Ch 6

Title : Ketika Meanie Menggila

MainCast : - Kim Mingyu

Jeon Wonwoo

Support Cast : - Kim's Family

Seventeen Members

Unknown yang belum terprediksi

Genre : Romance, Humor, etc

Desclaimer : Tokoh bukan milik author, tapi Mingyu milik saya seorang/?

"WONU MINGYU BANGOOOOOOOOOOOOOOONNNNNNNNNNNNN"

Jihoon berteriak membangunkan Mingyu dan Wonwoo yang sedang tidur sambil berpelukan. Wonwoo yang terganggu tidurnya semakin mengeratkan pelukannya sambil membenamkan wajahnya di dada Mingyu. Jihoon tak kehabisan akal.

"KEBAKARAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANNNNNNNNNNNNN"

Gruduk gruduk gedubrak pranggg...

"WAAAAAAAAAAAA KEBAKARANNNNNNNNNNNNNNN" ,terdengar suara teriakan dari luar. DK, Sooyoung, dan Junghan yang menggendong Dino berlari.

"HUWEEHEEEEEEEE", Dino menangis kencang.

Jihoon melongo.

"Kalian kenapa?", tanya Jihoon.

"CEPET KELUAR!", teriak Soonyoung.

"Hah? Kenapa?"

"KOS KITA KEBAKARAN HYUNG CEPETAN KELUAR!", sahut DK.

"HUWEEEEEEEEEEEEEEEE", Dino masih menangis gemetaran.

"Hah? Mana?", Jihoon melongo dengan polosnya.

Semua berhenti. Terdiam. Menolah ke kanan ke kiri ke atas ke bawah. Tidak ada api sama sekali.

"Tadi siapa yang teriak kebakaran?", tanya Junghan. Dino berhenti menangis.

"Ehehe, aku hyung", Jihoon tersipu malu.

"LEE JIHOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOONNNNNNNNNNNNNNNN!"

.

.

.

"Lihat hyung. Dari tadi molor terus kerjaannya. Di bangunin nggak bisa", Jihoon menunjuk Wonwoo dan Mingyu yang masih tertidur berpelukan.

"Astaga"

"Bahkan kita langsung lari pas ada yang teriak kebakaran"

"Heuuuuungggg hiks"

"Bahkan Dino langsung menangis gara-gara kaget. Aku spontan langsung gendong Dino"

"Tapi mereka nggak bangun sama sekali padahal teriakannya kenceng banget"

"Hmmm, the power of love"

.

.

.

"Hoahhmmmmmm"

Mingyu terbangun. Ia kemudian melirik jam, sudah jam 8. Kekasihnya masih tertidur. Mingyu iseng.

Chup~

Mingyu mencium bibir Wonwoo. Wonwoo terbangun, kemudian memejamkan matanya lagi.

"Ayo bangun"

"Kalo akunnggak mau bangun gimana?", tanya Wonwoo sambil merem.

"Cepetan bangun, kalo nggak mau bangun aku cium nih?"

Wonwoo seketika kembali tidur.

"Kalau di cium ya mana mau bangun", celetuk Jihoon. Ternyata sedari tadi ia sudah berada di depan pintu kamar Dino yang mereka tempati.

"Ah hyung, ngagetin aja"

"Gini nih biar bangun", Jihoon berbalik pergi ke dapur lalu balik ke kamar Dino sambil membawa segelas air.

Byuurrrrrr~

Wonwoo kelagepan. Spontan ia langsung terduduk.

"Hyung!", Mingyu kaget. "Hyung apa-apaan sih"

"Alah biar bangun"

"Hiks Mingyu~", Wonwoo merengek pada Mingyu. Mingyu memeluknya.

"Udah sono cepet mandi, terus sarapan. Jangan lupa bersih-bersih. Lu udah tau numpang, gratis lagi, males-malesan aja. Bersih-bersih kek"

"Iya hyung, cerewet"

.

.

.

Di meja makan~

Wonwoo, Mingyu, Junghan, DK, Dino, Jihoon dan Soonyoung sedang makan bersama. Segelas susu berada di samping masing-masing.

"Mingyu mau susu?", tawar Wonwoo.

"Susu apa?", Mingyu balik bertanya tanpa menoleh ke Wonwoo.

"Susu aku"

"Hah?", Mingyu melongo. Semua yang berada di meja makan ikut melongo. "S-s-sekarang?"

"Iya sekarang"

Glukkk, Mingyu menelan ludah. Semua melongo. Wonwoo langsung sadar dengan situasi ini.

"Eh kalian mikir apa? Ini lho susu iniiii", Wonwoo menunjuk segelas susu di sebelah piringnya.

"Ohhhhhhh", semuanya lega termasuk Mingyu.

"Emang kenapa sama susu kamu?"

Semuanya melongo lagi.

"Susu gelasnya Wonwoo hyung -_- ", Mingyu sadar kalau Junghan dkk mulai salah fokus.

"Aku nggak suka susu~ Mingyu yang minum ya?"

"Susu kan sehat hyung. Biar cepat besar. Dino suka susu", Dino menceramahi Wonwoo dengan lucunya.

"Hyung udah besar. Jadi susunya buat Mingyu hyung aja Dino, biar putih djanya nggak buluk lagi"

"Uhukkkkk", Mingyu kesedak sendok. Semua tertawa.

"Wonu minum susunya dong dan hyung udah capek-capek buatin", kata Junghan.

"Nggak suka susu~"

"Eh nggak ngehargain Junghan hyung deh. Junghan hyung udah capek-capek bikinin susu sama sarapan tau nggak. Makanya jangan tidur mulu, bikin sarapan sekali-kali. Jangan Cuma bisa numpang gratis aja", Jihoon mengomel.

"Hush", Soonyoung menegur Jihoon.

"Kan sayang susunya kalau dibuang", Jihoon membela diri.

Wonwoo menunduk sedih. Mingyu merasa kasihan.

"Wonu hyung mau minum susunya kok. Tapi nanti. Iya kan?", Mingyu menoleh ke arah Wonwoo. Wonwoo mengangguk.

"Awas aja kalau aku lihat susunya dibuang"

Kini mereka telah selesai sarapan. Junghan melanjutkan mengelap vas bunga, DK bermain bersama Dino. Jihoon dan Soonyoung entah ke mana. Wonwoo duduk termenung memikirkan susu yang belum ia minum yang sekarang sedang bersemedi di dalam kulkas menunggu Wonwoo. Tiba-tiba ia melihat si Cemong, kucing kesayangan Junghan sedang memakan kecoa.

"Cemonggggg jangan makan kecoaaaaaaa!"

.

.

.

"Yang yang yang", Wonu mengguncang tubuh Mingyu yang sedang berbaring di sofa, menonton tv.

"Kenapa sayang?"

"Tadi si Cemong makan kecoa yanggg. Jorok"

"Suruh Cemong lepehin yang", kata Mingyu asal.

"Sekarang udah aman kok yang.

"Aman gimana?", tanya Mingyu masih memusatkan pandangannya ke tv.

"Sekarang kecoanya pasti udah mati. Si Cemong aman"

"Kok bisa"

"Cemong udah aku kasih minum racun serangga. Kecoanya pasti udah mati", Wonwoo tersenyum senang.

"Ohhhh", Mingyu menganggu-angguk.

1 detik..

2 detik..

3 detik..

"HAAAAAHHHHHHHHH?!"

.

.

.

"Heuuuuuuu maaf yang :'( "

"Kamu gimana sih yang? Kok malah di kasih minum racun serangga", Mingyu berlarian mencari Cemong si kucing malang itu.

"Kan biar serangganya mati yang :'( "

"Iya serangganya mati cemongnya juga mati!"

"Hiks maaf :'( "

"Ada apa sih?", Junghan tiba-tiba muncul. Wonwoo ketakutan, ia bersembunyi di punggung Mingyu.

"Ehhmmm hyung sebenarnya...", Mingyu bingung harus menjelaskan bagaimana pada Junghan.

"Kenapa?"

"Begini hyung..."

.

.

.

"APAAAAA?!"

Wonwoo bergidik ngeri. Ia memeluk Mingyu. Soonyoung, Jihoon, dan DK yang mendengarkan penjelasan Mingyu tertawa terbahak-bahak.

"Wonu hyung polos banget hahahahahaha", DK tertawa.

"Itu polos apa bego", Jihoon menimpali.

"Gue suka gaya lo", Soonyoung mengacungkan jempol.

"Kalo Cemong dikasih racun serangga ya mati lah kucingnya. Manusia aja mati kalo minum racun serangga", Junghan marah. "Hiks kucing kesayangankuu", Junghan menangis sambil menutup wajahnya.

"Hyung maaf :'( Heuuuuuuu :'( Hiks hiks hnnggggg :'( ", Wonwoo menangis sesenggukan. Mingyu memeluk sambil menenangkan kekasihnya.

Tiba-tiba Cemong lewat. Badannya lemas. Ia menghampiri Junghan kemudian tidur di kaki Junghan.

"Cemonggggg", Junghan memeluk Cemong. Cemong terbatuk-batuh.

"Nggak ada cara lain hyung, kita nggak bisa ngapa-ngapain selain nunggu si Cemong mati", kata DK.

Plakkkk, pukulan melayang di kepaka DK. "Aduduh, bener kan?"

"Kita juga nggak punya uang buat bawa Cemong ke dokter hyung", Soonyoung menimpali.

"Cemong maafin kita ya~"

.

.

.

"Hiks hiks hnggggg hiks", Wonwoo menangis semalaman di depan televisi. Meongggg~ Ternyata itu Cemong, berjalan tertatih tatih ke arah Wonwoo.

"Hiks, Cemong maaf yaa", Wonwoo mengelus kepala Cemong. "Cemong belum makan kan? Mau minum susu?"

Wonwoo pergi ke kulkas tempat ia menaruh susu yang belum ia minum tadi pagi. Ia mengambil tempat minum Cemong, menuangkan susu kemudian memberikannya pada kucing malang itu. Cemong meminumnya.

"Cemong, diminum ya. Sebagai tanda maaf aku sama hadiah terakhir kali buat kamu", Wonwoo berderai air mata. "Maaf ya Cemong~"

.

.

.

Kukuruyukkkkkk~

Wonwoo terbangun. Tumben ia bangun pagi hari ini. Ia kemudian beranjak dari tempat tidur kemudian pergi ke dapur untuk mengambil minum.

Tiba-tiba...

"Hah? Cemong?", Wonwoo terbelalak tak percaya.

Cemong sedang bermain bola karet dengan riangnya. Sesekali menjilati bulu-bulu belangnya.

"Cemonggggg hueeeeee", Wonwoo berlari memeluk Cemong. Cemong yang di peluk merasa tidak nyaman kemudian meloncat dari pelukan Wonwoo. Kembali menggigiti bola karetnya.

Wonwoo berlari ke kamar, membangunkan Mingyu. Wonwoo merasa senang.

"Yanggg yanggg bangun"

"Hhhhh kenapa sih yang?"

Cemong yang Cemong"

"Hmm? Udah mati ya? Iya nanti aku kubur di belakang rumah"

Wonwoo cemberut. "Bukan ih yanggg"

"Lalu kenapa?"

"Sini deh", Wonwoo menarik Mingyu keluar.

.

.

.

"Lho? Kok Cemong baik-baik aja? Bukannya kemarin dia sekarat ya?"

"Iya yang, aku seneng Cemong nggak jadi mati"

"Kamu apain lagi dia?"

"Semalem dia datengin aku. Aku merasa bersalah banget yang, sebagai permintaan maaf dan hadiah terakhir buat Cemong sebelum dia mati yaudah aku kasih dia minum susu. Susu yang kemarin di kulkas belum aku minum"

"Oh iya baru inget. Kan susu itu bisa menetralkan racun yang"

"Masa?", tanya Wonwoo tak percaya.

"Iya. Selain mengandung protein dan baik untuk pertumbuhan tulang, susu itu bisa menetralkan racun-racun yang ada di tubuh yang. Makanya kita sehat kalau minum susu. Jadi racun yang ada di tubuh Cemong jadi hilang karena susu yang kamu kasih"

"Wahhh hebat ya yang"

"Iya. Makanya jangan nolak kalau di suruh minum susu"

"Mulai sekarang aku janji mau berubah total"

"Mau rajin minum susu ya?", Mingyu menatap Wonwoo.

"Bukan. Kalau biasanya susunya aku buang, sekarang susunya mau aku kasihin ke kucing"

Mingyu tepar.

.

.

.

.

TBC

MAAF BARU UPDATE! :3

Kemarin-kemarin FFN nggak bisa dibuka aku bingung uploadnya gimana heuuuu :'3

Maaf ya

17MissCarat : Wonwoo terlalu polos untuk memahami rambu-rambu jalan :3

Svtvisual : iya polos mendekati peak/gak. Makasih ^^

Karita : kesambet ekor Mingyu/?

Whirlwinds Meanie : aku titip satu ya kalau ada/?

Guest/? : iya aku/? Emang gemesin

Meanxx : yooo baca terus kelanjutannya ya

Siska Yairawati Putri : maklum Wonu Sie Nax Polos/?

IstrinyaMeanie : Iya Wonu emang bego/dihajar Mingyu

Freelancer269 : dilanjottt

A'yun Meanie J : Kujuga ngakak :3 dilanjotttt

kimtaejin : wani piro/? Yooo di lanjottt

Thanks for review^^