24/7 in love

Chapter 6- D-day

by Exo_L123

Casts : Byun Baekhyun, Park Chanyeol and Other EXO member

Genre : Romance, Comedy, Fluff

Rate : T

Summary : Byun Baekhyun adalah seorang fans fanatik dari penyanyi bernama Park Chanyeol. Akhir tahun ini Chanyeol akan mengadakan konser dan membuat sebuah kontes dengan hadiah Nge-date sehari bareng sang idola remaja tersebut. Tentu saja Byun Baekhyun tidak akan melewatkan kesempatan ini.

_oOo_

December 31

This is the day

Minseok berjalan memasuki Café milik Hankyung dan terkejut saat melihat banner juga balon serta bunga yang menghiasi area café persis seperti di acara ulang tahun. Tapi setahunya tidak pernah ada yang merayakan ulang tahun di café ini dan juga mana ada orang ulang tahun memasang banner dengan kalimat 'CONGRATULATIONS YOU ARE NOT VIRGIN ANYMORE'

What the-

Minseok langsung mendeathglare Hankyung dan Heechul yang sudah pasti merupakan tersangka utamanya

"Yakk! Apa-apaan kalian!"

"SELAMAT KARENA KAU SUDAH BENAR-BENAR DEWASA SEKARANG" Hankyung dan Heechul berteriak bersamaan

Minseok menghela nafas. Bingung juga harus mengatakan kejadian kemarin pada teman-temannya "Guys.. Sebelumnya aku minta maaf maksudku.. Ehhh.. Mian, aku tidak... Kami tidak melakukan itu"

Keantusiasan Hankyung dan Heechul hilang dalam sekejap

"MWO?!"

Minseok meletakkan tas tangan yang tadi di bawanya pada meja kemudian duduk di kursi disebelahnya "Well, yang kemarin itu... Sebenarnya dia bukanlah seorang pria panggilan"

"OH MY GOD! JADI DIA PENIPU?"

"Bukan~~" kata Minseok "Dia bukanlah pria panggilan, dia hanya sedang membutuhkan uang karena orang tuanya dirawat dirumah sakit"

"Sepertinya aku tau kemana cerita ini akan berlanjut" ucap Hankyung sambil mengangkat sebelah tangannya

"ayolah, teman-teman~"

Heechul menggelengkan kepalanya " .ck.. Xiumin baby~"

"serius, ini benar-benar tidak dapat dipercaya. Kim Minseok kami membayari mu ini bukan untuk dijadikan donasi kepada orang yang membutuhkan" cecar Hankyung. Benar-benar tidak habis bagaimana gampangnya sahabatnya ini bersimpati pada orang

"Oh, ayolah guys, aku tidak tau harus melakukan apa selain menolongnya. Lagipula aku yakin kalian juga akan melakukan hal yang sama saat melihat wajahnya—"

"Here we go again" Heechul menginterupsi "Xiumin baby, ini salah satu alasan lain kenapa kau tidak bisa melakukan 'itu'. Ya tuhan~ berhentilah berpikir jika semua orang memiliki wajah seperti puppy yang terbuang"

"tapi memang wajahnya seperti itu, apalagi saat alisnya mengerut seperti ini" Minseok menirukan alis Chen saat namja itu bersedih kemarin "dan bibir yang cemberut seperti ini" kini dia mengerucutkan bibirnya imut

Hankyung dan Heechul hanya menatapnya datar "itu sama sekali tidak terlihat seekor puppy menurutku" kata Heechul sambil menggelengkan kepalanya

Hankyung menonjokan kepalan tanganya pada meja membuat Minseok dan Heechul tersentak kaget "Well, yang lalu biarlah berlalu. Sekarang karena kau tidak jadi tidur dengan dia dan malah memberikan uang itu secara cuma-cuma, kau harus membayar ganti rugi pada kami!"

"Tunggu, tunggu, tunggu, sebenarnya— " Minseok sedikit ragu untuk mengatakannya tapi karena hanya dengan cara ini agar dia terbebas dari keharusannya membayar hutang pada mereka maka... "—malam ini kami akan berkencan. Dia bilang akan menjemputku sore ini"

Mata Hankyung dan Heechul membola kemudian mereka berteriak serempak "SEBELUM TAHUN BARU!? DAN KAU AKHIRNYA PUNYA TEMAN KENCAN DI MALAM TAHUN BARU!? KYAAAAA!"

Minseok tertawa sambil menutup telinganya "yeah"

"Kami ikut bahagia untukmu!"

Dia juga. Minseok juga merasa bahagia untuk dirinya

Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama

6 jam kemudian

Minseok bertanya-tanya, sebenarnya dosa apa yang sudah dilakukannya di kehidupan sebelumnya sampai dia selalu mendapat kesialan ini

"Dia akan datang" seorang ahjuma petugas kebersihan yang dia tidak tau namanya mencoba menenangkanya yang sedang mondar-mandir sebelum ahjuma itu masuk kedalam ruang penyimpanan alat-alat di Café Hankyung.

Mendesah pasrah Minseok memutuskan untuk duduk di kursi dekat jendela dan menatap keluar "Dia tidak akan datang. Dia mencampakkan ku" Dewi keberuntungan juga tidak pernah berpihak padaku. Dunia membenciku. And I'm going to spend another year being a virgin

Heechul perlahan berjalan menghampirinya sambil membawa segelas wine yang tersisa dari acara perayaan tahun baru kecil-kecilan bersama para pegawainya tadi sebelum mereka memutuskan untuk pulang dan menghabiskan malam tahun baru mereka dengan keluarga masing-masing, sambil merenung di dalam hati apakah tidak apa-apa menghampiri Minseok yang sedang rapuh begitu. Hankyung muncul dibelakangnya dan dengan pelan mendorongnya sampai akhirnya dia berdiri disamping kursi Minseok

"Umhh.. Xiumin baby" panggil Heechul sambil perlahan duduk disamping Minseok yang masih fokus menatap keluar jendela "Ini aku bawakan Wine"

"Aku tidak butuh Wine. Yang aku butuhkan itu seseorang yang bisa menemaniku menghabiskan malam natal tapi karena sepertinya tidak ada jadi aku ambil wine-nya" Minseok dengan malas mengambil gelas wine yang disodorkan Heechul padanya tanpa mengalihkan tatapanya pada luar jendela

"Ayolah, Xiumin baby~ ini masih sore"

Dan itu mampu membuat Minseok memutar kepalanya menghadap Heechul dengan kecepatan kilat "Sore katamu! Ini dua setengah jam sebelum tengah malam. Dia bilang akan menjemputku jam lima. Aku sudah menunggunya selama 6 jam dan kau bilang ini masih sore? SORE?"

Heechul mengangkat kedua telapak tanyanya "oke, aku menyerah"

"Dan aku pulang sekarang" kata Minseok sambil berdiri kemudian menarik tas tangannya sebelum berjalan keluar dari café

Heechul berbalik menatap Hankyung yang seperti meminta penjelasan namun Heechul hanya mengangkat bahunya

...

Yixing memainkan makanan yang ada dihadapannya dengan perasaan gugup. Di pangkuannya Ace terlelap dengan bibir yang sedikit terbuka. Sungguh sangat imut. Ini hampir tengah malam dan dia tidak tau kenapa boss-nya, Kris, tiba-tiba memutuskan untuk pergi ke panti asuhan pada jam segini. Tapi dia benar-benar tidak punya kesempatan untuk bertanya karena Kris menyuruhnya untuk cepat-cepat datang ke condominium miliknya.

Dan coba lihat sekarang, dia yang menyuruhnya cepat-cepat datang dia sendiri yang terlambat. Hingga akhirnya Yixing memilih menunggu di café lounge didepan gedung, beberapa kali melirik ke arah jam dinding yang ada disana. Dalam hati berdoa semoga saja mereka tidak menghabiskan malam pergantian tahun di mobil Kris saat perjalanan mereka ke panti asuhan nanti. Yah, meskipun itu kedengarannya sedikit menyenangkan.

Yixing mengedarkan pandangannya dan melihat Kris yang dengan cool-nya berjalan ke arah mereka. Memakai kemeja putih sebagai atasan di padu dengan long coat berwarna hitam dan celana jins bewarna senada coatnya. Rambutnya yang biasanya rapi kini terlihat sedikit acak dan itu justru menambah kesan seksi CEO muda tersebut. Yixing menelan ludahnya. Ini seperti dia jatuh lagi dan lagi oleh pesona Kris, tapi dia berusaha menahan dirinya untuk tidak terlalu berharap

Yixing segera berdiri dan menyapa Kris dengan Ace yang ada di gendonganya "Selamat malam, sir"

"Ish.. Berhentilah bersikap formal. Kita sedang tidak di kantor, Yixing"

"Um..." Yixing sudah akan membuka mulutnya untuk menjawab, namun karena Kris yang tiba-tiba maju selangkah dan mencium pipi gembul Ace di gendonganya (serta bau parfum Kris yang tertangkap indera penciumnya) membuatnya speechless.

Kris kembali menegakkan badannya. "Ayo" dia mengedikan dagunya. Memberi tanda agar segera pergi dari sana kemudian berjalan duluan. Yixing buru-buru mengambil tas bayi disampingnya dan berjalan menyusul Kris.

Barulah setelah mereka sampai di mobil Yixing punya kesempatan untuk bertanya "Kenapa kita harus ke panti asuhannya sekarang, sir?"

"Berhenti memanggilku Sir, Yixing" gumam Kris tapi karena Yixing terlalu fokus memasangkan seatbelt untuk Ace di kursi belakang, dia tidak mendengar gumaman Kris barusan. "Dan memangnya kenapa kalau sekarang ke panti asuhannya?"

Yixing memastikan Ace merasa nyaman di tempatnya sebelum duduk di kursi disamping Kris. "Entahlah, maksudku, sekarang ini orang-orang sedang merayakan pergantian tahun tapi kau malah mau menitipkan Ace di panti asuhan"

Tanpa diketahui Yixing Kris menampilkan senyum miringnya sebelum menghidupkan mesin mobil dan melaju membelah jalanan Seoul.

...

Kyungsoo berjalan mondar-mandir di depan gedung apartment Jongin. Menghiraukan pandangan heran dari orang-orang yang berjalan disekitar sana. Lagipula dia memang memilih waktu yang kurang tepat untuk mondar-mandir disana. Jam sudah menunjukkan pukul 9.34 pm yang artinya kurang dari dua setengah jam lagi tengah malam. Orang lain pada jam segini lebih memilih untuk ke sungai Han atau ketempat lain untuk merayakan tahun baru. Bukannya berjalan mondar-mandir mirip setrikaan di depan gedung apartment orang seperti yang sedang Kyungsoo lakukan. Tapi sekali lagi, dia tidak peduli. Karena dia tau, kesalahannya sudah banyak. Dan dia tidak mau lagi jika harus melewati tahun berikutnya dengan beban berat dihatinya. Maka dari itu dia memutuskan untuk kesini. Dia harus berbicara dengan Jongin.

Kyungsoo mendengar pintu utama terbuka dan dengan panik ia berbalik membelakangi pintu. Dalam hati berdoa supaya itu bukan Jongin. Dia menunggu hingga bayangan orang yang keluar tadi menghilang barulah Kyungsoo menghembuskan nafas lega. 'Apa yang kulakukan sebenarnya' pikirnya 'tidak seharusnya aku takut kan? Ayolah, Kyungsoo. Bukan saatnya kau untuk menjadi pengecut'. Sibuk dengan pikirannya Kyungsoo tidak sadar jika ada orang lain yang keluar lagi

"Baekhyun Unnie! Tunggu aku—huh"

Kau bisa Kyungsoo

Kau bisa

Ini saatnya kau harus melakukan sesuatu untuk dirimu sendiri

Fighting Kyungsoo!

Kyungsoo menghirup nafas dalam kemudian menghembuskannya. Mencoba menyerap energi positif disekelilingnya. Memantabkan hatinya untuk berbalik dan mengetuk pintu utama. Okay. Kyungsoo berbalik dan langsung tersentak kaget karena seorang yeoja tinggi bermata panda berdiri tepat di belakangnya

"KYAAAAA!"

Yeoja itu juga ikut kaget mendengar teriakan Kyungsoo "Whoaaa... Jeosongamnida. Aku tidak bermaksud mengagetkan mu"

"K-kau siapa?"

"Oh, aku Tao. Salah satu penghuni disini. Tadi saat aku aku keluar aku melihatmu seperti ragu akan masuk. Apa kau ingin menyewa kamar? Tapi sepertinya pemilik apartment sedang tidak ada. Mungkin kau bisa kembali lagi bes—"

"Eh, Bukan!" potong Kyungsoo cepat sambil mengibaskan tanganya panik "ma-maksudku... Bukan,. Aku" Go on Kyungsoo "Aku mencari Kim Jongin"

Tao mengangkat sebelah alisnya "Jongin? Oh maksudmu Kai?"

"Kai?"

"Iya,, penghuni apartment ini memang lebih suka memanggilnya Kai daripada Jongin. Dan dia juga tidak pernah mau di panggil oppa oleh penghuni yeoja yang lebih muda darinya. Menggelikan katanya. Tapi tetap minta di panggil Hyung bila dengan penghuni namja" jelas Tao panjang

Kyungsoo hanya tersenyum canggung lalu bertanya "Ngomong-ngomong apa dia ada"

"Ada. Tunggu sebentar, akan aku panggilkan dia untukmu"

"NO!" Kyungsoo berteriak panik dan mencoba mencegah Tao yang sudah kembali berjalan ke arah pintu dan disaat bersamaan Jongin keluar dari sana

"Tao kau lupa kunci—"

"Oh, Kai ! Benar-benar waktu yang pas"

Kyungsoo terdiam ditempatnya berdiri begitu juga Jongin. Tao yang tidak menyadari atmosfer aneh diantara mereka hanya menghampiri Jongin dan mengambil kunci ditangan namja tan tersebut "Kai, dia mencarimu"

Sungguh, kenapa keadaannya jadi seawkward ini sih

"TAO! CEPATLAH ! NANTI KITA TERLAMBAT" teriak Baekhyun dari dalam taksi membuat Tao segera melesat meninggalkan Jongin dan Kyungsoo yang masih dalam posisinya masing-masing. Dan Sama-sama bingung harus melakukan apa. Kyungsoo menelan ludahnya gugup

"Mau apa kau kesini?" tanya Jongin dingin. Kyungsoo berani bersumpah jika ini adalah nada terdingin yang pernah di gunakan Jongin saat namja tan itu berbicara padanya

"Aku ingin bicara"

"Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan" dengan cepat Jongin berbalik dan menutup pintu utama meninggalkan Kyungsoo begitu saja

Otak Kyungsoo memerintahkannya untuk mengejar Jongin tapi kenapa kakinya seperti tertancap dan tidak bisa digerakan. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak bisa langsung masuk dan berlari mengejar Jongin, kemudian memohon agar mau mendengarkan penjelasanku -tapi tunggu. Aku bisa!

Yeah, aku bisa! Kenapa tidak

Terserahlah nanti mau dibilang tidak sopan karena masuk tanpa ijin. Yang penting sekarang dia harus mengejar Jongin dan bicara padanya.

Kyungsoo kembali menarik nafas dalam sebelum membuka pintu utama. Hal pertama yang didapatkannya setelah pintu itu menjeblak terbuka adalah tatapan beberapa penghuni apartment yang sedang berkumpul diruang tamu. Namun karena sudah terlanjur dan dia juga tidak bisa mundur lagi, yang selanjutnya dia lakukan hanya membukuk meminta maaf. Setelah kembali menegakkan badanya dia mengedarkan pandangannya. Netranya menangkap punggung sosok yang dicarinya sedang berjalan menaiki tangga. Dia buru-buru lari mengejar Jongin. Tidak memperdulikan tatapan bertanya dari orang-orang disekitarnya

"Jongin" teriak Kyungsoo ikut menaiki tangga

"Pulanglah, Kyungsoo!" Jongin yang sudah membuka pintu kamarnya balik berteriak. Setelahnya dia langsung menutup pintu kamar tersebut dan menguncinya dari dalam

"Jongin kita harus bicara" Kyungsoo masih belum menyerah namun Jongin juga tidak kunjung membuka pintu kamarnya. Membuat Kyungsoo kehilangan harapannya. Ini kesempatannya memperbaiki hubungannya dengan Jongin, menjelaskan pada namja tan itu dari sudut pandangnya kenapa dia sampai meninggalkanya dulu. Tapi bagaimana bisa menjelaskan kalau bertemu dengannya saja Jongin tidak mau.

Kyungsoo sudah hampir menangis saat dirasakanya seseorang menepuk bahunya. Dia berbalik dan mendapati tiga orang namja berdiri menatapnya

"Mungkin ini terdengar gila tapi jika kau benar-benar ingin bertemu dengan Kai, pergilah ke sisi kiri gedung. Disana Ada tangga kayu yang bisa kau gunakan untuk mencapai jendela kamar Kai. Dan aku yakin Kai tidak mungkin mengusirmu dari sana" kata salah satu namja yang berdiri ditengah. Meskipun tidak saling kenal Kyungsoo merasa sangat berterima kasih pada mereka karena sudah mau membantunya. Bantuan itu sungguh berarti untuknya

Kyungsoo tersenyum tulus dan mengucapkan terima kasih berulang ulang pada mereka sebelum turun kemudian keluar dari apartment dan berlari menuju ke sisi kiri gedung seperti yang di intruksikan namja tadi. Sesampainya disana dia mendongak dan dengan gampang menemukan jendela kamar Jongin. Berterima kasihlah pada beberapa penghuni yang menunjukkan padanya dari jendela kamar mereka sendiri. Tanpa membuang waktu lagi, Kyungsoo mendirikan tangga kayu yang tergeletak tidak jauh dari sana dan meletakkanya di dinding kemudian memanjat dengan hati-hati

Saat sudah sejajar dengan jendela kamar Jongin, Kyungsoo dapat melihat Jongin yang sedang memasukan pakaiannya ke dalam lemari. Dia kemudian mengetuk kaca jendela membuat Jongin berbalik menatapnya. Mata namja tan itu membola. Dengan tergesa-gesa namja tan itu menggeser jendelanya hingga terbuka. Namun belum sempat Kyungsoo mengatakan sesuatu Jongin sudah berteriak duluan padanya "NEO PABBOYA! KAU PIKIR APA YANG KAU LAKUKAN HAH!"

"Aku ingin bicara denganmu"

"dan dengan cara memanjat jendela kamarku, apa kau gila?"

"Mungkin iya! Dan bukankah itu justru memberikan bukti padamu kalau aku sangat serius ingin bicara denganmu?"

Jongin menatap mata Kyungsoo yang di penuhi tekad dan keseriusan. Dan dia tidak bisa berbohong, jika dia sangat khawatir pada yeoja ini saat melihatnya nangkring di jendela kamarnya. Sungguh, Kyungsoo masih sangat berarti untuk hidupnya. Jongin menggeser sedikit badanya kesamping jendela "Masuklah sebelum kau jatuh"

Kyungsoo mengangguk dan dengan hati-hati masuk melewati jendela. Namun karena ukuran jendela yang tidak terlalu lebar serta dia yang awalnya memang salah tumpuan membuatnya kesusahan memasukan tubuhnya. Jongin yang melihat itu reflek mengulurkan kedua tanganya dan mengangkat pinggang Kyungsoo hingga akhirnya yeoja mata bulat itu mampu menapak sempurna dilantai kamar Jongin.

"Thanks" Kyungsoo mendongak dan barulah dia sadar jika jarak wajahnya dan Jongin sangatlah dekat. Posisi mereka saling memeluk dengan telapak tangan Kyungsoo yang berada didada bidang Jongin serta tangan Jongin yang masih melingkar dipinggangnya dengan mata yang saling menatap. Dan jangan lupakan detakan jantung mereka yang seakan berlomba milik siapa yang lebih cepat.

Lama mereka dalam posisi seperti itu hingga Jongin yang tersadar duluan menyentakkan tangannya dari pinggang Kyungsoo secara tiba-tiba. barulah setelahnya suasana awkward kembali hadir diantara mereka. Namja tan itu memilih untuk berdiri menyender pada lemari bajunya. Sedangkan Kyungsoo masih tetap menunduk

"Kau ingin bicara apa?" tanya Jongin mencoba kembali ke topik awal alasan Kyungsoo menemuinya

Kyungsoo mendongak menatap Jongin "Aku sudah keluar dari tempat kerjaku" melihat Jongin yang seperti ingin mengucapkan sesuatu, Kyungsoo buru-buru menambahkan " Kau benar. Aku memang bodoh. Aku membuat keputusan yang salah dengan meninggalkanmu. Aku—" Kyungsoo menyadari suaranya yang perlahan bergetar, tapi dia merasa harus bisa mengatakan maksudnya terlebih dahulu sebelum air matanya jatuh. " Aku punya mimpi, Jongin. Aku ingin menjadi sukses. Aku ingin memiliki gelar untuk diriku. Aku ingin merasa bahwa aku.. Penting. Tapi kesalahan yang sudah aku lakukan adalah,,, bahwa aku tidak sadar jika aku sudah memiliki semua itu saat bersamamu" Kyungsoo mengambil nafas sejenak sebelum melanjutkan "Aku tau kau berasal dari keluarga yang mampu Jongin. Kau tidak perlu melakukan apapun karena kau akan langsung menyandang status penerus satu-satunya keluarga Kim dan mewarisi resort serta beberapa hotel di Bucheon. Karena itu aku ingin merasa pantas untukmu. Aku ingin memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan saat bertemu dengan orang tuamu. Aku tidak mau hanya dicap menumpang nama pada keluarga besarmu jika suatu hari kita menikah seperti yang kau katakan dulu"

"Aku tidak ingin memintamu untuk memaafkanku. Aku hanya ingin kau tau bahwa tiada satu haripun terlewati tanpa aku memikirkan mu, memikirkan kita dan semua hal yang seharusnya kita lakukan. Aku sama sekali tidak menyangka jika kita akan berakhir seperti ini dan tentu saja tidak ada orang lain bisa disalahkan kecuali aku" Kyungsoo menunggu satu kata saja sebagai tanggapan Jongin. Namun namja itu masih tetap diam dan menatapnya datar. Bahkan hingga 5 menit lamanya. "Jongin" Panggil Kyungsoo dan Jongin hanya menghela nafasnya kemudian memalingkan wajahnya. Tidak lagi menatap Kyungsoo.

Kecewa. Kyungsoo merasa kecewa karena Jongin tidak menanggapinya sama sekali. Mungkin ini saatnya dia pergi. Bukankah dari awal kedatangannya memang tidak diindahkan oleh Jongin ya. Huft. "Aku rasa... Aku akan pulang sekarang"

Sungguh menyakitkan. Bahkan setelah dia keluar dari kamar Jongin dan menutup pintunya, namja tan itu masih belum mengucapkan apapun. Lagipula apa yang dia harapkan coba? Jongin yang akan memaafkanya kemudian memeluknya? Ayolah, Do Kyungsoo kau tau hal itu tidak akan terjadi setelah apa yang kau perbuat padanya. Tapi kalau boleh jujur dia masih sedikit berharap sebenarnya

Kyungsoo menghela nafas. Dia sungguh menyedihkan bukan? Disaat orang lain merayakan tahun baru dengan cerah ceria bersama orang tersayang mereka dia malah sendirian. Ah, dia jadi malas pulang.

...

Apakah kau tau rasanya saat kita memimpikan sesuatu dan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkanya tapi saat mimpi itu hampir terwujud kita justru tidak mampu menjadikannya nyata? yeah, seperti itulah perasaan Baekhyun saat ini. Dia sudah menunggu begitu lama untuk bisa datang ke konser Chanyeol dan melihatnya secara langsung. Tapi coba lihat dimana dia sekarang? Bukanya di Seoul Convention Center, berteriak-teriak bersama fans Chanyeol yang lain. Dia malah duduk dikursi tunggu dibandara.

Baekhyun lagi-lagi menghela nafasnya. Mencoba memikirkan sesuatu yang bisa menenangkanya sehingga saat ibunya datang nanti, Nyonya Byun tidak akan murka padanya saat melihat muka anak perempuannya yang kusut seperti baju lecek hanya karena tidak bisa datang ke konser penyanyi yang digilai anaknya tersebut. Tapi sungguh itu tidak membantu sama sekali.

Baekhyun sedih, kecewa, frustasi

Karena kesal, Baekhyun melempar tutup botol isotonik yang sejak tadi dimainkanya asal dan sialnya mengenai kepala seorang Yeoja bermata rusa yang lewat disampingnya

"Aw, yak" pekik yeoja itu sambil mengusap kepalanya

"Oh,, Jeosongamnida" Baekhyun buru-buru menghampiri yeoja itu dan mengambil tutup botol tadi "Aku benar-benar minta maaf" katanya lagi sambil membungkuk beberapa kali

Yeoja itu tersenyum melihat Baekhyun "Tidak apa-apa" katanya kemudian pergi meninggalkan Baekhyun yang masih terdiam sambil memikirkan betapa familiar wajah orang ini. Ah, mungkin salah satu orang yang dia wawancarai. Terserahlah, dia tidak mau terlalu memikirkan itu, karena yang ada dipikirannya saat ini hanyalah konser Chanyeol dan ketidakberuntungannya

Baekhyun kembali menghela nafas untuk yang ke 15 kalinya dalam 15 menit terakhir

Tao yang merasakan kesedihan kakaknya merasa kasihan padanya

"Baek, Unnie, kalau kau mau kau bisa pergi, kok"

"Tidak, aku tidak bisa. Umma sebentar lagi juga datang"

"Aku yang akan menjelaskannya pada Umma nanti. Lagipula aku bawa tiketnya"

"Apa? Aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian disini"

"Aku tidak akan kenapa-napa. Ayolah Unnie. Ini satu-satunya kesempatan mu untuk melihat Chanyeol secara langsung. Jangan biarkan terlewat begitu saja"

Baekhyun mengerang frustasi "Hentikan Tao, aku jadi merasa benar-benar ingin kabur sekarang"

"Kalau begitu pergilah. Dengar Unnie. Kau sudah bekerja keras untuk mendapat nilai terbaik di setiap ujian seperti keinginan Umma. Kau juga tidak pernah melanggar aturan yang dibuatnya. Dan selalu mendahulukan apapun yang diperintahkannya. Dan untuk kali ini saja, Aku rasa tidak apa-apa jika kau melakukan sesuatu untuk dirimu sendiri karena kau berhak untuk melakukannya" Kata Tao sambil menatap lembut kakaknya. Meskipun mereka tidaklah dilahirkan dari satu ibu tapi dia sangat menyayangi saudaranya ini. Dan meskipun nyonya Byun bukanlah Ibu kandungnya, tapi sejak wanita itu menemukanya menangis didepan gerbang Keluaga Byun dulu, wanita paruh baya itu sangatlah menyayanginya dan tidak pernah membeda-bedakanya dengan Baekhyun. Anak perempuannya sendiri. Jadi dia cukup yakin jika Ummanya tidak akan murka padanya karena sudah membantu Baekhyun kabur

"Lagipula kau tau Unnie? Umma akan selalu ada untuk menghukummu bukan?" Pada akhirnya mereka tertawa bersama dan di saat-saat beginilah Baekhyun sangat bersyukur pada Tuhan Tao ada bersamanya.

"Ah, Tao-ie~ gomawo. kau yang terbaik" Baekhyun memeluk Tao sejenak kemudian buru-buru mengecek jam tangannya "Baiklah, aku percayakan alasan kepergianku padamu"

"Tenang saja, aku pintar membuat alasan"

Baekhyun tertawa sebelum berbalik pergi. Tidak lupa melambai pada Tao kemudian berlari menuju pintu keluar.

Namun karena keadaan Bandara yang ramai membuat Baekhyun sesekali mengumpat kesal karena langkahnya menuju pintu keluar kadang terhalangi. Dia harus buru-buru kalau ingin sampai di tempat konser tepat waktu.

...

"Jadi? Sudah berapa lama kau mencintaiku?"

Yixing terkesiap kaget. Jika seandainya dia yang sedang menyetir sudah dipastikan mobil yang dikendarainya menabrak pembatas jalan. Dia kemudian menutupi muka merahnya dengan sebelah tangan "Ya! Jangan menanyakan itu padaku"

Kris melirik Yixing dan tersenyum miring "Kenapa tidak?"

"Kenapa juga kau ingin tau? Lagipula itu bukanlah sesuatu yang penting"

"Jangan menutupi wajahmu begitu, Yixing"

"Ya! Diamlah!"

"Apa? Kau baru saja menyuruh ku diam?"

"Ti-tidak, tidak. Bu-bukan begitu maksudku" Dengan panik Yixing menurunkan tanganya dan langsung disambut senyum miring Kris. Yixing mengerang pelan karena berhasil dikerjai oleh Kris dan kembali menghempaskan punggungnya pada sandaran kursi. "Tuhan, ini sangat melakukan" cicitnya pelan yang hanya ditertawakan oleh Kris. Dia memutuskan untuk menatap keluar jendela dan barulah dia sadar dimana mereka sekarang "Tunggu, ini bukanlah jalan ke panti asuhan" Dia kemudian menatap Kris yang masih fokus pada jalanan "Sir, sebenarnya kita akan kemana?"

Kris kembali tersenyum miring, dan itu memberi pertanda pada Yixing bahwa akan ada sesuatu yang terjadi. Dan ketika Kris memberhentikan mobilnya, Yixing kembali sadar jika mereka sekarang berada di parkiran gedung Seoul Convention Center. Dimana sebuah konser sedang berlangsung melihat begitu banyaknya manusia yang datang kesana.

"Apa yang akan kita lakukan disini?" tanya Yixing

"Aku tidak akan menitipkan Ace di panti asuhan"

"BENARKAH!" seru Yixing

Kris berbalik menatapnya "Tapi aku tidak bisa menjaganya seorang diri"

"Kau bisa mempekerjakan babysitter"

"Aku malah berpikir, bagaimana jika kau saja yang menjaganya b—"

"OH! Kau ingin aku yang menjadi babysitternya? Baiklah tidak masalah bagiku"

"Yixing"

"Wah, that's awesome-"

"Yixing" Merasa tidak punya pilihan lain. Kris menarik bahu yeoja itu dan menahannya agar terdiam di tempat. "Aku ingin kau menjaga Ace, bersamaku" Kata Kris penuh keseriusan.

Yixing mengedipkan matanya "Oh?"

Kris menatap datar Yixing

"Oh, Oh, oohhhh" Yixing akhirnya mengerti maksud ucapan Kris, tapi masalahnya adalah sangat susah untuknya mengatakan bahwa dia mengerti. Dan lagi dia sungguh tidak tau harus bereaksi seperti menanggapi perkataan Kris "Ah,.. Hmm.. Uhh"

"Yixing" Kris mengerang tidak sabar menunggu loading otak Yixing yang begitu lama hingga memutuskan untuk memajukan wajahnya dan menempelkan bibirnya pada bibir yeoja itu. Namun hanya beberapa detik kemudian Kris kembali menjauhkan wajahnya dari Yixing yang sekarang sudah seperti patung dengan muka dan telinga yang merah

"Ka-kau baru saja menciumku, Sir?"

Kris terkekeh sebelum keluar dari mobil "Ayo"

Yixing melihat namja tinggi itu membuka pintu belakang dan mengangkat Ace yang sudah bangun dan membawanya keluar mobil.

"Itu pasti pernyataan cinta terkonyol yang pernah ada" Yixing terkekeh kemudian ikut keluar dari mobil dan berjalan menghampiri mereka

"Lihat, Ace. Itu mommy" Kata Kris menirukan suara anak-anak sambil menggunakan tangan Ace untuk menunjuk Yixing. Bayi lucu itu tertawa diikuti Kris dengan suara beratnya. Dan Yixing, melihat kedua orang ini begitu bahagia, dia juga tidak dapat menyembunyikan senyumannya. Mungkin inilah sesuatu hal yang akan terjadi tadi. Mungkin Ace memang dikirimkan Tuhan untuk menyatukan mereka. Dan sekarang yang perlu dia lakukan adalah membesarkan bayi imut itu. Berterima kasih setiap detiknya karena berkatnya, dia dapat memiliki keluarga yang impikannya.

Kris menggenggam erat tangan Yixing dengan Ace yang masih di gendonganya kemudian mereka melangkah bersama

"Ehm,, Sir, kau belum memberitahuku apa yang kita lakukan di konsernya Park Chanyeol?"

Kris berdecak "berhenti memanggilku Sir, sayang" kemudian ia menaikan satu alisnya "Apa aku belum memberitahumu? Chanyeol itu sahabatku"

"MWO?! You've got to be kidding me!"

...

di ruang make up, Chanyeol tersenyum begitu lebar saat stylish-nya selesai mendandani rambutnya. Namun bukan karena penampilannya yang membuatnya tersenyum selebar itu. tapi karena-

"Berhenti tersenyum bodoh seperti itu. Kau menggelikan" semprot sang manager yang sedari tadi memperhatikan tingkah Chanyeol. Sudah sejak kemarin malam sebenarnya namja tinggi bertingkah seperti ini

"Isshhh, kau ini Hyung. akukan sedang bahagia" kata Chanyeol sambil nyengir

Managernya itu hanya geleng-geleng kepala " sudahlah cepat kau bersiap. konser sebentar lagi dimulai". Chanyeol mengangkat kedua jempolnya pada sang manager sebelum managernya keluar dari sana

Chanyeol sendiri kembali memandangi wajahnya pada cermin dengan senyuman yang masih bersarang di bibirnya

Sebentar lagi, aku akan betemu kembali denganmu. Ku harap kau benar-benar datang

...

"Iya, aku baru saja sampai" kata Luhan pada Yixing di telepon. Sebelah tangannya menggeret koper besar di belakangnya menuju kursi tunggu. "apa? Kau dimana? Kenapa berisik sekali? Halo, Yixing? Aku tidak bisa mendengarmu? Halo,, halo? Ah, aku akan menelponmu lagi! AKU AKAN MENELPONMU LAGI NANTI" sambungan telepon pun terputus. Luhan menghela nafas. Kemudian terdiam sesaat. Ponsel di sakunya kembali bergetar, satu pesan masuk. Luhan segera membacanya

'jangan lupa Janjimu untuk kembali lagi kesini bersama tunanganmu.^^'

Joonmyeon

Luhan tersenyum mengingat kembali pertemuan singkatnya dengan Joonmyeon yang begitu berkesan. Meskipun begitu singkat, juga mereka yang tidak terlalu mengenal satu sama lain. Tapi banyak hal yang dipelajarinya dari namja itu.

Luhan memutuskan keluar dari bandara dan mencari taksi untuk mengantarnya pulang. Namun saat ia sedang berdiri di pinggir jalan sebuah Porches yang sangat familiar berhenti tepat dihadapannya. Dia menunggu dengan jantung berdegub semakin kencang setiap detiknya. Dan akhirnya saat dia melihat Sehun keluar dari mobil itu dan tersenyum sangat tampan padanya. Dia dapat merasakan jantungnya meledak

"Hey" sapa Sehun, masih dengan senyuman yang selalu membuat Luhan jatuh cinta. Dia melangkah mendekati Luhan kemudian mengecup sekilas pipi gadis itu dan mengambil alih koper Luhan.

"Kau disini?"

"Mmm-hhmm" gumam Sehun sambil memasukan koper Luhan ke dalam bagasi mobil

Luhan menatapnya, melihat bagaimana poninya jatuh mengenai alisnya, bagaimana tangannya yang melingkar di pegangan kopernya, bagaimana otot bicepnya yang tercetak dari baju yang dikenakannya dan semua itu membuat Luhan sadar alasan kenapa dia tidak pernah bisa menyerah pada hubungan mereka ya karena Sehun akan tetap menjadi Sehun, namja yang sangat dicintainya. Yang berubah hanyalah cara pandang dan perspective-nya pada namja itu saja.

"Bagaimana kau tau aku pulang hari ini?" tanya Luhan, seingatnya dia tidak pernah memberi tau Sehun tentang penerbangannya

Sehun menutup bagasi mobilnya "Apa sih yang tidak ku tahu tentang mu, Lu?"

Luhan berkedip beberapa kali, membuat Sehun terkekeh kemudian berjalan pelan ke arahnya. Dia usapkan jemarinya pada pipi tembam gadisnya "Dengar, aku tau kita sedang ada masalah tapi aku tidak akan menyerah padamu, pada kita. Hanya saja beri tahu aku. Beri tahu aku bila kau tersakiti, bila kau merasa sedih dan aku akan melakukan apapun agar kau bahagia kembali"

Luhan menutup matanya saat jemarinya berhasil menyatu dengan jemari Sehun di pipinya. Dia tersenyum "Tidak, Sehun. Kita tidak sedang ada masalah. Kita baik-baik saja" dia kemudian dengan perlahan membuka matanya dan disambut oleh tatapan Sehun yang menatapnya seolah dia adalah hal yang sangat berharga di dunia. Luhan kembali tersenyum "Kita baik-baik saja Sehun"

Tanpa menunggu lama, Sehun langsung menarik Luhan ke dalam dekapan eratnya. Sesuatu yang sangat dirindukan oleh Sehun. Dan percayalah. Luhan juga merasakan hal yang sama.

...

Minseok merasa dirinya tidak terlalu banyak minum tadi, tapi kenapa sekarang dia berhalusinasi melihat Chen ada di depannya. Dan karena dia tidak yakin ini halusinasi atau tidak, maka dia memutuskan untuk membuktikannya dengan...

PLAK

Menampar wajah Chen

"Aw" teriak Chen

Opss, sepertinya ini bukan halusinasi. Ah, tapi terserahlah. Lagipula Chen pantas mendapatkanya

"Dengar, Minseok. Aku bisa jelaskan"

"Tidak ada yang perlu kau jelaskan disini. Sekarang aku mau pulang, kembali kerumahku yang membosankan"

Chen buru-buru mencekal tangan Minseok "tolong dengarkan aku dulu. Ada sesuatu yang harus kulakukan tadi"

"Baiklah" Minseok menghempaskan tangan Chen dan kembali melangkah

"Aku tadi kerumah sakit!" Minseok terdiam "Ibuku tiba-tiba kritis, dan aku harus menungguinya tadi"

"Lalu kenapa kau sekarang disini. Harusnya kau tetap dirumah sakit menjaga mereka" Tanya Minseok, membalik tubuhnya menghadap Chen

"Aku ingin menghabiskan tahun baru bersamamu makanya aku kesini. Dan dokter juga bilang kalau keadaan ibu ku sudah stabil, karena itu aku berani meninggalkan rumah sakit. Dengar Minseok, mungkin ini sulit dipercaya tapi kumohon percayalah. Aku tidak pernah punya pengalaman menyukai seseorang pada pandangan pertama karena itu, ini semua sungguh baru untukku. Tapi kumohon percayalah bahwa semua yang ku katakan ini adalah yang sejujurnya"

"Kau.. Kau menyukai ku?"

"Iya, aku menyukai mu. Kau baik, kau murah hati, tulus, kau perhatian, dan mungkin aku bisa membuat ribuan list lanjutanya. Aku terpesona sejak pertama melihatmu. Kau sungguh orang yang luar biasa"

Minseok menggigit bibir bawahnya "Kau benar-benar menyukaiku?"

Chen berdecak "IYA,. Aku menyukai Kim Minseok! Akan aku buatkan banner, poster atau apapun untuk membuktikan padamu dan kepada dunia kalau aku menyukai Kim Minseok"

Minseok semakin keras menggigit bibir bawahnya, mencegah senyumnya untuk terkembang

"Dan kau juga menyukai ku, jadi berhenti menyembunyikan senyumanmu itu" tambah Chen membuat Minseok tertawa lebar. Chen kemudian menggenggam tangan Minseok dan mendekatkan wajahnya hingga kening mereka bersentuhan "Well Then, Can I still have my New year's date?" tanya Chen kemudian mengecup bibir Minseok

"Tapi ini hampir tengah malam, dan kita belum punya tujuan"

Sekali lagi Chen mengecup bibir Minseok. Genggaman tangannya pada yeoja pipi bakpao itu ia eratkan "kita bisa jalan-jalan di sekitar sini saja. Selama itu bersamamu aku anggap itu kencan"

Dan kali ini Minseok tidak dapat menyembunyikan senyumannya lagi.

...

Luhan menaikkan sebelah alisnya saat sadar jalan yang mereka lewati bukanlah jalan menuju apartment. Dia menoleh ke arah Sehun yang sedang menyetir dengan kecepatan penuh agar tidak terjebak macet "Sehun, kita akan kemana sebenarnya?"

"Seorang temanku mengadakan konser malam ini dan dia mengundang kita. Jadi kupikir tidak apa-apa jika kita menghabiskan tahun baru dengan menonton konsernya. Tentu kalau kau tidak keberatan"

"Tapi, bukankah kita punya rencana lain?" Luhan menatap keluar jendela mobil dan netranya menangkap billboard besar yang menginformasikan konser Seorang artis lalu dia terbelalak "Kecuali jika teman yang kau maksud itu Park Chanyeol.. " dengan cepat kembali kepada Sehun sedang tersenyum miring padanya "KAU BERTEMAN DENGAN PARK CHANYEOL!"

Sehun sempat tersentak mendengar teriakan Luhan sebelum tertawa lebar

"Kau pasti bercanda" gumam Luhan sambil menggelengkan kepalanya

"Tapi sebelumnya aku harus menjemput seseorang dulu"

...

"Kyungsoo!"

Hah? Itu seperti suara Jongin

"Do Kyungsoo!"

Ah, tapi tidak mungkin

"DO KYUNGSOO!"

Kyungsoo berjengit kaget kemudian segera berbalik dan mendapati Jongin yang sedang berlari ke arahnya. "Jongin-" kata-katanya terputus begitu saja saat Jongin yang sudah sampai dihadapannya langsung menarik tanganya kemudian mendekapnya erat. Dekapan yang sangat dirindukannya, dekapan dari orang yang selalu memberinya kekuatan "Jongin?"

"Aku pasti sangat memcintaimu sampai melakukan hal ini" bisik Jongin di telinga Kyungsoo membuat tengkuknya terasa meremang. "Kau selalu saja melakukan hal bodoh. Dan mungkin karena itu aku tidak pernah bisa meninggalkanmu"

Kyungsoo menggigit bibirnya. Ini sungguh diluar expectasinya. Ini adalah hal yang diragukannya akan terjadi tapi mungkin ini memang yang seharusnya terjadi karena inilah mereka, inilah Kim Jongin dan Do Kyungsoo yang seharusnya

Tidak ada kata yang dapat keluar dari mulut Kyungsoo saat ini. Karena itu dia hanya bisa melakukan hal yang sekiranya dapat menunjukkan perasaan bahagianya. Membalas pelukan Jongin. Setelah beberapa saat, Jongin melepaskan pelukannya dan menatap Kyungsoo yang juga balik menatapnya. Mereka tersenyum. Sangat bahagia

Dengan perlahan Jongin memajukan wajahnya dengan sebelah tangan yang menangkup wajah Kyungsoo. Gadis itu sendiri sudah memejamkan matanya. Wajah Jongin makin lama makin dekat, hingga tinggal 1 centi saja bibir mereka akan bertemu sebelum suara berisik di belakang mereka mengganggu moment romantis tersebut.

"HEY, JONGIN"

Reflek mereka menoleh ke arah suara "Sehun?" kata Jongin kemudian berjalan menghampiri mobil Sehun. Tangan kanannya masih menggenggam tangan kiri Kyungsoo dan secara otomatis yeoja tertarik di belakangnya "Sedang apa kau disini?"

"Menjemputmu tentu saja. Kecuali kau mau menghabiskan tahun baru di apartmentmu yang membosankan itu" kata Sehun dengan antusias kemudian sedikit menggoda Jongin saat melihat Kyungsoo berdiri dibelakang namja tan itu "Wahh, kurasa cinta lama telah bersemi kembali"

Kyungsoo bersemu oleh godaan Sehun namun tetap menyapa kawan lamanya itu "Hello, Sehun. Menyenangkan rasanya mengetahui kau tidak berubah banyak"

"Perubahan itu relative kawan. Sekarang masuklah"

Jongin membuka pintu belakang dan menyuruh Kyungsoo untuk masuk duluan. Setelah di dalam barulah Kyungsoo melihat seorang yeoja cantik bermata rusa duduk di kursi samping kemudi

"Anyeong, aku Luhan. Tunangan Sehun" katanya menyapa Kyungsoo.

"Oh, anyeong" Kyungsoo menyapa balik dan menyambut uluran tangan gadis itu. Lalu Luhan mengangguk pada Jongin yang sudah duduk disampingnya. Sepertinya mereka sudah saling kenal

"Kita akan kemana?" tanya Jongin pada Sehun yang sudah menjalankan kembali mobilnya

"Ke konser"

Jongin mengernyitkan dahinya mencoba mengingat "Oh, Konsernya Chanyeol hyung"

Sekarang giliran Kyungsoo yang bingung "Chanyeol? Maksudmu Park Chanyeol?"

"Yeah, dia teman kami" kata Sehun dan Jongin berbarengan dengan nada seolah berteman dengan penyanyi yang sedang naik daun itu adalah hal yang wajar dan normal didunia.

Luhan menyadari Kyungsoo yang menatap kearahnya dan mengangkat tangannya "Jangan bertanya padaku karena aku juga baru mengetahui hal itu sekitar setengah jam yang lalu"

"Bagaimana mungkin kalian bisa berteman dengannya?" tanya Kyungsoo pada akhirnya, berharap rasa penasarannya akan terjawab, karena sungguh mereka bukanlah jenis orang yang akan tidak sengaja bertemu di halte kemudian saling menyapa.

"Bagaiman ya... Hmmmm" Jongin memasang pose berpikir, mengingat kembali pertemuan pertama mereka dengan Chanyeol hingga akhirnya mereka berteman "Well, Chanyeol sedang kabur hari itu, dia memakai hoodie dan kacamata hitam, waktu itu aku dan Sehun sedang di Mall untuk melakukan flashmob"

Luhan langsung menatap Sehun "Flashmob? Kau bilang kau sudah berhenti melakukannya?"

"Aku tidak ikut, aku hanya membantu" Sehun buru-buru menjawab

"Dia sedang di kejar sasaeng fansnya waktu itu lalu kami membantunya bersembunyi dan kami juga baru tau kalau dia Chanyeol setelah keluar dari Mall. Dan sejak saat itu saat dia ingin kabur, aku membantunya, atau kadang Sehun kalau dia sedang tidak sibuk"

Sehun mengangguk "Dan ku pikir karena itulah kita diundang ke konsernya secara gratis"

"Itu menakjubkan menurutku" komentar Luhan. Merasa sedikit iri pada mereka "Maksudku, aku tinggal di daerah sama dengan Sandara Park tapi tetap saja tidak bisa berteman dengannya"

"Atau Tiffany Hwang" timpal Kyungsoo kemudian mereka tertawa bersama.

Kyungsoo dapat merasakan tangan Jongin yang menggenggam tangannya dan dia diam-diam tersenyum sambil menatap keluar jendela. Namun tiba-tiba matanya menangkap sosok yang familiar sedang berjalan tidak jauh dari mobil mereka. "Minseok?" dia bergumam pelan. Dan setelah yakin itu memang sahabatnya dia pun meminta Sehun untuk menepi "Tunggu, Sehun. Tolong menepi, itu Minseok!"

Jongin menatap Kyungsoo bingung "Siapa?" dan meskipun Sehun juga bingung dia tetap menepi

Kyungsoo membuka pintu mobil lalu berteriak "MINSEOK ! HEY, KIM MINSEOK!"

Minseok yang merasa di panggil menoleh, kemudian tersenyum cerah saat melihat Kyungsoo. Dia berlari ke arah yeoja itu, dan menarik Chen bersamanya

"Kau mau kemana, Min?"

Minseok menoleh pada Chen sebentar lalu menjawab "Tidak ada tujuan sebenarnya. Kami hanya jalan-jalan"

Kyungsoo menoleh ke arah mobil dan tanpa persetujuan dari pemilik mobil, yeoja itu langsung membuka pintu belakang dan mendorong Minseok masuk membuat Jongin terdorong ke pojok hingga dahinya berakhir mencium jendela kaca. Tidak berselang lama hal itu kembali dialami Jongin saat seorang lagi dimasukkan paksa oleh Kyungsoo dan terakhir memasukan dirinya sendiri sebelum menutup pintu mobil.

Di kursi depan Luhan terbahak-bahak melihat adegan itu sementara Sehun meratapi kondisi mobilnya. Tapi karena ini adalah malam tahun baru, dia mencoba memakluminya. Karena malam tahun baru adalah malam penuh kebahagiaan. Yah meskipun kau harus mengorbankan mobilmu

...

Lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di Seoul Convention Center yang sudah dipenuhi oleh ratusan fans Chanyeol. Ini baru yang diluar, bagaimana yang didalam. Meskipun ini mini konser tapi karena fansnya yang begitu banyak, mereka memaksakan diri untuk datang meski tidak bisa masuk kedalam. Tiga pasangan ini memutuskan untuk segera masuk dan karena mereka di undang secara khusus oleh Chanyeol maka tinggal menyebutkan salah satu nama dari mereka saja, jalan menuju Hall sudah terbuka lebar.

Seperti perkiraan, arena konser itu sudah dipenuhi oleh banner, ligthstick dan berbagai poster Chanyeol, juga teriakan exited para fans serta musik yang menggema dari Speaker. Semuanya seakan tumpah ruah disana, dari gadis-gadis pelajar, pemilik fansite, orang biasa, produser musik bahkan artis-artis lain berada di konser itu. Menyatu bersama dalam satu event.

Salah satu staff yang sudah disuruh Chanyeol membimbing mereka menuju kursi VIP bersama kenalan juga artis-artis lain sahabat Chanyeol (Dan itu sungguh membuat jiwa fangirl Luhan dan Kyungsoo muncul karena akhirnya bisa bertemu langsung dengan Song Joongki, Lee Min Ho, Lee Kwang Soo dan masih banyak lagi artis yang menyerupai giraffe lain yang Sehun tidak tau namanya)

"LUHAN!"

Mereka menoleh ke arah orang memanggil Luhan tersebut dan mendapati satu lagi gadis China yang berjalan ke arah Luhan "Yixing? Apa yang kau lakukan disini?"

"Menonton konser tentu saja. Kris ternyata teman Chanyeol dan karena itu kami diundang"

"Kami juga di undang olehnya" jawab Luhan exited

"Benarkah?"

Luhan mengangguk kemudian mengenalkan orang-orang yang datang bersamanya pada Kris dan Yixing

Tidak lama kemudian lampu mendadak meredup, tanda bahwa konser akan segera dimulai. Lalu sebuah video pembuka berputar di layar lebar. Dan dari tengah layar yang terbelah dua munculah sosok Chanyeol sambil menyanyikan salah satu hits andalannya, membuat sorak-sorai para fans makin bergemuruh sambil mengangkat banner juga light stick masing-masing.

Selesai lagu pertama Chanyeol menyambut para Fans nya dengan semangat, sesekali mengajak berinteraksi, juga mengucapkan selamat tahun baru untuk semua yang hadir disana sebelum menyanyikan lagu lagi.

"Okay, kalian pasti ingat tentang kontes yang aku buat bukan" Tanya Chanyeol lewat microphone-nya setelah selesai menyanyikan lagu ketiganya dan langsung mendapat jawaban Yes yang bersamaan dari para fans "Baiklah, sekarang aku akan menunjukan pada kalian video yang sudah aku pilih, the winner!"

Kemudian video mulai berputar, awalnya sedikit blur, lalu terdengar suara seorang yeoja yang menjelaskan konsep videonya sebelum beralih ke clip selanjutnya yang mana menampilkan wajah malu-malu Yixing memenuhi layar. Luhan dapat mendengar pekikan kaget dari Yixing kemudian tertawa

"Aku? Aku hanya ingin melihat orang yang aku cintai bahagia"

Hampir semua fans berkata 'owhh~ that's sweet' membuat Yixing berdecak pelan dan menyandarkan kepalanya pada pundak Kris

Clip selanjutnya menampilkan Kyungsoo yang kesusahan membawa begitu banyak folder menimbulkan tawa dari para penonton. Tapi yang membuat Kyungsoo kaget adalah kenapa dia bisa satu video dengan Yixing, sungguh kebetulan yang menakjubkan bukan?

"aku mungkin ingin meminta maaf kepada seseorang yang sudah aku sakiti. Dan mencoba untuk tidak membuat kesalahan lagi"

Jongin menggenggam erat tangan Kyungsoo dan Kyungsoo tersenyum sangat tulus dan manis saat menoleh

"I want…I want to lose…my…you know."

"OH MY GOD" teriak Minseok karena tahu apa yang akan terjadi selanjutnya

"Huh? What is it?"

"You know that thing you want to lose to someone."

Penonton tertawa terbahak

"What thing?"

Yeoja itu menggaruk tengkuknya canggung "Ah, sudahlah, tidak usah dipikirkan. Ini memalukan."

"Ehh come on! Say it!"

"That…thing…"

"Nde?"

"Your V-card…."

"…oh."

"YA TUHAN ITU SUNGGUH MEMALUKAN, AKU TIDAK MENGATAKAN ITU"

Chen berdecak ke arah Minseok yang sedang menutup wajahnya dengan telapak tangannya karena malu Kemudian memeluknya

"Jadi, kemana Unnie akan pergi?"

"Suatu tempat"

Luhan tersenyum

"Luhan juga?" Kyungsoo kembali berteriak kaget karena bisa-bisanya mereka semua berada dalam satu video

"Okay, um,, jadi ini pertanyaanku. Apa yang akan Unnie lakukan sebelum tahun baru?"

"I'll try to fix everything"

Dan syukurlah, dia benar mampu menyelesaikan masalahnya. Luhan merasakan tangan Sehun melingkari bahunya dan tanpa menunggu lama dia menyandarkan kepalanya pada perpotongan leher Sehun. Membiarkan namja itu tahu kalau dia sangat mempercayainya.

Sebuah suara yang familiar ditelinga Luhan muncul setelahnya dan yeoja itu membulatkan matanya saat sosok Joonmyeon berada di layar

"Dibanding menghabiskan tahun baru dengan pacar, yang mana aku tidak punya. Aku pikir menghabiskannya dengan keluarga justru lebih baik. Kebanyakan orang dari generasi kita berpikir Tahun Baru haruslah dirayakan dengan pacar, you know, those kissing at midnight stuff. Tapi menurutku, ini justru waktu yang tepat untuk dihabiskan bersama keluarga. Merayakanya dengan orang-orang yang kau cintai berdiri disampingmu, yang selalu mendukungmu, selalu mencintai mu apapun yang terjadi, bahkan setelah tahun-tahun berlalu. It's a great time to spend the day with my family. So, what I would do? I'd go home."

"Anyeong, Byun Baekhyun imnida" layar dipenuhi oleh lambaian tangan dari yeoja yang tersenyum menampilkan eye's smilenya yang sungguh imut

"Ah! Gadis itu!" Minseok berteriak di kursinya, membuat yang lain tertawa. Tahu benar apa yang di maksud Minseok

"Jadi, inilah video yang aku buat untuk kontes. Dan sebenarnya kalau boleh jujur ini malah jadi lebih bagus dari apa yang aku rencanakan sebelumnya. Rencana awalnya hanya mewawancai orang untuk mengetahui jawaban mereka. Tapi saat mereka menjawab pertanyaan dariku, aku merasakan sesuatu, ada cinta disana, kerinduan juga harapan. Aku mewawancai banyak orang, tapi hanya lima clip ini yang menurutku paling bagus.. Yah juga sebenarnya karena durasinya tidak cukup jika aku menambahkan video lain" penonton kembali tertawa "Jadi, jika aku harus menjawab pertanyaan ini, apa yang akan aku lakukan sebelum tahun baru? Pergi ke konser Chanyeol tentu saja" Sebuah decakan terdengar "Sekarang, jawaban itu mungkin adalah jawaban yang paling umum, tapi sungguh, cinta dari seorang fans tidak boleh dianggap enteng. Ini bukan hanya tentang menyukai seseorang yang tampan, tapi ini lebih kepada bagaimana Kami mampu menemukan sesuatu yang menginspirasi dari diri orang tersebut yang menjadikan kekuatan untuk kami agar tetap semangat menjalani hari-hari kami dan mampu meraih mimpi kami. Dan jika aku punya kesempatan untuk bertemu dengan Park Chanyeol secara langsung, aku ingin mengucapkan terima kasih padanya karena sudah begitu menginspirasi para fansnya. Dan untuk orang-orang yang ada di video ini, aku berdoa semoga kalian mampu meraih apa yang kalian harapkan. Kalau begitu sampai di sini saja video dari Baekhyun, Terima kasih sudah menonton dan Selamat Tahun baru semuanya. Byeeeeeeee!"

Tidak dapat di pungkiri, setelah menonton video tadi, semua orang yang ada di sana merasakan sesuatu perasaan hangat.

"Such a cute girl" gumam Minseok dan Kyungsoo mengangguk

Lampu di arena konser kembali menyala dan Chanyeol terlihat duduk di tengah panggung dengan gitar di pangkuannya "Bisakah saya mengundang seseorang yang telah membuat video ini untuk naik ke atas panggung" Semua orang disana mencoba melihat seseorang yang mungkin berjalan ke panggung, tapi tidak ada "Uhm, Nona Byun?" penonton mulai berbisik, bagaimana mungkin seseorang itu membiarkan kesempatan seperti ini terlewat begitu saja.

Chanyeol menunggu untuk beberapa saat, namun tidak ada yang datang. Dia akhirnya meletakan kembali gitarnya di kursi dan baru akan berjalan ketika pintu tidak jauh dari panggung menjeblak terbuka

"I AM HERE! IM ALIVE! BYUN BAEKHYUN IS PRESENT!"

Semua orang diam. Bahkan Chanyeol juga berbalik untuk melihatnya

Menyadari atmosfer disekitarnya yang tiba-tiba diam, Baekhyun buru-buru minta maaf atas kelakuan anehnya dan langsung berlari mencari tempat duduknya ketika Chanyeol memanggil namanya

"Nona Byun Baekhyun!"

Baekhyun berhenti ditangga dan menoleh secara perlahan

"Kami semua menunggumu"

"Hah?" Baekhyun membelalakkan matanya. Menatap pemuda bersurai coklat dengan mata lebar indah itu kini sedang menatapnya dengan senyum mega-watt nya yang mampu membuat jantungnya berdetak kencang. 'apa dia berbicara padaku?'

Baekhyun merasakan seseorang menepuk bahunya dan dia menoleh kesamping

"Kau menang"

"Hah?"

"Kau pemenangnya. Majulah!"

Menang? Menang apa? Dan Baekhyun tersentak saat ingat tentang kontes yang dibuat Chanyeol. Oh. Tapi itu tidak mungkin. Memenangkan kontes itu berarti dia sekarang berkesempatan untuk naik ke panggung dan melihat Chanyeol dengan jarak yang begitu dekat. Lalu dapat menghabiskan waktu sedikit lama bersama di belakang panggung. Ya Tuhan ini adalah hal sering diimpikannya jadi dia sedikit sulit percaya kalau ini nyata.

Baekhyun dapat mendengar helaan nafas Chanyeol di microphonenya dan dia mendongak untuk mendapati Chanyeol yang berjalan menuruni panggung dan terus melangkah ke arahnya. Kakinya sudah lemas bahkan untuk menopang badanya. Dan rasa gugup yang menggerogoti hatinya menghilangkan semua rasa percaya dirinya. Ini hanya mimpikan? Tanyanya dalam hati. Karena sungguh hal seperti ini hanya akan terjadi dalam mimpi. Dimana orang yang kau taksir berjalan ke arahmu dan tersenyum padamu. Ini tidak mungkin terjadi. Atau mungkin ada kesalahan? Mungkin aku bukanlah pemenangnya? Maksudku ada ratusan fans yang pastinya ikut kontes itu dan salah satunya pasti menjadi pemenang yang beruntung itu. Tapi kenapa aku?

Terlalu sibuk dengan pikirannya Baekhyun gagal menyadari Chanyeol yang sudah berdiri tepat di hadapannya. "Byun Baekhyun" Baekhyun kembali tersentak sangat mendengar suara bass Chanyeol. Dia mengangkat wajahnya yang tadi menunduk dan langsung berhadapan dengan wajah Chanyeol yang hanya beberapa senti darinya. Membeku. Itulah Baekhyun sekarang. Apalagi kakinya yang benar-benar sudah lemas. Ah rasanya ingin pingsan. Tapi itu akan mempermalukan dirinya jika dia pingsan di depan Chanyeol. Maka sekuat tenaga dia bertahan. Chanyeol tersenyum padanya dan perlahan meraih tangan mungilnya kemudian ia genggam. Baekhyun menelan ludahnya gugup. Yup, ini benar-benar nyata dan terjadi

"Aku senang akhirnya bisa bertemu denganmu...lagi" kata Chanyeol lagi dan Baekhyun dapat merasakan hatinya yang meleleh mendengar setiap kata yang di ucapkan namja Park itu. Dua orang staff menghampiri mereka dan memberikan sebuah microphone pada Chanyeol namun mata Baekhyun tetap terfokus menatap manik hitam Chanyeol. Oh, dia bisa kuat berdiri dan memandanginya sepanjang hari kalau diijinkan "Aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu"

I want to take the star there and give it to your eyes

Give it with my everything inside

Sometimes I cry what if i lose you

Sometimes I feel you sleeping in my arms

I promise you on the day of first snow

I promise you, holding your hands as we walk on the day, and shout

I love you may our hands together wouldn't know the flow of time

Baekhyun tenggelam mendengar suara Chanyeol. Dia sudah sangat sering mendengar lagu ini, setiap hari malah. Tapi kali ini dia dapat merasakan hatinya yang berdesir halus dan jantungnya yang berdetak lebih kencang. Seperti dia tidak akan pernah bosan mendengar suara ini. Baekhyun selalu bertanya-tanya apa yang membuatnya menyukai Chanyeol. Apakah wajahnya? Bakatnya? Atau perilakunya? Sebagai seorang fans dia sering memikirkan hal itu. Namun sekarang rasanya itu tidaklah penting. Karena yang mampu di lihatnya sekarang ini, hanya dirinya dan Chanyeol, berdiri saling berdekatan, hanya mereka berdua

Lagu yang Chanyeol nyanyikan berakhir bahkan sebelum liriknya sampai ke otak Baekhyun. Genggaman tangan Chanyeol mengerat dan tangan kanannya yang memegang microphone dia jauhkan dari mulutnya kemudian memajukan wajahnya ke telinga Baekhyun. Dia berbisik "Apa tidak apa-apa jika aku ingin mengenal dirimu"

"..ha?" Baekhyun menjatuhkan rahangnya dan berekspresi bodoh. Dia tidak siap untuk percakapan yang seperti ini. Meskipun dia sering memimpikannya tapi ini nyata dan dia tidak tau harus bereaksi seperti apa.

Chanyeol terkekeh melihat ekspresi Baekhyun. Apalagi wajahnya sudah merah padam "Aku tertarik denganmu. Dan Aku ingin lebih mengenal dirimu Baekhyun. Bukan sebagai fans tapi sebagai dirimu. Sebagai Byun Baekhyun"

Aku juga ingin lebih mengenalmu. Pikir Baekhyun. Bukan sebagai Park Chanyeol yang dikenal banyak orang tapi seorang Park Chanyeol yang asli. Seseorang yang berada di balik layar. Dia tersenyum malu-malu dan pada akhirnya mengangguk sekali tanda setuju

Baekhyun tidak pernah mengharapkan sesuatu hal yang tidak mungkin diraihnya di hidupnya

Tapi dia percaya jika semua hal itu tidak ada yang tidak mungkin. Dan dia mempercayai itu sepanjang hidupnya.

...

Konser berakhir setengah jam sebelum tengah malam. Jadwalnya memang dibuat seperti itu agar para Fansnya masih tetap bisa menikmati pesta kembang api bersama keluarga atau pacar atau sahabat masing-masing karena konser Chanyeol berada di area indoor tidak memungkinkan mereka menyalakan kembang api.

Namun berbeda dengan para penontonnya yang lebih memilih Han River sebagai tempat menikmati kembang api, Chanyeol malah membawa Baekhyun ke taman yang tidak jauh dari tempat konser tadi. Yang sepi katanya, dia tidak mau di ganggu para fans yang melihatnya. Namun sudah hampir lima belas menit mereka disana tapi belum ada yang membuka suara sejak tadi. Meskipun begitu, tangan kanan Baekhyun di genggam erat oleh tangan kiri Chanyeol dan dimasukan ke saku coat panjangnya.

Baekhyun sendiri masih merasa ini seperti mimpi. Bagaimana hal yang biasanya hanya dapat dia khayalkan kini jadi nyata. Bertemu dengan Chanyeol, mendapat pernyataan cinta (meski secara tidak langsung) saat konser, dan sekarang kencan berdua ditaman, saling bergandengan tangan. Kyaa! I don't believe that is really happening. Park Chanyeol is right in front of me and he HOLD MY HAND! OMONA!

"Hey, kau baik-baik saja?" tanya Chanyeol saat mendengar pekikan tertahan Baekhyun

Sadar dengan apa yang dia lakukan Baekhyun tergagap menjawab "ye-yeah. I'm fine" dengan muka merah padam. paboya. Rutuknya dalam hati

Chanyeol terkekeh melihat tingkah Baekhyun. Yeoja ini sungguh imut dengan sifat malu-malu nya itu. Namun hal itu membuat Chanyeol ingin menjahilinya "Kau yakin? Lihat, wajahmu memerah"

Baekhyun refleks menarik tanganya dari genggaman Chanyeol dan menangkup wajahnya "A-aku baik kok" katanya meski wajahnya tambah blushing

"Benarkah?"

Baekhyun mengangguk "hanya saja... Aku masih merasa ini seperti mimpi. Biasanya kan aku hanya bisa berkhayal" jawabnya jujur. Deuh tipikal Byun Baekhyun sekali yang tidak bisa berbohong

Chanyeol tersenyum lembut kemudian meraih tangan Baekhyun yang masih menangkup wajahnya sendiri. "Kurasa, kau harus mulai terbiasa sekarang" Chanyeol mengatakannya sambil menatap mata Baekhyun "karena aku serius dengan ucapanku tadi saat di konser. Aku ingin lebih mengenalmu Baekhyun"

Tidak seperti saat di konser tadi Baekhyun kini tersenyum cerah "Aku juga ingin lebih mengenalmu. Bukan sebagai Park Chanyeol artis yang dikenal banyak orang tapi seorang Park Chanyeol yang asli. Seseorang yang berada di balik layar"

Mendengarnya Chanyeol langsung membawa Baekhyun ke dalam dekapan hangatnya. Mengecup pelan puncak kepala yeoja mungil yang sangat pas di pelukannya itu. Dapat dirasakanya lengan Baekhyun yang masuk ke dalam Coatnya kemudian melingkar di pinggangnya

"Mari belajar untuk saling mengenal, hm!"

"Hmm" angguk Baekhyun mengeratkan pelukannya dengan senyum lebar yang disembunyikannya di dada Chanyeol

Lama mereka dalam posisi seperti itu, dengan sesekali menatap satu sama lain kemudian tersenyum, hingga terdengar suara desingan disusul letupan cahaya di udara membuat mereka mendongak dan mendapati warna warni cahaya kembang api memenuhi langit malam. Chanyeol melihat jam tangan bewarna gold yang melingkar di pergelangan tangan kirinya "Sudah tengah malam ternyata. Happy New Year, Baekhyunie~"

"Happy New Year, too Chanyeollie oppa!"

Chanyeol kembali meraih Baekhyun ke dalam pelukanya. Membungkuk sedikit dan mencium kening yeoja mungil itu sangat lama

Yeah... New Year, New Story and New Hopes. I wish that it will be forever to us

TBC


Happy New Year /TELAT! #ditimpuksendal/ iye tau, *piss

Hehehe,, maafin ya para reader tersayang kalo update-nya telat pake banget. Dan sebagai gantinya saya panjangin nih chapter. Moga puas ye...

Ah, chapter depan kita bakal lihat ngedate nya Chanbaek, cuman gk janji bisa update cepet. soalnya sekarang udah kerja juga gak cuman kuliah.. Jadi yaitu waktunya udah jarang ada lowong.. Hehe.. Sekali lagi makasih banget sama semua yang sudah membaca, mereview, memfollow dan memfavorite ff ini. Itu sungguh berarti buat saya.

So

Review jusseoooo!