3. say I love you

Buku-buku dengan rapinya terbuka lebar diatas meja belajar si pemilik rambut indigo, catatannya pun rapi banyak stabile warna-warni pada jejeran katanya tertanda kalimat penting yang harus di baca berulang kali. Tapi tidak dengan bukunya si pemilik rambut indigo terlihat sangat kacau. Kepala yang ditundukkan di ujung meja belajar tertanda hatinya sangat rapuh untuk saat ini.

"dia sangat cantik" tiba-tiba kata-kata itu keluar. Hinata masih terbayang kejadian siang tadi. Terlihat sangat serasi memang Minami yang cantik dan Naruto yang jelas-jelas sangat tampan di mata Hinata. "apa mereka benar-benar sudah bertunangan?" hatinya berkecamuk. Hinata tau ini adalah resiko menyukai seseorang. Akhirnya hanya ada dua happy ending atau sad ending. Terakhir kali Hinata merasakan jatuh cinta ia hanya memiliki ending yang menyedihkan karena kau tau apa? Pacarnya itu selingkuh dengan janda anak dua. Bagaimana Hinata tidak trauma.

Drrtt…drrtt… ponsel sakunya bergetar tentu dilihat dari layarnya ada sebuah pesan masuk. Hinata sudah mempunyai firasat siapa yang akan mengiriminya pesan saat ini.

From : Naruto

Subject : -

Bisakah kita bertemu besok sepulang sekolah? Ada yang ingin aku bicarakan. –end-

Ragu untuk menjawabnya. Jelas. Hinata tau apa yang akan di bicarakan Naruto. Dan mau tak mau Hinata hanya membalas baiklah.

Naruto Pov

Tunggu,,, bagaimana cara ku menjelaskan kepada Hinata besok? Bagaimana? Bagaimana? Bagaimana?. Dia tak boleh salah paham. Memang aku bertunangan dengan Minami tapi aku tak pernah menyetujuinya. Itu hanyalah perjanjian lisan yang diucapkan orang tua kita saat aku berumur 5 tahun. Oh tidak. Tak ku sangka candaan orang tua ku membuatku dalam masalah besar sekarang. Kau harus tenang naruto kau harus tenang. Mau tak mau aku harus menenangkan diriku sendiri. Lagipula apa-apaan Minami pindah ke sekolah ku. Aku hanya bisa menggerutu.

End Pov

Pagi yang cerah seperti biasa. Tapi tidak bagi kedua orang yang sekarang sedang berjalan berdampingan. Mereka tak berharap keduanya bertemu sepagi ini tapi jika sudah takdir siapa yang bisa melawan.

Hari ini Hinata tidak seperti biasa. Ia bangun kesiangan salahkan Naruto ya ini memang semua ulah Naruto semalaman ia hanya memikirkan tentang Minami dan Naruto. Begitu pun dengan Naruto yang semalaman tak bisa tidur apa yang harus ia katakan besok kepada Hinata. Alhasil mereka berdua berlari-lari dan bertemu di persimpagan jalan. "mati aku! Bagaimana bisa Hinata terlambat? Kenapa kita harus bertemu sekarang. Aku belum punya kata-kata yang pas" Hinata yang melihat Naruto panik mencoba untuk bersikap biasa. "ano… selamat pagi Naruto" Naruto sedikit lega dengan sapaan Hinata. "selamat pagi Hinata, kenapa kau terlambat? Apa kau terlalu larut belajar" 'apa yang harus kukatakan' pikir Hinata. "ah iya, hari ini ada ujian jadi aku harus menghafal sampai malam" bohong Hinata.

"Hey kalian cepat masuk. Bagaimana bisa kalian bersantai sedangkan ini sudah jam setengah delapan" teriak guru di depan gerbang sekolah. Pastilah mereka akan di hukum nanti. Akhirnya Naruto dan Hinata berlari untuk mencapai gerbang. "Maafkan kami pak" jawab mereka serentak. "kalian ini cepat masuk pelajaran sudah di mulai" mereka mengangguk dengan sigap.

Hinata dan Naruto mengunci mulut saat perjalanan ke kelas mereka. Tapi saat berpisah di tangga Naruto teriak "Hinata jangan lupa pulang sekolah oke?" Hinata mengangguk. Mereka tak menyadari. Sosok wanita dengan rambut hitam legam mengamati mereka.

Jam Istirahat,

"hey,,, sudah berapa hari kau tak masuk seperti nya hari ini pun masih terlihat pucat ya?" sapa si rambut nanas. " ah aku sedang dalam masalah shikamaruuuu… tolong akuuu" Naruto merengek. "hey apa-apaan kau ini,, merengek begitu. Oh ya ku dengar si siswa baru itu teman masa kecilmu?" Naruto terkaget. Bagaimana bisa shikamaru mengetahui hal itu. "hey dia sangat cantik dan langsung populer di sekolah ini" tak ingin mendengar lebih jauh Naruto memotong kata-kata Shikamaru " dia adalah yang membuat masalah baru di kehidupanku" lagi.. Naruto merengek. Shikamaru yang sudah mulai kesal akhirnya meminta Naruto untuk menceritakannya.

Yah, Shikamaru adalah penasehat yang handal. "jadi begitu..sepertinya hidupmu sangat kompleks ya Naruto." Shikamaru menjelaskan apa yang harus Naruto lakukan dan Naruto menyetujui rencana Shikamaru. "yossshh.. baiklaaaah kau memang yang terbaik shikamaru"

Sedangkan di pihak lain, "Hinataaaaa,,, kenapa kau murung" si rambut pink menyapa dengan cerianya. Rasanya ia masih belum menyadari moodnya Hinata hari ini sangat hancur. "ano sakura apa kau tau Uehara Minami" sakura mengangguk "tentu saja si murid pindahan yang cantik itu kan, ia langsung populer loh di sekolah ini" Hinata tersenyum menanggapinya. Tapi sungguh terasa senyum nya kali ini sangat berbeda " ah iya kau memang ratu gossip yang hebat ya." Sakura tersadar bahwa ada gossip lain yang ia tau dan mungkin ini yang membuat Hinata murung pagi ini " dan kudengar Minami teman masa kecil Naruto ya" akhirnya ia mengerti, pikir Hinata. Hinata menceritakan semua yang terjadi pada dirinya di rumah Naruto kemarin. "apaaaaaaaaa? Yang benar saja apa-apaan dia tiba-tiba mengaku tunangannya Naruto"

"ya Naruto hari ini mengajakku bertemu sepulang sekolah ku rasa ia ingin menjelaskan semuanya" sakura mendukung, ia juga ingin tau bagaimana cara Naruto menjelaskan semuanya pada Hinata. "baiklah semoga kau dapat yang terbaik tenang saja kau selalu kudukung"

Sepulang sekolah,

"Hinata apa kau sudah menunggu lama?" Hinata duduk dekat pohon rindang di belakang sekolah. Wajahnya sangat tenang tapi juga terlihat sedih. Naruto sedikit tak tega membuat orang yang dia sayang sangat cemas.

"Hinata maafkan aku" Naruto menunduk menyadari kesalahannya. Kau tau padahal mereka belum terikat hubungan tapi keduanya seakan tau walaupun tanpa di bicarakan mereka memang saling menyayangi. "kau tidak melakukan kesalahan Naruto kenapa kau meminta maaf" kepala Naruto menegak. "karena aku tau aku membuat kesalahan, karna aku tau aku membuatmu sedih karna aku tau aku telah menyakitimu." Hinata sebenarnya tak tega melihat Naruto karena ini memang bukan kesalahannya.

"kau tau Hinata, kita memang baru beberapa bulan saling kenal tapi aku mencintaimu" mata Naruto sangat tajam. Hati Hinata berbunga tapi kebingungan jelas terasa. " ada apa ini tiba-tiba?" Hinata mencoba mengalihkan pembicaraan. "aku tak tau jika harus menjelaskan kenapa aku tiba-tiba berkata mencintaimu karena hanya itu yang ada di pikiranku. Minami memang tunanganku tapi aku tidak menyetujuinya lagipula ia belum sah ini hanya perjanjian lisan yang di bicarakan orang tua kami. Kumohon percayalah padaku Hinata" sempat tertegun, Naruto melanjutkan "aku selalu ingin bersamamu, hatiku sakit jika melihatmu sedih. Maukah kau bersamaku mulai sekarang?"

Hinata berpikir keras apa yang harus ia katakan. Dan setelah diam beberapa menit. "aku memaafkanmu. Tapi aku belum bisa menjawab pertanyaanmu. Aku butuh waktu untuk memikirkannya. Bisakah kau menunggu?" sedikit kecewa atau bahkan sangat kecewa Naruto akan mengira Hinata akan langsung menerimanya tapi ternyata tidak. Tapi Naruto sudah bersyukur Hinata telah memaafkannya. "3 hari, berikan aku waktu untuk berfikir dalam 3 hari"

"kenapa begitu lama? Apa kau sangat tidak mempercayaiku? Baiklah aku akan menunggu. Pikirkanlah baik-baik" Hinata meninggalkan Naruto sendirian. Terlihat kejam? Sebetulnya tidak. Karena Hinata hanya ingin mengetes Naruto sejauh mana ia menyayangi Hinata. 5 menit ia pergi meninggalkan Naruto tiba-tiba Minami menghampiri Hinata. "Hinataaaaa" ia melambaikan tangannya. " aku Minami masih ingat kan? Aku ada di kelas 3B hehe. Aku akan bergabung di klub seni mu jadi mohon bantuannya" Minami menyunggingkan senyum manisnya.

'cobaan apa lagi yang harus ku terima tuhan, Minami akan 1 klub denganku?' Hati Hinata bicara.

TBC

Kyaaa ini pertama kalinya kaze balas review di dalam cerita maaf yang kemarin baru sempat di balas disini.

Guest : sudah di archive ya terima kasih atas sarannya ^^

Taimi : sudah di tambah ya taimi-san terimakasih sudah membaca ^^

Rika Hiyama : sudah dilanjuuuuuut silahakn dibacaa! ^^

Kyoko-chan : sudah di tag dan sudah di apdet makasih sarannyaa ^^

Mimixx : makasih udah di semangatin udah di lanjut yaaah^^

Guest baik : udah, udah, udah yeeey udah lanjut ya ^^

Singgih : sudah diusahakan secepat mungkin singgih-san^^

Byakugan no hime : wah berat dimananya nih jika berkenan hime-san bisa kasih saran ^^

Yudi :terima kasih sudah menyukai fic ini semoga tambah suka

Sebelumnya kaze minta maaf jika di chapter ini reader semua kurang suka atau kurang bagus jika berkenan bisa beri saran kaze agar fic ini jadi lebih bagus hehe maklum newbie akhir kata arigatoouuuuu…