24/7 in love
Chapter 4- the love from the past
by Exo_L123
Casts : Byun Baekhyun, Park Chanyeol and Other EXO member
Genre : Romance, Comedy, Fluff
Rate : T
Summary : Byun Baekhyun adalah seorang fans fanatik dari penyanyi bernama Park Chanyeol. Akhir tahun ini Chanyeol akan mengadakan konser dan membuat sebuah kontes dengan hadiah Nge-date sehari bareng sang idola remaja tersebut. Tentu saja Byun Baekhyun tidak akan melewatkan kesempatan ini.
tulisan italic dan bold adalah wawancara Baekhyun sama orang yang nantinya bakal diceritain
P.s : KaiSoo shipper monggo merapat
_oOo_
Tao sedang duduk sambil melihat koran hari ini. Dan kembali dia terkekeh saat melihat gambar siapa yang menjadi headline news. Teringat kembali hebohnya seorang Kim Jongin saat menceritakan bagaimana petugas keamanan tidak ada yang bisa mengenalinya di kerumunan para pengunjung. Namun apa gunanya jika sekarang wajahnya terpampang jelas di koran dengan headline 'SURPRISE FLASH MOB AT LOCAL MALL SPARKS ATTENTION FROM CITIZENS'. Haha. Petugas memang tidak menangkap mereka tapi wajah mereka sudah memenuhi koran-koran lokal serta internet.
Tao tersenyum saat melihat ke arah Jongin yang sedang mencuci mobil sambil mendengarkan ocehan Baekhyun tentang bagaimana pertemuannya dengan Park Chanyeol untuk yang ke-20 kalinya pagi itu
Oh, she can live with this kind of setting all her life.
...
"Kau terlihat seumuran denganku bahkan mungkin lebih muda. Tapi kau sudah membawa begitu banyak dokumen yang menunjukkan bahwa kau sudah bekerja. Wow, menarik" kata Baekhyun yang terekam dari kamera dan ditanggapi oleh senyum malu dari seseorang yang menjadi target wawancaranya kali ini. "Jadi... Apa yang akan kau lakukan sebelum akhir tahun?"
"Hmmm" orang itu bergumam sambil mengedip-ngedipkan mata bulatnya, berpikir "aku mungkin ingin meminta maaf kepada seseorang yang sudah aku sakiti. Dan mencoba untuk tidak membuat kesalahan lagi"
"THIS IS RIDICULOUS! ABSURD! PATHETIC!"
Kyungsoo terlonjak kaget dari balik cubicle-nya saat mendengar seruan Jessica yang menggema keseluruh ruangan kantor mereka.
"DEADLINE KITA ITU MINGGU INI DAN KITA MEMBUTUHKAN SESUATU YANG FRESH UNTUK IKLAN KALI INI. SESUATU YANG BARU" Teriakan itu terhenti ketika Jessica tanpa sengaja melihat sebuah berita yang sedang disiarkan TV di hadapannya. Kemudian sebuah seringaian muncul di bibir bergincu merah menyala miliknya. "sesuatu yang hot. Dimana Kyungsoo? KYUNGSOO!"
Kyungsoo yang mendengar namanya dipanggil secepat mungkin keluar dari Cubicle-nya dan menghampiri Jessica yang berdiri disamping meja salah satu karyawan yang tadi dibentaknya "Yes, ma'am?"
"Sudah berapa lama kau bekerja sebagai intern disini?"
"6 bulan 1 minggu, Ma'am?"
"Apa kau mau aku angkat menjadi pekerja reguler?"
"T-tentu, Ma'am! Aku akan melakukan apapun?"
Jessica menyambar sebuah koran dari meja pekerja tidak jauh darinya dan melemparkanya ke muka Kyungsoo "Kalau begitu temukan dia!"
Kyungsoo mengambil koran itu dan membacanya. Kemudian mulutnya menganga saat melihat foto seseorang yang sangat familiar itu terpampang jelas di koran tersebut. "Pe-pemuda ini, Ma'am?"
"Yup, namja itu menjadi hot topic sekarang ini berkat flash mob yang dilakukannya. Aku ingin dia yang membintangi iklan kita minggu ini!"
"Ta-tapi—"
"Dia cocok untuk iklan kita, kau tau. Kita butuh sesuatu yang hot untuk iklan kali ini"
Kyungsoo tahu. Kyungsoo sungguh tau semua yang di maksud Jessica adalah tentang advertisement and marketing plans, dia sungguh tahu. Tapi yang tidak diketahui Jessica dan semua staff yang ada dikantor itu adalah fakta bahwa namja ini, namja yang harus dicarinya ini, yang tidak lain adalah Kim Jongin, adalah orang yang pernah menjadi belahan jiwanya saat Senior High School dulu. Atau bahasa kasarnya adalah mantan kekasihnya. Dan dengan pemikiran bahwa dia harus menemukan serta membujuk Jongin agar mau menjadi bintang iklan di tempatnya bekerja sungguh membuatnya ketakutan.
"T-tidak bisakah anda menugaskan orang lain, ma'am?"
"Temukan dia atau kau ku pecat! " sembur Jessica cepat "Aku ingin dia ada disini dalam waktu 2 hari"
Kyungsoo menelan ludahnya, tidak lagi bisa memberikan alasan ketika Jessica mulai berjalan pergi meninggalkanya.
Pada akhirnya karena keadaan yang memang mengharuskan. Disinilah dia sekarang. Berjalan di sekitar kawasan sederhana yang berada di pinggiran kota. Tujuannya adalah mencari bangunan tingkat 3 yang menurut informasi dari teman kantor yang membantunya adalah apartment tempat Jongin tinggal.
Kyungsoo merapikan penampilanya dan menyisir rambut panjang bergelombangnya yang dibiarkan tergerai bebas. Entah kenapa dia merasa harus terlihat presentable di hadapan orang yang sudah dia kenal hampir separuh hidupnya itu.
Tempat yang dicarinya itu sudah tidak jauh, hanya tinggal beberapa meter dari tempatnya berdiri sekarang tapi yang membuatnya menaikan satu alisnya adalah kehebohan yang sedang terjadi didepan bangunan -yang di dominasi oleh yeoja- tersebut persis seperti warga yang sedang berebut sembako. Ponsel mereka terangkat tinggi dengan mode kameranya actif dan sedang digunakan untuk memotret. Melihat gambat siapa yang tertangkap camera salah satu dari yeoja di sana barulah Kyungsoo sadar jika Jongin benar-benar sudah mencuri banyak perhatian bahkan mungkin sudah setara dengan artis terkenal dengan para Fans yang mengerubunginya begitu. Kyungsoo buru-buru mendekat dan mencoba menyusupkan dirinya diantara kerumunan. Tapi karena tinggi badannya yang memang minim. Jadilah presentase keberhasilannya hanya nol percent
"JONGIN!" teriak Kyungsoo. Dia melompat-lompat berusaha mendapat perhatian jongin dari belakang kerumunan tapi gagal. Yeoja mata bulat itu menghela nafas kecewa kemudian melihat kesekitar. Mencoba mencari ide lain agar Jongin menyadari keberadaannya. Ada pohon besar tidak jauh dari halaman gedung dan membuatnya mendapat wangsit. Dia berjalan ke arah pohon tersebut, menepuk-nepuk tangannya seolah menghilangkan debu dan mulai memanjat (untung hari ini dia memakai celana kain).
Persetan dengan harga diri dan rasa malunya. Ah.. Pikirkan nanti.
"JONGIN ! KIM JONGIN !" teriak Kyungsoo lagi sambil memanjat. Satu tangannya dia gunakan untuk melambai mencari perhatian Jongin yang seakan tuli karena tidak mendengar teriakannya dan itu membuatnya kesal. Tapi tidak ada waktu untuk kesal sekarang.
Kyungsoo mencoba memanjat lebih tinggi lagi namun kakinya justru terpeleset dan membuatnya hilang keseimbangan. Dia berteriak saat kehilangan pegangan dan karena teriakan itulah Jongin menoleh kearahnya. Kyungsoo berdoa dalam hatinya saat merasa badanya melayang ke bawah. Dan sepertinya Tuhan mengabulkan doanya karena bukanya merasakan kerasnya tanah tapi malah kerasnya Dada bidang seseorang serta lengan kuat yang menangkapanya. Kyungsoo membuka matanya yang tadi terpejam dan langsung menatap mata elang seseorang yang menangkapanya tadi yang ternyata adalah Kim Jongin. Jarak wajah mereka sudah sangat dekat. Membuat pipi tembem Kyungsoo memerah, antara gugup dan malu
"Kyungsoo?!"
"Hehehe" Kyungsoo tertawa canggung dan memalingkan mukanya yang sudah merah padam.
...
"Aishh... Kenapa tidak ada!" seru Chanyeol setelah melihat beberapa video Presentasi fansnya yang baru saja masuk ke email. Namun video dari yoeja imut yang kemarin dia temui itu tidak ada. Bukankah yeoja imut itu bilang mau ikut, apa tidak jadi ya?
"Kau ini kenapa Yeol. Hyung perhatikan dari kemarin saat pulang dari acara amal kau jadi aneh?" tanya managernya yang sedari tadi memperhatikan artis asuhanya ini dengan heran
"Tidak apa-apa, hyung. Aku hanya penasaran dengan yeoja imut yang kemarin aku temui. Dia bilang dia sedang membuat video yang akan diikut sertakan ke kontes ini. Tapi dari tadi videonya tidak ada"
"Yeoja yang membuatmu membuka penyamaranmu itu ya. Mungkin belum dikirim. Lagipula kalau sudah ada kau mau apa? Langsung memutuskan dia yang menang? Bukankah itu curang?"
Chanyeol menegakkan badanya yang tadinya menunduk menatap laptop kini ganti menatap managernya "Bukan begitu, hyung. Aku hanya penasaran siapa namanya. Kemarin saat kutanya dia tidak menjawab. Lagipula hyung kan juga ikut menentukan bagus atau tidaknya video untuk pemenang kontes ini"
"yah kau benar" kata managernya kemudian duduk disofa didepan Chanyeol "tapi kenapa kau penasaran dengannya. Jangan bilang kau menyukai yeoja itu. Chanyeol, jangan buat skandal"
Dibentak begitu Chanyeol hanya nyengir. Karena jujur, dia sendiri merasa aneh dengan perasaannya. Dari sejak bertemu yeoja itu, dia tidak bisa berhenti memikirkanya. Apalagi senyum yeoja itu saat mengatakan betapa dirinya mengidolakan Chanyeol, sumpah! Senyum itu seakan menghantuinya "belum ke tahap suka sih, hyung. Baru penasaran"
"ishhh kau ini, awas saja kalau sampai kau membuat skandal, repot tau mengurusnya" gerutu sang manager "Ya sudahlah, cepat siap-siap. Satu jam lagi kau ada pemotretan"
Tidak mau mendengar managernya itu memulai ceramah berisi petuah-petuah bijak seandainya dia mengulur lebih banyak waktu, dengan cepat Chanyeol menjawab "Ay ay captain!" sambil memasang pose hormat militar serta menunjukkan senyum idiotnya sebelum berdiri dan berjalan menuju kamarnya. Managernya hanya geleng-geleng melihat tingkah bocah Chanyeol. Bagaimana reaksi fansnya kalau tau sifat asli artis yang biasanya terlihat cool didepan layar kaca itu sebenarnya sangat kekanakan?
...
Besok siangnya, Kyungsoo kembali menemukan dirinya berada didepan pintu gedung apartment tempat tinggal Jongin dengan setelan yang rapi. Rambut panjangnya dia kuncir kuda, menampilkan leher jenjangnya yang mulus. Make up tipis terpoles sempurna diwajah imutnya serta stiletto 5 cm yang berwarna hitam mengkilat menyempurnakan penampilanya hari ini. Jujur Kyungsoo sudah melakukan yang terbaik agar terlihat sempurna tapi sekarang setelah berdiri didepan pintu, menunggu Jongin membukanya entah mengapa dia merasa tidak percaya diri dengan penampilanya sekarang. Lagipula ini aneh, kenapa juga dia masih ingin terlihat sempurna di hadapan Jongin?
Barulah ketika Jongin membuka pintu dengan memakai kaos putih polos serta celana training, Kyungsoo merasa penampilanya terlalu berlebihan. Kemudian dia ingat, setelah kemarin dia mengatakan maksud kedatangannya menemui Jongin adalah untuk memintanya menjadi model iklan di perusaan tempatnya bekerja dan mengatakan 'akan melakukan apa saja asal Jongin bersedia' harusnya dia tidak berlebihan begini. Mungkin seharusnya dia memakai pakaian biasa saja, siapa tahu Jongin akan menyuruhnya menjadi pembantunya selama sehari, bisa saja kan? Ah, pikiran Kyungsoo sudah mulai ngawur
"Come in" kata Jongin kemudian sedikit menggeser tubuhnya. Memberi jalan agar Kyungsoo bisa masuk
Kyungsoo mengangguk sekali kemudian berjalan masuk. Suasana didalam sepi, sepertinya para penghuninya yang mayoritas adalah mahasiswa sedang kuliah. Berjuang keras agar tidak tertidur ditengah pelajaran yang sedang berlangsung. Yeah.. College is fun
Kyungsoo berdehem selagi mengikuti Jongin menuju ruang duduk. Karena dari awal Kyungsoo belum memikirkan rencana apapun untuk membujuk Jongin lagi, dia tidak tau harus memulai pembicaraan dari mana.
"I'll take the Job" Jongin tiba-tiba berucap membuat Kyungsoo tersedak liurnya sendiri
"N-nde?"
"Aku akan ambil pekerjaan ini" ulang Jongin santai sembari menaburkan makanan ikan kedalam aquarium di dekat tangga.
Kyungsoo mengerutkan hidungnya bingung "Kau.. Tidak.. Menyuruhku.. Untuk melakukan sesuatu dulu, gitu?"
Jongin meletakan kotak berisi tempat makan ikan tadi meja nakas kemudian menepuk-nepukan tanganya menghilangkan sisa yang menempel ditanganya. Lalu dengan perlahan dia berjalan ke arah Kyungsoo yang dengan gugupnya juga melangkah mundur "Tidak, tapi aku punya banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan padamu"
Kyungsoo menelan ludahnya gugup dan mencoba menghindar dari tatapan mata Jongin. mundur selangkah demi selangkah setiap kali Jongin melangkah maju. Hingga akhirnya dia tidak mampu bergerak lagi saat merasakan kerasnya dinding yang tertubruk oleh punggungnya. Jongin mengeluarkan smirk andalanya. Wajahnya menunduk mempersempit jarak wajahnya dengan sang mantan kekasih
"Kenapa dulu kau tiba-tiba menghilang?"
Setelahnya, semua ingatan masa lalunya seperti kembali. Masa lalunya yang indah bersama namja tan dihadapannya ini. Dari saat mereka masih High School sampai kuliah. Dari yang tadinya bukan siapa-siapa menjadi teman. Kemudian berkembang menjadi sahabat, dan berkembang lagi menjadi kekasih. Semuanya berputar di otaknya, termasuk semua janji yang mereka buat dan bersumpah untuk tidak mengingkari. Salah satunya, yang masih sangat di ingat jelas oleh Kyungsoo adalah janji yang Jongin ucapkan tentang dirinya yang akan tetap mencintainya sampai maut memisahkan.
"Wae, Soo-ya?"
Panggilan ini, Kyungsoo sudah begitu lama tidak mendengarnya keluar dari bibir seksi namja tan ini, tapi entah kenapa efeknya masih tetap sama. Jantungnya tetap akan berjumpalitan tidak terkendali. Tenggorokannya seakan kelu untuk menjawab pertanyaan Jongin
"Mi-mianhae, A-aku—" kata-kata Kyungsoo terhenti saat Jongin kembali menjauhkan tubuhnya
"it's okay, take your time. Maksudku, kau menghilang selama lebih dari setahun. Jadi kurasa kau pasti memiliki banyak sekali alasan" kata Jongin santai kemudian berjalan ke arah tangga "eoh? Apa kau masih perlu sesuatu?"
"apa?"
"Kau datang kesini hanya untuk membujukku, kan?"
Aku ingin minta maaf padamu
"yeah..."
Mianhae
"Kalau begitu aku pamit"
"Hmm, bye"
...
"EHH UNNIE, KUMOHON KUMOHON KUMOHON! HANYA SATU TIKET SAJA! KUMOHON!"
"Sudah kubilangkan, tiketnya sudah sold out!"
"AKU TAU DISANA MASIH ADA! KAU HANYA HARUS MENCARINYA SEKALI LAGI UNNIE"
Yeoja penjual tiket dihadapan Baekhyun ini mengerang kesal kemudian memukulkan kepalan tanganya ke meja "Aishh kau ini! Kau tau, Chanyeol itu sangat populer, fansnya tidaklah sedikit. Harusnya kau datang lebih cepat. Lagipula ini hanya mini konser, tiketnya dibatasi kau tau!"
"Aku terjebak macet tadi, UNNIE KUMOHON"
"Dengar, meskipun aku benar-benar ingin membantumu, tapi sudah tidak ada tiket yang tersisa sekarang! So Bye!" Yeoja itu berdiri, mengambil tasnya kemudian berjalan melewati Baekhyun
"UNNIIIIIEEEE! Aish—" Baekhyun hanya bisa cemberut kemudian berbalik dan berdiri disamping papan poster seukuran tubuh Chanyeol asli yang sedang berpose menyedekapkan tanganya dan tersenyum lebar (foto Chanyeol di my lotte duty free)
Baekhyun menghela nafas kasar, mencoba menghilangkan rasa frustasinya "Chanyeooolll, waeee~~ apa yang harus aku lakukan? Kenapa dunia seperti menghalangi kita untuk bertemu?" dia benar-benar merasa frustasi sekarang karena berarti satu-satunya kesempatan untuk bertemu dengan Chanyeol lagi adalah dengan memenangkan kontes itu
Dia mengeluarkan ponselnya dari saku saat merasakan benda itu bergetar. Baekhyun dengan santai melingkarkan lenganya ke bahu poster tersebut seolah-olah itu benar-benar Chanyeol yang berdiri disampingnya. Sementara tangannya yang lain menempelkan ponselnya ketelinga "Ne, Umma? Mwo? Tanggal 31? Apa harus pas tanggal 31-nya umma? Bu-bukan begitu, maksudku tidak bisakah Umma datang sehari setelahnya saja? Bukanya apa-apa umma, hanya saja aku sibuk tanggal 31 itu, Ah, Umma~ Yah" Baekhyun mematikan ponselnya dan mengumpat pelan. Lututnya merosot kebawah dengan dramatis kemudian memeluk kaki papan poster Chanyeol. Bersipuh disana "Chanyeooolll, ottokae~~ aku pikir aku tidak akan bisa bertemu denganmu lagi. Lalu bagaimana dengan happy ending cerita kita?"
Huhuhuhu... poor baby Baek
...
"KYUNGSOO !"
Teriakan maha dahsyat dari Miss Jessica yang sedang duduk disofa dekat set foto membuat Kyungsoo terlonjak kaget di kursinya. Buru-buru dia berlari menghampiri beliau "Yes, ma'am"
"Dimana model untuk iklan kita? Bukankah seharusnya kita sudah mulai dari 15 menit yang lalu?"
"Di-dia masih bersiap-siap"
"Bersiap-siap?! Memangnya berapa lama waktu yang dibutuhkan hanya untuk bersiap-siap!"
"A-aku akan segera memeriksanya, ma'am"
"KALAU BEGITU CEPAT!"
Kyungsoo langsung lari menuju kamar ganti namun kemudian terkesiap kaget saat melihat Jongin dalam keadaan topples didalam (yah, paling tidak dia berasumsi begitu karena tidak berani melongok bagian bawah Jongin). Kyungsoo segera berbalik dan menutup pintu kamar ganti tersebut. "umm... Jongin are don't yet? Miss Jessica sudah mulai marah karena menurutnya kau terlalu lama. Jongin—"
Pintu tiba-tiba terbuka dan menampilkan sosok Jongin yang berpenampilan lengkap (tidak lengkap juga sih, dia hanya memakai kaos putih polos dan boxer) "Aku selesai"
Tubuh mungil Kyungsoo masih menempel ditembok dekat pintu dengan wajah yang masih memerah dan menurut Jongin itu terlihat lucu dan imut ( mind you Jongin! Kalau Kyungsoo tau kau bilang dia imut, tulang keringmu pasti sudah ditendangnya. Bukankah kau tau Kyungsoo itu paling benci dibilang imut). Jongin tidak mampu menyembunyikan senyum gelinya melihat expresi Kyungsoo sekarang. Rasanya ingin sekali dia menjahili mantan pacarnya ini dulu, namun karena sisi baiknya sedang mendominasi, Jadi Jongin berinisiatif untuk menyelamatkan Kyungsoo dari kegugupan yeoja mata bulat tersebut yang nantinya pasti akan membawa mereka kepercakapan yang cukup aneh dan ujung-ujungnya membawa mereka ke situasi yang awkward. Jadi dia memilih untuk berjalan lebih dulu. Dan Kyungsoo mengikutinya dari belakang
Set foto itu terlihat biasa, yah seperti kebanyakan set foto pada umumnya. Mungkin karena yang akan mereka iklankan hanyalah produk biasa. Bukan boxer berteknologi tinggi (whatever that is) atau mobil yang di design khusus untuk kepuasan seksual (again, whatever that is). Jongin tidak mengenal siapapun disini termasuk namja yang sedang berdiri di depan set foto tersebut (yang mungkin juga sedang menunggunya sebenarnya) tapi dalam sekali lirik, Jongin tahu bahwa Miss Jessica adalah orang yang sedang duduk disofa tidak jauh dari set foto dengan kaki tersilang dan wajah angkuh. Dua yeoja lain berdiri disisi kiri dan kanannya. Benar-benar menunjukkan kekuasaanya sebagai ratu es sejagad. Yeah, Definitely Miss Jessica
Salah satu staff membimbing Jongin ke tempat pengambilan gambar dan menyuruhnya untuk melepas kaos putih yang melekat di tubuhnya
"Aku harus topless?" tanya Jongin memutar arah pandangnya pada Kyungsoo
Jessica memutar bola matanya "Kau ini adalah model untuk iklan underwear. Tentu saja harus topless! Kyungsoo apa ini?! Kau tidak memberitahunya lebih dulu!"
"A-ah, saya memberitahunya ma'am, tapi mungkin dia hanya lupa" Kyungsoo dengan gugup berjalan kearah Jongin "Kumohon, biarkan mereka melakukan tugas mereka" pinta Kyungsoo sambil menggigit bibir bawahnya.
Jongin mendesah jengkel "Fine!" kemudian melepas kaosnya
Kyungsoo kembali ketempatnya berdiri tadi setelah memberikan senyum terima kasihnya pada Jongin. Pengambilan gambarpun dimulai. Awalnya Jongin terlihat menampilkan pose awkward dan selalu menoleh ke arah Kyungsoo. Membuat fotografernya agak jengkel karena mata Jongin tidak fokus ke kameranya. Namun beberapa saat kemudian semuanya berjalan lancar karena Jongin terlihat lebih relax.
Kyungsoo memperhatikan pemuda tan yang sedang menjadi objek foto dihadapannya dengan tatapan yang sedikit sendu. Dia tidak ingat betapa dia merindukan sosoknya selama ini dan apa yang mereka punya dulu. Dari tetangga kemudian berteman kemudian bersahabat kemudian menjadi kekasih hingga... Menjadi seperti saat ini. Dia bahkan tidak ingat bagaimana cepatnya waktu berlalu. Berapa lama waktu yang terlewat semenjak pertemuan terakhir mereka. Tidak bisa disebut pertemuan sebenarnya karena dia tidak datang ketempat seharusnya mereka bertemu
Alasan Kyungsoo pergi sama seperti orang lain yang ingin mempunyai kehidupan finansial yang lebih baik. Dia sadar jika dia tidak bisa hidup dengan harapan yang sama seperti Jongin. Kim Jongin yang dikenalnya dulu adalah seorang pemimpi dan hanya sebatas itu. Dia tidak pernah berusaha untuk mewujudkan mimpinya. Benar-benar tidak pernah ingin mengambil resiko.
"Ada masalah apalagi sekarang!"
Kembali teriakan dari Miss Jessica membangunkan Kyungsoo dari acaranya mengenang masa lalu
"Kyungsoo! "
Kyungsoo buru-buru berjalan menghampiri Jongin yang terlihat sedang beradu argument dengan salah satu staff
"Ada apa?" tanya Kyungsoo.
"Dia tidak mau melepas celananya?" staff itu menjawab
Jongin menatap staff tersebut dengan tatapan tidak percaya "Aku tidak akan melepas celanaku! Kau tau, ini gila!"
"Jongin, kumohon hanya sekali ini saja"
"Hanya sekali ini? Lalu setelah itu apa? Kau tau, aku setuju melakukan ini karena aku ingin bicara denganmu. Aku tidak akan mau berdiri disini, membiarkan mereka semua mengaturku, dan menyuruhku melakukan apa yang mereka mau. Aku bukanlah anjing peliharaan mereka, tidak seperti dirimu"
Kata-kata yang diucapkan Jongin begitu menusuk hati Kyungsoo namun dia tidak punya waktu untuk bereaksi saat mendengar langkah kaki Jessica yang berjalan mendekat kearah mereka
"Kau tidak punya pilihan lain. Jika kau tidak mau melakukan apa yang kami suruh, kau akan kami tuntut karena mangkir dari perjanjian. Dan melihat kondisi ekonomi mu sekarang ini, aku yakin kau tidak akan sanggup membayar dendanya"
"Oh, ya?" Jongin mundur selangkah "Aku tidak takut!" kemudian berjalan meninggalkan set
"Andwe! Jongin, tunggu!" dengan cepat Kyungsoo meraih pergelangan tangan Jongin "aku janji kau hanya akan melakukannya sekali ini. Kumohon Jongin, bantu aku sekali ini saja"
"Apa kau sudah kehilangan kewarasanmu!" Ucapan Jongin sungguh mengagetkan Kyungsoo "Kau memohon padaku? Kepada orang yang sudah kau tinggalkan tanpa kabar selama lebih dari setahun ini, Untuk menolongmu?"
Kyungsoo tidak mampu mengeluarkan sepatah katapun karena ucapan Jongin benar-benar menohok telak hatinya. Pun dia sadar jika permintaannya memang egois
"Aku tidak peduli apapun dengan masa lalu kalian. Tapi—" Jessica menyela perdebatan mereka berdua dan menatap Jongin tajam "—seperti yang sudah aku katakan Jongin, kau tidak bisa lari begitu saja dari kontrak yang sudah kau tanda tangani. Kyungsoo, tunjukan padanya kontrak kita!"
Mendengar perintah itu, Kyungsoo menelan ludahnya "umm.. Ms Jessica. Te-tentang kontraknya..." dia tergagap, terlalu takut sampai tidak bisa berkata secara benar
"Apa?"
"Saya..." Kyungsoo menggigit bibir bawahnya, gugup "saya lupa memintanya menandatangani kontraknya ma'am"
"Apa? Kau lupa memintanya menandatangani kontraknya?" Jessica bertanya seakan tidak percaya "HOW STUPID CAN YOU BE?! YOU FORGOT TO MAKE HIM SIGN THE CONTRACT?!"
" I'm really sorry, ma'am. it slipped out of my mind—"
"KAU SUNGGUH TIDAK BERTANGGUNGJAWAB. KAU TAU PENANDATANGAN KONTRAK ITU SANGAT PENTING BAGI BISNIS INI DAN KAU LUPA MEMINTANYA MENANDATANGANI KONTRAKNYA"
Jongin menatap tajam Jessica "Berhenti berteriak padanya! Ini bukanlah salahnya!"
"OH, KAU PIKIR KAU SIAPA? KAU HANYALAH PENARI JALANAN YANG TIBA-TIBA MENJADI TERKENAL HANYA KARENA KETIDAKSENGAJAAN! APA?! KAU SUDAH MERASA SEPERTI ARTIS TERKENAL SEKARANG!"
Kyungsoo semakin mengeratkan genggamanya pada pergelangan Jongin "Jongin, hentikan. Kumohon jangan membentak Miss Jessica lagi"
"Kau gila!" Jongin ganti berteriak padanya "Kau Sungguh berubah, kau bukanlah lagi Kyungsoo yang aku kenal!" Jongin menghempaskan tangan Kyungsoo dan memutar tubuhnya, kali ini benar-benar pergi, tidak ada lagi tangan yang mencegahnya. Kyungsoo hanya mampu menatap kepergian Jongin. Dia tau dia salah, tapi kesalahannya itu dia buat karena ingin memiliki kehidupan yang stabil. Dia butuh pekerjaan ini, sudah cukup banyak hal yang dia korbankan, dan mungkin berkorban sedikit lagi juga tidak masalah
Tapi mengapa rasanya sangat sakit
Kakinya seperti bergerak diluar kendalinya. Karena sakit yang dirasakanya saat ini sungguh tidak tertahankan, membuatnya merasa tidak mampu untuk melepas orang yang dulu pernah dia lepaskan sekali lagi. Dia hanya butuh untuk mengejarnya dan bertanya padanya kenapa rasanya sesakit ini
"Jongin, tunggu!"
Tapi Jongin tidak berhenti
Kyungsoo berlari secepat yang dia bisa hingga cukup dekat untuk menarik lengan Jongin
"Jongin, kita harus bicara"
"Apalagi yang ingin kau bicarakan? Aku tidak ingin mendengar apapun lagi sekarang. Dengar, kau sudah membuktikan padaku betapa pekerjaan ini sangat penting bagimu. Sampai kau mampu menukar kebahagiaanmu hanya demi bekerja untuk orang yang tidak menghargaimu dan semua usaha yang sudah kau kerjakan sama sekali! Kalau kau memang menginginkan ini, baik. Aku tidak akan pernah lagi muncul dihadapanmu"
"Jongin, aku—"
"Kau tau, Soo. Aku datang jauh-jauh dari Busan ke Seoul karena ingin melihat apa yang membuatmu begitu terobsesi dengan pekerjaanmu, yang membuatmu harus menghentikan semua kontak denganku dan melupakan tahun-tahun kebersamaan kita. Dan aku melihatnya sekarang" Sekali lagi Jongin menghempaskan tangan Kyungsoo yang menggenggamnya "Selamat"
Tidak ada lagi yang bisa Kyungsoo lakukan. Dia tau ini kesalahannya, tapi dia tidak tau jika mendengar seorang yang pernah disakitinya mengatakan kesalahannya tepat didepan wajahnya akan membuat rasa bersalahnya bertambah dua kali lipat. Dia ingin meminta maaf. Sungguh! Tapi a simple sorry tidak akan mengubah apapun. Apalagi sakit yang dirasakan Jongin saat dirinya menghilang tanpa kabar dulu yang bahkan tanpa mengucapkan selamat tinggal padanya
Rasanya sungguh sakit
And she deserves it
TBC
Jeng jeng jeng... Haloo. Saya balik lagi malah bawa Kaisoo yang galau... Haha... maapin yee Kaisoo shipper. buat yang minta Chanbaeknya dibanyakin, aduh aku minta maaf banget blom bisa ngasih. Soalnya inikan masih nyeritain gimana perjuanganya Baek buat ketemu Chan ya serta halangan rintangan yang lain.. hehe.
oh iya sekedar info sih mungkin ini bakal tamat sekitar 3 chapter lagi lah.., hehe jadi yang nunggu Chanbaek nanti tak kasih.. okay..
So
Review Jusseooo~~~~~
