Title : TheCherryOnTop
Pairing: SasuSaku
Disclaimer: I do not own Naruto, nor the story.
Warning: This is an Indonesian translation of ohwhatsherface's story with the same title. Done with permission.
Summary:
Sakura tidak pernah menjadi pusat perhatian, namun tiba- tiba semua orang memperhatikannya. Hal itu membuat Sakura melakukan sesuatu, Blog it! Tentu saja!
Chapter 13
.
.
Apa- apaan Sakura, memangnya perlu ya, buatmu menulis di semua barang-barangku?
Hanya yang tidak begitu penting, Shika-chan!
SELEBARAN LEAF AKADEMI : EVEN YANG AKAN DATANG
November
Kau sangat menyebalkan Sakura
DIAM, PECUNDANG
Jumat, 2 November
-Pembagian raport
Memangnya harus ada hari ini ya? Aku sebal karena raport otomatis dikirim ke orangtua kita.
Aku setuju.
Senin, 5 November
-The Leaflet : Koran Leaf Akademi terbit
WHEEEE WHOOOO!
Jumat, 9 November
Pembukaan Festival Musim Gugur Konoha
Sudah pernah ke sana
Sudah melakukannya?
Tepat.
Dan jadi gendut…
Jumat, 16 November
-Malam terakhir melihat Festival Musim Gugur Konoha
Aku pergi dengan Sasuke. KEREN banget. Hampir.
Oh? Dan kenapa 'hampir?'
BLACKBERRY-KU KAN HILANG.
Senin, 19 November
-The Leaflet : Koran Leaf Akademi terbit
Aku mengurusnya! Aku mengurusnya! AKU MENGURUSNYA!
Ya, kau sudah bilang itu jutaan kali.
Che, kau jangan bertingkah cemburu begitu.
Kenapa aku harus cemburu?
Karena aku punya meja sendiri DAN KAU TIDAK!
-Mulai Minggu Pemilihan Karir
-Tamu Pembicara: Ibu Konan—Cosmetologist; Model dari Sunrise Fashion
Pekerjaannya kedengaran keren!
…cosmetologis? Tidak juga.
Apa aku boleh memakaikan eyeliner padamu Shika-chan?
Apa aku boleh mencolok matamu?
Menyentuh sekali, jalang, menyentuh.
Selasa, 20 November
-Tamu Pembicara: Kakuzu—Akuntan
Akunting perlu matematika.
Kau tidak tertarik?
Tidak sama sekali.
Rabu, 21 November
-Tamu Pembicara : Minato Namikaze –Gubernur Konoha
Bukannya dia itu semacam, ayahnya Naruto?
Uh huh.
Dan bukannya dia itu semacam, sangat pintar (dan berkelas) dan sebagainya?
Uh huh.
Jadi dia pintar dan berkelas dan sebagainya DAN dia punya hubungan darah dengan Naruto?
Uh huh.
Oh.
Uh huh.
Jadi keajaiban BISA terjadi…
Uh huh.
Kamis, 22 November
-Tamu Pembicara : Rin Uchiha- Dokter Bedah; Kepala Dokter Bedah RS Konoha
Hey, apa dia saudara Sasu-chan?
…Tidak. Dude. Tidak…
Huh?
Dude, kau baru saja memanggilnya Sasu-chan… itu SANGAT salah.
Jumat, 23 November
-Tamu Pembicara : Jiraiya-sama—Penulis; Editor Majalah Icha Icha
Ayahku sangat suka majalah itu.
Kau juga. Aku sudah PERNAH ke kamarmu sebelumnya.
Che, ayahku menyembunyikannya di kamarku agar ibu tidak menemukannya.
JALANG, KAU BOHONG!
…
…
…
TheCherryOnTop
Chapter Tigabelas
Baiklah Tuhan, Ini Sangat Lucu
…
…
…
'Aku tahu sesuatu yang kau tidak tahu.'
Aku selalu mengatakannya untuk sekedar mengganggu orang, khususnya Shikamaru. Aku tahu, dia tidak terlihat seperti orang yang akan mudah terganggu, tapi dia adalah cowok yang pintar, dan sama seperti orang pintar yang lainnya (SEPERTI AKU!) dia ingin tahu semua hal.
Jadi dengan mengatakan bahwa aku tahu sesuatu yang dia tidak tahu, sangat membuatnya sebal.
Lebih menyebalkan lagi adalah saat aku melemparkan tatapan yang berteriak aku tahu sesuatu yang dia tidak tahu.
Sekarang aku tahu bagaimana perasaan Shikamaru karena sekarang aku adalah Shikamaru dan Sexy-sensei adalah aku.
Dia mungkin baru saja mengatakannya!
DIA TAHU SESUATU YANG AKU TIDAK TAHU.
(YA TUHAN, AKU SUDAH PAHAM SEKARANG! AKU ANAK NAKAL! AKU AKAN BERHENTI MELAKUKAN HAL INI PADA SHIKAMARU, SEKARANG AKU MOHON BERITAHU AKU APA YANG SEXY-SENSEI TAHU!)
"Kurenai-sensei ingin kau menulis surat permintaan maaf besok. Silahkan kau pakai waktu hukuman kali ini untuk menulisnya, kalau kau mau."
(Yeah pergi saja ke neraka.)
Aku mengangguk tanpa benar- benar memahami kalimat Sexy-sensei.
"Aku sarankan agar kau menulisnya sekaran—"
"APA YANG KAU TAHU DAN AKU TIDAK TAHU?!"
Oke, jadi kalimatku keluar dengan lebih keras dan nada lebih kasar dari yang aku inginkan.
Sexy-sensei mengedip sebelum wajahnya kembali datar. Sebuah seringai menghiasi bibirnya dan semenit kemudaian dia kembali memberikan aku tatapan itu.
"Kau tahu sesuatu," aku mendesis, memukul meja di depanku, "kau tahu sesuatu yang aku tidak tahu dan sesuatu itu ada hubungannya denganku! Apa itu, Itachi? Huh? Huh? HUH? Apa yang kau tahu dan aku tidak tahu yang membuatmu selalu menyeringai seperti itu! Tolong beritahu aku!"
Aku menarik nafas.
"Aku mohon."
Seringai Sexy-sensei menghilang.
(Apa, apakah seburuk itu…?)
"Kau adalah gadis yang sangat mudah percaya, Sakura," gumamnya, "terlalu percaya."
(KENAPA DIA SOK MISTERIUS BANGET?
Kenapa dia tidak seperti Cherry? Seperti aku?! Tinggal mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.)
"Apa kau pernah bertanya- tanya siapa yang mencuri Blackberry-mu?"
Aku mengangguk dan mencoba menyembunyikan cemberutku karena tentu saja aku penasaran siapa yang mencuri sayangku yang berharga. Saat aku menemukan orang itu, aku akan membunuhnya. Tapi apa sih maksudnya?
"Blackberrymu, seperti kebanyakan remaja lainnya, adalah barang primermu, " Sexy-sensei tersenyum jahat dan menyatukan jemari sebelum meletakan dagunya di atasnya. "Kau bergantung dengan barang itu. Kau memasukan banyak hal di sana, seperti nomer ponsel, tugasmu, dan pikiran pribadimu dan menggunakannya untuk terkoneksi dengan orang lain melalui saluran telepon atau internet."
Oh.
Oh Tuhan.
Aku meneguk ludah dan menatapnya gugup, mengigit bibir bawahku canggung.
"Kau tahu," gumamku.
Dia tahu.
Dia tahu.
"B-bagaimana?" tanyaku panik. Aku menggelengkan kepala tidak percaya karena ini tidak boleh terjadi! "Bagaimana kau bisa tahu? Aku—aku sangat hati-hati! Aku tahu aku terdengar seperti gadis gila, terobsesi dengan sepatu dan sebagainya di tulisanku tapi aku cukup pintar untuk mengecek semua yang aku tulis agar tidak ada sesuatu yang bisa menunjukan siapa aku."
Aku menggebrak meja.
"Bagaimana kau bisa tahu?"
Sexy-sensei (iya aku tahu situasinya sedang genting tapi itu sudah seperti namanya, oke? Aku tidak bisa mengendalikan walau saat seperti ini sekalipun) berdiri dan berjalan mengelilingi meja. Dia menuju depan meja dan menyandar di sana, hanya beberapa kaki di depanku. Aku juga bangkit (mencoba untuk) menyejajarkan tubuh dengannya.
"Beritahu aku!" teriakku.
"Aku yang membuat ciri- cirimu."
Aku mengedip bodoh.
Huh?
Ciri-ciriku—
Oh…
Oh.
Aku mengingat tentang itu. Itu hari dimana aku sedang menunggu Shizune –sensei di luar kantor Tsunade-sama dan aku mendengar dia sedang mengobrol dengan seseorang.
"Jadi kau tahu siapa Miss Cherry sebenarnya?" Tsunade-sama bertanya kepada entah siapa.
(Aku rasa sekarang aku bisa bilang bahwa dia sedang bersama dengan Sexy-sensei…)
"Ya, Aku rasa demikian."
"Aku rasa?" Tsunade-sama memotongnya, "itu tidak terdengar meyakinkan untuk anak seorang kepala polisi."
"Aku sudah biasa membantu ayahku memecahkan kasus kriminal yang sebenarnya." itu masuk akal juga. Dia kakaknya Sasuke-kun dan Sasuke-kun pernah bilang bahwa ayahnya adalah Kepala Polisi di Konoha. "Kau mau identitasnya atau tidak?"
"Maaf," kata Tsunade-sama, "ya aku mau, lanjutkan."
"Gadis Cherry ini adalah seorang siswa perempuan," mulai Sexy-sensei, "di tingkat junior atau senior, dilihat dari dimulainya blog itu, maka dia sudah bersekolah di sini selama empat tahun. Dia cukup pemalu, seorang yang tidak percaya diri, dan memiliki rasa tidak aman. Maka dari itu dia mengatakan apa yang ia katakan –kalimat jujur, sarkastik di internet di bawah nama alias."
"Jadi apa yang harus kita cari?" tanya Tsunade-sama.
"Seperti yang aku bilang, seorang gadis di tingkat sebelas atau dua belas, yang pendiam."ulangnya.
"Gadis yang hanya punya dua atau tiga teman. Seseorang yang akan kelimpungan jika mendapat perhatian. Kalau didekati dia akan merona dan mengatakan hal- hal bodoh. Jika di dalam kelas, dia akan belajar dengan tekun, sebagai alasan menghindari siswa yang lainnya."
Aku ingat.
Aku menelan ludah dan tetap tenang.
(Tenang di luarnya, di dalam aku sangat panik.)
"Aku mengerti…" kataku, aku memang mengerti. Aku sangat mengerti. Aku tidak ingin mengerti tapi aku mengerti.
"Well…" aku menelan ludah kembali karena aku tidak pernah merasa begitu takut sebelumnya, "apa kau akan memberitahunya?"
Dan setelah beberapa saat terdiam, Sexy-sensei menggelengkan kepalanya.
"Tidak, aku tidak akan memberitahukannya."
APA?!
Mataku melebar dan menatapnya dengan mulut terbuka lebar (daguku jatuh sendiri, bukan karena dia seksi.)
"A-Apa?! Tapi kenapa?" tanyaku ragu, "kau adalah salah satu anggota staf. Itu adalah tugasmu untuk—"
"Bukan."
Huh?
"Aku bukan seorang guru."
(Itu benar, itu cukup menjelaskan karena bukan bermaksud mengejek, tapi dia tidak cukup pintar dalam pelajaran kimia sama seperti aku…)
"Apa?" aku mendesis.
YA TUHAN, KENAPA SEMUANYA SANGAT MEMBINGUNGKAN?!
(Setidaknya dia tidak akan mengadukan aku!)
"Aku sejujurnya adalah seorang psikolog," Sexy-sensei mengaku, "spesialis remaja."
"Tidak…" aku menggelengkan kepala, "kau seharusnya bekerja untuk ayahmu yang Kepala Kepolisian! Kau seharusnya jadi polisi atau apa, kan?"
"Aku biasanya membantu menganalisa ciri-ciri seseorang seperti aku melakukannya untuk Tsunade-sama yang ingin menemukanmu," dia mengaku. "Aku beritahu kau, Sakura, kau cukup sulit untuk ditemukan."
Aku tersenyum.
"Benarkah?"
"Tapi kau menyerahkan dirimu padaku saat aku menciummu" –aku merona mendengarnya—"karena seperti yang aku katakan dalam ciri-cirimu," Sexy-sensei meneruskan, "kau kelimpungan saat sesuatu yang bagus terjadi padamu."
"Contohnya seperti Sasuke-kun?" tanyaku, tersenyum lebar.
Dia merengut.
"…ya, contohnya Sasuke."
….
TheCherryOnTop
Dibagikan pada Senin, 12 November 6.57 PM
Suasana Hati: Terlalu banyak. Berfariasi. Bagus. Buruk. Senang. Sedih. Takut?
Musik: Kau bertanya kenapa aku pergi?
Lokasi : Di lubang gelapku.
Subjek : Terlalu banyak suara, namun tidak ada seorangpun di sini
Aku rasa aku sedikit mengacaukannya, entahlah.
Jadi aku akan melakukan yang biasa orang lakukan saat sedang terpuruk.
Sangkal.
Sangkal.
Sangkal.
(Dan ini bukan tentang Tada lagi. Aku sudah mengatakannya dengan keras—mengetik sih, tapi sama saja, kan? Aku sudah mengungkapkan perasaanku terhadap Tada (di internet) dan aku akan mengatakan padanya di kencan kami berikutnya yang adalah akhir minggu ini tapi terserah.)
Terserah.
Aku harus berhenti menyangkal apa yang sedang aku sangkal dan pergi berkencan!
…
Komentar
…
Komentar untuk 'Terlalu banyak suara, namun tidak ada yang di sini'
Dibagikan pada Senin, 12 November 7.00 PM
Subjek: LAGI?!
10-10 : Cherry, sayang, Cherry, aku pikir kita sudah menyelesaikan masalah ini?
Komentar untuk 10-10
Dibagikan pada Senin, 12 November 7.01 PM
Subjek: Tidak, dasar
TheCherryOnTop : Aku tidak sedang menyangkal tentang dia. Bahkan aku merasa aku harus memberitahu dia segera.
…
DIHAPUS
Komentar untuk 'Terlalu banyak suara, namun tidak ada yang di sini'
Dibagikan pada Senin, 12 November 7.05 PM
Subjek: Menghela nafas…
Lazy1 : Jadi bagaimana hukumannya?
Komentar untuk Lazy1
Dibagikan pada Senin, 12 November 7.09 PM
Subjek: Menggeram
TheCherryOnTop : Menakjubkan. Sexy-sensei tahu aku Cherry.
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Senin, 12 November 7.11 PM
Subjek: (tidak ada subjek)
Lazy1: Um. Huh… itu tidak bagus.
Komentar untuk Lazy1
Dibagikan pada Senin, 12 November 7.13 PM
Subjek: Blah
TheCherryOnTop : Entahlah, dia bilang dia tidak akan bilang tapi bagaimana aku bisa tahu kalau aku bisa percaya padanya?
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Senin, 12 November 7.15 PM
Subjek: (tidak ada subjek)
Lazy1: Well, buktinya dia menjaga rahasia kelakuan kalian setelah kelas berakhir tetap menjadi rahasia.
Komentar untuk Lazy1
Dibagikan pada Senin, 12 November 7.16 PM
Subjek: Bummer
TheCherryOnTop : Benar juga…
…
Komentar untuk 'Terlalu banyak suara, namun tidak ada yang di sini'
Dibagikan pada Senin, 12 November 8.12 PM
Subjek: (tidak ada subjek)
AceOfSpades5 : Terlalu banyak penyangkalan itu tidak sehat, Miss Cherry
Komentar untuk AceOfSpades5
Dibagikan pada Senin, 12 November 8.16 PM
Subjek: Oh, benarkah?
TheCherryOnTop : Saya mengapresiasi perhatian anda, Kepala Sekolah, tapi anda tidak perlu mencemaskan saya. Saya akan bertahan.
…
Untuk kali pertama dalam sejarah karirnya, Kakashi- sensei datang lebih awal.
Dan dia mengajar.
Ini aneh.
(Dan menakutkan.)
Dan membuat kau ragu apakah dia nyata.
"Jelas banget alien," gerutu Naruto. Matanya memicing pada Kakashi-sensei yang sedang menulis sesuatu di papan tulis. Naruto, yang duduk di depanku berbisik kepada Sasuke, mencoba menyembunyikan suaranya di balik tangan. "Sosok itu pasti hasil kloning jahat."
Aku memutar bola mataku dan mengambil ear phoneku, menyelipkannya di dasi.
Kakashi-sensei memindahkan posisi tubuhnya yang menutupi papan tulis dan aku bisa melihat apa yang dia tulis di sana.
Madame Bovary
"Baiklah, semuanya," Kakashi-sensei berjalan menuju ke depan mejanya lalu menyandar di sana. "Sekarang kalian seharusnya sudah menyelesaikan buku kita, Madame Bovary"—bahu Naruto terjatuh—"dan harus mengerti tentangnya. Jadi untuk kelas hari ini mari kita mulai dengan membahas karakter. Siapa karakter utamanya?"
Naruto berteriak menjawabnya karena pertanyaan itu memiliki jawaban yang sangat jelas.
"Madame Bovary!"
Kakashi mengangguk, "sangat bagus, Uzumaki. Sekarang, siapa nama depannya?"
"Um…"
Aku memutar bola mataku dan mengangkat tangan.
"Haruno?" panggil Kakashi-sensei meminta jawaban.
"Emma Bovary," aku menjawab datar.
(Aku bosan, oke?)
"Dan siapa suaminya?"
"Charles Bovary."
"Dan kekasihnya?"
"Um, Leon, juru tulis yang selanjutnya meninggalkannya untuk pergi ke Paris, dan Rodolphe, tetangga keluarga Bovary yang kaya."
Kakashi-sensei mengangguk dan memindaikan matanya ke seluruh siswa. Dengan kasar, dia menjatuhkan kopian buku itu ke meja di depannya –yang tengah ditiduri Kiba, membangunkannya.
"Jelaskan kehidupan Emma kepadaku."
Ino, yang duduk di sisi lain ruangan mengangkat tangannya untuk menjawab.
"Dia menikahi Charles dan mereka pindah ke sebuah rumah di kota tempat di mana Charles praktek. Karena Emma hamil, mereka kembali pindah," Ino menjelaskan, menggantung. "Di sana dia bertemu dengan Leon, ada percikan api asmara di antara mereka dan mereka berselingkuh. Leon mengatakan bahwa dia mencintai Emma kemudian boom, Emma tiba- tiba merasa bersalah, dia memutuskan untuk menjadi istri yang baik sehingga Leon memilih pergi ke Paris." Ino menghela nafas. "Sayangnya kemudian Emma kembali berselingkuh dengan Rodolphe dan dia sangat terpesona dengannya. Emma meminta Rudolphe untuk kabur bersama namun Rodolphe menolak, membuat Emma sakit dan hampir mati."
"Apa lagi?"
Hinata yang malu mengangkat tangan.
"Um, mencoba membantu dan menyemangatinya, Charles membawa Emma untuk menonton opera di kota dan Emma sekali lagi melihat Leon. Mereka memutuskan untuk kembali berhubungan, Emma mulai terbelit hutang. Saat pemberi hutang terus menagihnya, karena takut Charles mengetahuinya, Emma mencoba menggoda Leon dan bangsawan lain di kota, namun semuanya gagal."
Wajah Hinata-chan tiba- tiba memerah.
"Dia bahkan mencoba menjual diri."
"Lalu?"
Karin menyelesaikan.
"Harapan terakhirnya adalah Rodolphe . Emma menawarkan agar mereka kembali bersama dengan alasan uang namun Rodolphe menolak. Tertekan, Emma bunuh diri."
"Sangat bagus, gadis- gadis."
Kakashi-sensei melipat tangannya di depan dada.
"Apa pendapatmu tentang Madame Bovary—karakternya, bukan bukunya?" tanya Kakashi-sensei.
Tidak ada yang menjawab.
(Mereka mungkin masih kagum karena dia tepat waktu hari ini.)
"Maksudku, apakah menurut kalian dia pantas mendapatkannya, atau bagaimana menurut kalian?"
"Dia pantas mendapatkannya," jawab seseorang, "karena kebodohannya dan obsesinya untuk menemukan cinta sejati, dia berakhir menghancurkan hidupnya, suami, dan anaknya sendiri."
Aku mengangkat tanganku pelan dan Kakashi-sensei memilihku.
"Aku tidak begitu setuju," kataku mengejek.
"Oh?"
Kakashi-sensei mengangkat sebelah alis menantang.
(Sialan.)
"Kenapa begitu, Haruno?"
"Madame Bovary mencari kecocokan dan cinta. Memang, aku tahu bahwa terkadang dia terlalu banyak bermimpi, apalagi kalau sudah menyangkut uang. Namun menurut pendapatku, sikapnya itu…" aku mengangkat bahu canggung, tidak suka saat semua orang melihatku, "entahlah, manusiawi…". Kakashi-sensei masih menatapku, "Maksudku, rasa ingin tahu adalah sesuatu hal yang normal, dan Madam Bovary adalah wanita yang selalu ingin tahu, ingin tahu bagaimana rasanya mendapatkan perhatian dan menjadi kaya…"
Aku merona.
"…dan cinta."
Kakashi-sensei mengangguk paham, "Itu mungkin benar, Haruno. Tapi dengan mengorbankan rumah, suami, dan masa depan anaknya?" dia mengejek sudut pandangku, aku bisa tahu itu. Kakashi-sensei sedang menjalankan perannya—menjadi guru.
Ugh.
"Apa kau masih mengatakan bahwa dia adalah orang baik setelah menghancurkan semua itu?"
"Aku tidak pernah mengatakan bahwa dia adalah orang yang baik," aku membela diri.
(Aku tidak tahan.)
"Tapi, hanya karena orang melakukan hal buruk, bukan berarti mereka adalah orang jahat…"
(Iya, aku mengutip Grey's Anatomy. Gigit saja aku.)
"Dia bukan orang yang cukup baik, oke, itu benar. Dia berselingkuh dari suaminya dengan dua pria dan menghancurkan hidupnya dan anaknya," aku menjelaskan. "Tapi yang aku coba jelaskan adalah bahwa dia adalah orang yang selalu ingin tahu."
"Dan apa kau percaya bahwa rasa ingin tahu adalah alasan yang cukup untuk menjelaskan semua kekacauan yang dia buat?"
Aku mengangguk.
Karena aku percaya.
"Iya."
Mengatakan tidak akan membuat aku menjadi seorang munafik.
…
TheCherryOnTop
Dibagikan pada Selasa, 13 November 9.11 PM
Suasana Hati: Romantis, karena sekarang aku sedang membaca Pride and Prejudice
Musik: Mencintaimu terasa aneh namun aku menyukainya
Lokasi : Dimana aku mengerjakan pr, membaca dan blogging
Subjek : Sebuah kisah roman klasik
La nuit du la date.
(memangnya itu ada artinya ya?)
Terserah.
Bukan di situ intinya.
Jadi aku sudah mendapat kesimpulan.
Aku harus mengatakan pada Tada tentang kau- tahu- apa.
Oke, aku rasa aku sudah selesai membicarakan diriku sendiri, aku akan membicarakan beberapa gosip!
-Kopi Susu memberikan cincin janji kepada Gadis Cepol. Dia memberikannya cincin. SEBUAH CINCIN JANJI! Betapa manisnya itu?! Aku tidak punya komentar lain tentang hal ini, karena sebuah cincin janji itu tidak bisa diabaikan. Aku menarik semua komentar buruk untuk Kopi Susu sekarang!
-Kutukan untuk Harpa. Aku lupa menulis ini minggu lalu. Alasan di balik putus secara tragisnya Merepotkan dan Kipas adalah karena dia selingkuh. Aku tidak suka apapun tentang selingkuh karena Harpa adalah seorang gadis begitu juga Kipas. Dia mengacaukan gadislainnya. Itu sangat salah. Dan Merepotkan adalah orang brengsek.
Maaf.
Itu saja.
Orang- orang sepertinya menyebalkan akhir- akhir ini.
Ugh.
…
Komentar
…
Komentar untuk 'Sebuah kisah roman klasik' TheCherryOnTop
Dibagikan pada Selasa, 13 November 9.23 PM
Subjek: tidak ada untukmu
Lazy1: Aku tidak setuju. Merepotkan bukan seorang brengsek. Dia hanya seorang pria.
Komentar untuk Lazy1
Dibagikan pada Selasa, 13 November 9.25 PM
Subjek: Aku tidak BUTUH
TheCherryOnTop: Aku rasa itu menjelaskan semuanya.
…
Komentar untuk 'Sebuah kisah roman klasik'
Dibagikan pada Selasa, 13 November 9.25 PM
Subjek: Sebuah hukuman klasik
Blond'n'Beautiful : Orang yang menghancurkan sebuah hubungan harusnya mati. Sesakit-sakitnya.
…
Komentar untuk 'Sebuah kisah roman klasik'
Dibagikan pada Selasa, 13 November 9.30 PM
Subjek: Pemakan labu
Cutie-Karin : Aku benci tukang selingkuh. Kalau ada pria yang menyelingkuhi aku atau memberi harapan palsu, aku akan menendang bokongnya.
Komentar untuk Cutie-Karin
Dibagikan pada Selasa, 13 November 9.32 PM
Subjek: Celana yang terbakar
TheCherryOnTop : Setuju. Tukang selingkuh adalah yang paling buruk. Dan memberi harapan palsu kepada seseorang sama buruknya.
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Selasa, 13 November 9.34 PM
Subjek: Tusuk mata dengan jarum suntik
Cutie-Karin: Tepat. Keduanya sama saja pengkhianatan pada akhirnya.
Komentar untuk Cutie-Karin
Dibagikan pada Selasa, 13 November 9.35 PM
Subjek: Er.. yeah
TheCherryOnTop : Tidak ada pria yang boleh melakukan itu pada kita.
…
Komentar untuk 'Sebuah kisah roman klasik'
Dibagikan pada Selasa, 13 November 9.39 PM
Subjek: Untuk aku?
Sexy-In0 : Harpa tidak seburuk itu. Bagaimana kalau dia memang sangat mencintai Merepotkan?
Komentar untuk Sexy-In0
Dibagikan pada Selasa, 13 November 9.42 PM
Subjek: Tidak.
TheCherryOnTop : Ini bukan hanya tentang cinta. Harpa juga seorang gadis, dia seharusnya tahu bahwa jika seseorang yang kau pedulikan mengkhianatimu adalah hal yang sangat buruk dan tidak seharusnya dilakukan kepada gadis lainnya. Harpa (bukannya aku mencoba memojokannya, hey, banyak orang melakukannya) menyebabkan rasa sakit itu kepada gadis yang lainnya.
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Selasa, 13 November 9.46 PM
Subjek: Ah, kode para gadis?
Sexy-In0: Tapi dia mencintainya.
Komentar untuk Sexy-In0
Dibagikan pada Selasa, 13 November 9.47 PM
Subjek: Benar.
TheCherryOnTop : Kenapa kau begitu membela Harpa?
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Selasa, 13 November 9.50 PM
Subjek: (tidak ada subjek)
Sexy-In0: Sepertinya karena aku bisa merasakan apa yang sedang dia rasakan.
…
Komentar untuk 'Sebuah kisah roman klasik'
Dibagikan pada Selasa, 13 November 10.02 PM
Subjek: Dude, apa- apaan?
10-10 : Kenapa semuanya membahas yang sedih- sedih? HARIKU SANGAT MENAKJUBKAN BEGITU JUGA DENGAN PACARKU.
…
…
Tidak peduli betapa klisenya piknik di bawah sinar bulan, kau tetap menyukainya.
Ini adalah malam kesekian kalinya aku dan Sasuke-kun menghabiskan waktu di atap sekolah dan aku merasa bahwa aku tidak akan pernah bosan.
Serius, seperti malam ini, tidak beda dengan malam yang lainnya. Kami hanya makan cookies dan meminum diet coke dan melihat bintang dan mengobrol dan mengobrol. Oh, sepertinya kami juga berciuman beberapa kali, terserahlah. Itu bonus.
Terserah.
Semuanya masih terasa menakjubkan.
"Aku perlu bicara sesuatu padamu."
Kata itu mengalir keluar dari bibirku tanpa aku sadari.
Aku rasa…
Aku rasa ini adalah waktu yang tepat.
Sasuke-kun mengangguk namun tetap tidak menatapku.
(Oke, bagaimana ini, aku tidak bisa mengatakan aku mencintainya tanpa menatap matanya langsung! Itu akan menghancurkan fantasi yang aku punya! KENAPA DIA TIDAK MENATAP MATAKU?!)
"Apa ada yang salah—"
"Aku juga perlu mengatakan sesuatu padamu," gumam Sasuke-kun cepat.
(Oh Tuhan apa dia juga mencintaiku?!)
Aku meneguk ludah dan mengangguk.
"Oh, oke, kau duluan," perintahku.
Well, kalau dia mengatakan lebih dulu akan lebih mudah, kan?
Dia menggelengkan kepala, "Tidak, kau duluan."
Baiklah kalau dia memaksa.
"Aku mencintaimu."
"Aku keluar dari Leaf Akademi."
Kami berdua terkejut menatap satu sama lain. Aku tahu dia mendengar apa yang aku katakan dan dia tahu aku dengar apa yang dia katakan—
YA TUHAN.
SIAL.
"Kau mencintaiku?" ulang Sasuke-kun, matanya melebar terkejut. Kami berdua seketika mendudukan diri dari posisi awal kami yang tengah berbaring (dan berpelukan) di atas kotak yang ada di atap. Wajahnya tampak merengut dan aku tidak berani bertanya- tanya kenapa. "Kau mencintai aku—"
"APA- APAAN."
Aku berusaha berteriak keras.
"APA MAKSUDMU KAU KELUAR DARI LEAF AKADEMI?!"
Sasuke-kun memutar bola mata hitam (indah)nya , "Sakura, berhenti mengganti topik pembicaraan."
"Aku tidak," aku menyangkal, "kau saja yang tidak mau membicarakan tentang kau yang akan keluar sekolah…"
Ya Tuhan.
Itu berarti…
Dia meninggalkan aku.
"Tunggu, apa?" aku meninju lengannya marah, "kau apa- apaan sih?"
Sasuke-kun mengelus lengannya dan mendesah.
Kami duduk di sana untuk beberapa saat dalam diam.
"Jadi kau mau mengatakannya atau tidak?" aku mendesis, sebal, siap meninjunya lagi.
"Aku…" Sasuke-kun mendesah, "kau ingat tentang kejadian buku porno itu?"
Kejadian buku porno berpotensi untuk membuat Sasuke dan Naruto menjadi tinggal sejarah anak nakal. Itu juga berpotensi membuat blog-ku semakin keren. Itu juga bisa membuat beberapa orang menjadi kaya. Tapi yang paling aku ingat tentang kejadian buku porno itu adalah bagaimana Sasuke-kun bisa lolos darinya.
Aku mengangguk.
"Iya, aku mengingat kejadian buku porno itu," aku menatapnya kecut. "hukumanmu adalah melakukan suatu tugas pribadi untuk Tsunade-sama. Kenapa memangnya?"
"Tugas pribadinya adalah untuk menemukan siapa Cherry."
Aku membeku.
Menemukan siapa Cherry..?
Tapi itu kan aku!
Apa yang baru dia katakan—
"Dia bilang dia memberi aku waktu sampai Jumat terakhir semester ini untuk menemukan siapa Cherry," jelas Sasuke-kun, "tapi aku tidak pernah melakukannya." Dia melemparkan senyum kecil padaku. "Setelah mendengar hukuman darinya, aku berpikir, aku ingin membuat bulan- bulan terakhirku di Leaf Akademi menjadi saat-saat terbaikku, lalu aku melakukan semua hal yang ingin aku lakukan…"
Sasuke-kun sedikit merona (banyak) dan aku tersenyum.
"Seperti, saat bisa bersama denganmu," lanjutnya.
Dia mengangkat kedua bahu kemudian menggenggam tanganku.
"Tapi sekarang jangan pikirkan hal itu…" kata Sasuke-kun. "kita hanya perlu—"
"Aku mencintaimu."
Ya.
Aku mengatakannya.
Kali ini tanpa interupsi.
Aku tersenyum sendu sebelum menciumnya lembut.
(Aku harap ini bukan yang terakhir kali.)
…
TheCherryOnTop
Dibagikan pada Rabu, 14 November 12.46 PM
Suasana Hati: Marah. Dan bingung. Sangat bingung.
Musik: Ada yang salah, aku ingin hari kemarin
Lokasi : Kamarku.
Subjek : Hidup selalu menjadi penghalang
Aku rasa ini akhirnya.
Serius.
Akhir dari banyak hal.
Akhir dari hubunganku dengan Tada.
Akhir dari tidak henti-hentinya aku mencoba mencari cara bagaimana mengatakan 'Aku mencintaimu'.
Akhir dari celotehan tanpa akhirku.
Akhir dari pengintaian terselubungku.
Akhir dari Cherry.
Aku rasa inilah waktunya.
Aku akan merindukannya.
…
Komentar
…
Komentar untuk 'Hidup selalu menjadi penghalang'
Dibagikan pada Rabu, 14 November 12.48 PM
Subjek: (tidak ada subjek)
Lazy1: Oke, apa yang sedang terjadi?
Komentar untuk Lazy1
Dibagikan pada Rabu, 14 November 12.51 PM
Subjek: Kau sangat manis, tahu tidak?
TheCherryOnTop: Jangan cemaskan apapun, Shikamaru.
Komentar untuk TheCherryOnTop
Dibagikan pada Rabu, 14 November 12.52 PM
Subjek: Kalau kau TIDAK
Lazy1 : Susah, kalau kau yang terlibat.
…
Komentar untuk 'Hidup selalu menjadi penghalang'
Dibagikan pada Rabu, 14 November 1.01 PM
Subjek: Akhir dari sesuatu yang INDAH
Sexy-In0: YA TUHAN APA KALIAN BERDUA PUTUS?
Komentar untuk Sexy-In0
Dibagikan pada Rabu, 14 November 1.04 PM
Subjek: Dan tersayang juga
TheCherryOnTop: Tidak, tidak, salah banget
…
Komentar untuk 'Hidup selalu menjadi penghalang'
Dibagikan pada Rabu, 14 November 1.01 PM
Subjek: (tidak ada subjek)
Uchiha2: Cobalah jangan melakukan sesuatu yang bodoh…
…
…
Aku sudah memikirkannya semalaman dan aku mendapatkan kesimpulan untuk menghentikan Tsunade-sama mengeluarkan Sasuke-kun karena kejadian buku porno.
Aku akan mengaku.
Tanpa perlawanan aku melangkah menuju kantor Tsunade-sama. Sekarang sekitar jam 8.20 di pagi hari jadi dia pasti ada di sini. Aku meninggalkan tasku di asramaku, siapa yang tahu berapa lama ini akan berakhir. Dan siapa yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya?!
Aku meluruskan rok dan kemejaku dan menggigil walau aku tengah memakai sweater sekolah di atasnya.
Aku bisa melakukan ini.
Kalau aku bisa mengatakan pada Sasuke-kun bahwa aku mencintainya (yang mana benar adanya) maka aku rasa aku bisa mengatakan pada KepSek bahwa aku adalah Cherry.
(tidak, tapi terserahlah.)
Perlahan, aku mengetuk pintu.
Aku mendengarkan bunyi sesuatu yang pecah sebelum—
"APA YANG KAU INGINKAN?!"
Aku menarik nafas cepat dan memikirkannya lagi selama beberapa detik.
Apakah ini benar- benar apa yang aku inginkan?
Apakah Sasuke-kun cukup berharga untuk mengorbankan semua rahasia yang sudah aku jaga dengan sukses selama bertahun- tahun?
Apakah mengatakan yang sebenarnya benar- benar sesuatu yang setimpal?
Ya.
Iya, iya, dan iya.
Baiklah.
Aku memutar kenop pintu dan menyelinap masuk ke kantor Tsunade-sama.
Dia mendongak dari dokumen entah apa yang sedang ia kerjakan dan matanya melebar melihat aku. Seketika dia merengut. Tsunade-sama menurunkan penanya dan menyilangkan jari di bawah dagu, mengamati gerakanku.
"Haruno…" kata Tsunade-sama pelan, dia memberikan gestur pada salah satu kursi di hadapannya, "silahkan duduk."
Aku mengangguk tanpa kata dan mendengarkan perintahnya.
"Apa ada sesuatu yang kau butuhkan? Apa ada masalah dengan artikel—"
"Tidak."
Aku menggelengkan kepala.
"Tidak, artikel saya baik- baik saja. Saya sudah mengirimkannya kepada Shino. Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan."
Tsunade-sama mengangguk dan menatapku penuh curiga.
"Baiklah," Tsunade-sama menegakan postur tubuhnya, bersiap untuk apa yang sudah dia tebak. Saatnya konfirmasi, "apa itu?"
Aku tersenyum sedih padanya.
"Saya… saya…"
Aku benar- benar akan melakukannya.
Semuanya karena seorang pria.
Karena aku mencintainya.
Dan itu cukup berharga.
"Saya adalah Cherry."
ThanksTo: imphyslonely. sugar, Dyn Adr, Rhein98, uchiha della, Aidachan, Uchiha Jidat , dianarndraha, kHaLerie Hikari, AoRizuki, BlackRed Flower, Y0ktf, zeedezly. clalucindtha, UchiHarunoNanda31, Little Bee Arikuuruki, Liana Na, ToruPerri, Bunda Yumi, Nurulita as Lita-san, Cream, Senjie484, Alamanda Avenue
AN: IT'S HAPPENING! Sooo, plotnya memang sudah jelas dan gampang ditebak dari awal yaaa. Iya, tugas Sasuke-kun memang mencari siapa Cherry sebenarnya! Selamat buat yang udah nebak dari chapter awal! Aku kasih paket piknik di bawah sinar bulan dengan Sasuke-kun bonus cuddling plus persediaan cookies sampai pagi (but no kissing karena bibir Sasuke hanya untuk Sakura) untuk kalian yang superawesome!
Daaan… kurang dua chapter lagi /tears/
Nulis chapter depan sangat menguras emosi dan bikin nyesek abis*spoiler spoiler* karena ending yang sebenarnya ada di chapter depan (chapter 15 itu semacam epilog, but whatever.)
Eve paling benci ending, that's why Little Piece of Heaven masih belum aku rampungin. Ini juga… mendingan sampai sini saja ya… lol. Dirajam ramai- ramai.
Anyway, Terimakasih sudah membaca.
Kritik, saran dan pendapat silahkan sampaikan lewat review.
-with cherry on top-
.the autumn evening.
