hai-hai... maaf ya, chimi harus edit ulang, karna chimi sadar banget banyak typo di chap ini. semoga ini sudah berkurang. oh iya, chap 1 dan 2 adalah curahan hati seorang temen, makanya kemarin chimi tanya, di lanjut atau ga? dan chap 3 ini, chimi karang sendiri.
semua hilang
hanya tersisa bayang-bayang
semua pergi
tanpa bisa diakhiri
jika kesmpatan itu datang
apa yang kau ucapkan
pelukan kasih sayang
ataukah ucapan selamat tinggal
Disclaimer masashi kishimoto
Speak now by chimi
Warning: banyak typo dll
Seluruh Jepang digemparkan oleh berita pengunduran diri Ino melalui konferensi yang di gelar di kediaman sang manager,Shion. Ino menegaskan bahwa dirinya positif mengundurkan diri dari dunia entertaint yang telah membesarkan namanya. Banyak orang yang menyayangkan pengunduram diri Ino. Banyak pula innocent yang histeris karna tak rela bila sang idola harus hengkang dari dunia hiburan.
"Ino, apakah pengunduran diri anda ada kaitanya dengan pernikahan putra bUngsu Uchiha itu."
"ahaha.. ini tidak ada hubunganya dengan TUAN UCHIHA itu, kami hanya teman, wajar Kkan? bila kami terlibat obrolan ringan ataupum sekedar menyapa." Tawa kikuk Ino.
"lantas, apa yang menyebabkan anda mengundurkan diri?"
"emmm.. saya hanya ingin fokus pada kuliah saya, saya tak ingin kuliah saya terbengkalai karna saya sudah memasuki semester 5, jadi saya tak boleh main-main lagi." Jawab Ino tenang.
"lantas, apa maksud anda menyanyikan lagu "speak now" di hari resepsi pernikahan Sasuke."
'hei.. semua orang suka lagu Taylor Swift, apa masalahnya? Saya hanya ingin menyanyikan apa yang ada dalam benak saya, apa itu salah?"
"benarkah tak ada maksud lain?"
"ah tidak.. tidak. Sekian dari saya, maaf, saya harus pergi sekarang, sampai jumpa." Ino melambai ke arah kamera untuk terakhir kalinya sebelum pergi.
Praaannggg
Sasuke, Naruto dan Gaara yang tengah asyik menyaksikan acara live konferensi pers Ino, mereka harus dikagetkan oleh suara benda terjatuh. Mereka menoleh ke arah sumber suara. Terlihat Sakura tengah berdiri mematung, air matanya telah meleleh dari manik emeraldnya. Menatap kosong ke arah televisi yang masih menyiarkan tayangan konferensi Ino. Serpihan gelas-gelas bertebaran dimana-mana. Lantai yang di pijakinya basah karna tumpahan dari jus yang dibawanya. Beberapa kali panggilan dari mereka tak mampu menyadarkan Sakura. Sebenarnya ada apa dengan gadis berambut merah muda itu?
Sasuke dengan cepat mendekati Sakura. " ada apa, Sakura." Tanya lembut Sasuke seraya membelai pipi Sakura. Andai saja, mood sakura tengah baik pasti sakura akan merona mendapati tingkah manis Sasuke. Sayangnya, mood Sakura tengah buruk. Sakura yang baru tersadar langsung menepis tangan sang suami dengan kasar.
Sasuke hanya tersentak kaget mendapati tingkah sakura yang begitu kasar padanya bahkan sangat kasar. Padahal dari tadi istrinya baik baik saja, tapi kenapa setelah dari dapur, istrinya menjadi kasar begini. Apakah istrinya ini kerasukan mbah madara. Naruto dan Gaara juga merasa heran dengan sikap Sakura.
"hei.. ada apa denganmu, Sakura?" Tanya Sasuke.
"katakan Sasuke, apakah kekasih yang kau putuskan itu gadis blonde bermata shappire serta memiliki poni yang menutupi sebelah matanya? Jawab Sasuke." Desis Sakura. Ia memang mendengar Sasuke memutuskan seorang gadis demi menikah denganya, tapi ia tak pernah tahu siapa nama gadis itu.
"darimana kau tahu?" bukanya menjawab, Sasuke malah bertanya balik. Seingatnya, ia tak pernah memberi tahukan nama serta cirri detailnya.
"ck.. jawab saja Sasuke.' Decak kesal Sakura.
"YA"
Jawaban singkat sasuke mampu melemaskan lutut Sakura hingga ia terjatuh terduduk. Tanganya menangkup wajahnya yang beruraian air mata. Awalnya ia ingin mengantarkan minuman buat Sasuke, Naruto dan Gaara yang tengah berkunjung ke rumahnya, tiba-tiba ia mematung saat acara tv yang menampilkan wajah sahabat masa kecilnya, sahabat yang 12thn berpisah, sahabat yang 8th tiada kabar. Dan saat wartawan menyinggung nama suaminya, Sakura bertanya dalam hati " ada hubungan apa , Sasuke dengan sahabatnya itu?' lalu ia teringat bahwa Sasuke memutuskan seorang gadis tepat seminggu sebelum pernikahanya. Dan Sakura mengaitkan dengan berita yang beredar sehingga Sakura dapat menarik kesimpulan bahwa gadis yang diputuskan sasuke itu Ino, sahabatnya. Sakura hanya bisa menangis, andai ia tahu lebih dulu tentunya ia takan setuju dengan perjodohan ini, walaupun ia sangat mencintai sasuke. Sakura terus menggumamkan nama Ino dengan suara pilu. Entah mengapa rasa bersalah itu teramat sangat menyakitkan setelah ia tahu kenyatan yang ada. Sasuke, naruto dan gaara hanya diam melihat sakura seperti itu.
Mereka begitu bingung, mengapa Sakura tiba-tiba menangis dan terus menyebut nama Ino. Dan darimana ia mengenal Ino dan apa hubungan Sakura dengan Ino?
"ah.. jangan-jangan" pekik Naruto.
" ya .. gadis yang di putuskan Sasuke itu adalah Ino-pigku, sahabatku yang slama ini ku cari." Bentak sakura.
Sasuke dan Naruto tahu, saat Sakura baru saja menjadi murid baru di sekolah dasar di Amerika. Sakura selalu menceritakan sahabatnya yang berada di Jepang dengan sebutan pig. Sungguh, Sasuke tak menyangka bahwa mantan kekasihnya itu adalah pig yang sering di ceritakan istrinya. Sasuke memang mengenal Ino sudah lama, tepatnya saat kelas 10 di KHS saat ia baru dipindahkan paksa oleh ayahnya dan berpisah dengan Sakura.
"hiks.. hiks..Ino maafkan aku hiks..hiks, sungguh aku tak tahu." Isak sakura.
"sssst.. jangan berkata begitu Sakura, ku mohon." Lirih Sasuke memeluk erat tubuh Sakura. Menyuruh sang istri agar tak terus menyalahkan dirinya sendiri. Baginya ini pertama kali melihat Sakura yang serapuh ini. Hingga membuat hatinya sedikit terusik dan tak tega.
"sebaiknya kalian hentikan drama kalian, kita harus segera ke bandara, maid di rumah Ino mengatakan bahwa keluarga Yamanaka akan pergi ke luar negeri." Ucap gaara, entah kapan ia menghubungi kediaman Ino? yang terlihat bahwa ia telah memutuskan sambungan telfonya.
" iya sebaiknya cepat, sebelum terlambat." Ajak naruto. Dan mereka pun bergegas pergi menuju bandara menggunakan mobil gaara. Hanya keheningan yg menyelimuti perjalan. Kadang terdengar isak kecil Sakura.
"permisi nona, penumpang atas nama Yamanaka Ino jam berapa jadwal penerbanganya?"tanya sopan naruto kepada petugas di sana.
" sebentar saya lihat (jeda) ah.. pesawat yang membawa nona Ino baru saja lepas landas sekitar 5 menit yang lalu." jawab petugas itu.
Tubuh Sakura merosot seandainya Sasuke tak menahanya. Air mata yang sempat mereda itu akhirnya pecah kembali. Dan entah mengapa, tiba-tiba terdengar lagu "dear god" dari speaker-speaker kecil di sudut-sudut bandara, seolah tahu akan kesedihan Sakura, tahu akan penyesalan Sakura. Sakura merasa sedih karena ia kehilangan kembali jejak sahabatnya itu. Kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan Ino. Entah kapan Tuhan akan mempertemukannya lagi dengan sahabatnya itu. Mengingat hal itu, Sakura merasakan sakit itu sungguh merobek-robek hatinya.
"ini semua ..hiks.. k-karnaku, hiks ia tlah pergi hiks aku begitu jahat padanya hiks p-padahal dia shabat pertama yang mau mengakuiku hiks hiks membelaku dan melindungiku hiks t-tapi me-mengapa justru a-aku yang menyakitinya,hiks hiks aku yang membuatnya pergi." Racau sakura.
"Sakura.. tenanglah" bujuk sasuke.
"tidak Sasuke." Sakura menggeleng.
"Sakura..?" lirih Sasuke
"ini semua salahku Sasuke.. salahku." Raung Sakura.
"SAKURA TENANG… LALU APA MAUMU? APA AKU HARUS MENCERAIKANMU DAN MENGEJAR INO HEH, APA ITU MAUMU AGAR KAU TAK MERASA BERSALAH SEPERTI INI HEH,,."bentak sasuke "demi tuhan Sakura,, aku sangat mencintaimu, jadi ku mohon berhenti, jangan seperti ini, semua yang terjadi itu sudah takdir, ini bukan salahmu, jika memang ada yang harus disalahkan, maka orang itu aku." Lirih sasuke.
Sakura yang baru pertama kali melihat sasuke marah hanya bergetar ketakutan, tanganya melepas tangan Sasuke dari pundaknya.
"kau takut padaku, Sakura?" tanya Sasuke lirih.
" Naruto, antar aku pulang." Pinta sakura menggenggam baju naruto erat.
Naruto yang berdiri di samping Sakura hanya tersentak kaget, ia tak menyangka Sasuke bisa semarah ini. Sebenarnya ia tidak ingin mencampuri rumah tangga mereka, hanya saja mendengar lirihan Sakura membuatnya tak tega, perlahan ia membantu Sakura berdiri.
"lepaskan dia, Naruto!" desis sasuke.
"antar aku pulang Naruto!" mohon sakura.
Arggh sungguh naruto tidak mau berada diposisinya saat ini.
"lepaskan dia.. dia istriku."
Deg, Naruto tersadar. Ia tiada berhak atas diri Sakura, yang lebih berhak adalah suaminya, Sasuke. Dengan perlahan ia melepas Sakura dan membiarkan Sakura di seret paksa oleh Sasuke meninggalkan dirinya dan Gaara. "semoga semua kan baik-baik saja." batin Naruto, lalu ia mengajak pulang Gaara.
.
Speak now
Gaara baru saja selesai mandi. Saat ini, ia hanya memakai boxer merah, dada bidangnya terlihat jelas begitu sempurna, beberapa tetes air masih menghiasi, menampakan pemandangan yang hot dan sexy. Kedua tanganya menggenggam handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.
Setelah mengenakan kaos , Gaara duduk di sebuah kursi. Saat ini Gaara tengah berada di apartementnya yang dulu pernah ia tempati saat masih sekolah di KJHS, namun sudah sangat lama sekali, ia tak menjejakan kakinya di sini, di karenakan ayahnya yang memindahkanya ke Amerika semenjak kelakuan Gaara yang membaik saat masih sekolah di KJHS. Dan di Amerika itulah ia bertemu dengan Sakura untuk pertama kaliya.
Ayahnya tak tahu , penyebab berubahnya Gaara itu karena Ino. Bagi Gaara, Ino adalah sahabat pertamanya yang tak memandang asal-usulnya. Berkat Ino, ia mengenal arti sahabat, berkat Ino, ia tak merasa sendiri. Ino memandang Gaara selayaknya teman, tidak seperti lainya yang ketakutan karna Gaara mantan ketua genk Suna. Gaara teringat saat pertama ia bertemu dengan Ino.
Flashback
Seorang siswa tengah duduk menyendiri di bawah pohon sakura. Rambut merahnya bergoyang tertiup angin. Seragam berlambang KJHS itu terlihat tak rapi, dua kancing atasnya yang terbuka hingga menampilkan kaos dalamnya yang berwarna putih.
Siswa bername tag Sabaku no Gaara itu beberapa kali mendengus kesal dan mengacak rambutnya dengan kasar. Argh, ini menyebalkan. Kenapa tousannya harus memindahkan sekolahnya di Konoha? harusnya hari ini adalah hari yang ditunggunya, dimana ia akan menunjukan kehebatan dalam ajang balap liar yang diselenggarakan oleh kelompok genk terbesar di Suna. Ia ingin mendapat gelar raja jalanan. Namun sayang, semua itu tinggal kenangan saat pagi-pagi sekali, tousanya memberitahu bahwa dirinya tlah dipindahkan ke Konoha tanpa meminta pendapatnya. What? benar-benar menyebalkan tua Bangka itu. "argh" mengingat itu semua membuat Gaara geram.
"hei.. kau kenapa?"
Gaara mendongak, dan mendapati seorang gadis tengah berdiri di depanya. Rambut blonde panjangnya tertiup angin. Serta manik biru gadis itu menatap lekat ke arah Gaara. Gaara tak menjawab, hanya memberikan tatapan menusuk seolah berkata"bukan urusanmu, pergi atau ku bunuh?" tapi rupanya,deathglare Gaara tak mempan bagi gadis itu.
"Oh iya,, aku Yamanaka Ino, kau bisa memanggilku Ino saja, kau murid baru itu yah? yang pindahan dari Suna, kelas kita bersebelahan loh, kau bisa ke kelasku bila kau ingin bertemu denganku... em siapa namamu?" Tanya ino dengan senyum cerahnya.
".."
"kenapa diam? hmmm... Baiklah, kalau kau tak mau memberitahuku, tak apa. em.. ngomong-ngomong kau menyeramkan sekaligus mengemaskan .. kalau di lihat-lihat kau mirip seperti panda hihihi." Ino terkikik geli.
Ctak
Timbul perempatan urat di kening gaara. Apa dia bilang? Wajah tampan Gaara disamakan dengan panda tousan yang tukang tidur itu. Oh.. no! ini penghinaan tak ber-pri-gaara-an. Namun Gaara tetap saja diam dengan mata yang menajam.
"hei, janganlah marah, aku hanya bercanda."
"…"
"kenapa kau diam terus sih? bukankah kau punya mulut? atau mulutmu itu hanya pajangan saja"
".. ."
"hoyyy, aku bicara padamu, kenapa tak menjawab? paling tidak, katakan sesuatu."
"..."
"huft kau menyebalkan, tak bisa diajak bercanda."
".."
"baiklah, kalau kau tak mau bicara, mungkin kau malu karna kau lupa tak menggosok gigi tadi pagi, ya sudah.. mungkin lain kali kita bicara lagi. Jangan lupa, saat kita bertemu, ku harap kau sudah sikat gigi karna aku ingin bicara denganmu, sampai jumpa..jaa.." ino pun berlalu pergi meninggalkan Gaara dengan sejuta kedongkolan.
Ctak ctak
Urat- urat kemarahan semakin memenuhi kening Gaara. Apa dia bilang? Dia mengatakan bahwa Gaara tak mau bicara karna belum sikat gigi. Ini benar-benar pelecehan. Tak tahukah dirinya, bahwa Gaara sikat gigi sehari sampai 5 kali. Oh my god, mimpi apa Gaara semalam? Kenapa ia bisa bertemu dengan gadis menyebalkan seperti Ino. Jika saja kesabaran Gaara habis, ia tak segan-segan memasukan Ino ke dalam kandang Shukaku. Ia berharap , ia takan lagi bertemu dengan gadis itu apalagi harus berurusan denganya. Namun sayangnya, takdir berkata lain. Tiap hari Gaara harus menghadapi sikap menyebalkan Ino.
Flashback off
Gaara tersenyum saat mengingat kenanganya bersama Ino. Ia tak menyangka, hanya dengan berbaring di ranjangnya yang dulu, kenangan-kenangan saat di KJHS itu terputar tanpa ia ingini. tak dapat ia pungkiri bahwa dirinya ternyata merindukan masa-masa itu. Matanya mulai ia pejamkan, berharap ia kan terlelap dan bertemu Ino di alam mimpinya.
Tbc…
Nih chimi dah lanjut…. Buat ino innocent, pertanyaanmu sudah terjawab di sini. Moga paham. Thank to de-chan, oka, ino innocentric, moku chan, evil smirk, deevalerya dan semuanya yg dukung chimi.
