GADIS HARI KETUJUH

REMAKE NOVEL CHANBAEK VERSION

amandaerate

manyeolbae

Novel By Sherls Astrella

.

FF ini adalah hasil Remake dari novel dengan judul yang sama karya Sherls Astrella. Terdapat beberapa perubahan nama atau yang lainnya sesuai dengan kebutuhan cerita.

.

Warning: Genderswitch

.


CHAPTER 12


.

"Aku bersyukur sekali engkau datang."

"Ketika mendengar engkau akan datang, aku sudah tahu engkau akan mengalami kesulitan. Oleh karena itu aku datang khusus hanya untukmu."

"Aku senang sekali." Baekhyun menoleh dan dengan tersenyum berkata, "Selamat malam."

Sehun membawa gadis itu pergi.

Pangeran menatap lekat-lekat kepergian sepasang orang itu dengan penuh kecemburuan yang membakar hatinya. Tak sengaja Pangeran melihat sinar aneh di mata Luhan.

"Sungguh beruntung pria itu. Siapakah dia?"

"Ia adalah cucu Duke Yifan," kata Countess, "Sejak dulu mereka memang akrab."

"Mereka adalah pasangan yang serasi. Sekarang aku mengerti mengapa Baekhyun tidak berminat menemui Chanyeol. Sayang sekali, sungguh sayang sekali."

Countess merasa bersalah mendengar nada bicara Ratu.

"Maafkan saya," kata Pangeran tiba-tiba, "Saya permisi dulu."

"Mau ke mana engkau?" tanya Ratu.

"Aku ingin berjalan-jalan sebentar," jawab Pangeran sambil berlalu.

Pangeran ingin meredakan panas kecemburuan di dalam hatinya.

Sekarang jelaslah semuanya. Gadis itu mengatakan ia tidak mempunyai tunangan tetapi ia telah memiliki seorang kekasih.

Sehun adalah pria yang tampan dan gagah. Ia pasti membuat Baekhyun benar-benar mencintainya.

Sudah tertutup harapan bagi Pangeran untuk merebut cinta gadis itu.

Ketika bersamanya Baekhyun selalu tampak kebingungan dan selalu panik bila disentuhnya. Tetapi ia tidak panik ketika bersama Sehun, malah dengan mesranya memeluk Sehun.

Pangeran cemburu besar!

Api kecemburuan membakar hatinya.

Tiba-tiba Pangeran melihat Sehun membawa Baekhyun ke tempat gelap yang terlindung dari pandangan orang lain.

Pangeran ingin tahu apa yang akan dilakukan Sehun pada Baekhyun. Bila sampai pria itu memperlakukan Baekhyun dengan tidak baik, Pangeran akan menghajarnya.

Pangeran mengikuti kedua orang itu.

Sehun membersihkan sebuah bangku panjang kemudian menyuruh Baekhyun duduk di sana . Mereka berbicara sebentar lalu Sehun kembali ke Hall pesta.

Dari tempat persembunyiannya, Pangeran melihat kepergian Sehun.

Pangeran melihat Sehun menghilang di dalam kerumunan orang lalu ia mendekati Baekhyun .

Baekhyun mendengar langkah-langkah kaki mendekat. "Siapakah itu?" tanyanya.

Pangeran hanya menatap gadis itu. Ia tidak tahu harus berkata apa.

"Selamat malam, Pangeran," Baekhyun pertama kali menyapa, "Silakan duduk, Pangeran."

"Apakah dia tidak akan marah?"

"Siapa? Sehun?" tanya Baekhyun, "Sehun tidak akan marah. Ia hanya membantu menyembunyikan saya."

Baekhyun tersenyum. "Ia adalah teman yang baik. Ia selalu membantu saya setiap kali saya mempunyai kesulitan. Ia mengetahui saya tidak senang dikerumuni orang, karena itu ia menyembunyikan saya di sini."

Pangeran ragu-ragu. Tiba-tiba ia merasa sangat bersalah. Di hadapan gadis itu sendiri ia telah menjelek-jelekkan para putri keluarga Kim Horthrouth yang juga kakak-kakaknya juga dirinya sendiri.

"Silakan duduk, Pangeran," kata Baekhyun , "Apakah Anda tidak lelah terus menerus berdiri? Bila Anda terus berdiri dan orang-orang di dalam itu mengetahui saya berada di sini, Sehun akan marah pada Anda."

Pangeran duduk di samping Baekhyun . Ia tidak tahu apa yang harus dikatakannya.

Baekhyun juga tidak berusaha mengajak Pangeran berbicara. Ia diam menatap orang-orang.

"Mengapa engkau tidak mengatakannya padaku?" tanya Pangeran tiba-tiba.

"Bila saat itu saya mengatakannya, apakah Anda akan percaya?" Baekhyun balas bertanya.

Pangeran terdiam. Dengan pikirannya yang seburuk itu tentang para Pelangi Evangellynn terutama sang gadis bungsu, ia pasti tidak akan percaya.

Gadis ini berbeda dengan gadis dalam pikirannya. Jauh sangat berbeda.

Kedua orang itu terdiam. Tidak ada yang berusaha berbicara.

Kesunyian ini mencengkam perasaan bersalah Pangeran. Pangeran merasa serba salah. Ia ingin mengajak gadis itu berbicara tetapi tidak tahu apa yang harus dibicarakannya. Sebelumnya ia bisa berbicara segala hal dengan gadis itu tanpa perasaan aneh seperti ini.

Pangeran merasa tidak enak.

Gadis itu juga berdiam diri. Ia tidak mempunyai hal untuk dibicarakannya.

Di kejauhan seseorang memperhatikan kedua orang itu dengan penuh keingintahuan. Tanpa sepengetahuan Pangeran, Ratu mengikutinya sejak ia meninggalkan keluarga Kim Horthrouth.

Sebagai seorang ibu, Ratu merasakan keanehan pada putranya setelah kepergian Baekhyun bersama Sehun.

Ratu tahu Pangeran tidak menyukai para gadis keluarga Kim Horthrouth.

Pangeran sangat membencinya, Ratu juga tahu. Tetapi Pangeran tidak penah meninggalkan mereka sebelum Ratu benar-benar memberinya ijin.

Malam ini sikapnya sangat aneh. Ia tahu Ratu mengharapkan ia mengajak seorang dari para gadis keluarga Kim Horthrouth untuk berdansa dengannya. Pangeran tahu Ratu tidak akan mengijinkannya meninggalkan keluarga Horthrouth sebelum ada ijin darinya. Tetapi…

Pangeran meninggalkan keluarga itu begitu saja dan menganggap mereka seolah tidak ada.

Siapapun pria itu, tak peduli dia Pangeran yang keras hati atau bukan, pasti akan jatuh cinta pada gadis secantik Baekhyun .

Ratu sendiri merasa bila ia adalah seorang laki-laki, ia akan jatuh cinta pada gadis itu pula. Gadis cantik itu pemberani juga penuh kelembutan.

Kecantikkannya benar-benar serasi dengan kecantikan hatinya.

Wajahnya yang cantik saja telah mempesona apalagi bila ditambah kecantikkan hatinya yang jarang ditemui terutama pada gadis-gadis muda.

Ratu mengaku kalah pada Baekhyun . Dulu sewaktu ia masih muda, ia sangat gembira setiap ada undangan tertuju padanya. Tanpa pikir panjang, ia merengek pada orang tuanya untuk dibelikan gaun indah yang akan dikenakannya dalam pesta itu.

Baekhyun sangat berbeda dengan Ratu. Ia tidak tertarik pada pesta-pesta yang gemerlapan dengan para wanitanya yang cantik-cantik dan para pria yang tampan. Ia tidak tertarik dengan gaun-gaun indah yang mahal.

Ratu mengagumi Baekhyun . Dalam pikirannya, andai gadis seperti itu menjadi seorang Ratu, ia pasti akan menjadi Ratu yang baik dan dicintai rakyat. Cantik, tegas, berani, lembut dan penuh belas kasih.

Ratu sangat kecewa ketika melihat Baekhyun pergi bersama Sehun. Ia begitu mengharapkan gadis itu bisa meluluhkan kekerasan hati Pangeran.

Seperti yang dikatakan orang-orang, putri bungsu keluarga Kim Horthrouth adalah putri yang paling cantik di antara semua putri yang lain. Ia adalah gadis yang sangat cantik. Kecantikkannya tidak dapat terlukiskan oleh pelukis terkenal manapun. Wajahnya yang cantik bisa dilukiskan dengan sangat indah tetapi tidak ada seorangpun yang bisa menggambarkan hatinya yang lebih halus dari kapas.

Ratu tertarik melihat dua orang itu duduk di kegelapan. Sejak tadi mereka tidak bergerak. Ratu tidak dapat melihat apa yang sedang dilakukan Pangeran dan Baekhyun . Ratu menduga Pangeran sedang berbicara dengan gadis menarik itu.

Kegembiraan meluap-luap di hati Ratu. Akhirnya ada juga seorang gadis yang dapat meluluhkan kekerasan hati Pangeran. Ratu teringat pada Sehun, cucu Duke Yifan. Kembali kekecewaan menyerang Ratu.

Kedua orang itu tidak diganggu siapapun sejak tadi. Sehun juga tidak muncul untuk mengusir Pangeran. Itu berarti pria itu tidak terlalu peduli pada Baekhyun .

Harapan kembali muncul. Bagaimana hubungan Baekhyun dan Sehun, masih belum jelas. Countess tadi hanya mengatakan kedua orang itu akrab sejak dulu tetapi tidak berarti mereka berdua adalah sepasang kekasih.

Ratu mencari-cari Countess.

Ratu menemukan Countess berbicara dengan suaminya dan beberapa pasang orang di tepi lantai dansa.

"Anda tidak berdansa?" Ratu memulai pembicaraan.

"Terima kasih, Paduka Ratu. Kami sudah lelah berdansa," jawab mereka.

"Malam ini masih panjang. Nikmatilah pesta ini selagi waktu masih panjang."

"Kami sangat menikmati pesta ini, Paduka."

Ratu tersenyum. "Countess, bisakah kita berbicara sebentar."

"Tentu, Paduka."

"Maafkan saya, saya ingin berbicara berdua dengan Countess," kata Ratu sambil tersenyum.

Countess mengikuti langkah Ratu.

Ratu mengajak Countess ke serambi tempat ia tadi melihat kedua orang itu.

"Bagaimanakah hubungan Baekhyun dengan Sehun?" tanya Ratu tiba-tiba.

"Apakah mereka saling mencintai?"

"Saya kurang mengetahui tentang hal itu, Paduka," jawab Countess, "Sejauh yang saya ketahui, Sehun dan Baekhyunsangat akrab. Mereka seperti kakak adik. Sehun selalu menjaga Baekhyun dari laki-laki yang tidak disenangi Baekhyun ."

"Mereka bukan kekasih?" tanya Ratu lagi.

"Sepertinya tidak, Paduka. Saya tidak mengetahuinya dengan pasti, tetapi perasaan saya mengatakan mereka bukan sepasang kekasih. Bila mereka saling mencintai, tentu Baekhyun telah mengatakannya pada saya. Selama ini ia tidak pernah membicarakan tentang itu."

"Berarti masih ada kesempatan," gumam Ratu senang. "Sekarang lihatlah itu."

Ratu menunjuk kedua orang yang masih tidak berpindah dari tempat itu.

Countess berusaha mencari yang dimaksudkan Ratu.

"Lihatlah dua orang yang sedang duduk di depan semak-semak tinggi itu," kata Ratu sambil mengarahkan telunjuknya kepada dua orang itu.

"Siapakah yang ada di sana , Paduka?" tanya Countess.

"Mereka adalah Baekhyun , putrimu dan Chanyeol, putraku," jawab Ratu bersemangat.

Countess tidak percaya. Ia menatap lekat-lekat kedua orang itu dan berusaha melihat sepasang wajah dalam kegelapan itu.

"Menurutmu bagaimana?"

Countess tidak dapat menjawab. Tempat mereka berada sangat gelap dan ia tidak dapat melihat dengan jelas siapa yang ada di sana . Tetapi melihat bentuk tubuh mereka dan baju mereka, Countess tahu mereka adalah seorang wanita dan seorang pria.

"Dari sini aku bisa melihat sinar cinta di mata Chanyeol," Ratu berkata seperti berada dalam dunia bayangan.

Countess keheranan menatap Ratu. Ia tidak bisa melihat apapun di kegelapan sana selain sosok dua orang. Ia tidak dapat melihat wajah Pangeran apalagi sinar matanya.

"Aku yakin sekali Chanyeol jatuh cinta pada Baekhyun ," mata Ratu bersinar-sinar bahagia.

"Menurut saya, Anda…"

"Aku benar, bukan?" potong Ratu gembira, "Akhirnya ada juga gadis yang bisa meruntuhkan kekeras kepalaan Chanyeol."

Countess tidak dapat berkata apa-apa. Ia tadi ingin mengatakan, "Menurut saya, Anda terlalu berlebih-lebihan." Sekarang Countess tidak tahu harus berkata apa. Ia tidak ingin membuat Ratu yang tengah bergembira ini kecewa.

"Menurutmu apakah Baekhyun akan menerima bila Chanyeol melamarnya?"

Countess terkejut hingga tidak dapat berkata apa-apa.

Ratu tidak sabar menanti jawaban Countess.

"Apakah Pangeran dapat menerimanya bila Anda tiba-tiba memutuskan ia harus melamar Baekhyun ?" Countess bertanya hati-hati – takut membuat kegembiraan Ratu hancur.

"PASTI!" kata Ratu bersemangat, "Ia pasti bisa menerimanya. Tidakkah engkau lihat sinar cinta di matanya yang sangat indah itu?"

Countess kebingungan melihat dua orang di kegelapan itu. Ia memincingkan mata – berusaha keras melihat sinar mata Pangeran.

"Oh, aku tidak sabar melihat pernikahan kedua orang itu," Ratu bergumam.

Countess tidak tahu lagi harus berkata apa. Ia kebingungan.

Kemunculan Baekhyun memang selalu membawa kekejutan. Ini bukan pertama kalinya Baekhyun membuat kejutan saat ia menghadiri pesta.

Saat Baekhyun masih dua belas tahun, Countess pernah mengajaknya ke pesta temannya. Kemunculannya yang pertama kali itu menggemparkan teman-temannya juga para undangan yang lain karena kecantikkannya.

Sejak kecil kecantikkan Baekhyun telah terlihat jelas. Dan, dengan semakin dewasanya dia, kecantikkannya semakin tampak menonjol. Baekhyun yang cantik manis membuat teman-temannya menyukainya.

Apalagi Baekhyun sangat berani. Ia tidak takut berada di tengah-tengah orang dewasa. Ia bersikap sangat ramah dan manis – membuat siapapun terpukau.

Keanggunan Baekhyun dan tutur katanya yang sangat sopan, memukau semua orang. Sikapnya yang penuh tata krama itu membuat semua menduga Baekhyun adalah seorang Putri kerajaan yang kebetulan berada di rumah Countess.

Tetapi, sejak itu Baekhyun menghindari pesta. Ia tidak senang dikerumuni orang-orang yang mengaguminya. Tidak satu pestapun yang didatanginya setelah itu. Banyak undangan ditujukan untuknya tetapi tidak satupun dibukanya.

Selalu, setiap ada undangan, Baekhyun menghilang. Tetapi kemunculannya selalu dinantikan setiap pria yang memujanya.

Karena itu semua orang mengatakan ketujuh warna pelangi jarang muncul bersamaan.

Sungguh kesempatan yang sangat langka untuk melihat para Pelangi Evangellynn bersama-sama.

Penghuni Clypst sendiri jarang melihat ketujuh gadis itu berkumpul bersama apalagi orang luar. Baekhyun adalah satu-satunya penghuni Clypst yang jarang muncul. Ia jarang berada di rumah.

Apakah Baekhyun mau menerima lamaran Pangeran?

Countess tidak tahu. Selama ini ia tidak tahu siapakah pria yang dicintai Baekhyun sebab sejauh ini Countess melihat Baekhyun berusaha menghindari pria-pria yang mengejar cintanya. Kepada Sehun saja ia mau mendekat tetapi alasannya jelas bagi Countess.

Sehun adalah teman para gadisnya. Pria itu bagai kakak bagi putri-putrinya terutama Baekhyun yang selalu mengandalkan Sehun setiap ia mempunyai masalah dengan pria yang mengejar cintanya.

Tiba-tiba Pangeran berdiri.

"Apa yang akan dilakukannya?" tanya Ratu pada Countess.

"Saya tidak tahu, Paduka."

Pangeran meninggalkan Baekhyun .

"Anak bodoh! Apa yang dilakukannya? Mengapa ia meninggalkan gadis itu sendirian?" Ratu marah-marah, "Apa ia tidak takut kalau Baekhyun diajak pria lain? Tahu rasa engkau kalau Baekhyun pergi dengan pria lain."

"Saya menyarankan Anda lebih tenang, Paduka. Sepertinya Pangeran mengambilkan minum untuk Baekhyun ," Countess berusaha menenangkan.

Sesaat kemudian Pangeran terlihat mendekati Baekhyun dengan dua gelas anggur putih di tangannya.

Pangeran memberikan gelas itu pada Baekhyun .

"Terima kasih, Pangeran."

Pangeran kembali duduk di samping Baekhyun dan tidak tahu harus berkata apa.

Baekhyun memainkan gelas itu dengan tangannya. Ia memutar-mutar gelas itu dan menatap permukaannya yang beriak.

Pangeran bingung. Baru kali ini ia bingung menghadapi seorang wanita.

Ia tidak tahu apa yang harus dikatakannya.

Pangeran menatap tangannya.

"Ah!"

Pangeran terkejut.

" Ada apa?" tanyanya cemas, "Apa yang terjadi?"

Baekhyun tersenyum sambil memandang ke atas. "Salju turun."

Pangeran melihat sebutir salju putih jatuh di antara mereka. Sesaat kemudian turun butir yang lain.

"Sebaiknya kita masuk ke dalam."

Baekhyun memandang orang-orang di Hall tanpa rasa tertarik.

Pangeran mengerti Baekhyun tidak ingin dikerumuni pria penggemarnya seperti ketika ia datang tadi. Pangeran ingin mengatakan, "Mendekatlah kemari. Akan kuhangatkan dirimu," tetapi ia ragu-ragu. Ia merasa serba salah untuk mengatakan semua itu.

Baekhyun mengangkat selendang kuningnya menutupi bahu dan lehernya.

Tangan Pangeran terulur membantu gadis itu merapikan rambutnya yang tertarik oleh selendangnya.

"Terima kasih, Pangeran," Baekhyun tersenyum manis.

Pangeran terkejut menyadari apa yang dilakukannya. Ia merasa serba salah.

"S… sama-sama."

Baekhyun tidak dapat menahan senyum gelinya melihat wajah Pangeran yang memerah seperti anak kecil.

" Ada apa?" tanya Pangeran kebingungan. " Ada yang salah?"

"Anda," jawab Baekhyun , "Anda sangat manis seperti seorang anak kecil."

Pangeran malu. Baru kali ini ada gadis yang terus terang mengatakan hal itu padanya. "Apakah bagimu aku adalah anak kecil?" Pangeran pura-pura marah.

"Tidak. Sikap Anda yang barusan yang menunjukkan hal itu," Baekhyun berterus terang.

Pangeran melihat Baekhyun tidak mempermasalahkan semua kata-kata Pangeran. Ia bersikap wajar seperti biasanya.

Kemarin sebelum Pangeran mengetahui siapa dia, Baekhyun juga seperti ini. Bila ia melihat Pangeran terlalu serius, ia menggoda Pangeran. Kadang Pangeran yang pertama menggoda Baekhyun. Mereka saling menggoda.

Pangeran senang menggoda Baekhyun karena bila gadis itu digoda sedikit saja, maka rona merah di wajahnya akan semakin memerah dan membuatnya semakin manis.

Baekhyun mempermainkan gelas di antara kedua tangannya. Ia mendekatkan tangannya ke dekat mulutnya dan meniupnya. Awan putih muncul setiap kali ia menghembuskan nafasnya.

Pangeran ingin sekali memeluk Baekhyun dan menghangatkannya.

"Minumlah anggur Anda, kemudian Anda akan merasa hangat."

Baekhyun meminum sedikit anggurnya. Matanya memandang ke depan Hall.

Saat itulah Baekhyun melihat gerakan-gerakan aneh di serambi yang menghadap taman.

Pangeran mengikuti arah pandangan Baekhyun . "Siapakah yang Anda lihat?"

"Tidak ada," jawab Baekhyun , "Sepertinya saya harus pergi sekarang."

"Anda akan kembali secepat ini?" tanya Pangeran sebelum sempat menyembunyikan kekecewaannya.

Baekhyun tersenyum pada Pangeran tetapi matanya melirik pada Ratu dan ibunya di serambi. Baekhyun tidak tahu sejak kapan kedua orang itu memperhatikannya dan Pangeran tetapi ia melihat kakak-kakaknya juga ikut mendekat melihat kelakuan kedua orang itu yang aneh.

Entah sadar atau tidak, sikap Ratu dan Countess telah menarik perhatian orang lain. Ratu dan Countess membungkuk di antara semak-semak dan bersikap seperti pencuri sedang mengintip rumah buruannya.

Sebelum ada yang menyadari bahwa Ratu dan Countess memperhatikannya, dan sebelum pria lain mengetahui keberadaannya, Baekhyun harus meninggalkan tempat ini. Baekhyun tidak ingin mendapat kesulitan ketika pulang.

"Lebih baik pulang pertama kali daripada yang terakhir," jawab Baekhyun .

"Anda akan pulang sendiri dengan kuda Anda itu?" tanya Pangeran.

Baekhyun mengangguk. "Di manakah saya bisa meletakkan gelas ini, Pangeran?"

"Letakkan saja di sini. Nanti pelayan akan mengambilnya," kata Pangeran.

Baekhyun meletakkan gelas itu di kursi dan berdiri.

Pangeran mengikuti perbuatan Baekhyun . "Saya akan mengantar Anda."

"Tidak perlu, Pangeran. Anda adalah tuan rumah di sini. Anda tidak boleh meninggalkan tamu Anda."

"Anda juga tamu saya," balas Pangeran, "Saya khawatir membiarkan Anda pulang sendiri."

"Saya mempunyai banyak orang yang akan menjaga saya di manapun saya berada."

"Saya akan lebih tenang setelah mengantarkan Anda hingga ke rumah."

"Saya tidak ingin merepotkan Anda."

"Anda tidak merepotkan saya," Pangeran bersikeras. "Saya akan mengantar Anda pulang. Besok saya akan menyuruh orang mengantar kuda Anda."

Kecemasan Pangeran akan keselamatan Baekhyun mengalahkan perasaan bersalahnya. Pangeran menarik tangan Baekhyundan menuntunnya ke istal belakang istana.

"Keluarkan kuda nona ini," perintah Pangeran.

"Baik, Pangeran."

Para penjaga kuda itu segera mengeluarkan kuda putih yang tadi dinaiki Baekhyun .

Sebelum Baekhyun berkata apa-apa, Pangeran telah mengangkatnya dan mendudukkan gadis itu di depan pelana kemudian ia duduk di belakang gadis itu.

"Kalau ada yang mencariku, katakan aku mengantar gadis ini."

"Hamba mengerti, Pangeran."

Pangeran melajukan kuda meninggalkan istana dengan perlahan.

Baekhyun mengangkat selendangnya menutupi rambutnya. Sebelum ia selesai melakukannya, tangan Pangeran telah menariknya merapat.

Baekhyun panik. Ia kebingungan. Matanya memandang Pangeran. Wajahnya memerah.

Pangeran membalas tatapan mata itu dengan menahan keinginannya untuk mencium wajah cantik itu.

"Merapatlah agar Anda tidak merasa kedinginan," kata Pangeran.

Baekhyun ragu-ragu.

Pangeran melingkarkan tangannya di sekeliling pinggang Baekhyun dan menariknya semakin merapat hingga Baekhyun dapat merasakan kehangatan tubuh Pangeran di sekelilingnya.

Baekhyun merasa terlindung dari udara dingin ini.

Kedua orang itu tidak sadar berpasang-pasang mata menatap mereka.

"Hebat, putraku!" seru Ratu senang, "Jauhkan gadis itu dari pria-pria lain."

Countess terpana melihat putrinya pergi bersama Pangeran.

"Ke mana mereka akan pergi, Mama?" terdengar suara putri-putri Countess yang lain.

Countess terkejut. "Sejak kapan kalian berada di sini?"

"Sejak kami melihat Mama dan Paduka Ratu yang seperti pencuri," jawab Kyungsoo.

"Engkau melihat itu, Countess?" tanya Ratu tanpa mempedulikan keberadaan putri-putri Horthrouth yang lain. "Aku yakin aku tidak salah!"

"Mungkin Anda benar, Paduka," kata Countess.

"Pasti!" Ratu meyakinkan.

.

.

.

Ratu sangat puas.

Lamaran kepada Baekhyun telah disampaikannya dan sekarang hanya menanti jawaban dari gadis itu sendiri.

Setelah itu, Ratu akan membuat kejutan bagi putranya. Pangeran pasti akan sangat senang ketika mengetahui Ratu telah melamar Baekhyun untuknya dan gadis itu menerimanya.

Ratu tidak sabar melihat wajah terkejut Pangeran.

Sepanjang malam kemarin Ratu mengawasi Pangeran dan Baekhyun dan ia yakin pada keputusannya.

"Countess of Kim Horthrouth datang menemui Anda, Paduka."

"Persilahkan dia masuk."

Ratu tidak sabar menanti jawaban Baekhyun .

"Selamat siang, Paduka," kata Countess.

"Selamat siang, Countess. Silakan duduk."

Countess duduk di depan Ratu. "Saya datang mewakili putri saya memberikan jawaban."

"Katakanlah apa jawaban putrimu. Aku sudah tidak sabar lagi."

"Dengan sangat menyesal, saya mengatakan Baekhyun tidak bersedia menjadi istri Pangeran."

"APA!?" Ratu membelalak kaget. "Mengapa? Mengapa?"

"Saya sendiri kurang mengerti, Paduka."

"Bukankah Baekhyun mencintai Chanyeol? Aku yakin gadis itu mencintai Chanyeol, aku melihatnya kemarin malam."

Countess tidak dapat menjawab. Kemarin malam ia juga sempat merasa Baekhyun mencintai Pangeran. Ia melihat pula cara Baekhyun menatap Pangeran yang penuh kelembutan dan cinta kasih.

Tetapi hari ini Baekhyun menolak lamaran Pangeran.

"Aku menolaknya," kata Baekhyun dengan tenang.

"APA!?" keenam gadis yang lain terkejut.

"Mengapa engkau menolaknya? Semua gadis berharap dilamar Pangeran kami tetapi engkau malah menolaknya? Apakah engkau tidak salah?"

"Tidak, Luhan. Kalau engkau tertarik, terimalah lamaran itu."

"Apakah engkau sudah memikirkannya masak-masak?" tanya Countess.

Baekhyun mengangguk. "Selamat pagi, semuanya. Aku pergi dulu."

"Engkau mau ke mana?" tanya Countess.

"Aku mempunyai janji yang tidak bisa kutinggalkan."

"Lalu bagaimana dengan lamaran Pangeran ini?"

"Aku telah menjawabnya, Mama. Mama bisa mengatakan semua yang kukatakan ini pada Pangeran."

"Tetapi apa alasannya?"

"Pangeran tahu mengapa," jawab Baekhyun sambil berlalu.

" Baekhyun!" panggil Countess tetapi gadis itu sudah menghilang dari Ruang Makan.

Countess menatap Earl. "Apa yang harus kita katakan?"

"Mungkin Baekhyun benar, sebaiknya mengatakan yang sebenarnya. Apapun jawaban Baekhyun, itu adalah haknya."

Countess menghela napas panjang. Ia tidak mengerti dengan putrinya ini. Sepertinya ia tidak pernah bisa mengerti putri bungsunya ini.

"Saya tidak bisa berlama-lama di sini, Paduka Ratu. Saya berjanji pada putri-putri saya untuk menemani mereka berjalan-jalan."

"Terima kasih engkau mau memberitahu jawaban Baekhyun, Countess," kata Ratu, "Apapun jawaban Baekhyun , aku sangat menghargainya."

"Terima kasih atas pengertian Anda, Paduka."

Countess membungkuk dan meninggalkan tempat itu.

Ratu tidak habis pikir. Ia tidak mengerti mengapa Baekhyun menolak lamaran Pangeran. Kemarin malam, ia juga Countess telah melihat sendiri bagaimana cara kedua orang itu berpandangan. Mereka saling menatap tanpa berbicara. Pandangan mereka adalah pandangan dua orang yang sedang terpesona.

Siapapun itu walau orang buta sekalipun akan mengetahui mereka saling mencintai. Tetapi…

Ratu tidak habis pikir.

" Ada apa Mama memanggilku?"

"Engkau sudah datang, rupanya," kata Ratu. Harapannya untuk menyampaikan berita gembira pada putranya, pupus. "Tadinya aku ingin memberimu berita gembira, tetapi harapanku tidak terwujud. Dia menolak lamaranmu."

"Dia siapa?" Pangeran kebingungan.

Ratu benar-benar menyesal ketika berkata, "Dengan menyesal aku mengatakan Baekhyun menolak lamaranmu."

Pangeran menatap ibunya tanpa rasa percaya sedikitpun. "Apa yang telah Mama lakukan?"

"Aku melamarkan dia untukmu."

"Mengapa Mama melakukan itu!?"

Ratu terkejut. Ia tidak menduga reaksi putranya akan seperti ini.

" Ada apa? Bukankah engkau mencintainya?"

Pangeran tidak dapat berkata apa-apa. Ia diam memandang keluar jendela.

"Ya," Pangeran termenung, "Aku mencintainya. Sangat mencintainya."

Ratu ikut sedih melihat Pangeran termenung sedih. "Apakah aku harus menggunakan kekuasaan untuk memaksanya menikahimu?"

Pangeran terkejut. "Maksud Mama?"

"Aku akan memaksanya menikah denganmu," ulang Ratu.

"Tidak!" bantah Pangeran, "Aku tidak setuju!"

"Lalu bisakah engkau menjelaskan mengapa ia menolakmu?" Pangeran terdiam.

"Aku tahu engkau sangat mencintainya dan engkau tidak ingin menyakitinya. Tetapi, aku tidak ingin engkau patah hati seperti ini. Ini adalah pertama kalinya engkau mencintai seorang gadis. Aku tidak ingin engkau gagal. Selama ini engkau adalah pria yang selalu menjadi perhatian para gadis, ia harus mempunyai alasan yang tepat untuk menolakmu."

"Ia sudah punya," jawab Pangeran, "Sehun."

"Omong kosong!" seru Ratu, "Sehun dan Baekhyun hanya teman! Countess telah meyakinkan hal itu."

"Apapun yang menjadi alasannya, aku tidak setuju Mama memaksanya!" Pangeran ikut berseru.

"Tetapi…"

"Sudahlah, aku pergi," dengan kesal Pangeran meninggalkan Ratu.

Sebelum menutup pintu, Pangeran membalikkan badan dan berkata tegas, "Aku tidak akan menikahinya bila Mama memaksanya menikahiku!"

Ratu terdiam. Ia tidak dapat berbuat apapun. Ratu sungguh tidak tega melihat putranya patah hati. Walau Pangeran tidak menunjukkannya, namun Ratu tahu di dalam hatinya, Pangeran merasa kecewa.

Ini adalah pertama kalinya putranya jatuh cinta. Ratu tidak ingin putranya patah hati pada cinta pertamanya ini.

Ratu ingin memaksa juga tidak dapat. Chanyeol tidak akan mau menikahi gadis itu bila gadis itu setuju karena dipaksa. Ratu pusing. Ia tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya.

Apakah dosanya sehingga putranya tidak bisa menikah seumur hidup?

Dulu putranya bersikeras tidak mau jatuh cinta pada seorang gadispun.

Sekarang setelah putranya jatuh cinta, gadis itu menolaknya. Apakah dosanya?

.

.

.

"Anda mencari siapa, Pangeran?" tanya Krystal.

"Anda pasti mencari Baekhyun ," sahut Yixing. "Sayang sekali ia tidak ada di rumah."

"Ke manakah perginya?"

"Kami tidak pernah mengetahui ke mana ia pergi, Pangeran. Ia pergi dan pulang tanpa pamit seperti angin," jawab Luhan.

"Terima kasih," kata Pangeran.

Para gadis itu mengantar Pangeran hingga ke pintu depan.

"Selamat tinggal," kata Pangeran kemudian melompat ke punggung kudanya.

"Selamat tinggal, Pangeran!" seru para gadis itu sambil melambaikan tangannya. "Kalau Baekhyun pulang, kami akan memberitahu dia bahwa Anda mencarinya."

"Menurutmu mengapa Pangeran mencari Baekhyun ?" tanya Yixing.

"Pasti karena ia ingin tahu mengapa Baekhyun menolaknya," jawab Luhan.

"Aku heran mengapa Baekhyun menolak Pangeran," ujar Tao.

"Semua gadis di kerajaan ini sangat mengharapkan Pangeran melamarnya. Baekhyun sangat beruntung Pangeran melamarnya tetapi ia menolaknya. Apakah ia sudah gila?" Kyungsoo keheranan. "Kalau aku yang dilamar, aku tidak akan menolak. Semua gadis pasti akan iri padaku."

"Sekarang, semua gadis pasti akan iri pada Baekhyun juga marah padanya karena telah menolak lamaran Pangeran," kata Luhan.

"Tetapi mereka pasti bersyukur karena Baekhyun menolaknya. Mereka pasti akan berusaha lebih keras agar Pangeran jatuh cinta pada mereka seperti ia mencintai Baekhyun ."

" Ada dampak lainnya, Yixing," timpal Xiumin.

"Apa itu?" tanya kelima gadis lain – penuh ingin tahu.

"Setelah mengetahui Pangeran melamar Baekhyun, para lelaki yang mencintai Baekhyun pasti akan segera mengirimkan lamarannya pada Baekhyun. Mereka tentu tidak ingin Baekhyun jatuh pada tangan pria lain."

"Benar. Aku baru menyadarinya sekarang."

"Pasti akan seru sekali, Luhan," sahut Krystal, "Rumah kita akan penuh bunga dan surat lamaran."

"Tetapi Baekhyun tidak akan pulang rumah selama berhari-hari," kata Yixing sedih. "Kalau ia tidak ada, rasanya tidak lengkap. Ia sangat menarik untuk kita goda."

"Benar," para gadis itu sedih.

Apapun yang terjadi setelah berita lamaran Pangeran yang ditolak ini didengar orang lain, dampaknya tidak akan terlalu menyenangkan.

Baekhyun yang tidak senang menjadi pusat perhatian, pasti akan menghilang sejauh mungkin dari pandangan orang-orang yang mengenalnya.

Sebelum ia mendengar seorangpun membicarakan dirinya, Baekhyun pasti telah berada di suatu tempat yang jauh dari Schildi.

Pangeran juga berpikir seperti itu.

Setelah meninggalkan Istana, Pangeran segera menuju Kastil Clypst tempat tinggal keluarga Kim Horthrouth. Untuk pertama kalinya Pangeran ke sana atas keinginannya sendiri.

Pangeran ingin menemui Baekhyun untuk meminta maaf atas lamaran yang pasti telah menganggunya ini. Pangeran juga ingin meyakinkannya agar tidak perlu khawatir akan apapun setelah menolaknya.

Pangeran sangat kecewa. Hatinya sakit mendengar penolakan Baekhyun atas lamarannya. Tetapi itu adalah hak Baekhyun.

Salahnya sendiri Baekhyun menolaknya. Baekhyun berulang kali berkata padanya, "Jangan berpikir seburuk itu tentang wanita, Pangeran. Tidak semua wanita sejelek dalam pandangan Anda." Tetapi Pangeran tidak pernah berhenti menjelek-jelekkan Pelangi Evangellynn yang dibencinya di depan gadis itu sendiri.

Pangeran tidak tahu di mana ia bisa menemukan Baekhyun . Kemarin ia tidak sempat bertanya ke mana gadis itu akan pergi hari ini. Pangeran juga merasa tidak enak pada Baekhyun .

Di manapun ada orang yang membutuhkan bantuan, selalu ada Baekhyun tetapi di tempat yang manakah gadis itu sekarang berada?

Kerajaan ini luas. Banyak tempat yang mungkin didatangi Baekhyun .

Bisa saja Pangeran mencarinya di seluruh kerajaan ini tetapi belum tentu besok gadis itu berada di tempat yang sama. Akan sangat sulit sekali menemukan Baekhyun .

Pangeran bingung. Ia akan merindukan Baekhyun tetapi ia tidak mempunyai cukup keberanian untuk menemui gadis itu.

Sekarang Pangeran baru menyadari betapa pengecutnya dia. Ia berani menjelek-jelekkan putri keluarga Kim Horthrouth di hadapan sang putri bungsu.

Dan, ketika menyadari kepada siapa ia mengatakan semua pendapatnya, ia takut menemuinya lagi.

Pangeran marah pada dirinya sendiri. Ia ingin mencabik-cabik dirinya dan melampiaskan penyesalan ini.

Hatinya sudah merasa bersalah dan semakin merasa sakit.

Di manakah Pangeran dapat menemukan gadis yang tak pernah jelas keberadaannya itu? Andaikan ada sesuatu yang bisa membuat gadis itu tetap bertahan di rumahnya walau hanya sehari…

Sudah cukup sehari bagi Pangeran untuk mengatakan semua yang ingin dikatakannya. Dan andai Pangeran mempunyai kesempatan, Pangeran ingin memperbaikinya. Hingga kini –setelah mengetahui siapa gadis yang dicintainya, Pangeran tetap takut kehilangan gadis itu.

Gadis itu telah mengambil tempat yang sangat besar di hatinya.

Esok paginya Pangeran kembali ke Kastil Clypst. Pangeran berharap ia dapat menemui Baekhyun sebelum gadis itu pergi.

"Pangeran!" Xiumin terkejut ketika membukakan pintu.

"Selamat pagi," sapa Pangeran. "Saya mencari…"

"Anda pasti datang mencari Baekhyun !" seru Krystal dari dalam. "Cepatlah masuk, Pangeran! Baekhyun gawat sekali."

Pangeran terkejut. Sebelum disadarinya, ia telah melalui Xiumin. "Apa yang terjadi padanya?" tanyanya cemas.

"Keadaannya gawat!" kata Krystal.

"Apa yang terjadi padanya?" ulang Pangeran cemas.

"Tidak ada waktu untuk menjelaskan!" Krystal menarik tangan Pangeran.

"Krystal!" panggil Xiumin tetapi gadis itu tidak mendengarkannya.

Begitu pula Pangeran.

Dengan wajahnya yang diliputi kecemasan, Pangeran mengikuti Krystal yang menariknya ke tingkat atas.

"Apa yang terjadi pada Baekhyun ?"

"Sudahlah. Anda lihat saja dia."

Xiumin berlari-lari mengikuti di belakang.

Krystal membuka pintu besar.

Pangeran terkejut melihat Luhan, Tao, Yixing, juga Kyungsoo berkumpul mengelilingi suatu tempat tidur.

Tirai-tirai tempat tidurnya yang halus terikat rapi di tiang-tiang penyangga besi. Kain penutup tempat tidur yang putih jatuh menyentuh permukaan permadani yang biru.

Pangeran cemas membayangkan apa yang terjadi pada Baekhyun yang terbaring di tempat tidur itu.

Para gadis itu juga terkejut melihat Pangeran tiba-tiba masuk.

"Krystal!" hardik Xiumin terengah-engah, "Jangan suka membuat keributan!"

Krystal tersenyum nakal.

"Apa yang terjadi padanya?" tanya Pangeran cemas.

"Jangan khawatir, Pangeran. Baekhyun hanya flu tetapi ia memaksa keluar rumah," kata Xiumin.

Pangeran mendekati tempat tidur.

Baekhyun bersandar di tepi tempat tidur dan tersenyum padanya.

"Selamat pagi, Pangeran," sapanya.

Kembali Pangeran merasa kikuk. "Selamat pagi. Ba…"

"Baekhyun ! Baekhyun !"

Semua menoleh ke pintu.

Sehun menerjang semua orang dan duduk di samping tempat tidur.

"Bagaimana keadaanmu? Kudengar engkau sakit."

"Aku tidak apa-apa. Aku hanya sakit biasa."

Hati Pangeran panas melihat Sehun meletakkan tangan di dahi Baekhyun dengan mesra.

"Engkau tidak demam."

"Aku hanya sakit flu biasa," ulang Baekhyun , "Tetapi mereka memperlakukanku seperti orang sakit parah."

Pangeran hampir tidak dapat menahan kecemburuannya ketika Sehun memeluk Baekhyun .

"Anak manis, cepatlah sembuh lalu kita akan berjalan-jalan."

Baekhyun tersenyum. "Aku pasti cepat sembuh kalau engkau membantuku."

"Katakan apa yang bisa kulakukan."

Baekhyun membisikkan sesuatu di telinga Sehun.

Pangeran ingin mengetahui apa yang dikatakan Baekhyun pada pria itu. Ia ingin mendengar pula. Kedua tangan Pangeran terkepal di sisi tubuhnya.

Kecemburuan membakar hati Pangeran. Kalau kedua orang itu tidak segera berpisah, Pangeran tidak dapat menjamin tindakannya.

Sehun tersenyum geli lalu berkata, "Baiklah, Tuan Puteri. Akan hamba lakukan sesuai keinginan Anda."

Baekhyun tertawa gembira. "Jangan kecewakan aku, Sehun."

"Pasti," janji Sehun. Pria itu mencium dahi Baekhyun.

Pangeran semakin marah. Pria itu telah memeluk Baekhyun dan sekarang menciumnya.

"Luhan, maukah engkau pergi denganku?" tanya Sehun.

Luhan kebingungan.

Baekhyun tersenyum memandang kakaknya.

"Ada sesuatu yang penting yang harus kukatakan padamu," kata Sehun sambil menarik Luhan pergi.

Wajah Luhan memerah ketika Sehun menyentuh tangannya.

Baekhyun bahagia melihat kepergian dua orang itu.

.


TBC


.

Semoga tidak ada typo yaaa.

HAPPY 4TH ANNIVERSARY EXO. MISS OT12~~~~ MISS EXO SHOWTIMEEEEE SO MUCH!

Oh iyaaaa karena ini 4th anniv. Ada yg punya smule? Add smule aku ya amandaerate. Aku spamming lagu exo malem ini! join juseyoooo;)))

Aku usahain bakalan lanjutin ff The Host nya yaaa^^ Harap bersabaarrrr.

See you soon❤❤^^^