Tittle

Proposal kebahagiaan.

Cast

Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Kim Jongin

Suport cast

Kim Heechul, Dennis Kim.

Warning

GS, typos, tulisan yang tidak baku dan sebagainya.

.

.

.

Happy reading.

.

.

[~Lizz_L_L~]

.

.

entah kenapa sejak Kibum mengatakan Kim Saeun mengalami keguguran karena ulahnya dan Heechul, membuat Kyuhyun selalu merasa tidak tenang dan merasa sangat bersalah, pikiranya seakan di gelayuti oleh sesuatu yang anej dan terasa tidak nyaman membuatnya seakan bergulat dengan hatinya sendiri. akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk menjenguk saeun di rumah sakit.

Kyuhyun mengambil ponselnya berniat untuk menghubungi Heechul dan meminta sahabatnya itu untuk menemaninya ke rumah sakit bersamanya, jujur saja Kyuhyun agak sedikit ragu jika harus di hadapkan dengan Saeun seorang diri. belum sempat Kyuhyun menekan nomor Heechul, tatapan matanya bertubrukan dengan manik gelap Kibum yang menunjukan keterkejutan yang sama sepertinya.

" Kibummie~." ucap Kyuhyun dengan nafas tertahan saat tanpa sadar menyebut nama kibum, lantara dirinya berhadapan dengan Kibum di lorong secara langsung. Wajah laki-laki itu terlihat lelah dengan tatapan sayu, Kyuhyun tau jika sepertinya Kibum tidak tidur semalaman.

Mereka saling menatap satu sama lain tanla mampu mengatakan sepatah katapun, mereka terdiam dalam kebisuan yang aneh, hingga rasa canggung yang tidak nyaman mulai menebarkan sosoknya mengambil celah diantara mereka berdua.

" bagaimana keadaan saeun?!" tanya Kyuhyun berusaha mencairkan suasana yang tiba-tiba membeku. kyuhyun menatap Kibum yang tersenyum lelah seraya memilin ponselnya dengan kedua jemarinya yang terasa mulai basah, Kyuhyun merasa gugup jika di hadapkan dengan Kibum saat ini. entah kenapa melihat Kibum dengan keadaan seperti itu membuat hati Kyuhyun meradang dan terasa nyeri seakan di remas-remas, jujur Kyuhyun merasa sesak di hatinya saat mengetahui jika Kibum lebih memperhatikan gadis lain di bandingkan dirinya.

" iya...lumayan dia sudah mulai membaik dan keadaannya agak stabil, terima kasih sudah menanyakannya" jawab Kibum masih menyungingkan senyum lelahnya.

mendapat balasan dari Kibum, Kyuhyun mengigit bibirnya keras dan tersenyum kecut merasakan hatinya yang hancur menjadi kepingan kecil, sungguh tidak adalah sedikit celah di hati Kibum untuk dirinya.

" sebegitu berartinyakah dia bagimu, Kibum?!" bisik Kyuhyun miris dalam hati, mempertanyakan sebuah pertayaan yang tak mungkin mendapatkan jawaban dari Kibum.

" begitu..., baguslah jika dia baik-baik saja, aku akan mampir kesana dan meminta maaf padanya nanti" ucap Kyuhyun dengan senyum yang di paksakan seraya melangkah menjauh dari Kibum, lebih lama di dekat laki-laki itu akan semakin membuat dirinya semakin terluka, bahkan tempatnya di hati laki-laki itupun tak lebih dari sebuah titik kosong tanpa arti.

membayangkan kenyataan pahit itu membuat air mata Kyuhyun seolah berdesakan ingin keluar dari kelopak matanya, dengan sekuat tenaga yang ia bisa di tahannya agar kelemahannya tak sampai di ketahui oleh Kibum.

Laki-laki itu tidak boleh tau jika dia menangis hanya karena dirinya, laki-laki brengsek yang tak peka itu adalah laki-laki yang sangat di cintainya.

" Kyu...aku ingin minta maaf karena aku sudah membentakmu kemarin, aku sungguh tifak berniat untuk melukai perasaanmu dan membuatmu menangis, aku sangat menyesal" ucap Kibum dengan raut wajah sedih penuh penyesalan di sana.

" tidak apa-apa, aku mengerti, aku juga minta maaf karena ulahku hingga membuatmu repot seperti ini, tidak usah minta maaf, istirahatlah kibum sepertinya kau membutuhkannya" ucap Kyuhyun tersenyum sekilas dan berbalik pergi dengan cepat seolah gadia itu ingin berlari menjauh dari Kibum. Kibum hanya bisa mendesah berat dan menatap punggung Kyuhyun dengan raut wajah tak terbaca. entah kenapa melihat sikap Kyuhhun yang seperti itu seakan membuat hatinya terluka, kenapa saay melihat senyum terpaksa Kyuhyun seolah terasa sangat mengiris hatinya, kenapa saay melihat Kyuhyun berbalik pergi meningalkannya membuat hatinya terasa tercabik tanpa alasan.

" jangan gila Kim Kibum, apa memangnya yang kau harapkan, berhentilah menjadi serakah, kau punya kim saeun sekarang, dia sangat membutuhkanmu, kau tak boleh mengharapkan seorang Cho Kyuhyun juga, dasar laki-laki brengsek menyedihkan" ucap Kibum mengumpati dirinya sendiri dengan nada getir yang terdengar berat dalam suaranya.

[~Lizz_L_L~]

" kau yakin ingin menjenguknya, tidakkah itu terlalu gila Kyuhyunnie dan aku terlalu malas untuk melibatkan diri asal kau tau. melihat wajahnya saja rasanya aku sudah ingin meludahinya" ucap Heechul denga sikap malas-malasan saat dieinya di seret paksa oleh Kyuhyun untuk menemaninya menjenguk Saeun di rumah sakit.

" Apa kau yakin kau akan baik-baik saja jika bertemu dengannya?!" tanya Heechul sangsi balas menatap Kyuhyun seolah memastikan bahwa temannya itu dalam keadaan waras.

" ya...berhentilah mengangap bahwa aku adalah korban bencana alam dan spesies yang hampir punah sehingga patut untuk di lindungi, percayalah aku tak serapuh itu, Kim Heechul dan berhenti meremehkanku, mau tidak tau jika aku adalah wanita tertangguh abad ini oh..." ucap Kyuhyun tak terima.

" tapi kau harus menemaniku, oke" ucap Kyuhyun melemparkan cengiran khasnya seraya menyenggol bahu Heechul kemudian memeluknya erat dengan tatapan memohon.

" baiklah~baiklah, apapun untukmu kyu, ayo pergi" jawab Heechul tersenyum kepada teman satu-satunya itu.

" terima kasih Heechullie, kau memang yang terbaik dan terima kasih juga karena kau sudah mengkhawatirkanku" ucap Kyuhyun tersenyum dan memeluk Heechul semakin erat.

" aisshh...berhentilah bersikap berlebihan, cepat lepaskan kau membuatku sesak nafas, ayo kita masuk sekarang" balas Heechul menepuk tangan Kyuhyun yang melingkari pundaknya seraya tersenyum dan keduanya berjalan bersamaan memasuki rumah sakit.

" kyu, nanti kau masuk saja sendiri ya, aku tak ingin menemui penyihir palsu itu, aku malas. Aku akan menunggumu di depan ruangan jika dia menyerangmu berteriaklah yang kencang, oke" ucap Heechul dengan sikap malas sambil mengibas-ngibaskan tangannya jengah membayangkan wajah saeun saja membuat hawa membunuhnya kian memuncak.

" ya...kenapa...kau tega membiarkanku menghadapinya seorang diri" ucap Kyuhyun sedikit merajuk dan bergelayut manja pada Heechul.

" jangan khawatir, aku kan sudah mengatakan padamu jika aku akan berjaga di pintu, jika ada apa-apa panggil saja aku tiga kali pasti aku akan langsung muncul dan menolongmu oh.." jawab Heechul asal sambil nyengir kuda menampakkan deretan gigi putihnya yang terlihat rapi, manik hitamnya tertutupi dalam balutan mata sipitnya yang semakin sipit kala dia tersenyum menambah kesan imut pada dirinya.

" ya...kau pikir siapa dirimu?! bloody mary oh...yang benar saja, cih..." ucap Kyuhyun berdecih sambil terkikik mendengar jawaban asal Heechul.

Heechul yang mendengar jawaban Kyuhyun hanya tersenyum penuh arti.

" bahkan lebih dari yang kau pikirkan, teman" bisik Heechul pelan.

" apa?!...kau mengatakan sesuatu Heechullie?!" tanya Kyuhyun dengan wajah cerah polosnya tak menyadari tatapan berbahaya yang sempat terpancar di mata kelam milik seorang Kim Heechul.

" tidak ada..." balas Heechul mengeratkan pelukannya di lengan Kyuhyun seraya tersenyum manis. Kyuhyun bahkan tak menyadari aura berbahaya yang menguar dari dalam diri Kim Heechul.

" nah ini kamarnya, ayo masuklah, Kyu" ucap Heechul menyemangati sahabatnya yang berdiri kaku di depan pintu ruang inap saeun.

" baiklah...aku akan masuk" bisik Kyuhyun. entah kenapa dada Kyuhyun terasa sangat berdebar-debar hanya karena dia akan bertemu dengan seorang wanita menyebalkan dan memuakan bernama Kim Saeun.

sebelum pintu itu terbuka, samar-samar Kyuhyun mendengar suara tawa Saeun yang mengema di udara.

" hahaha...tentu saja, mana mungkin aku gagal mendapatkan Kibum oppa, dia hanya laki-laki bodoh yang dengan suka rela akan melakukan apa saja untuku, tentu saja...apapun yang ku inginkan, aku akan mendapatkannya, tenang saja Aee Kyung, oppa tak akan tau jika aku berbohong soal kehamilan palsuku, jangankan keguguran, hamil saja aku belum pernah hihihi, apa...lee sungmin, aishh...kenapa kau menyebut nama laki-laki bodoh itu aku bahkan sudah melupakannya, targetku sekarang adalah Kim Kibum, setelah aku mendapatkan semuanya yang aku mau aku akan meninggalkannya, tentu saja memangnya siapa yang tahan lama-lama dengan manusia membosankan macam dia" ucap Saeun lagi dengan nada sangat ceria yang terdengar menyebalkan.

Tanpa di ketahui Saeun, Kyuhyun dan Heechul mendengar semua pembicaraan Saeun dengan temanya melalui ponselnya.

Sungguh Kyuhyun merasa sangat marah saat mendengar Saeun menceritakan kebusukannya dengan sikap yang terlalu ceria dan terlihat sangat menjijikan itu. Kyuhyun mengeram marah bahkan tubuhnya kini terlihat gemetar hebat menahan rasa kesal yang sudah mencapai ubun-ubunnya.

Heechul tampak menatap lantai dengan tatapan matanya yang dalam sekejab telah berubah menjadi semakin dingin. Heechul menyandarkan punggungnya di tembok seraya menutup matanya dan menautkan kedua lengannya di depan dada dengan sikap yang terlalu santai untuk orang yang sedang marah.

Sedangkan Kyuhyun, gadis berkulit bayi itu melangkahkan kakinya memasuki ruang rawat Saeun dengan wajah merah padam menahan marah.

"sepertinya seru sekali, maaf jika aku mengangu acaramu, Kim Saeun-sii" ucap Kyuhyun setelah pintu itu terbuka dengan suara keras yang mengangetkan di sertai bantingan yang membuat dinding sedikit bergetar pelan.

Saeun terkejut mendapati Kyuhyun yang tiba-tiba menampakan dirinya sambil berkacak pinggang dengan wajah garang berdiri dengan aura yang siap membunuh.

"nanti ku telpon lagi, mii kyung!" ucap Saeun dan mematikan ponselnya seketika.

" kau...berani sekali kau datang kemari?! kau mendengar semuanya, kau menguping" tanya Saeun dengan suara penub ketakutan, takut jika semua rencananya terbongkar dan membuatnya gagal untuk menguasai semua harta yang di miliki oleh kibum.

" tentu saja siluman rubah menjijikan, memangnya kau pikir aku tuli hah..., dasar penyihir palsu, babi betina brengsek menyebalkan, tak akan kubiarkan kau menghancurkan Kibumku" ucap Kyuhyun berlari dan menerjang Saeun seraya menarik rambutnya hingga wanita itu terjungkal dan jatuh kelantai dengan debuman keras serta menjerit-jerit histeris saat dia merasakan nyeri di beberapa tulangnya berderit sakit akibat menabrak lantai. namun sia-sia meronta karena Kyuhyun sudah mengunci pergerakannya dan menindihnya di lantai.

" rasakan itu pelacur jahat, kau pantas mendapatkannya, aku akan membuat kepalamu botak, sialan. bahkan yang ku lakukan ini tak seberapa dengan tingkah busukmu itu brengsek menjijikan, kau bahkan tak pantas di sebut manusia, kau adalah kotoran dari kotoran peliharan hewan peliharaan" teriak Kyuhyun nyaring penuh amarah seraya mencabuti ganas surai saeun dengan membabi buta penuh dengan keganasan di sertai pukulan-pukulan menyakitkan lainnya. Percayalah Kyuhyun bahkan bisa melakukan tindakan anarkis lebib dari ini.

terlihat helai-helai rambut Saeun yang jatuh satu persatu berguguran di lantai. Sungguh Kyuhyun sangat menikmati saat-saat dirinya melakukan penyiksaan pada Saeun, namun rutinitas menyenangkan itu terhenti saat sebuah tangan besar mencekal tangannya sambil menariknya kasar menjauhi Saeun yang terlihat menyedihkan di lantai dengan wajah merah berurai air mata.

" K~kibummie..." ucap Kyuhyun tergagap mendapati Kibum yang kini tengah berdiri menahan tangan Kyuhyun dengan wajah marah padam.

" apa yang kau lakukan sebenarnya, Kyu?!" tanya Kibum dengan nada tidak percaya seraya menatap tajam tepat di manik mata Kyuhyun.

terlihat sekali sorot mata kekecewaan yang terpancar jelas di manik gelapnya itu. perlahan di lepaskan cekalan tangannya di pergelangngan tangan Kyuhyun yang terlihat memerah. Kibum berjalan mendekati Saeun dan mengendong siluman rubah betina itu dan menaikannya ke atas ranjang sambil memperlihatkan air mata palsunya pada Kibum dan menampilkan kesan jika dirinya adalah korban penganiyayaan yang di lakukan Kyuhyun.

" Kau tidak apa-apa?!." tanya Kibum tanpa membalas pertanyaan Kibum, Saeun langsung memeluk siwon sambil menangis sesenggukan di pundak namja pemuda datar dingin itu.

" kibum, aku bisa menjelaskannya, kena..." ucap Kyuhyun terputus saat mendengar nada suara dingin yang di lontarkan Kibum padanya.

" pergilah, aku tak ingin melihatmu lagi" ucap Kibum memutuskan dengan kata-kata sederhananya yang langsung meluluh lantakan hati Kyuhyun hingga hancur berkeping-keping.

Kyuhyun mengigit bibirnya keras, berusaha meredam rasa sakit yang mulai menjalari hatinya yang mulai berdarah, membuat luka lama itu kembali tergores semakin dalam.

" Kibum... kau tidak mempercayaiku... kau bahkan tidak mau dan tidak ingin mendengar penjelasanku...?! begitu berartinyakah dia bagimu?!... aku...aku..." ucap Kyuhyun dengan nada tak percaya tanpa mampu melanjutkan kata-katanya lagi sambil menepuk dadanya keras seolah ingin menghilangkan rasa sakit yang tiba-tiba datang menyerangnya. nada bicaranya terdengar tersendat-sendat karena rasa sesak yang terasa mengjimpitnya tanpa ampun, tanpa sadar air mata sudah jatuh mengalir deras di pipi putih mulusnya yang terlihat berwarna merah karena menahan tangis, kesal dan kecewa bercampur menjadi satu.

" aku mencintaimu " bisik Kyuhyun melanjutkan kata-katanya dalam hati seraya menelan semua kepahit yang di berikan oleh Kibum padanya. dengan kasar Kyuhyun menghapus air matanya dan berbalik meninggalkan ruangan terkutuk itu dengan kepala terangkat, sudah cukup dia berjuang, jika Kibum tak mampu melihat cintanya maka Kyuhyun tak ingin terlalu berharap lagi.

terlihat Saeun menyungingkan senyum licik dalam pelukan Kibum. Dia yakin jika dia menang kali ini dan akan dengan mudah mendapatkan Kibum kembali dengan segala yang di inginkannya. pikir Saeun senang tanpa menyadari jika sebuah kehancuran yang akan di dapatkanya.

" Kim Jongin..., datanglah ke rumah sakit... aku akan memberimu kesempatan untuk membuktikan jika kau benar-benar pantas untuk Kyuhyun dan juga agar kau bisa memastikan perasaan Kyuhyun padamu, bilang pada Kyuhyun jika itu hadiah dariku dan pastikan agar dia bersedia ikut denganmu, tentu...katakan pada Kyuhyunnie, ku akan membereskan sisanya, tentu seperti rencana...jaga Kyuhyun untukku, terimakasih Jongin..." ucap Kyuhyun seraya memutus panggilan singkat itu dan menampilkan sebuah seringai menyeramkan seraya memasukan ponselnya ke dalam saku blasernya.

Heechul menatap bayangan Kyuhyun yang beberapa menit terlihat dan sekarang telah menghilang di sepanjang lorong rumah sakit meninggalkannya seorang diri.

" Astaga, Kyu~ sebegitu terluka dan sedihnyakah dirimu sampai melupakan jika temanmu masih tertinggal di rumah sakit ini ckckckck..." gumam Heechul tersenyum penuh arti.

" tenang saja teman, semua akan berakhir sesuai dengan skenario Tuhan, seperti yang kau harapkan, bersabarlah sedikit lagi oh..."ucap Heechul tersenyum penuh arti menatap bayangan Kyuhyun yang sudah tak terlihat.

" mata di balas mata, tangan di balas tangan, nyawa di balas nyawa. siapapun yang membuat temanku menangis aku akan mengahancurkannya dengan sangat kejam hingga tak tersisa" ucap Heechul kembali menampilkan ekspresi dingin menusuk dengan aura yang berbahaya. percayalah seorang Kim Heechul bahkan pernah membunuh seseorang di masa lalunya dan diapun tak akan keberatan jika harus melenyapkan satu nyawa sampah lagi jika memang di haruskan.

Dengan perlahan Heechul memasuki ruang rawat Kim Saeun, dia berdiri dengan angkuhnya di ambang pintu sambil bersedekap dada dengan gaya santai menatap Saeun dan Kibum yang balik menatapnya dengan tatapan terkejut bercampur heran, pasalnya mereka tak menyangkah jika teman Kyuhyun masih bertahan di sana. Heechul tertawa kecil menyandarkan tubuhnya pada ambang pintu dengan santai, terlihat Saeun menatap yeoja di depannya dengan tatapan tidak percaya. terselip juga sedikit rasa takut di benaknya akan ancaman wanita mengerikan itu beberapa hari yang lalu.

Ya sebelumnya Heechul sudah berbaik hati datang ke hadapan Saeun untuk memperingatkan gadia itu untuk mundur dan menjauh dari kehidupan Kibum dengan baik-baik. Namun seolah wanita itu tak mendengar seolah tuli dan sama sekali tak menghiraukan peringatannya.

" senang..." tanya Heechul menatap tajam dengan senyum sejuta arti tersunggih di bibirnya menatap intens kearah Saeun seraya memamerkan senyum super manis yang mematikan dengan nada dingin yang menusuk.

" Kim Heechul, bodoh bukankah itu sudah terlihat jelas" kekeh Heechul seraya memukul kepalanya sendiri dengan sikap dramastis dan kembali menatap kedua orang yang masih diam mendengarkan dengan tatapan bertanya-tanya melihat tingkah aneh, Heechul.

" sangat di sayangkan kau mengambil keputusan yang salah, Nona Kim!" ucap Heechul tanpa senyum dengan nada dingin mengintimidasi dengan sorot mata tajam dan terlihat mengerikan menatap intens tepat di manik mata Kim Saeun, wanita yang tengah mengigil ketakutan saat itu. Bahkan Saeun baru menyadari jika ancaman Heechul yang di anggapnya angin lalu kini mulai membuatnya ketakutan.

[~Lizz_L_L~]

" Hallo...Kyu, kau ada dimana sekarang?!" tanya Kai berbicara pada Kyuhyun melalui ponselnya, sesekali matanya terlihat celingak-celinguk mencari keberadaan gadia mungil itu, Kyuhyun.

kai terdiam seolah menanti jawaban dari Kyuhyun yang tak kunjung membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan sederhananya, samar-samar Kai mendengar Kyuhyun menahan isakan dari mulutnya yang tanpa sadar lolos begitu saja.

" Cho Kyuhyun, kau menangis?!" tanya Kai saat menyadari jika Kyuhyunnya kini sedang terluka dan menangis terisak entah ada di mana, tanpa sadar Kai mengepalkan jemarinya erat menahan amarah tak tersampaikan, sungguh saat ini Kai sangat ingin menonjok wajah datar dingin milik kakaknya, bahkan Kai tak rela jika bulir bening itu keluar dari mata indah gadia yang sangat dicintainya itu.

" tidak, mana mungkin aku menangis yang benar saja... aku sungguhan tidak menangis, Kai percayalah" kilah Kyuhyun berbohong seolah memberi kekuatan pada dirinya sendiri untuk tidak menangis. tanpa sadar iris selelehan karamel milik Kyuhyun bertemu dengan manik gelap milik Kai yang berdiri tidak terlalu jauh darinya, menatap Kyuhyun dengan tatapan sendu. Mereka terdiam sesaat saling menatap tanpa berbicara sepatah katapun, tatapan Kai terlihat menyenduh dan terluka, entah kenapa melihat Kyuhyun seperti itu hatinya terasa nyeri dan rasanya Kai merasakan hatinya seakan di rajam hingga menjadi cacahan danging halus saat melihat gadis yang di cintainya itu menatapnya dengan tatapan lemah tak berdaya.

" apa aku terlihat semenyedihkan itu Kai?!, kenapa tatapanmu aneh sekali, oh..." tanya Kyuhyun mencoba tersenyum namun gagal saat di dapatinya air mata yang jatuh kian menderas mengalir di pipi pucatnya.

" jangan menangis...aku mohon jangan menangis, Kyu..." bisik Kai di ponselnya masih menatap Kyuhyun di kejauhan. Mendengar suara isakan Kyuhyun yang tersendat membuat hatinya kembali di remas dengan kasar. kai merasakan rasa sakit yang amat sakit di hatinya yang tiba-tiba menyeruak begitu saja, dengan cepat Kai berlari menghampiri Kyuhyun menarik tubuh ringkih yang terlihat bergetar itu dan memeluknya erat.

" aku mohon berhentilah menangis untuknya Kyuhyunnie, jangan kau buat aku menderita karena melihatmu menangis seperti ini, jangan menangisi pria bodoh sepertinya. berhenti melihatnya dan pandanglah aku oh..aku mencintaimu, Kyu sangat mencintaimu" ucap Kai lirih. Kyuhyun terkesiap kaget saat mendengar pengakuan cinta Kai yang tidak di langkahnya, mendengar ucapan Kai semakin membuat tangis Kyuhtun pecah. Dia semakin merasakan perasaan sesak saat rasa bersalah mulai mengerogotinya dan bersaranc di hatinya. Kyuhyun amat sangat menyesal karena bagaimanapun juga Kyuhyun tau jika dia tidak akan pernah bisa membalas perasaan Kai dan berpaling dari laki-laki datar bodoh idiot yang tidam pernah peka itu.

[~Lizz_L_L~]

Flashback.

" kuberikan dua pilihan untukmu Nona Kim, pertama hentikan semua sandiwara ini dan menghilanglah dari hadapan Kim Kibum dan Cho Kyuhyun dan berjanjilah jika kau tak akan pernah menampakan diri lagi serta menggangu hidup Kibum lagi, dan aku akan menjamin kau akan tetap bisa hidup dengan tenang setelah itu tanpa kekurangan satu apapun. Atau kau bisa mengambil pilihan kedua. kau bisa meneruskan semua sandiwara ini, tetap berpura-pura menjadi wanita lemah yang tertindas dan menikmati semua kebohongan ini sampai akhir, membuat temanku terluka dan membuatku semakin marah padamu dan...setelahnya aku akan pastikan hari dimana kehancuran dalam yang akan kau dapatkan. hancur... sehancur-hancurnya hingga membuatmu memilih jika kematian lebih baik dan kau akan merangkak dan mengemis meminta pengampunan dariku...percayalah aku akan memastikan semua itu terjadi jika kau memilih pilihan kedua?! Jelas Heechul menatap Saeun yang terlihat menahan nafas melihat raut wajah yang berbeda dari seorang sahabat Kyuhyun yang biasanya terlihat manis kini berubah terlihat semakin mengerikan berdiri angkuh menatap tajam langsung Ke manik gelap Saeun.

" a~apa ma~maksudmu, kau mengancamku hah~kau pikir aku akan takut dengan ancaman murahanmu itu, brengsek. kau sama sekali bukan siapa-siapa bagiku" ucap Saeun sedikit tergagap dengan nada angkuh meski dia sedikit takut dia menekan semua rasa takutnya karena harga diri yang dimilikinya terlalu besar.

Heechul terkekeh menyeramkan seraya menundukan kepalanya membuat kesan menyeramkan itu semakin lekat pada dirinya. Perlahan Heechul mendongakan kepalanya kembali menatap tajam Saeun.

" ya...aku mengancammu" ucap Heechul dingin penuh penekanan tanpa senyum, tanpa cengiran khasnya yang ada hanya raut wajah dingin stoic menyeramkan yang terlihat datar tanpa ekapresi sedikitpun.

Saeun terluhat menelan salivanya sulit, tanpa di sadarinya keringat dingin merembes keluar dari pori-pori kulitnya.

" pikirkanlah" ucap Heechul pada akhirnya merubah wajahnya menjadi lebih ceria dengan senyum yang mulai bermunculan di wajah imutnya dan berbalik meninggalkan Saeun yang terdiam mematung menatap kepergian Heechul. entah kenapa Saeun merasa Heechul memiliki sebuah kepribadian ganda yang tampak membuatnya terlihat lebih mengerikan dan lebih berbahaya di banding Kyuhyun sendiri.

Flashback end

" aku harap kau tidak akan menyesali semua keputusanmu Kim Saeun dan kau Kim Kibum" ucap Heechul tanpa embel-embel saat menyebut nama Kibum, rasa hormat yang di rasakannya pada pemuda datar itu beberapa waktu lalu kini telah menghilang tanpa bekas.

" begitu mudahnya kau menyerah" ucap Heechul tertawa meremehkan."laki-laki menyedihkan sepertimu tak pantas mendapatkan Kyuhyunku, yakinkah kau jika wanita yang ada di sampingmu ini adalah wanita yang mencintai dirimu karena dirimu bukan karena apa yang ada padamu hah...idiot, kau bahkan menutup semua panca indaramu dan tidak mampu melihat siapa yang benar-benat mencintaimu. tak mendengar siapa yang merindukanmu dan tak merasa siapa yang paling mencemaskanmu, kau terlalu naif Kim Kibum. akan ku tunjukan satu hal padamu, sebuah kenyataan yang pastinya akan membuatmu menyesal seumur hidupmu. Dan ingatlah satu hal...aku tak akan pernah memaafkan siapapun yang membuat Kyuhyunku menangis, siapapun~termasuk dirimu tuan Kim yang terhormat dan kau pasti akan menyesali perbuatanmu saat ini " ucap Heechul dengan ekspresi tak terbaca seraya mengalihkan tatapannya ke arah Saeun.

" untukmu nona Kim persiapkan dirimu, kurasa kau perlu berbaring disini lebih lama meski itu juga tak akan membantu" saran Heechul mengakhiri dialognya seraya berbalik tapi baru dua langkah, Heechul menghentikan langkah kakinya dan berhenti, menatap Saeun dengan sikap angkuh.

" Oh ya, satu hal yang perlu kau ketahui nona Kim, ingatlah nama "CASEY KIM" mungkin kau akan membutuhkannya nanti, sebagai petunjuk" ucapnya berbalik dan berjalan mundur dengan seringai jahat yang tercetak jelas di wajahnya.

Saeun dan Kibum terlihat membatu di tempat dengan pikiran yang berkelana jauh kemana-mana dengan kekhawatiran yang berbeda. Heechul berjalan santai di setiap lorong rumah sakit mengambil ponsel pintarnya dan mendial sebuah nomor.

ttuutt...

ttuutt...

" hallo~Nona muda" jawab orang yang ada di seberang line.

" hancurkan mereka" ucapnya tenang dengan nada berwibawa.

" saya mengerti, nona" balas orang itu lagi langsung mengiyakan perintah Heechul tanpa bantahan.

segera Heechul mematikan ponselnya dan memasukannya kembali kedalam saku blasernya.

" arrgghh~permainan ini membuatku lapar, kurasa aku bisa menghabiskan makanan satu restoran, aku ingin makan ayam dan pizza" teriak Heechul seraya mengeliat dan mengusap perut ratanya dengan senyum sumringah.

tiba-tiba benda persegi itu bergetar lagi dalam saku blasernya. Heechul tampak mengernyit saat melihat nomor yang tertera di layar ponselnya.

" si Hitam, kenapa dia meneleponku" gumam Heechul seraya mengernyitkan dahi.

" ada apa kamtjong?!" tanya Heechul to the point melewatkan acara sapa menyapa.

" kami sudah ada di bandara sekarang dan Kyuhyun ingin berbicara denganmu" ucap Kai melewatkan bagian ingin protesnya karena di katai hitam oleh Heechul dan menyerahkan ponselnya pada Kyuhyun yang sudah tidak sabar untuk berbicara dengan Heechul.

" Heechullie, apa maksudmu menyuruhku untuk ke jepang dengan si Hitam pesek, Kai" cerocos Kyuhyun dengan nada sumbang jelas sekali ia habis menangis parah. Mengacuhkan umpatan protes dari Kai yang kulit tan seksinya telah di hina oleh dua orang yang berbeda dalam waktu beberapa menit berselang.

" astaga~suaramu terdengar mengerikan sekali, Kyu. sudahlah anggap saja ini liburan dan hadiah dariku untukmu. kuberikan waktu satu minggu untuk menenangkan diri, pilihlah yang menurutmu baik oh...jangan sia-siakan kesempatan ini, kupikir kau juga perlu mendekatkan diri pada Kai dia juga baik lo, beri kesempatan pada dirimu untuk memilih. Lagipula Kai tampan meski sedikit idiot kurasa" ucap Heechul berpromosi memamerkan cengiran khasnya.

" yak~Kim Heechul, kau berkomplot dengan si Hitam jelek ini hah... kau jahat sekali padaku" teriak Kyuhyun tidak terima.

" aishh...bisakah kau tidak berteriak dengan suara mengelengking seperti itu, Kyu. Apa kau ingin membuatku tuli hah...?! lagipula siapa disini yang jahat kau mengajaku ke rumah sakit kemudian kau meninggalkanku begitu saja seperti celana dalam diskonan yang sudah menjamur, siapa sekarang yang jahat coba, dasar..." sungut Heechul lagi. Namun terdengar kekehan Kyuhyun di sebrang sana.

" hehehe...maafkan aku Heechullie, jangan marah oh...maaf aku benar- benar lupa jika kau juga ada disana" kilahnya lagi terkekeh tanpa dosa.

" baiklah...aku tau kau itu siapa Kyu?! Wanita abnormal yang kehilangan separuh otaknya" balas Heechul dengan nada mengejek.

" yak...kau ingin mati Kim Heechul" teriak Kyuhyun tak terima

" hehehe pokoknya manfaatkan kesempatan ini baik-baik, oke dan jernihkan pikiranmu mengerti, aku percaya kau bisa menentukan dimana hatimu akan bertahan, semangat Cho Kyuhyun" ucap Heechul menyemangati sahabatnya sambil mengepalkan tangan kirinya ke atas memposekan gerakan menyemangati.

" baiklah, terima kasib Hechullie, aku benar- benar beruntung bisa mempunyai teman sepertimu" balas Kyuhyun lagi dengan nada senang.

" oh ya satu lagi Kyu, pulang nanti jangan lupa membawakanku oleh-oleh ya" ucap Heechul penuh semangat.

" oke...kau ingin apa nanti akan aku carikan, special untuk sahabatku yang terbaik" ucap Kyuhyun antusias seolah melupakan kesedihannya untuk sesaat.

" sungguhan nih, oke... kau tak perlu repot-repot begitu, aku hanya minta kau bawakan Hamura Miura saja aktor pemeran death note itu, kau tau dia keren sekali dan kalau bisa bawa sekalian Shun Oguri aktor tampan pemeran film detectif conan dan cross zero, kau tau sepertinya mereka cocok untuk menjadi calon suamiku kelak, mereka adalah laki-laki yang mengagumkan, mereka sangat tampan dan juga keren, bisa kan Kyu aku tau itu tidak terlalu sulit untukmu" ucap Heechul lebih antusias dari Kyuhyun. lama tak terdengar balasan dari Kyuhyun di seberang Line. Heechul tau jika Kyuhyun sedang mengambil nafas dalam.

" tidak sulit kepalamu, otakmu memang tak ada isinya Kim Heechullie, dasar wanita idiot" teriak Kyuhyun dan mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.

" astaga~dalam beberapa menit saja dia sudah kembali pada tabiat aslinya Tsk..." ucap Heechul yang sedang asyik mengorek telinganya yang sedikit berdenging karena teriakan Kyuhyun dan seraya tersenyum simpul kemudian.

" Kim Heechul, tunggu" teriak Kibum berlari di belakang Heechul dengan nafas yang terdengar satu-satu karena berlari mengejar Heechul.

[~Lizz_L_L~]

"apa benar dia akan melakukan hal buruk padaku" batin Saeun sambil mengigit kuku jarinya dengan tatapan cemas. tak berapa lama sebuah panggilan di ponselnya menyadarkannya dari lamunan yang tak berujung itu.

" hallo..." ucap Saeun.

" brengsek~apa yang kau lakukan dasar wanita idiot, kenapa kau membuat ayahmu menjadi seperti ini, kenapa kau mengundang bencana untuk keluarga kita anak, sialan" teriak seorang laki-laki paru baya di seberang sana yanh sedang berteriak histeris dengan segala sumpah serapahnya untuk Saeun.

" pa~pa...kenapa kau berteriak?! Dan kenapa kau memarahiku tiba-tiba seperti ini, apa ada yang masalah?!' tanya Saeun sedikit terkejut saat mendapati ayahnya yang menelponnya dengan suara histeris.

" katakan...katakan pada papa, apa yang sudah kau lakukan hingga membuat miss CASEY KIM marah katakan pada papa, brengsek?! teriak ayahnya lagi kali ini bercampur dengan tangisan histeris.

mendengar nama " Casey Kim" di sebut-sebut ayahnya, membuat hatinya semakin di rundung rasa cemas dan gelisah. tanpa sadar sebuah pikiran buruk terlintas begitu saja di otaknya.

" papa, memangnya apa yang sebenarnya terjadi" tanya saeun takut-takut.

" dia, wanita itu membuat perusahaan papa bangkrut seketika, dia menarik semua investasinya dan menjebak papa dalam permainan kotornya, dia membuat papa bangkrut Saeun, kau dengar hah...wanita itu menguras seluruh uang papa yang ada di rekening bank papa hingga angka nol, membuat papa jatuh miskin dan menjadikan papa seorang tahanan polisi karena tuduhan palsu dengan memalsukan data sehingga papa terlibat dan mempunyai hutang milyaran hingga triliyuanan won. papa tidak pernah tau jika papa memiliki hutang sebanyak itu Saeun, papa akan di perjara lakukan sesuatu, lakukan sesuatu Saeun. Papa tau jika kau mengenal miss Casey Kim, karena miss Casey Kim mengenalmu, meminta maaflah minta ampunlah jika tidak kita semua bisa berakhir" teriak ayah Saeun lagi dan menjerit histeris di tengah tangisnya.

Saeun tak bisa mendengar apa-apa lagi sampai pangilan itu terputus, matanya terlihat membelalak tak percaya jika ancaman seorang Kim Heechul bisa membuat dunianya langsung hancur dalam hitungan menit. Bagaimana mungkin dia bisa melakukan hal mustahil itu dalam beberapa menit. belum sempat dia menjernihkan otaknya panggilan lain tampak terlihat jelas di ponselnya.

" hallo, Saeun?!" ucap Aee Kyung di seberang sana dari nada suaranya terdengar sekali jika dia sedang dalam keadaan panik.

" Kenapa?! apa yang terjadi apa ada masalah?!" tanya Saeun berharap jika masalah tak mendatanginya lagi, tapi harapannya ternyata tak semudah itu terkabul.

" Kim Saeun, butik kita di sita atas nama nona Casey Kim, di surat ini menyatakan jika kau memiliki hutang yang sangat besar padanya benarkah itu?! apa benar kau berhutang sebanyak ini?!" tanya Ae Kyung dengan nada frustasi.

" tidak aku tidak pernah memiliki hutang sebesar itu, ini pasti ada kesalahpahaman, tenangkah aku akan mengatasinya segera" ucap Saeun dengan nada suara yang bergetar dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

" kita akan benar-benar hancur jika seperti ini terus,Saeun~lakukan sesuatu jika tidak semuanya yang kita bangun akan hilang begitu saja" Saeun sudah tak mendengar lagi kata-kata Aee Kyung kini bahkan nyawanya sudah menghilang meninggalkan tubuhnya. matanya terlihat berair menerawang dalam kosong.

" tidak mungkin..ini tidak mungkin terjadi...tidak boleh...tidak boleh...aku tak mau hancur seperti ini, aku tak mau..." racaunya seraya mengeleng keras dalam tangisnya. Wanita itu berdiri dan berlari keluar dengan kalap berharap Heechul masih ada didalam rumah sakit ini dan kali ini Saeun akan mencoba untuk memohon pada Heechul untuk menerima tawarannya untuk tidak mendekati Kibum dan Kyuhyun lagi asal semua yang di milikinya kembali, sungguh Kim Saeun tidak mau menjadi miskin.

[~Lizz_L_L~]

"Ada apa?!." tanya heechul menatap Kibum seraya memasukan kedua tangannya dalam saku blasernya. mendapati gelagat Kibum yang tak bergegas mengutarakan maksudnya.

" apa kau ingin membicarakan sesuatu denganku" tanya Heechul mulai tak sabar.

" apa ada hal yang tak ku ketahui Kim Heechul?! apa kau mengetahui sesuatu yang tidak aku ketahui?!" tanyanya pada akhirnya pertanyaan itu keluar juga.

" kau ingin tau?!" tanyanya tepat saat itu manik bening Heechul menatap keberadaan Saeun yang berjalan setengah berlari kearahnya. tanpa sadar sebuah senyum penuh arti tersunggih di bibir semerah plumnya.

" kau akan mengetahuinya sebentar lagi, Kibummie" jawab Heechul mulai memanggil Kibum dengan sebutan akrabnya lagi karena ia yakin umpan yang di lemparnya telah menjerat ikan yang besar.

Saeun berdiri tepat di depan Heechul dengan wajah menyedihkan berlinang air mata kemudian dia menghempaskan lututnya ke lantai memohon sambil memengang kaki Heechul, Kibum menatap Saeun tidak percaya kenapa wanita itu datang dan tiba-tiba berlutut di depan kaki Heechul.

" aku mohon lepaskan aku, maafkan aku jika aku telah membuatmu kesal Nona Kim Heechul, aku mohon~aku akan menuruti apapun yang kau katakan oh...aku sungguh-sungguh minta maaf, Kim Heechul..." ucapnya seraya menangkupkan kedua telapak tangan di depan wajahnya.

" Kim Saeun, apa yang kau lakukan?! bangunlah" ucap Kibum tak menyangkah jika Saeun akan duduk berlutut di depan Heechul dengan kasar Saeun menghempaskan tangan Kibum, mengacuhkan laki-laki itu, sementara Heechul menatap Saeun dengan tatapan paling dingin sarat akan maksud.

" baiklah, aku akan mengaku pada Kibum jika aku menipunya selama ini dan aku juga telah berbuat buruk pada Kyuhyun, aku juga berjanji jika aku tidak akan menampakkan diriku lagi di depan kalian semua aku akan menghilang dari peredaran kalian, tapi aku mohon kembalikan semua yang kau ambil dariku dan papa sangat marah dan hancur saat kau mengambil semua miliknya, aku mohon Kim Heechul tolonglah, aku mohon" teriak Saeun histeris masih terus memohon dengan air mata berlinang di pipinya yang terlihat menyedihkan.

kibum yang mendengarkan penjelasan Saeun terkejut tak percaya dan menampilkan wajah dinginnya saat menatap wanita itu.

" jadi selama ini kau menipuku Kim Saeun" tanya Kibum meradang dengan suara parau.

" ya aku memang menipumu, maafkan aku kibum..." bisik wanita itu lemah.

Saeun kini dia benar-benar merasa bersalah menatap wajah laki-laki tampan di depannya itu.

Heechul tersenyum dingin menatap Saeun.

" pergilah pastikan kau menepati semua yang kau bicarakan Kim Saeun, karena aku tak akan mengampunimu lagi jika kau mengingkarinya dan berbohong padaku" ucap Heechul penuh ancaman. tanpa berpikir dua kali Saeun berdiri dari lantai mengusap pipinya pelan berjalan perlahan melewati Kibum. dia melirik laki-laki yang tengah membatu itu. sebersit juga rasa penyesalan di hatinya yang menggelayut saat menatap kibum.

" maafkan aku..." bisik Saeun dalam hati dan berjalan cepat meningalkan kedua orang itu yang terlihat terdiam.

" merasa bodoh~atau merasa konyol~atau

mungkin dua-duanya, apa aku salah?!" tanya Heechul enteng sambil tersenyum.

" kau sudah tau jika akhirnya akan begini, kau sudah tau jika Saeun berbohong, kenapa kau tak memberitahuku dan membiarkanku berbuat jahat pada Kyuhyun?!" teriak Kibum frustasi.

" meski aku mengatakan yang sesungguhnya padamu kau tak akan dengan mudah mempercayainya begitu saja, aku diam hanya ingin memberikan sedikit pelajaran padamu, kibum" jawab Heechul enteng.

" jika hanya perasaan menyesal yang ada di hatimu untuk Kyuhyun maka segera lupakan dia, tapi jika kau mencintai Kyuhyun akan ku beri kau kesempatan sekali lagi untuk memperbaikinya semuanya, Kibum" ucap Heechul masih dengan senyum miring yang tersunggih di bibirnya saat menatap Kibum.

Sedangkan Kibum menatap Heechul dengan sorot mata mengharap.

" bandara incheon, jepang...segeralah kesana, Kyuhyun akan ke jepang dengan Kai, jika kau beruntung kau akan bertemu dengan Kyuhyun dan menghentikannya sebelum dia benar-benar pergi jauh darimu, bergegaslah mungkin sebaiknya kau pergi sekarang" jelas Heechul, Kibum mengumpat pelan dan berlari meninggalkan Heechul yang hanya bisa menatap kepergiannya seraya tersenyum kecil. tiba- tiba perasaannya kembali menghangat ia mulai teringat kembali dengan sosok laki-laki yang dulu pernah hidup dan menjadi bagian terpenting di hatinya hingga sekarang.

" apa kau baik-baik saja disana?! Aku harap begitu...hemm...aku sangat merindukanmu, park Jungsoo" bisik Heechul pada angin entah kenapa tiba-tiba saja hatinya terasa meringan.

" ehemz...sepertinya kau sangat menikmatinya membuat kedua adik-adikku kewalahan seperti itu" ucap dennis seraya bersandar di tembok, yang tiba-tiba muncul begitu saja dalam rumah sakit itu. entah sejak kapan dia mulai mengawasi gerak-gerik Heechul yang dari wajahnya tercetak jelas jika laki-laki itu terlihat sama leganya dengan Heechul.

" tentu saja ini sangat menyenangkan kau tau?! apa aku perlu menjelaskan detailnya, ah...kurasa tidak sepertinya kau bahkan lebih tau apa saja yang sedang kulakukan akhir-akhir ini" ucap Heechul menebak.

" tentu...kupikir aku juga harus sedikit berhati-hati padamu, kau terlihat sangat menyeramkan jika seperti itu, Nona Casey Kim" ucapnya berpura-pura takut menampilkan ekspresi lucu dan membuat Heechul tertawa dengan tingkah konyol dennis.

" tertarik pergi denganku?! Ku dengar tadi kau bisa menghabiskan satu restoran jika sedang lapar" goda dennia lagi seraya mengerling nakal menatap Heechul dan keduanya tertawa bersamaan dan berjalan beriringan menuju pintu keluar dengan perasaan lega.

[~Lizz_L_L~]

Kibum berlari seperti orang gila di tengah kerumunan orang yang berlalu lalang matanya sibuk mencari dan menjelajahi setiap jengkal bandara itu, sesekali ia berusaha menekan nomor ponsel Kyuhyun berharap jika wanita itu mengetahuinya dan segera menjawab panggilannya. Kibum berlari menuju pusat informasi.

" permisi, apakah pesawat dengan tujuan jepang sudah berangkat" tanya Kibum dengan nafas terenggah-enggah.

" sebentar tuan, akan saya periksa dahulu" ucap wanita ramah itu seraya tersenyum.

" pesawat menuju jepang sudah berangkat dari lima belas menit yang lalu tuan" jawab wanita itu lagi yang serasa bagai sebuah bom yang meledak di hatinya. Kibum merasakan seolah tulang-tulangnua sedang di lolosi satu persatu. Kibum terduduk lemas begitu saja di lantai bandara.

" dasar lali-laki idiot, tentu saja dia tak akan menunda keberangkatannya hanya demi laki-laki brengsek, bodoh sepertimu, Kim Kibum" ucap Kibum mengutuki dirinya sendiri, dengan langkah lemas Kibum akhirnya bisa berdiri dan segera meninggalkan bandara incheon dengan segala rasa sakit yang di milikinya. Kibum merasa dia sudah tidak akan pernah melihat Kyuhyun lagi dan itu membuatnya mengutuk dirinya sendiri atas kebodohannya.

Myeongdong Catolik Crunch, 2016

" Kyu, syukurlah mereka datang..." teriak Heechul dengan nada bahagia yang sontak membuat mata Kyuhyun yang terlihat sembab terbuka lebar seraya berlari menghampiri Heechul. Di sana terlihat Kai dan Kibum yang sednah berjalan kearahnya sambil memamerkan cengiran khas mereka. elas sekali mereka terluka terlihat dari beberapa perban yang menempel di tangan dan dahi mereka.

" maaf Kyu kami telat" ucap Kai menatap mata Kyuhyun lekat. Sementara Kibummenatap keduanya dengan tatapan sendu.

" kau bodoh kenapa kau bisa datang dengan keadaan begini membuat cemas pengantin wanitamu dan melupakan hari pernikahanmu sendiri, kau idiot dasar laki-laki menyebalkan" ucap Kyuhyun penuh kelegaan dan berlari menyongsong calon suaminya itu seraya memeluknya erat, seolah tak ingin berpisah lagi.

" maafkan aku Kyu, maaf jika khawatir. jangan menagis lagi oh...aku tidak apa-apa, sayang..." ucapnya seraya mengusap air mata Kyuhyun dan mengecup puncak kepala Kyuhyun dengan sayang.

" baik-baik saja kepalamu, dasar kau laki-laki idiot gara-gara kau aku mengeluarkan air mataku dengan sia-sia, aku akan membunuhmu jika pernikahan ini sampai gagal "KIM KIBUM" brengsek. sudah sana pergilah aku akan memperbaiki riasan wajahku, astaga Heechullie, cepat bantu aku, tidak mungkin... wajahku bahkan lebih seram dari wajah samara" teriak Kyuhyum histeris kembali pada tabiat aslinya menatap cermin dengan ekspresi kaget setelah melihat maskaranya terlihat berantakan.

" hehehe sepertinya kau akan kerepotan menghadapi, Kyuhyun nantinya" ucap Kai sambil nyengir seraya menepuk pundak Kihum yang terdiam menatap calon istrinya dan tersenyum bahagia melihat tingakah ajaib Kyuhyum yang bisa berubah-ubah dalam hitungan menit.

" benahi dulu penampilanmu dan segeralah menuju altar sebelum Kyuhyun mengamuk lagi" sambung dennia mengajak Kibum untuk segera angkat kaki dari ruangan itu.

Kai mengekori kedua kakaknya sampai sebuah getaran halus di celananya menyadarkannya, dengan cepat di ambilnya ponsel itu sekilas ia melihat layar ponsel dan senyum sumringah tersemat begitu saja di kedua sudut bibirnya.

" Oh sehun"

" hallo nyonya Kim, apa kau merindukanku" ucap Kai dengan nada mesra menyapa kekasihnya dari sebrang line teleponya.

" Cih...kau terlalu percaya diri, Jong...bagaimana dengan pernikahan Kyuhyun eonni?! tanya Sehun antusias.

" seperti biasa, sangat menghebohkan andai saja kau disin Sehun~ah, aku benar-benar merindukanmu, taukah kau kibum hyung dengan Kyuhyun dan sebentar lagi Dennis hyung juga akan menikah dengan Heechul lalu bagaimana dengan kita, kapan kita akan menikah oh..." ucap Kai manja dengan tingkah kekanakannya merajuk pada kekasihnya.

" maaf kai sayang, seperti kata outo~san, jika kau ingin menikah denganku, aku harus memenuhi semua syaratnya" ucap Sehun dengan nada menyesal yang si buat-buat. mendengar jawaban Sehun, Kai menghela napas berat.

" astaga, jangan ingatkan aku lagi, Oh Sehun Bahlan syarat yang di ajukan ayahmu sangat mengerikan, tapi demi dirimu aku akan berusaha, tunggulah sebentar lagi, sehun~ah" ucap Kai penuh semangat dan tekad.

" tapi kenapa sih kau harus jadi anak seorang yakuza, kenapa jalan cintaku selalu di persulit, hah...tidak bisakah aku jadi anak penjual makanan keliling atau penginapan, kenapa hatus yakuza Oh Sehun, astaga aku jadi stres jika memikirkannya" gerutu Kai lagi.

" hihihi berusahalah kai~ah, oh ya...sampaikan salamku untuk Kyuhyun dan Heechul eonni" ucap Sehun seraya terkikik pelan dan memutus pangilannya.

" cih...gadia ini, dasar" ucap Kai menatap ponselnya tidak percaya saat dengan sadisnya Sehun memutus pangilannya di saat dirinya merasa benar-benar merindukan wanitanya itu.

" Hei...kamtjong, cepatlah upacara pernikahannya akan segera dimulai" teriak Dennis dari kejauhan.

" baiklah, baiklah aku datang " teriak Kai seraya berlari mendekat ke arah Dennis dan bersama-sama menuju gedung tempat di mana pernikahan Kibum sedang berlangsung.

"CINTA"

memang sebuah kata sederhana yang

memiliki berbagai makna, tanpa pengorbanan

tanpa air mata, cinta tak akan menampakan

wujubnya padamu, jika cinta sudah datang

persiapkan dirimu, jika kau bisa menemukan

cinta dengan cara yang tepat maka cinta sejati

akan memberikan sebuah proposal kebahagian

padamu hingga membuatmu merasa seakan

meledak, sebuah proposal kebahagiaan yang

membuat hatimu berwarna dan hidup.

END

Akhirnya END juga moga gg mengecewakan dan berkenan di hati kalian, oh ya abis ini juga bakalan lizz update sequelnya oke.

Next sampai ketemu di squel part " Kyuhyun ngidam" anyeong...

Jangan lupa tinggalkan REVIEW ya.