini serius. Kau baru bilang kalau kau selingkuh—"
Dia mendengus.
"Oh please, memangnya kau tidak selingkuh dari Sasuke."
"Ya Tuhan!" mataku melebar, aku menatap sekeliling untuk memastikan tidak ada yang mendengarnya. Lalu aku memelotoinya. "Shikamaru, ini tidak sama!" aku berkata dengan suara yang rendah walau tidak ada satu orang pun yang berada dalam jarak dengar, "saat aku bersama Sexy-sensei setelah kelas habis, Sasuke-kun dan aku tidak dalam suatu hubungan apapun!"
"Itu benar, tapi kau sadar kan kau masih memanggilnya Sexy-sensei—"
"Kau selingkuh dengan siapa?" tanyaku, menyesap Mountain Dewku santai.
Jangan salahkan aku.
Aku berpikir bahwa berselingkuh saat kau masih berhubungan dengan seseorang sangat, sangat jahat dan salah, tapi Shikamaru tetap sahabatku dan aku tidak akan memusuhinya karena itu. Toh aku tidak terlibat dalam hubungan itu.
…walau aku merasa sangat kasihan pada Temari.
"Ino?" kataku, berharap mendapatkan reaksi.
Tidak ada.
"…Tenten?" tebakku.
"Oh, iya. Karena aku ingin sekali dibantai oleh Neji Hyuuga."
Oh, benar. Neji sudah terlalu memenuhi Tenten. Dia bukan sesuatu yang akan didekati cowok sepintar Shikamaru.
"Tayuya?" aku terdengar semakin memaksa.
Sedikit.
Mereka pernah berkencan di tingkat Sembilan (dia dan Shikamaru. Tayuya dan Temari pernah bertengkar hebat. Seriusan)—
YA TUHAN.
"Kin…?"
Dia membeku dan berkedut dan aku terperangah…
Aku merasa seperti baru memukul kepalanya.
"Kau selingkuh dengan cewek jalang itu?"
Aku tidak biasanya memanggil seorang gadis jalang (kecuali Karin. Saat dia membajak teritorialku) tapi aku sangat benci Kin dan semua trik jahatnya. Aku yakin kau penasaran kenapa. Aku akan menceritakannya, sejak aku bersekolah di Leaf Akademi, Kin-Jalang seperti memiliki masalah denganku, entahlah tapi cewek itu selalu mengajakku bertengkar. Jujur saja aku tidak tahu apa masalahnya.
"APA YANG SALAH DENGANMU? KENAPA, KENAPA, KENAPA KAU MAU MENYELINGKUHI TEMARI DENGAN KIN—"
"Yang benar Ino, dasar kau banshee menyebalkan."
"Aku banshee menyebalkan? Banshee menyebalkan itu lebih cocok untuk cewek yang selingkuh denganmu di belakang Temari, Ino."
Tunggu.
Shikamaru bilang Ino…?
Aku kembali duduk di kursiku (tidak begitu sadar bahwa aku sudah berdiri. KARENA TERLALU TERBAWA SUASANA!) dan mengedip.
"Ino…?"
Dia berkedut dan mengangguk.
"Tidak sengaja."
"Dengan Ino?"
"Iya, dengan Ino."
Aku mengedip lagi dan memutuskan untuk menyendok eskrim (yang hampir mencair) kami.
Untuk beberapa alasan, aku merasa sakit. Aku tidak pernah memedulikan hubungan Shikamaru dan Temari. Maksudku, aku sudah tahu bahwa mereka pada akhirnya akan berpisah. Shikamaru sudah pernah bilang padaku pada bulan September bahwa dia berencana untuk segera memutuskan Temari, jadi aku jelas tahu bahwa mereka akan putus, tapi entah kenapa situasi ini membunuhku. Temari baru saja diselingkuhi pacarnya dengan musuh terbesarnya.
Tiba- tiba, aku tidak bisa menyalahkann kenapa dia berlari hampir menangis.
Hell, kalau Sasuke-kun mengkhianatiku dengan musuh terbesarku (memangnya aku punya?) aku akan melakukan hal yang sama.
Aku mendengus memikirkannya.
(Aku yakin kalau aku punya musuh terbesar, itu berarti Tsunade-sama)
Jadi mana mungkin Sasuke berselingkuh dariku dengan dia?
…
The Leaflet: Koran Leaf Akademi
Ditulis oleh siswa, untuk siswa
Konten…
Editorial…
Halaman 2
Pertunjukan Bakat Leaf Akademi…
Halaman 3
Basket terbaik : Leaf Akademi mengalahkan Sound…
Halaman 6
Kencan Sempurna…
Halaman 8
Festival Musim Gugur Tiba! …
Halaman 9
Masalah dengan Seragam? …
Halaman 10
TheCherryOnTop: Suka atau Benci? …
Halaman 11
Horoskop! …
Halaman 13
Seni Siswa…
…
Halaman 8
The Leaflet: Koran Leaf Akademi
…
KENCAN SEMPURNA
Senin, 5 November
Festival musim gugur segera datang dan aku rasa semua orang tahu apa artinya itu.
Itu berarti minggu untuk berkencan.
Khususnya Sabtu ini, 10 November adalah malam untuk berkencan.
Jadi untuk kalian para pemuda (yang semuanya memiliki kesempatan untuk membawa gadis kalian ke Rumah Hantu untuk saling peluk atau ke Terowongan Cinta dan berciuman dalam gelap selama sepuluh menit perjalanan) malam ini akan menjadi malam yang sempurna.
Jadi ini adalah beberapa tips dariku.
A) 5 urutan teratas dari film klasik pilihanku
1. 50 First Date – membuatmu tertawa lagi dan lagi dan sangat romantis.
2. The Princess Bride – ini adalah petualangan dongeng yang nyata. Memang sudah lama, tapi masih bagus!
3. Edward Scissorhands – kalau teman kencanmu tipikal yang 'aw' dan senang dengan hal yang menyesakan hati, lebih baik pilih ini.
4. A Walk To Remember – terusan #3 maksudku, pembuat masalah bertemu dengan si culun pemalu. Walaupun klise, tapi indah dan menyedihkan.
5. Shrek – jangan tertawa. Shrek akan membuat hatimu meleleh, dan cara dia menunjukan kepeduliannya (cinta) kepada Fiona dengan bertingkah seperti anak manja terlalu manis.
Jujur saja aku tahu bahwa ada banyak lagi yang lainnya yang lebih baik, tapi pikiranku sedang tidak ada di sini sekarang.
B) Piknik melihat bulan
Satu selimut yang nyaman: limapuluh dolar. Dua cokelat panas yang baru saja kau beli karena kau tidak bisa membuatnya sendiri: tiga dolar. Hal klise yang masih bisa kau dilakukan : gratis.
Seklise apapun ide dalam berkencan, gadismu tetap akan menikmatinya. Walau semua gadis mengejek dan menjelek- jelekan klise, tapi dalam hati, mereka ingin sekali mengalami setidaknya satu klise yang dilakukan untuk mereka. Karena tidak mungkin melakukan piknik melihat bulan di sekolah ini karena ada jam malam, aku akan menyarankan piknik di bawah cahaya lilin di dalam kamarmu, ingat untuk membersihkan kamar sebelum mengundangnya.
C) Makanan
Oke saja kalau kau adalah pemuda klasik yang tidak mau memberikan makananmu. Aku menghormatinya, begitu juga dengan kekasihmu, tapi untuk menunjukan kemauanmu untuk berbagi dengannya, berarti kau menunjukan kemauan untuk membagi sesuatu yang lebih mendalam. Cara mendapatkan hati seseorang adalah melalui perutnya, itu berarti bahwa makanan adalah hal yang penting.
Jadi, beri dia makanan. Itu manis, bukannya kekanakan. Beri dia sesuatu yang simpel, contohnya eskrim, yang penting jangan membuat dia batuk, atau meyuapinya paksa, mungkin dia tidak suka dengan makanan yang kau pilih. Dan ingat:
Berikan sewajarnya.
Dia tidak makan sebanyak dirimu.
D) Festival Musim Gugur
Jadi Festival belum buka sampai Jumat, 9 November, tapi bukan berarti kau tidak bisa membuat rencana.
Ada banyak hal yang bisa kalian coba berdua di sana. Contoh simpelnya: cobalah pergi ke booth permainan yang menembak kaleng dan mendapat hadiah boneka hewan. Kalau kau pandai melakukannya, kau bisa mengajarinya, kau bisa memeluknya saat mengajarinya posisi yang benar. Kau bisa juga pergi ke tattoo henna dan digambari sesuatu yang serasi dengannya. Oke ide itu kedengaran culun, tapi manis, walau ini bukan kesukaanku.
Mungkin bukan kesukaanmu juga.
Tidak masalah.
Tidak peduli kesukaanmu apa, yang penting adalah usaha untuk menyenangkan hati gadismu.
Ini terdengar garing, tapi selama kau memakai hatimu dalam melakukan sesuatu untuknya, itu adalah yang terpenting.
…
…
Ditulis oleh: S Hannaro
…
"Kau takut?"
Biasanya saat dia tersenyum miring, adalah pemandangan paling seksi di seluruh dunia.
Selalu membuat sesuatu dalam diriku meleleh.
Selalu membuat lututku berubah menjadi jeli.
Selalu membuat tubuhku berputar sedikit—
Tapi sekarang, itu terasa sangat menyebalkan.
Sambil mendesah, aku melipat lenganku di depan dada dan mencoba(MENCOBA!) untuk terlihat berani sambil melirik Teror Rumah Hantu (seriusan deh, namanya itu. Jelek? Iya menurutku juga) kemudian menatap Sasuke-kun, yang masih menarikku.
"Aku. Tidak. Takut!"
Dia menjawabku dengan satu alis yang ia naikan kemudian menunduk menatap lengannya yang sedang aku peluk erat, dengan satu tanganku yang lain memegangi pagar agar kami berhenti berjalan.
Oke.
Iya, baiklah.
Mungkin aku takut—
TAPI CUMA SEDIKIT!
"Aku rasa kau takut," katanya, menggoyangkan lengannya agar terlepas dari genggamanku yang (sangat-sangat) erat. Sasuke-kun menekuk kedua lengannya di depan dada sambil menatapku dengan wajah yang anehnya terlihat sabar. "Kalau kau bilang bahwa kau takut, kita tidak perlu masuk ke Rumah Hantu itu."
"Aku pikir kau delusional!" aku mengumpat sambil menggigit bibir bawahku, "aku tidak takut!"
"Terus kenapa tubuhmu bergetar?" tanyanya.
"KARENA SASUKE, DI SINI DINGIN!" aku berteriak, "JADI BERHENTI MENGATAKAN BAHWA AKU TAKUT SAAT AKU JELAS- JELAS TIDAK—"
Tiba- tiba pria yang sedang mengumpulkan tiket melompat di depan kami. Kalau saja dia adalah pria normal, aku pasti akan memberikan tatapan 'kau sinting' padanya tapi Ya Tuhan, aku tidak bisa menatapnya karena make upnya sangat nyata dan dia sangat menyeramkan.
"YA TUHAN SASUKE, JAUHKAN DIA DARIKU!"
Oke.
Aku baru saja berteriak.
Lalu melompat ke balik punggung Sasuke.
Dan jangan lupakan bahwa aku juga terlihat seperti orang idiot.
—di depan pacarku.
Pria yang memakai kostum dan bermake up seram itu kini menatapku dengan pandangan seperti akulah yang sinting (Ha! Aku bukan orang yang ada botol pecah menancap di kepalanya!) . Dia menatap Sasuke-kun, menggumamkan sesuatu seperti gadis bodoh sebelum pergi.
"Sialan," gumamku, melepaskan Sasuke dan menatap apapun selain dia!
Aku bisa merasakan Sasuke tengah menyeringai.
(APA-APAAN! PACAR MACAM APA YANG TERSENYUM SAAT PACARNYA KETAKUTAN SETENGAH MATI?)
"Berhenti menyeringai," desisku, berjalan (menghentakan kaki) menjauhi dia dan rumah hantu iblis itu (oh! Pria Penjual Es Krim! "aku tahu kau sedang menyeringai."
"Bagaimana kau tahu aku sedang menyeringai?"
Aku bisa mendengarnya menyeringai.
"Kau bahkan tidak melihatku, Sakura."
Lalu aku melihatnya.
Aku membalikan kepalaku dan menatap tepat di matanya, bersiap membuka mulut untuk mengatakan agar dia pergi saja tapi aku tidak bisa. Tidak, berbeda dari apa yang sudah kau bayangkan, dia tidak menciumku. Tidak. Dia hanya menatapku. Dengan kedua matanya. Mata indahnya yang membuat tubuhku tercengang seperti orang bodoh.
Dan dia menyeringai.
Aku merengut dan mencolek rusuknya.
"Tuh kan. Lihat! Kau sedang menyeringai dasar breng—"
"Jadi kau takut?" tanyanya, masih menyeringai (DASAR BRENGSEK!) "kau takut dengan Rumah Hantu, kenapa?"
"Ch, memangnya menurutmu kenapa?" aku menggeram, mencoba melangkah menuju pria penjual eskrim (biarkan aku istirahat dan memakan eskrimku!) tapi tidak bisa karena pacar menyebalkanku tengah menggenggam tanganku dan menahan agar aku tidak melangkah pergi. "aku gampang takut, oke?"
"Hn."
Sasuke-kun akhirnya melepaskanku dan aku melompat beberapa langkah (memang sudah dekat) ke pria penjual eskrim dan membeli satu cone eskrim cokelat. Aku berbalik ke Sasuke-kun yang hanya menatapku menikmati eskrim yang nikmat.
(dan tidak, dia tidak menatapku dengan pandangan yang kotor, dasar kau mesum.)
Aku membuang kertas yang membungkus eskrim dan—
"Kenapa kau tidak mau masuk?"
Aku mengedip bodoh (kenapa aku sering berkedip di karnival ini).
"Huh?"
Sasuke-kun menunjuk ke arah Rumah Hantu dan aku merengut, kesenangan yang dibawa eskrim di tanganku baru saja pergi menguap.
"SASUKE, KITA BARU SAJA MENDISKUSIKAN INI! AKU TIDAK MAU—"
Dia menyeringai dan mulai mendorongku ke sana.
"Jangan cemas Sakura, aku akan melindungimu."
Untuk beberapa alasan, aku tidak bisa berbicara setelah dia mengatakan itu dan dia berhasil membawaku ke pintu masuk Rumah Hantu. Saat aku mendengar suara tawa jahat Drakula dan tawa melengking wanita penyihir, aku baru menyadari di mana aku dan ke mana aku akan berjalan.
Sasuke-kun mencoba membawaku ke pintu namun aku mulai ketakutan lagi.
"TIDAK! TIDAK! AKU TIDAK MAU! KAU TIDAK BISA MELAKUKAN INI! MAMA!"
Aku menyadari dia memutar bola matanya sebelum meraih pundakku dan menatapku (dengan matanya) dan membawa wajahnya sangat, sangat dekat seperti dia akan menciumku—
"Apa kau percaya padaku?"
Aku mengedip bodoh.
Lagi.
"Apa?"
"Apa kau percaya padaku?" ulangnya, terdengar sangat serius. "iya, Sakura?"
Aku mengangguk.
"Iya."
"Kalau begitu santai," kata Sasuke-kun, mencoba untuk tidak terdengar jengkel, "aku tidak akan membiarkan apapun terjadi padamu."
Aku mengangguk lagi.
"O-okey."
Baiklah.
Saat kami melangkah melewati Rumah Hantu,aku mengulang mantra itu lagi dan lagi di kepalaku untuk meyakinkan diri bahwa semuanya akan baik- baik saja.
Aku mempercayainya.
Aku mempercayainya.
Aku mempercayainya.
(SIAL. KENAPA BANYAK BENDA YANG BERGERAK DI KEGELAPAN? KENAPA AKU TIDAK BISA MELIHAT?)
Aku mempercayainya.
…
TheCherryOnTop
Dibagikan pada Minggu, 11 November 1.03 AM
Suasana Hati: Sangat bagus.
Musik: Bagiku, kau aneh dan kau indah…
Lokasi : hampir tidur
Subjek : Oh, memang aku ingin pamer!
Jadi, 'Aku mencintaimu' itu?
Tidak terjadi. Aku punya banyak dan banyak dan BANYAK kesempatan (aku selalu punya kesempatan. Bahkan sekarang juga termasuk kesempatan, tapi aku tidak akan mengatakannya karena kalau akau mengatakan di sini berarti aku harus mengatakan nama asli Tada dan itu bisa membuat siapa identitas Cherry yang sebenarnya ketahuan, jadi tidak akan terjadi di sini).
Ada berton-ton momen, dan tempat, dan waktu romantis dan momen dan tempat dan waktu dimana aku bisa melakukannya.
Tapi aku tidak melakukannya.
Tapi tidak ada gunanya menangisi susu yang sudah tumpah, kan? Aku akan menceritakan apa yang aku lakukan saat kencan dengan pria tercintaku.
Aku pergi ke Rumah Hantu.
Aku membencinya.
Aku berteriak.
Dan aku melompat.
Dan aku hampir kencing di celana.
(dan aku juga kehilangan Blackberry-ku. Aku mungkin sudah menangis sekarang kalau saja aku tidak habis kencan. Mungkin aku menjatuhkannya di dalam. SIAL!)
Tapi aku punya alasan sempurna untuk memeluk Tada.
Aku pikir aku hampir saja membunuh Tada di akhir perjalanan karena mencekiknya. Tapi mau bagaimana ya…dia SANGAAAAT manis. Dia seperti permen tapi tidak deh, dia benci manis. Jadi, didedikasikan untuk pria yang tidak akan pernah tahu bahwa aku menulis ini untuknya, aku akan mengatakan:
Dear Tada,
Kau tidak tahu siapa aku, tapi aku tahu kau. Secara tekhnis, kau juga tahu siapa aku, tapi bukan aku yang sekarang, karena sekarang aku adalah Cherry.
ANYWAY—
Aku hanya mau mengatakan sesuatu yang penting kepadamu.
Aku sudah memerangi buaya dan berenang menyebrangi sungai nil. Aku di pasir Mesir sekarang, Sayang.
Jadi aku bisa mengatakan—
(Online).
—sekarang.
Aku mencintaimu.
Aku sangat, sangat mencintaimu.
Milikmu,
Cherry.
…
Komentar
…
Komentar untuk 'Oh, memang aku ingin pamer!'
Dibagikan pada Minggu, 11 November 1.07 AM
Subjek: (tidak ada subjek)
Blond'n'Beautiful : Itu sangat manis…
…
Komentar untuk 'Oh, memang aku ingin pamer!'
Dibagikan pada Minggu, 11 November 1.21 AM
Subjek: Oh wow…
KingOfRamen007 : Aw!
…
Komentar untuk 'Oh, memang aku ingin pamer!'
Dibagikan pada Minggu, 11 November 1.22 AM
Subjek: AKU bilang apa!
10-10 : Lihat! Rasanya lebih menyenangkan kan, tidak ada di air yang penuh buaya itu?
…
Komentar untuk 'Oh, memang aku ingin pamer!'
Dibagikan pada Minggu, 11 November 1.31 AM
Subjek: YOSH!
Youthful : BUNGAMU SUDAH MEKAR DENGAN SEMPURNA CHERRY-SAN!
…
Komentar untuk 'Oh, memang aku ingin pamer!'
Dibagikan pada Minggu, 11 November 1.37 AM
Subjek: (tidak ada subjek)
Lazy1 : Ch. Dasar pecundang.
…
Komentar untuk 'Oh, memang aku ingin pamer!'
Dibagikan pada Minggu, 11 November 1.03 AM
Subjek: (tidak ada subjek)
Bugz : Terimakasih. Pengakuanmu pada sesuatu yang sudah jelas memang sangat dibutuhkan…
…
Komentar untuk 'Oh, memang aku ingin pamer!'
Dibagikan pada Minggu, 11 November 1.40 AM
Subjek: ZOMGWAHHH!
Sexy-In0 : Aku rasa aku menangis. Entahlah, iya, aku menangis.
…
Komentar untuk 'Oh, memang aku ingin pamer!'
Dibagikan pada Minggu, 11 November 1.56 AM
Subjek: Kau sudah mendapatkannya
kINKy : Aku sangat senang karena kau adalah temanku.
…
Komentar untuk 'Oh, memang aku ingin pamer!'
Dibagikan pada Minggu, 11 November 1.11 AM
Subjek: (tidak ada subjek)
Uchiha2 : Aku yakin dia juga mencintaimu.
…
Ballpoint cantik ini adalah mirik SAKURA YANG KEREN
Dan ballpoint cantik ini milik Shikamaru. (BTW, kau menggelikan.)
IBUMU YANG MENGGELIKAN
Memang. Dan berhenti menulis di skripku.
-ALICE'S ADVENTURE IN WONDERLAND: ADEGAN VI
Aku bercanda! AKU MENCINTAI IBUMU! Dia wanita paling manis yang pernah ada
-Adegan BABI DAN LADA
Kau memang sinting.
Kau.
-(Alice, Pelayan Katak #1, Pelayan Katak #2, Bangsawan, Juru Masak, Bayi, Pria Kucing Chesire)
Alice x Pria Kucing Chesiere adalah CINTA yang nyata dan BERGAIRAH
Kau sadar orang mungkin membaca skripku dan membaca coretan gila dan bodohmu, kan?
Mati saja.
…
-(Alice berdiri di depan sebuah rumah, menatapnya ingin tahu. Tiba- tiba, seorang pelayan yang terlihat seperti seekor katak berlari dari arah hutan dan bertemu dengan kawannya di pintu rumah. Alice mendekat agar bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.)
-Alice: "Aku penasaran siapa mereka…"
-Pelayan Katak #1 : "Untuk Bangsawan, sebuah undangan dari Ratu untuk bermain kroket. Dari Ratu, sebuah undangan untuk Bangsawan agar bermain kroket."
Si Bangsawan itu GHAY.
-(Kedua Pelayan menunduk satu sama lain kemudian pergi.)
Kau.
-Alice: "Dasar orang- orang aneh…"
Seperti Shikamaru!
Kau memang sangat menakjubkan…
-(Alice mendekati pintu dan mencoba mengetuk untuk walau ada Pelayan di sana.)
-Pelayan Katak #2 : "Tidak perlu mengetuk, ada dua alasan. Satu, karena kita ada di sisi pintu yang sama dan dua, di dalam sedang sangat berisik dan tidak akan ada yang mendengarmu."
-(Suara tangis terdengar dari dalam membuat Alice mengernyit.)
-Alice: "Yikes… aku kira keluargaku sudah yang paling kacau…"
Seperti Sasuke-kun dan Sexy-sensei!
Memangnya kau bisa mati kalau kau memanggil nama aslinya?
Yep.
-(Piring pecah dan barang- barang rusak.)
-Alice: "Lalu aku harus bagaimana?"
-Pelayan Katak #2 : "Pasti masuk akal kalau kau mengetuk pintu jika saja ada pintu di antara kita. Misalnya kau ada di dalam, kemudian kau mengetuk, maka aku bisa membuka pintu dan membiarkan kamu keluar."
-Alice : "Pelayang yang sangat aneh… tapi apa boleh buat. (Berbicata lebih keras) Kalau begitu bagaimana aku bisa masuk?"
-Pelayan Katak #2 : "Aku pikir aku akan duduk di sini sampai besok… atau mungkin hari selanjutnya..."
-Alice : "Bagaimana aku bisa masuk?"
Aku sangat benci adegan ini. Rasanya seperti membuang- buang ingatanku saja. MEREKA MEMBICARAKAN OMONG KOSONG
Kau sekarang membicarakan omong kosong.
Tidak! Aku selalu mempunyai hal untuk dibahas!
Ya aku tahu…
-(Pelayan menatap Alice)
-Pelayan Katak #2 : "Memangnya kau ingin masuk? Itu adalah pertanyaan yang harus dijawab lebih dulu (menggelengkan kepala) aku duduk di sini saja selama berhari- hari…"
-Alice : "Bagaimana dengan aku?"
-Pelayan Katak #2 : "Terserah apa maumu."
-Alice : "Aku mau masuk!"
-(Alice membuka pintu dan masuk ke dalam. Di sana dia melihat Nona Bangsawan duduk di sebuah kursi berkaki tiga di tengah ruangan tengah menjaga bayi, dan seorang Juru Masak tengah mengaduk sesuatu di dalam panci yang mungkin berisi sup.
-Alice: "Terlalu banyak lada di sup itu…"
(Nona Bangsawan juga bersin namun Juru Masak itu terlihat biasa saja. Alice melihat sekeliling dan melihat seorang pria duduk di kursi yang lainnya, tersenyum lebar dari telinga sampai telinga.)
-Alice : "Berhenti menatapku."
-(Alice menatap Nona Bangsawan.)
-Alice : "Pria itu aneh. Kenapa dia terus tersenyum seperti itu?"
-Bangsawan : "Kenapa dia tidak harus tersenyum? Duh, dia itu Pria Kucing Chesiere, itulah kenapa dia tersenyum."
OOH! DIA AKHIRNYA BERTEMU DENGAN CINTA SEJATINYA SHIKA! LIHAT!
Lihat ke mana?
…BACA
-Alice : "Aku tidak tahu pria kucing itu selalu tersenyum lebar… aku bahkan tidak tahu bahwa Pria Kucing itu nyata—"
Siapa yang peduli? Dia seksi?!
Maksudku, pemerannya cowok seksi!
-Bangsawan : "Pria Kucing Chesiere,gadis bodoh. Semua pria kucing chesiere tersenyum lebar."
-Pria Kucing Chesiere : "Aku tidak tersenyum lebar, aku menyeringai."
-Alice : "Tidak ada yang meminta pendapatmu! Hm, aku tidak tahu ada pria yang jadi kucing…"
-Bangsawan: "Kau pasti tidak tahu banyak hal."
-(Juru Masak mulai melempar barang- barang pada Nona Bangsawan, memukulnya.)
-Alice : "Ada apa ini? Hati- hati kau bisa menyakitinya!"
-(Bangsawan mulai menyesap tehnya dan menatap tajam Alice.)
- Bangsawan : "Kau tahu, kalau orang berhenti mengurusi urusan orang lain, dunia ini akan berputar sedikit lebih cepat dan semuanya akan menjadi lebih mudah."
Benar sekali.
…
Walau aku tidak suka dia yang akan memerankan Bangsawan (Karin- jalang) wanita itu (yang seharusnya sangat jelek) cukup benar.
Semuanya akan lebih baik kalau saja semua orang berhenti mengurusi yang bukan urusan mereka sendiri.
Maksudku, memangnya perlu ya, Tsunade-sama terlibat dengan semua urusanku?
TheCherryOnTop tidak menyakiti siapapun, kenapa dia bersikeras ingin membebaskan sekolah ini darinya?
Terserah lah.
"Aku dihukum," gumamku, duduk di samping Shikamaru di bawah pohon besar. Dia sudah sedang mengerjakan PR kimianya untuk malam ini. Setelah memposisikan diri di sampingnya, aku meletakan skripku dan mengeluarkan buku catatan dan buku cetakku. Aku mulai mengisi beberapa pertanyaan sambil masih terus berbicara, "dan menurutku aku tidak seharusnya mendapatkannya."
Shikamaru mendengus namun terus menulis.
"Kau melakukan apa?"
"Itu kecelakaan."
"Kau melakukan apa?"
"Ini karena aku kehilangan Blackerryku saat ada di festival bersama dengan Sasuke-kun."
"Kau melakukan apa?"
"Sekarang apapun yang ingin aku posting di blog harus tertunda."
"Kau melakukan apa?"
"Dan sekarang aku mulai mengatakan pada orang- orang tentang apa yang aku pikirkan sebenarnya dan bukannya menulisnya sebagai Cherry."
"Kau melakukan apa?"
"Aku seperti—"
"Sakura, apa yang kau lakukan?"
Aku mengedip, dan menghentikan ocehan panjangku, lalu menatap Shikamaru. Aku mendesah lelah dan menyandar ke pohon. "Sama seperti yang aku bilang barusan. Ingat saat aku kehilangan blackberryku di festival—" atau ada yang mencurinya, entahlah… aku ingin mengatakan bahwa ada orang yang mencurinya agar aku tidak kedengaran begitu ceroboh, "—karena aku tidak bisa online saat di dalam kelas, semua yang ingin aku sampaikan jadi tertahan dan saat aku membuka mulut untuk mengatakan sesuatu, bibirku jadi tidak terkontrol dan mengatakan hal- hal bodoh."
"Apa yang kau lakukan" dia mengulangi, entah untuk yang keberapa kali.
"Aku sudah bilang—"
Shikamaru memutar bola matanya."kau mengatakan semua kejujuranmu itu pada siapa?"
Aku menggigit bibirku.
"Kurenai-sensei."
Dia mengernyit.
"Jadi begini…"
Sekitar sejam yang lalu, sebelum bel terakhir berbunyi, Kurenai-sensei sedang membagikan hasil ulangan Kimia pada kami. Dia terlihat sangat datar, hanya memberi jeda untuk menatap beberapa orang untuk memberikan komentar (yang tidak begitu bagus) tentang betapa bagusnya(secara teknis jelek) nilai mereka. Lalu dia berhenti di depan tempat aku dan Shikamaru. Dia hanya menatapku sambil memberikan nilai Shikamaru (yang sempurna) lalu memberikan milikku.
"Aku sangat kecewa padamu, Sakura," katanya, "tolong jangan pergi dulu setelah kelas selesai agar kita bisa membicarakan ini."
"Oh, anda akan ada di sini?" aku sangat ingin menambahkan. "memangnya kau tidak ada sesi ciuman dengan Asuma-sensei?" tapi untungnya tidak.
Jadi, setengah jam setelahnya, aku menyalin jawaban benar Shikamaru ke kertas ujian gagalku (tidak gagal secara tekhnis, aku lulus. Tapi biasanya nilaiku lebih tinggi dari enampuluh delapan. Kurenai-sensei tahu itu dan kecewa padaku.) setelah bel berbunyi dan semua orang pergi, dia mendekat ke mejaku dan duduk di sana.
"Sakura,aku peduli dengan nilai akademikmu." kata Kurenai-sensei, terdengar seperti benar- benar peduli.
("Itu bagus." namun tidak mengatakannya…)
"Kau memulai tahun ini dengan sangat bagus!" dia meneruskan. Dia terdengar sangat serius dengan apa yang sedang dia bicarakan. "Apa ada yang salah? Apa kau tertekan? Apa kau sakit?"
("Tidak, tapi sekarang aku bosan…")
"Sakura, kau mulai dengan nilai rata- rata sembilan puluh delapan di kelasku," kata Kurenai-sensei, hampir membuat aku tersenyum, "dan sekarang kau menurun sampai enam puluh tiga. Apa ada yang sedang terjadi dan harus aku tahu?"
(Aku ingin mengatakan sesuatu seperti, "Aku tidak bisa berkonsentrasi di kelasmu. Tidak bisa saat pria yang membantumu mengajar adalah pria yang sama yang aku cium selama beberapa minggu setelah pelajaran selesai! Satu karena itu, selanjutnya karena dia seperti tahu sesuatu yang aku tidak tahu jadi setiap kali dia menatapku, dia seperti berkata 'aku tahu sesuatu yang kau tidak tahu' dan itu menggangguku! Saat aku ada di kelas ini, aku terlalu sibuk memikirkan tentang apa yang Sexy-sensei tahu dan tidak memperhatikan.")
"Tidak," jawabku, "semuanya baik."
Kurenai-sensei merengut menatapku. "Sakura, kau sering terlihat dengan pemuda Uchiha."
("YA TUHAN DIA TAHU TENTANG AKU DAN SEXY-SENSEI!")
Aku menelan ludah susah. "H-huh?"
"Sasuke Uchiha."
Oh.
"Dia pacarmu sekarang, kalau aku tidak salah," kata Kurenai-sensei, "dan aku yakin dia yang mengganggu belajarmu, yang membuatmu tidak belajar dengan baik."
Dan setelah itu adalah saat yang membuat aku mendapatkan detensi.
"Anda juga selalu bertemu dengan Asuma-sensei! Mungkin anda yang tidak mengajar dengan baik!" aku balik berbicara.
Shikamaru bersiul dan terkekeh mendengar cerita ketidakberuntunganku.
(Sialan!)
"Kerja bagus," komentarnya, sekarang menatap PR matematikanya, "jadi kau disuruh melakukan apa?"
—Itulah masalah dari hukuman ini.
Jujur saja aku tidak pernah peduli pada hukuman. Semua orang pernah mendapatkannya, jadi tidak masalah. Dan Kakashi-sensei selalu memberikannya (yang menurutku sangat munafik saat dia menghukum orang- orang dengan hal bodoh sedang dirinya sendiri selalu telat) jadi aku juga pernah dihukum.
Tapi di sini yang menyebalkan.
"Yang biasa…" jawabku pelan.
Shikamaru mengedikan bahu, "itu tidak buruk. Kau cuma harus duduk selama satu jam dengan Kurenai-sensei atau dengan siapa dan mengerjakan PR, itu bagus untuk konsentrasi." penjelasannya membuat aku mengernyit. "Jadi kenapa kau sangat sebal?"
"Karena hukumannya dengan Sexy-sensei!"
Dan aku sama sekali tidak mau menghabiskan satu jam penuh hanya berdua saja dengannya.
Seriusan.
ThanksTo :sarahdeval, Rhein98 , Cherrynia Uchiha, Arima Zzzz, Rachel-Chan Uchiharuno Hime, Cobatebak, Y0ktf, AoRizuki, Uchiha Jidat, Liana Zhafirna, pratiwipribadi, gapunya akun,imphyslonely. sugar
Anyway, Terimakasih sudah membaca.
Kritik, saran dan pendapat silahkan sampaikan lewat review.
-with cherry on top-
.the autumn evening.
