"Miss You Mr. Oh"

By : oohhunhannie_meme

Main Cast : Oh Sehun, Xi Luhan, Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Kim Jong In, Do Kyungsoo.

Rate : T-M

Genre : School Life, Boys Love, Romance, Hurt, Mature.

Lenght : 2 of ?

Disclaimer : semua cast ciptaan Tuhan, alur cerita milik saya, jadi jangan ada yang copas dan jika kalau tidak mau membaca tidak usah dibash. Tidak menerima bash-an!

ㅎCHAPTER 2ㅎ

Chup~

"e-eumh..."

Luhan hanya membeku membelalakkan kedua bola matanya akibat kejadian saat ini yang sedang menimpa dirinya, dimana Luhan yang sedang berada di atas kasur Sehun dan sedangkan Sehun berada diatas Luhan. Dan lebih parahnya dimana kedua bibir mereka saling bersentuhan.

Luhan masih tetap membelalakkan kedua bola matanya tanpa pergerakan apapun, tetapi Sehun? Yah, Sehun kini sedang melumat bibir atas Luhan. Iya terlihat sangat menikmati bibir cherry tersebut. Dan yaaahh tentu saja saat ini Sehun melumat bibir Luhan dengan keadaan setengah sadar.

Setelah melumat bibir atas Luhan, Sehun melepaskan tautan tersebut dan kini hanya menatap wajah Luhan.

"eumh, hai sayang... kau sangat cantik sekali~~", gumam Sehun dengan pandangan yang buram. Sedangkan Luhan, ia hanya menatap Sehun dengan penuh tanda tanya.

"eumh Sehun, kau bicara a-"

Bruk

Ucapan Luhan terpotong sebab Sehun yang kini kembali ambruk ditubuh Luhan dengan bibir yang menempel dileher kiri Luhan.

"-pa?"

1 detik

3 detik

5 detik

1 menit

Tak ada yang memulai pembicaraan satu huruf pun. Luhan masih setia dengan posisinya, dan sedangkan Sehun kini ia sudah terdengar oleh suara yang keluar dari mulutnya, yah Sehun kini sedang mendengkur.

Setelah 5 menit terdiam, kini Luhan memulai menggerakkan tubuhnya karena ia sangat capek dengan keadaan yang membuatnya sedikit keram.

"eungh Sehun, tolong menyingkirlah dari tubuhku ini. Lulu capek...", rengek Luhan sembari menggoyang-goyangkan kecil bahu Sehun. Namun Sehun ia hanya tetap dengan posisi mendengkurnya.

"hhhggghhh,, terpaksa Lulu harus menggunakan cara ini."

Dengan segera Luhan memulai kuda-kudanya untuk menyingkirkan tubuh Sehun dari tubuhnya.

"1 2 3 ..."

Hyaaaakkk

Bruk

"haaahhh, capek semua badan Lulu jadinya...", gerutu Luhan sambil menggerak-gerakkan kedua bahunya. Setelah menyingkirkan tubuh Sehun dengan cara mendorong dan menjatuhkannya, kini Luhan berjalan menuju kearah pintu keluar apartemen Sehun.

"baiklah Sehun, Lulu pulang dulu... selamat malam"

ㅎㅎ

Keesokan harinya, lebih tepatnya dikelas XI – IPA 2

"morning Lulu~", sapa Baekhyun yang kini sedang berjalan menuju kebangku Luhan dan disusul dengan Kyungsoo yang berada disampingnya.

"morning Baekki, Kyungie...", sapa balik Luhan sambil menampil deer eyes smilenya.

"kau tahu?"

"ne?"

"Choi Seosaengnim dia hari ini tidak masuk yeeeeeeeeyyyy ...", teriak Baekhyun dengan semangat 45-nya.

"Choi Seosaengnim adalah guru biologi kita Lu", jelas Kyungsoo sebab ia melihat kerutan didahi Luhan yang artinya ia tidak mengenal siapa itu Choi Seosaengnim. Tak lama kemudian kedua mata Luhan berbinar bahagia.

"huwaaaaa benarkaaaaahh?", ucap Luhan memekik.

"eumh ne.. yeeeeeyyy", balas Baekhyun yang kini tengah menarik kedua tangan Luhan sesambil memutar-mutarkan badan Luhan.

"yeeeeeeeeyyy", teriak mereka bertiga yang kini sambil berputar dan meloncat seperti anak kecil yang mendapatkan sebuah lolipop. Sedangkan para murid yang lain hanya ada yang tersenyum melihat tingkah mereka dan ada yang ikutan bahagia karena adanya jam kosong dan ada yang mengerutkan keningnya karena tak suka dengan suara yang mereka tunjukkan.

BRAK

Krik krik

Seketika kelas yang tadinya sangat ramai, sekarang menjadi sangat sepi karena adanya ketiga murid berandal yang kini sedang memasuki kelasnya. Dan Baekhyun dan juga Kyungsoo? Kini mereka sudah kembali ke bangkunya karena mereka tidak berani jika berdekatan dengan ketiga siswa itu.

Melihat partner bangkunya yang sudah datang dan kini sudah menduduki pantatnya dikursinya, Luhan pun mencoba menyapa Sehun dengan senyuman manisnya yang ia miliki.

"pagi Sehunnie..."

Yang disapa hanya memasang wajah datarnya dan menghiraukan sapaan Luhan.

"Sehunnie sudah baikan saat ini?"

"..."

"eumh kau tahu? Mobilmu yang kema-"

"huh!"

"-rin ... hhhmmm yah baiklah ...", ucapan Luhan terpotong karena saat ini Sehun sedang berdiri dari kursinya dan sekarang ia sedang berjalan keluar meninggalkan kelas dan diikuti oleh kedua temannya dibelakangnya.

Setelah melihat hal itu, segera Baekhyun dan Kyungsoo menarik tangan Luhan dan mengajaknya untuk ketaman belakang sekolahan mereka. Sembari menghabiskan waktu kosong mereka saat ini.

-Taman Belakang-

"hhhmmm Sehunnie emang seperti itu ya anaknya?", gumam Luhan yang kini pandangannya sedang menatap bunga daisy dengan kelopak yang berwarna putih. Sedangkan Baekhyun dan Kyungsoo hanya bergumam dan mengangguk-anggukkan kepalanya seperti boneka anjing hiasan yang berada didalam mobil dengan anggukan-anggukan kompak nan lucu mereka.

"hhhmmmm...", Luhan hanya menghembuskan nafasnya pelan.

"sayang ish kau ini apasih"

"hhhmmm kau hari ini sungguh cantik sekali chagia..."

"hahhaaa yah aku emang setiap hari selalu cantik"

"dimata Oppa"

"kekekeee..."

"OMO! Apa yang mereka berdua lakukan Baekki Kyungie? Kenapa mereka saling memakan?", ucap Luhan memekik terkejut. Mendengar pekikan dan ucapan Luhan yang penuh dengan tanda tanya, kini Baekhyun dan Kyungsoo mengalihkan pandangan mereka menjadi kearah dua siswa siswi yang kini sedang melakukan french kiss dengan si yeojanya yang bersandar dipohon dan sinamja yang sedang mengapit tubuh siyeoja dengan tak lupa tangan kanannya tengah meremas bola kiri sang yeoja.

"aaahh Oppa aaahh,,"

"eumh eung..."

"HAAAAAAHHH OMOOOOOOOO! Mari kita pergi!", pekik Baekhyun dan Kyungsoo yang sedang menarik tangan Luhan yang sebelumnya Luhan hanya menatap keduanya dengan tatapan rasa ingin tahu.

-Kantin-

"haaaaaaahh,, apa-apaan mereka berdua tadi! Emangnya tidak masuk kekelasnya apa! Huh menyebalkan, mengganggu saja!", gerutu Baekhyun kesal dengan wajah yang sedikit memerah sampai ketelinganya juga. Sedangkan Kyungsoo yang sekarang sedang menundukkan kepalanya malu sehabis melihat tontonan gratis dipagi hari.

"memangnya mereka sedang melakukan apa tadi, Baekki Kyungie?", ucap Luhan yang sambil memiringkan kepalanya imut.

Merasa namanya yang dipanggil, dengan segera Baekhyun dan Kyungsoo mengalihkan pandangannya menuju kearah Luhan yang berada ditengah-tengah mereka.

"kau jelas tidak mengetahuinya?", tanya Baekhyun menggebu sembari memegang erat kedua bahu Luhan.

"kau belum pernah mencobanya?", tanya Kyungsoo yang juga menggantikan posisi Baekhyun yaitu memegang erat kedua bahu Luhan dan membawa Luhan untuk menatapnya.

Dan Luhan hanya mengangguk imut menjawab pertanyaan dari kedua temannya.

"kau sungguh belum pernah melihatnya?", tanya Baekhyun lagi yang lagi lagi memegang erat bahu Luhan.

"dan kau tidak pernah menanyakan ini kepada siapapun?", tanya Kyungsoo yang juga lagi lagi memegang erat kedua bahu Luhan.

"aish,, kenapa sih... aku tidak mengetahuinya, aku tidak pernah mencobanya, aku belum pernah melihatnya dan aku tidak pernah menanyakannya kepada siapapun karena tadi adalah kejadian yang pertama kalinya aku lihat sampai umurku saat ini", ucap Luhan sedikit kesal karena kedua temannya ini dengan seenak pantatnya menarik tubuh Luhan kekanan kekiri untuk melihat dan mendengar pertanyaan bodoh dari temannya.

"Oh My God!", pekik Baekhyun sembari menopang kedua pipinya.

"kau benar-benar lugu Lu", ucap Kyungsoo tak percaya.

"sepertinya kita harus menjaga uri Lulu, Baekki"

"umh ne HARUS kyung!"

ㅎㅎ

"yo yo yo, kemarin malam ada apa Hun? Kok si anak rusa tadi menanyakan hal tentang mobilmu?", ucap Chanyeol penasaran. Dan saat ini ketiganya sedang berada di dalam atap gedung.

Sehun pun tak menjawab pertanyaan tidak penting Chanyeol, dan lebih memilih diam menikmati siliran angin. Merasa tidak dijawab, Chanyeol hanya menggaruk belakang kepalanya.

"heeeeyyy bagaimana kalau kita bermain?", ucap Kai yang tiba-tiba kepalanya mengeluarkan sebuah ide.

"mwo? Permainan apa?", jawab Chanyeol yang penasaran dan sedangkan Sehun masih tetap pada kegiatannya.

"eeeuuummhhh pastinya permainan ini sangat menyenangkan", ucap Kai dengan smirk yang ia miliki.

-Kamar Mandi-

"nyaaaaaahh~~ Kai henti aaaahh kaaaannn!"

"eumh,, waeyoh Jung?", tanya Kai dengan diiringi desahannya yang keluar dari bibir tebalnya.

"ngapain dihentikan! Lanjut aja kai", ucap Chanyeol dengan penuh semangat.

"aaahhh aaaniii,, akuh tidak ssshh kuuuaaatttt...", desah sikorban dengan susah payah.

"cih"

"nyaaaaaaahhh~~~"

"itu yang kau maksud permainan menyenangkan ?", gumam Sehun dengan nada datarnya yang saat ini sedang menyandarkan badannya didinding dekat wastafel toilet.

"eeeeuuuhhmm,, neeeee ...", jawab Kai yang saat ini sedang menarik resletingnya keatas.

"huuuuh~~ permainanmu benar-benar hot Kai", legah Chanyeol yang saat ini sedang mengeringkan kedua telapak tangannya yang basah akan air keran.

"hahahaa,, benar kan"

Pembicaraan Kai dan Chanyeol hanya ditanggapi dengan hembusan nafas dari Sehun, karena jujur saja Sehun tidak terlalu suka dengan hal hal yang berbau begitu, yaitu yang dilakukan si Kai terhadap si korban ternyata laki-laki. INGAT! GARIS BAWAHI LAKI-LAKI! Yah walaupun Sehun dan kawan-kawan ini selalu menghabiskan waktu mereka disebuah club, namun tentu saja Sehun hanya berkencan dengan beberapa minuman alkohol yang ia minum.

"sudahkah? Bisakah kita pergi dari sini?", ucap Sehun dengan kedua tangan yang berada didepan dadanya dan akan hendak pergi, sebelum ...

"aniyaaaaa... chakkaman Sehun-ah... aku masih belum mendapatkan mangsa...", keluh Chanyeol dengan nada merengek dan wajah yang dibuat sesemelas mungkin.

"cih mengerikan sekali kau Park Chanyeol", decih Sehun dan hanya dijawab oleh kekehan dari Chanyeol dan tawa yang terbahak-bahak dari Kai.

ㅎㅎ

Terlihatlah seorang namja tampan yang kini sedang berjalan sendirian menelusuri koridor kelas sekolah yang sudah sepi karena sebagian murid sudah ada yang pulang. Dan namja tampan tersebut adalah Oh Sehun. Yaaahh dia saat ini pulang sendirian, dan biasanya sih ketiga pria tampan itu yang tak lain adalah Kai, Chanyeol dan Sehun selalu pulang bersama namun ini tidak. Karena ...

Flashback

"hhhmmm, apa Sehunnie memang anaknya seperti itu ya? Padahal Lulu kemarin sudah berbuat baik kepadanya, tetapi kenapa dia malah seperti itu tadi pagi ke Lulu, hhmmm... bagaimana caranya kalau Sehunie mau jadi temannya Lulu?", gumam seorang namja kecil yang sedang menengadah kepalanya untuk melihat sekumpulan awan awan yang sedang berjalan perlahan menghiasi langit.

"eh,, burung... kenapa kamu kesini hhmm ?", tanya namja kecil yang tak lain adalah Luhan yang kini sedang mengajak seekor burung yang sedang hinggap diatas paha kanan Luhan. Perlahan Luhan membawa seekor burung tersebut berada diatas telapak tangan Luhan. Dan yap berhasil, kini burung tersebut sedang diatas telapak tangan Luhan dan merasa gemas akan ekspresi yang diberikan seekor burung tersebut ke Luhan, jadinya kini Luhan kegirangan dan mengelus elus pucuk kepala burung tersebut dengan jari telunjuk tangan kiri Luhan.

"hai burung cantik...", gumam Luhan menyapa burung tersebut.

"apa yang kau lakukan tadi diatas pahanya Lulu?"

"kau tahu? Hihiii,, kau telah membuat Lulu geli karena kaki kaki kecilmu ini", gumam Luhan yang kini tengah mengelus seluruh anggota tubuh siburung.

"hhhmmm ah iya burung, eeehhmm aku ingin cerita ..."

ㅎㅎ

"Sehun kau dimana sekarang?", ucap seseorang yang berbicara dari seberang telepon.

"tunggu sebentar, aku ada urusan sebentar... kalau kau mau pulang duluan, pulanglah"

"hhmm ne baiklah... aku dan Kai pulang dulu ne, annyeong Sehun-ah"

PIP

TAP

TAP

"entah kenapa aku ingin berteman dengan Sehun. Dia teman sebangkuku burung~"

"tapi sikapnya yang seperti itu kepadaku, entah apa aku pernah melakukan sesuatukah kepadanya? Padahal aku selalu bersikap baik kepadanya, tapi malah dia membalasku seperti itu burung..."

"hhhhhmmm,, aku harus melakukan apa dong?"

"hem, bukankah itu... Luhan?", gumam Sehun yang kini sedang berdiri kira kira 1m dari jarak Luhan dan Sehun masih bisa mendengar apa yang Luhan ucapkan.

"heeeeeeyyyy! Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku buruuuuunnnngggg!"

"..."

"yaaaaakkk kenapa kau malah hanya berbunyiiiii dan mengepakkan sayap... aku butuh jawaban buruuuunnnggg!", geram Luhan yang kini wajahnya sedikit memerah.

"apa yang dia lakukan?"

Tanpa menjawab pertanyaan Luhan, sang burung malah pergi terbang menjauh dari Luhan dan tanpa rasa bersalah.

"kyaaaaaaaaaaaaa! Buruuuuuunnnggggg kembaliiiiiiiii! Kem-ba-li ti-daaaaaaaaakkkkk!", teriak Luhan penuh dengan penekanan. Merasa asik sedang mengejar sang burung dan tanpa melihat apa yang ia injak, kini Luhan sedang tersungkur ketanah karena barusan ia tanpa sengaja menginjak batu yang berukuran lumayan besar. Niatnya yang ingin mendapatkan burung itu kembali, Luhan malah mendapatkan luka yang telah berada di tulang hidungnya dan dagunya dan tak lupa dipergelangan tangan kiri Luhan.

"hiks..hiks.. HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

"AAAAAAAPPPPPPPPPPPPPOOOOOOOOOOOOOOOO", teriak Luhan yang kini sedang menendang nendang kedua kakinya keudara dan menangis sekeras mungkin berharap ada seseorang yang berhati malaikat sedang menolongnya. Namun nyatanya malah seseorang berhati iblis yang ia dapati.

"hah,, dasar bodoh.", gumam Sehun yang kini sudah berdiri berada dihadapan Luhan dan tersenyum remeh.

"hiks hiks, Se..hiks..hunnie...", gumam Luhan yang kini menengadah kepalanya melihat sosok Sehun yang berada dihadapannya.

"mengejar sesosok makhluk hidup yang memiliki sayap, sedangkan dirinya tidak memiliki sayap. Hahaaa bodoh sekali orang itu ...", ucap Sehun yang kini sedang melipat kedua tangannya didadanya dan tersenyum remeh sekali lagi.

"eeehhmm,, mak...hiks...sud Se..hiks..hunnie apaaaa hiks?", ucap Luhan yang terbata akibat sambil terisak.

"haish, sudahlah... sebaiknya kau berdiri dari sini dan obati lukamu itu. Aku ingin pulang", gumam Sehun yang kini sudah siap meninggalkan posisi Luhan.

"aku pikir kedatangan Sehunnie kesini mau menolong Lulu", gumam Luhan yang sedang menundukkan kepalanya. Seketika Sehun menghentikan langkahnya, karena tanpa sengaja ia mendengar gumaman yang Luhan lontarkan. Namun Sehun hanya terus berjalan dan menghiraukan Luhan yang masih menangis sesenggukan akibat luka yang ia dapat.

Dan perlu kalian tahu, Sehun tanpa sadar tadi tersenyum dua kali. Yah walaupun tersenyum remeh, tetapi satu hal yang kalian harus tahu, selama ini Sehun tidak pernah tersenyum sama sekali. Walaupun hanya tersenyum remeh, tapi ia tidak pernah menunjukkannya kepada siapapun, dan hanya baru ini saja kepada seseorang yang baru ia kenal dan seseorang tersebut adalah Luhan.

Flashback end

'apa anak itu sekarang sudah pulang?', batin Sehun yang kini sedang menyetir menuju kediamannya yaitu apartemennya.

"haaaiiissshhh masa bodoh Oh Sehun! Fokuskan matamu kearah jalan!", gerutu Sehun yang sambil memukul setir mobil dan mengakibatkan bunyi bel yang nyaring.

BLAM

TING, suara pintu lift yang barusan terbuka dan emnampilkan Sehun yang sedang berada didalam lift. Saat Sehun berjalan menuju kamar apartemennya, ia melihat sepasang sepatu high heels yang sedang berdiri didepan apartemennya. Segera Sehun mendongakkan kepalanya melihat seseorang tersebut.

"hai nak ...", sapa seorang perempuan separuh baya yang sedang menyambut anaknya yang berada didepan pintu apartemen Sehun.

"apa yang sedang kau lakukan disini", ucap Sehun dingin.

"eh ah ehm,, eomma ingin mengetahui keada-"

"bukankah kau daridulu tidak mau menganggapku sebagai anak, dan kau dan ayah selalu pergi meninggalkanku karena ayah tidak mau melihatku kapanpun dan juga kalian tidak mau mengingat kehadiranku yang berada didunia ini. Apalagi dihadapan kalian berdua. Dan kenapa kalian ah ani maksudku kenapa kau tiba tiba datang kesini dan menyapaku", ucap Sehun dengan nada dan ekspresi yang sangat dingin dan memotong ucapan eommanya.

"bukan begitu nak, kehadiran eomma kesini eomma mau meminta ma-"

"tidak perlu. Aku ingin kau pergi darisani. Jangan ganggu aku. Dan jangan temui aku." Ucap Sehun yang sedang berjalan masuk keapartemennya dan meninggalkan eommanya yang sedang menatapanya dengan tatapan sedih dan bersalah.

"mianhae nak, maafkan eomma...", gumam Ny. Oh yang sedang menundukkan kepalanya menahan kedua air matanya yang akan keluar dari sarangnya.

"Kim ahjusshi tolong antar aku kembali kerumah"

ㅎㅎ

"huuuuhhh badanku sakit semuuuaaaaa...", rengek Luhan yang kini sedang menduduki tubuhnya diatas sofa ruang tivi.

"kenapa kau bisa seperti ini huuuhhh!", gemas bibi Han yang saat ini sedang mengobati luka luka yang berada ditubuh Luhan.

"aaarrgghh,, sakit bibiii.. pelan pelaaaann", ringis Luhan yang sedang menahan kesakitan.

"haaiisshh,, salahkan kau sendiri yang sudah besar tapi tidak bisa menjaga dirinya sendiri. Apa perlu bibi siapkan bodyguard untuk melindungimu huh?!"

"aaahh aniii... duuuhh tidak usah bibi Han.. kau sangat berlebihan", gerutu Luhan yang sedang melipatkan kedua tangannya didada.

"makanya bibi tidak mau melihat luka ini lagi Lu. Bibi sudah berjanji kepada almarhumah eommamu untuk menjagamu selalu." Ucap bibi Han tulus sambil mengoles obat kearah luka luka Luhan.

"eeehhmm,, hiks.. bibiii Haaaaaannn", rengek Luhan yang kini sedang memeluk bibinya erat dan menangis dibahu sang bibi.

"heeeyy kenapa kau menangis Lu", tanya bibi Han penuh dengan tanda tanya karena Luhan sepupunya tiba tiba menangis sangat kencang.

"huweeeeeeeeeeeeee Lulu tidak akan mendapatkan luka ini lagi. Tidak akan bibi Han, hiks.. hiks...", ucap Luhan sesenggukan.

"kekeee,, karena itu.. hhhmmm ne baiklah...", jawab bibi Han sambil mengelus punggung Luhan dengan lembut.

"jaaaaa,, lukanya sudah bibi obati... sekarang Luhan istirahat, mau minum apa hm, biar bibi buatkan..."

"susu strawberry kekeeee..."

"haaaaahhh~~ selalu saja..."

ㅎㅎ

flashback

"halmeoni eomma thama appa Thehun mana? Thehun rindu mereka, Thehun ingin bertemu dengan mereka halmeoni... Halmeoni tahu tidak? Thehun thetiap malam thelalu menangith karena Thehun ingin bertemu dengan orangtua Thehun. Thehun thelalu iri kalau melihat teman teman Thehun thelalu diantar dan dijemput dengan orang tua mereka, thedangkan Thehun thelalu diantar dan dijemput oleh halmeoni karena harabeoji thelalu thibuk bekerja. Thehun ingin tahu rathanya kalau dipeluk thama orang tua Thehun, apalagi eomma. Thehun ingin tahu bagaimana rathanya kathih thayang dari orangtua Thehun, Thehun ingin tahu bagaimana rathanya kecupan yang dihadiahi oleh Appa dan Eomma kalau Thehun mau pergi tidur. Thehun ingin tahu bagaimana eomma ketika terthenyum melihat Thehun, halmeoni", ucap Sehun yang kini sedang duduk diatas sofa sambil melihat tv namun saat ini ia membiarkan tv tersebut melihatnya karena ia fokus tentang curahan hatinya kepada sang nenek.

Melihat cucunya yang berbicara seperti itu, sang nenek pun tidak tega melihatnya. Segera ia rengkuh tubuh mungil tersebut kedalam pelukannya dan tak lupa ia kecup pucuk kepala yang sangat kecil itu. Tak lama kemudain ia merasa bahu kecil tersebut bergetar menahan tangisan yang mungkin akan ia keluarkan.

"ssstt,, kenapa Sehun berbicara seperti itu hm?", ucap nenek mencoba menenangkan cucu kecilnya.

"karena Thehun meratha iri kepada mereka, halmeoni hiks..."

"cupcupcup uljima ne Sehun-ah..."

"mungkin suatu saat nanti kalau Sehun sudah besar, Sehun pasti bisa bertemu dengan orangtua Sehun, arrachi?", ucap nenek menenangkan Sehun sambil menangkup wajah mungil Sehun dengan kedua tangannya dan mengusap air mata Sehun yang telah sia sia dikeluarkannya.

Merasa malas menjawab, Sehun pun hanya menganggukkan kepalanya tak bersemangat. "jaaaahhh~ sekarang Sehunt idak boleh menangis lagi. Sehun mau apa? Ice cream, hm?", tawar sang nenek yang mulai menenangkan cucunya.

"eumh.. coklat", gumam Sehun lemas.

"eumh en tentu saja, tunggu sebentar ne cucu nenek yang tampan ini", ucap sang nenek yang berdiri dari sofanya sambil emngusap rambut Sehun pelan dan mengecup pucuk kepala tersebut.

"kasihan sekali kau Sehun-ah...", gumam sang nenek yang sambil berjalan menuju dapur.

Flashback end

"AAAAAAAAAAAAAAAARRRGGGHHH! APA YANG KAU PIKIRKAN SEHUUUUUUUNNN! ITU MASA LALUMU SAJAAAAAAAAA! KAU TIDAK BOLEH MENGINGATNYA LAGI!", teriak Sehun frustasi yang sedang mengacak acak isi kamarnya.

"orang tua sialan", geram Sehun yang sambil memukul cermin yang cukup besar dengan tinjuan ditangan kanannya.

Pyaaarrr

TBC

ㅎㅎㅎ

Annyeong~~

Nae kambek :D

Mian lama banget ya? Heheee masih ndak ada waktu untuk ngepublishnya, masalah buatnya sih udah ada nih :D

Makasih sekali untuk kritik dan sarannya dan reviewnya juga, aku sangat suka banget bacanya

Yaudah segitu aja, makasih banget ya eonni, oppa dan saeng :D

Tetap ngereview yaaaahhh ...