2. Suddenly Problem

Ujian sejarah jepang telah selesai, murid-murid pergi keluar untuk mencari udara segar. ya jelas saja sejarah jepang sangat menguras otak atau lebih tepatnya kau harus rela belajar semalaman untuk menghafal peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di masa lalu. Rasanya sangat berat ujian ini bagi orang yang tidak suka membaca. Melihat lembar kertas dan hanya ada tulisan yang berjejer pasti membuat kepala pusing. Murid kelas 3E kelihatan sangat lesu. Banyak yang menundukkan kepala nya di meja atau ingin buru-buru pergi ke kamar mandi, tapi tidak dengan Hinata dan murid-murid teladan lain yang sudah terlihat dari pancaran wajahnya yang ceria setelah ujian itu.

"bukannya beberapa hari lalu, kau mengeluh buku mu hilang Hinata? Kenapa wajahmu begitu ceria setelah ujian selesai?" Sakura lah orang yang pertama kali menegur Hinata setelah ujian. Ia tau sekali apa yang Hinata alami.

Beberapa hari sebelum ujian,

"sakuraaaaaa… bagaimana ini? Bagaimana ini? Bagaimana ini?" sakura kebingungan, rasanya ingin disumpal nya mulut Hinata yang berteriak tidak jelas di pagi buta ini. " ada apa denganmu si? Apa Naruto sudah mengatakan 'aku mencintaimu' padamu Hinata?" ledek sakura. Wajah Hinata masih serius tak ada tanda ingin tertawa atau bahkan menjawab ledekan Sakura. Sakura tak ingin mendapat pukulan di pagi hari dari Hinata akhirnya Sakura bertanya serius "ada apa? Apa yang terjadi?" Hinata memberikan selembar kertas yang isinya adalah jadwal ujian. "iya ada apa dengan ini Hinata?" Hinata menundukkan kepalanya. "Buku sejarah jepangku hilang Sakura?" dan Sakura hanya bisa berteriak "apaaaaa? Kau tau sendiri kan buku itu sangat susah dicari. Dan ini sudah hari jumat, 3 hari lagi ujiannya.. dan aku tak mungkin meminjamkan buku ku karena aku juga belum belajar Hinataaaa" Sakura ceramah panjang lebar. "buku ku tertinggal saat aku pulang sekolah kemarin, aku mampir ke taman dan aku lupa membawanya setelah aku kembali bukunya sudah hilang"

-0-

"jadi apa jawabanmu Hinata? Sepertinya kau bisa menjawab semua soalnya" selidik Sakura. "Naruto meminjamkan bukunya padaku"Hinata menjawabnya malu-malu. "oh jadi pangeran baru mu itu jadi penyelamat sang putri" Sakura tertawa sepuasnya di depan Hinata. "jangan meledekku Sakura"

"baiklah Sakura sepertinya aku ingin ke Perpustakaan dulu sampai jumpa. Lebih baik kau makan bekalmu bersama Sasuke sepertinya dia sudah menunggumu sejak tadi di depan kelas" Hinata berjalan melewati Sakura sambil menjulurkan lidahnya sengaja meledek Sakura yang pasti kena ceramah lagi dari Sasuke. "Sasukeeee maafkan aku, salahkan Hinata yang selalu mengajakku ngobrol setiap saat" Sasuke hanya menggandeng tangan Sakura "sudahlah ayo cepat nanti kita takkan sempat makan" akhirnya mereka pergi ke atap sekolah. Menurut Sakura tempat yang paling romantis di sekolah adalah di atap sekolah karena disana juga lah ia pertama kali bertemu Sasuke.

Hinata menjalani kegiatan rutinnya, ya apa lagi kalau bukan pergi ke perpustakaan da mengecek mading sekolah. Saat perjalanan ke perpustakaan Hinata sangat senang terlihat dari hentakan kaki yang seirama dengan senandungnya. "Kira-kira tulisan bagaimana ya yang di buat Naruto kali ini, ah aku jadi tidak sabar." Seperti biasa perpustakaan sepi, tak ada yang spesial, susunan bukunya pun masih sama dan rapi. Dan kalau bisa di bilang Hinata sudah hafal tiap sudut perpustakaan dan orang-orang yang sering berkunjung kesana. Apalagi Hinata sangat mengenal ibu penjaga perpustakaannya, Ny. Kurenai.

Saat sedang memilih buku, Hinata melihat seseorang yang rasanya tidak pernah ia lihat di perpustakaan ini. Dia adalah seorang wanita yang sangat cantik. Walaupun ia sedang duduk, terlihat jelas badan nya ramping rambutnya hitam mengkilat dan warna matanya merah menyala sangat cantik potongan rambutnya pun hampir sama dengan hinata. Sangat penasaran? Jawaban Hinata pasti iya. Akhirnya Hinata menanyakan gadis itu kepada Ny. Kurenai sekalian mengurus peminjaman bukunya. "Ny. Kurenai bagaimana kabarmu, ah kau selalu cantik seperti biasa" Hinata menyunggingkan senyum khas nya. "bisa kau lihat sendiri kan aku baik-baik saja, kau pasti ingin meminjam buku seperti biasa"

"ya begitulah, hei apa kau tau gadis yang duduk di sudut ruangan itu? Rasanya aku baru melihatnya hari ini" tanya Hinata dengan rasa penasaran nya yang memuncak. "ah dia sangat cantik ya, seperti nya dia anak baru di sekolah ini, tadi sih di buku pengunjung perpustakaan namanya tertulis Uehara Minami" Hinata hanya berkata oh dan langsung pamit kepada Ny. Kurenai. Hinata melewati lorong sekolah mencari-cari mading yang ingin dia baca. Mata Hinata menyelidik mencari-cari karangan Uzumaki Naruto. Tapi sudah 3 kali di cari tetap tak menemukannya.

Sepanjang perjalanan pulangnya ke kelas Hinata bertanya-tanya kenapa karangan naruto tidak ada di mading. Ah mungkin ia kehabisan ide tau mungkin temannya ingin menggantikannya untuk sementara, pikir HInata tak ambil pusing. Bel sudah berbunyi, tandanya pelajaran akan dimulai.

-0-

Hinata Pov

ah sangat membosankan apa yang harus aku lakukan, tugas-tugasku sudah selesai semua sejak tadi. Novel? Ah rasanya aku sedang tidak mood membacanya. Aku masih memikirkan kenapa tak ada karangan Naruto ya di mading. Tak berapa lama, ponsel ungu yang berada di nakas ku bergetar dan terlihat gambar amplop di layar kacanya. Siapa ya? Pikirku. Ku buka pesan itu dan ternyata orang yang sedang kupikirkan yang mengirimiku sms. "bagaimana kabarmu hari ini" ya itu lah pesan singkat yang dikirimkannya padaku. Kurasa sedikit aneh tak biasanya ia menanyakan kabarku. Maksudku biasanya jika ada yang ingin di bicarakan Naruto langsung bicara ke intinya. Ah kesempatan bagus sekalian saja ku tanya kenapa ia tak muncul di mading hari ini.

Ah aku baik-baik saja, bagaimana dengan mu? Oh ya hari ini aku mampir ke mading dan tak menemukan tulisanmu kenapa? Padahal aku sangat ingin membacanya. Tombol kirim sudah kutekan. Selang beberapa menit Naruto langsung membalas pesan ku. "ah iya aku tidak sempat menulisnya karena beberapa hari ini aku sakit dan tidak masuk sekolah, baiklah Hinata aku akan istirahat. Kau istirahat lah juga jangan sampai sakit ya" ku tak menyangka Naruto sakit? Mungkin besok aku harus pergi menjenguknya. Yosshh baiklah akan ku bawakan bubur untuknya. Aaah aku selalu saja teringat cengirannya yang khas itu.

Keesokan harinya, tak sengaja di lorong sekolah Hinata bertemu dengan si rambut nanas ya siapa lagi kalau bukan nara shikamaru. "ano.. shikamaru-kun" orang yang tadinya hanya ingin berlalu mau tak mau menghampiri si rambut indigo "ah hinata, ada apa?" Hinata masih bingung apa yang harus di katakannya. Rasa penasaran shikamaru membesar dan memaksa Hinata untuk mengatakannya dengan cepat. "apa naruto hari ini masuk?" shikamaru yang hanya memegangi leher belakangnya berlalu melewati ku sambil bilang "belum, seperti nya ia sakit parah sudah beberapa hari dia tak masuk. Jenguklah dia mungkin saja saat kau jenguk ia langsung sembuh" begitulah katanya. Untung shikamaru tak melihat rona di wajahku.

-end pov-

Bel pulang sekolah sudah berbunyi, Hinata bergegas ke rumah Naruto. Rasa khawatir Hinata tampaknya sudah sangat besar. Rumah Naruto cukup besar, pekarangan nya pun tersusun rapi. Saat si pelayan mempersilahkan masuk Hinata melihat sosok yang tak asing sedang duduk di ruang tamu. "ah apakah ia juga temannya Naruto?" Hinata duduk di seberang perempuan itu. Dan mulai pembicaraan. "ano.. apa kau juga temannya Naruto. Nama ku HInata Hyuga dari kelas 3E kemarin aku juga melihatmu di perpustakaan. Kau pasti murid SMA Konoha juga kan" perempuan itu sangat manis dan hanya tersenyum membalas pertanyaan Hinata.

Tuk tuk tuk suara langkah mendekat. Ternyata si rambut pirang yang keluar membuat 2 wanita cantik yang sedang duduk di ruang tamu menengok untuk melihat pangeran mereka. Naruto tampak kusut dengan rambut yang acak-acakan dan baju tidur bola yang ia kenakan. Melihat raut wajahnya pasti dia baru saja bangun tidur. Hinata yang dari tadi memangku bungkusan kecil seperti bento itu langsung menghampiri Naruto. "Naruto-kun apa kau tak apa? Aku membawakan bubur untukmu" Naruto hanya mengangguk dan mengatakan tak apa.

Naruto duduk di sebrang Hinata yang tak lain di samping minami. "Hinata perkenalkan ini Uehara Minami. Kami adalah teman sejak kecil sebelum aku pindah ke rumah ini" tapi Minami menambahkan "dan aku tunangannya Naruto" Minami yang langsung memeluk tangan Naruto membuat HInata terbelalak. Tak percaya. Tentu. Tapi Hinata mencoba mengontrol dirinya agar tak panik, "hey kau jangan seenaknya Minami. Itu kan masih belum di putuskan" Minami yang hanya memasang wajah polos menghiraukan perkataan Naruto. "aku yakin orang tua kita memang sudah setuju"

Sakit. Tentu. Hati Hinata bagai di tusuk seribu tombak. "ah tapi kalian pasangan yang serasi" Naruto tak percaya Hinata mengatakan itu. Hinata akhirnya meletakkan bungkus buburnya dan pura-pura mengecek hp padahal Naruto yakin hp Hinata tidak bordering. "ah sepertinya aku harus pamit. Aku sudah ada janji dengan sakura. Naruto istirahatlah yang cukup dan Minami tolong jaga dia ya"begitu lah dengan jawaban Minami yang mengangguk manis akhirnya Hinata pergi meninggalkan rumah Naruto. Naruto yakin Hinata salah paham. "Baiklah aku kembali ke kamar, kau pulanglah Minami aku ingin istirahat" Naruto merasa bersalah harusnya Minami tak mengatakan itu di depan Hinata. "aku akan menjelaskan kepada Hinata tentang semua ini besok!"

TBC

haaiiii maaf ya ini lama banget post nya, soalnya lagi sibuk uts dan maaf banget ini pendek banget ya