Ch 3

Tittle : Ketika Meanie Menggila

MainCast : - Kim Mingyu

Jeon Wonwoo

Support Cast : - Kim's Family

Seventeen Members

Unknown yang belum terprediksi

Genre : Romance, Humor, etc

Desclaimer : Tokoh bukan milik author, tapi Mingyu milik saya seorang/?

Sehari ini Mingyu marah, ia tak menghubungi Wonwoo sama sekali. Hal ini membuat Wonwoo bingung. Karena sangat merindukan kekasih yang lebih muda darinya itu, ia berniat mengiriminya pesan..

Line! (anggep aja ini suara notif Linenya Mingyu). Mendengar suara notif dari handphonenya, Mingyu yang sedari tadi sedang menonton berbaring pun membukanya.

From : My Beanie

Kamu sibuk ya?

Mingyu menutup aplikasi Line-nya. Kemudian melanjutkan tidurnya.

Line!

From : My Beanie

Kok cuma di read? Kamu marah?

Lagi-lagi Mingyu cuma membukanya. Tidak berniat membalas sama sekali.

Line!

From : My Beanie

Mingyu aku kangen :'(

Aku salah apa? :'(

Melihat pesan dari kekasihnya itu tiba-tiba Mingyu merasa kasihan. Kemudian Mingyu memutuskan untuk menelepon Wonwoo.

.

.

.

"Hiks cuma di read", Wonwoo menangis sesenggukan. Ia benar-benar tidak tahu apa salahnya sehingga membuat Mingyu -tiba...

Jadi anak manis tak boleh menangis malu sama kucing meong meong meong~

Hp Wonwoo berdering menandakan ada panggilan masuk. "Kok nada dering aku jadi ini sih. Oh iya Mingyu yang ngasih". Waktu itu Mingyu yang mendownload lagu itu untuk Wonwoo kemudian memasangnya untuk nada dering.

"Tau aja aku lagi nangis", Wonwoo mengusap air matanya kemudian segera mengangkat telepon. "Mingyu kamu kok nggak bales pesan aku? kenapa cuma diread? Kamu udah nggak sayang lagi sama aku? Iya? Udah nggak sayang lagi gitu? Iya? Ohh udah nggak sayang ya?", Wonwoo mengomel sepanjang jalan kenangan kita selalu berrgandeng tangan, sepanjang jalan kenangan kau peluk dirikuuu mesraaaa, hujan yang rintik-rintik di awal bulan itu, menambah nikmatnya malam syahdu. Wonwoo goyang. Author nyanyi. Reader nabuh gendang, dung dung tumplak deng dung tumplak deng.

"Ehem hem. Hyung.."

" Apa? Hah? Apa?", Wonwoo sewot. Eh, seperti bukan suaranya Mingyu. Wonwoo melirik handphonenya.

'DK-ngen Band'

"Ohhh Dikaaa maaf maaf kirain Mingyu tadi. Maaf ya maaf"

"Jadi malu dipanggil sayang"

"-_- Ada apa?"

"Mingyu, hyung.."

"Mingyu kenapa? Kecemplung got? Saoloh itu anak udah item malah jadi tambah item dohhh"

"Bukan hyung". Wonwoo terdiam. "Mingyu sakit.."

.

.

.

"Mingyuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu", Wonwoo menyeruak masuk ke rumah Mingyu.

Krik krik krik krik. Nyonya Kim, Tuan Kim, bersama Kim Minseo melongo melihat Wonwoo. Wonwoo tengsin. "E-e-eh apa Mingyu nya ada?", tanya Wonwoo sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Mingyu belum pulang, kemarin izin menginap di tempat temannya", jawab Nyonya Kim sambil tersenyum.

"Benarkah? Ah kenapa dia tidak bilang"

"Apa kalian bertengkar?" tanya Minseo.

"T-Tidak. Baiklah kalau begitu aku permisi dulu", ucap Wonwoo sambil membungkuk lalu pamit pulang.

Lho Mingyu kemana? Katanya sakit, batin Wonwoo.

"Dika, katanya Mingyu sakit. Kok dia tidak ada di rumah? Dasar pembohong!", bentak Wonwoo melepon DK.

"Mingyu memang sakit, tapi dia tidak sedang ada dirumah"

"Lalu?"

"Dia ada di kos ku"

.

.

.

"Nomor yang anda tuju sedang sibuk. Silahkan coba beberapa tahun lagi~"

"Hah ngaco. Beberapa tahun lagi keburu item nih". Min lu pan emang udah item -_-. "Nomornya sedang sibuk? Padahal tadi baru ngirim pesan"

Brakk. Suara pintu di banting. "Mingyuuuuuuuuuuuuuuuuu"

Semuanya kaget.

Jihoon yang sedang makan bubur yang sedari tadi di suapkan oleh Soonyoung menjadi tersedak. Hoshi buru-buru memberikan air minum kemudian menenangkan Jihoon. Dino yang sedari tadi pipis jadi tersedak pipisnya sendiri/? . DK yang menunggu Wonwoo datang sampai tertidur jadi tersentak kaget.

"Hyung..hyung.. tenang"

"Mingyu mana? Hiks" Wonwoo mulai menangis.

"Lagi istirahat di kamar Dino. Tadi malam demam tinggi. Dia tidak mau makan apa-apa sejak tadi malam"

"Hiks Mingyuuuu", Wonwoo berlari ke kamar Dino.

.

.

.

"Hiks, Mingyu huweeeeee", tangis Wonwoo pecah kemudian ia langsung menindih Mingyu dan memeluknya.

Mingyu yang hampir dalam proses menuju tidur jadi tersentak karena Wonwoo menindihnya. Ia terbangun kemudian menenangkan kekasihnya yang sedang menangis. "Cup cup cup... Sayang..", ujar Mingyu sambil mengelus surai kekasihnya.

"Mingyu, badan kamu kok panas"

"Karena aku manusia. Kalau dingin berarti aku es batu"

"Kalau panas berarti kamu kompor gas"

"Kalau anget?"

"Berarti eek kebo"

"Kok tau eek kebo anget?"

"Tau lah, kan suka aku cemilin"

Mingyu kejang-kejang seketika.

"Mingyu kamu nggak bales pesan aku kenapa?"

"Aku marah"

"Kamu bisa marah? Kok aneh"

"Karena aku manusia"

"Kalau kamu bisa marah berarti k- "

"Udah hyung, diem -_-"

.

.

.

"Hyung, Wonu hyung kenapa?", tanya Dino.

"Tau tuh, bikin kesel aja, aku keselek sendok nih", jawab Jihoon.

"Aku dengar Mingyu marah gara-gara Wonu hyung kemarin, makanya Mingyu menginap disini buat ngilangin stress", sahut DK.

"Orang stress udah dari sananya gimana mau dihilangin?", Soonyoung ikut menyahut.

"Hushh", Jihoon memukul kepala Soonyoung.

"Aduh.. aduhh sakit sayang"

.

.

.

"Kamu marah sama aku kenapa?" tanya Wonwoo sambil duduk disambil Mingyu. "Pikir sendiri", jawab Mingyu. "Aku nggak punya otak, otak aku dipinjem Jihoon. Jadi aku nggak bisa mikir cepet kasih tau", Wonwoo ngaco. "Hhhhhhh", Mingyu menghela nafas. "Gara-gara kamu kemarin. Masa anak aku mau dikasih nama saitonirojim", Mingyu merengut. Wonwoo ngakak. Oh, jadi gara-gara itu.

"Ya ampun sayang itu kan cuma bercanda"

"Bercandanya nggak lucu. Katanya sesuai sama aku, terus kamu malah bilang saitonirojim. Kamu ngatain aku mirip Saiton?"

"Junghan hyung kan sering catok rambut di saiton"

"ITU SALON!"

"Salonku ada lima.."

"ITU BALON!"

"Mingyu kamu balon suami aku"

"ITU CALON!"

"Calon itu yang coklat coklat bau anget"

"ITU EEK. KOK JAUH BANGET SIH!"

Wonwoo nyengir. Lalu ekspresinya berubah jadi datar lagi.

"AKU BENCI SAMA KAMU! KAMU MARAHIN AKU TERUS! BENTAK-BENTAK AKU TERUS! AKU SALAH TERUS! KAMU JAHAT!"

Mingyu kaget. Lho kenapa Wonwoo yang marah harusnya kan dia yang marah.

"Yang punya ide bikin nama saiton siapa?"

"Aku"

"Yang ngatain aku saiton siapa?"

"Aku"

"yang bikin aku marah siapa?"

"Aku"

"Jadi yang salah siapa?"

"Kamu"

"Kok aku sih?"

"Pokoknya kamu yang salah!"

Mingyu kebakaran jenggot. Padahal punya jenggot aja enggak. "Aku ngerasa jadi laki banget hari ini"
"Kok bisa?", tanya Wonwoo. "Karena hari ini aku selalu salah"

Author ngakak. Wonwoo nyengir. "Yaudah aku minta maaf. Niatnya aku bercanda, bukan ngatain kamu", Wonwoo minta maaf. Mingyu diem. "Di maafin nggak?!", bentak Wonwoo. "Iya iya di maafin"

Wonwoo meluk Mingyu. Mingyu meluk Wonwoo. Mingyu dan Wonwoo peluk-pelukan. Author meluk reader. "NJIR NAJIS LU THOR!", reader teriak.

Kriukkkk, perut Wonwoo berbunyi nyaring. Itu tong kosong thor. Oh iya lupa. "Kamu laper?", tanya Mingyu. Wonwoo mengangguk."Mau makan aku nggak?"

Mingyu smirk.

.

.

.

"Soonyoung-ah, ambil Tosun terus taruh di kamar. Nanti kotor dilantai gitu", Jihoon berteriak sambil menunjuk Tosun, boneka kelinci mereka. "Nggak mau ah berat. Beratnya 10 kilo itu bonekanya",kata Soonyoung. "10 kilo kepalamu! Cepet bawa masuk", bentak jihoon. "Hyung bagaimana hyung tau kalau Tosun beratnya 10 kilo? Hyung kan belum pernah nimbang bonekanya", tanya si kecil Dino.

"Itu gampang", jawab Soonyoung. "Gigit aja ekornya, nanti juga tau berapa beratnya". Jihoon ngakak. "Ah yang bener hyung?", tanya Dino tak percaya. "Nggak percaya? Coba tanya Dika". DK yang disebut namanya hanya bisa menahan tawa melihat Soonyoung mengerjai Dino.

"Hyung. Apa benar kita bisa menimbang berat Tosun hanya dengan mengigit ekornya?", tanya Dino. "Tentu saja. Nih lihat", DK kemudian menggigit ekor Tosun kemudian lepasnya. "Ahh beratnya 10 kilo"

"Lihat kan? Aku bilang apa", Soonyoung tertawa. Jihoon ngakak sejadi-jadinya.

"Ohhh gitu ya", Dino manggut-manggut.

Tiba-tiba dari dalam dapur, Junghan yang ternyata sedari tadi sedang memasak berteriak, "makanan sudah siap ayo makan"

"Baikkkk", jawab mereka serempak.

"Nah Dino, tolong panggilkan Wonu untuk makan bersama kita. Nanti aku akan membawakan bubur Mingyu", Jihoon memberi instruksi kepada Dino.

"Ne, hyung", Dino bergegas ke kamarnya memanggil Wonwoo.

.

.

.

"Ahh lezat sekali", DK mengunyah makanannya dengan lahap. Tak berapa lama, Dino kembali.

"Lho? Mana Wonu?" tanya Jihoon pada Dino.

"Wonu hyung lagi nimbang Mingyu hyung", jawab Dino tenang sambil duduk di kursi hendak mengambil makanannya.

"HAH? NIMBANG MINGYU? "kata Jihoon, Soonyoung, DK, dan Junghan serempak.

"Iya nimbang. Tadi hyung bilang cara menimbang Tosun itu dengan menggigit ekornya. Tadi wktu aku ngintip di kamar, aku lihat Wonu hyung sedang menggigit ekor Mingyu hyung. Berarti Wonu hyung sedang menimbang Mingyu hyung kan?", jelas Dino dengan polos.

Junghan tersedak, Soonyoung ngakak, DK jatuh dari kursi. Jihoon menahan tawanya. Kemudian mereka berempat serempak berteriak geram...

"JEON WONWOO!"

TBC

.

.

.

.

Hahahaha maaf reader, untuk chapter tiga ini ceritanya nggak lucu sama sekali. Aku kehabisan ide. Chapter yang ini adalah untuk menguji seberapa poloskah kalian/? #plakk . Btw, makasih yang udah mau baca ^^

4Bsion : Aduh lucu banget ya emangnya kok ngakak sampai sakit perut gitu? Itu ngakak atau mau cepirit/?

hanbinunna : iya nih topik eek memang selalu hangat dibicarakan :3

Mingyu sayang : kalo relationship goals aku sih nikah sama Mingyu terus membasmi Wonwoo/gak

Ikka1296hoon : iya mutiara. Mutiara coklat :v

Thanks for review^^