24/7 in love
Chapter 2 - the first video
by Exo_L123
Casts : Byun Baekhyun, Park Chanyeol and Other EXO member
Genre : Romance, Comedy, Fluff
Rate : T
Summary : Byun Baekhyun adalah seorang fans fanatik dari penyanyi bernama Park Chanyeol. Akhir tahun ini Chanyeol akan mengadakan konser dan membuat sebuah kontes dengan hadiah Nge-date sehari bareng sang idola remaja tersebut. Tentu saja Byun Baekhyun tidak akan melewatkan kesempatan ini.
Note : chapter Ini emang udah kelar bareng sama yang kemaren sebenarnya. cuman karena belom aku edit jadi publish yang kemaren dulu sekalian liat respon kalian tentang cerita ini. well, aku berterima kasih banget sama kalian yang udah mau ninggalin review buat cerita abal ini. moga aja chapter ini nggak ngecewain. so enjoy it!
P.s : tulisan yang di italic bold artinya wawancara Baekhyun sama orang yang nantinya bakal di ceritain
_oOo_
Baekhyun memfokuskan kameranya pada seseorang yang telah dia pilih untuk ditanya tanyai. Seorang wanita pekerja kantoran kalau dilihat dari cara pakainya yang terkesan formal
"Okay. Emh ~ Unnie, apa yang akan kau lakukan sebelum tahun baru?"
"Aku?" Wanita itu menunjuk dirinya sendiri dan berpikir sebentar kemudian tersenyum ke kamera "aku hanya ingin melihat orang yang aku cintai bahagia"
Yixing memencet mencet kasar layar ponsel nya sambil mengerang marah. Sedari tadi ia sedang mencoba menghubungi boss-nya yang menghilang, untuk ke sepuluh kalinya hari ini tanpa pemberitahuan apapun. Di hotel tempatnya berdiri sekarang penuh dengan orang-orang yang menatap aneh padanya karena sedari tadi mondar-mandir tidak jelas. Tapi siapa yang peduli, saat ini yang terpenting adalah menemukan dimana boss nya yang menghilang entah kemana itu karena dia, sebagai sekretarisnya, akan terlihat tidak benar ketika dia tidak tau kemana boss nya tersebut. Atau mungkin dia tau dimana?
Yixing menolehkan wajahnya kearah pintu masuk hotel ketika mendengar derap kaki seseorang dan bagusnya, itu adalah boss yang sedari tadi dicari-carinya (meskipun dia tidak suka dengan fakta bahwa ada seorang yeoja seksi yang menempel di tubuh bosnya itu seperti lem) berjalan memasuki lobby hotel.
"Sir! Sir Kris! Sir!" Yixing berteriak memanggil bossnya dan mengikutinya dari belakang "Sir, anda kemana saja? Saya sudah berusaha menghubungi anda sedari tadi?"
Seperti yang sudah Yixing duga, tidak ada tanggapan apa-apa dari bossnya. Yang ada malah cekikikan dari Yeoja yang masih menempel seperti Koala di tubuh Kris itu. "Sir-" Yixing terdiam tidak melanjutkan kata-katanya ketika tiba-tiba bossnya mencium si yeoja koala tepat di hadapannya. Dia terpaksa harus menunggu sampai acara live kissing dihadapannya ini berhenti.
Setelah Kris menjauhkan wajahnya dari yeoja tadi. Yixing berdehem pelan meminta perhatian. Tapi Kris dan gadis Koala itu malah lanjut berjalan menuju elevator. Yixing kembali menghela nafas dan berjalan mengikuti mereka. "Sir! Ayah anda juga berusaha menghubungi anda sepanjang hari ini"
Kris berhenti disamping elevator kemudian memojokkan si yoeja koala ke dinding "Bagaimana kalau kita lanjutkan dikamar?" bisiknya seductive
Di belakangnya, Yixing memutar matanya malas dan mengerang. Oh,astaga. Bossnya ini benar-benar!
Pintu elevator terbuka kemudian si yeoja koala masuk duluan. Kris melepas mantelnya kemudian membuangnya ke arah Yixing -oke, jadi dari tadi dia sadar jika ada Yixing yang mengikuti- dan masuk kedalam.
"S-sir! Sir! Ayah anda menyuruh saya untuk mengingatkan anda tentang meeting besok!" teriak Yixing diantara celah sempit elevator. Semakin sempit celahnya semakin kencang teriakkannya. "Sir, meeting besok! Kuharap anda tidak lupa!"
Dan selanjutnya mereka menghilang. Yixing kembali menghela nafas kecewa untuk yang kesekian kalinya, meskipun sudah terbiasa sebenarnya dia, tidak dihiraukan dan di acuhkan oleh bosnya tersebut. Dia kemudian mengambil mantel Kris. Mendekatkan mantel tersebut ke hidungnya. Lalu menghirup bau familiar yang sangat di sukainya sambil tersenyum-senyum sendiri. Dia masih terkikik kecil ketika seorang pekerja di hotel tersebut -Kibum, yang mana adalah temannya- menjitak kepalanya. "Kau itu bukan tipenya" katanya kemudian tertawa.
Yixing hanya melotot kearahnya
"Dia itu suka wanita seksi yang memiliki dada montok dan bokong sintal. Dan coba lihat dirimu, datar seperti itu"
"Aku tidak peduli. Suatu hari dia pasti akan melihatku"
Kibum berdecak "Yah, dan kau sudah mengatakan hal yang sama selama bertahun-tahun"
Yixing yang kesal meraih vas bunga yang berada tidak jauh dari jangkaun tangannya dan berniat melemparnya ke arah Kibum kalau saja Yeoja itu tidak kabur duluan. Dia kemudian ingat harus menelfon sahabatnya. Diapun mengeluarkan kembali ponsel dari saku blazernya kemudian men-dial nomer sang sahabat. Kali ini dengan pelan.
...
Besoknya
Yixing berdehem pelan. Memasukan ponselnya kedalam tas. Kemudian merapikan kembali penampilannya yang sudah rapi sebenarnya sambil menunggu di luar kamar hotel Kris. Dia sudah menunggu selama 30 menit disana. Kembali dia memencet bell dan mengerang. Sekali lagi tidak ada tanda-tanda pintu tersebut akan terbuka.
Yixing menatap sekeliling dan menemukan seorang cleaning room sedang berjalan didekatnya. Tanpa ragu dia meminta kunci cadangan kamar pada petugas tersebut karena ini darurat.
Setelah berhasil masuk ke kamar itu, Yixing kembali memanggil Kris
"Sir! Sir Kris!" panggilnya sambil berjalan semakin masuk namun langkahnya terhenti saat dilihatnya ruang tamu dengan pakaian berceceran dimana-mana. Yixing menggelengkan kepalanya kemudian mengambilnya satu persatu. "Sir, ayah anda dari kemarin mencari anda!"
Yixing meletakan baju baju itu di lengan kanannya kemudian berjalan di lorong sempit menuju kamar Kris. Di dalam kamar terdapat lebih banyak baju yang tercecer dan kembali dia terpaksa mengambil baju baju tersebut
"Sir, saya pikir saya sudah mengatakan pada anda tentang meeting hari ini. Meeting sudah di mulai, Sir" Yixing berjalan menuju keranjang besar untuk baju kotor di dekat kamar mandi
"Sir, anda dima- oh astaga!" Yixing terperanjat kaget ketika tanpa sengaja melihat punggung telanjang Kris di dalam kamar mandi karena pintunya terbuka lebar. Dia buru-buru berbalik dan menempelkan badanya pada dinding dekat pintu
"Apa-" Kris berjalan pelan menuju ke arah Yixing sambil menutup area privatnya dengan handuk "yang kau lakukan disini?" tanyanya mengintimidasi Yixing
Yixing semakin menempelkan badannya pada dinding bahkan ketika Kris semakin mendekatkan wajahnya kearah Yixing. Ah tidak ini terlalu dekat "S-sir,, me-meetingnya,,"
"Ssstttt..." Kris menempelkan jari telunjuknya didepan bibir Yixing menyuruhnya diam
Kemudian samar-samar terdengar tangisan bayi diruangan tersebut. Kris panik dan langsung mencari keseluruh ruangan. Mengintip kolong tempat tidur. Kemudian melempar bantal kesembarang arah, beruntung Yixing tangkas menangkap bantal itu dan meletakannya kembali di tempat semula. Hingga akhirnya Dia menemukan sesosok mahluk mungil di dalam lemarinya. Masih menangis keras "h-hah! A-apa itu?"
Yixing mengintip dari belakang punggung Kris dan tersenyum "Apa maksud anda dengan 'Apa itu'? Tentu saja ini bayi" dia mendorong minggir Kris kemudian mengangkat bayi tadi dari lemari dan menggendongnya "Wah, it's a boy"
Kris melihat sebuah note yang tertempel di dinding lemari "Kalau kau tidak bisa mencintaiku, setidaknya cintailah anak kita" Bacanya keras dan membuatnya tersedak liurnya sendiri
"Sir, anda punya bayi?"
"What?! That thing isn't my child!"
Yixing menaikan satu alisnya "Sir, this thing is your baby!"
"Aku tidak punya anak!"
"Ya, anda punya. Dan dia berada di hadapan anda sekarang"
"Bagaimana mungkin aku punya anak?!"
Yixing melengoskan wajahnya dan berguman "well, melihat bagaimana kau tiap malam selalu membawa wanita berbeda kesini, aku tidak akan terkejut kalau kau menghamili salah satunya"
"kau bicara sesuatu?"
Yixing kembali menatap Kris dan tersenyum "Apa? Tidak, tidak apa-apa"
"Sepertinya aku harus mencari tahu apakah benda itu benar anakku"
Yixing buru-buru menutup telinga si bayi "yah! Sir. Can you stop calling him that thing"
"Aku harus melakukan tes DNA"
,,,,,
"Ciluk ba! Ciluk ba!" Yixing membuka tutup telapak tangannya di wajahnya dan menunjukkan ekspresi-ekspresi imut untuk menghibur bayi mungil menggemaskan yang duduk dipangkuannya. Tanpa di ketahuinya jika kelakuannya itu membuat Kris terganggu.
Kris mengencangkan pegannya pada kemudi mobil, berusaha mengontrol amarahnya.
Mereka baru saja dari rumah sakit untuk melakukan tes DNA dan sekarang Kris bingung apa yang harus dilakukannya pada 'benda itu' sampai hasil tes itu keluar
"Oh, neomu kyeota~" terdengar lagi suara Yixing membuat Kris menengok kebelakang dan menemukan Yixing masih dengan ekspresi menggelikannya membuat si bayi tertawa sementara tangan mungilnya memegang jempol Yixing. Yixing yang merasa di perhatikan menengok ke arah depan demi melihat sesuatu yang pasti akan mencelakakan mereka. "Sir, Perhatikan Di depan!" teriaknya refleks
Kris segera berbalik ke depan dan langsung disambut oleh sebuah Truck yang melaju ke arah mereka. Buru-buru ia membelokan mobilnya kekiri dan dengan hati-hati agar tidak mengagetkan si bayi kemudian memarkinnya di dekat sebuah pohon besar.
Untuk beberapa saat mereka terdiam. Yixing memeluk erat si bayi mungil. Masih merasa shock dengan apa yang baru saja terjadi. Hingga keheningan itu gugur manakala si bayi menangis keras. Kris mengerang kesal "Yah! Buat dia berhenti menangis"
Yixing buru-buru menimang si bayi "Sshhh, baby it's okay. Jangan menangis lagi, ya? Kita baik-baik saja sekarang. Lihat? Daddy juga tidak apa-apa kan?"
Kris memutar matanya malas kemudian keluar dari mobil setelah sebelumnya membanting pintu mobilnya kasar. Membuat Yixing terlonjak kaget sementara si Bayi -yang belum memiliki nama karena Kris, si namja arrogant, egois dan keras kepala itu belum menamainya- mulai berhenti menangis. Yixing mendudukan si bayi dengan hati-hati di kursi penumpang lalu keluar menyusul Kris yang berdiri tidak jauh di depan mobil
"Sir"
"Mwo!" teriak Kris
"Ada yang salah, Sir? Anda hampir membunuh kita semua. Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan si bayi?"
"Lalu? Memangnya kenapa. Dia juga belum tentu anakku"
Yixing kesal dengan pemikiran Kris yang masih saja menganggap si bayi adalah benda mati "Lalu bagaimana bila dia benar anak anda?" Kris terdiam mendengar pertanyaan Yixing "Apa anda akan tetap tidak mengakuinya? Sir, dia hanyalah mahluk suci yang tidak berdosa. Bukan salahnya lahir kedunia ini. Harusnya anda menunjukkan padanya kasih sayang anda. Paling tidak buatlah dia merasa beruntung memiliki ayah seperti anda meskipun ibu kandungnya membuangnya"
Entah kenapa kata kata Yixing tersebut begitu merasuk ke jiwa Kris. Dia berusaha mengedarkan pandangannya kemana pun asal tidak menatap Yixing hanya untuk menemukan mobilnya yang sudah beberapa meter di belakangnya dan masih berjalan mundur dengan perlahan. Yixing langsung berteriak histeris dan menarik Kris agar menghentikan mobilnya
"BAYINYAA!"
Ketika Kris akhirnya mencapai pintu mobil, dia segera membukanya dan langsung menginjak rem. Yixing membuka pintu penumpang terburu-buru lalu meraih si bayi dan membawanya keluar dari mobil. Menggendongnya sambil berusaha menenangkan si bayi. "Sshh, tidak apa-apa. Semuanya baik-baik saja"
Setelah mobilnya benar-benar berhenti, Kris kembali keluar menghampiri Yixing "Bagaimana bayinya?" tanyanya pada Yixing. Yixing tertegun mendengar pertanyaan dari atasanya tersebut. Dia mendongak menatap Kris dengan ekspresi khawatirnya kemudian kembali menatap bayi di gendonganya yang tertawa-tawa kesenangan. "Apa?" tanya Kris lagi melihat tingkah Yixing tadi
Yixing hanya menggelengkan kepalanya. "bukan apa-apa, hanya saja aku senang anda sudah mau memanggilnya bayi bukan 'that thing' lagi" Yixing menjawab dengan senyum lebar yang sangat manis dan tulus. Membuat Kris nyaris yakin jika keduanya -si bayi dan Yixing- adalah sesuatu yang buruk yang bisa menjungkir balikkan dunianya.
...
Di pertengahan jalan ketika mereka pulang menuju hotel Kris si bayi tiba-tiba menangis sangat kencang. Membuat Kris dan Yixing panik. Kemudian tersadar akan sesuatu mereka jadi merasa bodoh. Bagaimana bisa mereka pergi membawa bayi tanpa membawa perlengkapan bayi. Namun siapa yang berpikir ke arah situ kalau pikiran kalian sedang kacau bukan.
Akhirnya, disinilah mereka. Di apartment mungil milik Yixing setelah sebelumnya mampir ke minimarket terdekat untuk membeli susu formula juga popok. Well, kenapa ke apartment Yixing bukan tadinya mereka mau pulang ke hotel Kris? itu karena jarak tempat tinggal Yixing yang memang lebih dekat.
Apartment Yixing ini memang mungil tapi entah kenapa mampu membuat Kris merasa sangat nyaman. Seperti sekarang, dia sedang berdiri di depan lemari tempel di dinding dengan miniatur berbagai benda. Dia memegang satu miniatur mobil yang terbuat dari kayu sambil tersenyum. Benda-benda ini mengingatkannya tentang masa kecilnya. Dulu dia memiliki satu set mainan alpaca dan memberinya nama. Dan tanpa sengaja dia seperti keceplosan ketika melihat Yixing mendekat padanya dan langsung bertanya pada sekretarisnya tersebut "Bagaimana keadaan Ace?"
"Ace?" Yixing mengedipkan matanya bingung "Oh! Itu nama untuk si bayi, ya?"
Bukan, itu nama mainan alpaca nya dulu
"Dia sudah tidur sekarang" Yixing menjawab pertanyaan Kris tadi sambil tertawa pelan dan ini aneh karena Kris menganggap itu terlihat cute "Aku senang akhirnya kau mau memberikannya nama" yah, karena sudah merasa akrab Yixing tidak lagi memanggil Kris dengan 'anda' bila sedang tidak bekerja. Lagipula bossnya juga sepertinya tidak keberatan.
Kris hanya mengangkat bahunya "Well, it's just came out"
Yixing hanya mengangguk "Lihat? Kau merasa bahwa kau memang ayahnya tanpa kau sadari"
Kris mendesah kasar, meninju pelan meja didekatnya sebelum berjalan menjauhi lemari mainan itu dengan Yixing yang masih setia mengikuti di belakangnya. Dia berhenti di balkon apartment kemudian menyandarkan badan tinggi di besi pembatas
"Kenapa kau sangat yakin kalau aku adalah ayahnya?
"Dan kenapa kau selalu berusaha membantahnya?"
Kris melotot ke arah Yixing "Dengar, dulu ketika aku masih kecil ayahku tidak pernah memberikan pujian atau pun sekedar senuman pada prestasi apapun yang sudah ku raih. Dia sangat kejam. Dan itu membuat aku sadar, aku tidak bisa memberikan kasih sayang yang di butuhkan bayi itu. Jika kau mau, kau bisa merawatnya dan aku akan membiayai seluruh kebutuhan finansialnya"
"SIR" Teriak Yixing frustasi "kau bukanlah ayahmu. Ini justru kesempatanmu membuktikan padanya bahwa dulu dia salah. Bahwa meskipun dulu ayahmu tidak bisa menjadi ayah yang baik untukmu. Kau masih bisa menjadi ayah yang baik untuk anakmu sendiri!"
"Kau tidak mengerti"
"Kau yang tidak mengerti" Yixing kembali berteriak "Dengar! Berhentilah menutup matamu dan bukalah sedikit saja hatimu. Banyak orang yang mencintaimu sebagaimana dirimu sendiri. Bukan melulu tentang bisnis. Kenapa kau tidak bisa melihat jika banyak orang yang tulus memujamu, tulus mencintai mu? Seperti aku contohnya! Aku sudah mencintai sejak pertama kali aku bekerja di kantor ayahmu. Bahkan sekarang saat beliau mengangkat ku sebagai sekretaris mu. Dan rasanya aku ingin membunuh diriku sendiri sekarang karena mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak ku katakan. Jadi, Bye!"
Yixing segera berbalik berusaha menyembunyikan rasa malunya karena keceplosan mengutarakan perasaan terpendamnya pada sang boss. Dia sudah akan melangkah pergi ketika pergelangan tangannya di tarik kemudian dia bisa merasakan tubuhnya berputar hingga kepalanya mendarat pada dada Kris yang keras dan bidang. Dirasakanya sebelah tangan Kris yang melingkar posesif di pinggangnya dan entah kenapa dia merasa sangat pas.
"Kau bilang apa tadi?" tanya Kris dengan suara seraknya yang seksi dan semakin memporak-porandakan degupan jantung Yixing
Yixing menggigit bibir bawahnya dan terus menunduk "Ti-tidak apa-apa"
Kris tertawa pelan sambil mengeratkan pelukanya. kali ini dengan kedua lengan kekarnya "Kau tau, aku senang mendengarnya"
Dalam pelukkanya Kris bisa merasakan Yixing yang tadinya tegang mulai rilex dan tersenyum kemudian menyamankan posisinya di pelukan Kris dengan menempelkan pipinya di dada bidang namja tinggi itu serta tangan Yixing yang terangkat membalas pelukannya
Well, sepertinya dia mendapatkan hal berharga lain selain seorang bayi hari ini
...
2 hari kemudian
Kris baru keluar dari elevator dan menuju ke luar hotel ketika seorang resepsionis cantik memanggilnya dan memberinya sebuah amplop coklat
Hasil test DNA
Segera Kris membuka amplop coklat tersebut dan dengan tekun membaca setiap kata dari kertas putih yang berada di dalamnya. Hingga pupilnya membesar saat melihat hasil test DNA nya tersebut
Negative
...
Chanyeol sedang duduk mendengarkan ocehan managernya tentang banyaknya video yang sudah masuk ke email perusahaan. Merasa bosan sebenarnya karena hampir satu jam ia duduk disana. ikut menonton beberapa video yang sebagian menurutnya terlalu biasa. Dia kemudian berdiri dan langsung menyambar mantel serta ponselnya, mengagetkan sang manager
"Chanyeol-ah kau mau kemana?"
"Keluar sebentar, Hyung" jawabnya singkat setelahnya langsung melesat keluar. Chanyeol menjalankan mobilnya menuju salah satu mall besar di kawasan Myeongdeong. Sebelumnya dia mendial nomer seseorang.
"Yeoboseo, bagaimana? apa sudah mulai?" tanyanya pada orang di sebrang telepon.
"sebentar lagi, cepat kesini kalau mau menonton Hyung" jawab orang di sebrang telepon
"arraseo, aku dalam perjalanan" Chanyeol segera mematikan ponselnya dan melemparkannya ke dasbor setelah langsung membelokan mobilnya ke tempat yang menjadi tujuannya.
TBC
maaf kalo chapter ini Chanbaeknya belom muncul
so
Review?
