GADIS HARI KETUJUH
REMAKE NOVEL CHANBAEK VERSION
amandaerate
Novel By Sherls Astrella
.
FF ini adalah hasil Remake dari novel dengan judul yang sama karya Sherls Astrella. Terdapat beberapa perubahan nama atau yang lainnya sesuai dengan kebutuhan cerita.
.
Warning: Genderswitch
.
Chapter 2
Pagi hari seusai makan pagi, Pangeran harus menanti kedatangan gadis pertama Pelangi Park Evangellynn.
Pangeran berdiri di depan pintu masuk sambil terus menggerutu dalam hatinya. Ia tidak mengerti mengapa Ratu tega melakukan hal ini padanya. Ratu menyuruh Pangeran menyambut kedatangan tiap gadis dengan cara seperti ini.
Ketujuh gadis itu benar-benar harus diperlakukan dengan istimewa oleh Pangeran.
Pangeran tidak boleh membantah semua keinginan mereka. Pangeran harus mengikuti semua keinginan mereka.
Membayangkan kedatangan para gadis itu sudah membuat Pangeran ingin pergi apalagi ditambah harus mengikuti keinginan para gadis yang macam-macam.
Tak berapa lama kemudian, kereta keluarga Kim Horthrouth tiba di depan Pangeran.
Dengan enggan, Pangeran mendekati kereta itu dan membantu gadis di dalam turun dari keretanya.
Xiumin tersipu-sipu mendapat sambutan langsung dari Pangeran. Pangeran meraih tangannya dan menciumnya dengan segala hormat.
"Selamat datang, Lady Xiumin," kata Pangeran memberi salam, "Silakan mengikuti saya. Ratu telah menanti Anda sejak tadi."
Sengaja Pangeran melanggar ajaran Ratu. Ratu memerintahkannya untuk berkata, "Saya senang bertemu dengan gadis secantik Anda. Saya telah menantikan kedatangan Anda sejak tadi."
Semalaman Ratu mengajari Pangeran untuk menghafal kata-kata itu. Pagi ini Pangeran ingat apa yang harus diucapkannya berdasarkan ajaran Ratu tetapi ia tidak mengucapkannya. Pangeran tidak tertarik untuk menanti para gadis itu dan ia tidak mau berbohong pada dirinya sendiri.
Dari semua orang di Istana, yang paling mengharapkan kedatangan para gadis itu adalah Ratu. Semua orang tahu itu. Dan, yang paling tidak menginginkan kedatangan mereka tentu saja sang Pangeran.
Dengan enggan Pangeran mengantar Xiumin ke Ruang Tahta di mana Ratu dan Raja telah menanti.
"Hamba, putri pertama Earl of Kim Horthrouth, Xiumin, menghadap Paduka Raja dan Paduka Ratu Park Evangellynn."
"Berdirilah, Xiumin," kata Raja.
Xiumin mengangkat punggungnya. Ia berdiri dengan anggun di depan Raja dan Ratu.
Ratu tersenyum dalam hati melihat Xiumin. Tidak salah gadis itu banyak dipuja lelaki.
Matanya yang hijau seperti daun yang telah matang. Rambutnya yang emas kecoklatan berombak dengan indah. Wajahnya yang putih memancarkan kelembutan. Matanya memancarkan kecerdasan. Rambutnya yang digelung rapi membuatnya tampak dewasa. Bibirnya yang memerah tersenyum ramah.
"Siapa yang tidak tertarik pada gadis secantik dia?" tanya Ratu pada dirinya sendiri.
"Aku senang engkau bersedia datang," kata Raja, "Silakan engkau menghabiskan waktumu di Istana. Anggap istana adalah rumahmu sendiri."
"Hamba akan berusaha, Paduka Raja. Istana jauh lebih besar dari rumah kami. Akan sulit menyamakannya dengan gubuk kami."
Ratu tersenyum. "Ajaran orang tuamu selalu melekat pada dirimu. Aku takkan bisa melupakan bagaimana mereka mengajarkan setiap putrinya untuk bersikap rendah hati. Aku tak heran kalian tidak sombong walau kalian sangat cantik."
"Anda terlalu memuji kami, Paduka Ratu," Xiumin tersipu.
"Bersenang-senanglah kalian," kata Raja.
"Ajaklah dia berkeliling Istana," Ratu memberikan saran.
Pangeran menatap Ratu dengan enggan. Ia menangkap perintah dalam saran itu dan ia tidak tertarik untuk melakukannya tetapi ia berkata, "Baik, Ibunda."
Sesaat kemudian Pangeran sudah membawa Xiumin ke taman.
Seperti yang dikatakan Ratu, tidak seorangpun yang mengganggu mereka sepanjang hari itu. Ketika meninggalkan Ruang Tahta, Pangeran merasa harinya yang membosankan telah dimulai dan ia tidak salah.
Sepanjang pagi itu Xiumin banyak berbicara dan Pangeran banyak mendengarkan. Entah apa yang dibicarakan wanita itu, Pangeran tidak mendengarkannya. Pangeran juga tidak berusaha menutupi rasa tidak sukanya.
Sepanjang hidupnya Xiumin selalu disukai orang lain. Tidak seorangpun yang mengacuhkannya. Xiumin tidak mengerti Pangeran tidak menyukainya dan ia tetap berusaha mengajak bicara Pangeran.
"Bunga-bunga Istana tidak pernah terlihat layu. Setiap saat pasti ada yang segera membuatnya kembali segar," puji Xiumin, "Sejak dulu saya ingin mempunyai taman yang tidak pernah layu."
"Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang sempurna," ujar Pangeran tanpa berpikir.
"Anda benar," Xiumin sedih, "Tidak ada satupun yang sempurna."
Pangeran tidak tertarik mendengar kesedihan Xiumin. "Ke mana kita akan pergi? Aku yakin engkau bosan berada di sini sepanjang hari."
"Bersama Anda sepanjang hari, tidak membuat saya bosan. Saya senang bisa menemani Anda, Pangeran."
Pangeran menjauh ketika Xiumin duduk di sampingnya. "Mungkin aku harus berterima kasih karena engkau mau berada di sini memenuhi panggilan ibuku. Sebenarnya apa yang membuatmu mau datang ke sini?"
"Pangeran…," rujuk Xiumin, "Anda jangan berbicara seperti itu. Saya datang ke Istana karena saya merasa sudah menjadi kewajiban saya untuk melayani raja saya."
"Ke mana engkau ingin pergi?" ulang Pangeran kesal.
"Ke manapun Anda membawa saya, saya senang," jawab Xiumin dengan nada yang membuat Pangeran semakin kesal.
Pangeran sudah tidak tahan lagi ketika akhirnya terdengar bel makan siang.
Ratu telah mengatur makan siang Pangeran selama seminggu ini. Mulai dari pagi hingga makan malam, Pangeran dan gadis Pelangi itu makan bersama di Chamber Light.
Pangeran sudah kesal oleh kebersamaannya dengan Xiumin dan bertambah kesal ketika teringat acara makan siang. Seminggu ini akan menjadi sangat berat baginya dan sangat menjemukan. Tetapi setelah semua ini selesai, Pangeran bersumpah akan bersenang-senang.
Tanpa semangat, Pangeran melangkah ke Chamber Light. Ingin sekali Pangeran memulangkan Xiumin tetapi bila itu dilakukannya akibatnya akan sangat fatal baginya. Ratu akan murka dan akan memaksanya menikah dengan gadis pilihannya. Ratu pasti akan menggunakan segala cara agar ia mau menurut.
Seperti seorang tawanan, Pangeran menarik kursi untuk Xiumin kemudian duduk di depan gadis itu.
Wajah Xiumin berseri-seri. Senyum cantik menghiasi wajahnya. Mata hijaunya membelalak penuh kekaguman.
Tak ada pria lain yang dikagumi Xiumin selain Pangeran. Pangeran sangat tampan dan gagah. Tubuhnya tegap tinggi. Raut wajahnya yang kokoh menunjukkan wibawanya. Sinar matanya tajam dan memukau. Sikapnya agung. Pangeran benar-benar ksatria yang tiada duanya bagi Xiumin.
Bila Xiumin menceritakan pengalamannya hari ini pada adik-adiknya, Xiumin yakin mereka akan iri padanya. Tetapi mereka juga akan merasakannya sendiri esok. Xiumin senang menjadi yang pertama bertemu Pangeran.
Saat yang paling menyenangkan Xiumin adalah saat makan malam bersama Pangeran.
Suasana sangat romantis. Tiada cahaya di Chamber Light selain cahaya sepasang lilin putih kecil di antara mereka. Bunga-bunga putih segar menghiasi meja yang tertutup kain putih.
Keharuman bunga-bunga di meja memenuhi ruangan. Harumnya terasa menyegarkan jiwa. Xiumin merasa seperti dibuai dalam keindahan malam. Tiada malam yang lebih indah dari malam ini bagi Xiumin.
Pelayan-pelayan bermunculan dan tanpa henti melayani mereka.
"Oh… betapa menyenangkannya."
"Saya senang Anda menyukai suasana makan malam ini."
"Apapun yang Anda siapkan untuk saya, saya suka."
"Apakah sekali saja engkau tidak bisa berhenti bersikap seperti itu?"
"Maksud Anda, Pangeran?" tanya Xiumin kebingungan.
Pangeran memalingkan wajah. "Lupakan."
"Pangeran…," kata Xiumin dengan manjanya, "Kalau ada yang tidak berkenan di hati Anda, katakanlah pada saya."
"Lupakan apa yang baru saja kukatakan," Pangeran memerintahkan.
Xiumin tertunduk diam.
"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud membuatmu takut."
"Anda tidak membuat saya takut."
Pangeran tidak berkeinginan untuk menanggapi. Pangeran ingin segera tiba saatnya mengantarkan Xiumin ke depan pintu dan melepaskan gadis itu untuk selama-lamanya.
Setelah hari ini, Pangeran tidak berharap bertemu kembali dengan Xiumin. Cukup sekali mereka bertemu dan cukup sekali Pangeran dibuat bosan olehnya.
Walaupun bosan, Pangeran harus bersikap sopan terhadapnya. Pangeran merasa semakin tersiksa karenanya. Ia ingin segera melepaskan diri dari Xiumin.
Tidak heran ketika pelayan membawa hidangan terakhir, Pangeran sudah bersiap-siap untuk melesat ke bawah. Pangeran harus menahan dirinya kuat-kuat agar tidak segera menarik Xiumin ke bawah dan memasukkan gadis itu ke dalam kereta kuda yang akan segera membawanya pulang.
"Hari telah malam," Pangeran memulai pembicaraan, "Aku akan merasa sangat bersalah pada orang tuamu bila memulangkan engkau terlalu larut."
"Mereka akan mengerti bila saya pulang larut."
Pangeran menggelengkan kepalanya. "Tidak pantas seorang gadis pulang larut. Sebaiknya aku segera mengutus orang untuk mengantarmu pulang."
Xiumin menurut. Ia sudah tidak sabar untuk menceritakan pengalamannya ini pada adik-adiknya.
Pangeran mengantar Xiumin hingga ke depan kereta. Sebelum gadis itu naik, Pangeran meraih tangannya dan berkata, "Selamat malam, Lady Xiumin. Semoga Anda selamat dalam perjalanan."
"Selamat malam, Pangeran," balas Xiumin.
Xiumin masuk ke dalam kereta kemudian kereta meninggalkan Istana.
"Akhirnya…," kata Pangeran puas ketika melihat kereta itu semakin menjauh. Pangeran ingin bergembira untuk melepaskan kebosanannya. Ia merasa sangat gembira dan puas. Gadis yang menyebalkan itu akhirnya pergi dari Istana dan…
Pangeran mengumpat kesal.
Esok, lusa dan selama enam hari mendatang masih ada gadis-gadis menyebalkan yang lain. Artinya, Pangeran belum bisa bersenang-senang.
Dengan hati dongkol dan tanpa minat, Pangeran menuju kamarnya.
Pangeran melucuti pakaian resminya dan mengenakan baju tidur. Matanya memandang keluar jendela ketika ia melepaskan jasnya.
Timbul keinginan untuk kabur dari Istana. Bila ia kabur, tidak akan ada yang tahu.
Hari sudah malam. Hampir semua orang sudah pergi ke kamarnya. Para prajurit tidak akan menahannya. Tidak seorangpun di Istana ini yang berhak menahannya selain kedua orang tuanya. Tetapi mereka takkan curiga. Mereka pasti mengira saat ini ia sedang bersama Xiumin atau sedang tidur dengan puas setelah bertemu Xiumin.
Lorong-lorong sepi. Cahaya lilin memenuhi lorong panjang Istana yang berliku-liku. Para pelayan sudah kembali ke kamar masing-masing. Mereka harus bangun pagi esok hari. Mereka yang biasanya berkeliaran di Istana, sudah pulang.
Pangeran memikirkan masak-masak rencana itu.
Bila ia kabur, ia akan terlihat seperti seorang pengecut yang tiada taranya di dunia ini. Hanya karena tujuh gadis yang membosankan, ia kabur.
"Tidak!" kata Pangeran tegas. "Aku harus bertahan selama seminggu yang menjengkelkan ini dan setelah itu aku bebas berbuat apapun. Tidak akan ada yang mencegahku."
Pangeran naik ke tempat tidur dan segera menutup matanya. Ia ingin seminggu yang membosankan ini segera terlewati dan waktunya untuk bersenang-senang tiba.
.
TBC
.
Baekhyun mana baekhyun? Wkwk. Sabar aja ya Baekhyunnya belum muncul. Ini baru hari pertama~~~
Iya iya ini bakal dilanjutt hoho~
Terimakasih yg sudah mau review.
See yaa^^
.
