Roleplaying

Sum: Semua ini diambil dari roleplay bersama teman/Pairing Include: GakuNami, Karmanami, Gakuhokuda dll/Lebih ke Humor/Anime nyampur

.

.

.

Ansakyou (c) Matsui Yuusei

Roleplaying (c) Nanakoheartfull n SakuraShadowSFC

Warning: Typo/Humor Garing/ Alur Kecepetan (?)/ OOC (banget)/Bahasa nyampur/ Anime nyampur/ Dll.

.

.

.

Setelah Karasuma-sensei menyuruh mereka ke lapang, para murid berbaris seperti biasanya, namun kali ini tanpa pisau mereka, tentu saja, bisa bahaya kalau ketahuan Asano kelas E ini ditugaskan untuk membunuh guru mereka, sehabis berkumpul di lapangan, Karasuma memulai pelajarannya.

"Mulai Pemanasan!" serunya

"Satu-Dua, Satu-Dua, Satu-Dua-Tiga-Empat-Lima-Enam-tujuh-delapan...,"

/Setelah Beberapa Pemanasan/

"Baiklah Anak-anak, hari ini kita main Polisi dan Pencuri lagi, Bapak yang jadi polisi seperti biasa, kalian pencurinya, untuk permainan kali ini kita bagi orang ya, kelompok pertama, Asano, Rio, Nagisa, Karma, Okuda dan Kayano, ada penolakan?" tanya Karasuma, anggota kelompok pertama menggeleng, Karasuma mengangguk "Baiklah... selajutnya...,"

Sementara Karasuma sibuk membagi kelompok, Asano mengernyitkan dahinya "Sebenarnya, ada yang aneh dari olahraga ini," kata Asano, ia menatap sekeliling, nggak ada yang aneh, terus apa?

Entahlah, mungkin ia kepikiran film AADC yang ia tonton semalam.

"YAK! MULAI GAMENYA!"

Setelah bunyi peluit dari Karasuma, semua segera berlari memasuki hutan.

/Kelompok 1/

Suara gemerisik daun dan juga beberapa bisikan terdengar dari rute A—yaitu rute kelompok 1, mereka sedang meributkan Karma yang katanya mau memasang jebakan di atas pohon, tentu saja, anggota kelompoknya khawatir—minus Asano.

"Ma, jangan Ma, terlalu beresiko," kata Nagisa, dia benar-benar takut Karma kenapa-napa "Nggak papa Sa, ini cuman jebakan kok!" kata Karma dari atas pohon "Cara mikir lu pendek ya," ucap Asano, menghina "Karma-kun! Turun! Nanti jatuh!" seru Okuda, sementara yang disuruh hanya tersenyum simpul "Nyantelah," katanya.

"Duh, gimana nih, Karma nggak bisa dibilangin, apa aku laporin aja ke Karasuma-sensei ya? Iya deh!" kata Nagisa, ia hampir berlari ketika Rio menarik tangannya "Jangan Nagisa, biar ntu bocah kena karma," kata Asano "Biar tau rasa dia!" sambung Kayano "Lagian udah kita bilangin susah nurutnya dia mah," kata Rio.

Sementara yang lainnya mulai berjalan kearah semak-semak untuk sembunyi, Okuda yang memang belum tau rencana Karma apa itu masih terdiam di bawah pohon, ada Asano disampingnya, ia kebingungan karena tiba-tiba Asano tersenyum sinis "Asano-kun mau ngapain?" tanya Okuda "Aku mau ngusilin dia dikit," kata Asano.

"Eeh, ta-tapi," belum sempat Okuda selesai berbicara, Asano memotongnya "Santai aja, nggak akan kasar-kasar kok," kata Asano penuh keambiguan, Okuda hanya menatapnya hingga sang ketua OSIS berteriak;

"KECOAK TERBAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANNNNNNNNNNNGGGGG!" serunya

BRUUUUUUUUUGG!

Karma yang notabenenya masih diatas pohon itu langsung jatuh ke bawah "ASDFGHJKLYEWYWSW DEMI APA LU NO!? KECOAK TERBANG!? MANA!?" tanya Karma yang keburu panik.

"Pffttt kena lu!" kata Asano terbahak, ia puas sekali melihat rivalnya jatuh seperti ini "Kurang asem lu, No, tapi untung gue punya 9 nyawa," kata Karma, sebentar memang Karma kucing ya? Punya 9 nyawa? Ah, sudahlah, mari kita tanyakan pada rumput yang begoyang

"Karma-kun nggak apa-apa?" tanya Okuda, Karma menggeleng "Aku rapopo~ Aku rapopo~ Kok Okuda-san! Eh! Itu Karasuma-sensei dateng! Ayo sembunyi!" kata Karma "Sembunyi? Buat apa?" tanya Okuda, namun ucapannya tak terdengar oleh Karma karena dia sudah masuk ke tempat persembunyiannya bersama Asano.

Saat Karasuma-sensei datang, Karma memotong tali yang ada di dekatnya, tali itu berfungsi sebagai roda untuk jaring diatas pohon, dengan sengaja Karma menaruh beberapa batang pohon yang cukup tajam untuk setidaknya—menggores Karasuma.

"Heh, Kena," kata Karma.

Setelah terdengar bunyi jatuh Karma keluar dari tempat persembunyiaannya bersama yang lain "Yes! Kena Karasuma-sensei—," belum sempat Karma melanjutkan omongannya, ia termangu, jaring itu harusnya menangkap senseinya denga sempurna, namun yang dicari malah tak ada.

"Karma," panggil suara berat dari belakang, semuanya menoleh, membelalakkan mata "Kamu harusnya hati-hati kalau ngasih jebakan! Ini Okuda-san yang kena sampai tangannya luka! Memang kamu nggak kasih tau dulu harus apa ke dia!?" tanya Karasuma, jelas sekali ia marah.

"...eh?" tanya Karma

"Karma, tadi 'kan udah dibilangin," kata Nagisa "Okuda-chan! Kamu nggak apa-apa!?" tanya Kayano "C-Cuman luka di tangan kok..," kata Okuda "CumanMU! Liat ntu sobek! Darahnya keluar! Bawa ke UKS! CEPET! ASAP!" seru Rio, anak perempuan kemudian membawa Okuda ke UKS, sementara itu tersisalah Karma, Asano, Karasuma dan Nagisa.

"A-Aku nggak bermaksud-,"

"Iya, kamu nggak maksud, tapi tadi harusnya kamu tarik Okuda-san sembunyi! Perhatiin keadan dulu kenapa!?" tanya Asano, kemudian mengikuti Rio "Hah, kamu ini Ma, kita 'kan udah bilang, kamu sih susah dibilangin, jadinya begini 'kan? Sudah, aku mau nyusul Asano dulu," kata Nagisa, ia ikut berlari bersama Asano.

"Aku-,"

"Cukup, Karma, Tim kalian di diskuaifikasi!" seru Karasuma "Eh-ah," Karma gelagapan, mau mengelakpun nggak bisa "Daripada kamu bengong sana minta maaf! Sensei harus lanjutkan pelajarannya!" kemudian, Karasuma pergi.

Setelah si 'Keras Kepala' itu pergi, Karma merenung, kemudian ia meninju pohon terdekat, kenapa Mz Karma? Pohon 'kan nggak salah apa-apa, oke cukup, ngancurin suasana tau nggak.

"Sialan... gara-gara gue... Okuda-san luka... ukh.. geh.. kenapa gue ngelukain orang yang gue suka!?" tanya Karma, ia merunduk dalam-dalam, menyesal.

Ah sudahlah, menyesal sekarang pun nggak ada hasilnya.

"Karma!" panggil Sugino "Sugino-kun?" tanya Karma "Aku denger dari Nagisa, kamu nggak nemenin Okuda?" tanya Sugino "Biarin aja, Kayano ama Rio udah bawa dia ke UKS kok," kata Karma lesu, Sugino yang sebal dengan reaksi Karma itu menarik kerahnya "Lu bego apa gimana? Itu cewek yang lo suka ditingga sendiri aja gitu!? Cowok macem apa lu!?" tanya Sugino mendadak bijak (?)

Karma melepaskan cengkeraman Sugino "Lu kenapa jadi sewot gini sih!? Gara-gawa gue juga tim gue didiskualifikasi," kata Karma menggalau.

Background Sound; Lonely~ I'm So Lonely~ I'm Nobody~

"Udah nggak usah dibikin galau! Sekarang lu susul Okuda terus minta maaf sana," kata Sugino "Ya ampun Sugino, lu baik banget sih, nggak kayak temen-temen gue barusan, pada ninggalin," kata Karma nangis terhura "Udah sana lu pergi, make ada acara terhura segala," kata Sugino

"Iya Deh, Gue kesana," kata Karma mantap.

Setelah Karma pergi, Sugino tersenyum, tak lama ekspresinya jadi menyesal "Hahh, seneng banget ya, jadi si Karma... tapi gue agak nyesel sih suruh dia nyusul soalnya kan... gue... SEBENERNAY GUE NYASAR! TIM GUE NINGGALIN HUAAAA!" Sugino mewek di tempat.

/UKS/

"Sip, kayaknya udah berhenti," kata Rio, ia baru saja selesai membalut perban di lengan Okuda "Iya, iya, Okuda-chan nggak usah ikut pelajaran dulu aja," saran Kayano "Eh enggak apa-apa, lagian... berikutnya pelajaran Bitch-sensei, Aku nggak mau di hukum Bitch-sensei," kata Okuda.

"Ehm ano, sebentar, boleh aku bertanya?" tanya Asano, Keempat manusia itu menoleh "Kenapa kalian... memanggil guru kalian... 'Bitch'?" tanya Asano "Karena beberapa alasan... ya..., begitulah, omong-omong Okuda-san nggak usah maksain," kata Nagisa.

"Enggak kok! Bener! Aku nggak apa-apa!" kata Okuda sambil melambaikan tangannya "Ya udah, kamu ini maksain banget sih, tapi kaau kenapa-napa baik ke UKS ya," kata Rio, Okuda mengangguk "Iya!"

/SkipTime/

Suara pintu UKS digebrak oleh seorang Karma Akabane

"OKUDA-SAN MAAFKAN AKU!"

xXxXx

ALOHA! Sakura disini yak udah ada kemajuanlah seenggaknya 2 orang review :'v ane stay setrong kok,

Bales Reviewan:

NolNol: Iya, itu si Om Lipan suka sama Okuda :'V kemungkinan muncul setelah 2 chap lagi emm apakah ini uda keliatan make spasi?

TsukiKonaIzumi: Okaerinasai/plak/apansi

Ya begitulah mungkin karena pribadi sendiri juga rada2 suka pair yang belok/eh

Iya, anime nyampurnya nanti buat kedepannya pas voting :v, oke! Ditampung dulu rikuesnya, eniwey~ Pair-pair uda ada yang nyempil kok di chapter berikutnya terima kasiih!

Yak! Segitu aja Dulu!

Review Please~!