"Miss You Mr. Oh"
By : winda97_dc
Main Cast : Oh Sehun, Xi Luhan, Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Kim Jong In, Do Kyungsoo.
Rate : T-M
Genre : School Life, Boys Love, Romance, Hurt, Mature.
Lenght : 1 of ?
Disclaimer : semua cast ciptaan Tuhan, alur cerita milik saya, jadi jangan ada yang copas dan jika kalau tidak mau membaca tidak usah dibash. Tidak menerima bash-an!
ㅎCHAPTER 4ㅎ
KRIET
"eh Yingie aku pikir-"
SRET
BRUK
"aaaawwwww"
"eh, Se...hun apa yang kau lakukan?", ucap Luhan sedikit membelalakkan kedua bola matanya. Pasalnya tiba tiba Sehun menyeret dirinya dan menubrukkan badannya ditembok sehingga membuat punggung Luhan sakit.
Bukannya menjawab pertanyaan tersebut, Sehun malah mendekatkan bibirnya ditelinga kiri Sehun. Membisikkan suatu kalimat dengan nada yang sangat berat, sehingga membuat bulu kuduk Luhan lumayan berdiri.
"Lu,..."
"..."
"maukah kau menari denganku..."
"kita berduet bersama, OK?", ajak Sehun yang kini memandang tajam kedua deer eyes milik Luhan.
"eh... ehm memangnya ada apa Sehunnie tiba tiba mengajak Lulu menari bersama?", ucap Luhan dengan nada yang sedikit bergetar karena sungguh ia tidak kuat melihat tatapan tajam milik Sehun, dan ia merasakan beberapa degupan jantungnya mulai berdetak sangat cepat dari biasanya.
"yaaahh aku ingin saja...", ucap Sehun santai yang kini sudah menjauhi badannya dari badan Luhan. Dan tentu saja Luhan langsung bernafas lega, karena jujur saja tadi ia sempat menahan nafas karena jaraknya dengan Sehun sangat dekat sekali.
"tapi a-"
"ssssttt.. tidak ada penolakan!"
Setelah mengucapkan kata tersebut, Sehun segera mengambil handphone miliknya yang berada didalam sakunya dan segera berjalan menuju kearah tape, segera Sehun menekan tombol 'PLAY' dan mengajak Luhan untuk berdiri didepan dirinya dan memandangnya lewat cermin yang berada didepan keduanya.
"kita akan mengover 'trouble maker' Lu, kau tahu lagu itu kan?", bisik Sehun dengan nada yang sangat menggoda.
"eumh, kau pikir mentang mentang aku dari China aku tidak tahu lagu itu hm? Aku sangat menyukainya, Oh Sehun", jawab Luhan dengan nada yang sangat menantang.
Mendengar jawaban Luhan yang sepertinya sangat terpancing, akhirnya Sehun hanya menyemirkan bibirnya dan menggumamkan "kena kau Luhan".
Saat lagu sudah dimulai, kini mereka berdua memulai gerakan tersebut. Dengan dimulai berjalan kesamping dan Luhan yang berjalan dengan sangat seduktif kearah Sehun dan kemudian mereka berdua berjalan kearah depan dengan tangan kanan Sehun yang berada dipinggang kanan milik Luhan. Dan kemudian mereka berjalan berlawanan arah, dan Sehun yang melihat kearah Luhan sedangkan Luhan kini sedang membelokkan badannya dengan menunggingkan pantatnya sehingga terlihat sangat seksi. Kemudian mereka saling melompat dan menunjuk kearah tangan kanannya seperti terlihat sedang menunjukkan sebuah jam tangan yang berada ditangan kanan mereka sambil menggoyangkan pinggul mereka masing masing.
Setelah itu kini terlihatlah Luhan yang sedang menari sendiri dengan gerakan yang seperti berjalan kedepan kemudian mengarahkan badannya kearah kanan sambil menunggingkan pantatnya dan mengelus perlahan paha dalamnya. Kemudian ia memegang dadanya dengan ekspresi wajah yang sangat eeeeerrr- nakal.
Setelah beberapa detik kemudian lagu berputar, kini mereka berdua menari bersama dengan Sehun yang memutari tubuh Luhan dan Luhan yang sedang menggoyang goyangkan badannya dengan sangat seksinya, kemudian mereka berdua maju bersama dan tangan kanan Sehun yang sedang seperti membuat pola badan Luhan yang sedang menungging. Setelahnya mereka berdua terlihat seperti menggoyangkan tubuh mereka sendiri. Dan kembali mempersempit jarak mereka dengan Sehun yang berada dibelakang Luhan, dan Luhan yang sedang menolehkan wajahnya kearah kiri untuk melihat wajah Sehun dan Sehun yang sedang asik menggerakkan kedua telapak tangannya menyelusuri bentuk badan Luhan dan berakhir dipinggul Luhan dan mengelus tangannya di perut Luhan yang rata.
SKIP
Setelah lagu selesai, mereka berdua mengakhiri gerakan ini dengan mereka yang saling berhadapan. Dan tangan kanan Luhan yang digenggam dan diangkat keudara oleh tangan kiri Sehun, sedangkan tangan kanannya memeluk erat tubuh Luhan dan mempersempit jaraknya dengan Luhan. Dan wajah mereka yang sangat dekat sehingga mereka saling menempelkan kening mereka tanpa celah. Bisa mereka rasakan deru nafas mereka yang sangat tersengal sengal. Melihat bibir cherry yang sangat plum itu, tak kuat rasanya jika Sehun hanya menahannya saja, sehingga kini ia sengaja menempelkan bibirnya di bibir Luhan. Ia melumat bibir bawah Luhan dengan sangat seduktif. Kini ia membawa tangan kanan Luhan yang tadi ia genggam menuju kearah bahu kirinya. Setelah itu Sehun menekan tengkuk Luhan dan mendorong tubuh Luhan untuk menyandar didinding.
Setelah mendapatkan posisi yang menurutnya sudah pas, kini Sehun kembali melumat bibir Luhan dengan rakus, sedangkan Luhan hanya diam tanpa membalas apa yang telah Sehun lakukan kepada dirinya. Merasa tak terbalaskan, Sehun pun menggigit bibir bawah Luhan dan menjiwit pinggang kiri Luhan sehingga membuat Luhan berteriak tertahan didalam ciuman mereka. Merasa apa yang Sehun inginkan sudah terpenuhi, segera Sehun memasukkan lidahnya untuk mengajak lidah milik Luhan. Menari dan membelitnya didalam goa mulut Luhan. Merasa masih tidak ada balasan dari Luhan, kini Sehun mengangkat rahang Luhan dengan satu tangannya sedangkan satu tangan yang lainnya menekan tengkuk Luhan.
'apa yang dilakukan Sehunnie saat ini? Kenapa ia sangat ingin sekali memakan bibir Lulu dan mengajak Lidah Lulu? Dan kulihat apa ini? Sehunnie sedang memejamkan kedua matanya menikmati bibir Lulukah? Ah aniya... terus tapi kenapa tadi Sehunnie menggigit bibir bawah Lulu, itu kan sakit... dan rasanya sedikit asin apakah bibir Lulu berdarah? Heumh kalau begitu aku minta pertanggung jawaban nanti dari Sehunnie dengan cara membelikan Lulu susu strawberry! Heumh ne!', batin Luhan yang hanya menikmati apa yang Sehun lakukan kepada dirinya dan yang sedang menatap kedua bola mata Sehun yang sedang terpejam.
5 menit kemudian, merasa pasokan udaranya sudah habis Luhan segera memukul perlahan bahu Sehun dan Sehun pun tidak merasa pukulan dari Luhan. Merasa tidak dihiraukan, segera Luhan menggigit lidah Sehun yang masih berada didalam mulutnya, dan setelahnya Luhan berhasil Sehun pun melepaskan ciumannya dibibir Luhan, ia meringis karena gigitan Luhan yang sangat keras kepada lidahnya barusan.
"aish apa yang kau lakukan Lu?", geram Sehun yang kini mengusap bibirnya yang basah akan saliva.
"ish seharusnya Lulu yang bertanya seperti itu kepada Sehunnie!", bentak Luhan kepada Sehun. Dan Sehun hanya membelalakkan kedua bola matanya kearah Luhan.
"jangan memandang Lulu seperti itu! Gara gara Sehunnie, lidah Lulu sakit karena tadi Sehunnie menggigitnya dengan keras dan bibir bawah Lulu, mungkin bibir bawah Lulu sudah sedikit berdarah dan sobek, hiks ini semua gara gara Sehunnie! Aku tidak mau tahu Sehunnie harus bertanggung jawab dengan cara membelikan susu strawberry kepada Lulu!", pinta Luhan dengan nada yang sangat penuh dengan penakanan. Sedangkan Sehun? Ia hanya menatap bibir Luhan yang basah akan saliva entah miliknya atau milik siapa.
"susu?", gumam Sehun melihat deer eyes Luhan. Dan dijawab oleh gumaman dan anggukan oleh Luhan.
"kau mau tahu susu apa yang ingin aku berikan kepadamu Lu?", ucap Sehun ambigu.
"hm, maksud Sehunnie apa? Susu yang Lulu inginkan hanya susu itu... susu rasa strawberry Hunnie...", jawab Luhan dengan mengernyitkan dahinya menatap Sehun.
"kau mau susu dariku kan?", tanya Sehun dengan smirknya. Dan dijawab oleh anggukan yang sangat polos dari Luhan.
"baiklah, mari ikut aku...", ajak Sehun yang kini menggenggam telapak tangan Luhan. Dan Luhanpun hanya mengikutinya saja, karena saat ini ia hanya menginginkan susu dari Sehun atas pertanggung jawabannya.
-Apartemen Sehun-
"euhm kenapa kita ada disini Hunnie? Bukankah ini apartemen milik Sehunnie?", tanyanya menghadap kearah Sehun.
"eh darimana kau tahu?", tanya Sehun dengan menaikkan alisnya sebelah.
"karena waktu itu Lulu pernah mengantar Sehunnie kesini karena Lulu tidak sengaja melihat Hunnie terkapar tak sadarkan diri dipinggir jalan.", jelas Luhan dengan masih memandang Sehun yang berada disampingnya.
"hm ne baiklah... Lulu masuk dulu ne... sebentar lagi Lulu akan mendapatkan susu yang Lulu inginkan", ajak Sehun yang kini mendorong tubuh Luhan perlahan.
"kyaaaaaaaaaaawwww, gomawo Sehunnie...", teriak Luhan kegirangan.
Setelah itu,
"Luhan duduk disini dulu ya...", suruh Sehun yang sehabis mendudukkan tubuh Luhan diatas ranjangnya dan segera pergi menuju dapur untuk mengambil susu yang Luhan inginkan.
Setelah 5 menit,
"Lulu ini dia susu strawberrynya...", ucap Sehun yang sambil berjalan membawa nampan kearah Luhan.
"kyaaaaaaawww susunya sudah dataaaannngggg...", teriak Luhan kegirangan dan segera melompat untuk mengambil susu yang Sehun bawakan.
"diminum ya...", pinta Sehun dan dijawab oleh anggukan yang antusias dari Luhan.
"aku mau mandi dulu ne,,", ucap Sehun yang sambil mengusak kepala Luhan dan dijawab oleh anggukan dari Luhan.
'kena kau Lu...', gumam Sehun yang berjalan kearah kamar mandi sambil bersmirk ria.
'setelah ini kau akan melayaniku, memuaskanku, mendesahkan namaku, dan menerima susu dariku...', batin Sehun yang sepenuhnya kini dirinya sudah berada didalam kamar mandi.
Entah apa yang Sehun rencanakan saat ini, namun ia baru pertama kali melakukan hal ini disepanjang hidupnya sampai sekarang.
ㅎㅎ
"loh Lu, kenapa kau berjalan seperti terpincang pincang begitu hm?", sambut bibi Han yang membantu Lluhan untuk berjalan kearah sofa ruang tv dan langsung mengambil air putih untuk Luhan minum karena kini terlihatlah Luhan yang sangat kelelahan dan penuh dengan keringat didahinya.
"eumh Lulu capek bibi...", gumam Luhan yang mendongakkan kepalanya sambil menyandarkannya dikepala sofa yang setelah meminum air putih dari sang bibi dengan rakusnya.
"hm apa kau sakit? Kenapa kau sangat berkeringat sekali Lu? Dan juga badanmu terlihat sangat lengket sekali...", tanya bibi Han yang seperti mengintrogasi keponakannya.
"aniya... Lulu hanya kecapekan bibi... eumh tapi,.." ucap Luhan menggantung.
"apa?"
"eumh... kaki Lulu sakit...", gumam Luhan yang sambil melihat kearah kakinya.
"haaahh sebaiknya Lulu mandi saja ne, bibi akan siapkan Lulu air hangat hm?", ucap bibi Han yang sudah berdiri meninggalkan Luhan menuju kekamar mandi untuk menyiapkan air mandi untuk Luhan.
15 menit kemudian.
Terlihatlah Luhan yang kini sudah merendamkan dirinya dibathub dengan sangat nyaman. Ia kompres dahinya yang terasa sangat berdenyut terus terusan memikirkan hal yang tadi telah ia lakukan bersama Sehun. Sebenarnya ia sangat tidak mengerti kejadian apa tersebut kenapa Sehun melakukan itu kepada Luhan sehingga Luhan kecapekan seperti ini.
"haaaaahh~", Luhan hanya mendesah seketika ingatannya kembali memikirkan hal tersebut.
Dilihatnya kini sang adik yang sedikit mengembung karena terus terusan memikirkan hal itu.
Flashback
"Lu apa sudah habis susu...nya?", ucap Sehun sedikit menggantung diakhir kalimat karena ia kini sehabis keluar dari kamar mandi dan hanya memakai handuk dan melilitkannya dipinggangnya. Dan sedangkan ia telah melihat teman bangkunya yaitu Luhan sedang membuka bajunya yang ia pakai dan mengibas kibaskan badannya dengan telapak tangannya padahal ruangan sudah lumayan dingin, dan jangan lupakan kulit Luhan yang sudah berwarna merah dan mengeluarkan keringat yang lumayan cukup banyak.
"Lu gwenchana?", ucap Sehun merasa khawatir dan berlari menuju Luhan dan menempelkan tangannya didahi Luhan. Sedangkah Luhan hanya mengeluh mendapatkan sentuhan dari tangan Sehun kedahinya.
Saat Sehun melepaskan tangannya dari dahi Luhan dan hendak pergi mengambilkan air dingin untuk Luhan, namun Luhan dengan sigapnya menarik tangan Sehun dan menempelkannya dipipi kirinya.
"eungh~ Sehunnie...", gumam Luhan dengan mata terpejam dan sambil mengelus eluskan tangan Sehun kepipi kirinya. Sedangkan Sehun hanya memandang Luhan dengan pandangan yang sedikit sulit diartikan. 'apakah berhasil?', batin Sehun tak yakin.
"sayang kau tak apakan?", gumam Sehun yang kini menjongkokkan badannya dibawah Luhan. Dan Luhanpun menjawab pertanyaan Sehun dengan memandang Sehun yang berada dibawahnya.
"hemh, entahlah Sehunnie... Lulu merasa sangat panas... dan tangan Sehunnie sangat sejuk sekali jika bersentuhan dengan kulit Lulu.", gumam Luhan dengan mata sayunya.
Merasa gemas akan tatapan Luhan, kini Sehun membawa tangannya menuju 'adik Luhan' dan dijawab oleh desahan Luhan yang sangat menggelikan ditelinga Sehun.
"aaahh~"
Merasa berhasil dengan apa yang ia rencanakan, kini Sehun semakin memberikan service kapada 'adik Luhan' dengan cara meremasnya secara perlahan dan saat merasa 'adik Luhan' sedikit menggembung dengan segera Sehun berdiri dan mendorong Luhan untuk berbaring diatas rangjangnya. Dengan segera Sehun melumat bibir plum milik Luhan dan tanpa dijawab oleh Luhan karena jujur saja ia tidak tahu harus menjawabnya apa dan ia tidak tahu kegiatan apa yang saat ini Sehun lakukan terhadap adiknya.
Setelah menikmati bibir plum tersebut, dengan segera Sehun memindahkan ciumannya dileher putih milik Luhan, meninggalkan sebuah bekas yang sangat ia sukai. Setelah itu ia memainkan kedua nipple Luhan yang sepertinya sudah sangat mengeras akibat sentuhan Sehun. Dan Luhan? Ia hanya mendongakkan kepalanya dan mengeluarkan suara apa yang seharusnya ia keluarkan.
"eeumh...", desah Luhan yang sepertinya mulai sangat menyukai kegiatan Sehun.
Setelah mendengar desahan tersebut, tanpa lama lagi Sehun langsung melepaskan celana Luhan dan memandanga sejenak adik Luhan dan langsung saja ia melahap adik Luhan ayng sangat kecil itu jika dibandingkan dengan miliknya.
"aaaahhh,, Se..hunnie...", panggil Luhan dengan sangat susah payah.
Mendengar ada yang memanggil namanya, Sehun pun menghentikan kegiatannya yang sedang melumat adik Luhan.
"aaahh,, ke..kenapa Sehunnie me..ngghh..makan adik Lulu?", tanyanya dengan sangat susah payah. Karena ia merasa adanya sedikit tekanan terhadap sang adik.
"Lulu ingin susukan?", ucap Sehun yang malah bertanya dengan smirk yang sangat menakutkan. Dan Luhanpun hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan pertanyaan dari Sehun.
"tunggu sebentar lagi Lu, kau akan mendapatkan susu terebut.. dan kau bisa meminumnya, tapi susu ini sedikit berbeda dari susu biasanya...", ucap Sehun ambigu.
"hm maksud Hunnie? Kenapa susunya agak berbeda dari yang lain?", ucap Luhan dengan nada yang sangat polos.
"nanti kau bisa merasakannya sendiri Lu. Sudahlah saat ini kau hanya mengeluarkannya saja ne...", pinta Sehun dan dijawab oleh anggukan dari Luhan.
Setelah menceramahi Luhan dari kepolosannya, segera Sehun tanpa lama lagi menyiapkan miliknya untuk berada didepan lubang milik Luhan. Dilihatnya lubang tersebut yang sepertinya sangat menggoda dimatanya, namun ia ingin sedikit bermain main dengan Luhannya dengan cara mencoba memasukkan jari tengahnya terdahulu dan setelahnya terdengarlah lenguhan dari bibir plum Luhan yang sedikit terbuka.
Dan kemudian Sehunpun memasukkan jari telunjuknya kelubang Luhan, sehingga kini hole Luhan terdapat dua jari yang sedang bersarang disana.
"eumh,, aaahh..", desah Luhan yang kini dua jari tersebut sedang melakukan gerakan maju mundur dengan sangat perlahan.
Kemudian sang pemilik jari Sehun menambahkan jari manisnya untuk bersarang dihole Luhan dan langsung saja ia maju mundurkan ketiga jarinya tersebut dengan gerakan ayng sangat sensual sehingga membuat Luhan merem melek dibuatnya dan mendesah hebat atas permainan yang Sehun lakukan.
"aaaahhh,,nyyaaaahh~"
Setelah merasa cukup, Sehun pun melepaskan ketiga jari tersebut dan terdengarlah lenguhan Luhan yang sedikit kecewa. Dan tanpa lama lagi, segera Sehun memasukkan sang adik kepada hole Luhan dengan sedikit paksaan. Dan terdengarlah ringisan dan isakan Luhan yang tengah menahan rasa sakitnya yang berada dibawah sana yaitu sang adik Luhan.
"aaaahh appoooo..", gumam Luhan yang memejamkan kedua matanya erat dan terlihatlah adanya air mata yang keluar dari kedua matanya. Melihat Luhan yang seperti itu, Sehun pun tidak tega dan kini mnicum kening Luhan dengan lembut dan menciumi seluruh wajah dan tubuh Luhan sehingga Luhan akan melupakan sesuatu yang berada dibawahnya.
Setelah setengahnya masuk, segera Sehun menghentakkan keseluruhannya dihole Luhan. Dan dengan pekikan sang pemilik lubang akhirnya Sehun sedikit menghentikannya.
"aaahh appo... hiks appoooo...", gumam Luhan yang sambil meringis. Dan terlihatlah darah segar yang mengalir karena hole Luhan ayng sudah robek sepenuhnya.
"hiks.. hiks,,"
"emh Lu, mianhae... apa perlu aku lepas?", gumam Sehun yang kini menundukkan badannya untuk membisikkan kata kata ditelinga kiri Luhan.
"ah ani.. tapi adik Lulu sakit, dan pantat Lulu sakit Hunnie, hiks..", ucap Luhan susah payah sambil terisak.
"tapi kau mau susu kan?", ucap Sehun yang tak mau kalah dan dijawab oleh anggukan Luhan.
"kau akan mendapatkannya, maka bersabarlah sebentar ne..", ucap Sehun menenangkan sambil mencium kening Luhan lembut.
Setelah beberapa menit berdiam dan mencoba membiasakan keberadaan suatu benda yang sangat panjang dan sedikit membesar, akhirnya Luhan pasrah apa yang akan Sehun lakukan padanya dengan syarat ia akan mendapatkan susu yang dikatakan Sehun tadi.
"sudah siap dengan susuku Lu?", ucap Sehun memecahkan keheningan. Karena jujur saja, ia merasa tidak nyaman kalau hanya diam saja karena secara diam diam hole Luhan sedang meremas sang adik dengan cukup keras. Merasa Luhan yang mengangguk, kini ia menghembuskan nafasnya legah dan segera mencoba menggerakkan sang adik.
"eumh aaahhh...", gumam Luhan yang sedikit mendesah.
"Lu", panggil Sehun ditengah tengah acaranya. "hm", dan dijawab pula oleh gumaman dari Luhan.
"aku ingin kau memanggil namaku secara berulang ulang ne...", pinta Sehun dan ditanggapi oleh anggukan dari Luhan.
Segera Sehun menggenjot hole Luhan dengan kecepatan penuh, sehingga membuat sang pemilik lubang merasa kesakitan dan ada rasa kenikmatan didalamnya.
"aaahh Sehunnieeee..."
"eeennnggghh"
"waaaeeehh Luuuuhh,, eeehhmm", desah Sehun sambil menggigit bibir bawahnya sensual.
"aaaahhh sesaaaaakkk...", desah Luhan yang merasa dibawah lubangnya sangat penuh.
"se...eeeehhhmm,bentar lagi... Luuuuhhh...", ucap Sehun susah payah karena ia kini masih menggenjot tubuh Luhan sambil mendongakkan kepalanya kenikmatan.
Setelah beberapa genjotan yang Sehun lakukan, akhirnya sang adik Luhan membesar dan dengan segera memuncratkan sesuatu dan yang dengan senang hati Sehun menelan junior Luhan dan menampungnya didalam mulut Sehun dan dengan segera menangkup wajah Luhan untuk membagikan susu yang ia peroleh.
Glek
Glek
"eeeuummhhh..."
Glek
"aaaahhhhh...", desah Luhan yang sudah merasakan susu dari Sehun. Dan sedikit mengernyitkan keningnya karena susu yang barusan ia minum sedikit aneh dari susu biasanya yang ia minum.
"eumh kenapa susunya aneh Hunnie?", ucap Luhan yang kini sudah terkapar hebat dengan keringat yang sangat membasahi tubuhnya.
Pluk
"aaaaahhh... akhirnyaaaaahh~~", legah Sehun yang sudah mencabut juniornya dari hole Luhan dan merebahkan tubuhnya disamping Luhan.
"tapi aku lebih suka susu itu Lu, karena sangat menyenangkan dan rasanya juga sangat nikmat", gumam Sehun yang sambil mengusakkan kepala Luhan lembut.
"kau pasti capek, tidurlah...", suruh Sehun yang kini memeluk tubuh Luhan yang sangat lengket seperti tubuhnya saat ini.
Flashback end
"hhhmmm rasanya sangat aneh sekali, dan sangat sakit...", gumam Luhan yang sambil mengelus elus sang adik.
"hhhhmmmm... sudahlah Lulu ingin tidur saja", gumam Luhan yang sedikit memundurkan tubuhnya sehingga hidungnya sedikit menyentuh air dan dengan segera Luhan memejamkan kedua matanya karena merasa sangat rileks dengan keadaannya sekarang.
ㅎㅎ
"hm Lu kenapa pakai syal? Padahal kan kini musim panas", ucap Baekhyun yang sedang menduduki pantatnya ditempat duduk Sehun yang berada disamping Luhan dan disusul pula oleh Kyungsoo yang menduduki dirinya didepan bangku Luhan.
"emh aku rasa leher Lulu sakit, sedikit perih...", gumam Luhan.
"benarkah? Boleh kulihat?", pinta Baekhyun yang mulai sedikit menarik syal yang dipakai Luhan. Namun belum menarik sepenuhnya, tiba tiba pintu belakang yang berada didalam kelasnya dibuka secara paksa oleh seseorang.
BRAK
"lepaskan tanganmu dari syal Luhan", gumam Sehun dengan nada yang sangat dingin dan menusuk sehingga membuat Baekhyun dan Kyungsoo langsung menurut dan menjauhi tangannya dari Luhan. Sedangkan Sehun ia langsung menduduki tubuhnya ditempat duduknya yaitu disamping Luhan.
Beberapa detik kemudian.
"selamat pagi anak anak", sapa seseorang yang akan mengajari sebuah pelajaran dikelas ini.
Saat sang seosaengnim membalikkan badannya kearah papan tulis dan menuliskan sesuatu dipapan, Sehun membisikkan suatu kata ditelinga kanan milik Luhan.
"bagus sekali kau menutupinya dengan syal, sayang...", gumam Sehun yang membuat Luhan sedikit memerah malu.
-Taman Belakang jam kosong-
"haaaaahh aku tidak tahu apa yang telah ia lakukan kepada Lulu...", gumam seorang namja kecil yang kini sedang mendudukkan pantatnya dibangku taman belakang sekolah yang sedikit lumayan sepi karena beberapa kelas sedang menerima pelajaran.
"eh ternyata kau disini Lu", sapa Baekhyun dan Kyungsoo yang kini sudah menduduki dirinya disamping kanan kiri Luhan.
"eumh Baekki Kyungie...", gumam Luhan yang menerawang keatas.
"aku ingin bertanya...", sambung Luhan yang masih setia dengan posisinya.
"hm apa?", jawab Kyungsoo yang ikutan menerawang keatas seperti Luhan dan juga diikuti oleh Baekhyun.
"sebuah kegiatan apa itu dimana ia memakan bibir Lulu dan mengeluarkan susu dari adik Lulu?", tanya Luhan ambigu sambil bergumam dan masih menerawang keatas. Sedangkan Kyungsoo dan Baekhyun kini sedang saling berpandangan terkejut dengan pertanyaan Luhan yang sedikit tidak masuk akal.
"maksudnya Lu?", tanya Baekhyun yang memegang pundah kanan Luhan.
"kemarin ..."
TBC
Annyeonghaseyo nae comeback again sambil bawa FF Chapter 4 ini heheheee...
Maaf belum aku edit ini FF, sebenarnya FF ini udah waktu sebulan lalu aku lagi liburannya bikin FF jadi sekarang aku post dan belum sempet aku edit maaf banget ya chinguya...
Tapi aku tetap menunggu review kalian makasih banyak ^^
